Anda di halaman 1dari 9

PASAR TRADISIONAL Vs PASAR MODERN

KELOMPOK 7:
LOU AYY ALZAMAKHSYARI : J3I112033
IKHWAN FAUZAN : J3I212115
NADA ATIKA : J3I112043
MENTARY SIMANJUNTAK : J3I112001
















PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI & MANAJEMEN TERNAK
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013


2

Daftar Isi
BAB I : .................................................................................................................................. 3
PENDAHULUAN ................................................................................................................ 3
A. LATAR BELAKANG .............................................................................................. 3
B. TUJUAN .................................................................................................................... 4
BAB II : ................................................................................................................................ 4
ISI .......................................................................................................................................... 4
A. DEFINISI TATANIAGA ......................................................................................... 4
B. KONSEP TATANIAGA .......................................................................................... 5
C. MANFAAT TATANIAGA ...................................................................................... 7
BAB III ................................................................................................................................. 8
PENUTUP ............................................................................................................................ 8
A. KESIMPULAN ......................................................................................................... 8
B. DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 9




3
BAB I :
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masyarakat luas membutuhkan makanan yang bermutu tinggi dalam jumlah
yang banyak. Dalam hal inilah peternakan dapat memberi sumbangan yang
terbesar. Kebutuhan makan manusia yang semakin meningkat memerlukan
peternakan yang khusus menghasilkan produk-produk tertentu dengan pemberian
pakan dan manajemen yang baik. Produk-produk dari peternakan meliputi daging,
susu dan telur. Seiring dengan bertambahnya waktu dan tingkat pendidikan maka
kebutuhan akan protein hewani (susu, telur dan daging) meningkat.

Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap pangan sumber hewani
menuntut perusahaan-perusahaan peternakan untuk meningkatan produksinya.
Peningkatan tersebut harus disertai dengan penanganan yang memadai dan terpadu
dalam tatalaksana manajemen yang baik mengenai pakan, pengendalian penyakit,
maupun penanganan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem
tataniaga (pemasaran) yang efektif dan efisien dengan sistem manajemen yang
baik.

Pasar juga merupakan tempat terjadinya mekanisme pasar yang mencakup
informasi tentang jumlah kualitas, dan harga dari barang yang diperdagangkan.
Mekanisme tersebut menuntut penyaluran atau pemasaran produk dari pedagang ke
konsumen, sehingga sangat diperlukan dan segmen pasar yang dituju. Tataniaga
(pemasaran) sebagai salah satu komponen pasca produksi perlu mendapatkan
perhatian yang serius dalam usaha peternakan.

Melihat begitu pentingnya tataniaga (pemasaran) maka dalam makalah ini
akan dijelaskan tentang definisi, konsep, dan manfaat tataniaga (pemasaran) secara
umum dari beberapa sumber.




4

B. TUJUAN
Tujuan yang dapat dicapai oleh pembaca :
1. Pembaca dapat mengetahui definisi dari Tataniaga (pemasaran) secara umum.
2. Pembaca dapat mengetahui konsep dari Tataniaga (pemasaran) secara umum.
3. Pembaca dapat mengetahui manfaat dari Tataniaga (pemasaran) secara umum.
BAB II :
ISI
A. DEFINISI TATANIAGA
Pengertian Tataniaga (pemasaran) tidak lain daripada suatu proses
perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Atau
dapat dikatakan pula bahwa pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang bertalian
dengan arus penyerahan barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Dalam
arti luas pemasaran meliputi pula hal-hal yang bersifat abstrak seperti asuransi,
surat-surat saham, dan surat-surat obligasi.
Beberapa ahli memberikan bermacam-macam definisi tentang pemasaran,
antara lain:
1. Philip dan Duncan: pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan
atau dipergunakan untuk menempatkan barang-barang nyata ke tangan
konsumen.
2. W.J. Stanton (2007): marketing is a total system business designed to
plan, price, promote, and distribute want satisfying products to target
market to achieve organizational objective. (pemasaran adalah suatu
sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang
dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan
perusahaan).
3. P.H. Nystrom: pemasaran meliputi segala kegiatan mengenai
penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.


5
4. Basu Swastha DH (2005): pemasaran adalah sistem keseluruhan dari
kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar
sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi.
5. American Marketing Association: pemasaran pelaksanaan kegiatan
usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari
produsen ke konsumen.
Dengan demikian bahwa ruang lingkup pemasaran merupakan proses
perpindahan barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen, tidaklah
sesederhana namanya. Jangkauan pemasaran sangatlah luas. Berbagai tahap
kegiatan harus dilalui oleh barang-barang dan jasa sebelum sampai ke tangan
konsumen.

B. KONSEP TATANIAGA
Konsep Tataniaga (pemasaran) adalah dasar pemikiran bagaimana caranya
aktifitas pemasaran dapat dilaksanakan berdasarkan suatu filsafat yang mantap,
yang mengungkap pemasaran yang tanggap dan bertanggung jawab. Konsep
pemasaran yang dianggap maju/baru akan berorientasi ke pasar/konsumen,
sedangkan konsep pemasaran yang lama lebih berorientasi ke arah produk.
Salah satu konsep tataniaga (pemasaran) adalah pertukaran, pertukaran
merupakan inti dari tataniaga. Pertukaran adalah salah satu dari tiga cara untuk
memuaskan kebutuhan-kebutuhan seseorang, yaitu:
Memproduksi sendiri (self production)
Dengan paksaan (corsion)
Jual beli atau pertukaran (exchange)
Jual beli adalah tindakan untuk memperoleh sebuah produk yang diinginkan dari
seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalannya. Syarat-syarat jual beli
atau pertukaran, yaitu:
Terdapat dua atau lebih individu atau perusahaan
Setiap pihak harus bersedia menerima atau berkeinginan untuk
mendapatkan kepuasan.


6
Setiap pihak mempunyai nilai dalam pertukaran itu dan setiap pihak
percaya bawa transaksi yang mereka lakukan iru menguntungkan.
Setiap pihak mampu berkomunikasi dengan masing-masing pihak.

Secara skematis terdapat dua konsep yang dapat digambarkan sebagai berikut:
Konsep Pemasaran Lama







Konsep Pemasaran Maju/Baru






Contoh kasus konsep tataniaga (pemasaran):
Sebagai contoh, pohon-pohon kayu di hutan belantara secara ekonomis
tidak punya nilai guna, akan tetapi bila ditebang dan diangkat ke kampung paling
sedikit bernilai guna untuk bahan bakar (Place Utility). Jelas dalam hal ini ada
korban (input) kegiatan desa (paling sedikit tebang). Bila kayu balok tadi dipotong
dan dijadikan papan atau beroti (perubahan bentuk), maka faedah kegunaan
semakin ditingkatkan (Form Utility). Bila dilanjutkan lagi papan diolah menjadi
lemari, meja dan lain-lain. Perubahan bentuk ini semakin memberi nilai kegunaan
yang lebih tinggi. Para tukang pembuat lemari, meja dan lain-lain, akan
menjualnya kepada konsumen (karena dibutuhkan) yang memberikan kepuasan
(faedah) atau kegunaan baginya. Maka terjadilah peralihan pemilikan (Possesion
Utility) atau (Ownership Utility) melalui proses jual beli. Barang-barang dan jasa
selalu dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu. Jadi barang harus tersedia setiap saat
Pasar Manajemen Pemasaran
yang terintegrasi
Laba
Melalui
Kepuasan
Konsumen
Orientasi Kegiatan
Produk Menjual & Mempromosikan

Laba



Orientasi Kegiatan
Tujuan
Tujuan

7
dibutuhkan oleh konsumennya (kegunaan waktu (time utility)). Kegiatan
menyimpan barang, misalnya pada saat panen harganya turun dan pada waktu
paceklik dijual, termasuk dalam kegunaan waktu (Time Utility).

C. MANFAAT TATANIAGA
Manfaat dan tujuan tataniaga (pemasaran) secara umum adalah
mengarahkan barang-barang dan jasa-jasa ke tangan konsumen. Pada setiap
tingkatan aktivitasnya, terdapat suatu mata rantai yang mengalirkan barang atau
jasa dari produsen sampai konsumen, dan pada setiap rantai tingkatan tersebut akan
menciptakan tambahan nilai guna (utility). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
manfaat utama yang ditimbulkan oleh konsep tataniaga (pemasaran) tersebut ialah
produk yang dipasarkan memiliki nilai tambah pada setiap tahapan aktivitasnya
baik bagi pihak produsen, distributor, serta memberikan kepuasan terhadap
konsumen.
Contoh secara nyata manfaat pemasaran dapat dilihat pada contoh konsep
tataniaga diatas:
Pohon-pohon kayu di hutan belantara secara ekonomis tidak punya nilai
guna, akan tetapi bila ditebang dan diangkat ke kampung paling sedikit
bernilai guna untuk bahan bakar (Place Utility).
Bila kayu balok tadi dipotong dan dijadikan papan atau beroti (perobahan
bentuk), maka faedah kegunaan semakin ditingkatkan (Form Utility).
Dalam hal ini terdapat beberapa keuntungan bagi warga desa yang
posisinya sebagai input terhadap produsen.
Bila dilanjutkan kembali papan diolah menjadi lemari, meja dan lain-lain.
Perubahan bentuk ini semakin memberi nilai kegunaan yang lebih tinggi.
Dalam hal ini akan memberikan keuntungan terhadap produsen yang
mengolah papan-papan kayu tersebut.




8
Para produsen akan menyalurkan hasil produknya (kursi, meja, lemari)
kepada distributor dan menjualnya kepada konsumen (karena dibutuhkan)
yang memberikan kepuasan (faedah) atau kegunaan baginya. Maka
terjadilah peralihan pemilikan (Possesion Utility) atau (Ownership Utility)
melalui proses jual beli. Dalam hal ini keuntungan konsumen ialah
mendapatkan kepuasan dari produk yang didapatkan karena memiliki nilai
guna yang baik baginya.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah membahas tentang definisi serta pengertian dari tataniaga
(pemasaran), konsep tataniaga, serta manfaat yang ditumbulkan oleh tataniaga.
Sebagai pembuat makalah kami dapat menyimpulkan beberapa hal yang dapat
dikutip dari pembahasana diatas.
Secara luas definisi serta pengertian Tataniaga (pemasaran) ialah tidak lain
daripada suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke
tangan konsumen. Atau dapat dikatakan pula bahwa pemasaran adalah
suatu kegiatan usaha yang bertalian dengan arus penyerahan barang dan
jasa-jasa dari produsen ke konsumen.
Dengan memahami pembahasan konsep Tataniaga (pemasaran) adalah
dasar pemikiran bagaimana caranya aktifitas pemasaran dapat dilaksanakan
berdasarkan suatu filsafat yang mantap, yang mengungkap pemasaran yang
tanggap dan bertanggung jawab. Konsep pemasaran yang dianggap
maju/baru akan berorientasi ke pasar/konsumen, sedangkan konsep
pemasaran yang lama lebih berorientasi ke arah produk.
Dan pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa manfaat utama yang
ditimbulkan oleh konsep tataniaga (pemasaran) tersebut ialah produk yang
dipasarkan memiliki nilai tambah pada setiap tahapan aktivitasnya baik bagi
pihak produsen, distributor, serta memberikan kepuasan terhadap konsumen
itu sendiri.

9

B. DAFTAR PUSTAKA

-Kotler Philip. 1986. Principles of Marketing. Prentice-Hall Inc. Amerika
-Mursid M. 2010. Manajeman Pemasaran. Bumi Aksara: Jakarta
-Sunyoto Danang. 2010. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Caps: Yogyakarta
-Swastha Basu DH. 2005. Asas-asas Marketing. Liberty: Yogyakarta
-Santon William J. 2007. Fundamentals of Marketing. Mc. Graw-Hill Book
Company: New York
-http://www.slideshare.net/lielo23/bab-ii-fungsi-fungsi-tataniaga (12 Februari
2103, 20:58 )
-http://innahberbagiinfo.blogspot.com/2012/01/perkembangan-dan-kegunaan-
tataniaga.html (12 Februari 2013, 21:00)
-http://aqinimee.blogspot.com/2012/08/tataniaga-ternak-dan-hasil-ternak_8.html
(13 Februari 2013, 20:59)