Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Sesuai Standar Proses Permendikan No 65/2013)



Nama Sekolah :
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/ semester : X/2
Materi Pokok : Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit
Alokasi Waktu : 1 x 30 menit


Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar
3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.


Nama : Haryani
NIM : 06111010011
Indikator
Siswa dapat menjelaskan bagaimana larutan elektrolit dapat menghantarkan
listrik.
Siswa dapat menganalisis larutan elektrolit dan non elektrolit dari data hasil
percobaan
Tujuan
Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menjelaskan sifat
larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
Setelah mengamati data hasil percobaan, siswa dapat membedakan antara
larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit.
Materi
Pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit
Reaksi disosiasi pada larutan elektrolit
Daya hantar listrik senyawa ion dan kovalen
Larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah
Metode Pembelajaran
Model : Problem Based Learning
Metode : Diskusi, presentasi dan tugas.
Pendekatan : Scientific Approach

Media Pembelajaran
Media : Papan tulis dan LCD.
Sumber belajar : Buku Kimia untuk SMA kelas XI kurikulum 2013 dan internet.






Langkah-Langkah Pembelajaran
Fase Kegiatan Waktu
Pembukaan
Siswa menjawab salam pembuka yang diucapkan
oleh guru
Siswa berdoa sebelum memulai proses pembelajaran
Siswa menginformasikan temannya yang tidak hadir
Guru menyebutkan tujuan dan indicator
pembelajaran.

Apersepsi
Siswa diajukan pertanyaan apersepsi sebelum memasuki
kegiatan inti pembelajaran.
G : Apa kalian pernah dengar istilah elektrolit?
Dalam kehidupan sehari hari kita sering
menjumpai larutan elektrolit seperti air accu,
minuman elektrolit , air cuka, air sungai, air laut.
Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan larutan
elektrolit tersebut?
Motivasi
Guru memberikan motivasi kepada siswa pentingnya
mempelajari larutan elektrolit dan non elektrolit serta
menyampaikan tujuan pembelajaran.
5 menit
Inti
Guru memperlihatkan animasi/video tentang larutan
elektrolit dan non elektrolit
Siswa duduk secara berkelompok sesuai arahan guru
di pertemuan sebelumnya
Guru meminta siswa berdiskusi tentang larutan
elektrolit dan non elektrolit dengan membaca LKS
yang sudah diberikan oleh guru.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di
depan kelas.
20 menit
Siswa lain memberi tanggapan.
Penutup
Guru member post test untuk mengetahui
pemahaman siswa.
Guru meminta siswa memberikan kesimpulan pada
materi larutan elektrolit dan non elektrolit.
Guru memberikan tugas baca kepada siswa untuk
pertemuan berikutnya.
Siswa memberikan salam
5 menit

Penilaian
A. Teknik Penilaian :
1. Kognitif, terdiri dari tes tertulis.
2. Afektif

B. Bentuk Instrumen :
1. Kognitif, berupa soal objektif
2. Afektif, berupa pengamatan kedisiplinan

C. Rubrik Penilaian :
1. Kognitif
Tes tertulis yang diujikan terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 100. Setiap
jawaban benar diberi skor 1 (satu).
2. Afektif
Pedoman Observasi
Sikap Disiplin
Petunjuk Pengisian:
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik
dalam kedisiplinan.
Berilah tanda cek () pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek
pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek
pengamatan.

Nama Peserta Didik : .
Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

No Sikap yang diamati
Melakukan
Ya Tidak
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Memakai seragam sesuai tata tertib
4 Mengerjakan tugas yang diberikan
5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan
7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran
8 Membawa buku teks mata pelajaran
Jumlah Skor
Petunjuk Penskoran:
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0.

3. Nilai Akhir
a. Afektif




b. Kognitif







LEMBAR KEGIATAN SISWA

Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/ semester : X/2
Materi Pokok : Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit
Nama Kelompok :























Kompetensi Dasar
3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.
Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan
pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Suatu larutan dapat
dikatakan sebagai larutan elektrolit jika zat tersebut mampu menghantarkan listrik.
Suatu zat dapat menghantarkan listrik karena zat tersebut memiliki ion-ion yang
bergerak bebas di dalam larutan tersebut. ion-ion inilah yang nantinya akan menjadi
penghantar. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan tersebut
menghantarkan listrik.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan
memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya
gelmbung gas dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut
pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit.
Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu
tidak menyala pada alat uji. Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut
pada pengujian tergolong ke dalam larutan nonelektrolit.
Jenis jenis larutan berdasrkan daya hantar listrik
Larutan elektrolit kuat
Laruta elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion ion karena
terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi ( ) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi
ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi
ion dengan jumlah zat yang di hantarkan.
Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl, HBr, HI, HNO
3,
H
2
SO
4
,
NaOH, KOH, dan NaCL.
Larutan elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga
derajat ionisasi sebesar 0 < > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya
sebagian kecil menjadi ion ion ketika larut dalam air. Adapun larutan elektrolit yang
tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi menimbulkan gas termasuk ke dalam
larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah larutan ammonia, larutan cuka dan larutan
H
2
S.
Larutan non elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion ion ( tidak
mengion ) atau dengan kata lain = 0 (tidak terionisasi). Yang tergolong jenis larutan
ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain lain.
NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion,
tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas
bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ionik tidak dapat
menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan
lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat
menghantarkan listrik.
Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan
terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-
butir ion tersebut yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam
larutan.
NaCl
(s)
+ air Na
+
(aq)
+ Cl
-
(aq)

Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F
2
, Cl
2
, Br
2
, I
2
,
CH
4
dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH
3
. Dari hasil percobaan, hanya
senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. Kalau
kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen diatom bersifat polar,
pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding
dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.
Struktur lewis:

Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ionik, jika dilarutkan ke dalam air maka
larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak
bebas. Jadi ikatan kovalen polar di dalam air mampu terurai menjadi ion-ion
penyusunnya (reaksi Ionisasi).
DISKUSIKAN BERSAMA TEMAN KELOMPOK
1. Perhatikan Tabel dibawah ini!
Larutan Lampu Sekitar Elektrode
A Menyala Banyak gelembung gas
B Tidak Menyala Sedikit gelembung gas
C Tidak Menyala Tidak ada gelembung gas
D Tidak Menyala Sedikit gelembung gas
E Menyala Banyak gelembung gas
Dari data di atas, tunjukkan manakah yang termasuk larutan elektrolit dan non
elektrolit, serta larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah?
2. Mengapa larutan garam (NaCl) dapat menghantarkan listrik sedangkan larutan
urea, gula, alcohol tidak dapat menghantarkan listrik?
3. Apa yang dimaksud dengan derajat ionisasi? dan bagaimana derajat ionisasi
larutan elektrolit kuat dan lemah?
4. Bagaimana daya hantar senyawa ion (padat, lelehan, larutan)?
5. Mengapa HCl pekat tidak dapat menghantarkan listrik sedangkan jika HCl
dilarutkan dalam air dapat menghantarkan listrik?













Latihan Soal
1. Manakah diantara larutan laruatan berikut yang merupakan konduktor listrik
terbaik ?
a. Etanol
b. Larutan Asam Nitrit
c. Air Distilasi
d. Larutan Gula
e. Tetraklorometana

2. HCl cair tidak menghantarkan listrik, sedangkan larutan HCl dapat menghantarkan
listrik. Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa..
a. Adanya air mengubah HCl yang semula berikatan kovalen menjadi berikatan ion
b. HCl cair tidak terionisasi, tetapi bila dilarutkan dalam air akan terionisasi
c. HCl cair berikatan ion, tetapi larutan HCl merupakan senyawa berikatan ion
d. Air menimbulkan perubahan pada kekuatan arus listrik
e. Arus listrik akan mengalir bila ada air sebagai mediumnya.

3. Suatu larutan dapat menghantarkan listrik bila larutan tersebut mengandung..
a. Partikel Partikel yang bebas bergerak
b. Molekul molekul yang bebas bergerak
c. Atom atom yang bebas bergerak
d. Ion ion yang bebas bergerak
e. Zat yang mudah terlarut dalam air

4. Dalam larutan A dan B diuji dengan alat uji elektrolit. Lampu alat uji menyala bila
menguji larutan A, sedangkan bila larutan B diuji lampu tidak menyala, teapi ada
gelembung gelembung gas pada eletrodenya. Dari pengamatan tersebut dapat
disimpulkan bahwa
a. Larutan A elektrolit kuat dan larutan B non elektrolit
b. Larutan A nonelektrolit dan larutan B elektrolit kuat
c. Jumlah ion pada larutan A lebih banyak daripada jumlah ion pada larutan B
d. Jumlah ion pada larutan A lebih sedikit daripada jumlah ion pada larutan B
e. Jumlah ion dalam kedua larutan tidak dapat dibandingkan.

5. Diantara pasangan senyawa berikut, yang dalam keadaan padat tidak
menghantarkan listrik, tetapi dalam keadaan cair dan larutan dapat menghantarkan
listrik adalah
a. NaCl dan HCl
b. KCl dan NaCl
c. HCl dan KCl
d. CCl
4
dan HCl
e. CCl
4
dan KCl
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Masyarakat mengenal oralit sebagai obat diare. Namun, apa larutan oralit itu
sendiri? Apa kandungan yang ada di dalam oralit itu? Mengapa zat elektrolit dapat
menghantarkan listrik? Pada bab ini, peserta didik akan mempelajari apa itu larutan
elektrolit dan non elektrolit. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.
Dan apa saja jenis larutan elektrolit. Namun sebelumnya, peserta didik membahas
terlebih dahulu pengertian larutan.
A. Pengertian larutan
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut
adalah zat yang terdispersi ( tersebar secara merata ) dalam zat pelarut. Zat terlarut
mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran. Ini biasa di sebut dengan solute.
Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau ( fase pendispersi ) komponen
komponen zat terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak dalam
campuran. Zat pelarut di sebut solvent.
B. Pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Suatu larutan dapat
dikatakan sebagai larutan elektrolit jika zat tersebut mampu menghantarkan listrik.
Mengapa zat elektrolit dapat menghantarkan listrik? Ini erat kaitannya dengan ion-ion
yang dihasilkan oleh larutan elektrolit (baik positif maupun negative). Suatu zat dapat
menghantarkan listrik karena zat tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas di
dalam larutan tersebut. ion-ion inilah yang nantinya akan menjadi penghantar. Semakin
banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan tersebut menghantarkan listrik.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan
memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya
gelmbung gas dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut
pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit.
Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
dengan memberikan gejala berupa tidak ada gelembung dalam larutan atau lampu
tidak menyala pada alat uji. Larutan yang menunjukan gejala gejala tersebut
pada pengujian tergolong ke dalam larutan nonelektrolit.

B. Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik
Mengapa zat elektrolit dapat menghantarkan listrik? Ini erat kaitannya dengan
ion-ion yang dihasilkan oleh larutan elektrolit (baik positif maupun negative). Atom
atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai ion. Ion yang bemuatan positif
disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Pembuktian sifat
larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui
eksperimen. Suatu zat dapat menghantarkan listrik karena zat tersebut memiliki ion-ion
yang bergerak bebas di dalam larutan tersebut. ion-ion inilah yang nantinya akan
menjadi penghantar. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan
tersebut menghantarkan listrik.

C. Jenis jenis larutan berdasrkan daya hantar listrik
Larutan elektrolit kuat
Laruta elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion ion karena
terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi ( ) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi
ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi
ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
1. Asam asam kuat
2. Basa basa kuat
3. Garam garam yang mudah larut
Ciri ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan
menyala terang dan timbul gelembung gelembung di sekitar elektrode. Larutan
elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air.
Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (
kation ) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus electron. Pada saat di
lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, electron tersebut dapat di hantarkan melalui
ion ion dalam larutan, seperti ddihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji
elektrolit akan menyala. Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl,
HBr, HI, HNO
3,
H
2
SO
4
, NaOH, KOH, dan NaCL.
Larutan elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga
derajat ionisasi sebesar 0 < > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya
sebagian kecil menjadi ion ion ketika larut dalam air. Yang tergolong elektrolit lemah
adalah :
1. Asam asam lemah
2. Garam garam yang sukar larut
3. Basa basa lemah
Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi
menimbulkan gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah larutan
ammonia, larutan cuka dan larutan H
2
S.
Larutan non elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion ion ( tidak
mengion ) atau dengan kata lain = 0 (tidak terionisasi). Yang tergolong jenis larutan
ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain lain.
D. Hubungan elektrolit dengan jenis ikatan kimia
Jika diperhatikan lebih teliti dari jenis ikatannya, larutan elektrolit ada yang
berasal dari ikatan ionik dan ada juga yang berasal dari ikatan kovalen polar. Sebagai
contoh larutan NaCl dan NaOH berasal dari senyawa ionik, sedangkan HCl,
CH
3
COOH, NH
4
Cl berasal dari senyawa kovalen
Daya Hantar Listrik Senyawa Ion :
Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal, lelehan
dan larutan?
NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion,
tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas
bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ionik tidak dapat
menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan
lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat
menghantarkan listrik.
Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan
terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-
butir ion tersebut yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam
larutan.
NaCl
(s)
+ air Na
+
(aq)
+ Cl
-
(aq)

seperti gambar berikut :




Daya Hantar Listrik Senyawa Kovalen
Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F
2
, Cl
2
, Br
2
, I
2
,
CH
4
dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH
3
. Dari hasil percobaan, hanya
senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik.
Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan?
Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen diatom bersifat polar,
pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding
dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.
Struktur lewis:

Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ionik, jika dilarutkan ke dalam air maka
larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak
bebas. Jadi ikatan kovalen polar di dalam air mampu terurai menjadi ion-ion
penyusunnya.
perhatikan gambar berikut :






Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit
Berdasarkan keterangan sebelumnya telah kita ketahui bersama bahwa larutan
elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena dapat mengalami reaksi ionisasi
menjadi ion-ion bermuatan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak mengalami
reaksi ionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik. Pertanyaan yang timbul sekarang
adalah bagaimana cara menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit? Silakan mengikuti
pedoman penulisan reaksi ionisasi berikut ini. Kita dapat dengan mudah menuliskan
reaksi ionisasi suatu larutan elektrolit hanya dengan mengikuti pedoman penulisan
reaksi ionisasi larutan elektrolit. Anda harus memahami pedoman tersebut jika ingin
bisa menuliskan reaksi ionisasinya.


Pedoman penulisan reaksi ionisasi sebagai berikut.

1. Elektrolit Kuat
a. Asam kuat
HxZ (aq) x H
+
(aq) + Z
x
(aq)
Contoh: HCl(aq) H+(aq) + Cl

(aq)
b. Basa kuat
M(OH)x(aq) Mx
+
(aq) + x OH

(aq)
Contoh: NaOH(aq) Na
+
(aq) + OH

(aq)
c. Garam
MxZy(aq) x M
y+
(aq) + y Z
x
(aq)
Contoh: NaCl(aq) Na
+
(aq) + Cl

(aq)

2. Elektrolit Lemah
a. Asam lemah
HxZ(aq) x H+(aq) + Zx(aq)
Contoh: CH3COOH(aq) H
+
(aq) + CH
3
COO

(aq)

b. Basa lemah
M(OH)x(aq) M
x+
(aq) + x OH

(aq)
Contoh: NH
4
OH(aq) NH
4
+
(aq) + OH

(aq)