Anda di halaman 1dari 3

Menurut Widjaja (2002), diare disebabkan oleh faktor infeksi, malabsorpsi (gangguan

penyerapan zat gizi), makanan dan faktor psikologi. Keempat faktor tersebut, akan dijelaskan
sebagai berikut :
1. Faktor infeksi
Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab utama diare pada anak. Jenis-jenis
infeksi yang umumnya menyerang antara lain:
a. Infeksi oleh bakteri :Escherichia coli, Salmonella thyposa, Vibrio cholera (kolera), dan serangan
bakteri lain yang jumlahnya berlebihan dan patogenik seperti pseudomonas
b. Infeksi basil (disentri)
c. Infeksi virus rotavirus
d. Infeksi parasit oleh cacing (Ascaris lumbricoides)
e. Infeksi jamur (Candida albicans)
f. Infeksi akibat organ lain, seperti radang tonsil, bronchitis, dan radang tenggorokan.
Faktor resiko yang dapat menyebabkan diare karena faktor infeksi misalnya ketersediaan
sumber air bersih, ketersediaan jamban, dan kebiasaan tidak mencuci tangan.
a. Sumber Air Bersih
Sumber air bersih yang digunakan untuk minum merupakan salah satu sarana sanitasi yang
tidak kalah pentingnya berkaitan dengan kejadian diare. Sebagian kuman infeksius penyebab
diare ditularkan melalui jalur fekal oral. Mereka dapat ditularkan dengan memasukkan ke dalam
mulut, cairan atau benda yang tercemar oleh tinja, misalnya air minum, jari-jari tangan makanan,
dan makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air yang tercemar (Depkes RI,
2000).
Menurut Depkes RI (2000), hal - hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan air bersih
adalah :
Mengambil air dari sumber air yang bersih
Mengambil dan menyimpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta menggunakan
gayung khusus untuk mengambil air
Memelihara atau menjaga sumber air dari pencemaran oleh binatang, anak-anak, dan sumber
pengotoran. Jarak antara sumber air minum dengan sumber pengotoran seperti septictank, tempat
pembuangan sampah dan air limbah harus lebih dari 10 meter
Mengunakan air yang direbus
Mencuci semua peralatan masak dan makan dengan air yang bersih dan cukup

b. Ketersediaan Jamban Keluarga
Ketersediaan jamban atau pembuangan tinja merupakan bagian yang penting dari kesehatan
lingkungan. Pembuangan tinja yang tidak menurut aturan memudahkan terjadinya penyebaran
penyakit tertentu yang penulurannya melalui tinja antara lain penyakit diare. Menurut
Notoatmodjo (2003), syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan yaitu :
Tidak mengotori permukaan tanah di sekitarnya
Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya
Tidak mengotori air dalam tanah di sekitarnya
Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau
perkembangbiakan vector penyakit lainnya
Tidak menimbulkan bau
Pembuatannya murah, penggunaanya mudah dan mudah dipelihara.

c. Kebiasaan Mencuci Tangan
Beberapa perilaku yang tidak sehat dalam keluarga adalah kebiasaan tidak mencuci tangan.
Mencuci tangan yang baik sebaiknya menggunakan sabun sebagai desifektan atau pembersih
kuman yang melekat pada tangan, kebiasaan mencuci tangan dapat dilakukan pada saat sesudah
membuang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyuapi makanan pada anak, dan
sesudah makan mempunyai dampak terhadap diare. Kemudian kebiasaan membaung tinja juga
dapat beresiko terhadap diare misalnya membuang tinja (termasuk tinja bayi) harus dilakukan
secara bersih dan benar. Banyak orang yang beranggapan bahwa tinja pada bayi tidaklah
berbahaya, padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sehingga
dapat menimbulkan diare pada anak.

2. Faktor Malabsorbsi
Faktor malabsorpsi dibagi menjadi dua yaitu malabsorpsi karbohidrat dan lemak.
Malabsorpsi karbohidrat, pada bayi kepekaan terhadap lactoglobulis dalam susu formula dapat
menyebabkan diare. Gejalanya berupa diare berat, tinja berbau sangat asam, dan sakit di daerah
perut. Sedangkan malabsorpsi lemak, terjadi bila dalam makanan terdapat lemak yang disebut
triglyserida. Triglyserida, dengan bantuan kelenjar lipase, mengubah lemak menjadi micelles
yang siap diabsorpsi usus.Jika tidak ada lipase dan terjadi kerusakan mukosa usus, diare dapat
muncul karena lemak tidak terserap dengan baik.

3. Faktor Makanan
Makanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu
banyak lemak, mentah (sayuran) dan kurang matang. Makanan yang terkontaminasi jauh lebih
mudah mengakibatkan diare pada anak-anak balita.

4. Faktor Psikologi
Rasa takut , cemas, dan tegang yang berlebihan, jika terjadi pada anak bisa menyebabkan
diare. Tetapi jarang terjadi pada balita umumnya pada anak yang lebih besar.

Cara penularan diare melalui cara faecal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang
tercemar kuman atau kontak langsung tangan penderita atau tidak langsung melalui lalat (melalui
5F = fluid, flieds, fingers, food, flies).
Fluid = meminum minuman yang terkontaminasi
Fields = tanah dan lahan yang terkontaminasi dengan faecal manusia
Fingers = tangan yang menyiapkan makanan atau akan menyuap makanan ke mulut yang tidak
dicuci
Food = memakan makanan yang terkontaminasi
Flies = Menyebarkanpenyakit dari feses ke makanan dan air atau langsung ke manusia)