Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR

FISIKA TERPADU
(AKKC 473)











DOSEN PEMBIMBING :
Drs. Zainuddin, M.Pd




DISUSUN OLEH :
Herna Mastika
(A1C411051)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2014

1. ELEKTROLISIS
Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah
dilaliri oleh arus listrik searah. Sedangkan sel di mana terjadinya reaksi tersebut
disebut sel elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan
listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai katoda.
Pada elektrolisis, katoda bermuatan negatif, sedangkan anoda bermuatan positif.
1. Komponen-komponen penyusun sel elektrolisis yaitu:
sumber listrik yang menyuplai arus listrik searah (DC). Contohnya baterai.
Katoda, yakni elektroda dimana reaksi reduksi terjadi. Karena elektron
didorong oleh kutub negatif dari sumber listrik, maka katoda menjadi
bermuatan negatif (-).
Anoda, yakni elektroda dimana reaksi oksidasi terjadi. Karena elektron dai
anoda ditarik oleh kutub positif dai smber listrik, maka anoda bermuatan
positif (+).
Elektrolit, yakni zat yag dapat menghantar listrik yang akan diurai dalam sel
elektrolisis.
2. Ciri-ciri elektrolisis:
Reaksi yang terjadi berupa reaksi Redoks
Reaksi reduksi terjadi di katode dan reaksi oksidasi terjadi di Anode (KRAO)
Katode merupakan kutub negatif, sedagkan Anoda merupakan kutub positif
(KNAP)
Perubahan energi yang terjadi dari energi listrik menjadi energi kimia.
Reaksi terjadi secara tidak spontan dan berlangsung dengan bantuan energi
listrik dari luar berupa baterai atau aki.
Secara umum prinsip kerja elektrolisis ini dimanfaatkan daam pemurnian
logam, penyepuhan logam,dan produksi zat. Contoh pemurnian logam dalam industri
diantaranya pemurnian tembaga. Penyepuhan logam digunakan pada lapisan logam
yang mudah mengalami korosi dengan logam yang tahan korosi misalnya pelapisi
besi dengan seng, tembaga dengan emas. Pada produksi zat, NaCl bnyak digunakan
sebagai elektrolit dan menghasilkan klor, logam Na, NaoH. Elektrolisis larutan NaCl
dalam industri menggunakan sel diafragma dan sel Down.
Prinsip dasar elektrolisis berlawanan dengan sel volta, yakni proses elektrolisis,
mengubah energi listrik menjadi energi kimia. reaksi elektrolisis merupakan reaksi
tidak spontan karena melibatkan energi listrik dari luar. reaksi elektrolisis
berlangsung di dalam sel elektrolisis yang terdiri dari 1 jenis larutan/leburan elektrolit
dan memiliki 2 macam elektroda yaitu:
1. elektroda negatif (-) atau katode : elektroda yang dihubungkan dengan katoda
dengan kutub negatif sumber arus listrik.
2. elektroda positif (+) atau anode : elektroda yang dihubungkan dengan katoda
dengan kutub positif sumber arus listrik
Sedangkan persamaan sel elektrolisis dengan sel volta yakni pada katoda terjadi
reaksi reduksi pada anoda terjadi reaksi oksidasi Reaksi elektrolisis dalam larutan
elektrolit berlangsung lebih kompleks, spesi yang bereaksi belum tentu kation atau
anionnya. Tetapi mungkin bisa air atau elektrodanya. Reaksi di katoda bergantung
pada jenis kation.
Hukum Faraday
Michael Faraday menemukan hubungan kuantitas antara massa zat yang
dibebaskan/dihasilkan
dengan jumlah listrik yang digunakan selama elektrolisis berlangsung. Penemuan itu
disimpulkan dalam 2 hukum sebagai berikut. Hukum Faraday I: untuk massa zat yang
dihasilkan pada elektrolisis (G) berbanding lurus dengan jumlah listrik yang digunakan (C)
Hukum Faraday II : apabila dua sel atau lebih dialiri arus listrik dalam jumlah yang sama
maka berbandingan massa zat-zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalen zat-zat
tersebut.
Secara umum prinsip kerja elektrolisis ini dimanfaatkan dalam pemurnian logam,
penyepuhan logam dan produksi zat. Contoh pemurnian logam dalam industri diantaranya
pemurnian tembaga. Penyepuhan logam digunakan pada pelapisan logam yang mudah
mengalami korosi dengan logam yang tahan korosi misalnya melapisi besi dengan seng,
tembaga dengan emas. Pada produksi zat, NaCl banyak digunakan sebagai elektrolit dan
menghasilkan klor, logam Na, NaOH. Elektrolisis larutan NaCl dalam industri menggunakan
sel diafragma dan sel Down.

2. PRINSIP KERJA ELEMEN VOLTA
Alessandro Volta (1745 1827) menemukan bahwa pasangan logam tertentu
dapat membangkitkan GGL, gaya gerak listrik ini menyebabkan arus listrik mengalir
dalam suatu rangkaian. Pasangan logam tersebut adalah Cu (tembaga) dan Zn (seng).
Sumber tegangan pertama yang dapat mengalirkan arus listrik cukup besar adalah
elemen Volta. Tegangan yang dihasilkan adalah 1,5 V. H2SO4 (asam sulfat) yang
dipakai sebagai elektrolit akan terdisosiasi menjadi H+ dan SO4-2. Energi yang
diperlukan untuk menggerakkan elektron-elektron dari elektroda Zn ke elektroda Cu
dan jumlah energi per satuan muatan yang tersedia dari elemen Volta dinyatakan
dalam satuan volt atau joule per coulomb.

Gambar Ilustrasi Elemen Volta dalam Bejana Berisi asam sulfat encer
Elemen Volta adalah elemen basah yang terdapat pada akumulator atau biasa disebut
ACCU/AKKI. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :
Reaksi antara larutan asam sulfat encer dengan seng mengakibatkan
lempengan seng bermuatan negatif (seng mengambil elektron dari larutan
asam sulfat, potensial seng negatif). karena larutan kekurangan elektron maka
larutan mengambil elektron dari batang tembaga, sehingga kekurangan
elektron (bermuatan positif potensial positif).
Adanya beda potensial antara ujung tembaga dan ujung seng menyebabkan
aliran elektron dari seng ke tembaga melalui kawat penghantar penghubung
kedua kutub tersebut.
Aliran muatan listrik dalam larutan akan terganggu karena adanya reaksi
kimia pada saat perpindahan elektron dan ini terlihat antara lain dengan adanya
gelembung gas yang menutupi lempeng tembaga sehingga dalam waktu singkat
aliran listrik terhenti.
Namun terdapat kelemahan, yaitu terjadi polarisasi pada batang tembaga.
Polarisasi yaitu timbulnya gelembung-gelembung gas H2 pada kutub +. Adanya
gelembung-gelembung ini dikarenakan gas hidrogen tidak dapat bersenyawa dengan
Cu, akibatnya menghalangi jalannya aliran listrik sehingga lampu tidak menyala.
Sebagai kutub positif (anoda) dalam elemen Volta adalah Cu sedangkan Zn sebagai
kutub negatif (katoda)dan H2SO4 encer sebagai larutan elektrolit yang berakibat
terdisosiasi menjadi ion 2H+ dan SO42-.