Anda di halaman 1dari 46

MEMBRAN SEL

DAN
BIOKIMIA JARINGAN
dr. OK Syahputra
PENDAHULUAN
Membran Plasma
Retikulum Endoplasma
Badan Golgi
Lisosom
Mitokondria
Sitoplasma
Membran
Nukleus
MEMBRAN
Sifat Membran Biologi :
1. Struktur lembaran tipis, 6 10 nm
2. Terdiri dari lipid, protein dan sedikit karbo
hidrat yang terikat pada lipid/protein
3. Sebagai larutan dengan dua dimensi yg
punya kerja timbal balik
4. Struktur sangat viskus tetapi elastis,
tertutup, asimetris dengan dua permukaan
(bilayer)
MEMBRAN PLASMA
Membentuk ruang tertutup di sekeliling
protoplasma sel individualitas sel
Permeabilitas yang selektif adanya
saluran dan pompa ion/ substrat serta
adanya reseptor spesifik
sawar/ barrier untuk mempertahankan
perbedaan komposisi fisiologis ion/ substrat di
intra dan ekstra sel
MEMBRAN PLASMA
Pertukaran bahan adanya daerah
khusus (gap junction)
Model Gap Junction
MEMBRAN PLASMA
Mengadakan internalisasi dan komparte-
mentalisasi air di dalam tubuh cairan
intra dan ekstra sel
Memiliki reseptor utk molekul tertentu yg
mengatur informasi antar sel dan sekitarnya
Membran mitokondria sbg tempat proses
pembentukan energi (energy transducer) yg
menghasilkan ATP (proses fosforilasi
oksidatif)
MEMBRAN SEL
Pengertian membran tidak sebatas sebagai
struktur yang membatasi/ memisahkan satu
sel dengan sel yang lainnya
Membran juga membentuk ruang/
kompartemen khusus di dalam sel itu
sendiri Membran intrasel/ eukariotik
mitokondria, retikulum endoplasma, badan
golgi, granula sekresi, lisosom dan
membran nukleus
Struktur Sel
Membran Plasma
Retikulum Endoplasma
Badan Golgi
Lisosom
Mitokondria
Sitoplasma
Membran
Nukleus
STRUKTUR MEMBRAN
Klik salah satu dari komponen di atas
Sfingomielin
Fosfogliserida
a
b
Glikosfingolipid 2
Sterol 3
STRUKTUR MEMBRAN
Membran tersusun dari beberapa unsur :

B
PROTEIN
KARBOHIDRAT
C
LIPID
A
Fosfolipid
1
Unsur yg paling banyak, punya rangka
gliserin, mengikat dua asam lemak
dengan ikatan ester pada C1 dan C2.
Bisa juga mengikat alkohol terfosforilasi
(serin, etanolamin, kolin, inositol).
a Fosfogliserida
Klik di sini
Klik di sini
b Sfingomielin
mempunyai rangka sfingosin (derivat
amino alkohol, mengikat satu asam lemak
dengan ikatan amida unsur dalam
selubung mielin
Merupakan lipid yg mengandung gula,
seperti :
- Serebrosida : mengandung ikatan
heksosa tunggal, glukosa
atau galaktosa
- Gangliosida : mengandung ikatan gula
yg lebih kompleks
2 GLIKOSFINGOLIPID
3 STEROL
Klik di sini
Sterol yang lazim dijumpai Kolesterol
- Komponen utama dalam membran
plasma, sedikit di badan golgi,
mitokondria dan nukleus.
- Tersisip diantara fosfolipid, berperan
dalam menentukan tingkat fluiditas
membran.
Lipid membran mempunyai
bagian hidrofob dan hidrofil
sifat amfipatik
PROTEIN MEMBRAN
Bersifat amfipatik
Tersisip dalam lapisan bilayer amfipatik
fosfolipid
Lebih dari 100 jenis protein, dengan
banyak fungsi : enzym, prot.Carrier,
prot.Struktural, reseptor dsb.
PROTEIN MEMBRAN
Berdasarkan posisi pada membran
Protein Integral
Protein Perifer
1. Prot. Integral : globular,
amfipatik dengan dua ujung
hidrofil yang dipisahkan regio
hidrofob dalam lapisan bilayer
lipid
2. Prot. Peripher : terikat lemah
pada bagian hidrofil
prot.Integral

MEMBRAN ERITROSIT
Membran eritrosit tersusun atas beberapa
komponen :
- protein transmembran band 3
- protein glikoforin
- spektrin
- aktin
- protein band 4

MEMBRAN ERITROSIT
TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
1. Mekanisme pasif
2. Mekanisme aktif
3. EndWindows Explorerositosis dan
Eksositosis
Difusi sederhana
Difusi difasilitasi
Transport aktif/ pump
TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
1. Mekanisme passive
a. Diffusi sederhana
- Mengikuti gradient elektrokimia
- Diffusi sederhana dipengaruhi oleh :
agitasi thermal molekul spesifik,
gradient konsentrasi, dan kelarutan
materi tersebut.
TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
b. Diffusi difasilitasi, memerlukan :
- Prot. Carrier (dapat jenuh v-max)
- Tempat ikatan spesifik pada solut
- Spesifisitas terhadap ion, gula serta asam
amino
- Konstanta pengikatan solut pada sistem
- Molekul serupa menjadi inhibitor kompetitif

Diffusi difasilitasi berlangsung dengan
mekanisme pingpong
TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
2. Mekanisme aktif
- Transport aktif/ pump
- Menjauhi keseimbangan termodinamika,
melawan gradien elektrokimia
- Butuh energi (ATP) dan protein carrier

Transport aktif primer : Na-K ATP-ase , dll
Transport aktif sekunder : symport Na-
glukosa , dll.
Sistem transport mengatur fungsional
jumlah dan arah pergerakan molekul :
- uniport
- Symport
- Antiport

TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
TRANSPORT MATERI
PADA MEMBRAN
3. Endositosis dan Eksositosis
- Transport makromolekol (polisakarida,
protein, polinukleotida, dll)
- Menggunakan pembentukan vesikel dari
atau dengan membran plasma
- Endositosis untuk internalisasi
- Eksositosis untuk eksternalisasi
ENDOSITOSIS
PINOSITOSIS : pada semua sel
1. Fase cairan : non selektif, proporsional dengan
konsentrasi.
2. Fase absorptif : selektif, terbatas pada reseptor
tertentu, vesikel terbungkus klatrin
Proses : invaginasi vesikel fusi
kemembran organella transfer isi.
Butuh energi, ca++, dan sistem mikrofilament
Ada dua type : fagositosis dan pinositosis
FAGOSITOSIS : untuk sel-sel makrofag
dan granulosit.


EKSOSITOSIS
Molekul yang dilepas digolongkan dalam:
1. Molekul yang terikat pada permukaan sel
2. Molekul yang menjadi bagian dari matriks
ekstra sel.
3. Molekul yang diekstra sel menjadi sinyal
bagi sel lain.



Biokimia jaringan
Jaringan ikat
Matriks ekstrasel sebagai jaringan penyangga
untuk sel-sel disekitarnya
Disusun oleh 3 biomolekul utama :
- protein struktural : kolagen, elastin, fibrilin
- protein khusus : fibronektin, laminin
- proteoglikan
Jaringan ikat yang mengalami spesialisasi : tulang
dan kartilago
KOLLAGEN
Salah satu protein struktural yang terdapat dalam
matriks ekstrasel (connective tissue)
Molekul triple heliks (utas tiga) terdiri dari tiga
subunit polipeptida yang berhubungan dalam fibril
Tiap unit polipeptida (rantai alfa) tiap putaran
heliksnya mengandung tiga residu (glisin prolin / aa
lain hidroksiprolin / aa lain

Biosintesa kolagen
Pembentukan rantai pro (precursor kolagen) secara
genetis diribosomal retikulum endoplasma
Hidroksilasi prolin dan lisin (membutuhkan O
2
dan agent
pereduksi)
Glikosilasi hidroksilisin dengan glukosa dan galaktosa
Pembentukan triple heliks (prokolagen) yang ujung-
ujung amino dan karboksilnya tidak tersusun heliks
(propeptida)
Biosintesa kolagen
Prokolagen diskresi ke app.golgi dibungkus vesikel
eksositosis
Diekstrasel : propeptida dipisahkan oleh prokolagen
peptidase (kolagen matur)
Secara spontan tersusun berurutan, berlapis dan sejajar
serat-serat kolagen
Molekul yang sangat stabil (t
1/2
= bbrp bulan) berganti
sebagai respon pertumbuhan atau trauma jaringan
dilisis menjadi fragmen kecil oleh kolagenase
difagositosis hidrolisis dilisosome asam-asam amino
KELAINAN STRUKTUR KOLAGEN
Syndroma Ehler Danlos
- kerusakan kolagentipe IV, III, VI, VII
- klinis : hipersensitivitas kulit, fragilitas jaringan,
peninggian mobilitas sendi
Syndroma Alport
- kerusakan kolagen tipe IV membrana basalis
- terangkai kromosom x
- klinis : haematuria GGK
KELAINAN KOLLAGEN
Epidermolisis Bullosa
- kerusakan kolagen tipe VII
- klinis : kulit pecah dan lepuh
Scorbut / Scurvy
- kerusakan kolagen karena defisiensi ko-faktor pada
prolil dan lisil hidroksilase ( asam ascorbut )
- klinis : perdarahan pada gusi dan sub kutan, luka susah
sembuh
Elastin
Struktur yang dapat meregang dan kembali keukuran
semula
Terdapat dalam jumlah besar pada jaringan yang
memerlukan keelastisan (paru, pemb.darah,
ligamentum)
Jaringan tiga dimensi yang dibentuk dari polipeptida-
polipeptida yang cross linked
Beberapa rantai samping lisin-nya (dari beberapa
elastin) saling berikatan kovalen desmosin cross-
linked (sangat elastis)
Elastin
Sangat tidak larut, stabil, didegradasi oleh protease
neutrofil elastase
Pada paru, alveoli terpapar kronis oleh neutrofil
elastase yang dilepas dari pengaktifan dan perusakan
sel-sel neutrofil kerusakan elastin alveolar
emfisema
Normal, 1 anti tripsin terdapat dalam cairan tubuh
menghambat sejumlah kerja protease
1 anti tripsin disintesa dihati, monosit dan
makrofag alveolar
Beda kolagen dan elastin
Kolagen Elastin
- Tipe genetis banyak - satu tipe genetis
- Heliks triplet - gelungan acak
- Struktur berulang gli-x-y - tdk ada
- Ada proses hidroksilasi - tdk ada
- Mengandung karbohidrat - tdk ada
- Ikatan silang aldol - ikatan silangdesmosin

Kelainan pada elastin
Sindroma Williams : tidak ada gen pembentukannya,
kelainan perkembangan jar.ikat (stenosis aorta) dan
SSP
Skleroderma : penumpukan elastin pada kulit
Emfisema pulmoner
Kutis laxa
Penuaan kulit