Anda di halaman 1dari 2

27

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
2. Aspek sosial yang mempengaruhi kesehatan antara lain; umur, jenis kelamin,
pekerjaan, sosial ekonomi, self concept dan image kelompok.
3. Aspek budaya yang mempengaruhi kesehatan antara lain; pengaruh tradisi,
sikap fatalistis, sikap ethnosentris, pengaruh perasaan bangga pada statusnya,
pengaruh norma, pengaruh nilai, Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada
tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan, Pengaruh
konsekuensi dari inovasi terhadap perilaku kesehatan.
4. Sosialbudaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan individu maupun masyarakat. Budaya yang dianut satu kelompok
masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain cenderung memiliki
perbedaan. Hal ini jugalah yang menyebabkan derajat kesehatan antar
kelompok masyarakat tersebut tidak sama. Contoh: Dalam upaya perbaikan
gizi, disuatu daerah pedesaan tertentu, menolak untuk makan daun singkong,
walaupun mereka tahu kandungan vitaminnya tinggi. Setelah diselidiki
ternyata masyarakat bernaggapan daun singkong hanya pantas untuk makanan
kambing, dan mereka menolaknya karena status mereka tidak dapat disamakan
dengan kambing.
5. Budaya minum jamu memberikan pengaruh possitif dan juga negatif.
Mengonsumsi jamu akan memberikan efek positif jika sipengonsumsi tahu
dosis yang tepat dan dapat memilih jamu yang aman dan tidak mengandung
bahan kimia yang berbahaya. Sedangkan jika pengonsumsi tidak memiliki
pengetahuan yang cukup, sehingga dalam memilih jamu serta
mengonsumsinya hanya sembarangan dan asal-asalan, maka mengonsumsi
jamu akan memberikan efek negatif.
6. (1) Diadakan seminar dan pelatihan kepada para produsen jamu mengenai
higiene sanitasi (baik bahan baku, peralatan, maupun cara pengolahan), (2)
Produsen jamu nakal harus ditangkap dan dihukum agar mereka jera. Dalam
28

hal ini pemerintah harus membentuk UU yang mengatur mengenai produksi
jamu serta sanksi sanksi apabila terjadi pelanggaran atau penyimpangan dalam
proses produksi, (3) Kebijakan pemerintah di bidang jamu dan obat tradisional
harus lebih fokus pada perlindungan konsumen, sebab penyelesaian kasus jamu
dan obat tradisional berbahaya selama ini sering terhenti di tengah jalan dan
merugikan konsumen, (4) Diadakan penelitian lebih lanjut mengenai jamu
dalam rangka meningkatkan standar keamanan jamu (5) Diadakan penyuluhan
kepada masyarakat terkait dengan dosis yang tepat untuk mengonsumsi jamu,
efek negatif jika meminum jamu berlebihan, tips memilih jamu yang baik dan
aman dan lain lain.