Anda di halaman 1dari 2

Devyana Indah F 1206317032 Ninda Ayu Hapsari 1206317770

Dewita Rahmayana 1206317045 Risti Rahmaniatami 120631



Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Dewan Direksi

Indonesia menganut sistem two tier boards, di mana dewan dibedakan menjadi dua, yaitu
dewan komisaris supervisory board dan dewan direksi management board.
OECD Principle menyatakan bahwa tanggung jawab dewan komisaris dan direksi adalah sebagai
berikut:
1. Anggota dewan komisaris dan direksi harus bertindak secara transparan untuk
kepentingan perusahaan dan pemegang saham.
2. Keputusan dari dewan komisaris dan direksi bisa saja mempengaruhi suatu kelompok
pemegang saham berbeda dengan kelompok pemegang saham lain, oleh karena itu dewan
komisaris dan direksi harus memperlakukan seluruh pemegang saham secara adil.
3. Dewan komisaris dan direksi harus menerapkan standar etika yang tinggi yang
memperhatikan kepentingan stakeholders.
4. Fungsi-fungsi utama dari dewan komisaris:
a. Meninjau dan mengarahkan strategi perusahaan, rencana utama, kebijakan mengenai
resiko, anggaran tahunan dan rencana usaha; mempersiapkan sasaran kinerja,
memonitor penerapan dan kinerja perusahaan, serta memantau belanja modal yang
besar, akuisisi dan divestasi.
b. Memonitor efektifitas dari praktik tata kelola perusahaan dan membuat perubahan
yang diperlukan.
c. Menyeleksi, memberikan kompensasi, memonitor, dan mengganti manajemen serta
mengawasi perencanaan penggantian manajemen.
d. Menyelaraskan remunerasi manajemen dan dewan komisaris dengan kepentingan
jangka panjang dari perusahaan dan pemegang saham.
e. Memastikan proses nominasi dan pemilihan anggota secara formal dan transparan.
f. Memonitor dan mengelola potensi konflik kepentingan dari manajemen, anggota
dewan komisaris, serta pemegang saham, termasuk penyalahgunaan aset perusahaan
dan penyelewengan dalam transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.
Devyana Indah F 1206317032 Ninda Ayu Hapsari 1206317770

Dewita Rahmayana 1206317045 Risti Rahmaniatami 120631

g. Memastikan integritas sistem pelaporan akuntansi dan keuangan perusahaan,
termasuk audit independen, dan memastikan bahwa sistem pengendalian yang tepat
telah diterapkan, khususnya sistem manajemen risiko, pengendalian keuangan dan
operasional, serta kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan standar yang
berlaku.
h. Mengawasi proses pengungkapan dan komunikasi.
5. Dewan komisaris harus dapat melakukan penilaian yang obyektif dan independen
mengenai pengurusan perusahaan.
6. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya, anggota dewan komisaris harus memiliki
akses terhadap infomasi yang akurat, relevan dan tepat waktu.