Anda di halaman 1dari 23

Pembahasan Penting Dalam Barisan dan

Deret Geometri
Posted On August 20, 2013 | Under Category: Barisan dan Deret
advertisements
Barisan dan deret aritmatika telah kita ketahui bersama, baik definisi maupun rumusnya karena
telah kita bahas pada artikel sebelumnya di rumus matematika ini. Dan sekarang yang akan kita
bicarakan mengenai barisan dan deret geometri. Apa yang menjadi perbedaan diantara
keduanya?

BARISAN GEOMETRI
Yang dimaksud dengan barisan geometri yaitu sederetan bilangan yang berupa suku / unit yang
ditulis secara berurutan dengan perbandingan dua buah suku yang berurutan mempunyai harga
yang konstan (tetap). Perbandingan dua buah suku yang berurutan ini biasanya dinamakan
dengan rasio dan dilambangkan dengan huruf r. Sehingga bentuk umum untuk barisan geometri
yaitu
U
1
, U
2
, U
3
, ., U
n-1
, U
n

U
1
/U
2
= U
3
/U
2
= . = U
n
/ U
n-1

r=U
n
/ U
n-1

Jika untuk suku pertama disebut dengan a maka bentuk umum untuk barisan geometrinya
sebagai berikut

Jadi berdasarkan deret diatas U
n
=ar
n-1

Berdasarkan rasionya kita dapat memperoleh tiga jenis pernyataan, yaitu :
1. Jika r>1 maka suku-suku barisan tersebut semakin besar nilainya / naik sehingga disebut
barisan geometri naik.
2. Jika r<1 yang artinya -1<r<1 maka suku-suku barisan tersebut semakin kecil nilainya /
turun sehingga disebut barisan geometri turun.
3. Jika r<0 maka suku barisan berganti tanda sehingga disebut barisan naik turun.

DERET GEOMETRI
Jika a, ar, ar
2
, ar
3
, ar
n-1
merupakan suatu barisan geometri, maka
a + ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
n-1
merupakan deret geometri.
Jadi Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku dari barisan geometri. Apabila jumlah n suku
pertama dari deret geometri kita lambangkan dengan S
n
, maka S
n
dapat ditulis sebagai berikut
S
n
= a + ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
n-1

Jika kita kalikan persamaan diatas dengan r akan diperoleh
r S
n
= ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
4
+ ar
n-1
+ ar
n

selanjutnya kita kurangkan kedua persamaan tersebut
S
n
= a + ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
n-1

r S
n
= ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
4
+ ar
n-1
+ ar
n

__________________________________-
S
n
r S
n
= a ar
n

(1 r)S
n
= a(1 r
n
)
S
n
=a(1 r
n
)/(1 r) jika r<1
untuk r>1 dengan cara yang sama rumus S
n
dapat diperoleh, yaitu

Keterangan :
1. Rasio dari dua buah suku yang berurutan tetap
2. Barisan geometri akan naik jika U
n
> U
n-1

3. Barisan geometri akan turun jika U
n
< U
n-1

4. Barisan geometri akan bergantian naik turun jika r < 0
5. Terdapat hubungan U
n
= S
n
S
n-1

6. Jika banyaknya suku ganjil maka suku tengahnya Ut=U1.Un
7. Apabila terdapat 3 bilangan membentuk deret geometri, maka untuk memudahkan
perhitungan kita misalkan saja bilangan tersebut dengan a/r,a,ar.
contoh soal :
tentukanlah jumlah dari deret geometri 2 + 6 + 18 + + 4374 ?
Penyelesaian :
Diketahui Barisan geometri 2 + 6 + 18 + + 4374
Sehingga a = 2 dan r = 3
U
n
= ar
n-1

4374=2 . 3
n-1

4374/2=3
n-1

2187=3
n-1

3
7
=3
n-1

n 1 = 7
n = 8
S
n
=a(1 r
n
)/(1 r)
S
8
= 2(1 3
2
)/(1 3)
= 6560
Jadi, jumlah 8 suku pertama deret geometri tersebut adalah 6560.
DERET GEOMETRI TAK HINGGA
Suatu deret geometri jika n menuju tak hingga maka deret tersebut disebut deret geometri tak
berhingga. Sehingga deret geometri tak berhingga merupakan penjumlahan dari

Jenis deret geometri tak hingga :
1. Deret Geometri Tak Hingga Konvergen
Deret dikatakan termasuk dalam deret geometri tak hingga konvergen jika deret tersebut
memiliki rasio |r| <1 atau -1< r <1. Dan jumlah deret geometri yang konvergen dirumuskan
dengan pendekatan
S
n
=a/(1 r)
2. Deret Geometri Tak Hingga Divergen (menyebar)
Deret dikatakan termasuk dalam deret geometri tak hingga divergen jika deret tersebut memiliki
rasio |r| >1 atau r >1 atau r < -1. Dan jumlah deret geometri divergen tidak didefinisikan. contoh :
1+3+9+27+
Catatan:a + ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
4
+ ..
Jumlah suku-suku pada kedudukan ganjil

a+ar
2
+ar
4
+ . S
ganjil
= a / (1-r)

Jumlah suku-suku pada kedudukan genap

a + ar
3
+ ar
5
+ S
genap
= ar / 1 -r

Didapat hubungan : S
genap
/ S
ganjil
= r

PENGGUNAAN DALAM PERBANKAN
1. Untuk Perhitungan BUNGA TUNGGAL (Bunga dihitung berdasarkan
modal awal)
M
0
, M
1
, M
2
, ., M
n

M
1
= M
0
+ P/100 (1) M
0
= {1+P/100(1)}M
0

M
2
= M
0
+ P/100 (2) M
0
= {1+P/100(2)} M
0

.
.
.
.
M
n
=M
0
+ P/100 (n) M
0
M
n
= {1 + P/100 (n) } M
0

2. Untuk Perhitungan BUNGA MAJEMUK (Bunga dihitung berdasarkan
modal terakhir)
M
0
, M
1
, M
2
, ., M
n

M
1
= M
0
+ P/100 . M
0
= (1 + P/100) M
0

M
2
= (1+P/100) M
0
+ P/100 (1 + P/100) M
0
= (1 + P/100)(1+P/100)M
0

= (1 + P/100) M
0
.
.
.
Mn = {1 + P/100}
n
M
0

Keterangan :
M
0
= Modal awal
M
n
= Modal setelah n periode
p = Persen per periode atau suku bunga
n = Banyaknya periode
Catatan:
Rumus bunga majemuk dapat juga dipakai untuk masalah pertumbuhan
tanaman, perkembangan bakteri (p > 0) dan juga untuk masalah
penyusutan mesin, peluruhan bahan radio aktif (p < 0).
Barisan dan Deret Geometri Ketika sobat belajar matematika SMA, ada dua macam barisan
dan deret yaitu aritmatika dan geometri. Buat sobat yang ingin belajar lebih jauh tentang barisan
dan deret aritmatika silahkan baca postingan barisan dan deret aritmatika. Kali ini
rumushitung.com ingin mengajak sobat untuk belajar dan mengenal lebih jauh tentang barisan
dan deret geometri.
Apa itu Barisan Geometri?
Barisan geometri atau sering diistilahkan barisan ukur adalah barisan yang memenuhi sifat
hasil bagi sebuah suku dengan suku sebelumnya yang berurutan adalah bernilai konstan. Misal
barisan geometri tersebut adalah a,b, dan c maka c/b = b/a = konstan. Hasil bagi suku yang
berdekatan tersebut disebut dengan rasio barisan geometri (r).
Misalkan sobat punya sebuah deret geometri
U
1
, U
2
, U
3
, , U
n-1
, U
n

Maka
U
2
/U
1
= U
3
/U
2
=U
4
/U
3
= U
n
/U
n-1
= r (konstan)
lalu bagaimana menetukan suku ke-n dari sebuah barisan geometri? coba ambil contoh
U
3
/U
2
= r maka U
3
= U
2
. r = a.r.r = ar
2

U
4
/U
3
= r maka U
4
= U
3
. r = a.r
2
.r = ar
3
sejalan dengan
U
n
/U
n-1
= r maka U
n
= U
n-1
. r = ar
n-2
.r = ar
n-2+1
= ar
n-1

jadi dari penjelasan di atas sobat bisa menyimpulkan
Rumus Suku ke-n dari barisan geometri dirumuskan
Un = ar
n-1

dengan a = suku awal dan r = rasio barisan geomteri
contoh soal
Tentukan suku ke 10 dari barisan 1/8, 1/4, 1/2, .
jawab :
kalau ditanya suku ke lima atau suku yang masih ke-sekian yang masih kecil mungkin sobat bisa
meneruskan barisan geometri tersebut tapi kalau ditanyakan suku ke-10, ke-50, atau ke-100 akan
sangat merepotkan dan mau tidak mau harus pakai rumus di atas.
r = 1/4 : 1/8 = 1/4 x 8 = 2 > rasio
a = 1/8
Un = ar
n-1
= 1/8 2
(10-1)
= 1/8 . 2
9
= 2
-3
.2
9
= 2
6
= 64
contoh soal berikutnya
Sebuah amoeba dapat membelah diri menjadi 2 setiap 6 menit. Pertanyaannya, berapakah jumlah
amoeba setelah satu jam jika pada awalnya terdapat 2 amoeba?
a = 2
r = 2
n = 1 jam/ 6 menit = 10
U
n
= ar
n-1

U
10
= 2.2
10-1
= 2
10
= 1024 buah amoeba.
Apa itu Deret Geometri?
Deret geometri didefinisikan sebagai jumlah n buah suku pertama dari barisan geometri. Nilai
dari n suku pertama dari sebuah barisan geometri dapat ditentukan dengan
S
n
= a + ar + ar
2
+ ar
3
+ + ar
n-2
+ ar
n-1

r S
n
= ar + ar
2
+ ar
3
+ + ar
n-2
+ ar
n-1
+ ar
n
(keduanya kita kurangkan)

S
n
rS
n
= a ar
n

S
n
(1-r) = a (1-r
n
)
Sn = a (1-r
n
)/ (1-r)
dengan a = suku pertama dan r = rasio barisan geometri
Contoh Soal
tentukan jumlah 6 suku pertama dari barisan 1,3,9,
Jawab
a = 1
r = 3 dan n = 6
Sn = a (1-r
n
)/ (1-r) = 1 (1-3
6
) / (1-3) = 1 (1-729) / -2 = -728/-2 = 364
Sisipan pada Barisan Geometri
dalam barisan geometri dikenal adanya sisipan. Misalkan di antara p dan q sobat sisipkan k buah
bilangan dan terdjadi barisan geometri, maka rasio barisan geometri adalah

Suku Tengah Barisan Geometri
jika U1, U2, U3, Un merupakan barisan geometri dengan n ganjil maka suku tengah barisan
geometri tersebut adalah

Deret Geometri tak Hingga
Ketika sobat menjatuhkan bola bekel dari ketinggian satu meter dan bola tersebut akan memantul
ke atas sejauh 0,8 tinggi jatuh sebelumnya berpa jarak yang ditempuh bola bekel tersebut hingga
berhenti? heheh susah ya. Itu adalah contoh dari deret geomerti tak hingga yaitu deret yang
banyak suku-sukunya tak terhingga. Jumlah suku-suku dari deret tak hingga ada kemungkinan
hingga tau tak hingga. Jika deret itu hingga maka deretnya disebut deret konvergen dan jika tak
hingga disebut dere divergen. Gampangnya jika jumlah deret tak hingga menuju ke suatu harga
tertentu yang berhingga maka disebut konvergen (mengerucut). Sebaliknya, deret geometri yang
menuju bilangan tak hinggaa disebut divergen.
Deret tak hingga yang rasionya r 1 atau r 1 disebut deret divergen dan yang mempuyai rasio -
1< r < 1 disebut deret konvergen. Untuk menghitung deret tak hingga ada dua rumus tergantung
pada nilai r
nama deret rasio (r) rumus
divergen r 1 atau r 1 s =
konvergen -1< r < 1 s = a/ 1-r
Contoh Soal
Tentukan jumlah suku-suku deret geometri tak hingga dari 1 + 0,5 + 0,25 + 0,125 + .
Jawab
a = 1
r = 0,5
S = a/1-r = 1/1-0,5 = 1/0,5 = 2
42 Responses to Barisan Geometri dan Deret Geometri
1. Fitri alcantara says:
January 29, 2014 at 08:16
Maaf mau nanya kalau ada soal yang nanyain apakah menentukan suatubarisan geometri
cukup dengan menentukan rasio dua suku berurutan? itu gimana?
Reply
o rumus hitung says:
January 30, 2014 at 05:54
tidak bisa mb jangan cuma 2 suku berurutan, 3 atau 4 suku berurutan untuk
memastikan deret tersebut benar2 deret geometri
Reply
2. hendra says:
February 22, 2014 at 08:32
kak, ane ad tgas ni,
cra ngerjainnya cemana yah?
Dik, S2=6 S4=30,
Hitunglah U10?
Pusink ane kak,
mhn bantuannya,
Reply
o rumus hitung says:
February 22, 2014 at 09:00
kita coba anggap itu sebagai barisa aritmatika dulu ya
S
2
= u1 + u2 = a + a + b = 2a + b = 6 ..
(persamaan 1)
S
4
= 1/2 . 4 (2a+3b) = 4a + 6b = 30
(persamaan 2)
ingat rumus Sn = 1/2 n (2a+(n-1)b)
kita eliminasikan persxamaan 1 dan persamaan 2
2a + b = 6
4a + 6b = 30
4a + 2b = 12
4a + 6b = 30
- -
- 4b = 18
b = 4,5
2a + b = 6
2a + 4,5 = 6
2a = 1,5
a = 0,75
U
10
= a + 9 b = 0,75 + 9 (4,5) = 0,75 + 40,5 =
41,25
mohon mmasukan sobat yang lain jika ada yang tidak pas
Reply
Hendra says:
February 23, 2014 at 13:19
kak, itukan pke rumus deret aritmatika,
soal ane pke rumus deret geometri,
ada cara yg lain kak? yang menggunakan rumus deret geometri?
mohon pencerahaanya
Reply
rumus hitung says:
February 23, 2014 at 14:47
oh ya maaf kak hendra tak kira deret aritmatika.. untuk geometri
jawabannya sebagai berikut
S
2
=6 S
4
=30,
Hitunglah U
10
?
rumus Sn = a (1-r
n
)/1-r
kita bagi S4 dengan S2
S
4
/S
2
= a (1-r
4
)/
(1-r) dibagi a (1-r
2
) / (1-r) > kita
coret a dan (1-r) didapat
S
4
/S
2
= (1-r
4
)/ (1-r
2
)
> ingat aturan a
2
-b
2

= (a+b) (a-b)
S
4
/S
2
= (1+r
2
) (1-r
2
)/ (1-r
2
)
S
4
/S
2
= (1+r
2
)
30/6 = (1+r
2
)
5 = 1+r
2

4 = r
2

r =2
setelah ketemu r kita cari a, kita masukkan ke salah satu persamaan
S
2
= a (1-2
2
)/1-2
S
2
= a (-3)/-1
6 = a .3
a = 2..
jadi nilai
r = 2
a = 2
U
10
= ar
n-1
= 2.2
9
=
1024
jangan lupa ya follow @rumushitung dan like fanpage kita..
semoga bermanfaat.
Reply
3. Hendra says:
February 23, 2014 at 18:55
wew, PF jawabannya kak,
thx yah, ngomong mau ngelike dimana?
Kgk keliatan , sori g bisa follow, g main twit kak
Reply
o rumus hitung says:
February 23, 2014 at 19:06
PF itu apa ya kak hendra? di sidebar blog mas.. ada box like.. monggo kalau
berkenan terima kasih yak..
Reply
4. Hendra says:
February 23, 2014 at 19:25
Kak, monggo dibantu sekali lg,
Uda ane like nih fage kok,
1. Dalam Barisan Geometri diketahui U1+u6=244 dan U3.U4=243. Tentukan r!
2. Suatu jenis mobil mengalami depresiasi (oenurunan harga jual) sebesar 15% pada
setiap akhit tahun. Jika harga mobul baru adalah Rp150jt, Berapakah harga jual mobil
pada akhit tahun ketiga?
3.Rizky menabung uangnya sebesar Rp.5jt di bank. Bunga bank yg diterima nasabah
adalah 5% pertahun. Berapakah
A.Pada thun keberapa tabungan rizki melebihi Rp7,5jt (asumsi tanpa pengambilan dan
pembayaran)
B.Total tabungan Rizki selaama 8thun tanapa pengambian,
kak, mohon bantuan sekali lg buat 3 soal diatas,
Reply
o rumus hitung says:
February 23, 2014 at 21:12
wew.. ayo kak hendra dicoba dulu dong.. kalau mentok baru ke saya..
Reply
hendra says:
February 24, 2014 at 08:34
Ud mentok kak, tolongi dong,
Reply
5. Hendra says:
February 23, 2014 at 19:26
ok kak, nanti ane sebar ke temen
Reply
o rumus hitung says:
February 23, 2014 at 21:17
heheheh terima kasih
Reply
6. Hendra says:
February 23, 2014 at 19:26
PF= Perfect manyos dah
Reply
7. Hendra says:
February 23, 2014 at 20:05
Kak, monggo dibantu sekali lg,
Uda ane like nih fage kok,
1. Dalam Barisan Geometri diketahui U1+u6=244 dan U3.U4=243. Tentukan r!
2. Suatu jenis mobil mengalami depresiasi (oenurunan harga jual) sebesar 15% pada
setiap akhit tahun. Jika harga mobul baru adalah Rp150jt, Berapakah harga jual mobil
pada akhit tahun ketiga?
3.Rizky menabung uangnya sebesar Rp.5jt di bank. Bunga bank yg diterima nasabah
adalah 5% pertahun. Berapakah
A.Pada thun keberapa tabungan rizki melebihi Rp7,5jt (asumsi tanpa pengambilan dan
pembayaran)
B.Total tabungan Rizki selaama 8thun tanapa pengambian,
Reply
o hendra says:
February 24, 2014 at 09:00
krana ud mentok kak, makanya di tanya ke sini,
help me again dong kak,
Reply
8. Hendra says:
February 24, 2014 at 19:34
up up up, dibantu dong,
Reply
9. gaby says:
April 14, 2014 at 22:35
Saya mau tanya dong,rumusnya jumlah suku dari barisan geometri apa ya? Atau
rumusnya sama kyk yg deret geometri.trims
Reply
10. a.sholih says:
April 20, 2014 at 00:54
Bantu dong kak selesaikan soal ini a*b=ab+b+c dan 3*5=2*x maka nilai X+3 =
mohon deh share gimana jawabnya
thanks
Reply
o rumus hitung says:
April 22, 2014 at 11:51
a*b=ab+b+c dan 3*5=2*x maka nilai X+3 =
3*5=2*x
(3.5)+5+c = (2x) + x + c (c kita coret)
20 = 3x
x = 20/3
x + 3 = 20/3 + 3 = 29/3
Reply
11. Enrico Akbar says:
April 22, 2014 at 18:57
diketahui pola ke-1=2, pola ke-2=5, pola ke-3=9, pola ke-4=14.banyak pola ke-17=??
bisakah dijawab sekarang? ini penting!
Trimakasih
Reply
o rumus hitung says:
May 1, 2014 at 06:10
diketahui pola ke-1=2, pola ke-2=5, pola ke-3=9, pola ke-4=14.banyak
pola ke-17=??
n1 = 2
n2 = 5 > n1 + 3
n3 = 9 > n1 + 3 + 4
n4 = 14 > n1 + 3 + 4 + 5
jadi polanya itu suku ke n = n + [deret aritmatika dengan a= 2 beda 1,
sebanyak (n-1) buah]
silahkan baca deret
aritmatika
jadi n17 = 2 + deret aritmatika dengan a= 2 beda 1, sebanyak
16 buah,
= 2 +[1/2 n (2a+(n-1)b)]
= 2 +[1/2 16 (2+(15)1)]
= 2 + [8 (17)]
= 2 + 136 = 138
Reply
12. khairil says:
April 23, 2014 at 22:56
ada soal seperti ini
-2^2012 (- 2^2011 2^2010 2^3 2^2 2^1 1)
ini sebenarnya yang jadi pembanding itu pangkatnya n-1 atau Un = n-1 ? aduh bingung
saya
Reply
13. Bahlul says:
May 3, 2014 at 18:36
Di ktahui barisan geometri 16,8,4,2tentukan
Rumus suku ke-n barisan tersebut
Klo anda bsa, tlong ya
Reply
o rumus hitung says:
May 7, 2014 at 19:57
itu deret geometri.. a = 16 r = 1/2
Un = ar
n-1

Un = 16 (1/2)
n-1

Reply
14. Stupid says:
May 3, 2014 at 18:45
Tentukan lima suku pertama dari rumus barisan geometri
n-1
Un=4
..?
Reply
o Stupid says:
May 3, 2014 at 18:47
Tentukan jumlah deret geometri tak hingga 8+4+2+1.
Reply
rumus hitung says:
May 7, 2014 at 19:53
s = a/ 1-r = 8/1-1/2 = 16
Reply
o rumus hitung says:
May 7, 2014 at 19:54
bisa diperjelas kak soalnya..
Reply
15. nadien says:
May 4, 2014 at 10:42
Min kalo ada soal yg seperti ini gimana caranya ?
seutas tali dibagi mnjadi 4 bagian dgn pnjang membentuk barisan geometri. Jika tali
terpendek 16 dan tepanjang 54 mka panjang tali mula2 ?
Reply
o rumus hitung says:
May 7, 2014 at 19:16
suku pertama (tali paling pendek = a = 16
suku ke 4 = a r
3
= 54
kita bagi ketemu
r
3
= 54/16
r
3
= 3,75
r = 1,5
Kita cari nilai a
a r
3
= 54
a (3/2)
3
= 54
a (9/8) = 54
a = 54 x 8/9 = 40
jumlah tali mula-mula = S4
Sn
= a (1-r
n
)/
(1-r)
S4
= 40 (1-(3/2)
n
)/
(1-[3/2])
S4
= 40 (1-(3/2)
4
)/
(1-[3/2])
karena jumlah sukunya sedikit lebih mudah langsung = 40 + 60 + 90 + 135
= 325
Reply
16. Wheny says:
June 9, 2014 at 14:31
Kak kalau soalnya tentukan suku ke 11 dari barisan geometri berikut -2,-4, -8 ,16, -32 , -
46
Caranya bagaimana kak
Reply
o rumus hitung says:
June 14, 2014 at 11:08
itu bukan deret geometri kak wheny rasio antar suku tidak konsisten..
Reply
17. Nur Anisa says:
June 13, 2014 at 15:09
kak bantu ya ..
jumlah dan rasio dari deret geometri tak hingga adlaj 75 dan 2/3 .suku pertama deret ta
hingga tersebut adalah .
besuk di kumpulin kak bntu ya:(:(:(
Reply
o rumus hitung says:
June 14, 2014 at 10:32
jumlah dan rasio dari deret geometri tak hingga adlaj 75 dan 2/3
Jumlah suku dalam deret geometri tak hingga
S = a/1-r
75 = a/(1-2/3)
75 = a/(1/3)
75 = 3a
a = 75/3 = 25
Reply
18. Dian Siti J says:
July 14, 2014 at 14:17
Tolongin dong kak .. ini tugas buat besok .. :(
Tentukanlah jumlah 8 suku pertama dari deret berikut ini
8 + 4 + 2 + 1 + 0.5 + .
Reply
o rumus hitung says:
July 20, 2014 at 20:40
a = 8
r = 1/2
merupakan deret geometri
Sn = a
(1-r
n
)/ (1-r)
Sn =
8 (1-
8
)/ (1-)
Sn
= 8 (1-1/256)/ ()
Sn
= (8-1/32) x2
Sn
= (16-1/16)
Sn
= 255/16 =
15 15/16
Reply
19. Muchlish says:
July 14, 2014 at 14:21
Tolong dong, aku gak ngerti maksud soalnya.. gimana sih cara pengerjaannya?
Carilah jumlah tak hingga dari deret geometri berikut ini:
a.0.583333
b.0.266666
Reply
o rumus hitung says:
July 20, 2014 at 17:09
maaf kak muchlish soalnya bisa diperjelas.. kalau soal deret minimal harus ada 3
buah suku anggota deret tersebut
Reply
20. AlvinChaidrata says:
August 2, 2014 at 09:45
Kak tolong saya dong, kalau ditanya Rumus suku ke-n dari barisan : 1,6,15,28 dan
Suku ke-15 dari barisan: 1,3,6,10,15 itu gmna ya jawabnya?
Tolong dibantu ya kak aku udh stuck sama pertanyaan ini hampir seminggu
Reply
o rumus hitung says:
August 2, 2014 at 19:00
kakak alvin itu adalah deret aritmatika tapi bertingkat.. saya bantu yang pertama
nanti bisa jadi acuan buat mengerjakan yang kedua yak ini pakai rumus deret
aritmatika bertingkat 2.. lihat gambar di bawah ini
cara di atas bisa kakak pakai untuk mencari jawaban soal kedua semoga
bermanfaat
Reply
AlvinChaidrata says:
August 2, 2014 at 23:54
Wahhhh terima kasihhhh yg sangatt banyak buat kka pintar ya sekali lagi
trima kasih buat rumusnya, akhirnya saya mengerti
Reply
1. BARISAN GEOMETRI

U
1
, U
2
, U
3
, ......., U
n-1
, U
n
disebut barisan geometri, jika

U
1
/U
2
= U
3
/U
2
= .... = U
n
/ U
n-1
= konstanta

Konstanta ini disebut pembanding / rasio (r)

Rasio r = U
n
/ U
n-1


Suku ke-n barisan geometri

a, ar, ar , .......ar
n-1

U
1
, U
2
, U
3
,......,U
n


Suku ke n U
n
= ar
n-1
fungsi eksponen (dalam n)

2. DERET GEOMETRI

a + ar + ....... + ar
n-1
disebut deret geometri
a = suku awal
r = rasio
n = banyak suku

Jumlah n suku

Sn = a(r
n
-1)/r-1 , jika r>1
= a(1-r
n
)/1-r , jika r<1 Fungsi eksponen (dalam n)

Keterangan:
a. Rasio antara dua suku yang berurutan adalah tetap
b. Barisan geometri akan naik, jika untuk setiap n berlaku
U
n
> U
n-1

c. Barisan geometri akan turun, jika untuk setiap n berlaku
U
n
< U
n-1


Bergantian naik turun, jika r < 0
d. Berlaku hubungan U
n
= S
n
- S
n-1

e. Jika banyaknya suku ganjil, maka suku tengah
_______ __________
Ut = U
1
xU
n
= U
2
X U
n-1
dst.
f. Jika tiga bilangan membentuk suatu barisan geometri, maka untuk
memudahkan perhitungan, misalkan bilangan-bilangan itu adalah a/r, a, ar

3. DERET GEOMETRI TAK BERHINGGA

Deret Geometri tak berhingga adalah penjumlahan dari

U
1
+ U
2
+ U
3
+ ..............................


Un = a + ar + ar .........................
n=1

dimana n dan -1 < r < 1 sehingga r
n
0

Dengan menggunakan rumus jumlah deret geometri didapat :

Jumlah tak berhingga S

= a/(1-r)

Deret geometri tak berhingga akan konvergen (mempunyai jumlah) untuk -1 < r <
1

Catatan:

a + ar + ar
2
+ ar
3
+ ar
4
+ .................

Jumlah suku-suku pada kedudukan ganjil

a+ar
2
+ar
4
+ ....... S
ganjil
= a / (1-r)

Jumlah suku-suku pada kedudukan genap

a + ar
3
+ ar
5
+ ...... S
genap
= ar / 1 -r

Didapat hubungan : S
genap
/ S
ganjil
= r

PENGGUNAAN
Perhitungan BUNGA TUNGGAL (Bunga dihitung berdasarkan modal awal)
M
0
, M
1
, M
2
, ............., M
n

M
1
= M
0
+ P/100 (1) M
0
= {1+P/100(1)}M
0

M
2
= M
0
+ P/100 (2) M
0
= {1+P/100(2)} M
0

.
.
.
.
M
n
=M
0
+ P/100 (n) M
0
M
n
= {1 + P/100 (n) } M
0


Perhitungan BUNGA MAJEMUK (Bunga dihitung berdasarkan modal terakhir)
M
0
, M
1
, M
2
, .........., M
n

M
1
= M
0
+ P/100 . M
0
= (1 + P/100) M
0

M
2
= (1+P/100) M
0
+ P/100 (1 + P/100) M
0
= (1 + P/100)(1+P/100)M
0

= (1 + P/100) M
0
.
.
.
Mn = {1 + P/100}
n
M
0

Keterangan :
M
0
= Modal awal
M
n
= Modal setelah n periode
p = Persen per periode atau suku bunga
n = Banyaknya periode
Catatan:
Rumus bunga majemuk dapat juga dipakai untuk masalah pertumbuhan tanaman,
perkembangan bakteri (p > 0) dan juga untuk masalah penyusutan mesin, peluruhan bahan
radio aktif (p < 0).