Anda di halaman 1dari 13

PENYUSUNAN PARAGRAF (ALINEA)

A. Pendahuluan
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kita gunakan sehari-sehari, sekilas
gampang dan sangat mudah dipelajari. Akan tetapi sebenarnya ada banyak hal
yang belum kita ketahui tentangnya, terutama dalam hal hukumnya. Alinea
merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk kita pelajari, karena sangat
berpengaruh dalam pembentukan sebuah tulisan yang menarik dan berkualitas.
Ada tiga ukuran yang digunakan untuk mengukur panjang suatu alinea.
Ukuran pertama berdasarkan jumlah kata dalam alinea. Mengenai jumlah kata
dalam suatu alinea, ada dua rentangan yang sangat berbeda, yakni 75 sampai
dengan 1 dan 1 sampai dengan !5 perkataan. "ampaknya, rentangan yang
pertama yang lebih emdekati kepada kenyataan. Alasannya,s etiap halaman berisi
! perkataan. #atu halaman biasanya terdiri atas $ sampai % alinea ataurata-rata
& alinea. 'engan demikian, satu alinea terdiri atas 75 perkataan. Ukuran kedua
berdasarkan jumlah kalimat yang terkandung dalam alinea. Bila diasumsikan
suatu kalimat berisi sekitar %-1& perkataan atu rata-rata 1, jumlah kalimat dalam
alinea dalam tiap alinea7-1 perktaan. Ukuran ketiga berdasarkan ukuran baris
suatu alinea. 'iperkirakan, jumlah baris alinea yang terke(il $ buah dan yang
terbesar 1$ buah. )umlah baris rat-rata alinea berkisar 1 sampai 1$ baris.
Ukuran panjang * pendeknya suatu alinea sangat berpengaruh terhadap
sikap psikologis pemba(a. Alinea yang terlalu panjang membuat pemba(a
memusatkan perhatiannya pada suatu ide pokok terlalu lama. +al ini dapat
menimbulkan kebosanan, bahkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang terlalu
banyak dapat mengganggu konsentrasinya terhadap ide pokok itu sendiri.
#ebaliknya, bila alinea terlalu pendek apalagi berturut-turut dalam jumlah yang
besar,misalnya 5 sampai 1 alinea, memaksa perhatian pemba(a melon(at-lon(at
se(ara (epat. +al ini dapat menimbulkan kejengkelan serta penangkapan ide
pokok yang kurang jelas. Ukuran alinea serta (ara penempatannya dalam struktur
karangan sangat berpengaruh terhadap sikap pemba(a.
1
Bila kita membuat alinea, kita menuliskan sekelompok ide yang terdiri
atas ide pokok dan ide ba,ahan yang merupakan penjelasan tentang ide pokok.'i
samping ide pokok ini, terdapat ide pokok lainnya yang masih berkaitan dengan
ide pokok pertama. -edua ide pokok ini merupakan bagian kelompok ide yang
lebih besar. .leh sebab itu, ide pokok yang kedua ini diungkapkan dalam alinea
berikutnya yang disertai pula dengan ide pokok ba,ahan yang berupa penjelasan
terhadap ide pokok kedua tadi. 'emikianlah seterusnya sehingga kita dapat
membuat sebuah karangan yang terdiri atas beberapa alinea yang mengandung
kelompok-kelompok ide yang saling berkaitan.
B. Pengertian Paragraf (Alenia)
/aragra0 1Alenia2 merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih
tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat,
tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara
yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu
kalimat, dan juga bisa disebut dengan penuangan ide penulis melalui kalimat atau
kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki
suatu topi( atau tema. /aragra0 juga disebut sebagai karangan singkat.
1
'alam paragraph terkandung satu unit pikiran yang didukung oleh semua
kalimat dalam kalimat tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau
kalimat topi(, dan kalimat penjelas sampai kalimat penutup. +impunan kalimat
ini saling berkaitan dalam satu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
/anjang pendeknya suatu paragraph akan ditentukan oleh banyak
sedikitnya gagasan pokok yang diungkapkan. Bila segi-seginya banyak, memang
layak kalau alenianya sedikit lebih panjang, tetapi seandainya sedikit tentu (ukup
dengan beberapa kalimat saja.
1
Abdullah, Ambary. Intisari Tatabahasa Indonesia, Untuk #M"/, (Bandung3 'jatnika
Bandung. tt), hlm. !5
$
C. Struktur!eni"#!eni" Paragraf (Alinea)
1. 'edukti0
#truktur paragraph yang bersi0at dedukti0 ini dimulai oleh kalimat inti,
kemudian diikuti uraian, penjelasan argumentasi, dan sebagainya. 'imulai
dengan pernyataan 1yang tentunya brsi0at umum2, kemudian kalimat-kalimat
berikutnya berusaha membuktikan pernyataan tadi dengan menyebutkan hal-
hal khusus, atau detail-detail seperlunya.
$
$. Indukti0
#truktur paragraph yang bersi0at indukti0 adalah kebalikan dari pola
yang bersi0at dedukti0. /ola ini tidak dimulai dengan kalimat inti, dimulai
dengan menyebutkan hal-hal khusus atau uraian yang merupakan anak tangga
untuk mengantarkan pemba(a kepada gagasan pokok yang terdapat pada
kalimat inti di akhir alenia. )adi anak-anak tangga itu disusuk untuk men(apai
klimaks.
!. 'edukti0 dan Indukti0
/ola paragraph yang ketiga ini adalah gabungan dari dua pola diatas
11, dan $2. 'i sini, pada kalimat pertama 1sebagai kalimat inti2 gagasan pokok
telah dinyatakan4 tetapi pada kalimat terakhir, kembali diulang sekali gagasan
pokok tersebut.
&. 'eskripti0 atau 5arati0
'alam pola ini, gagasan pokok tidak terbatas hanya dalam satu kalimat
saja. Inti persoalannya akan didapati pada hampir semua kalimat pada
paragra0 tersebut. -ita harus memba(a seluruh kalimat dalam paragra0 itu,
baru dapat memahami gagasan yang hendak disampaikan oleh pengarangnya.
)enis alinea dapat pula ditentukan berdasarkan (ara kita
mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga
kesinambungan pengungkapan ide atau keruntunan ide. )enis alinea tersebut
adalah 3
$
Ibid, hlm. &
!
1. Alinea de0inisi.
$. Alinea (ontoh
!. Alinea perbandingan
&. Alinea anlogi
5. Alinea klimaks atau indukti0
%. Alinea anti klimaks atau dedukti0
7. Alinea (ampuran
6. Alinea sebab akibat
7. Alinea proses
1. Alinea deskripti0
$. Un"ur#un"ur Paragraf (alinea)
Alinea adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat
yang dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan
menyampaikan jalan pikirannya kepada para pemba(a.#upaya pikiran tersebut
dapat diterima oleh pemba(a, alinea harus tersusun se(ara logis-sistematis. Alat
bantu untuk men(iptakan susunan logis-sistematis itu adalah unsur-unsur
penyusun alinea, seperti transisi 1transition2, kalimat topik 1topi( senten(e2,
kalimat pengembang 1de8elopment senten(e2, dan kalimat penegas 1pun(h-line2.
!
-eempat unsur penyusun alinea tersebut, terkadang mun(ul se(ara
bersamaan, terkadang pula hanya sebagian yang mun(ul dalam sebuah alinea.
1. Alinea yang Memiliki 9mpat Unsur
#usunan alinea jenis ini terdiri atas 3
a. "arnsisi 1berupa kata,kelompok kata,atau kalimat2.
b. -alimat topik
(. -alimat pengembang
d. -alimat penegas.
!
:isa, Agustin. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan. (#urabaya3 #erba )aya, $6),
hlm. 55.
&
$. Alinea yang Memiliki "iga Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas 3
a. "ransisi 1berupa kata,kelompok kata,atau kalimat2.
b. -alimat topik
(. -alimaat pengembang.
!. Alinea yang Memiliki 'ua Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas 3
a. -alimat topik.
b. -alimat pengembang.
E. %u&uan Pe'(entukan Parafraf (alinea)
Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan men(eraikan suatu tema
dari tema yang lain. .leh sebab itu alinea hanya boleh mengan dung suatu tema,
bila terdapat dua tema, maka dipe(ahkan menjadi dua alinea.
Memisahkan dan menegaskan perkataan se(ara ,ajar dan 0ormal, untuk
memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat.
'engan perhentian yang lrbih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih
terarah.
&
F. Perke'(angan Paragraf (alinea)
/erkembangan dan pengembangan alinea men(akup dua persoalan utama
yaitu:
5
1. -emampuan merin(i se(ara maksimal gagasan utama alinea ke dalam
gagasan-gagasan ba,ahan.
$. -emampuan mengurutkan gagasan-gagasan ba,ahan ke dalam suatu
urutan yang teratur.
&
Isla(huddin,;ahya. Teknik penulisan karangan ilmiah. (#urabaya3 #urya )aya :aya, $7),
hlm. 65
5
Ibid, hlm. 77
5
Adapun metode pengembangan alinea antara lain 3
%
1. -limaks 'an Anti -limaks
/erkembanagn gagasan dalam sebuah alinea dapat disusun dengan
mempergunakan dasar klimaks, yaitu gagasan utama yang mula-mula
diperin(i dengan sebuah gagasan ba,ahan yang dianggap paling rendah
kedudukannya. Berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga ke gagasan
yang paling tinggi kedudukannya. 'engan kata lain, gagasan-gagasan
ba,ahan disusun dengan sekian ma(am sehingga tiap gagasan yang berikut
lebih tinggi kepentingannya dari gagasan sebelumnya.
<ariasi dari klimaks adalah antiklimaks yaitu, penulis memulai dari
gagasan yang dianggap paling tinggi kedudukannya kemudian perlahan-lahan
menurun melalui gagasan yang lebih rendah dan semakin rendah.
$. #udut /andangan
;ang dimaksud sudut pandangan adalah tempat dimana seorang
pengarang melihat sesuatu. "api, sudut pandang pandangan tidak diartikan
sebagai penglihatan atas suatu barang dari atas atau dari ba,ah. "etapi,
bagaimana kita melihat barang itu dengan mengambil suatu posisi tertentu.
Bagaimana seseorang menggambarkan isi sebuah ruang= /ertama-tama ia
harus mengambil sebuah posisi tertentu, kemudian se(ara perlahan-lahan
berurutan menggambarkan barang demi barang yang terdapat dalam ruangan
tersebut, dimulai dari yang paling dekat berangsur-angsur kebelakang. #ebab
itu, urutan ini juga disebut urutan ruang-ruang. #udut pandangan atau point o0
8ie, ini mempunya dua pengertian yaitu:
a. #udut pandangan ini men(akup apakah sersoalan yang sedang dibahas
dilihat dari sudut pandangan orang pertama 1saya, kami, kita2 atau orang
ke dua 1engkau, kamu, saudara2 atau juga bentuk tak berorang>bentuk
sudut pandangan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan dasar
%
'jago,"arigan. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya.
(Bandung3 Angkasa, $7), hlm. $$!
%
pengembangan sebuah alinea. "etapi, men(angkup konsistensi sudut
pandangan dari seluruh uraian.
b. Men(akup pengertian bagaimana pandangan atau anggapan penulis
terhadap subjek yang telah digarapnya itu. #udut pandang ini membuat
pengarangnya memilih nada tertentu, kata-kata dan 0rase tertentu.
Membentuk bahan mental menjadi suatu karangan, ia membantu
merumuskan meksud penulis dan membatasi pokok yang akan
digarapnya.
!. /erbandingan 'an /ertentangan
;aitu suatu (ara dimana pengarang menunjukkan kesamaan ?
perbedaan antara dua orang bjek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi
tertentu. -ita dapat membandingkan misalnya dua tokoh pendidikan,
bagaimana politik pendidikan yang dijalankannya dengan memperhatikan
pola segi-segi lain untuk menerangkan gagasan sentral itu. Maksudnya untuk
sampai kepada suatu penilain yang relati0 mengenai ke dua tokoh tersebut.
#egi-segi perbandingan dan pertentangan harus disusun sekian ma(am
sehingga kita dapat sampai kepada gagasan sentralnya.
7
&. Analogi
Bila perbandingan dipertentangan memberi sejumlah ketidaksamaan
dan perbedaan antar $ hal, maka analogi merupakan perbandingan yang
sistematis dari $ hal yang berbeda tetapi dengan memperlihatkan kesamaan
segi? 0ungsi dari kedua hal tadi sebagai menunjukkan kesamaan-kesamaan
antara $ barang? hal yang berlainan kelasnya. Bila seorang mengatakan3 A,an
dari ledakan bom atom itu, membentuk sebuah (enda,an raksasa, maka
perbandingan antara a,an ledakan atom dan (enda,an. Merupakan sebuah
analogi sebab kedua hal itu sangat bebeda kelasnya, keduali kesamaan
bentuknya.
5. @ontoh
7
Ibid, hlm $$5
7
#ebuah gagasan yang terlalu umum si0atnya, atau generalisasi-
generalisasi memerlukan ilustrasi-ilustrasi yang konkret sehingga daapt
di0ahami oleh pmeba(a. Untuk ilustrasi terhadap gagasan-gagasan atau
pendapat yang umum itu maka sering dipergunakan (ontoh-(ontoh yang
konkret, yang mengambil tempat dalam sbuah alinea, tetapi harus diingat
bah,a sebuah (ontoh sama sekali tidak ber0ungsi untuk membuktikan
pendapat seseorang. "etapi dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud
penulis dan hal ini pengalaman-pengalaman pribadi merupakan bahan yang
paling e0ekti0 untuk setiap pengarang.
%. /roses
#ebuah dasar lain yang dapat juga dipergunakan untuk menjaga agar
perkembangan sebuah alinea dapat disusun se(ara teratur adalah proses.
/roses merupakan suatu urutan dari suatu kejadian? peristi,a.
'alam menyusun sebuah proses diperlukan hal-hal sebagai berikut
6
3
a. /enulis harus mengetahui perin(ian-perin(ian se(ara menyeluruh
b. /enulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya, bila
tahap-tahap kejadian ini berlangsung dalam ,aktu-,aktu yang berlainan,
maka penulis harus memisahkan dan mengurutkannya se(ara kronologis
(. /enulis harus menjelaskan tiap tahap dalam detail yang (ukup tegas
sehingga pemba(aan dapat melihat seluruh proses itu dengan jelas.#ehigga
proses itu menyangkut ja,aban atas pertanyaan-pertanyaan bagaimana
mengerjakan hal itu= Bagaimana bekerjanya= Bagaimana barang itu
disusun= Bagaimana hal itu terjadi=.
7. #ebab-Akibat
/erkembangan sebuah alinea dapat juga pula dinyatakan dengan
mempergunakan sebab-akibat sebagai dasar, dan hal ini sebab bisa bertindak
sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perin(ian
6
5oerAisri A, 5aAar. ahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. (Bandung3 +umaniora
Utama /ress1+U/2, $&), hlm 1$
6
pengembangannya. "etapi daapt juga dibalik akibat dijadikan gagasan utama
sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan
sejumlah sebab sebagai perin(iaanya.
7
/ersoalannya sebab akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya
dengan proses, bila proses itu dipe(ah-pe(ahkan untuk men(ari hubungan
antara bagian-bagianya, maka proses itu dapat dinamakan proses kausal?
proses sebab akibat. #ebuah 8ariasi dari sebab akibat ini adalah peme(ahan
masalah, peme(ahan maslah yang bertolak dari hubungan kausal, tetapi tidak
berhenti disitu saja, ia masih berjalan lebih lanjut menunjukkan jalan-jalan
keluar untuk menjauhkan sebab-sebab tersebut atau menjauhkan akibat yang
dihasilkan oleh sebab-sebab.
6. Umum--husus 'an -husus-Umum
-edua (ara ini, yaitu umum-khusus dan khusus-umum (ara ini
merupakan (ara yang paling umum untuk mengembangkan gagasan-gagasan
dalam sebuah alinea se(ara teratu. 'alam hal yang pertama gagasan utamanya
di tempatkan pada a,al alin,a, serta pengkhususan atau perin(ian-
perin(ianya terdapat dalam kalimat berikutnya, sebaliknya dalam hal yang
kedua mula-muladikemukakan perin(ianya, kemudian pada akhir alinea
generalisasinya. )adi yang satu bersi0at dedukti0, sedangkan lainnya bersi0at
indukti0.
#ebuah 8ariasi dalam kedua jenis alinea itu adalah sema(am
penggabungan. ;aitu pada a,al alinea terdapat gagasan utamanya 1 jadi
bersi0at umum-khusus2. "etapi pada akhir alinea gagasan utama tadi diulang
sekali lagi 1 jadi bersi0at khusus-umum 2.
7. -lasi0ikasi
;ang dimaksud dengna klasi0ikasi adalah sebuah proses untuk
mengelompkkan barang-barang yang dianggap mempunyai kesamaan-
kesamaan tertentu. #ebab itu klasi0ikasi bekerja kedua arah yang
7
Ibid, hlm. $.
7
berla,anan.yaitu pertama, mempersatukan satuan-satuan kedalam kelompok,
dan kedua, memisahkan kesatuan tadi dari kelompok yang lain. 'engan
demikian klasi0ikasi mempunyai persamaan-persamaan tertentu baik dengan
pertentangan dan perbandingan maupun dengan umum-khusus dan khusus-
umum
1. 'e0inisi luas
;ang dimaksud de0inisi dalam pembentukan sebuah alinea adalah
usaha pengarang untuk memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah
istilah atau hal. 'isini kita tidak menghadapi hanya satu kalimat 1 lihat
de0inisi dalam baggian tentang kalimat2, tetapi suatu rangkaian kalimat yag
membentuk sebuah alinea. Malahan kadang-kadang untuk memberi
pengertian yang bulat tentang pengertian itu, satu alinea dianggap belum
(ukup, sehingga diperlukan rangkaian dari pada alinea-alinea. Malahan dapat
pulan dalam bentuk sebuah buku. 5amun prinsip-prinsip de0inisi tetap sama.
'i sini kita lebih sering menghadapi sebuah de0inisi luas daripada de0inisi
0ormal biasa, atau de0inisi dengan menerapkan etimmologi kata atau istilah
tersebut.
1
@ara apapun yang dipergunakan untuk memperoloh kebulatan alin,a,
prinsip kesatuan ide, perpaduan 1 koherensi 2 dan perkembangan yang baik
tidak boleh dilanggar begitu saja. /elanggaran atas prinsip-prinsip tersebut
mengakibatkan tergangunya konsentrasi atas ide sentralnya.
11. /erkembangan 'an -epaduan Antar Alinea
-esatuan-kesatuan yang kita sebut alinea ini tidak berdiri sendiri,
tetapi merupakan suatu unsur yang ke(il dalam sebuah unit yang lebih besar,
entah berupa bab maupun untu yang berupa sebuah karangan yang lengkap.
-arena alinea merupakan unit yang lebih ke(il, maka harus dijaga agar
hubungan antara alin,a yang satu dengan alinea yang lain, yang bersama-
sama membentuk unit yang lebih besar itu terjalin dengan baik.
1
'jago,"arigan, !p."it, hlm 16
1
"iap tulisan yang baik selalu akan berlolak dari sebuah tesis karya
ilmiah. "esis itulah yang dikembangkan dalam alinea-alinea yang mempunyai
pertaliann yang jelas, baik pertalian dalam perkembangan gagasan maupun
perpaduan alinea-alineanya. -arena hubungan yang jelas itulah pemba(a
dapat mengikuti uraian itu dengan jelas dan mudah.
#eperti halnya dengan alinea, maka perpaduan antara alinea dapat juga
dijamin dengan (ara-(ara seperti yang telah digunakan dalam sebuah alinea
yaitu3 repitisi yang dinamakan ana0ora. Ana0ora adalah perulangan kata yang
sama pada kalimat yang berurutan atau dalam hal ini juga pada a,al alinea
yang berurutan. 'isamping kata-kata kun(i bisa dipergunakan kata ganti.
11
G. )e"i'*ulan
1. Alinea tidak lain dari suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih
tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea bertujuan untuk memudahkan
pengertian dan pemahaman dengan men(eraikan suatu tema dari tema yang
lain serta memisahkan dan menegaskan perkataan se(ara ,ajar dan 0ormal.
$. Alinea memiliki tiga ma(am yaitu, alinea pembuka, alinea
penghubung dan alinea penutup. #yarat pembentukan alinea adalah kesatuan,
koherensi dan perkembangan alinea.
!. Berdasarkan penempatan ide pokok pada alinea,alinea dibagi menjadi
& jenis yaitu alinea dedukti0,alinea indukti0,alinea (ampuran,alinea
deskripti0.dan berdasarkan (ara mengembangkan ide dan alat bantu yang
digunakan untuk menjaga kesinambungan pengungkapan ide atu keruntunan
ide dapat dibagi dalam sepuluh bagian, diantaranya alinea de0inisi,alinea
(ontoh,alinea perbandingan,alinea analogi,alinea klimaks atu indukti0,alinea
anti klimaks atu dedukti0,alinea (ampuran alinea sebab-akibat,alinea
proses,alinea deskripti0.
11
Ibid.,
11
&. Untuk menyusun alinea se(ara logis-sistematis diperlukan alat bantu
berupa unsur-unsur penyusun alinea,seperti transisi 1transition2,kalimat topik
1topi( senten(e2,kalimat pengembang 1de8elopment senten(e2,dan kalimat
penegas 1pun(h-line2 keempat unsur penyusun alinea tersebut,terkadang
mun(ul se(ara bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang mun(ul dalam
sebuah alinea.
$AF%AR )EPUS%A)AAN
Agustin, :isa. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan. #urabaya3 #erba
)aya, $6.
Ambary, Abdullah. Intisari Tatabahasa Indonesia, Untuk #M"/, Bandung3
'jatnika Bandung, tt.
1$
5aAar, 5oerAisri A. ahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. Bandung3
+umaniora Utama /ress1+U/2, $&.
"arigan, 'jago. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan
Pengembangannya. Bandung3 Angkasa, $7.
;ahya, Isla(huddin. Teknik penulisan karangan ilmiah. #urabaya3 #urya )aya
:aya, $.
1!