Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehamilan adalah suatu krisis maturasi yang dapat
menimbulkan stress, tetapi berharga karena wanita tersebut menyiapkan diri
untuk memberi perawatan dan mengemban tanggung jawab yang lebih
besar. Seiring persiapannya untuk menghadapi peran baru, wanita tersebut
mengubah konsep dirinya supaya ia siap menjadi orang tua. Secara
bertahap, ia berubah dari seseorang yang bebas dan berfokus pada diri
sendiri menjadi seorang yang seumur hidup berkomitmen untuk merawat
seorang individu lain. Pertumbuhan ini membutuhkan penguasaan tugas
tugas perkembangan tertentu: menerima kehamilan, mengidentifikasi peran
ibu antara dirinya dan pasangannya, membangun hubungan dengan anak
yang belum lahir, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pengalaman
melahirkan (Rubin, 1967; Lederman, 1984; Stainton, 1985).
Pada trimester III, calon ibu akan semakin peka perasaannya.
Tingkat kecemasan ibu akan semakin meningkat. Calon ibu akan lebih
sering mengelus-elus perutnya untuk menunjukkan perlindungannya kepada
janin, senang berbicara kepada janin, terutama ketika janin berubah posisi.
Banyak calon ibu yang sering berkhayal atau bermimpi tentang apabila hal-
hal negatif akan terjadi kepada bayinya saat melahirkan nanti. Oleh karena
itu pelayanan asuhan keperawatan merupakan cara penting untuk memonitor
dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan
kehamilan normal.

1.2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud dengan kehamilan trimester III?
2) Bagaimanakah pertumbuhan dan perkembangan janin pada kehamilan
trimester III?
3) Apa sajakah tanda subjektif dan objektif kehamilan pada trimester III?
2

4) Bagaimanakah adaptasi kehamilan pada ibu hamil trimester III?
5) Bagaimanakah perubahan psikologis ibu dan ayah pada kehamilan
trimester III?
6) Bagaimanakah kebutuhan pengetahuan bagi orang tua pada kehamilan
trimester III dan kelahiran bayi?
7) Apa saja reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester
III?
8) Apa saja kemungkinan komplikasi pada kehamilan trimester III?
9) Bagaimanakah proses keperawatan pada ibu hamil trimester III?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Adapun penulis menyusun makalah ini bertujuan untuk
memperoleh pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan pada Ibu
Hamil Trimester III.
1.3.2 Tujuan Khusus
1) Mengetahui dan menjelaskan pengertian kehamilan trimester III.
2) Mengetahui dan menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan
janin pada kehamilan trimester III.
3) Mengetahui dan menjelaskan tanda subjektif dan objektif
kehamilan pada trimester III.
4) Mengetahui dan menjelaskan adaptasi kehamilan pada ibu hamil
trimester III.
5) Mengetahui dan menjelaskan perubahan psikologis ibu dan ayah
pada kehamilan trimester III.
6) Mengetahui dan menjelaskan kebutuhan pengetahuan bagi orang
tua pada kehamilan trimester III dan kelahiran bayi.
7) Mengetahui dan menjelaskan reaksi kognitif dan emosional ibu
pada kehamilan trimester III.
8) Mengetahui dan menjelaskan komplikasi pada kehamilan
trimester III.
3

9) Mengetahui dan menjelaskan proses keperawatan pada ibu hamil
trimester III.

1.4 Manfaat
Diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan
pengetahuan serta wawasan kepada pembaca tentang asuhan keperawatan
pada ibu hamil trimester III, dan dapat di gunakan sebagai penunjang proses
belajar mengajar khususnya untuk mahasiswa jurusan keperawatan.













4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kehamilan Trimester III
Kehamilan trimester III merupakan umur kehamilan antara 28-
42 minggu (Kapita Selekta kedokteran, hal: 253).
Kehamilan trimester III yaitu umur kehamilan dari bulan ke 7-9
bulan (Pelayanan Kesehatan Maternal neonatal, hal: 89).
Kehamilan trimester III adalah umur kehamilan antara 28-40
minggu (Sinopsis obstetri Jilid 1, hal: 43).
Merupakan waktu mempersiapkan kelahiran dan kedudukan
sebagai orang tua, seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi,
sehingga disebut juga sebagai periode penantian (Perawatan Ibu Hamil, hal:
73).

2.2 Pertumbuhan dan perkembangan janin pada kehamilan trimester III
Janin tumbuh lebih pesat dan perkembangan fungsi organ mulai terjadi.
1. Minggu 28 31
Lemak sub kutan disimpan
Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory distress
syndroma (RSD) dapat terjadi.
2. Minggu 32 36
Berat janin menetap
Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala
Kuku jari tumbuh
Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir dalam
minggu-minggu ini
3. Minggu 37 40
Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi
menggumpal
5

Kuku jari tangan dan kaki terbebtuk sempurna dan melampaui ujung
jari tangan dan kaki
Testis turun ke arah scrotum
Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian tubuh
(Depkes RI, 1993)

2.3 Tanda subjektif dan objektif kehamilan pada trimester III
1. Tanda Subjektif
a. 29-33 minggu
- fatigue
- ansietas tentang masa depan
- mimpi buruk
- penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik
b. 34-38 minggu
- sakit punggung, perubahan gaya berjalan
- ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan
- perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen
c. sebelum kelahiran
- lightening atau tanda dini dimulainya persalinan
- sakit perut bagian bawah
2. Tanda Objektif
a. 29-33 minggu
- rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus
hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus
- kontaraksi Braxton-Hick (kontraksi tidak teratur rahim dan
tanpa nyeri sepanjang kehamilan sehingga dapat membantu
sirkuladsi darah dalam plasenta) mungkin terjadi
- fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid


6


b. 34-38 minggu
Peningkatan sesak napas dan tanda tekanan lain (heartburn, merasa
penuh setelah makan, konstipasi, varicose veins, edema,
haemoroid)
- Heartburn (pirosis, nyeri dada)
Pirosis merupakan perasaan nyeri di dada, karena masuknya isi
lambung ke dalam esophagus bagian bawah. Keluhan sering
ditemukan dalam kehamilan, terutama dalam posisi tengkurap
atau menelan suatu makanan tertentu atau obat.
- Konstipasi
Konstipasi sering terjadi dan disebabkan oleh penurunan
motilitas usus sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk
menyerap cairan. Demikian pula usus dapat saling berdesakan
akibat tekanan dari uterus yang membesar
- Vena varikosa (varicose veins)
Vena varikosa (varicose veins) mengakibatkan lemahnya
dinding vena atau cacatnya fungsi katup. Sirkulasi yang buruk
di ekstremitas bawah merupakan predisposisi wanita terkena
vena varikosa (varicose veins) di kaki dan paha juga lamanya
berdiri atau duduk. Penatalaksanaan dengan metode
pembedahan dan injeksi tidak dianjurkan selama kehamilan.
- Edema kaki
Sebagian besar wanita menunjukkan edema pada kaki di akhir
kehamilan, karena peningkatan kesulitan pengembalian darah
vena dari ekstremitas bawah. Lamanya duduk dan udara yang
panas meningkatkan terjadinya edema. Edema kaki menjadi
perhatian ketika disertai hipertensi atau proteinuria
- Haemoroid (wasir)
Haemoroid dapat menonjol keluar anus. Wasir yang kecil
kadang tidak menimbulkan keluhan, sedang yang besar sering
7

menimbulkan keluhan bahkan dapat menimbulkan komplikasi
hebat, yaitu rasa nyeri, serta perdarahan pada saat buang air,
serta ada sesuatu yang keluar dari anus
c. Sebelum kelahiran
Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin masuk
kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan.
(Dickason, 1997)

2.4 Adaptasi kehamilan pada ibu hamil trimester III
1. Tugas Perkembangan Selama Kehamilan
Tugas terakhir di minggu terakhir adalah pengakhiran
kehamilan dan untuk melahirkan bayinya. Dia harus mempersiapkan
fase letting go dari kehamilan dan semua penyatuan perasaan dan
kreatifitas, proses perpisahan dengan janin. Sadar atau tidak sadar
ketakutan mutilasi, kematian selalu muncul pada waktu ini. Antisipasi
kecemasan merupakan hal yang normal dan sehat.
Selama kehamilan, tingkat ketergantungan kebutuhan
meningkat, puncaknya pada trimester ketiga, selama persalinan dan
periode asuhan kehamilan. Seorang ibu yang sedang hamil harus
memelihara dirinya sendiri sehingga dia dapat merawat bayinya.
Seorang laki-laki juga merasa kebutuhannya meningkat, terutama untuk
seorang ynag dapat dipercaya untuk merawat bayinya, karena ibu yang
sedang mengandung lebih banyak introspektif dengan kemajuan
kehamilannya. Anggota keluarga seharusnya mengingatkan, khususnya
pada periode ini.
Hampir semua ibu hamil menunjukkan kebutuhan yang
sama pada trimester ketiga walaupun berbeda latar belakang, tingkat
pendidikan, dan pengalaman seorang wanita memusatkan perhatian
pada bayinya, proses kelahiran, perubahan fisik dan emosional.


8


Ekspresi pada trimester tiga ini antara lain:
a. Kesehatan bayi (pertanyaan tentang kecacatan bayi, tanda
kesehatan bayi, bagaimana pengaruh kelahiran bagi bayi, efek obat
dan anestesi)
b. Biaya kelahiran bayi (rumah sakit, pengeluaran alat)
c. Proses persalinan dan kelahiran (nyeri, ketakutan, salah paham,
ketika ada di rumah sakit)
d. Keluarga (bagaimana penerimaan anak yang lain dengan kehadiran
bayi, bagaimana perencanaan selama dirumah sakit, bagaimana
pasangan merespon bayi)
2. Harapan-Harapan Yang Terkandung Dalam Tugas Seorang Ayah
Pada saat trimester tiga, seorang ayah lebih memusatkan
perhatian kepada kedatangan bayi. Seorang ayah mungkin lebih enggan
untuk datang pada kelas pendidikan kelahiran bayi atau mendengar
rencana atau ide tentang bayi berulang-ulang. Seorang ayah mungkin
akan mengecat ruang bayi atau menata ulang perabotanya.
Seperti seorang ibu, seorang ayah juga mengungkapkan
peningkatan kecemasan kelahiran bayi yang semakin dekat. Dia
mungkin takut dengan kesehatan pasangannya dan kesehatan bayinya.
Bantuan yang dapat dilakukan pada proses ini antara lain support dan
pengakuan pencapaian hasil.
(Dickason, 1997)

2.5 Perubahan psikologis ibu dan ayah pada kehamilan trimester III
1. Perubahan psikologis pada ibu
Kehamilan merupakan suatu kondisi perubahan body image
dan juga mengharuskan mengulang hubungan sosial dan perubahan
peran anggota keluarga. Bagaimanapun juga, wanita menunjukkan
9

respon psikologis dan emosional yang sama selama kehamilan, antara
lain:
a. Ambivalence
Pada awalnya, terjadi rencana kehamilan, dimana ada element yang
mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini
berhubungan dengan pemilihan waktu yang salah, kekhawatiran
tentang modifikasi kebutuhan hubungan yang ada atau rencana
karier ; ketakutan tentang peran baru; dan ketakutan tentang
kehamilan, persalinan dan kelahiran.
b. Acceptance (penerimaan)
Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Rendahnya
penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakanya
kehamilan dan bukti ketakutan dan konflik. Pada trimester tiga
menggabungkan perasaan bangga dengan takut mengenai kelahiran
anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih
berarti.
c. Introversion
Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain
merupakan peristiwa yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin
menjadi kurang tertarik dengan aktifitas terdahulunya dan lebih
berkonsentrasi dengan kebutuhan untuk istirahat dan waktu untuk
sendiri.
d. Mood Swings (Perasaan Buaian)
Selama kehamilan, wanita memiliki karakteristik ingin dibuai,
dengan suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan
karakteristik perilaku kehamilan, hal itu menjadi mudah baginya
untuk lebih efektif disamping itu akan menjadi sumber stress
selama kehamilan.



10

e. Change in body image (perubahan gambaran tubuh)
Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanita periode waktu
yang singkat. Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan lebih
banyak ruang sebagai kemajuan kehamilan.
Reaksi ibu/ istri pada kehamilan trimester tiga:
- lebih cemas akan kecanggungan fisik
- ketidaknyamanan
- persiapan persalinan
- sering mimpi kelainan letak, tidak dapat lahir, takut cacat.
- Pada akhir kehamilan terangsang secara tiba-tiba.

2. Perubahan Psikologis Pada Ayah
Harapan ayah menunjukkan persamaan perasaan dan
konflik denga ibu yang mengandung ketika kehamilan akan ditegaskan.
Tingkat ambivalence tergantung beberapa faktor , seperti apakah
kehamilan direncanakan, hubungan laki-laki dengan pasangannya,
pengalaman kehamilan sebelumnya, umur, dan stabilitas ekonominya.
Pada trimester tiga, perhatian dan ketakutan mungkin
berulang. Banyak laki-laki merasa takut melukai bayi yang belum lahir
selama intercourse. Ayah juga mulai takut dan membayaqngkan tentang
apa yang akan terjadi dengan pasangannya dan bayinya yang belum
lahir selama persalinan dan kelahiran.
Reaksi ayah/ suami pada kehamilan trimester tiga:
- memilih alternatif kontak seksual
- perhatian tertuju pada tanggung jawab financial
- melamun tentang anak, jadi apa, kehilangan istri
- merubah perilaku seksual dengan pasangannya.
(Olds, 1995)



11

2.6 Kebutuhan pengetahuan bagi orang tua pada kehamilan trimester III
dan kelahiran bayi
1. Perubahan fisik pada trimester tiga
2. Perubahan emosional pada trimester tiga dan periode post partum
3. Sexuality
- perubahan kebutuhan
- sexual expression (cara yang berbeda)
- sexual concerns
- problem solving
4. Ketidaknyamanan ringan kehamilan
- frekuensi berkemih
- sakit punggung
- dyspnea
- varicose veins
- kontraksi braxton hicks
- kram kaki
- vaginal discharge
- konstipasi
- nyeri disekitar tulang
- fatigue
5. Tanda bahaya
- perdarahan vagina
- nyeri perut
- edema pada muka, tangan, dan kaki
- sakit kepala yang hebat
- gangguan bicara
- rupture of membrane (sebelum 38 minggu)
6. Nutrisi
7. General hygiene
8. Penggunaan obat
- rokok
12

- alkohol
- obat OTC
9. Pertumbuhan janin
10. Persiapan menyusui
11. Support system
12. Persiapan kelahiran bayi
- rasa takut dan cemas
- keterlibatan ayah dalam kelahiran bayi
- manajemen nyeri
- intervensi obstetri
13. Persiapan menjadi orang tua
- perubahan gaya hidup
- perubahan peran
- konflik peran
- keseimbangan tuntutan keluarga
- tugas perkembangan maternal
14. Persiapan untuk bayi baru lahir
15. Rencana keluarga
(Reeder, 1992)

2.7 Reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester III
1. Pemulihan ketidaknyamanan fisik
Fatigue, beban yang berat, frekuensi, sleepnessness, kekakuan.
2. Pengembangan ukuran psychososial
Kebanyakan perubahan gambaran diri terjadi pada trimester tiga;
perasaan kejanggalan dan kekakuan
3. Peningkatan perhatian pada dirinya sendiri
Ketakutan diri untuk mendapatkan kesehatan dan performance
selama persalinan dan ketakutan pada kesehatan bayi


13

4. Pemikiran penerimaan peran sebagai seorang ibu
Membayangkan situasi sebagai orang tua, obsesi persalinan dan
kelahiran, keinginan kehamilan yang berlebihan dan peningkatan
nesting behavior
(Reeder, 1992)
2.8 Komplikasi pada kehamilan trimester III
1. Persalinan prematuritas
Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan
yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat
badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas merupakan
masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang
dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna. Sebab persalinan
prematuritas :
a. Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda
b. Kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia)
c. Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit
ginjal, penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai
kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur karena jarak
hamil terlalu pendek.
2. Kehamilan ganda (kembar)
a. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu :
Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang
janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi
keluhan yang lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi
penyulit hamil (hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia), pada saat
persalinan dijumpai kesulitan.
b. Pengaruh hamil ganda terhadap janin :
Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat terjadi janin dengan
anemia atau BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat terjadi
14

pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin ke
dua.
3. Kehamilan dengan perdarahan
Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan
ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan
dan berhubungan dengan trimester ketiga adalah mengalami perdarahan
plasenta previa, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya
sinus marginalis dan perdarahan dari pecahnya vasa previa.
4. Kehamilan dengan ketuban pecah dini
Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan memberi
kesempatan infeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin
makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin dapat terjadi
deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan
mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera datang
kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai.
5. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim
a. Kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes
melitus
b. Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan
c. Terjadi simbol tali pusat
d. Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
e. Kehamilan dengan perdarahan
f. Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari
6. Kehamilan lewat waktu persalinan (senotinus)
Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu:
a. Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami
pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak
15

bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin
dengan hasil lewat waktu
b. Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga
dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya.
c. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam
rahim
d. Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga dapat
memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar
e. Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan
operasi persalinan
f. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan
persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan
sampai dengan sesio sesarea
7. Kehamilan dengan preeklamsia dan eklamsia
Gejala klinik preeklamsia ringan :
a. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30
mmhg untuk sistolik 15 mmhg untuk diastolik dengan interval
pengukuran selama 6 jam
b. Terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif
+1,-+2
c. Edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya)
d. Kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu
Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) :
a. Tekanan darah 160/110 mmhg atau lebih
b. Pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam
c. Terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam
d. Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas.
16

e. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri
dibagian daerah perut atas)
(Ida Bagus Gde Manuaba, 1999)
2.9 Proses keperawatan pada ibu hamil trimester III
1. Pengkajian
Hari/ Tanggal : Jam :
a. Data Subjektif
1) Biodata pasien dan penanggung jawab
2) Keluhan dan alasan datang
3) Riwayat Kesehatan ( Dahulu, Sekarang dan Keluarga)
4) Riwayat Perkawinan (usia menikah, lama menikah, berapa kali
menikah)
5) Riwayat Menstruasi (menarche, siklus/lama, banyaknya haid,
dismenorea)
6) Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
7) Riwayat Kehamilan sekarang (usia kehamilan menurut pasien,
HPHT/HPL, periksa ANC berapa kali, therapy, penkes, suntik
TT 1-3, kebiasaan merokok ; minum minuman keras; jamu ;
obat-obatan, ada hewan peliharaan, gerakan janin, rencana
bersalin)
8) Riwayat KB (KB yang digunakan, lamanya, alasan berhenti,
rencana KB setelah bersalin)
9) Kebutuhan sehari hari sebelum dan selama hamil (nutrisi,
eliminasi, aktivitas, istirahat, seksual, personal hygiene)
10) Psikososiospiritual (perasaan dengan kehamilan, respon
keluarga terhadap kehamilan, pengambilan keputusan dominan
ke siapa)
17

b. Data Obyektif
1) Pemeriksaan Umum
Nadi Tekanan darah Suhu RR
2) Pemeriksaan Khusus
Inspeksi
- Muka : tidak cloasma grav, tidak odema
- Mamae : Montgomery terlihat, putting susu menonjol,
colostrum sudah keluar
- Perut : Linea Alba dan Striae gravidarum ada
- Anus : tidak hemoroid
Palpasi
- Leopold I : TFU pertengahan antara prosesus xipoideus
dan pusat, bagian fundus teraba bulat, lunak dan tidak
melenting.
- Leopold II : Bagian Kanan ibu teraba ada tahanan
memanjang, keras dan bagian kiri ibu teraba bagian kecil
kecil janin.
- Leopold III : Bagian segmen bawah rahim teraba bagian
bulat, keras dan melenting.
- Leopold IV : Keduan jari jari tangan bertemu berarti
kepala janin belum masuk PAP.
Auskultasi
- DJJ
Perkusi
- Reflek patella +/+

18

2. Diagnosa Keperawatan
a) Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh
hormonal
b) Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat
seksual, ketidaknyamanan, atau merasa takut
c) Resiko tinggi curah jantung berhubungan dengan peningkatan
volume cairan/ perubahan aliran balik vena, perubahan
permeabilitas kapiler.
d) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat
aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan
kenyamanan.
e) Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan
dengan krisis situasi/ maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak
realistis, metoda koping yang tidak adekuat, sistem pendukung
yang tidak ada/ tidak adekuat

Anda mungkin juga menyukai