Anda di halaman 1dari 3

Juara 2 Nasional Lomba Cerita PMI-Ku Hari Palang Merah Internasional 8 Mei 2014

PMR-mania Berguru ke Negeri Sakura


Oleh: Lintang Wisesa Atissalam


Rombongan relawan Indonesia yang mengikuti student exchange ke Jepang.
Sumber: Dok. pribadi (2013)

Kecintaan saya pada PMI mulai tumbuh tujuh tahun silam, kala saya mengisi formulir
pendaftaran anggota PMR Wira SMA Al-Islam 1 Surakarta. Semangat kekeluargaan yang
diajarkan untuk mengabdi pada sesama dalam suka maupun duka, semakin menambah gairah
menjadi relawan muda. Pun prestasi yang berhasil kami torehkan dalam berbagai ajang
kepalangmerahan semasa SMA, menjadi pelecut semangat untuk menggapai asa dan cita.
Cerita indah masa SMA pun berlalu sudah. Empat tahun yang lalu status saya resmi
menjadi santri kampus kerakyatan, Universitas Gadjah Mada. Di masa orientasi, saya berniat
untuk bergabung dengan KSR (Korps Suka Rela) di Kampus Biru ini. Namun faktanya, tidak
ada KSR di kampus sepopuler UGM. Yang ada hanyalah lembaga kesehatan mahasiswa
independen yang kinerjanya tentu berbeda dengan KSR PMI.
Singkat cerita, saya bersama rekan-rekan akhirnya membentuk komunitas kecil bagi
relawan mahasiswa di UGM bernama PMR-mania. Awalnya PMR-mania hanyalah nama blog
yang saya kelola, berisi kumpulan info, berita dan materi bagi punggawa PMR se-Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, PMR-mania menjadi komunitas yang secara bertahap mulai


memberanikan diri untuk aktif melakukan aksi sosial, mengadakan pelatihan serta membantu
penyelenggaraan kegiatan PMR. Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada beberapa sekolah,
kampus maupun desa yang bermitra dengan PMR-mania, khususnya di kawasan Joglo Semar
(Jogja-Solo-Semarang). Dan puji syukur pula, beberapa agenda yang dijalankan PMR-mania
berbuah prestasi manis.
Salah satu prestasi termanis PMR-mania sejauh ini adalah menjadi tim yang sukses
mengikuti student exchange ke Negeri Sakura, Jepang. Jepang? Iya Jepang, negeri sakura di
Asia Timur yang populer dengan budaya Harajuku-nya. Alhamdulillah, prestasi ini berhasil
diraih saat PMR-mania mengikuti Youth Competition for Disaster Education yang
diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Japan Foundation pada akhir
tahun 2012 lalu. Serangkaian seleksi ketat kami lewati. Hasilnya, dari 139 tim peserta hanya 6
tim yang diterbangkan ke Jepang: PMR-mania (UGM Yogyakarta), Korsa (ITB Bandung),
BFM (UGM Yogyakarta), Himapsi (Unsyiah Aceh), EGO (ITS Surabaya) dan Situlung-Tulung
(Unhas Makassar). Terima kasih Ya Allah, betapa bersyukurnya kami atas kesempatan emas ini.
Inti kegiatan kami selama di Jepang adalah melihat dan mempelajari bagaimana
manajemen bencana pasca gempa dan tsunami dahsyat di Tohoku, 11 Maret 2011. Gempa dan
tsunami tiga tahun lalu itu menyebabkan kerugian yang besar, ribuan nyawa menjadi korban,
termasuk bocornya reaktor nuklir Fukushima. Mempelajari manajemen bencana di Jepang
merupakan hal yang penting, karena pada dasarnya Indonesia memiliki kesamaan dalam
masalah bencana, terutama terkait gempa, tsunami dan erupsi gunung api.
18 Februari 2013, empat kru PMR-mania beserta rombongan Indonesia lainnya
mendarat di Bandara Narita, Tokyo. Kami dipersilakan menelaah sistem manajemen bencana
yang diterapkan di beberapa lokasi, di antaranya kuil Shinto, stadion Kashima, sungai
Onogawa, museum Daishi Keikan, pabrik Kao, SMA Itako dan pasar Michinoeki Itako. Kami
pun diajak belajar sambil bermain di pusat pelatihan bencana Honjo Bosaikan dan pusat
teknologi Panasonic Center. Sungguh, banyak ilmu bagi relawan yang kami dapatkan di sini.
Semoga kisah singkat ini dapat menginspirasi, terutama bagi adik-adikku PMR di
manapun berada. Giatlah belajar dan berprestasilah sebanyak mungkin. Selagi usia masih belia,
selagi semangat masih membara. Jangan lupa untuk mulai memberanikan diri rutin berdonor
darah. Insya Allah Hari Palang Merah Internasional 8 Mei 2014 nanti, bertepatan pula dengan
jadwal donor darah saya yang ke-26 kalinya :) Siamo Tutti Fratelli.







Tentang Lintang
Mantan aktivis PMR PMI Kota Surakarta angkatan 2009 yang saat ini sedang bergelut dengan
tugas akhirnya sebagai santri Fisika UGM. Selain sibuk berskripsi-ria, mahasiswa yang biasa-
biasa saja ini juga aktif sebagai pembina tetap PMR SMK Negeri 1 Depok, Sleman, sekaligus
menjadi announcer di Radio MQ 92,3 FM Jogja.

Nama : Lintang Wisesa Atissalam
TTL : Surakarta, 26 November 1991
Jenis kelamin : laki-laki
Alamat : KarangTengah 02/VI Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo 57163
Phone : +62888 671 9327
Facebook : Lintang Wisesa
Twitter : @Lintang_Wisesa