Anda di halaman 1dari 49

MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE

Analisa sistem PENJUALAN KARTU PERDANA DAN PULSA


pada Telkomsel (retail)


HASIL RISET INI DI SUSUN OLEH :
1. HIJAZ RIYANSAH
2. AGIL PRASETYA
3. BAYU EFENDI
4. IPAY

Kelas MI 12.2b.12

Jurusan Manajemen Informatika
Akademi Manajemen Informatika dan Komputerisasi Bina Sarana
Informatika




MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
2013

PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL RISET

Laporan hasil riset ini telah disetujui dan disahkan serta diizinkan untuk dinilai pada periode :
Tahun Akademik 2013/2014 di Semester Tiga.


















MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada
waktunya. Dalam makalah ini kami membahas analisa customer service pada telkomsel.

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena
itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun
kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.


Jakarta, 2013


Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar I
Daftar Isi II
Daftar Simbol III
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Umum 1
1.2. Maksud dan Tujuan 1
1.3. Metode Penelitian 2
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
1.4. Ruang Lingkup 3
1.5. Sistematika Penulisan 3
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem 5
2.1.1. Pengertian Sistem 5
2.1.2. Karakteristik Sistem 6
2.1.3. Klasifikasi Sistem 9
2.2. Peralatan Pendukung (Tools System) 10
2.2.1. Diagram Alir Data (DAD) 11
2.2.2 Kamus Data / Data Dictionary (DD) 13
2.2.3 Notasi Kamus Data 16
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1. Umum 18
3.2. Tinjauan Perusahaan 18
3.2.1.Sejarah Perusahaan 18
3.2.2.Visi dan Misi 19
3.2.3.Struktur Organisasi dan Fungsinya 19
3.3. Prosedur Sistem Berjalan 23
3.4. Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan 24
3.5. Kamus Data Sistem Berjalan 25
3.6. Spesifikasi Sistem Berjalan 29
3.6.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan 29
3.6.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran 30
3.7. Permasalahan Pokok 31
3.8. Alternatif Pemecahan Masalah 32
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan 33
4.2. Saran 33
DAFTAR PUSTAKA 34


































MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
III

DAFTAR SIMBOL


A. Simbol Diagram Alir Data atau Data Flow Diagram





Kesatuan Luar (External Entity)
Digunakan untuk menggambarkan suatu sumber atau tujuan pada
arus data.




Arus Data (Data Flow)
Digunakan untuk menggambarkan suatu arus data.





Proses (Process)
Digunakan untuk menggambarkan suatu pemrosesan data.





Simpanan Data (Data Store)
Digunakan untuk menggambarkan suatu tempat untuk
menyimpan atau mengambil data.




MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE








BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Umum
Setiap perusahaan kini mulai banyak mengembangkan sistem informasi guna
mempermudah dalam kinerja perusahaan itu sendiri, penjualan tentu nya salah satu inti untuk
membangun perusahaan, persaingan penjualan tentu sangat sengit ,tepatnya di penjualan
network.
Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan
kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.
Hingga kini, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai
pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions
Provider in the Region, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan
kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayar kartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle yang semakin
berkualitas sangat jelas terlihat dengan secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta Long Term Evolution. Tahun ini Telkomsel
mengembangkan jaringan mobile broadband dengan mencanangkan 24 kota besar sebagai broadband
city.
Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular, Telkomsel telah menggelar 34.000 Base
Transceiver Station termasuk lebih dari 6.000 Node B yang menjangkau 95 persen wilayah populasi
Indonesia. Seiring diselesaikannya program Universal Service Obligation yang diamanahkan pemerintah
untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel menjangkau hampir 100 persen
wilayah populasi Indonesia.
Bahkan kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri
tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300 mitra operator data
roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.


ANALISA SISTEM PENJUALAN DI TELKOMSEL
1. Sistem stock dan laporan
Sistem penjualan kartu perdana dan pulsa ditelkomsel ini dilakukan secara otomatis , dari
penyetokan nya sudah menggunakan input stock di komputer , untuk pembayarannya
melalui sistem cashier dengan input system pembayaran dengan menggunakan tabel
tabel.
Sedangkan laporan penjualannya nya sudah menggunakan sistem pengetikan komputer,
tidak menghambat terjadi nya kehabisan stock kartu maupun pulsa.Dan berikut urutan nya

a. Stock barang kartu perdana input system komputer
b. Pembayarannya melalui cashier dengan mesin print
c. Laporan penjualan nya dengan sistem pengetikan tabel tabel
d.Untuk penjualan kartu dan pulsa menggunakan staff ny untuk melayani pembelian

2. Sistem penjualan pulsa memiliki 2 macam yaitu
a. Pulsa elektronik ini mengirim pulsa lwt sistem network sehingga cepat untuk
mengirim pulsa ke customer
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
b. Pulsa vocher ini mengisi pulsa ny melalui manual dengan memasukan kode vocher ke
no hp customernya




Maksud dan Tujuan
Maksud riset ini untuk menganalisa bagaimana sistem penjualan di telkomsel
Mengetahui mekanisme penjualan
Untuk mengasah/mengukur kemampuan dalam menyusun makalah SIM
Untuk mengaplikasikan apa yang didapat di kuliah ini
Memberikan informasi kegiatan penjualan pada perusahaan tersebut

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan laporan riset ini adalah untuk
memenuhi salah satu mata kuliah pada semester III jurusan Manajemen Informatika di Akademi
Manajemen Informatika dan Komputer di Bina Sarana Informatika AMIK BSI.
Metode Penelitian
Dalam penulisan laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) ini, penulis melakukan beberapa metode
dalam proses pengumpulan data, antara lain :

1. Metode Wawancara
Suatu bentuk metode riset dengan mengajukan beberapa pertanyaan
terhadaporang yang mempunyai peran penting pada objek penelitian penulis.
Penulismelakukan wawancara secara langsung kepada pihak-pihak yang berkaitandengan
sistem penjualan secara konsinyasi di Scissors Apparel.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE

2. Observasi
Proses pengamatan objek penelitian secara langsung di lapangan pada
saatmelakukan riset. Penulis melakukan pengamatan langsung ke perusahaantersebut
untuk mendapatkan segala sesuatu yang ada kaitannya dengankegiatan penjualan
konsinyasi untuk mengetahui masalah yang terjadi padasistem berjalan.

3. Studi Pustaka
Mencari data dan fakta dengan mengkaji sumber-sumber pustaka yangberhubungan dengan objek
penelitian. Dalam hal ini penulis memperolehbuku-buku, dan artikel-artikel di internet
1. Ruang Lingkup
Penulis disini mengambil judul ANALISA SISTEM INFORMASI
PENJUALAN PT. TELKOMSEL yaitu untuk mengetahui berjalannya penjualan di
perusahaan tersebut

1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan merupakan penjabaran dari setiap isi bab yang ditulis didalam laporan
secara global. Sistematika penulisannya sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini meliputi pembahasan umum, maksud dan tujuan, metode penelitian, ruang lingkup serta
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Bab ini berisikan penjelasan mengenai konsep dasar sistem dan peralatan pendukung yang
terdiri dari diagram arus data dan kamus data.
BABIII ANALISA SISTEM BERJALAN
Bab ini berisikan masalah umum, tinjauan organisasi, struktur organisasi,tugas dan fungsi
organisasi, prosedur sistem berjalan, diagram alir data,spesifikasi sistem berjalan, bentuk
dokumen masukan dan keluaran,permasalahan pokok serta alternatif pemecahan masalah.
BAB IV PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang menguraikan tentang kesimpulan dari apa
yang telah dibahas dari bab-bab sebelumnya serta saran dari penulis.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem

Mempermasalahkan sistem sebenarnya bukan membahas hal yang baru, karena sistem sudah ada
sejak lama. Dinilai baru karena baru ditemukan dan baru diungkap serta baru diketahui oleh
orang banyak.
Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang
menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada komponen dan elemennya. Kedua
kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara
pendekatannya.

2.1.1.Pengertian Sistem
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Menurut FitzGerald dalam Jogiyanto (2001:1) dalam bukunya yang berjudul Analisis
Dan Desain adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran tertentu.
Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-
urutan operasi didalam sistem.
Prosedur menurut Jogiyanto (2001:1) dalam bukunya yang berjudul analisis dan desain
adalah satu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan
5

pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan
sistem yaitu kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi.
Pendekatan sistem lebih menekankan pada elemen tersebut antara lain:
Tujuan
Maksud dan sasaran yang akan dicapai oleh sistem.
Batasan
Suatu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain.
Control
Suatu pengendalian sistem yang bekerja pada batasan tertentu.
Input
Energi yang dimasukkan kedalam sistem.
Proses
Bagian yang mengolah masukan (input) menjadi keluaran (output).
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Output
Hasil yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran.
Umpan balik
Bagian elemen sistem yang berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap sistem yang
sedang berjalan.
2.1.2.Karakteristik Sistem
Sistem adalah masuk (input), pengolahan (proses) dan keluar (output). Hal ini merupakan
konsep sebuah sistem yang sangat sederhana,
6

sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu pula sebuah
sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut biasa
dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah:
Komponen Sistem (components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang
artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan.
Batasan Sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah membatasi antara sistem dengan sistem yang
lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Suatu sistem dipandang sebagai satu
kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi
operasi sistem tersebut, disebut dengan lingkungan luar sistem. Dimana lingkungan luar
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat pula bersifat merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut, dengan
demikian lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan
lingkungan luar sistem yang merugikan harus dikendalikan, kalau tidak akan menggangu
kelangsungan hidup dari sistem tersebut.
Penghubung Sistem (Interface)



7
Penghubung sistem adalah media yang berhubungan sistem dengan subsistem yang
lainnya. Bentuk keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input)
untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung tersebut. Dengan penghubung
satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya sehingga membentuk
kesatuan.
Masukan Sistem (input)
Energi yang dimasukan kedalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa
pemeliharaan (maintenance input) dan masukan input (signal input). Maintenance input
adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi sedangkan signal
input merupakan energy yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Keluaran Sistem (output)
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan
sisa pembuangan . keluaran dapat merupakan masukan bagi subsistem yang lain atau
kepada supra system.
Pengolah Sistem (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan merubah masukan menjadi
keluaran.
Sasaran Sistem (objective)




8
Suatu sistem memiliki tujuan (goal) dan sasaran (objective) yang pasti dan bersifat
determinan. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada
gunanya. Sasaran dari sistem sangatlah menetukan sekali, masukan yang dibutuhkan
sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem karena suatu sistem dikatakan berhasil
bila mengenai sasaran atau tujuan yang direncanakan.

2.1.3.Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah:
Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System).
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
secara fisik. Sedangkan untuk sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik
misalnya sistem komputer, akuntansi dan lain sebagainya.
Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System) .
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam tidak dibuat oleh manusia.
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan
manusia yang melibatkan interaksi anatara manusia dengan mesin.
disebut dengan human-machine atau seringkali kita menyebut dengan man-machine
system.
Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tertentu (Probabilistic System).
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi,
sedangkan sistem tak tertentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi.
9
Sistem Tertututp (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan
lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan
dari pihak diluarnya. Kemudian sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dan
terpengaruh dengan lingkungan luar atau subsistem yang lainnya karena sifatnya terbuka
serta terpengaruh oleh lingkungan luarnya maka sistem harus mempunyai suatu sistem
pengendalian yang baik.

2.2.Peralatan Pendukung (Tools System)
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Sistem analis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk
logical model. Media tools system merupakan alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan
bentuk logical model dari suatu sistem, dimana simbol-simbol, lambang-lambang dan diagram-
diagram menunjukan secara tepat arti fisiknya. Adapun
tools system yang dimaksud untuk merancang model sistem yang baru, contohnya seperti,
Diagram Alir Data (DAD), Kamus Data (KD), dan lainnya.

2.2.1.Diagram Alir Data (DAD)
Diagram Alir Data adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat atau
komputerisasi, manualiasi atau gabungan dari keduanya. Yang penggambarannya disusun dalam
bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.
Komponen diagram alir data terdiri dari empat symbol yaitu:

10
Kesatuan Luar (External Entity)
Digambarkan dengan symbol bujur sangkar. Sistem akan menerima input dan
menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan di
lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang
berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari
sistem.
Arus Data (Data Flow)
Arus ini menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil
dari proses sistem.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Proses (Process)
Digambarkan dengan symbol lingkaran. Suatu proses merupakan kegiatan atau kerja
yang dilakukan oleh orang, mesin atau computer dari hasil suatu arus data
yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data yang keluar dari proses
(proses pengolahan atau transformasi data).
Simpangan Data(Data Store)
Digambarkan dengan sepasang garis horizontal . simbol ini digunakan untuk menunjukan
suatu tempat penyimpanan data yang dapat berupa suatu file di sistem komputer, arsip
atau catatan manual, table acuan manual dan lain-lain.




11
Didalam diagram alir data terdapat persyaratan- persyaratan yang diantaranya adalah:
External entity tidak dapat bertemu dengan data store;
Data store dapat bertemu external entity;
Proses harus bertemu dengan data flow;
External entity bertemu dengan external entity.
Data flow diagram mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut:
Diagram konteks
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses
atau dengan kata lain diagram tersebut menggambarkan sistem secara umum atau global
dari keseluruhan dari sistem yang ada.
Diagram Nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahap proses yang ada didalam diagram
konteks, yang penjabarannya secara lebih terperinci. Pada diagram nol akan terdapat
symbol-simbol yang baru anatara lain:
. huruf P setelah nomor proses yang merupakan singkatan primitive yang mempunyai arti
ini merupakan proses yang sudah tidak dapat dipecahkan kembali.
Simbol ujung panah yang menunjukan suatu pencarian nilai direcord dan arus data yang
disampingnya menunjukan kunci pencariannya.



12
Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetail lagi dari
tahapan proses yang ada didalam diagram nol.
Meskipun diagram alir data mempunyai kebaikan-kebaikan, dapat
menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi tingkatan lebih
rendah (decomposition), dapat menunjukan arus dari sistem, dapat menggambarkan proses
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
parallel didalam sistem, dapat menunjukan simpangan data, dapat menunjukan kesatuan luar,
tetapi diagram alir data juga mempunyai keterbatasan sebagai berikut:
Diagram alir data tidak menunjukan proses perulangan (loop).
Diagram alir data tidak menunjukan proses keputusan (decision).
Diagram alir data tidak menunjukan proses perhitungan.

2.2.2.Kamus Data (Data Dictionary)
Dalam peralatan pendukung program lainnya yaitu kamus data, dimana kamus data
dibuat dan digunakan baik pada tahap analisa maupun pada tahap perancangan
sistem. Pada tahap analisa kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara sistem analis
dengan user tentang data yang mengalir pada sistem tersebut serta informasi yang dibutuhkan
oleh pemakai sistem (user), sedangkan pada tahap perancangan sistem kamus data digunakan
untuk merancang input, output, atau laporan database.



13
Kamus data dan komponen-komponen lainnya yang dikumpulkan pada saat analisa sistem sangat
dibutuhkan dalam perancangan sistem. Selain dapat menjelaskan suatu model sistem, kamus data
juga berfungsi untuk menghindari penggunaan kata-kata yang sama karena kamus data disusun
menurut abjad.
Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada pada data flow diagram.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Arus data yang ada pada diagram arus data (DAD) sifatnya global dan hanya ditujukan arus
nama datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DAD secara
lebih rinci dapat dilihat pada kamus data.
Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat.
Untuk maksud keperluan ini, maka kamus data harus memuat hal-hal sebagai berikut:
Arus Data
Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan kemana akan menuju. Keterangan
arus data ini perlu dicatat dalam kamus data supaya mempermudahkan pencari arus data
didalam diagram arus data (DAD).
Nama Arus Data
Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di data flow diagram
maka nama dari arus data juga harus dicatat dalam kamus data, sehingga mereka yang
membaca DAD dan memerlukan penjelasan yang lebih lanjut tentang suatu arus data
tertentu di data flow diagram dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.



14
Tipe Data
Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses lainnya.
Data yang mengalir ini biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan
computer. Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar
atau formulir, dokumen hasil cetakan computer, laporan tercetak tampilan layar di
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
monitor, variable , parameter dan field-field. Bentuk data seperti ini perlu dicatat di
kamus data.
Struktur Data
Struktur data menunjukan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-
item atau elemen data.
Alias
Alias atau nama lain dari data yang harus dituliskan. Alias perlu dituliskan karena data
yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau depatemen yang satu dengan
yang lainnya.
Volume
Volume perlu dicatat dalam kamus data adalah tentang volume rata-rata dan volume
puncak dari arus yang mengalir dari suatu periode tertentu. Sedangkan volume puncak
menunjukan volume yang terbanyak.




15
Periode
Periode ini menunjukan kapan terjadinya arus data ini, periode perlu di catat di kamus
data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan input data harus dimasukan ke
dalam sistem, kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus
dilaksanakan.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Penjelasan
Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat dikamus data,
maka pada bagian penjelasan dapat di isi dengan keterangan-keterangan tentang arus data
tersebut.

2.2.3.Notasi Kamus Data
Notasi Tipe Data
Untuk membuat spesifikasi format masukan dan keluaran suatu data.
X Untuk setiap karakter
9 Angka numerik
A Karakter alphabet
Z Angka nol ditampilkan
. Titik, sebagai pemisah ribuan
, Koma, sebagai pemisah pecahan
- Hypen, sebagai tanda penghubung
/ Slash, sebagai tanda pembagi



16
Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data.




MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE







BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
ANALISA SISTEM BERJALAN

1.1UMUM
Sistem berjalan yang berjalan pada PT. TELEKOMUNIKASI SELULAR penjualannyaini mempunyai
sistem yang cukup baik, dari penjualan nya dibantu para staff ny sehngga pembelian cepat, untuk stock
para staff mengolah data data dengan baik dibantu menggunakan sistem pengetikan komputer ,dan
pembayaranya sudah menggunakan ssistem komputer sehingga customer mudah untuk pembayaran
bisa menggunakan kartu kredit. Maka dengan pembelian kartu di telkomsel lebih praktis cepat dan
harga pas.

3.1 GAMBARAN PERUSAHAAN
Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular terdepan di Indonesia yang
menyediakan beragam layanan dengan berbasis teknologi jaringan GSM Dual Band (900 &
1800), GPRS, Wi Fi, EDGE, 3G, HSDPA dan HSPA di seluruh Indonesia. Untuk jaringan
internasional, Telkomsel telah berkolaborasi dengan 362 roaming partners di 196 negara.
Dengan cakupan jaringan terbesar di Indonesia, mencapai lebih dari 95% total populasi
wilayah Indonesia, jaringan Telkomsel telah menjangkau hingga seluruh provinsi, kabupaten,
dan hampir seluruh wilayah kecamatan di Indonesia. Sebagai pemimpin pasar layanan
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
broadband, Telkomsel menjadi yang petama kali meluncurkan Next Generation Flash HSPA+,
yang mana akan diimplementasikan di 24 kota di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2010.
Telkomsel menyediakan layanan voice dan SMS sebagai layanan dasar selular,
sebagaimana juga beragam layanan nilai tambah lainnya seperti nada sambung pribadi, mobile
banking, mobile wallet (T-Cash), cash remittance (T-Remittance), internet broadband
(TELKOMSELFlash), layanan BlackBerry dan lain sebagainya. Guna melayani kebutuhan
segmen pelangan yang berbeda-beda, Telkomsel menawarkan kepada para pelanggannya pilihan
antara dua layanan pra bayar yakni simPATI dan Kartu As, atau menggunakan layanan pasca
bayar melalui produk kartuHALO.
Selama 15 tahun beroperasi sejak peluncuran pertama kali layanan pasca bayar secara
komersial pada tanggal 26 Mei 1995, Telkomsel terus mempertahankan keunggulan market share
dan menjadi yang tersedepan dalam layanan mobile lifestyle. Pada akhir bulan Juni 2010, jumlah
pelanggan Telkomsel mencapai 88,32 juta, mewakili jumlah market share yang mencapai 47%
pasar layanan selular.


3.1.1 SEJARAH PERUSAHAAN


Telkomsel merupakan operator TELEKOMUNIKASI SELULAR GSM kedua di
Indonesia, dengan layanan pascabayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu
itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian
pada November 1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan
layanan prabayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator TELEKOMUNIKASI
SELULAR terbesar di Indonesia, dengan 81,644 juta pelanggan (pada 31 Desember 2009) dan
market share sebesar 51% pada (Maret 2008).
Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta
KartuHALO (pascabayar).
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Saat ini saham Telkomsel dimiliki oleh TELKOM (65%) dan perusahaan telekomunikasi
Singapura SingTel (35%). TELKOM merupakan BUMN Indonesia yang mayoritas sahamnya
dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedang SingTel merupakan perusahaan yang
mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura.
Sejak Januari 2009 Presiden Direkturnya dijabat oleh Sarwoto Atmosutarno yang menggantikan
Kiskenda Suriadihardja yang telah menjabat sebagai Presdir sejak Maret 2005 adalah .
Struktur Organisasi PT Telkomsel Indonesia
Struktur Organisasi
Didalam berusaha untuk mencapai suatu tujuan akan memerlukan suatu kerja sama
antara orang-orang yang terkait didalamnya , sehingga orang yang terlibat didalam tujuan
ini memegang peranan penting demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan, apalagi
jika hal tersebut dilakukan dalam dunia bisnis, jelas sekali bahwa kerja sama yang dilakukan
harus lebih terencana, untuk mencapai tujuan kerja sama ini biasanya dilakukan dalam
suatu wadah yang dalam masyarakat dikenal dengan nama organisasi.
Dalam pencapaian tujuan kita melihat bahwa unsur manusia yang mempunyai
peranan yang penting sekali dalam rangka melaksanakan aktivitasnya guna mencapai suatu
kerja sama yang baik.
Manusia atau individu di sini dituntut untuk saling mengerti akan fungsi-fungsi dan
statusnya masing-masing. Jadi dengan demikian manusia berperan dalam organisasi tadi
sangat membantu kelancaran jayanya organisasi dalam perusahaan yang bersangkutan.
Kita dapat melihat bagan / struktur organisasi yang digunakan oleh PT. Telkomsel,
khususnya Divisi Sistem Informasi (SISFO).
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
STRUKTUR ORGANISASI 2012/2013
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE


Gambar 1. Struktur Organisasi PT Telkomsel

MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
INFORMATION
TECHNOLOGY SUB
DIRECTORATE
IT DEVELOPMENT
DIVISION
IT APPLICATION
OPERATION
DIVISION
IT PLANNING
DIVISION
IT
INFRASTRUCTURE
DIVISION
IT PLANNING &
ARCHITECTURE
GROUP
IT SECURITY
GROUP
IT CORPORATE
SYSTEM DEV.
DEPT.
IT BUSINESS
SYSTEM DEV.
DEPT.
IT VALUE
ADDED SYSTEM
DEV. DEPT.
IT CUSTOMER
OPERATION
DEPT.
IT CORPORATE
OPERATION
DEPT.
IT SERVICE
MAGT DEPT.
IT DATA CENTER
DEPT.
IT DATA
COMMUNICATION
DEPT.
IT OPERATIO
SUPPORT
SYSTEM DEPT.

Gambar 2. Struktur Organisasi Sub-Directorat Information Technology

Tugas dan Deskripsi Kerja :
Supervisitor: sebagai pemimpin grapari telkomsel
Head back office : sebagai pemimpin back office pengelola
data data yang di telkomsel
Back office : sebagai pembuat laporan stock barang/laporan
input sistem keluar masuk barang pulsa dan kartu perdana
Keuangan : sebagai pengatur keuangan keluar masuk
pembiayaan .
Team leader : sebagai pemimpin staff di telkomsel
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Staff : sebagai bekerja sesuai apa yang disepakati
Cashier : sebagai pelayanan pembayaran pulsa maupun
kartu perdana


3.4.Diagram Alir Data Sistem Berjalan
Diagram alir data merupakan rangkaian simbol-simbol yang menyusun suatu prosedur
dan menunjukan alir data atau dokumen pada suatu sistem. Dalam penulisan KKP ini, penulis
menyatakan alir data dari objek penulisan yaitu penjualan pulsa dan kartu perdana di telkomsel
gandaria. Diagram alir data terdiri dari beberapa diagram yang masing-masing menyusun tingkat
proses. Adapun diagram tersebut meliputi:


24




Staff pelayanan
Pembelian pulsa elektronik/vocher
Customer
Prosess sistem
Pengiriman pulsa lewat system ke customer
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Customer menerima pulsa
Pembayaran
Cashier bikin nota pembayaran
Membuat laporan
Input laporan penjualan ke back office
Back office
membuat laporan
cek laporan keuangan
cek stock pulsa
supervisitor
konfirmasi penerimaan laporan dari back office
manager area
head office
Staff pelayanan
Pembelian kartu perdana
Registrasi kartu/paket telp dan internet
Customer
Pembayaran kecashier
Cashier bikin nota pembayaran
Membuat laporan
Input laporan penjualan ke back office
Back office
membuat laporan
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
cek laporan keuangan
cek stock kartu perdana
supervisitor
konfirmasi penerimaan laporan dari back office
manager area
head office



Gambar III.1 Diagram Konteks
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE







26

Prosedur yang dilakukan dalam sistem penjualan pulsa sebagai berikut :
1. Pemesanan
Pelanggan melakukan pemesanan pulsa dengan datang langsung ke toko Yulita Cell
2. Penjualan
Berdasarkan informasi pesanan, Jika Pulsa Fisik maka bagian penjualan (SPB) melakukan
pencarian dan memberikannya, dan jika pulsa Elektrik bagian Penjualan akan melakukan proses
pengisian.
3. Pembelian
bagian penjualan membuat nota pembelian ke supplier
4. Laporan Penjualan dan pembelian
Pada tahap ini setiap akhir periode transaksi baik penjualan pembelian dan stok, setiap bulan
akan dilaporkan ke atasan/manager area telkomsel
2. Pemodelan Proses (Process Modelling)
Perancangan model adalah cara formal untuk
menggambarkan bagaiamana sistem beroperasi
diantaranya :
1. Activity Diagram Pemesanan


MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE







Gambar 4.2.1 Activity Diagram Pemesanan
2. Activity Diagram Penjualan
Jika dilihat alir aktivitasnya dari
Penjualan pulsa dapat dilihat pada
gambar dibawah ini













MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE





Gambar 4.2.2 Activity Diagram Penjualan




3. Activity Diagram Pembelian

Gambar 4.2.3 Diagram Activity Pembelian
4. Activity Diagram Laporan

MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE









Gambar 4.2.4 Activity Diagram Laporan
5. Use Case File Master











Gambar 4.2.5 Use Case File Master

6. Use Case Diagram Transaksi Penjualan
Dalam Use Case Penjualan ini ada 2 Aktor, yaitu Pelanggan dan SPB (sebagai penjual)
pelanggan memesan pulsa lalu SPB menerima pesanan dan melakukan transaksi sekaligus
menerima pembayaran dari pelanggan.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
















Gambar 4.2.6 Use Case Penjualan
7. Use Case Diagram Pemilik Toko
Pemilik Toko memiliki kewenangan untuk mengetahui setiap transaksi.










Gambar 4.2.7 Use Case Pemilik Toko
3. Rancangan ERD
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE

ERD (Entity Relationship Diagram) merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan
antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar
relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data.
Model data adalah sekumpulan cara / peralatan / tool untuk mendeskripsikan data-data,
hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi.
Ada dua model data, yaitu : Entity Relationship Diagram (ERD) dan model relasional. Keduanya
menyediakan cara untuk mendeskripsikan perancangan basis data pada peringkat logika.




1. Model ERD atau Conceptual Data Model (CDM) : model yang dibuat
berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi obyek-obyek dasar
yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-
entitas itu.
2. Model Relasional atau Physical Data Model (PDM) : model yang
menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara
data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom di mana setiap kolom
memiliki nama yang unik.
3. Strong entity (entitas kuat) : entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak
bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Instansiasi entitas kuat selalu
memiliki karakteristik yang unik disebut identifier (sebuah atribut tunggal atau
gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk
membedakannya dari entitas kuat yang lain).
4. Weak entity (entitas lemah) : entitas yang keberadaannya sangat bergantung
pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas lemah tidak memiliki arti apa-apa
dan tidak dikehendaki kehadirannya dalam diagram ER tanpa kehadiran entitas di
mana mereka bergantung.
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Entitas di mana entitas lemah bergantung dinamakan identifying owner. Entitas lemah tidak
memiliki identifier sendiri. Secara umum, dalam diagram ER entitas lemah memiliki atribut yang
berperan sebagai partial identifier (identifier yang berfungsi secara sebagian).
Agregasi adalah suatu keadaan di mana suatu relasi hanya dapat direalisasikan setelah relasi
yang lain ada terlebih dahulu. Relasi yang bertipe agregasi tidak dimungkinkan ada jika relasi
yang menjadi prasyaratnya tidak terealisasi







1. ERD Penjualan dan Pembelian Pulsa

















MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE

Gambar 4.3.1 ERD Diagram Penjualan dan Pembelian Pulsa











2. Transformasi ERD ke LRS

















MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE



Gambar 4.3.2 Transformasi ERD ke LRS









3. LRS (Logical Record Structure)
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE

Gambar 4.3.3 LRS









4. Struktur Basis Data
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
Struktur basis data berisi informasi tentang setiap record yang ada pada tabel analisa dan
perancangan penjualan pulsa Di Toko Pulsa Yulita Cell.
1. Nama Tabel : Pelanggan
Primary Key : idPelanggan
Foreign Key : -
Tabel 4.4.1 Tabel Pelanggan
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
idPelanggan int Primary Key
nmPelanggan varchar 25
noTelp varchar 12

2. Nama Tabel : Voucher
Primary Key : idVoucher
Foreign Key : -
Tabel 4.4.2 Tabel Voucher
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
idVoucher varchar 5 Primary Key
nmVoucher varchar 25
nominal int
jenis varchar 5
operator varchar 25
harga double

stok int






MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE


3. Nama Tabel : Supplier
Primary Key : idSupplier
Tabel 4.4.3 Tabel Supplier
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
idSupplier int Primary Key
nmSupplier varchar 25
Alamat int
Telp varchar 25

4. Nama Tabel : Penjualan
Primary Key : idJual
Foreign Key : NoNotaJual, idVoucher

Tabel 4.4.4 Tabel Penjualan
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
idJual int Primary Key
idVoucher varchar 5 Foreign Key
nmVoucher varchar 25
nominal int
Qty int


1. Nama Tabel : Pesanan
Primary Key : idPesan
Foreign Key : idVoucher, jmlPesan
Tabel 4.4.5 Tabel Pesanan
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
idPesan int Primary Key
idVoucher int Foreign Key
jmlPesan int Foreign Key
nominal int
2. Nama Tabel : Pembelian
Primary Key : idBeli
Foreign Key : NoNotaBeli, idBarang
Tabel 4.4.6 Tabel Pembelian
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
idBeli int Primary Key
noNotaBeli varchar 5 Foreign Key
idVoucher varchar 5 Foreign Key
nmVoucher varchar 25
nominal int

Qty int


1. Nama Tabel : NotaBeli
Primary Key : NoNotaBeli
Foreign Key : idSupplier, idPesan
Tabel 4.4.7 Tabel NotaBeli
Nama Field Tipe Panjang Keterangan
noNotaBeli int Primary Key
tanggal Date
idSupplier int Foreign Key
idPesan int

Foreign Key


MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE


3.7.Permasalahan Sistem Berjalan
Permasalahan yang dihadapi penjualan pulsa dan kartu perdana diGandaria City adalah:
Di perusahaan ini soal tarif paket telp dan internet terbilang mahal sehingga pulsa dan
kartu perdana penjualannya relatif menurun. Karena competitor harga lebih relatif murah
.

33

3.8.Alternatif Pemecahan masalah
Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh telomsel Gandaria City penulis menawarkan solusi
dengan cara:
1. access internet terbilang cepat dan stabil sehingga customer masih berfikir untuk
kebutuhan pekerjaannya.
2. Untuk paket telp/sms solusi nya mengeluarkan fitur paketan telp sehinggga customer bisa
menikmati paketan sedikit lebih murah dibandingkan normal ny dan untuk jaringan
komunikasi telephone , pelanggan kebanyakan masih setia untuk memilih telkomsel
karena untuk berkomunikasi lebih bagus sehingga tidak mengganggu saat lagi
berkomunikasi
3. Telkomsel telah menyediakan 95% menjangkau indonesia ,sedangkan competitor masih
bisa menjangkau dibeberapa kota saja.

MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
1.3 VISION DAN MISSION
Vision
Menjadi penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya.

Mission
Memberikan layanan dan solusi mobile digital yang melebihi ekspektasi pelanggan, memberikan nilai
tambah kepada para stakeholders, dan mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.
BAB IV


PENUTUP
KESIMPULAN
Dengan ini hasil analisa ini berikut kesimpulannya
Dengan menganalisa ini kami dapat mengetahui secara langsung system informasi pada
customer service ditelkomsel dan mendapatkan pengalaman gimana rasanya didunia
kerja.
Dengan menulis makalah ini kami menjadikan wawasan dan mengembangkan serta
menambah pengalaman sebagai bekal kedepan nya setelah lulus dari AMIK BSi

SARAN
Dari analisa kami saya ingin memberikan saran selalu menghargai dan
mensyukuri pekerjaan serta mengapresiasikan.


Daftar pustaka
l Bahra bin Ladjamudin. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Graha Ilmu. Yogyakarta. 2005
MENGANALISA SISTEM INFORMASI CUSTOMER SERVICE
perpustakaan bina sarana informatika