Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ANATOMI

TUMBUHAN
Tipe tipe Stele dan Jaringan Pembuluh


Disusun Oleh:
EKKY EDYTYA EDISON
140410120035

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas segala kebesaran
dan limpahan nikmat yang diberikan-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
dengan judul Tipe-tipe Stele dan Pembuluh Angkut
Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Mohamad Nurzaman, Ibu Titin
Supriatun, dan Ibu Tia sebagai dosen pengampu dalam mata kuliah Anatomi tumbuhan yang
telah membina dan mendidik kami, dan kami juga menungucapkan terimakasih kepada
teman- teman yang telah memberi motivasi terhadap makalah ini.
Adapun penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas individu dan
sekaligus meningkatkan pemahaman serta mengetahui makna macam-macam stele macam-
macam berkas pembuluh pada tumbuhan. Sehubungan dengan hal tersebut kami mengajak
pembaca makalah ini untuk mengulas kembali tentang macam- macam stele dan berkas
pembuluh angkut.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman
penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik
dan saran dari berbagai pihak agar makalah ini akan lebih baik lagi.
Serta akhir kata penulis ucapkan semoga Allah SWT selalu membalas budi baik anda
semua.
Amin.


Bandung, 8 Mei 2013


Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang .......................................................................................... 1
1.2 Identifikasi masalah .................................................................................. 1
1.3 Pembatasan masalah ................................................................................. 1
1.4 Maksud dan tujuan penulisan ................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Stele .......................................................................................................... 2
2.1.1 Pengertian Stele .............................................................................. 2
2.1. Tipe-tipe Stele ................................................................................ 2
2.2 Pembuluh Angkut ..................................................................................... 5
2.2.1 Pengertian Pembuluh Angkut ......................................................... 5
2.2.2 Komponen-komponen Pembuluh Angkut ...................................... 6
2.2.3 Tipe-tipe Pembuluh Angkut ........................................................... 8
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan .................................................................................................. 10
3.2 Saran ........................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 11








BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup yang merpakan kingdom plantae, pada
makalah ini difokuskan pada tipe-tipe stele dan jaringan pembuluh pada tumbuhan berbiji.

1.2 Identifikasi Masalah

Saya dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa itu stele ?
2. Apa saja tipe tipe stele?
3. Apa itu pembuluh angkut?
4. Apa saja komponen-komponen pembuluh angkut?
5. Apa saja tipe-tipe pembuluh angkut?

1.3 Batasan Masalah

1. Pengertian stele.
2. Tipe-tipe stele.
3. Pengertian pembuluh angkut.
4. Komponen-komponen pembuluh angkut.
5. Tipe-tipe pembuluh angkut.


1.4 Maksud dan Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas individu pada mata
kuliah struktur tumbuhan (anatomi tumbuhan) dan juga untuk mempelajari lebih jauh
tentang tipe-tipe stele dan jaringan pembuluh pada tumbuhan berbiji.





























BAB II

PEMBAHASAN



2.1 Stele

2.1.1 Pengertian Stele

Stele adalah korteks yang mengelilingi bagian pusat yaitu stele yang terdapat pada
struktur anatomi batang dan akar.
Pada tumbuhan dikotilmerupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele
disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang
artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah
luar.
Pada tumbuhan monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe
kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak
adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak mengalami
pertumbuhan menebal sekunder, kec. pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas
seberang (Agave sp).

2.1.2 Tipe-tipe Stele
Beberapa tipe stele pada tumbuhan spermatophyta adalah sebagai berikut:
a. Protostele
Suatu tipe dimana xylem dikelilngi floem.
Tipe ini dibedakan lagi menjadi :



Gambar 1.1 Tipe-tipe Protostele
Haplostele
Adalah tipe yang paling sederhana. Pada penampang lintang xylem tampak tersusun
melingkar.

Aktinostele
Xilemnya tersusun seperti bintang. Misalnya pada Psilotum, atau pada akar tumbuhan
monokotil.
Plektostele
Xylem terpisah oleh lempeng longitudinal, dimana yang lain bersatu, yang lain terpisah.
Misalnya pada Lycopodium.
b. Sifonostele
Merupakan modifikasi protostele, oleh adanya empulur di bagian tengahnya yang terdiri atas
sel-sel parenkim
Tipe ini dibedakan kembali menjadi :
Sifonostele ektofloik

Xylem dikelilingi floem dan di bagian tengah terdapat empulur.

Sifonostele amfifloik

Xylem diapit oleh floem luar dan floem dalam dan di bagian tengah terdapat empulur.

c. Solenostele
Solenostele merupakan modifikasi dari sifonostele dengan adanya jendela daun yaitu bagian
parenkimatis yang terdapat langsung di atas pembelokan berkas pengangkut yang menuju ke
daun. Pada solenostele, jendela daun pendek dan tidak ada tumpang tindih antara jendela
daun yang satu dengan lainnya. Solenostele dibedakan menjadi dua yaitu

Solenostele amfifloik, yang lebih maju terdapat jendela daun yang overlap satu sama
lain dan disebut diktiostele. Pada stele terdapat jaringan silindris yang mempunyai
struktur konsentris yang terdiri atas xylem di bagian sentral, dikelilingi oleh floem.
Dari sudut pandang anatomi, stele ini adalah berkas pengangkut amfikibral.

Solenostele ektofloik, yang berkembang secara evolusioner menjadi eustele.

d. Diktiostele, adalah tipe sifonostele amfifloik yang mempunyai banyak jendela daun.
e. Eustele, adalah tipe stele pada batang yang mempunyai ikatan pembuluh kolateral
terbuka.
f. Polisiklik stele, batang mempunyai 2 atau lebih lingkaran jaringan pembuluh.
Misalnya pada Marattia, Pteridium dan Matonia.
g. Ataktostele
Letak ikatan pembuluh tersebar dan merupakan tipe karakteristik pada tumbuhan
monokotil.
h. Polistele
Pada sebagian besar tumbuhan hanya terdapar satu lingkaran endodermis yang membatasi
stele dengan korteks. Pada kasus yang terjadi, batang atau akar mempunyai lebih dari satu
stele. Kondisi seperti inilah yang disebut polistele.

2.2 Pembuluh Angkut
2.2.1 Pengertian Pembuluh Angkut
Jaringan pembuluh adalah salah satu dari tiga kelompok jaringan permanen yang
dimiliki tumbuhan hijau berpembuluh (Tracheophyta). Jaringan ini disebut juga pembuluh
dan berfungsi utama sebagai saluran utama transportasi zat-zat hara yang diperlukan dalam
proses vital tumbuhan.
Ada dua kelompok jaringan pengangkut, berdasarkan arah aliran hara. Pembuluh
kayu (xilem) mengangkut cairan menuju daun. Sumbernya dapat berasal dari akar (yang
utama) maupun dari bagian lain tumbuhan. Pembuluh tapis (floem) mengangkut
hasil fotosintesis (terutama gula sukrosa) dan zat-zat lain dari daun menuju bagian-bagian
tubuh tumbuhan yang lain. Baik pembuluh kayu maupun pembuluh tapis memiliki beberapa
tipe sel yang agak berbeda.
Pada akar dan batang pembuluh kayu dan tapis biasanya tersusun konsentris:
pembuluh kayu berada di bagian dalam sedangkan pembuluh tapis di bagian luarnya.
Terdapat beberapa perkecualian pada susunan ini. Sebagian anggota Asteraceae memiliki
posisi yang terbalik. Di antara keduanya terdapat lapisan kambium pembuluh/vaskular.
Kambium inilah yang merupakan jaringan meristematik yang membentuk kedua jaringan
pengangkut tadi.
Pada daun, kedua pembuluh ini akan terletak berdampingan dan jaringannya tersusun
pada tulang daun maupun susunan jala yang tampak pada daun. Kedua jaringan ini akan
disatukan dalam berkas-berkas (bundles) yang direkatkan oleh pektindan selulosa. Pada daun
jagung dan tumbuhan C4 tertentu lainnya, berkas-berkas ini terlindungi oleh sel-sel khusus
dikenal sebagai sel-selseludang berkas (bundle sheath) yang secara fisiologi berperan
dalam jalur fotosintesis yang khas. Pembuluh tapis biasanya terletak di sisi bawah (abaksial)
atau punggung daun, sedangkan pembuluh kayu berada pada sisi yang lainnya (adaksial). Ini
menjadi penyebab kutu daun lebih suka bertengger pada sisi punggung daun karena mereka
lebih mudah mencapai pembuluh tapis untuk menghisap gula.

2.2.2 Komponen-komponen Pembuluh Angkut
a. Xylem
Xylem adalah bagian jaringan vaskuler yang berfungsi untuk mengangkut air dan
garam-garam mineral tanah. Xilem terdiri dari tarkeid, unsur pembuluh, serabut atau serat
xilem, dan parenkim xilem. Trakeid adalah sel panjang dan tipis dengan ujung yang runcing.
Berfungsi sebagai penyokong dan pengangkutan air. Unsur pembuluh adalah sel yang lebih
besar, lebih pendek, dindingnya lebih tipis dan kurang runcing dibanding trakeid. Unsur
pembuluh saling menyambung pada ujung-ujungnya membentuk pembuluh xilem atau
trakea.
Berfungsi dalam pengangkutan air dan penguat. Dinding ujung dari unsur pembuluh
memiliki perforasi, trakeid tidak, sehingga air mengalir bebas melalui pembuluh xilem.
Trakeid dan unsur pembuluh keduanya terbentuk pada bagian tumbuhan yang sudah
tidak memanjang lagi, terdiri dari sel-sel mati dengan dinding sekunder yang diselingi oleh
ceruk atau noktah. Noktah yaitu bagian yang lebih tipis yang hanya terdiri dari dinding
primer. Noktah berfungsi sebagai saluran lewatnya air dari sel-sel tanpa menembus dinding
sekunder yang mengeras dengan lignin. Penebalan dinding bervariasi (cincin, spiral,
bernoktah dsb).
Xilem primer yang sedang mengalami pertumbuhan/pemanjangan umumnya memiliki
penebalan dinding berbentuk spiral atau cincin. Serabut xilem berfungsi sebagai penguat
tubuh tumbuhan yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing. Terkadang juga
terdapat sklerid. Serat pada xilem terdapat dua macam yaitu serat trakeid dan librifom.
Parenkim xilem berfungsi dalam penyimpanan yang berisi cadangan makanan, tannin,
dan kristal. Sel parenkim yang terdapat di dalam xilem sekunder terdiri dari dua macam,
yakni parenkim aksial yaitu parenkim xilem yang berarah tegak sejajar sumbu dan parenkim
radial, yakni parenkim jari-jari empulur. Parenkim radial ada beberapa jenis, jenis yang
paling sering ditemukan adalah jenis parenkim jari-jari empulur yang berbaring dan jari-jari
empulur yang tegak.

b. Floem
Floem adalah bagian jaringan vaskuler yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis
dari daun ke bagian tubuh tumbuhan yang membutuhkan. Floem terdiri dari anggota
pembuluh-tapis, sel pendamping, serabut floem, dan parenkim floem. Anggota pembuluh-
tapis merupakan penyusun pembuluh tapis yang berfungsi mengangkut sukrosa, senyawa
organik lain, dan beberapa ion mineral. Anggota pembuluh-tapis selnya hidup saat
kematangan fungsional, tetapi tidak memiliki nukleus, ribosom, dan vakuola. Dinding
anggota pembuluh-tapis adalah dinding primer yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan
pektin. Ketebalan dindingnya beragam pada spesies yang berbeda dan akan menurun dengan
bertambahnya umur. Pada Angiosperma terdapat lempengan tapis yang merupakan dinding
ujung antara anggota pembuluh-tapis. Lempeng tersebut memiliki pori yang memungkinkan
cairan mengalir dengan mudah dari sel ke sel sepanjang pembuluh tapis.
Sel pendamping berada di sepanjang sisi masing-masing anggota pembuluh-tapis dan
dihubungkan melalui plasmodesmata. Sel tersebut berbentuk silinder, plasmanya pekat, dan
memilki banyak ribosom, mitokondria, RE kasar, dan plastida. Nukleus dan ribosom sel
pendamping juga beraktivitas untuk anggota pembuluh-tapis. Pada beberapa tumbuhan, sel
pendamping membantu gula yang dihasilkan di daun menuju anggota pembuluh-tapis. Sel
pendamping pada Gymnosperma disebut sel beralbumin yang mengandung amilum. Sel
tersebut berasal dari parenkim floem atau sel jari-jari empulur floem. Serabut floem
berbentuk panjang dengan ujung-ujungnya berhimpitan dan dindingnya tebal. Serabut floem
berfungsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan. Parenkim floem, selnya hidup, memiliki
dinding primer dengan noktah. Fungsi parenkim floem adalah menyimpan tepung, damar,
dan kristal.


2.2.3. Tipe-tipe Pembuluh Angkut
a. Ikatan Pembuluh Kolateral
merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yangterbentuk dari xilem dan floem yang letaknya
bersebelahan dalam satu jari-jariyang sama. Xilem berada di bagian dalam dan floem di
bagian luar. Tipe inidibedakan menjadi:

Kolateral terbuka
apabila antara xilem dan floem terdapat kambium.Contoh : tumbuhan dikotil dan
gymnospermae

Kolateral tertutup
apabila antara xilem dan floem tidak terdapatkambium.Contoh: pada tumbuhan
monokotil

b. Ikatan Pembuluh Konsentris

merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yangterdiri atas xilem dan floem yang membentuk
cincin silindris. Tipe inidibedakan menjadi:

Amfikribal
xilem berada di tengah dan dikelilingi oleh floem.Contoh: pada tumbuhan paku.

Amfivasal
floem berada di tengah dan dikelilingi oleh xilem.Contoh: pada tumbuhan monokotil
yang berkambium, yaituLiliaceae

c.Ikatan Pembuluh Tipe Bikolateral

merupakan tipe ikatan pembuluh dimana xilemdiapit oleh floem luar dan floem dalam.

d. Ikatan Pembuluh Tipe Radial

yaitu tipe ikatan pembuluh yang memperlihatkankedudukan xilem dan floem
bersebelahan pada jari-jari yang berbeda. Biasanyaxilemnya berbentuk bintang misalnya
pada akar tumbuhan dikotil.










BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Stele atau silinder pusat terdiri dari perisikel, xilem, dan floem. Stele terletak
di sebelah dalam endodermis. Pada akar monokotil antara xilem dan floem tidak
terdapat kambium, sedangkan pada akar dikotil antara xilem dan floem terdapat
kambium, letak xilem dan floem berselang-seling menurut arah jari-jari. Lapisan
paling tepi dari silinder pusat disebut perisikel atau perikambium. Bentuk atau tipe stele
pada setiap tumbuhan mendukung letak atau posisi berkas pembuluh xylem dan berkas
pembuluh floem pada tumbuhan tersebut. Tipe-tipe stele dibedakan berdasarkan tipe berkas
pengangkut, ada tidaknya empulur, dan jendela daun. Antara lain protostele, sifonostele,
eustele, ataktostele.
Jaringan pengangkut (jaringan pembuluh) merupakan salah satu dari tiga
kelompok jaringan permanen yang dimiliki tumbuhan hijau berpembuluh (Tracheophyta).
Jaringan ini disebut juga pembuluh dan berfungsi utama sebagai saluran utama transportasi
zat-zat hara yang diperlukan dalam proses vital tumbuhan, sedangkan idioblas merupakan sel
yang terspesialisasi untuk menyimpan metabolis.


3.2 Saran

Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyaknya kesalahan
kesalahan sehingga mengharapkan untuk pembaca baik mahasiswa maupun dosen agar
memberikan kritik dan saran agar dapat menjadikan makalah ini lebih baik lagi.



DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Estiti .B.1995.Anatomi Tumbuhan Berbiji.Bandung:ITB
Anonim.2013.http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_pengangkut.Diakses tanggal 8 Mei
2013
Anonim.2011.http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/struktur-jaringan-batang-
tumbuhan_19.html.Diakses tanggal 7 Mei 2013
Anonim.2012.http://www.artikelbiologi.com/2012/10/organ-tumbuhan.html.Diakses
tanggal 8 Mei 2013
Fatihatul,Diana.2013.http://dianafatihatul.blogspot.com/2013/04/anatomi-dan-morfologi-
tumbuhan.html.Diakses tanggal 8 Mei 2013