Anda di halaman 1dari 32

2.

PERATURAN TENIS MEJA



2.01 MEJA
1. Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang
2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai.

2.01.02 Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.

2.01.03 Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus menghasilkan
pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.

2.01.04 Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar
2 cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.

2.01.05 Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel
dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.

2.01.06 Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang sama dengan
garis tengah berwarna putih selebar 3mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian
meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.


2.02 PERANGKAT NET

2.02.01 Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang penyangga,
termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.

2.02.02 Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada ke dua sisi atas tiang
setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan ke dua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah
15,25 cm.

2.02.03 Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.

2.02.04 Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan
perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangga.


2.03 B O L A

2.03.01 Bola harus bulat dengan diameter 40 mm.

2.03.02 Berat bola harus 2,7 gram.

2.03.03 Bola harus terbuat dari bahan selulosa (celluloid) atau sejenis bahan plastik, berwarna
putih atau oranye, dan tidak mengkilap.


2.04 RAKET / BET

2.04.01 Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan
kaku.

2.04.02 Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat
di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre)
atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak
boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang
dipakai sebagai acuan.

2.04.03 Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet
licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa
spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau
jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar
atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem
perekat.

2.04.03.01 Karet bintik biasa adalah lapisan tunggal karet yang bukan seluler (cellular),
sintetik atau alami, dengan bintik yang menyebar dipermukaannya secara merata dengan
kepadatan tidak kurang dari 10 per-cm2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.

2.04.03.02 Karet lapis (sandwich rubber) adalah lapisan tunggal karet seluler (biasa disebut
spons) yang ditutupi/ditumpuk dengan satu lapisan luar karet bintik biasa (biasa disebut
topsheet), ketebalan dari karet bintik tidak lebih dari 2 mm.

2.04.04 Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian
yang terdekat dari pegangan raket dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan
lain atau tidak ditutupi.

2.04.05 Daun raket, lapisan yang ada di dalam dan lapisan yang menutupinya baik karet atau
lemnya pada sisi yang digunakan untuk memukul bola harus tiada sambungan dan
ketebalannya juga merata.

2.04.06 Permukaan karet yang menutup daun raket di satu sisi harus berwarna merah
menyala di satu sisi dan hitam di sisi lain (tidak sama dengan warna sebelahnya), atau
permukaan daun raket yang dibiarkan polos tanpa penutup harus berwarna pudar.

2.04.07 Karet penutup raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, merubah
karakterisktik karet secara fisik, atau hal lainnya.

2.04.07.01 Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan
kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak
disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan karet.

2.04.08 Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama
permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan
pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.


2.05 DEFINISI-DEFINISI

2.05.01 Suatu reli (rally) adalah suatu periode selama bola dalam permainan.

2.05.02 Bola dalam permainan mulai dari saat terakhir diam di telapak tangan bebas sebelum
bola dilambungkan pada saat servis hingga reli diputuskan sebagai suatu let atau poin.

2.05.03 Suatu let adalah suatu reli yang hasilnya tidak dinilai/dihitung.

2.05.04 Suatu poin adalah hasil suatu reli yang hasilnya dinilai/dihitung.

2.05.05 Tangan raket adalah tangan yang memegang raket.

2.05.06 Tangan bebas adalah tangan yang tidak memegang raket; lengan bebas adalah lengan
dari tangan bebas.

2.05.07 Seorang pemain memukul bola jika dia menyentuhnya dengan raket yang
dipegangnya atau bagian tangan dibawah pergelangan tangan yang memegang raket ketika
bola masih dalam permainan.

2.05.08 Seorang pemain yang menyentuh bola jika dia, atau apa saja yang dipakai atau
dibawanya, mengenai bola dalam permainan ketika bola masih berada/melintas di atas
permukaan meja dan belum melewati garis akhir, belum menyentuh bagian mejanya sejak
dipukul oleh lawannya.

2.05.09 Pelaku Servis/Pemain yang melakukan servis(server) adalah pemain yang memukul
bola pertama kalinya dalam suatu reli.

2.05.10 Penerima bola (receiver) adalah pemain yang memukul bola yang kedua pada suatu
reli.

2.05.11 Wasit adalah seseorang yang ditunjuk untuk mengawasi permainan.

2.05.12 Pembantu wasit adalah seseorang yang ditunjuk untuk membantu wasit dengan
keputusan-keputusan tertentu.

2.05.13 Sesuatu yang dipakai atau dibawa oleh seorang pemain adalah segala sesuatu yang
dipakai atau dibawa, kecuali bola, pada saat reli dimulai.

2.05.14 Bola sudah harus dinyatakan melewati atau mengelilingi net jika telah melalui bagian
mana saja selain antara net dan tiangnya dan antara net dan permukaan meja.

2.05.15 Garis akhir adalah juga perpanjangan kedua arah sisi ujung meja.


2.06 SERVIS

2.06.01 Servis dimulai dengan bola diam berada di atas permukaan telapak tangan yang
terbuka dari tangan bebas pelaku servis (siap untuk dilambungkan).

2.06.02 Pelaku servis harus melambungkan bola secara vertikal ke atas, tanpa putaran,
sehingga bola naik minimal 16 cm dari permukaan telapak tangan bebas, kemudian turun
tanpa menyentuh apapun sebelum dipukul.

2.06.03 Pada saat bola turun, pelaku servis harus memukulnya sehingga menyentuh mejanya
terlebih dahulu dan setelah melewati net atau mengelilingi net kemudian menyentuh meja
dari penerima; pada permainan ganda, bola harus menyentuh bagian kanan dari masing-
masing meja pelaku servis dan penerima secara berurutan.

2.06.04 Dari mulai servis hingga bola dipukul, bola harus berada di atas perpanjangan
permukaan meja permainan (di belakang batas akhir meja) pelaku servis, dan bola tidak boleh
dihalangi dari pandangan penerima oleh pelaku servis atau pasangan gandanya atau apa saja
yang mereka bawa atau pakai.

2.06.05 Segera setelah bola dilambungkan, lengan dan tangan bebas pelaku servis harus
disingkirkan/ditarik dari ruang antara bola dan net.

Catatan: Ruang antara bola dan net (net dan tiang penyangga) ditentukan oleh bola yang
dilambungkan.

2.06.06 Menjadi tanggung jawab pemain untuk melakukan servis agar wasit atau pembantu
wasit dapat diyakinkan bahwa servisnya sesuai peraturan dan demikian juga untuk
memutuskan bahwa servisnya tidak benar.

2.06.06.01 Jika wasit atau pembantu wasit ragu atas keabsahan suatu servis, maka pada
kesempatan pertama pada pertandingan tersebut, dapat menghentikan pemainan dan
memperingatkan pelaku servis; tetapi untuk servis yang meragukan berikutnya yang
dilakukan oleh pemain atau pasangannya harus dinyatakan tidak benar/sah.

2.06.07 Pengecualian, wasit dapat melonggarkan persyaratan servis yang baik jika diyakini
bahwa rintangan tersebut disebabkan oleh kemampuan fisik yang tidak normal (cacat).


2.07 PENGEMBALIAN BOLA

2.07.01 Bola, setelah diservis atau dikembalikan, harus dipukul sehingga
melewati/mengelilingi net dan menyentuh meja lawan, baik secara langsung maupun setelah
menyentuh perangkat net.


2.08 URUTAN PERMAINAN

2.08.01 Pada permainan tunggal, pelaku servis harus melakukan servis terlebih dahulu,
kemudian penerima harus melakukan pengembalian dan setelah itu pelaku servis dan
penerima secara bergantian melakukan pengembalian.

2.08.02 Pada permainan ganda, pelaku servis harus melakukan servis terlebih dahulu,
selanjutnya penerima melakukan pengembalian, kemudian, pasangan pelaku servis
melakukan pengembalian, pasangan penerima kemudian melakukan pengembalian dan
akhirnya setiap pemain melakukan pengembalian sesuai gilirannya.

2.08.03 Ketika pemain cacat yang duduk di kursi roda bermain ganda, pelaku servis
melakukan servis terlebih dahulu kemudian dikembalikan oleh penerima, tetapi setelah itu,
siapa saja dari mereka boleh melakukan pengembalian. Namun demikian, apabila kursi roda
(bagian mana saja dari kursi roda) melewati garis tengah meja, maka wasit menyatakan poin
untuk lawannya.


2.09. SUATU LET

2.09.01 Reli dinyatakan let:

2.09.01.01 jika pada saat servis, bola melewati net dan menyentuhnya, kemudian bola masuk
atau dipukul oleh penerima atau pasangannya;

2.09.01.02 jika servis dilakukan pada saat penerima atau pasangannya belum siap, dan baik
penerima atau pasangannya tidak berusaha memukul bola/ mengembalikan;

2.09.01.03 jika gagal melakukan servis atau pengembalian atau jika sesuai dengan peraturan
bahwa hal tersebut disebabkan gangguan di luar kontrol pemain;

2.09.01.04 jika permainan dihentikan oleh wasit atau pembantu wasit;

2.09.01.05 Jika penerima pada pemain cacat yang menggunakan kursi roda dan pada saat
servis, apakah servisnya benar atau tidak

2.09.01.05.01 Setelah mengenai meja penerima (pantulan bola) mengarah ke net.

2.09.01.05.02 berhenti di bagian meja penerima.

2.09.01.05.03 pada salah satu bagian sisi meja, bola keluar setelah mengenai bagian samping
meja penerima.

2.09.02 Permainan dapat dihentikan

2.09.02.01 untuk mengoreksi kesalahan urutan servis, penerima, atau tempat;

2.09.02.02 untuk memulai sistem percepatan waktu;

2.09.02.03 untuk menghukum dan memperingati pemain atau penasihat;

2.09.02.04 karena kondisi permainan terganggu dan mempengaruhi hasil reli.


2.10 SUATU POIN / SKOR

2.10.01 Selain reli dinyatakan let, pemain dinyatakan mendapat poin

2.10.01.01 jika lawannya gagal melakukan servis yang benar;

2.10.01.02 jika lawannya gagal melakukan pengembalian yang benar;

2.10.01.03 jika, setelah melakukan servis atau pengembalian, bola menyentuh apa saja selain
net sebelum dipukul oleh lawannya;

2.10.01.04 jika bola melewati meja atau berada di luar permukaan meja, tanpa menyentuh
meja;

2.10.01.05 jika lawannya menyentuh bola;

2.10.01.06 jika lawannya dengan sengaja memukul bola dua kali secara beruntun;

2.10.01.07 jika lawannya memukul bola dengan sisi daun raket yang tidak dilapisi karet atau
tidak sesuai dengan ketentuan 2.04.03, 2.04.04., dan 2.04.05;

2.10.01.08 jika lawannya, atau apa saja yang dipakainya menggerakkan permukaan meja;

2.10.01.09 jika lawannya atau apa saja yang dipakai menyentuh net;

2.10.01.10 jika tangan bebas lawannya menyentuh permukaan meja;

2.10.01.11 jika, dalam permainan ganda, setelah pelaku servis pertama melakukan servis ke
penerima dengan benar, kemudian lawannya memukul bola di luar dari urutannya;

2.10.01.12 seperti yang dijelaskan dalam sistem percepatan waktu (2.15.04).

2.10.01.13 jika pemain atau pasangan cacat yang menggunakan kursi roda dan

2.10.01.13.01 lawannya tidak tidak berada pada posisi duduk yang minimal pada kursi
rodanya, belakang paha tidak menempel, ketika bola dipukul;

2.10.01.13.02 lawannya menyentuh bola dengan tangan mana saja sebelum memukul bola;

2.10.01.13.03 kaki lawannya menyentuh lantai semasa (bola) dalam permainan.

2.10.01.14 seperti yang dijelaskan pada urutan permainan (2.08.03).


2.11 SUATU GAME/SET

2.11.01 Suatu game dinyatakan dimenangkan oleh seorang pemain/ pasangan yang pertama
mendapat poin 11, kecuali kedua pemain atau pasangan sama mendapatkan poin 10, pada
situasi ini, salah satu pemain atau pasangan harus mendapat selisih kemenangan 2 (dua) poin
atas lawannya.


2.12 SUATU PERTANDINGAN

2.12.01 Suatu pertandingan terdiri dari game/set ganjil terbaik.


2.13 MEMILIH SERVIS, MENERIMA BOLA, ATAU TEMPAT

2.13.01 Hak untuk memilih urutan servis, menerima bola, atau tempat harus diputuskan oleh
undian dan pemenangnya dapat memilih servis, atau menerima bola, atau memilih tempat
terlebih dahulu;

2.13.02. Bila salah satu pemain/pasangan telah memilih servis atau menerima atau memilih
tempat, maka lawannya harus memilih yang lainnya;

2.13.03 Setelah mencapai 2 (dua) poin, penerima/pasangan yang harus menjadi pelaku servis,
dan seterusnya secara bergantian hingga game selesai, kecuali kedua pemain/pasangan telah
sama-sama mencapai poin 10 atau sistem percepatan waktu diberlakukan, maka urutan servis
dan menerima tetap sama tetapi tiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara bergantian;

2.13.04 Pada setiap game/set dalam pertandingan ganda, pasangan yang berhak melakukan
servis terlebih dahulu harus menentukan siapa dari mereka yang melakukan servis pertama
dan penerima bola juga harus menentukan siapa yang terlebih dahulu menerima bola; pada
game/set berikutnya, pemain yang melakukan servis (server) pertama ditentukan oleh
pasangan tersebut dan penerima adalah pemain yang melakukan servis kepadanya pada game
sebelumnya;

2.13.05 Dalam ganda, tiap pindah servis, penerima sebelumnya menjadi pelaku servis dan
pasangan yang melakukan servis sebelumnya menjadi penerima servis.

2.13.06 Pemain/pasangan yang melakukan servis pertama pada suatu game/set menjadi
penerima pada game/set berikutnya dan untuk game terakhir/penentuan pada pertandingan
ganda, pasangan yang menerima bola kemudian harus merubah urutan yang menerima
apabila salah satu pasangan telah mencapai poin 5;

2.13.07 Pemain/pasangan yang memulai pada suatu sisi (tempat) dalam suatu game akan
pindah tempat pada game berikutnya dan pada game/set penentuan, pemain/pasangan, harus
tukar tempat jika salah satunya telah mendapat skor/poin 5.


2.14 KESALAHAN URUTAN SERVIS, PENERIMA, ATAU TEMPAT

2.14.01 Jika pemain melakukan kesalahan urutan servis (server maupun receiver), permainan
harus segera dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan sesuai dengan urutan yang sebenarnya
siapa yang seharusnya melakukan servis dan menerima bola pada skor/angka yang telah
dicapai, sesuai dengan urutan pada saat mulai pertandingan dan, dalam permainan ganda,
sesuai dengan urutan pemain yang telah ditetapkan untuk melakukan servis pertama dalam
game/set tersebut sejak kesalahannya ditemukan.

2.14.02 Jika para pemain tidak bertukar tempat pada saat mereka seharusnya melakukannya,
wasit harus menghentikan permainan dan dilanjutkan sesuai dengan pemain yang sebenarnya
pada skor yang telah diraih, disesuaikan dengan urutan yang telah ditetapkan pada saat
pertandingan dimulai.

2.14.03 Dalam keadaan apapun, semua poin yang telah diraih sebelum kesalahan ditemukan
harus dihitung.


2.15 SISTEM PERCEPATAN WAKTU (Expedite System)

2.15.01 Kecuali seperti yang dijelaskan pada 2.15.02, sistem percepatan waktu harus
diberlakukan setelah 10 menit permainan dalam satu game atau kapan saja diminta oleh
kedua pemain atau pasangan.

2.15.02 Sistem percepatan waktu tidak lagi berlaku dalam satu game jika skor yang sudah
diraih berjumlah 18 (delapan belas).

2.15.03 Jika bola masih dalam permainan ketika batas waktu telah habis, permainan harus
diberhentikan oleh wasit dan dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pemain yang
melakukan servis pada saat permainan berlangsung; jika bola tidak dalam permainan (bola
mati) dan sistem percepatan waktu harus diberlakukan, permainan dilanjutkan dengan pelaku
servis adalah yang menerima bola pada reli sebelumnya.

2.15.04 Setelah itu, setiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara bergantian hingga
game berakhir, dan jika pemain/pasangan yang menerima telah melakukan 13 kali
pengembalian, penerima mendapat satu poin.

2.15.05 Pemberlakuan sistem perccepatan waktu harus tidak merubah urutan servis dan
penerima pada pertandingan tersebut, seperti yang diuraikan pada 2.13.06.

2.15.06 Sekali diterapkan, sistem percepatan waktu harus terus diberlakukan hingga
pertandingan selesai.


3. KETENTUAN KOMPETISI INTERNASIONAL


3.01 BATASAN KETENTUAN DAN PERATURAN

3.01.01 Jenis Kompetisi

3.01.01.01 Suatu Kompetisi Internasionaladalah yang mencakup para pemain lebih dari satu
Asosiasi.

3.01.01.02 Suatu Pertandingan Internasionaladalah pertandingan antar regu yang mewakili
beberapa Asosiasi.

3.01.01.03 Suatu Turnamen Terbukaadalah ternamen yang dapat diikuti oleh seluruh
Asosiasi.

3.01.01.04 Suatu Turnamen Terbatasadalah turnamen yang terbatas bagi pemain dari regu
tertentu selain kelompok umur.

3.01.01.05 Suatu Turnamen Invitasiadalah turnamen yang diikuti oleh asosiasi atau pemain
tertentu yang diundang secara individu.

3.01.02 Hal-hal yang berlaku.

3.01.02.01 Kecuali seperti yang diterangkan pada 3.01.02.02, Peraturan (bab 2) harus
diberlakukan pada Kejuaraan Dunia, Benua/Kontinental, Olympiade dan Paralimpik,
Kejuaraan Terbuka, dan pada Pertandingan Internasional jika disetujui oleh Asosiasi peserta.

3.01.02.02 Pengurus memiliki kekuatan untuk memberi wewenang kepada penyelenggara
kejuaraan terbuka untuk mengadopsi beberapa variasi peraturan yang diujicoba secara khusus
oleh Komite Eksekutif (ITTF).

3.01.02.03 Ketentuan Kompetisi Internasional harus diterapkan untuk :

3.01.02.03.01 Jenis Kejuaraan Dunia, Olimpiade, dan Paralimpik jika tidak disetujui oleh
Dewan Pengurus dan diumumkan sebelumnya kepada Asosiasi peserta;

3.01.02.03.02 Kompetisi dengan nama tingkat benua/kontinental, kecuali jika tidak disetujui
oleh Federasi Kontinental yang sesuai dan diumumkan sebelumnya kepada Asosiasi peserta;

3.01.02.03.03 Kejuaraan Terbuka Internasional (3.07.01.02), kecuali jika tidak disetujui oleh
Komite eksekutif dan diterima oleh peserta sesuai dengan 3.01.02.04.

3.01.02.03.04 Kejuaraan terbuka, kecuali seperti dijabarkan dalam 3.01.02.04.

3.01.02.04 Bilamana dalam kejuaraan terbuka tidak menggunakan salah satu peraturan di
atas, variasi yang ditimbulkan harus diuraikan secara khusus dalam formulir pendaftaran;
uraian yang disampaikan dalam formulir dianggap sebagai suatu kondisi yang dapat diterima
dalam kompetisi, termasuk variasi tersebut.

3.01.02.05 Peraturan dan ketentuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh kompetisi
internasional kecuali menurut pengamatan Konstitusi, pada turnamen internasional yang
terbatas dan sifatnya undangan dan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh badan
organisasi yang bukan anggota (ITTF) dapat menggunakan peraturan sesuai dengan
kewenangan penyelenggara.

3.01.02.06 Peraturan dan ketentuan untuk kompetisi internasional harus dapat diperkirakan
akan diterapkan jika beberapa penambahan tidak memerlukan persetujuan dikemudian hari
atau dibuat jelas dalam peraturan kompetisi yang dipublikasikan.

3.01.02.07 Penjelasan dan interpretasi peraturan secara rinci, termasuk spesifikasi peralatan
harus dipublikasikan dalam Panduan Teknis (prospektus) yang diakui oleh Dewan Pengurus
dan dalam Buku Pegangan bagi para Wasit dan Referee.


3.02 KONDISI TEMPAT PERTANDINGAN DAN PERALATAN

3.02.01 Peralatan yang diakui dan disetujui

3.02.01.01. Persetujuan dan pengakuan peralatan pertandingan harus dilaksanakan oleh
komite peralatan atas nama Dewan Pengurus; persetujuan dan pengakuan tersebut dapat
disaksikan oleh Dewan Pengurus setiap saat jika kelangsungannya merugikan bagi olahraga.

3.02.01.02 Formulir pendaftaran atau prospektus untuk Kejuaraan Terbuka harus
menjelaskan warna dan merek meja, net yang akan digunakan, pemilihan peralatan harus
berdasarkan Asosiasi tempat penyelenggaraan, jenis dan merek yang dipilih harus sesuai
dengan ketentuan ITTF yang terbaru.

3.02.01.03 Karet raket yang digunakan untuk memukul bola harus sesuai dengan merek dan
jenis yang disahkan terakhir oleh ITTF dan harus melekat pada daun raket sehingga logo
ITTF dan merek, dan penyalur (supplier), serta nomor ITTF (jika ada) terlihat jelas ditepi
permukaannya.

Daftar peralatan dan material yang diakui oleh ITTF dapat dilihat di web-site ITTF.

3.02.01.04 Kaki meja untuk pemain yang menggunakan kursi roda haruslah berjarak
sedikitnya 40cm dari ujung meja.

3.02.02 Pakaian Bertanding

3.02.02.01 Pakaian pertandingan biasanya terdiri dari kaos lengan pendek atau tanpa
lengandan celana pendek atau rok atau bagian/perangkat pakaian olahraga, sepatu dan kaos
kaki. Pakaian lain, seperti trainingspak atau bagiannya, tidak dapat digunakan kecuali atas
seizin Referee.

3.02.02.02 Warna dasar/utama pakaian, celana pendek atau rok, selain dari kerah dan lengan
baju, harus berbeda dari warna bola yang digunakan.

3.02.02.03 Pada bagian belakang pakaian dapat bertuliskan nomor atau huruf untuk
mengidentifikasi pemain, asosiasinya, atau klubnya ketika mewakili klub, dan iklan sesuai
dengan yang diuraikan pada 3.02.04.09. Jika pada bagian belakang mencantumkan nama
pemain, hal tersebut ditempatkan persis di bawah kerah kaosnya.

3.02.02.04 Nomor punggung apa saja yang digunakan oleh penyelenggara bagi pemain harus
mendapat ruang untuk iklan yang dipasang dibelakang kostum, lebar nomor punggung harus
tidak lebih besar dari 600cm2.

3.02.02.05 Corak apa saja yang terdapat pada sisi atau depan kostum termasuk perhiasan
yang dipakai pemain harus tidak menyilaukan lawannya.

3.02.02.06 Tidak diperbolehkan adanya pola dan tulisan pada kostum pemain yang dapat
menimbulkan suasana permainan menjadi terganggu.

3.02.02.07 Segala pertanyaan yang berhubungan dengan keabsahan kostum pertandingan
harus diputuskan oleh Referee.

3.02.02.08. Pada kejuaraan dunia, Olimpiade atau Paralimpik, pemain pada pertandingan
Beregu dan pemain ganda dari asosiasi yang sama harus berpakaian seragam, kecuali untuk
kaos kaki, sepatu, nomor, ukuran, warna dan disain iklan pada pakaian. Untuk kejuaraan
internasional lainnya, pemain ganda dari asosiasi yang sama dapat memakai pakaian yang
berbeda merek, asal warnanya sama dan diakui oleh asosiasinya.

3.02.02.09 Pemain/pasangan yang berlawanan harus memakai kostum yang warnanya benar-
benar berbeda agar dapat dengan mudah dibedakan/dikenali oleh penonton.

3.02.02.10 Apabila pemain atau regu yang berhadapan memakai warna kostum yang sama
dan tidak ada yang mengalah untuk mengganti kostumnya, maka keputusannya ditentukan
melalui undian oleh wasit.

3.02.02.11 Pemain yang mengikuti Olimpiade, Kejuaraan Dunia atau Paralimpik atau
kejuaraan internasional lainnya harus memakai kostum (kaos dan celana) yang disediakan
asosiasinya.

3.02.03 Keadaan Tempat Pertandingan.

3.02.03.01 Area pertandingan haruslah bersegi empat dan (untuk 1 meja) tidak kurang dari :
panjang 14m, lebar 7m, dan tinggi 5m, tetapi ke-empat sudutnya dapat ditutupi sketsel
(pembatas) yang panjangnya tidak lebih dari 1,5m. Area pertandingan untuk pemain yang
menggunakan kursi roda dapat diperkecil, akan tetapi tidak kurang dari : panjang 8m dan
lebar 6m.

3.02.03.02 Perlengkapan/peralatan berikut dapat dianggap sebagai bagian dari area
permainan : Meja termasuk net, kursi dan meja wasit, petunjuk/papan skor, tempat handuk,
nomor meja, pembatas, karpet, papan nama pemain atau daerah/asosiasinya.

3.02.03.03 Sebagai pemisah antara area pertandingan yang satu dengan yang lain dan dari
penonton, area harus ditutupi sekelilingnya dengan (sketsel) ketinggian 75cm, dan dengan
latar belakang warna gelap.

3.02.03.04 Intensitas cahaya pada Olimpiade, Kejuaraan Dunia atau Paralimpik,setelah
diukur dari permukaan meja, tidak kurang dari 1000 lux merata keseluruh permukaan meja
pertandingan dan 500 lux disekelilingnya; pada kejuaraan lain, intensitasnya boleh 600 lux
pada permukaan meja dan 400 lux sekelilingnya.

3.02.03.05 Bila beberapa meja sedang digunakan, cahaya lampu juga harus sama dengan
yang lainnya, dan cahaya latar/tambahan pada area pertandingan tidak lebih besar dari cahaya
yang ada di area tersebut.

3.02.03.06 Sumber cahaya lampu harus tidak kurang dari 5m dari lantai.

3.02.03.07 Latar belakang warna pada umumnya haruslah gelap dan tidak dimasuki sinar
matahari melalui pintu/dinding/atap yang terbuka.

3.02.03.08 Lantai tidak boleh berwarna cerah dan menimbulkan pantulan cahaya atau licin
dan permukaannya tidak dari batu bata, beton atau batu; akan tetapi, lantai untuk event kursi
roda dapat terbuat dari semen.

3.02.03.08.01 Pada Olimpiade, Kejuaraan Dunia dan Paralimpik, lantai harus dari kayu atau
karpet gulung sintetis dengan merek dan tipe yang diakui oleh ITTF.

3.02.04 Kontrol Raket

3.02.04.01 Menjadi kewajiban pemain untuk meyakinkan bahwa karet yang mereka
pakai/rekatkan tidak dilapisi lem atau perekat yang mengandung cairan berbahaya/terlarang.

3.02.04.02 Tempat/pusat control/tes raket harus disediakan pada seluruh Kejuaraan Dunia
ITTF, event Olimpiade dan Paralimpik serta beberapa ITTF Pro Tour and Event Sirkuit
Junior dan dapat juga disediakan pada Kompetisi Regional dan Benua.

3.02.04.02.01 Tempat kontrol raket untuk pengetesan karet, sesuai dengan kebijakan dan
prosedur yang ditetapkan oleh Panitia Eksekuif dengan rekomendasi dari Panitia Peralatan
dan Wasit dan Komite Referee untuk meyakinkan bahwa raket memenuhi persyaratan ITTF
termasuk ketebalan, ke-rata-an dan kandungan cairan yang berbahaya (efektif 1 April 2012).

3.02.04.02.02 Tes kontrol raket harus dilakukan secara acak setelah pertandingan apabila
pemain tidak menyerahkan raketnya untuk dites sebelum pertandingan, akan tetapi mulai dari
perempat final, tes raket dilakukan sebelum pertandingan pada nomor perorangan dan
pertandingan individual tertentu pada nomor beregu.

3.02.04.02.03 Raket yang tidak lolos tes Kontrol Raket sebelum pertandingan tidak dapat
digunakan tetapi dapat diganti dengan raket yang kedua/lainnya dan akan dites setelah
pertandingan selesai.dalam hal raket yang tidak lolos pada control raket yang dilakukan
secara acak selesai pertandingan, pemain tersebut dikenakan hukuman.

3.02.04.02.04 Seluruh pemain diberi hak agar raketnya dites secara sukarela tanpa hukuman
sebelum pertandingan.

3.02.04.03 Pemain yang mengalami kegagalan tes raket dalam bentuk apapun sebanyak
empat kali dalam waktu empat tahun, pemain tersebut dapat menyelesaikan pertandingannya
pada event tersebut, tetapi untuk berikutnya, pemain tersebut dikenakan sanksi/hukuman
tidak boleh bertanding selama 12 bulan (efektif 1 April 2012).

3.02.04.03.01 ITTF harus mengumumkan sanksi kepada pemain tersebut secara tertulis.

3.02.04.03.02 Pemain yang dikenakan sanksi dapat mengajukan banding ke Pengadilan
Arbitrase Olahraga dalam waktu 21 hari sejak surat sanksi diterima; sanksi yang telah
dijatuhkan tetap berlaku meskipun surat banding diajukan.

3.02.04.04 ITTF melakukan pendataan terhadap semua kegagalan control raket yang terjadi
sejak 1 September tahun 2010.

3.02.04.05 Area yang berventilasi dan layak harus disediakan untuk merekatkan karet, dan
cairan perekat tidak lagi boleh digunakan pada arena gedung tempat/venues pertandingan

Venues pertandinganadalah bagian dari gedung pertandingan yang digunakan untuk tenis
meja dan fasilitas lain yang berhubungan dengan gedung dan area publik. (efektif 1 Juli
2012)

3.02.05 Iklan.

3.02.05.01 Dalam area pertandingan, iklan hanya diperbolehkan pada peralatan/perlengkapan
seperti pada 3.02.03.02 dan tidak boleh ada tambahan khusus.

3.02.05.02 Pada Olimpiade dan Paralimpik,penempatan iklan pada peralatan pertandingan,
pada kostum bertanding dan pakaian wasit, harus sesuai dengan ketentuan masing-masingdari
IOC dan IPC.

3.02.05.03 Dengan pengecualian cahaya/sinar yang muncul dari dalam, warna iklan dan
sketsel/pembatasyang memantulkan cahaya atau yang mengkilap tidak diperbolehkan di
sekitar area pertandingan.

3.02.05.03.01 Cahaya yang muncul dari (dalam) iklan atau pembatas tidak boleh
dipindah/diubah sejak mulai hingga selesai pertandingan termasuk saat interval.

3.02.05.04 Simbol atau huruf yang tertera di dalam sketsel harus berbeda warna dari warna
bola yang digunakandan tidak boleh lebih dari dua warna dan dalam ketinggian 40cm; untuk
ini diijinkan menggunakan warna latar yang sama, namun sedikit lebih cerah atau lebih gelap
(efektif 1 Juli 2012).

3.02.05.05 Tanda atau simbol di lantai harus benar-benar berbeda warna dari warna bola yang
digunakan; disarankan warna sedikit lebih gelap atau sedikit memiliki bayangan lebih cerah
dari warna latar (efektif 1 Juli 2012).

3.02.05.06 Tidak boleh lebih dari 4 buah iklan di lantai dalam areal pertandingan, 1 di tiap
lantai samping meja dan 1 di tiap sisi atas meja, masing-masing terdiri dari 2.5m2 luasnya;
jarak tanda iklan ini tidak boleh kurang 1m dari batas sketsel dan pada masing-masing ujung
meja tidak lebih dari 2m dari batas akhir meja.

3.02.05.07 Diperbolehkan 1 iklan nama penyalur atau logo permanendan 1 iklan temporer
pada tiap sisi atas meja dan 1 pada sisi belakang tempat dan tiap-tiap iklan tambahan tersebut
memiliki total panjangnya 60cm; Iklan yang temporer harus berbeda dari iklan yang
permanen; iklan tidak untuk merek meja/perusahaan peralatan yang sama dan tidak boleh ada
iklan atau logo perusahaan atau penyalur pada kaki meja, kecuali jika meja dan penyalur
adalah sponsor untuk turnamen tersebut (efektif 1 April 2012).

3.02.05.08 Iklan di Net harus lebih gelap atau sedikit bayangan lebih cerah dari warna dasar,
tidak lebih 3 cm dari ujung sisi sepanjang sisi atas meja dan tidak menggangu pandangan
pada celahnya.

3.02.05.09 Iklan pada meja wasit atau pada perlengkapan lainnya disekitar meja pertandingan
harus dalam batas 750cm2 totalnya di tiap permukaan.

3.02.05.10 Iklan pada kostum bertanding terbatas untuk

3.02.05.10.01 tanda merek yang normal, simbol atau nama dengan total area 24cm2;

3.02.05.10.02 tidak boleh lebih dari 6 iklan yang terpisah dengan jelas dalam satu kombinasi
dengan total area 600cm2 di depan, samping atau bahu kostum, dan tidak lebih 4 iklan di
depannya;

3.02.05.10.03 Tidak lebih dari 2 iklan pada belakang kostum dengan total area 400cm2;

3.02.05.10.04 Tidak lebih dari 2 iklan, terdiri dari suatu kombinasi dalam total area 120cm2
hanya di depan atau samping celana atau rok.

3.02.05.11 Iklan pada nomor punggung harus dalam total 100cm2.

3.02.05.12 Iklan pada pakaian wasit harus dalam total area 40cm2.

3.02.05.13 Tidak boleh ada iklan untuk rokok, minuman ber-alkohol, atau obat terlarang pada
kostum pemain.

3.02.06 Kontrol/Tes Doping

3.02.06.01 Seluruh pemain yang ikut pada saat kompetisi internasional, termasuk kompetisi
Junior diberlakukan tes doping oleh ITTF, Asosiasi Nasional pemain, dan Organisasi Anti
Doping lainnya bertanggungjawab pada tes di tempat kompetisi yang diikuti.


3.03 PETUGAS TEKNIS PERTANDINGAN

3.03.01 Referee

3.03.01.01 Pada setiap pertandingan, referee harus ada dan tempat dan identitasnya harus
diketahui oleh peserta, dan sebaiknya diketahui oleh kapten tim.

3.03.01.02 Referee bertanggungjawab untuk

3.03.01.02.01 memimpin undian;

3.03.01.02.02 penjadwalan pertandingan dengan waktu dan meja pertandingan;

3.03.01.02.03 ketentuan (keseragaman) untuk wasit/petugas pertandingan;

3.3.1.2.4 memimpin pertemuan dengan para wasit/petugas pertandingan sebelum
pertandingan dimulai;

3.3.1.2.5 mengecek keabsahan pemain untuk pertandingan yang diikuti;

3.3.1.2.6 memutuskan apakah permainan dapat ditunda bila terjadi sesuatu yang darurat;

3.3.1.2.7 memutuskan apakan pemain dapat meninggalkan arena selama pertandingan masih
berlangsung;

3.3.1.2.8 memutuskan apakah waktu pemanasan dapat diperpanjang;

3.3.1.2.9 memutuskan apakah pemain yang bertanding dapat memakai trainingspak;

3.3.1.2.10 memutuskan interpretasi pertanyaan yang timbul tentang ketentuan dan peraturan
pertandingan termasuk pakaian yang digunakan, peralatan, dan kondisi pertandingan;

3.3.1.2.11 memutuskan waktu dan tempat pemain untuk melakukan pemanasan selama
penundaan darurat permainan;

3.3.1.2.12 mengambil tindakan disiplin terhadap pelanggaran ketentuan dan sikap atau hal
lain yang melanggar peraturan.

3.03.01.03 Bila tugas referee didelegasikan kepada orang lain, dengan persetujuan panitia
penyelenggara, harus diumumkan kepada

peserta, dan selayaknya kepada kapten tim.

3.03.01.04 Referee yang telah ditentukan atau wakilnya harus ada sepanjang pertandingan.

3.03.01.05 Apabila Referee menganggap perlu, ia dapat mengganti wasit, asisten wasit kapan
saja, tetapi ia tidak boleh mengubah keputusan yang dibuat oleh wasit yang diganti yang
menjadi wewenangnya.

3.03.01.06 Referee harus mengawasi pemain sejak saat tiba di arena tempat pertandingan
hingga keluar dari tempat tersebut.

3.03.02 Wasit, Pembantu Wasit, dan Pencatat Pukulan

3.03.02.01 Seorang wasit dan seorang pembantu wasit harus ditunjuk untuk setiap
pertandingan.

3.03.02.02 Wasit harus duduk atau berdiri sejajar dengan net dan pembantu wasit duduk
disebelah meja berhadapan dengannya;.

3.03.02.03 Wasit harus bertanggungjawab untuk

3.03.02.03.01 memeriksa keabsahan peralatan dan kondisi tempat pertandingan dan
melaporkan kepada referee apabila terdapat kekurangan/kerusakan.

3.03.02.03.02 mengambil bola secara acak seperti pada 3.04.02.01.01-02;

3.03.02.03.03 melakukan undian untuk menentukan yang servis, penerima bola, atau tempat;

3.03.02.03.04 memutuskan apakah persyaratan servis dapat diperlonggar bagi pemain yang
cacat fisik;

3.03.02.03.05 mengontrol urutan servis, penerima bola, tempat, dan mengoreksi kesalahan
yang terjadi;

3.03.02.03.06 memutuskan setiap reli sebagai suatu poin atau let.

3.03.02.03.07 mengucapkan poin/skor sehubungan dengan prosedur yang ditentukan;

3.03.02.03.08 memperkenalkan sistem percepatan waktu pada saatnya;

3.03.02.03.09 menjaga kelangsungan permainan;

3.03.02.03.10 mengambil tindakan bagi pelanggar ketentuan coaching/nasihat atau ketentuan
sikap;

3.03.02.03.11 Melakukan undian untuk menentukan pemain/pasangan/tim yang harus
mengganti pakaian bila terjadi kesamaan warna pakaian dan kedua pihak tidak ada yang
mengalah untuk mengganti pakaian.

3.03.02.03.12 Memastikan bahwa hanya orang yang berhak yang boleh berada di arena/area
pertandingan.

3.03.02.04Pembantu wasit harus

3.03.02.04.01 memutuskan apakah bola menyentuh atau tidak sisi atas meja yang terdekat
dengannya.

3.03.02.04.02 Memberitahukan wasit atas perlakuan yang berhubungan dengan nasihat dan
sikap (pemain/pemberi nasihat)

3.03.02.05 Baik wasit maupun pembantunya dapat

3.03.02.05.01 memutuskan apakah servis pemain tidak sah;

3.03.02.05.02 memutuskan apakah bola menyentuh net pada saat servis;

3.03.02.05.03 memutuskan apakah pemain menyentuh bola;

3.03.02.05.04 memutuskan apakah kondisi permainan terganggu dan dapat mempengaruhi
hasil suatu reli;

3.03.02.05.05 memastikan waktu pemanasan, interval antara game/set, dan lamanya
pertandingan.

3.03.02.06 Baik pembantu wasit maupun salah satu petugas lain dapat bertugas sebagai
pencatat pukulan, menghitung pukulan penerima bola atau pasangannya ketika sistem
percepatan waktu diberlakukan;

3.03.02.07 Keputusan yang dibuat oleh pembantu wasit atau pencatat pukulan sehubungan
dengan yang dijabarkan pada 3.03.02.5 tidak dapat diubah oleh wasit.

3.03.02.08 Wasit harus mengawasi pemain dari saat masuk ke arena tempat pertandingan
hingga keluar arena setelah pertandingan selesai.

3.03.03 Banding

3.03.03.01 Tidak ada persetujuan diantara pemain, dalam pertandingan perorangan, atau
antara kapten tim dalam pertandingan beregu, yang dapat mengubah keputusan, yang
kenyataannya dibuat oleh wasit yang bertugas, juga dalam interpretasi dari pertanyaan
tentang ketentuan dan peraturan oleh referee yang bertugas atau pertanyaaan lain tentang
penyelenggaraan pertandingan atau turnamen oleh panitia penyelenggara yang berwenang.

3.03.03.02 Tidak ada banding yang diajukan kepada referee untuk melawan keputusan yang
dibuat oleh wasit dan pembantu wasit yang berwenang atau oleh panitia penyelenggara atas
interpretasi pertanyaan tentang peraturan yang dibuat oleh referee.

3.03.03.03 Suatu banding boleh diajukan ke referee terhadap pertanyaan mengenai
interpretasi peraturan dan ketentuan keputusan yang dibuat wasit, dan keputusan referee
adalah final.

3.03.03.04 Banding dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara terhadap penjelasan
pelaksanaan pertandingan yang tidak tercantum pada ketentuan dan peraturan, dan keputusan
panitia penyelenggara adalah final.

3.03.03.05 Pada pertandingan perorangan, banding hanya dapat dilakukan oleh pemain yang
terlibat dalam masalah yang timbul, sedangkan pada beregu, hanya oleh kapten tim atas
masalah yang timbul pada pertandingan tersebut.

3.03.03.05.01 Nama kapten tim, bermain ataupun tidak, harus disampaikan kepada wasit
sebelum pertandingan dimulai.

3.03.03.06 Pertanyaan tentang interpretasi ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh referee
atau akibat keputusan panitia penyelenggara dapat diajukan oleh pemain atau kapten tim
melalui induk organisasinya sebagai pertimbangan bagi panitia perumus peraturan ITTF.

3.03.03.07 Panitia perumus peraturan ITTF harus memberikan panduan untuk keputusan
yang akan datang, dan panduan keputusan ini dapat menjadi jawaban/sangsi dari protes yang
disampaikan oleh induk organisasi tersebut kepada pengurus atau pada rapat umum ITTF,
tetapi hal itu tidak mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh referee yang berwenang atau
panitia penyelenggara.


3.04 PENGATURAN PERTANDINGAN

3.04.01. Petunjuk Skor/poin.

3.04.01.01 Wasit harus menyebutkan poin segera setelah bola mati pada saat reli usai, atau
secepatnya setelah pelaksanaan reli tersebut.

3.04.01.01.01 Dalam penyebutan skor, wasit terlebih dahulu menyebutkan angka pemain
yang akan melakukan servis pada game tersebut, kemudian angka bagi lawannya.

3.04.01.01.02 Pada permulaan game/set dan pada saat pertukaran servis, wasit harus
menunjuk ke pemain yang servis berikutnya, dan juga

menyebutkan skor diikuti nama pelaku servis.

3.04.01.01.03 Pada akhir game, wasit harus menyebutkan nama/pasangan yang menang
kemudian skor yang menang diikuti skor yang kalah.

3.04.01.02 Sebagai pelengkap dalam menyebutkan skor, wasit dapat menggunakan tangannya
sebagai tanda untuk menunjukkan keputusannya.

3.04.01.02.01 Ketika poin diputuskan, wasit dapat mengangkat lengan yang dekat dengan
pemain yang mendapat poin dengan posisi lengan sejajar dengan bahunya, bagian depan
lengan kedepan secara vertikal dan telapak tangan tertutup.

3.04.01.02.02 Ketika wasit harus memutuskan let pada suatu reli, dia dapat mengangkat
tangannya ke atas kepalanya, menunjukkan reli telah berakhir.

3.04.01.03 Pada sistem percepatan waktu, skor dan hitungan pukulan harus disebut dengan
bahasa Inggris atau bahasa lain yang diterima oleh kedua pemain atau pasangan dan wasit.

3.04.01.04 Skor harus ditampilkan dalam bentuk petunjuk elektronik atau mekanik agar dapat
dilihat oleh pemain dan penonton.

3.04.01.05 Ketika pemain secara resmi diperingati karena sikap yang kurang baik, sebagai
suatu tanda, kartu kuning ditempatkan dekat petunjuk skor.

3.04.02 Peralatan/Perlengkapan

3.04.02.01 Pemain tidak boleh memilih bola di area pertandingan.

3.04.02.01.01 Bila memungkinkan, pemain diberi kesempatan memilih satu atau lebih bola
sebelum memasuki meja pertandingan, dan wasit mengambil salah satu dari bola yang dipilih
secara acak untuk digunakan.

3.04.02.01.02 Jika bola tidak/belum dipilih pemain sebelum memasuki meja pertandingan,
bola diambil secara acak oleh wasit dari box/tempat yang disediakan untuk pertandingan.

3.04.02.01.03 Jika bolanya rusak pada saat pertandingan masih berlangsung, bola diganti
dengan yang telah dipilih sebelum pertandingan dimulai, jika tidak ada, maka diambil oleh
wasit secara acak dari tempat/box bola yang disediakan.

3.04.02.02 Karet raket yang digunakan harus yang diakui oleh ITTF tanpa tindakan lain atau
modifikasi keaslian karet yang disebabkan oleh bahan kimia, sehingga menyebabkan
kecacatan atau perubahan fisik, warna, stuktur, permukaan karet, dan lain-lain; secara khusus,
tidak boleh menggunakan zat aditif.

3.04.02.03 Raket harus lolos dari semua parameter tes kontrol raket.

3.04.02.04 Raket yang dipakai tidak dapat ditukar selama pertandingan tersebut belum selesai
kecuali raket benar-benar rusak dan tidak dapat digunakan, jika hal ini terjadi, raket yang
rusak segera diganti dengan raket yang dibawa oleh pemain tersebut atau yang diberikan
kepadanya di area pertandingan.

3.04.02.05 Jika tidak diizinkan oleh wasit, pemain harus meninggalkan raketnya di meja
pertandingan selama interval (pergantian game); akan tetapi jika raketnya terikat ke tangan
pemain tersebut, wasit harus mengijinkan raket tersebut tetap berada di tangannya selama
interval.

3.04.03 Pemanasan

3.04.03.01 Pemain berhak untuk melakukan pemanasan pada meja pertandingan segera
sebelum pertandingan dimulai dengan waktu maksimum 2 menit, tetapi tidak termasuk dalam
interval yang lainnya; waktu pemanasan secara khusus dapat diperpanjang hanya dengan
persetujuan referee.

3.04.03.02 Referee dapat mengizinkan pemain melakukan latihan pada meja mana saja
selama penundaan waktu akibat kecelakaan, termasuk meja pertandingan.

3.04.03.03 Pemain diberikan kesempatan yang sesuai untuk mengecek dan menyesuaikan diri
dengan perlengkapan yang mereka gunakan, tetapi hal ini otomatis tidak melebihi beberapa
pukulan percobaan sebelum permainan dilanjutkan setelah kerusakan bola atau raket.

3.04.04 Pergantian Game/Set (Interval)

3.04.04.01 Permainan harus terus berlanjut selama pertandingan perorangan kecuali ada
pemain yang disetujui untuk :

3.04.04.01.01 mendapatkan interval (istirahat) selama 1 menit diantara game/set pada
pertandingan yang sedang berlangsung.

3.04.04.01.02 mendapatkan interval sejenak untuk lap keringat setelah (tiap) 6 poin sejak tiap
game dimulai dan pada saat pindah tempat pada game/set penentuan.

3.04.04.02 Seorang pemain atau pasangan dapat mengklaim satu kali Time-out selama 1
menit untuk satu pertandingan tersebut.

3.04.04.02.01 Pada pertandingan perorangan, permintaan time-out hanya dapat dilakukan
oleh pemain/pasangan tersebut atau oleh penasihat yang telah ditentukan; pada pertandingan
beregu, hal ini dapat dilakukan oleh pemain/pasangan atau kapten tim yang bersangkutan.

3.04.04.02.02 Jika pemain atau pasangan dan pelatih atau kapten tim tidak setuju time-out
diambil, keputusan akhir dibuat oleh pemain/pasangan pada pertandingan perorangan dan
kapten tim pada beregu.

3.04.04.02.03 Permintaan Time-out hanya dapat dilakukan hanya pada saat bola mati antara
reli dalam satu game/set, dengan membuat tanda T dengan tangan.

3.04.04.02.04 Ketika menerima permintaan Time-out, wasit menghentikan permainan dan
mengangkat Kartu Putih dengan tangan yang berada pada posisi yang meminta time-out;
kemudian, Kartu Putih atau tanda (T) lain diletakkan pada bagian meja pemain/pasangan
yang minta time-out.

3.04.04.02.05 Setelah Time-out selesai (maksimal 1 menit) atau pemain yang meminta time-
out siap melanjutkan permainan, kartu putih atau tanda T segera diambil dari meja dan
pertandingan dilanjutkan.

3.4.4.2.6 Jika time-out secara bersambung dan sah diminta oleh kedua pemain/pasangan,
permainan diteruskan ketika keduanya siap memulai atau waktu 1 menitsudah berakhir,
setelah itu, tidak ada lagi time-out bagi kedua pemain/pasangan pada pertandingan tersebut.

3.4.4.3 Pada pertandingan beregu, tidak ada istirahat/interval antara pertandingan tunggal
kecuali pemain tersebut harus bermain lagi pada pertandingan berikutnya dapat meminta
interval selama 5 menit diantara pertandingan tersebut.

3.04.04.04 Jika pemain sewaktu-waktu mendapat kecelakaan sepanjang sepengetahuan
referee bahwa hal itu tidak merugikan lawannya, referee dapat menunda permainan untuk
tambahan waktu pemanasan, dan dengan alasan apapun tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit,

3.04.04.05 Penundaan tidak dapat diizinkan bila akibat terlambat hadir atau karena
permintaan pemain, atau bila terjadi gangguan bagi pemain akibat stress, karena kelelahan
atau kram disebabkan oleh kelemahan fisik atau karena kecelakaan sebelumnya, penundaan
hanya boleh dilakukan akibat kecelakaan seperti adanya luka karena terjatuh.

3.04.04.06 Jika ada pemain cidera dan berdarah di areal pertandingan, permainan segera
harus dihentikan dan tidak boleh diteruskan sebelum pemain tersebut mendapatkan
pengobatan/ perawatan medis dan darah yang tercecer dibersihkan dari areal pertandingan.

3.04.04.07 Pada petandingan perorangan, pemain harus tetap berada di sekitar meja
pertandingan selama pertandingan belum selesai, kecuali dengan pesetujuan referee, pada
saat interval game/set dan time out pemain harus di sekitar 3 meter dari area pertandingan
dengan pengawasan wasit.


3.05 DISIPLIN

3.5.1. Nasihat

3.5.1.1. Dalam pertandingan beregu, nasihat/coaching dapat diberikan oleh siapa saja yang
diakui/yang dibenarkan berada di area pertandingan.

3.5.1.2. Dalam pertandingan perorangan (tunggal/ganda) nasihat hanya dapat diberikan oleh 1
(satu) orang yang ditunjuk terlebih dahulu/ diberitahukan kepada wasit, kecuali jika ada
pemain yang berpasangan berasal dari asosiasi yang berbeda maka masing-masing dapat
menunjuk satu penasihat, tetapi sehubungan dengan 3.5.1 dan 3.5.2 kedua penasihat tersebut
harus dianggap sebagai suatu kesatuan; namun jika terdapat orang yang tidak berhak
memberikan nasihat/coaching, maka wasit harus memberikan kartu merah dan menyuruh
orang tersebut meninggalkan area pertandingan.

3.5.1.3. Pemain hanya boleh mendapat nasihat pada saat pergantian game/set atau pada saat
penundaan permainan, jika ada orang yang memberikan nasihat bukan pada saat antara
game/pergantian game/set, maka wasit harus memberikan peringatan dengan kartu kuning,
bila mengulangi perbuatannya maka ia akan disuruh meninggalkan area pertandingan.

3.5.1.4. Setelah peringatan diberikan/kartu kuning, dan apabila siapa saja mengulangi hal
yang sama pada pertandingan beregu tersebut, maka wasit harus memberikan kartu merah
dan diusir dari area pertandingan tanpa melihat siapa yang diberikan peringatan/kartu kuning
sebelumnya.

3.5.1.5. Pada pertandingan beregu, pemain yang diusir oleh wasit tidak boleh kembali ke area
pertandingan sampai pertandingan usai, kecuali yang bersangkutan mendapat giliran untuk
bertanding, dan tidak dapat digantikan oleh penasihat yang lain hingga pertandingan selesai;
Sedangkan pada pertandingan perorangan, yang bersangkutan/yang mendapat kartu merah
tidak boleh kembali ke area pertandingan hingga pertandingan selesai.

3.5.1.6. Jika orang yang dikenakan kartu merah tidak mau meninggalkan area pertandingan,
atau kembali sebelum pertandingan selesai, maka wasit harus menghentikan permainan dan
melapor ke referee.

3.5.1.7. Peraturan di atas hanya ditujukan untuk pemberian nasihat pada saat permainan
berlangsung dan tidak untuk menghalangi pemain atau kapten tim, jika sesuai, untuk
menyampaikan banding atau konsultasi dengan penerjemah atau wakil asosiasinya dalam
rangka penjelasan keputusan juridisnya.

3.5.2. Sikap yang kurang baik/tidak sopan.

3.5.2.1. Pemain dan pelatih atau penasihat lainnyaharus bersikap sportif terhadap lawan dan
penonton agar tidak menimbulkan kerusuhan dan kerusakan peralatan pertandingan, seperti
dengan sengaja merusak bola atau membuang bola ke luar arena, menendang meja atau
sketsel, dan tidak sopan kepada petugas teknis (referee, wasit, dan pembantu wasit).

3.5.2.2. Jika kapan saja seorang pemain atau pelatih atau penasihat lainnya melakukan
serangan yang serius, wasit harus menghentikan permainan dan segera melapor ke referee;
untuk serangan yang tidak serius, pada kesempatan pertama. wasit memperingati dengan
kartu kuning dan memperingati pelaku jika masih dilakukan lagi, maka akan diberikan
hukuman.

3.5.2.3. Kecuali seperti yang diuraikan pada 3.5.2.2. dan 3.5.2.5, jika seorang pemain telah
diberikan peringatan, maka pada tindakan yang ke-dua pada pertandingan yang sama, baik
dalam tunggal maupun beregu, wasit harus menghukum dengan memberikan 1 angka/poin
kepada lawannya, dan pada hukuman/tindakan selanjutnya, lawannya diberi 2 poin, setiap
memberikan hukuman poin, wasit harus menunjukkan kartu merah dan kuning secara
bersamaan.

3.5.2.4. Jika seorang pemain telah mendapat hukuman 3 poin kehilangan angka, pada
pertandingan perorangan atau beregu tersebut, masih juga melakukan pelanggaran, maka
tindakan berikutnya, wasit harus menghentikan permainan dan melapor ke referee.

3.5.2.5. Jika seorang pemain mengganti raketnya ketika permainan masih berlangsung tetapi
raket tersebut tidak rusak, maka wasit harus menghentikan permainan dan melapor ke referee.

3.5.2.6. Peringatan yang diberikan kepada salah satu pemain dalam ganda berarti berlaku
untuk keduanya, tetapi tidak berlaku untuk pemain yang tidak melakukan pelanggaran untuk
pertandingan berikutnya pada pertandingan beregu yang sedang berjalan tersebut; pada
permulaan pertandingan ganda, pasangan harus paham bahwa hukuman yang diberikan
kepada salah satu pemain berarti berlaku untuk keduanya pada pertandingan beregu tersebut.

3.5.2.7. Kecuali seperti pada 3.5.2.2, jika seorang pelatih telah diperingati sebelumnya, maka
pada peringatan berikutnya baik pada pertandingan perorangan maupun beregu, wasit harus
memberi hukuman dengan kartu merah dan menyuruhnya meninggalkan area pertandingan
hingga pertandingan beregu atau perorangan tersebut selesai.

3.5.2.8. Referee harus memiliki wewenang untuk mendiskualifikasi pemain dari suatu
pertandingan atau seluruh pertandingan yang diikuti pada event tersebut yang merupakan
akibat dari tindakan yang benar-benar tidak sportif, baik karena laporan dari wasit maupun
tidak, dan untuk ini referee menunjukkan kartu merah.

3.5.2.9. Jika seorang pemain telah didiskualifikasi dari dua pertandingan pada beregu atau
perorangan, secara otomatis pemain tersebut didiskualifikasi dari seluruh pertandingan.

3.5.2.10.Referee dapat mendiskualifikasi siapa saja yang telah diusir dua kali dari area
pertandingan selama kompetisi tersebut.

3.5.2.11.Jika seorang pemain didiskualifikasi dari satu event/nomor pertandinganatau
kompetisi, maka secara otomatis ia kehilangan hak juara, medali, dan hadiah uang atau poin
ranking(efektif 1 April 2012).

3.5.2.12.Bila terjadi sikap yang kurang sopan secara serius harus dilaporkan kepada asosiasi
pelaku.

3.5.3. Penampilan yang baik

3.5.3.1. Pemain, pelatih dan official harus menjaga penampilannya sesuai dengan kaidah
olahraga dan menjaga integritas dengan tidak menimbulkan pengaruh terhadap berbagai
aspek yang bertentangan dengan etika olahraga(efektif 1 April 2012).

3.5.3.1.1. Pemain harus serius memenangkan pertandingan dan tidak boleh mengalah/mundur
kecuali dengan alasan sakit atau cedera.

3.5.3.1.2. Pemain, Pelatih, dan ofisial tidak boleh terlibat atau mendukung dalam berbagai
bentuk judi atau taruhan yang berhubungan dengan kompetisi atau pertandingan yang
diikuti(efektif 1 April 2012).

3.5.3.2. Setiap pemain yang dengan sengaja tidak mematuhi psinsip tersebut di atas, akan
dikenakan sanksi kehilangan seluruh atau sebagian hadiah uang pada event tersebut dan/atau
dikenakan sanksi pelarangan ikut dari event-event ITTF.

3.5.3.3. Manakala kejadian tersebut berhubungan dengan official atau pemberi nasihat dari
asosiasi yang relevan, maka sanksi tersebut juga berlaku pada orang tersebut.

3.5.3.4. Satu tim disiplin yang dibentuk oleh Komite Eksekutif, terdiri dari 4 anggota dan 1
ketua akan memutuskan tentang perlakuan/ penampilan yang tidak baik dan jika perlu dengan
sanksi yang sesuai; Komisi ini membuat keputusan berdasarkan arahan/ acuan yang
disampaikan Komite Eksekutif.

3.5.3.5. Banding terhadap keputusan tim disiplin dapat disampaikan oleh pemain, pemberi
nasihat, atau official dalam waktu 15 hari ke ITTF Exekutive Committee yang keputusannya
adalah final.


3.06 UNDIAN UNTUK SISTEM GUGUR

3.6.1 Kualifikasi dan bye.

3.6.1.1. Pada event yang menggunakan sistem gugur, jumlah penempatan dalam babak
pertama masing-masing bagian (atas/bawah) harus memiliki 2 kekuatan yang sama.

3.6.1.1.1. Jika terdapat lebih sedikit kolom/entry daripada yang diundi, pada babak awal, bye
harus disesuaikan untuk melengkapi jumlahnya.

3.6.1.1.2. Jika terdapat lebih banyak yang diundi daripada kolom, maka kualifikasinya (babak
awal) harus dilaksanakan sesuai jumlah orang yang ikut sehingga jumlah kolom berikutnya
sesuai dengan yang diinginkan.

3.6.1.2. Bye harus sedapat mungkin dapat dibagi rata sepanjang babak pertama, yang juga
ditempatkan terlebih dahulu pada seeded sesuai dengan urutan seeded.

3.6.1.3. Pemain harus diundi dan sedapat mungkin merata diantara dua bagian kolom/entry,
per-empat, per-delapan atau per-enam belas dari undian, sesuai kelayakan jumlahnya.

3.6.2. Penempatan Seeded dengan Ranking

3.6.2.1. Pemain yang memiliki peringkat paling tinggi harus dipisahkan sehingga tidak
bertemu sebelum babak akhir.

3.6.2.2. Jumlah kolom/entry yang diseeded tidak boleh melebihi jumlah kolom/entry pada
babak awal tiap kejuaraan.

3.6.2.3. Kolom nomor/ranking 1 harus ditempatkan di bagian atas dan ranking 2 ditempatkan
di bagian bawah dari 2 bagian kolom/seeded, tetapi yang lainnya ditempatkan berdasarkan
undian pada kolom yang ditentukan seperti :

3.6.2.3.1. Kolom yang ditempati ranking 3 dan 4 harus diundi untuk ditempatkan pada bagian
bawah dan bagian atas dari masing-masing 2 bagian besar kolom (pertengahan).

3.6.2.3.2. Kolom yang ditempati ranking 5 s/d 8 harus diundi diantara nomor ganjil pada
perempat bagian bawah dan nomor genap pada perempat bagian atas yang masing-masing
bagian terlebih dahulu dibagi 2 (1/4 bagian dari keseluruhan).

3.6.2.3.3. Kolom yang ditempati ranking 9 s/d 16 harus diundi diantara nomor ganjil pada
perdelapan bagian bawah dan diantara nomor genap pada perdelapan bagian atas (pada
masing-masing per-delapan bagian).

3.6.2.3.4. Kolom yang ditempati ranking 17 s/d 32 harus diundi diantara nomor ganjil pada
perenambelas bagian bawah dan nomor genap pada perenambelas bagian atas (pada masing-
masing per-enam belas bagian).

3.6.2.4. Pada kejuaraan beregu yang menggunakan sistem gugur, hanya regu yang memiliki
ranking tertinggi dari asosiasinya yang boleh di seeded.

3.6.2.5. Penempatan seeded berdasarkan ranking harus mengikuti urutan yang ditetapkan
terakhir oleh ITTF, kecuali bahwa

3.6.2.5.1. apabila seluruhnya layak untuk diseeded berasal dari benua yang sama maka daftar
ranking terakhir yang dibuat oleh federasi tersebut harus diutamakan.

3.6.2.5.2. apabila seluruh kolom yang diseeded berasal dari asosiasi yang sama maka daftar
ranking yang dibuat oleh asosiasi tersebut diutamakan.

3.6.3. Penempatan Seeded Berdasarkan Unggulan Asosiasi

3.6.3.1. Pemain dan pasangan yang diusulkan dari asosiasi yang sama, sedapat mungkin,
harus dipisahkan, sehingga mereka tidak bertemu sebelum babak akhir.

3.6.3.2. Asosiasi harus membuat daftar urutan para pemain dan pasangan berdasarkan
ranking mereka, dimulai dari pemain yang mana saja termasuk yang terdaftar untuk diseeded
berdasarkan daftar urutan tersebut.

3.6.3.3. Kolom/entry untuk ranking 1 dan 3 harus diundi untuk ditempatkan pada kolom
setengah bagian atas dan setengah bagian bawah dan ranking 3 dan 4 kedalam perempat
bagian kolom yang tidak ditempati oleh ranking 1 dan 2.

3.6.3.4. Kolom/entry untuk ranking 5-8 harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian
perdelapan kolom yang tidak ditempati ranking III dan IV.

3.6.3.5. Kolom/entry untuk ranking 9-16 harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian
per-enambelas kolom yang tidak ditempati ranking sebelumnya dan seterusnya, hingga
seluruh kolom terisi.

3.6.3.6. Pasangan/ganda putra dan putri yang berasal dari asosiasi yang berbeda
diperhitungkan kepada asosiasi yang memiliki ranking dunia tertinggi, jika tidak berdasar
ranking dunia, maka berdasar ranking benua, jika pemain tidak juga terdaftar dalam ranking
benua, maka ditentukan berdasar ranking tim lebih tinggi diantara mereka pada kejuaraan
dunia.

3.6.3.7. Ganda campuran yang berasal dari asosiasi yang berbeda harus diperhitungkan
berdasarkan ranking asosiasi pemain putranya.

3.6.3.8. Sebagai alternative, tiap pemain pasangan yang berasal dari asosiasi yang berbeda
dapat dijadikan satu pasangan dari kedua asosiasi tersebut.

3.6.3.9. Pada babak pendahuluan/kualifikasi, kolom yang diisi oleh pemain yang berasal dari
asosiasi yang sama, hingga masuk pada jumlah kualifikasi group, harus diundi kedalam group
yang berbeda, sedapat mungkin, tidak berdekatan hingga kualifikasinya terpisah sesuai
dengan prinsip pada 3.6.3.3-5.

3.6.4. Perubahan-perubahan

3.6.4.1. Undian yang telah selesai hanya dapat diubah atas persetujuan panitia penyelenggara
yang berwenang dan, bila sesuai, persetujuan dari wakil asosiasi yang bersangkutan.

3.6.4.2. Hasil undian hanya dilakukan untuk memperbaiki kesalah-pahaman penempatan dan
penerimaan kolom/entry, untuk memperbaiki ketidak-seimbangan undian yang sangat
menyolok, seperti dalam 3.6.5, atau untuk melengkapi pemain/pasangan seperti dalam 3.6.6.

3.6.4.3. Tidak boleh ada perubahan yang dibuat pada undian yang pertandingannya telah
dimulai selain penghapusan seperlunya; tujuan ketentuan ini adalah bahwa kualifikasi suatu
kompetisidapat dianggap sebagai pertandingan yang berbeda.

3.6.4.4. Seorang pemain tidak boleh dihapus dari undian tanpa persetujuannya, kecuali ia
didiskualifikasi; persetujuan tersebut disampaikan oleh yang bersangkutan atau wakilnya
yang berwenang.

3.6.4.5. Suatu pasangan ganda tidak dapat diubah jika keduanya hadir dan siap untuk
bermain, kecuali seorang diantaranya mengalami cedera, sakit, atau absen, maka dapat
diterima sebagai dasar perubahan.

3.6.5. Undian Ulang

3.6.5.1. Kecuali seperti dalam 3.6.4.2, 3.6.4.5., dan 3.6.5.2., pemindahan penempatan seorang
pemain dalam undian tidak dibenarkan dengan alasan apapun menyebabkan tidak seimbang
dan bila dimungkinkan undian diulang.

3.6.5.2. Pengecualian, bilamana terjadi ketidak-seimbangan akibat tidak hadirnya pemain/
pasangan yang diseeded pada undian yang sama, pemain lainnya yang diseeded hanya boleh
dihitung ulang sesuai dengan urutan rankingnya dan diundi ulang menyebar pada tempat
yang diseeded, sebagai pertimbangan bahwa sejauh persyaratan seeded tersebut oleh asosiasi
unggulan.

3.6.6. Tambahan

3.6.6.1. Pemain yang tidak termasuk dalam undian dapat ditambahkan kemudian, menjadi
keputusan panitia yang berwenang dan berdasarkan persetujuan referee.

3.6.6.2. Setiap kekosongan pada tempat yang diseeded harus diisi terlebih dahulu,
berdasarkan urutan ranking, melalui undian untuk pemain/pasangan baru yang terkuat.;
pemain/pasangan lainnya harus diundi untuk mengisi kekosongan akibat absennya pemain
tersebut dan kemudian kedalam bye selain pemain/pasangan yang berhadapan dengan yang
di-seeded.

3.6.6.3. Setiap pemain/pasangan yang telah diseeded dalam ranking, jika mereka telah
termasuk dalam undian sesungguhnya dapat diundi ulang mengisi tempat seeded yang
kosong.


3.07 ORGANISASI PENYELENGGARAAN

3.7.1. Wewenang

3.7.1.1. Sepanjang masih berhubungan dengan konstitusi, setiap organisasi memiliki
wewenang/dapat menyelenggarakan kejuaraan terbuka, turnamen yang sifatnya invitasi atau
terbatas dalam wilayahnya atau dapat juga menyelenggarakan pertandingan internasional.

3.7.1.2. Suatu asosiasi, dalam musim apa saja, dapat memprogramkan satu kejuaraan terbuka
senior, satu junior, satu veteran sama seperti menyelenggarakan kejuaraan terbuka
internasional senior dan junior atau veteran ; seorang pemain dapat mengikuti kejuaraan
tersebut dengan persetujuan asosiasinya, tetapi persetujuannya dapat ditolak dengan alasan
yang masuk akal.

3.7.1.3. Pemain yang asosiasinya termasuk dalam keanggotaan ITTF, ketika bertanding
secara internasional, hanya dapat ikut dalam event ITTF, event yang diakui oleh ITTF dan
event yang terdaftar pada ITTF yang didaftarkan oleh asosiasi nasionalnya, demikian juga
pada event yang diakui ITTF yang didaftarkan melaluimasing-masing Komite Olipiade
Nasional-nya atau Komite Nasional Paralimpik. Partisipasi pada tipe event lainnya hanya
dapat diijinkan dengan seizin dari asosiasi nasionalnya atau ITTF; izin kepada pemain
dianggap diberikan jika tidak mengandung pemberitahuan yang spesifik atau yang umum
dibuat oleh asosiasi nasionalnya atau ITTF yang menolak izin untuk berpartisipasi pada suatu
event atau seri pada suatu event.

3.7.1.4. Satu pemain atau tim tidak boleh ikut kompetisi internasional jika yang bersangkutan
mendapat sanksi pelarangan oleh Asosiasinya atau Federasi Benuanya.

3.7.1.5. Tidak satupun kejuaraan dapat menggunakan nama dunia (Kejuaraan Dunia) tanpa
persetujuan dari ITTF, dan demikian juga kejuaraan tingkat benua tanpa persetujuan dari
federasi benua yang berhak.

3.7.2 Perwakilan

3.7.2.1. Perwakilan dari seluruh asosiasi yang pemainnya berpartisipasi padaKejuaraan
Terbuka Internasional harus diberi hak untuk mengikuti undian dan diberi penjelasan tentang
setiap perubahan yang sehubungan dengan undian atau setiap keputusan banding yang dapat
mempengaruhi pemainnya secara langsung.

3.7.3 Pendaftaran

3.7.3.1. Formulir pendaftaran untuk Kejuaraan Tebuka Internasional harus telah dikirim
kepada seluruh asosiasi paling lambat 2 bulan sebelum kejuaraan dimulai dan paling lambat 1
bulan sebelum tanggal terakhir pendaftaran.

3.7.3.2. Seluruh pendaftaran yang diajukan oleh asosiasi untuk kejuaraan terbuka harus
diterima kecuali penyelenggara memiliki wewenang untuk menentukan pendaftaran tersebut
untuk kualifikasi kejuaraan; dalam keputusan ini penyelenggara harus memperhatikan daftar
ranking dari ITTF dan juga Benuanya dan setiap susunan ranking pada formulir yang
dinominasikan oleh asosiasinya.

3.7.4. Kejuaraan/Event

3.7.4.1. Kejuaraan terbuka Internasional harus mencakup tunggalputera dan puteri, ganda
putera dan puteri, dan boleh dengan ganda campuran dan kejuaraan internasional beregu yang
mewakili asosiasinya.

3.7.4.2. Pada jenis kejuaraan dunia, secara berurutan, event (kelompok) Remaja harus
dibawah 21 tahun, Junior dibawah 18 tahun, dan Kadet dibawah 15 tahun, setelah tanggal 31
Desember sebelum tahun pelaksanaan kejuaraan (per-1 Januari) pada pada tahun
penyelenggaraan). Limit usia ini juga diperuntukkan bagi kompetisi yang lainnya.

3.7.4.3. Disarankan agar pertandingan beregu pada Kejuaraan Terbuka Internasional
dipertandingkan sesuai dengan salah satu sistem yang dikhususkan dalam 3.7.6; pendaftaran
atau prospektusnya harus mencantumkan sistem mana yang akan digunakan.

3.7.4.4. Nomor pertandinganperorangan dapat dipertandingkan dengan sistem gugur, tetapi
pertandingan beregu dan babak penyisihan pada perorangan dapat dipertandingkan dengan
sistem gugur atau dengan group/pool.

3.7.5. Kejuaraan dengan pembagian Group/Pool.

3.7.5.1. Dalam group/pool atau kejuaraan dengan sistem Round Robin, seluruh pemain
dalam group harus bertanding satu sama lain dan mendapatkan nilai 2 (match point) untuk
yang menang, 1 untuk yang kalah, dan 0 untuk yang tidak bertanding (WO) atau tidak selesai
bertanding/mengundurkan diri; urutan pemenang harus terlebih dahulu ditentukan oleh nilai
pertandingan (match point) yang diraih. Jika seorang pemain tidak memenuhi ketentuan
setelah suatu pertandingan selesai dengan alasan apapun, pemain tersebut dinyatakan kalah
pada pertandingan tersebut, yang kemudian dihitung sebagai kalah dalam hal tidak selesai
bertanding (WO).

3.7.5.2. Jika 2 atau lebih anggota/pemain dalam group mendapat nilai pertandingan sama,
pemenang/urutan mereka ditentukan oleh hasil pertandingan diantara mereka, dengan
mempertimbangkan, secara beturut-turut nilai pertandingan, rasio nilai skor menang dibagi
nilai kalah dari tiap-tiap individu (pada pertandingan beregu), jumlah gamedan poin, sejauh
hal tersebut dibutuhkan untuk menentukan urutan.

3.7.5.3. Jika dalam setiap tahapan perhitungan, posisi/urutan salah satu atau lebih anggota
dalam group telah ditentukan, sementara yang lain masih sama, penilaian hasil pertandingan
bagi mereka harus dikecualikan dari perhitungan lanjutan yang diperlukan untuk menentukan
kesamaan yang sehubungan dengan prosedur 3.7.5.1 dan 3.7.5.2.

3.7.5.4. Jika tidak dimungkinkan untuk menentukan kesamaan melalui cara/media seperti
dalam prosedur 3.7.5.1-3, posisi/urutannya ditentukan oleh undian/tos.

3.7.5.5. Bila tidak disyahkan oleh juri, jika satu pemain diunggulkan ke final pada
pertandingan di group, maka ditempatkan pada posisi diantara urutan 1 dan 2, dan jika ada 2
diunggulkan ke final maka ditempatkan diantara pemain urutan no 2 dan 3 dan seterusnya.

3.7.6 Sistem Pertandingan Beregu

3.7.6.1 5 pertandingan terbaik (New Swaythling Cup System, 5 tunggal)

3.7.6.1.1. Setiap tim/regu harus terdiri dari 3 pemain.

3.7.6.1.2. Susunan permainan

1) A v X

2) B v Y

3) C v Z

4) A v Y

5) B v X.

3.7.6.2. 5 pertandingan terbaik (Corbillon Cup System, 4 tunggal dan 1 ganda)

3.7.6.2.1. Setiap tim/regu terdiri dari 2, 3, atau 4 pemain.

3.7.6.2.2. Susunan permainan

1) A v X

2) B v Y

3) Ganda

4) A v Y

5) B v X.

3.7.6.2.3 Pada Tenis Meja event untuk Para, susunan pemain dapat seperti pada 3.7.6.2.2
kecuali pada Gandanya dapat dipertandingkan terakhir.

3.7.6.3. 5 pertandingan terbaik (Olympic System, 4 tunggal dan 1 ganda)

3.7.6.3.1. Satu tim/regu harus terdiri dari 3 pemain; tiap pemain bertanding maksimal 2 kali
pertandingan perorangan (dalam pertandingan tim/regu tersebut).

3.7.6.3.2. Susunan permainan

1) A v X

2) B v Y

3) Ganda C & A atau B v Z & X atau Y

4) A atau B v Z

5) C v X atau Y.

3.7.6.4. 7 pertandingan terbaik ( 6 tunggal dan 1 ganda)

3.7.6.4.1. Setiap tim terdiri dari 3, 4, atau 5 pemain.

3.7.6.4.2. Susunan permainan

1) A v Y

2) B v X

3) C v Z

4) Ganda

5) A v X

6) C v Y

7) B v Z.

3.7.6.5. 9 pertandingan terbaik ( 9 tunggal)

3.7.6.5.1 Setiap tim harus terdiri 3 pemain.

3.7.6.5.2 Susunan permainan

1) A v X

2) B v Y

3) C v Z

4) B v X

5) A v Z

6) C v Y

7) B v Z

8) C v X

9) A v Y.

3.07.07. Prosedur Pertandingan Beregu

3.07.07.01. Seluruh pemain merupakan pilihan dari yang dinominasikan untuk kejuaraan
tersebut.

3.07.07.02. Nama-nama kapten tim, baik bermain ataupun tidak, harus disampaikan kepada
wasit sebelum pertandingan dimulai.

3.07.07.03. Sebelum suatu regu bertanding, regu tersebut harus memilih A,B,C atau X,Y,Z.
terlebih dahulu melalui undian dan kapten tim harus menandatangani dan menyerahkan
formulir isian nama-nama pemainnya ke referee atau wakilnya.

3.07.07.04. Nama-nama pemain ganda tidak mesti disampaikan sampai giliran mereka
bertanding.

3.07.07.05. Suatu tim dinyatakan menang apabila telah memenangkan mayoritas
pertandingan dari keseluruhannya.

3.07.08. Hasil

3.07.08.01. Asosiasi penyelenggara harus mengirimkan hasil lengkap, termasuk skor kecil
dari tiap Kejuaraan Internasional Terbuka dan tingkat Benua, dan hasil babak akhir kejuaraan
nasional ke Sekretariat ITTF dan ke Sekretariat Federasi Benua paling lambat 7 hari setelah
penyelenggaraan berakhir.

3.07.09. Televisi dan Penyiaran

3.07.09.01. Selain Kejuaraan Dunia, Olimpiade atau Paralimpik, dan tingkat Benua, siaran
televisi hanya dapat dilakukan berdasarkan persetujuan dari wilayah asosiasi
penyelenggaraan.

3.07.09.02. Keikutsertaan pada kejuaran internasional memungkinkan adanya izin dari
asosiasi sebagai pengawasan terhadap pemain pendatang dalam siaran televisi pada
Kejuaraan Dunia, Olympiade atau Paralimpik, dan Benua, izin tersebut diperkirakan untuk
tempat penyiaran, baik langsung maupun ulangan, selama kejuaraan berlangsung atau dalam
masa 1 bulan setelah kejuaraan.

3.07.09.03. Semua penyiaran/penyaluran event ITTF (semua kategori)harus mengacu kepada
proses sertifikasi penyiaran ITTF dan Biaya Sertifikasi Penyiaran, sejak 1 Juni 2011,
dibebankan kepada pemegang hak siar dari event tersebut.


3.08 PERSYARATAN INTERNASIONAL

3.08.01 Persyaratan untuk kejuaraan olimpiade dijelaskan terpisah pada pasal 4.05.01. dan
ketentuan dalam kejuaraan Paralimpik diatur secara terpisah oleh IPC dan 4.06.01;peraturan
tambahan yang diperuntukkan pada event Dunia (4.01.03, 4.02.03, 4.03.06, 4.04.03).

3.08.02 Seorang pemain dianggap mewakili suatu asosiasi bila dia diterima menjadi nominasi
dari asosiasi tersebut dan secara berturut-turut berpartisipasi pada sebuah kompetisi seperti
yang dijelaskan pada 3.01.02.03 atau kejuaraan regional selain dari pertandingan perorangan
pada kejuaraan terbuka internasional (efektif 1 Juli 2012).

3.08.03 Seorang pemain dapat mewakili asosiasinya bila dia warga negara pada asosiasinya,
kecuali bila pemain tersebut secara sah mewakili suatu asosiasi yang bukan warga negara
asosiasi sehubungan dengan peraturan sebelumnyadapat mengacu pada persyaratan ini.

3.08.03.01 Bilamana beberapa pemain terdaftar pada lebih dari 1 asosiasi namun memiliki
kewarganegaraan yang sama, jika oleh karena tempat kelahirannya atau penduduk pada
daerah yang dikontrol oleh asosiasi tersebut, maka seorang pemain hanya dapat mewakili
salah satu asosiasi tersebut.

3.08.03.02 Seorang pemain yang boleh mewakili lebih dari 1 asosiasi berhak memilih
asosiasi mana yang relevan akan diwakilinya.

3.08.04 Seorang pemain dapat mewakili Federasi Benuanya (1.18.01) untuk ikut tim benua
jika yang yang bersangkutan benar-benarwakildariasosiasi dari Federasi Benuanya
sehubungan dengan 3.08.03.

3.08.05 Seorang pemain tidak boleh mewakili asosiasi yang berbeda dalam kurun waktu 3
tahun.

3.08.06 Suatu asosiasi dapat menominasi seorang pemain dalam daerah binaannya (1.21)
untuk mengikuti event perorangan pada kejuaraan terbuka internasional yang mungkin
dimasukkan dalam publikasi ITTF seperti daftar ranking dunia akan tetapi hal ini tidak
termasuk suatu alasan untukpersyaratan pemain tersebut mewakili asosiasi yang diinginkan
sehubungan dengan 3.08.02.

3.08.07 Seorang pemainatau asosiasinya harus, jika diminta oleh referee, menyiapkan bukti
dokumen keabsahan dan paspornya.

3.08.08 Setiap banding mengenai tafsiran/pertanyaan dari suatu persyaratan harus ditujukan
kepada komisi keabsahan yang terdiri dari komisi eksekutif, ketua peraturan dan komisi
ranking serta ketua Komisi Atlet yang keputusannya adalah final.