Anda di halaman 1dari 1

WORLD RABIES DAY

September, 28

Setiap tanggal 28 September diperingati sebagai
World Rabies Day (WRD). Gerakan World Rabies Day
ini dipromotori dan dikampanyekan oleh sebuah
oranisasi nirlaba yang bernama Alliance For Rabies
Control (ARC). Peringatan hari rabies sedunia ini
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
meningkatkan pengendalian dan meningkatkan
pencegahan penyakit rabies.
Bertepatan dengan World Rabies Day, Program
Studi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin akan
menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang berupa
pemberian vaksinasi secara gratis. Minggu, 28
September 2014

Rabies
Rabies atau penyakt anjing gila adalah suatu
penyakit yang menyerang sistem saraf dari semua jenis
hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini
disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan
melalui air liur (saliva) melalui gigitan penderita rabies
atau melalui luka yang terkena air liur penderita.
Rabies di Indonesia merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang serius karena hampir selalu
menyebabkan kematian (always almost fatal) setelah
timbul gejala klinis dengan tingkat kematian sampai
100%.

Gejala Rabies
Masa inkubasi virus rabies pada anjing & kucing 10
hari-8 minggu, pada manusia 2-3 minggu, tergantung
pada:
1. jumlah virus yg masuk
2. dalam/tidaknya luka
3. luka tunggal/jamak
4. jauh/tidaknya (jarak) gigitan dengan otak (kepala)
Gejala klinis pada hewan dikenal dua bentuk yaitu
bentuk beringas dan bentuk paralisis. Bentuk beringas
hewan menjadi gelisah, gugup, agresif dan menggigit
apa saja yang ditemuinya, respon berlebihan pada suara
dan sinar, takut air (hydrophobia) dan keluar air liur
berlebihan (hipersalivasi).
Bentuk paralisis ditandai dengan ensefalitis disertai
kelemahan bagian belakang tubuh yang menyebabkan
hewan berjalan terhuyung-huyung, keganasan berubah
menjadi kelumpuhan, kejang-kejang, koma dan
terhentinya pernafasan hingga berakhir dengan
kematian.
Gejala awal rabies pada manusia berupa demam
disertai rasa kesemutan pada tempat gigitan, malaise
(rasa tidak enak badan), mual, dan rasa nyeri di
tenggorokan. Selanjutnya disusul dengan gejala cemas,
gelisah dan reaksi berlebihan terhadap rangsangan
sensoris (stimulus-sensitive myoclonus). Tonus otot dan
aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala-
gejala hipersalivasi, hiperlakrimasi, pupil dilatasi dan
paralisis, koma kemudian berakhir dengan kematian.

Penanganan dan Pencegahan Rabies
Bila seseorang telah tergigit hewan yang menderita
rabies tindakan yang harus dilakukan ialah:
1. Mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau
detergen 5-10 menit kemudian bilas luka dengan air
mengalir (air kran/air pompa).
2. Segera periksakan ke Puskesmas / rumah sakit
untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya perlu
atau tidaknya mendapatkan suntikan Vaksin Anti
Rabies (VAR) terhantung hasil pemeriksaan dokter.
3. Untuk hewan yang menggigit harus ditangkap
hidup-hidup, dilaporkan ke Dinas Peternakan
setempat untuk dilakukan observasi selama 14 hari.
Anjing yang menderita rabies akan mati selama 2
minggu (masa observasi). Anjing yang mati karena
rabies kepalanya akan dikirim ke laboratorium
untuk diperiksa. Bila anjing tidak mati selama masa
observasi, maka anjing tidak rabies sehingga dapat
dikembalikan pada pemiliknya jika ada atau
dibunuh jika tidak memiliki pemilik.
4. Untuk menangani dan memberantas kasus rabies
diharapkan menghindari terjadinya gigitan;
memvaksin rabies hewan peliharaan Anda secara
rutin setahun sekali; tidak membawa hewan
peliharaan Anda ke tempat yang tertular rabies;
memberantas, memusnahkan, atau mengeliminasi
anjing liar menggunakan racun oleh petugas yang
berwenang.

Organized by :

Anda mungkin juga menyukai