Anda di halaman 1dari 21

UDARA TEKAN

1. IMELDA ANANTA DEVI 21030112060013


2. ELSA PARAMITA 21030112060030
3. MEGA MUSTIKANINGRUM 21030112060051
4. AFITA DEVI 21030112060068

PSD III TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Apa Itu Udara Tekan ?

Udara Tekan ( Compressed air ) adalah salah satu cara untuk mengkonversi
energi dengan cara memampatkan udara sekitar untuk berbagai keperluan .



Konsep dasar dari udara tekan secara sederhana












Balon ini dapat mengambang karena adanya udara tekan dari pompa
PRINSIP UDARA
TEKAN
KOMPRESOR
Kompressor udara atau air compressor digerakkan
oleh motor bakar, motor listrik atau penggerak
mula lainnya, dan umumnya dipergunakan untuk
menghasilkan udara tekan (compressed air) pada
tekanan tinggi. Suatu motor udara (air motor)
adalah suatu motor yang digerakkan oleh udara
tekan.
SISTEM UDARA TEKAN KELUAR DARI KOMPRESOR
PRINSIP KERJA KOMPRESOR

Alat akan menghisap udara dari atmosfer , dengan
campuran 78 % N2 , 21 % O2 , dan 1 % Argon , CO 2
, Uap Air , Minyak , dll.
Jika suatu gas / udara di dalam sebuah ruangan
tertutup diperkecil volumenya , maka gas atau
udara akan mengalami kompresi
Disini digunakan torak yang bergerak bolak balik
oleh sebuah penggerak mula ( prime mover ) di
dalam sebuah silinder untuk menghisap , menekan
dan mengeluarkan udara secara berulang ulang
Jika Torak ditarik keatas , tekanan dalam silinder
dibawah torak akan menjadi negatif ( kecil dari
tekanan atmosfer ) sehingga udara akan memalui
celah katup isap
Kemudian bila torak ditekan kebawah, volume
udara yang terkurung dibawah torak akan mengecil
sehingga tekanan akan naik.


Torak memulai langkah kompresinya pada titik
(1) diagram P-V, kemudian bergerak ke kiri dan
udara dimampatkan hingga tekanan naik ke
titik (2). Pada titik ini tekanan dalam silinder
mencapai harga tekanan Pd yang lebih tinggi
dari pada tekanan dalam pipa keluar (atau
tangki tekan) sehingga katup keluar pada
kepala silinder akan terbuka. Jika torak terus
bergerak ke kiri, udara akan didorong keluar
silinder pada tekanan tetap sebesar Pd.
KOMPONEN UTAMA SISTEM UDARA TEKAN
Filter Udara Masuk: Mencegah debu masuk kompresor; Debu menyebabkan
lengketnya katup/ kran, merusak silinder dan pemakaian yang berlebihan.
Pendingin antar tahap: Menurunan suhu udara sebelum masuk ke tahap
berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan efisiensi.
Biasanya digunakan pendingin air.
After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara dengan
penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-cooler dihilangkan dengan
menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk keperluan instrumen
dan peralatan pneumatik harus bebas dari kadar air. Kadar air dihilangkan
dengan menggunakan adsorben seperti gel silika/karbon aktif, atau pengering
refrigeran, atau panas dari pengering kompresor itu sendiri.
Traps Pengeluaran Kadar Air: Trap pengeluaran kadar air diguakan untuk
membuang kadar air dalam udara tekan. Trap tersebut menyerupai steam traps.
Berbagai jenis trap yang digunakan adalah kran pengeluaran manual, klep
pengeluaran otomatis atau yang berdasarkan waktu dan lainnya.
Penerima: Penerima udara disediakan sebagai penyimpan dan penghalus
denyut keluaran udara mengurangi variasi tekanan dari kompresor


PERSAMAAN UNTUK MENGHITUNG
EFISIENSI UDARA TEKAN
Rumus menghitung efisiensi :



V : Laju Alir ( Flow rate )
P : Tekanan


Efisiensi : V * 100 * ln P / Besarnya Vol.Input
http://wiki.answers.com/Q/How_do_you_calculate_efficiency_of_air_compressor
APLIKASI KONSEP
UDARA TEKAN
DALAM INDUSTRI
1. industri pemisahan gas
(separation gases)


Proses Pengolahan pemisahan gas pada umumnya disertai :
1. Operasi pemisahan gas dan cairan untuk mengambil cairan :
Crude Oil, HC condensate , air dan partikel padatan yang
terikut.
2. Pemanfaatan dan pengambilan uap H-C yang dapat
dikondensasikan. Langkah pemisahan awal pada suhu yang
rendah banyak dipergunakan.
3. Pencucian gas dan minyak setelah proses pemisahan.
4. Proses gas dehydration dipergunakan untuk mengambil gas
yang terkondensasi bersama dengan uap air yang mungkin
terdapat dan membentuk hydrate dalam kondisi operasi.
5. Proses pengambilan komponen lain yang tidak diinginkan,
seperti H
2
S, senyawa sulfur lain serta CO
2
.

2. Sebagai udara instrumentasi, udara tekan juga
digunakan untuk membuka katup pada daerah
yang berbahaya jika dioperasikan langsung oleh
manusia, misalkan karena berdekatan dengan
panas, berkaitan dengan bahan kimia berbahaya
dan tegangan listrik tinggi.

3. Udara tekan juga digunakan untuk
memindahkan partikel padat dari satu tempat
ke tempat yang lain. Misalkan untuk
memindahkan semen, tepung, batubara
ataupun pasir.

Keuntungan :
Dengan pemindahan cara
ini, partikel yang dipindahkan bisa
dalam jumlah besar dan waktu
singkat, tetapi memerlukan saluran
tersendiri agar partikel padat
tersebut tidak kemana-mana.
4. Udara tekan juga digunakan untuk
meniup plastik ataupun alumunium agar
mengikuti bentuk cetakannya. Misalnya
pada industri botol plastik. Pada aplikasi
ini, udara tekan yang digunakan
berkategori tekanan tinggi.


5. Selain itu, udara tekan juga dimanfaatkan untuk starting engine. Baik untuk
diesel yang digunakan di kapal-kapal ataupun yang digunakan di power
plant. Ada yang menggunakan udara bertekanan tinggi (kurang lebih 35
bar) dan ada juga yang menggunakan udara bertekanan sekitar 7 bar,
sebagaimana umumnya penggunaan udara tekan lainnya. Hal ini tergantung
desain dari pihak pembuat engine.

Gambar starting engine
6. Pada penggunaan tools, misalnya impact, hammer, ratchet, winch, ada
yang menggunakan udara tekan untuk memudahkan kerja manusia.
Penggunaan udara tekan memnungkinkan lebih kecilnya daya yang
dikeluarkan manusia juga mempersingkat waktu pengerjaan.

7. Di dunia konstruksi baja, baik gedung-gedung, industri
manufakturing, serta galangan kapal, umumnya juga
menggunakan aplikasi udara tekan. Ada dua pekerjaan
utama yang menggunakan udara tekan: sandblasting dan
pengecatan. Meski berbeda tujuan, udara tekan mempunyai
fungsi yang hampir mirip. Padasandblasting, udara tekan
meniup butiran pasir untuk mengelupas pengotor dan karat
pada permukaan baja. Proses ini dimaksudkan agar proses
pengecatan berlangsung dengan baik. Sedangkan pada
pengecatan, udara tekan digunakan untuk meniup cairan
cat.

Beberapa hal yang harus dilakukan agar operasi dan
perawatan yang efisien bagi sistem udara tekan di
industri
1. Pelumasan: Tekanan minyak pelumas kompresor harus secara visuil diperiksa
setiap hari, dan saringan minyak pelumas nya diganti setiap bulan.
2. Saringan Udara: Saringan udara masuk sangat mudah tersumbat, terutama pada
lingkungan yang berdebu. Saringan harus diperiksa dan diganti secara teratur.
3. Traps Kondensat: Banyak sistim memiliki traps kondensat untuk mengumpulkan
dan (untuk traps yang dipasang dengan sebuah kran apung) me nguras
kondensat dari sistim. Traps manual harus secara berkala dibuka dan ditutup
kembali untuk menguras fluida yang terakumulasi, traps otomatis harus diperiksa
untuk me mastikan bahwa tidak ada kebocoran udara tekan.
4. Pengering Udara: Udara kering merupakan energi yang intensif. Untuk
pengering yang didinginkan, periksa dan ganti saringan awal secara teratur karena
pengering tersebut seringkali memiliki lintasan kecil dibagian dalamnya yang
dapat tersumbat oleh bahan pencemar. Pengering regeneratif memerlukan sebuah
penyaring penghilang minyak pada saluran masuknya, karena mereka tidak dapat
berfun gsi dengan baik jika minyak pelumas dari kompresor membalut bahan
penyerap airnya. Suhu pengeringan yang baik harus dijaga dibawah 100F untuk
menghindari peningkatan pemakaian bahan penyerap airnya, yang harus diganti
lagi setiap 3 4 bulan tergantung pada laju kejenuhan.

Mengapa Udara tekan harus dikelola dengan benar

1. Untuk menghemat energi
2. Mengurangi perawatan
3. Menurunkan waktu penghentian operasi
4. Meningkatkan Produksi


SEKIAN DAN TERIMAKASIH