Anda di halaman 1dari 58

Oleh: Agam Ihsan Hereri

Kapan Dan Dari Mana Muasal Biomolekul?



Banyak pakar berteori bahwa biomolekul (molekul
organik) berasal dari molekul anorganik

evolusi + Sejumlah Energi
diduga evolusi dimulai 1000 milyar tahun pertama
pada masa pembentukan bumi
Bahkan diduga sejak 4800 milyun tahun yang lalu
diduga 3500 tahun silam makhluk hidup pertama
muncul dimuka bumi)


evolusi biologi yang sampai sekarang masih
berlanjut.
Teori lain
Dahulu kala permukaan laut dilapisi oleh lapisan
senyawa organik yang berkonsentrasi tinggi. Dari sini
muncul kehidupan pertama dimuka bumi.
Kemudian secara berangsur-angsur senyawa organik
ini dimanfaatkan oleh makhluk hidup dalam kurun
waktu yang begitu lama habislah senyawa organik
di permukaan laut.
Karena itu, jasad hidup harus mulai
belajar bagaimana membuat biomolekul
untuk dirinya sendiri.
Di antaranya, mereka belajar bagaimana
memanfaatkan sumber energi yang ada
(matahari) untuk membuat glukosa
(fotosintesis) dan bagaimana menangkap
nitrogen di atmosfer untuk dijadikan asam
amino.
Kemudian, mereka mulai membagi kerja
satu sama lain, tukar menukar makanan
dan energi.

Pembuktian teori tsb

studi laboratorium.
tahun 1953, Stanley Miller

mencoba melewati bunga api listrik pada campuran gas
(seperti metan, amonia, uap air, dan hidrogen)

setelah dikondensasi

dianalisis

Pada fasa gas terdiri CO2, CO dan N2.
Pada fasa cair terdiri sejumlah besar senyawa organik yang larut di
dalam air (alfa asam amino dan asam sitrat)
Sejak itu, beberapa penelitian biomolekul
terus berlanjut
pembuktian bahwa asam amino dan
biomolekul lainnya bisa terbentuk apabila
sejumlah energi diberikan kepada,
campuran gas seperti nitrogen, hidrogen,
karbon monoksida, dan karbon dioksida.
Ratusan senyawa organik terbentuk
dengan penelitian itu, termasuk yang
biasa dan tidak biasa terdapat dalam
jasad hidup.
Identifikasi unsur kimia penyusun makhluk hidup
Unsur anorganik dalam sel hidup
99% penyusun sel adalah H, O, N, dan C
Unsur Elektron bebas Jumlah Fraksi
H 1 2/3
O 2 1/4
N 3 1/70
C 4 1/10
Unsur dengan berat atom paling ringan
membentuk ikatan paling kuat
Sebagian besar unsur penyusun bahan hidup memiliki berat atom yang rendah; H, O, N dan
C adalah unsur dengan berat atom relatif paling kecil yang masing-masing mampu
membentuk ikatan tunggal, rangkap, rangkap 3 dan rangkap 4.
Kemudian, identifikasi tipe molekul yang
ditemukan dalam mahluk hidup
Asam Amino



Nukleotida


Karbohidrat


Lipida


Protein, Asam Nukleat, Polisakharida Dan Lipid

Molekul yang terdapat dalam jasad hidup
disebut biomolekul.
Molekul-molekul ini tunduk terhadap segala
hukum kimiawi pada umumnya, tetapi mereka
berinteraksi pula satu sama lain sesuai
dengan prinsip-prinsip lain sebagai molekul
yang mengisi kehidupan.
Biomolekul tersebut tetap tunduk terhadap segala
hukum kimiawi pada umumnya, dan saling
berinteraksi satu sama lain sesuai dengan
prinsip-prinsip lain sebagai molekul yang mengisi
kehidupan.

Ada 4 macam biomolekul utama terdapat di
dalam sel merupakan molekul yang sangat
besar berupa molekul organik, yaitu

1. Protein (5000 sampai 1 milyun)
2. asam nukleat (beberapa biliun)
3. polisakharida, (milyunan) dan
4. Lipida (750 sampai 1500)

Ke-4 molekul ini disebut makromolekul

Meskipun BM lipid <, tetapi pada membran
misalnya, lipid mengumpul satu sama lain
membentuk suatu sistem yang dapat
disamakan dengan makromolekul.

1. Protein mempunyai fungsi biologis yang sangat
penting sesuai dengan namanya "proteos" artinya
yang utama. Salah satu tugasnya yang sangat
penting ialah sebagai :
enzim (fungsional), yaitu sebagai katalisator
berbagai reaksi dalam jasad hidup.
elemen struktur dalam sel dan jaringan serta pada
membran sel sebagai pembawa senyawa tertentu
masuki mke dalam dan keluar sel


2. Asam nukleat, DNA, dan RNA berfungsi
sebagai penyimpan, transmisi dan
penterjemah sinyal genetik dalam
biosintesis protein.
Dalam hal ini DNA bertindak sebagai
informasi genetik (blueprint).
RNA menerjemah utk membentuk protein
yang dikehendaki.

3. Polisakharida mengemban 2 macam
tugas penting, yaitu sebagai simpanan
energi yang diemban oleh pati dan
sebagai struktur yang diemban oleh
selulosa.
4. Lipid juga mempunyai dua macam tugas
utama yaitu sebagai
komponen struktur utama membran sel
dan sebagai
penyimpan energi utama.

Unit Pembentuk Makromolekul

Semua biomolekul dibentuk dari unit terkecil sbg
pembangunnya:
1. Protein
asam amino ada 21 jenis asam amino penting.
a.amino gugus karboksil + gugus amino yang
terikat pada atom karbon yang sama. Gugus
lainnya disebut gugus R yang berlainan pada tiap
asam amino.
Berbagai asam amino ini juga berfungsi
untuk membentuk senyawa pengantar
rangsangan saraf, sebagai zat awal
pembentuk hormon dan alkaloid yang
bersifat racun pada tumbuhan.



2. Karbohidrat (Polisakharida) seperti selulosa,
pati, dan glikogen ulangan unit yang lebih kecil
yaitu glukosa.
Glukosa juga berfungsi sebagai unit
pembangun gula disakharida yang
banyak terdapat di alam yaitu sukrosa,
laktosa, manosa, dan fruktosa.

3. Lemak, (padat atau cair) gliserol+ berbagai
asam lemak (yang membentuk ester).
Asam lemak ini selain komponen dari
lemak juga merupakan komponen dari
struktur membran sel, komponen lilin
pengaman daun dan buah serta
sebagai zat pembangun biomolekul
khusus lainnya

4. Asam nukleat dibangun oleh 8 macam
nukleotida, 4 macam pembentuk DNA dan 4
macam lainnya pembentuk RNA. Nukleotida
juga terdiri dari.unit yang lebih kecil lagi yaitu
basa nitrogen, gula berkarbon-5 dan asam
fosfat. Ribonucleic acid (asam
ribonukleat/RNA) dan Deoksi ribonucleic acid
(asam deoksi ribonukleat/DNA)



Perbedaan antara DNA dan RNA ialah pada
basa dan gulanya,=.
DNA mengandung gula deoksiribosa sedangkan
RNA mengandung ribosa.
Basa yang dipakai untuk pembentuk nukleotida
ini dapat pula membentuk biomolekul lain dari
nukleotida seperti basa adenin juga merupakan
bagian dari ATP (adenin trifosfat), yaitu senyawa
pembawa energi di dalam sel.
Selain itu adenin juga dapat merupakan bagian
dari beberapa koenzim.
Biomolekul Struktur
Senyawa
Pembangun
Gula sederhana
Asam amino
Nukleotida
Asam lemak
Makromolekul
Polisakarida
Protein (peptida)
RNA or DNA
Lipid
Anabolic
Catabolic
Biosintesis
Membutuhkan
molekul
sederhana
untuk
dirangkai
secara kovalen
melalui
berbagai
kombinasi
Selanjutnya memahami mekanisme biomolekul
membuat mahluk hidup menjadi hidup
(1)ENERGI,
hal yang perlu
diketahui adalah
cara:
Memperolehnya
Mengubahnya
Memanfaatkannya
Tiga hal yang dibutuhkan sel
(2) MOLEKUL SEDERHANA ,
hal yang perlu diketahui
adalah cara:
Mengubahnya
Mempolimerisasikannya
Mendegradasinya

(3) MEKANISME KIMIA, untuk:
Memperoleh energi
Menjalankan reaksi kimia secara berurutan
Mensintesis & mendegradasi makromolekul
Mempertahankan suatu keadaan steady state
yang dinamis
Swarakit kembali struktur yang kompleks
Menggandakan diri secara akurat dan efisien
Mempertahankan keteraturan proses biokimia
Strategi sel 1. mahluk hidup menggunakan sistem
reaksi kimia berpasangan untuk mendorong reaksi
yang sulit terjadi
Strategi sel 2: mahluk hidup menggunakan enzim
untuk mempercepat reaksi yang semestinya lambat
Bagaimana enzim bisa mempercepat reaksi?
Penjelasan termodinamis
Bagaimana enzim bisa
mempercepat reaksi? Penjelasan
mekanistis
Atom Karbon yang sangat lentur
merupakan tulangpunggung kehidupan
Konversi isomer kimia
membutuhkan pemutusan ikatan
kovalen
Stereoisomers:
Sama secara kimia, berbeda
secara biologi
Stereoisomers:
Sama secara kimia, berbeda
secara biologi
Transformasi Biokimia dapat
dikelompokkan ke dalam 5 kelompok
besar
Reaksi pemindahan Group
Reaksi Oksidasi-reduksi
Penyusunan kembali
Rearrangements (isomerizations)
Reaksi pemotongan
Reaksi kondensasi
Gugus Fungsional Biomolekul

Gugus fungsional biomolekul merupakan gugus
yang lebih reaktif dibandingkan dengan tulang
karbon yang jenuh.
Gugus fungsional ini akan mengubah distribusi
elektron dan geometri atom tetangganya dan
karena itu berpengaruh terhadap reaktivitas
molekul organik itu secara keseluruhan. Dengan.
mempelajari. gugus fungsionalnya, sifat-sifat kimia
dan reaksi suatu. biomolekul akan dapat diduga.

Gugus Fungsi yang Umum
Beberapa gugus fungsional yang terdapat
dalam molekul organik ialah:
gugus hidroksil, gugus amino, gugus
karbonil dan gugus. karboksil. Beberapa
biomolekul mempunyai lebih dari satu gugus
fungsional yang berbeda satu dengan yang
lain. Sebagai contoh ialah asam amino,
yang mempunyai gugus fungsional amino
dan gugus karboksil.

Nukleofil
Biologi
yang
Penting:
Gugus
fungsi
yang
kaya
elektron
1. Keelektronegatifan kedua atom
O 3.5

Cl 3.0

N 3.0

C 2.5
P 2.1
H 2.1
Na 0.9
K 0.8
Kekuatan ikatan kimia
dipengaruhi oleh
Keelectronegatifan tinggi =Kebutuhan akan elektron
2. Jumlah elektron yang berikatan
Kekuatan beberapa ikatan
kimia:
Approx. Avg.
Triple: 820 kJ/mole

Double: 610 kJ/mole

Single: 350 kJ/mole
IKATAN KIMIA
1. Ikatan Kovalen

Prinsip: Perkongsian elektron
IKATAN KIMIA
2. Ikatan bukan kovalen (lemah)
a. ikatan Hidrogen

IKATAN KIMIA
b. Ikatan Ionik

IKATAN KIMIA
b. ikatan Van der Waals:
ikatan yang berlaku akibat kedudukan kumpulan kimia
yang berdekatan



Resume
Tubuh makhluk hidup tersusun oleh
senyawa kimia yang terikat pada Karbon
tetrahedral yang memiliki sifat ikatan yang
luwes
Senyawa tersebut dikenal dengan
Biomolekul (senyawa organik)
Semua biomolekul disusun oleh unsur
anorganik (benda mati.

resume
Ada 4 senyawa biomolekul utama
(makromolekul) yaitu, protein, karbohidrat,
lemak dan asam nukleat.
Semua makromolekul tersusun dari
senyawa yang lebih kecil (monomer).
Dinamisasi biomolekul terjadi di dalam sel
yang bekerja sangat kompleks.
Enzim merupakan senyawa pengendali
bongkar pasang (metabolisme)
biomolekul.
Senyawa yang memiliki banyak atom
dapat memiliki bentuk isomerik
Untuk konversi perlu terjadinya
pemecahan ikatan kimia
Molekul berukuran besar dibentuk oleh
molekul berukuran kecil melalui
pembentukan ikatan baru