Anda di halaman 1dari 1

3.

Formasi Kalibeng (Kalibeng Bawah dan Kalibeng Atas)


Formasi Kalibeng dibagi menjadi 2 yaitu Kalibeng Atas dan Kalibeng Bawah. Formasi Kalibeng
Bawah memiliki lapisan yang seragam yaitu Unbedded Globigrina-Marls pada bagian Barat Zona
Kendeng. Sedangkan Formasi Kalibeng Atas memperlihatkan perubahan fasies dari barat ke
timur. Pada bagian barat terdiri dari batugamping koralin batugamping Globigerina, yang mana
menuju ke arah timur berubah menjadi bedded sandy marlsmengandung glauconite dan
Foraminifera kecil dan terkadang berubah menjadi bedded diatomaceous tipis.
Pada bagian barat Zona Kendeng, Kalibeng Bawah memiliki ketebalan kurang lebih 500
m. Kalibeng Atas yang terdiri dari batugamping memiliki ketebalan yang bervariasi antara 50 m
hingga 300 m. Ke arah selatan, ketebalan galuconiferous sandy marls semakin menebal
menumpangi batugamping, dimana berkembang juga fasies batupasir yang merupakan endapan
batupasir vulkanik dengan ketebalan yang juga bervariasi antara 25 m hingga 150 m.
Batupasir ditumpangi oleh Diatomaceous Marls, dengan ketebalan total (termasuk
Batupasir) maksimum 700 m. Fasies Diatomaceous juga berkembang di daerah Surabaya, tetapi
menuju ke arah utara fasies kembali berubah menjadi batugamping koralin, dimana batugamping
digunakan untuk industri semen. Ketebalan batugamping kira-kira 200 meter. Di Pulau Madura,
Formasi Kalibeng Atas juga hadir berupa batugamping Lithothamnium Reef.
Perubahan fasies yang cepat pada Formasi Kalibeng Atas menunjukkan bahwa fasies
tersebut diendapkan di lingkungan pantai dengan perubahan kondisi yang signifikan. Formasi
Kalibeng menumpangi lapisan-lapisan yang mengandung Lepidocyclina (Trybliolepidina) sp. dan
forminifera besar lainnya yang mengindikasikan umur Miocene (Formasi Rembang, menurut
Duyfjes ; Formasi Kerek, menurut Van Bemmelen). Formasi Kalibeng dapat dikorelasikan,
menurut Van Bemmelen (1949) dengan Formasi Banyak/Cipluk (Kalibeng Bawah) dan Formasi
Damar Bawah (Kalibeng Atas) di bagian barat Perbukitan Kendeng (Semarang-Ungaran), atau
dapat juga dikorelasikan dengan Formasi Wonocolo Atas, Formasi Ledok, dan Formasi Mundu di
daerah Rembang. Lokasi tipenya berada di Sungai Kali Beng, 14 km barat laut Jombang pada
koordinat 112
o
8 50 E dan 7
o
26 20 S. Distribusinya tersebar di Perbukitan Kendeng antara
Surabaya (Jawa Timur) dan Trinil (Jawa Tengah) pada pusat-pusat antiklin, termasuk yang ada
di Pulau Madura. Umur dari Formasi Kalibeng adalah Pliocene.
Formasi Kalibeng Atas terdiri dari Anggota Klitik dan Anggota Sonde. Anggota Sonde
merupakan Fasies Marls dari Formasi Kalibeng Atas. Marls tersebut hanya berkembang secara
lokal, dan secara lateral berkembang menjadi Fasies Batugamping yang merupakan anggota
Klitik. Lapisan-lapisan tersebut menumpang di atas Formasi Kalibeng Bawah dan ditumpangi
oleh Formasi Pucangan yang berumur Pleistocene. Anggota-anggota formasi tersebut
mengandung fosil yang mana 53% diantaranya masih bisa dijumpai hingga sekarang,
mengindikasikan umur lapisan adalahUpper Pliocene. Endapan yang berumur sama dapat
dijumpai di dekat Padasmalang dan Pengkol, di dekat Sonde dan Sangiran, Utara Surakarta.
Napal (Marls) tersebut banyak mengandung fosil-fosil moluska. Tipe lokasi dari Anggota Sonde
berada di Sonde dekat Trinil, Kabupaten Ngawi, Lembah Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur.
Distribusinya secara umum berada di sebelah utara Perbukitan Kendeng. Ditemukan banyak
fosil penciri dari Anggota Sonde seperti Turritella angulata cicumpeiensis(Oosting), Terebra
verbeeki Martin, T. Insulinidae, Conus sondeianusMartin.