Anda di halaman 1dari 27

DIAZ JUBAIRY

FKIP FISIKA
BAB VII PERMASALAHAN
PENDIDIKAN
Sebagai konsekuensi logis, pendidikan selalu dihadapkan pada
masalah-masalah baru. Masalah yang dihadapi dunia pendidikan
itu demikian luas. Oleh karena itu, perlu ada rumusan sebagai
masalah-masalah pokok yang dapat dijadikan pegangan oleh
pendidik dalam mengemban tugasnya.

Masalah-masalah pendidikan terdiri dari masalah mikro maupun
makro. Masalah mikro adalah masalah-masalah yang berlangsung
dalam sistem pendidikan itu sendiri. Masalah makro yaitu masalah
diluar sistem pendidikan, sehingga juga harus diperhitungkan di
dalam memecahkan masalah mikro pendidikan
A. Permasalahan Pokok
Pendidikan dan
Penanggulangannya
Pada dasarnya ada dua masalah pokok
yang dihadapi oleh dunia pendidikan di tanah air
kita, yaitu :

a. Bagaimana semua warga negara dapat
menikmati kesempatan pendidikan
b. Bagaimana pendidikan dapat
membekali peserta didik dengan
keterampilan kerja yang mantap untuk
dapat terjun kedalam kancah kehidupan
bermasyarakat
B. Jenis Permasalahan Pokok
Pendidikan
1. Masalah pemerataan pendidikan
2. Masalah mutu pendidikan
3. Masalah efisiensi pendidikan
4. Masalah relevansi pendidikan
1. Masalah Pemerataan
Pendidikan
Masalah pemertaan pendidikan adalah
persoalan bagaimana sistem pendidikan
dapat menyediakan tempat yang seluas-
luasnya kepada seluruh warga negara
untuk mendapatkan pendidikan, sehingga
pendidikan itu menjadi wahana bagi
pembangunan sumber daya mausia untuk
menunjang pembangunan
Pemecahan Masalah Pemerataan
Pendidikan
Langkah
konvensional
Membangun gedung
sekolah seperti SD inpres
dan atau ruangan
belajar
Menggunakan gedung
sekolah untuk double shift
Perlu digalakan
membangkitkan kemauan
belajar bagi masyarakat/
keluarga tang kurang
mampu agar mau
meyekolahkan anaknya
Langkah inovatif
Sistem pamong
SD kecil pada daerah
terpencil
Sistem guru kunjung
SMP terbuka
Kejar paket A dan B
Belajar jarak jauh
seperti Universitas
Terbuka
2. Masalah Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil
pendidikan belum mencapai yang
diharapkan. Jadi mutu pendidikan pada
akhirnya dilihat pada kualitas keluarannya.
Pokok permasalahan mutu pendidikan lebih
terletak pada masalah pemrosesan
pendidikan.
Pemecahan Masalah Mutu Pendidikan

Seleksi yang lebih rasional terhadapa masukan
mentah, khususnya untuk SLTA dan PT
Pengembangan prasarana yang menciptakan
lingkungan yang tenteram untuk belajar
Penyempurnaan kurikulum
Peningkatan administrasi manajemen khususnya
yang mengenai anggaran
Laporan penyelenggaraan pendidikan oleh semua
lembaga pendidikan
Akreditasi terhadap lembaga pendidikan
Supervisi dan monitoring pendidikan oleh penilik
dan pengawas
3. Masalah Efisiensi Pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan
bagaimana suatu sistem mendayagunakan sumber
daya yang ada untuk mencapai pendidikan

Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting
:
Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan
Bagaimana prasaran dan sarana pendidikan
digunakan
Bagaimana pendidikan diselenggarakan
Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga

Masalah ini meliputi pengangkatan, penempatan,
pengembangan
4. Masalah Relevansi
Pendidikan
Masalah relevansi pendidikan
mencakupsejauh mana sistem pendidikan
dapat menghasilkan luaran yang sesuai
dengan kebutuhan pembangunan, yaitu
masalah-masalah seperti yang
digambarkan dalam rumusan tujuan
pendidikan.
Luaran (produksi
tenaga kerja)

L >

L <

L=0




Kebutuhan
tenaga di
lapangan
K

K

K





keterangan

Umumnya

Beberapa
bidang

Bidang tertentu
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Berkembangnya Masalah pendidikan
masalah-masalah makro yang merupakan
faktor-faktor yang mempengaruhi
berkembangnya masalah pendidikan, yaitu
:

Perkembangan iptek dan seni
Laju pertumbuhan penduduk
Aspirasi masyarakat
Keterbelakangan budaya dan sarana
kehidupan
BAB VIII SISTEM PENDIDIKAN
NASIONAL
Pendidikan nasional indonesia adalah
pendidikan yang berakar pada
kebudayaan bangsa Indonesia dan
berdasar kepada pencapaian tujuan
pembangunan Indonesia. Sistem
pendidikan nasional (sisdiknas) merupakan
satu keseluruhan yang terpadu dari semua
satuandan kegiatan pendidikan yang saling
berkaitan untuk mengusahakan
tercapainya tujuan pendidikan nasional
A. Kelembagaan, Program,
dan Pengelolaan Pendidikan
1. Kelembagaan Pendidikan
a. Jalur Pendidikan
1) Jalur Pendidikan sekolah
2) Jalur Pendidikan Luar Sekolah

b. Jenjang Pendidikan
1) Jenjang Pendidikan Dasar
2) Jenjang Pendidikan Menengah
3) Jenjang Pendidikan Tinggi


2. Program dan Pengelolaan Pendidikan
a. Jenis program pendidikan
1) Pendidikan Umum
2) Pendidikan Kejuruan
3) Pendidikan Luar Biasa
4) Pendidika kedinasan
5) Pendidikan keagamaan
b. Kurikulum Program Pendidikan
1) Kurikulum Nasional
2) Kurikulum Muatan Lokal
B. Upaya Pembangunan
Pendidikan Nasional
1. Jenis Upaya Pembaruan Pendidikan
a. Pembaruan Landasan Yuridis
b. Pembaruan Kurikulum
c. Pembaruan Pola Masa Studi
d. Pembaruan Tenaga Kependidikan
2. Dasar dan Aspek Legal Pembangunan
Pendidikan Nasional

Dasar dan aspek legal pembangunan
pendidikan nasional berupa ketentuan-ketentuan
yuridis yang menjadi dasar, acuan, serta mengatur
penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, seperti
pancasila, UUD 1945, GBHN, UU organik pendidikan,
peraturan pemerintah, Dan lain-lain.
BAB IX PENDIDIKAN DAN
PEMBANGUNAN
Pendidikan menduduki posisi sentral dalam
pembangunan karena sasarannya adalah
peningkatan kualitas SDM. Oleh sebab itu,
pendidikan juga merupakan alur tengah
pembangunan dari seluruh sektor pembangunan.

Pembanguan bukan semata-mata pembangunan
material atau pembangunan fisik. Padahal sukses
tidaknya pembangunan fisik itu justru sangat
ditentukan oleh keberhasilan di dalam
rohaniah/spiritual, yang secara bulat diartikan
pembangunan manusia.

A. Esensi Pendidikan dan Pembangunan
Serta Titik Temunya
Esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari
manusianya, bukan pada lingkungannya.
Pembangunan berorientasi pada pemenuhan hajat
hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai
manusia. Sebab, hanya pembangunan yang terarah
kepada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai
dengan kodratnya sebagai manusai yang dapat
meningkatkan martabatnya sebagai manusia.
Peningkatan martabat manusia selaku manusia yang
menjadi tujuan final dari pembangunan. Manusia
sebagai objek dan subjek pembangunan
B. Sumbangan Pendidikan
pada Pembangunan
Sumbangan pendidikan terhadap
pembangunan dapat dilihat pada
beberapa segi :

Segi sasaran pendidikan
Segi lingkungan pendidikan
Segi jenjang pendidikan
Segi pembidangan kerja atau sektor
kehidupan

C. Pembangunan Sistem
Pendidikan Nasional
1. Mengapa Sistem Pembangunan harus dibangun

Setiap pendidikan selalu berurusan dengan manusia
kerena hanya manusia yang dapat didik dan harus
selalu dididik (demikian menurut langeveld). Biasa
dikatakan, manusia hanya mengejar kesempurnaan,
tetapi tidak pernah akan menyatu dengan
kesempurnaan itu sendiri
Adalah logis jika sistem pendidikan yang merupakan
sarana bagi manusia untuk mengantarkan dirinya
menuju kepada kesempurnaan itu juga perlu
disempurnakan.


2. Wujud Pembangunan Sistem Pendidikan

a. Aspek filosofis dan keilmuan
b. Aspek yuridis atau perundang-undangan
c. Struktur
d. Kurikulum yang meliputi materi, metodologi,
pendekatan, orientasi
a. Aspek Filosofis Keilmuan
Aspek filosofis berupa penggarapan
tujuan nasional yang tentunyamemberikan
peluang begi pengembangan sifat hakiki
manusia yang bersifat kodrati yang berarti
pula bersifat wajar.
Pendidikan yang sehat harus merupakan
titik temu antara teori dengan praktek
b. Aspek Yuridis

UUD 45 sebagai landasan hukum pendidikan
sifatnya relatif tepat. Beberapa pasal melandasi
pendidikan, baik yang sifatnya eksplisit (Pasal 31
ayat (1) dan (2); Pasal 32) maupun yang implisit
(pasal 27 ayat (1) dan (2); pasal 34).

Pasal-pasal tersebut yang sifatnya masih sangat
global dijabarkan lebih rinci ke dalam bentuk UU
Pendidikan. Berdasarkan UU Pendidikan inilah
sistem pendidikan disusun dan dilaksanakan
c. Aspek struktur

Aspek struktur pembangunan sistem
pendidikan berperan pada upaya
pembenahan struktur pendidikan yang
mencakup jenjang dan jenis pendidikan,
lama waktu belajar dari jenjang satu ke
jenjang yang lain, sebagai akibat
darimperkembangan sosial budaya dan
politik
d. Aspek kurikulum

Kurikulum merupakan sarana pencapaian
tujuan. Jika tujuan kurukuler berubah, maka
kurikulum berubah pula. Perubahan
dimaksud mungkin mengenai materinya,
orientasinya, pendekatannya ataupun
metodenya



SEKIAN DAN TERIMA KASIH
ADA PERTANYAAN ?