Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

(PROSES PERENCANAAN)



Tugas Mata Kuliah
Pengantar Manajemen
Dosen : Edy Mulyantomo, SE.MM

Disusun Oleh :
1. Indrawati ( B.231.09.0230)
2. Andrea Tiandika Putra (B.211.12.0203)
3. Dewi Juni Anjasari (B.231.13.0093)
4. Johan Agung K ( B.231.13.0247)
5. Mufti Maulida F ( B.231.13.0307)
Fakultas Ekonomi
Universitas Semarang
2013
DAFTAR ISI

Daftar isi 1
BAB I
Pendahuluan 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Perencanaan 3
B. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan 3
C. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Managemen Lainnya 4
D. Tipe-Tipe Perencanaan Dan Rencana 5
E. Faktor, Waktu Dan Perencanaan 5
F. Perencanaan Strategik 5
G. Hambatan-Hambatan Perencanaan Efektif 6
H. Kriteria Penilaian Efektivitas Rencana 7

BAB III PENUTUP
Kesimpulan 8




BAB I
PENDAHULUAN

Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan (planning) dalam setiap kegiatan
organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program
penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan
proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara
mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak
dicapai sebelum melakukan proses proses perencanaan.
Secara umum perencanaan adalah proses dasar di mana managemen memutuskan tujuan
dan cara mencapainya. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam
kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih dibanding fungsi-fungsi managemen
lainnya.
Dalam bab ini akan membahas pengertian perencanaan, alasan perlunya perencanaan,
hubungan fungsi perencanaan dengan fungsi-fungsi managemen lainnya, tipe-tipe rencana,
proses perencanaan strategik, hambatan-hambatan proses perencanaan dan cara bagaimana
perencanaan dapat dibuat lebih efektif.








BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya
apa yang dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat
dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan dating dalam mana
perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang
pada saat rencana dibuat. Salah satu aspek penting perencanaan adalah pembuatan
keputusan (decision making), prosen pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan
untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Ada 4 tahap dasar perencanaan yaitu :
- Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
- Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini.
- Tahap 3 : Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.
- Tahap 4 : Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian
tujuan.
B. Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan
Salah satu maksud utama perencanaan adalah melihat bahwa progam-progam dan
penemuan-penemuan sekarang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan
pencapaian tujuan-tujuan di waktu yang akan datang yaitu meningkatkan pembuatan
keputusan yang lebih baik. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis,
berkesinambunngan, dan kreatif, agar managemen tidak hanya akan bereaksi terhadap
lingkungannya, tetapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.
Ada 2 alasan perlunya perencanaan yaitu :
1. Protective Benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya
kesalahan dalam pembuatan keputusan.
2. Positive Bebefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Perencanaan mempunyai banyak manfaat, di antaranya :
1. Membantu managemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan.
2. Membantu dalam kristalisasi penyesuaian pada masalah-masalah utama.
3. Memungkinkan manager memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
4. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
5. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
6. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lenih mudah dipahami.
8. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
9. Menghemat waktu, usaha dan dana.
Perencanaan juga mempumyai beberapa kelemahan, di antaranya :
1. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi
nyata.
2. Perencanaan cenderung menunda kegitan.
3. Perencanaan mungkin terlalu membatasi managemen untuk berinisiatif dan
berinovasi.
4. Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi
individual dan penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi.
5. Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
C. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi-Fungsi Managemen Lainnya
1. Pengorganisasian dan penyusunan personalia
Pengorganisasian adalah prosen pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya
keuangan, politik, fisik dan manusia dalam organisasi.
2. Pengarahan
Fungsi pengarahan selalu berkaitan erat dengan perencanaan.
3. Pengawasan
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering disebut
sebagai kembar siam dalam managemen.

D. Tipe-Tipe Perencanaan Dan Rencana
Ada 5 dasar pengklasifikasian rencana-rencana, sebagai berikut :
1. Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan dan personalia.
2. Tingkatan organisasional, termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan kerja
organisasi.
3. Karakteristik-karateristik (sifat) rencana, meliputi faktor-faktor kompleksitas,
fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif.
4. Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, menengah jangka panjang.
5. Unsur-unsur, dalam wujud anggaran, progam, prosedur, kebijaksanaan,dll.
Ada 2 tipe rencana utama, antara lain :
1. Rencana-rencana strategic (strategic plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan
organisasi yang lebih luas, mengimplementasikan misi yang memberikan alas an khas
keberadaan organisasi.
2. Rencana-rencana operasional (operational plans), penguraian lebih terperinci bagaimana
rencana-rencana strategic akan dicapai.
E. Faktor, Waktu Dan Perencanaan
Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalm 3 hal yaitu :
1. Waktu sangat diperlukan untuk melaksanakan perencanaan efektif.
2. Waktu sering diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah perencanaan tanpa
informasi lengkap tentang variabel-variabel dan alternatife-alternatfe, karena waktu
diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.
3. Jumlah (atau rentangan) waktu yang akan dicakup dalam rencana harus
dipertimbangkan.
F. Perencanaan Strategik
Perencanaan strategic (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan
organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan dan progam-progam strategik yang
diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan
untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah diimplementasikan.

Ada 3 alasan yang menunjukkan pentingnya perencanaan strategik, yaitu :
1. Perencanaan strategik memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk
perencanaan lainnya harus diambil.
2. Pemahaman terhadap perencanaan strategik akan mempermudah pemahaman bentuk-
bentuk perencanaan lainnya.
3. Perencanaan strategik sering merupakan titik permulaan bagi pemahaman dan
penilaian kegitan-kegiatan manager dan organisasi.
Langkah-langkah proses penyusunan strategik sapat diuraikan sebagai berikut :
1. Penentuan misi dan tujuan.
2. Pengembangan profil perusahaan.
3. Analisa lingkungan eksternal.
4. Analisa internal perusahaan kekuatan dan kelemahan organisasi.
5. Identifikasi kesempatan dan ancaman strategik.
6. Pembuatan keputusan strategik.
7. Pengembangan strategi perusahaan.
8. Implementasi perusahaan.
9. Peninjauan kembali dan evaluasi.
Berbagai kebaikan dan kelemahan perencanaan strategik diantaranya :
Kebaikan-kebaikan perencanaan strategik :
- Memberikan pedoman yang konsisten bagi kegiatan-kegiatan organisasi.
- Membantu para manager dalam pembuatan keputusan.
- Meminimumkan kemungkinan kesalahan.
Kelemahan-kelemahan perencanaan strategik :
- Memerlukan investasi dalam waktu, uang dan orang yang cukup besar.
- Kadang-kadang cenderung membatasi organisasi hanya terhadap pilihan yang
paling rasional dan bebas resiko.
G. Hambatan-Hambatan Perencanaan Efektif
Ada 2 jenis hambatan pengembangan rencana-rencana efektif yaitu penolakan
internal para perencana terhadap penetapan tujuan dan pembuatan rencana untuk
mencapainya. Sejumlah alasan mengapa banyak manager ragu-ragu atau gagal
menetapkan tujuan dan membuat rencana bagi organisasi atau kelompok/satuan kerja
mereka, yaitu :
1. Kurang pengetahuan tentang organisasi.
2. Kurang pengetahuan tentang lingkuangan.
3. Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif.
4. Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang.
5. Biaya.
6. Takut gagal.
7. Kurang percaya diri.
8. Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternatif.
H. Kriteria Penilaian Efektivitas Rencana
Beberapa kriteria dapat digunakan untuk menilai efektivitas perencanaan yaitu :
1. Kegunaan.
Agar berguna bagi managemen dalam pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu
rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan dan sederhana.
2. Ketepatan dan obyektivitas.
Rencana-rencana harus dievaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas, nyata dan
akurat.
3. Ruang lingkup.
Perencanaan perlu memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensiveness),
kepaduan (unity) dan konsistensi.
4. Efektivitas biaya.
Efektivitas biaya perencanaan dalam hal ini adalah menyangkut waktu, usaha dan
aliran emosional.
5. Akuntabilitas.
Ada 2 aspek akuntabilitas perencanaan yaitu tanggung jawab atas pelaksanaan
perencanaan dan tanggung jawab atas implementasi rencana.
6. Ketepatan waktu.
Para perencana harus membuat berbagai perencanaan.

BAB I1I
PENUTUP
Kesimpulan :