Anda di halaman 1dari 47

Pertumbuhan dan Perkembangan Lumut

Lumut merupakan organisme multiseluler eukariotik yang menunjukan


peralihan antara thalus ke kormus. Lumut tidak mempunyai pembuluh
pengangkut tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati
meskipun akarnya masih berupa rizhoid., itulah mengapa lumut disebut
tumbuhan peralihan dari thalus ke kormus.
Membahas pertumbuhan dan perkembangan lumut, maka tidak bisa
lepas dari siklus hidup lumut itu sendiri. Lumut mengalami siklus hidup
diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini
menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi
berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya
secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit
selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit (Mishler et al., 2003).
Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang
akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan
muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid)
dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina)
yang menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan
sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya
dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh
tipe struktur pelindung lainnya (Mishler et al., 2003).
Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat, sedangkan
gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian
lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan
dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada
tanaman berbeda (dioceous) (Gradstein, 2003).
Fertilisasi sel telur oleh antherezoid menghasilkan zigot dengan dua set
kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit. Selanjutnya
pembelahan zigot membentuk sporofit dewasa yang terdiri dari kaki sebagai
pelekat pada gametofit, seta atau tangkai dan kapsul (sporangium) di bagian
ujungnya. Kapsul merupakan tempat dihasilkannya spora melalui meiosis.
Setelah spora masak dan dibebaskan dari dalam kapsul berarti satu siklus hidup
telah lengkap (Hasan dan Ariyanti, 2004).















Untuk memahami lebih jelasnya, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.





Referensi Buku :
Annual Plant Review vol. 36, The Moss Physcomitrelaa patens (Mishler,
dkk)
Tropical Montane Cloud Forests (Gradstein, dkk)
Phytotaxa, Bryophytes : The Closest Living Relatives of Early land Plants
(Hasan dan Ariyani)

Referensi Gambar :
Internet


Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Mangga
Untuk mendapatkan bibit mangga, ada beberapa cara yang dapat
dilakukan, yaitu dengan Biji, Cangkok, Okulasi dan Kultur Jaringan.
o Biji
Berikut adalah contoh sederhana untuk menyiapkan bibit tanaman mangga
asal biji (seedling) yang nantinya akan digunakan sebagai sediaan batang bawah
(rootstock) dalam proses pembuatan bibit secara klonal (perbanyakan vegetatif),
dimulai dari pemilihan buah mangga sebagai bahan utamanya hingga proses
pembuatan bibit yang dikehendaki oleh pembuatnya.



Langkah pertama dalam penyiapan seedling untuk mangga adalah mencari
varietas-varietas mangga-mangga lokal. Buah mangga yang dipilih dapat berasal
dari species Mangifera indica (seperti mangga : madu, lalijiwo, gedong, gedong
gincu, podang, podang urang, endog, canting, golek, dermayu, dan lain
sebagainya), maupun mangga yang berasal dari species Mangifera odorata yang
beraroma tajam (seperti mangga : kueni, pakel, dan lain-lain). Varietas mangga-
mangga lokal umumnya mempunyai sistem perakaran yang bagus sehingga
mampu menunjang pokok tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan
baik. Jika bagian atas dari mangga-mangga lokal tersebut disambungkan dengan
varietas mangga-mangga unggul, maka diharapkan akan menghasilkan kombinasi
secara fisik antara sifat-sifat baik di sistem perakaran dari mangga lokal dengan
sifat-sifat baik dari varietas-varietas mangga unggul yang memang hendak
ditonjolkan, misalnya : sifat genjah, produksi tinggi, tahan hama penyakit,
kualitas buah yang istimewa, dan sebagainya.


Bersihkan daging buah dari kulit biji dengan cara mengerat daging buah yang
melekat dengan arah mata pisau, tegak lurus searah permukaan biji, lalu cuci
sampai bersih, kemudian jemur di bawah sinar matahari hingga kering.
Pengeringan biji dilakukan agar kulit biji (pericarp) yang keras dapat dibuka
untuk mengeluarkan keping lembaga (kotiledon) yang ada di dalamnya. Pericarp
adalah lapisan yang cukup keras yang melindungi keping lembaga yang lebih
lunak, namun pericarp yang cukup keras tersebut menghambat proses
perkecambahan (germinasi) kotiledon. Pada varietas-varietas tertentu, lapisan
pericarp terlihat sangat keras karena lebih tebal dibanding varietas lainnya,
namun terdapat pula varietas-varietas mangga lain yang pericarpnya jauh lebih
tipis sehingga lebih mudah dibuka dan dilepaskan.

Potong ujung kulit biji di bagian yang kosong (berongga), agar keping
lembaga yang berada di dalam pericarp dapat dikeluarkan. Pada beberapa
varietas mangga lainnya, bagian yang kosong dan berongga justru bukan berada
pada bagian ujung melainkan berada pada bagian pangkal sehingga bagian
pangkal itulah yang dipotong. Masukkan bagian pisau yang runcing ke dalam
celah bekas potongan di antara kulit biji tersebut dengan mata pisau menghadap
ke atas dan iris sambungan kulit biji di bagian perut maupun bagian punggung biji
(tergantung bagian mana yang lebih mudah diiris untuk dibuka), potong
sambungan pericarp-nya dan belah kedua keping kulit biji dengan hati-hati agar
tidak melukai keping lembaga yang berada di dalamnya.

Setelah kulit biji dibuka, akan ditemukan keping lembaga (kotiledon) dengan
variasi bentuk yang bermacam-macam, tergantung varietas mangganya, dengan
posisi calon akar (radicula) berada pada bagian bawah (perut).

Bagian ini memperlihatkan kotiledon yang telah dipisahkan dengan pericarp-
nya (contoh foto keping lembaga adalah varietas mangga canting asal kabupaten
Tegal, Jawa Tengah).

Tampilan dari keping lembaga (kotiledon) yang siap untuk dikecambahkan
dan tumbuh menjadi tanaman baru asal biji (seedling). Penghilangan pericarp
akan mempercepat terjadinya proses perkecambahan (germinasi) antara 2
hingga 5 minggu dibandingkan dengan biji utuh yang tidak dihilangkan lapisan
pericarp-nya. Selain lebih cepat, pertumbuhan bibit juga akan lebih seragam
sehingga memudahkan dalam pemeliharaan.

Tanam keping lembaga dalam pot perkecambahan dengan posisi perut
berada pada bagian bawah dan punggung berada pada bagian atas, tegak lurus
permukaan media perkecambahan. Media perkecambahannya merupakan
campuran antara 1 bagian tanah, 1 bagian pasir kasar, dan 1 bagian sekam bakar
atau sekam segar yang dibasahi dengan air secukupnya agar media
perkecambahan menjadi lembab. Media dibuat se-porous mungkin agar keping
lembaga mudah untuk mengeluarkan calon akar (radicula) maupun calon batang
(plumula) dengan pertumbuhan yang lurus sempurna. Simpan pot
perkecambahan di tempat yang teduh dan terlindungi dari sinar matahari penuh
maupun hujan.

Dalam waktu 5 hingga 7 hari, keping lembaga akan mulai berkecambah,
ditandai dengan keluarnya daun muda dan radicula. Jika daun telah terbentuk
sempurna, pindahkan tanaman muda tersebut ke dalam polybag dengan media
tanam berisi campuran antara 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang atau
kompos, serta 1/2 bagian sekam bakar atau sekam segar. Tanaman muda dalam
polybag lalu diatur di tempat pembibitan dengan penyinaran matahari penuh.




Jika ingin ditanam langsung di dalam polybag, gunakan polybag berukuran
kecil terlebih dahulu (ukuran 6x12 cm, misalnya), dengan media tanam 2 bagian
tanah, 1 bagian pupuk kandang atau kompos, serta 1/2 bagian sekam bakar atau
sekam segar. Atur letak kotiledon ke dalam polybag dengan posisi perut
menghadap ke bawah (bagian punggung berada di bagian atas) dan jangan
sampai terbalik karena akan menghambat pertumbuhan calon akar, calon daun,
serta menghindari bengkoknya pertumbuhan akar utama. Tutup semua
kotiledon dengan sisa media tanam dan siram dengan sedikit air dan hindari
penyiraman berlebih agar media tanam menjadi becek.

Atur polybag berisi semaian biji mangga ke dalam tempat yang memudahkan
pengawasan dan jauh dari jangkauan hama-hama pengganggu yang nantinya
mungkin menyerang tanaman muda tersebut, hama tikus misalnya. Jika dibuat
dalam jumlah sedikit, polybag tersebut bisa diatur dalam pot kosong berukuran
besar, misalnya pot berdiameter 40 atau 50 cm. Lakukan penyiraman
secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanam, namun hindari
penyiraman berlebih agar biji yang disemai tidak mudah busuk.

Tanaman muda yang telah tumbuh dengan sehat diatur berjajar di tempat
pembesaran pembibitan, dengan penyinaran matahari penuh agar calon batang
bawah tersebut dapat tumbuh dengan normal dan dapat digunakan secepatanya
sebagai batang bawah (rootstock) dalam proses pembuatan bibit mangga di
tahap selanjutnya. Berikan pupuk NPK 20-10-10 dengan cara dikocor, dengan
dosis 1 sendok teh pupuk NPK dilarutkan dalam 2 liter air dan diberikan secara
teratur setiap 2 minggu sekali.

Saat tanaman mangga telah tumbuh membesar dengan diameter batang
mencapai 7 mm, batang tersebut telah memenuhi syarat untuk diokulasi dengan
mengambill entres (scion) dari pohon induk terpilih dengan varietas-varietas
yang diinginkan, tergantung kepada tujuannya, apakah untuk memenuhi
kebutuhan sendiri atau untuk produksi bibit-bibit mangga secara massal sebagai
bahan perdagangan.
o Cangkok
Mencangkok tanaman adalah cara paling murah dan juga paling mudah
untuk mengembangbiakkan tanaman. Proses pencangkokan dilakukan agar
tanaman yang dicangkok memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari
tanamanan yang dicangkok, sehingga hasil yang diharapkan dari proses
pencangkokan itu dapat diambil manfaatnya dengan lebih maksimal. Dengan
menerapkan sistem cangkok pada pohon mangga, kita kemudian bisa
mendapatkan buah dengan kualitas yang lebih baik dari pohon mangga yang
dicangkok. Selain itu, proses tumbuh dan berkembangnya relatif akan menjadi
lebih singkat.
Bibit cangkok disebut gootee (bahasa india), air layerage atau aerial layering
(bahasa inggris) dan marcottage (bahasa prancis). Bibit ini adalah cara
perbanyakan tanaman secara vegetatif yang tertua di dunia dan untuk mangga
telah lama dikerjakan di India.
a) Cara Mencangkok
Pencangkokan mangga sebaiknya dilakukan pada musim hujan agar tidak
melakukan penyiraman setiap hari. Jika mencangkoknya pada musim kemarau,
penyiraman harus dilakukan setiap hari agar media perakarannya jangan sampai
kering. Proses mencangkoknya berlangsung sebagai berikut :
1) Carilah cabang yang sehat dan kuat bergaris tengah sebesar jari tangan.
Cabang ini berumur antara 1-1,5 tahun.
2) Cabang dikerat melingkar selebar 5 cm, jangan sampai melukai kayunya.
Tempat keratin tepat di bawah kuncup daun, karena di bawahnya banyak
mengandung rhizocaline, zat pembentuk akar.
3) Kulit dikelupas sehingga terlihat kambiumnya.
4) Kambium dihilangkan dengan kertas yang bersih sehingga kayunya
kelihatan kering, tidak licin. Untuk mempercepat penghilangan cambium,
lendir dibersihkan dengan kertas yang telah dicelup larutan garam.
Sesudah itu dibersihkan dengan air.
5) Karena rhizocaline terkelupas, rhizocaline akan terkumpul di atas
lingkaran keratin. Kumpulan itu akan menolong terbentuknya kalus
(jaringan seperti gabus) dan akar serabut.
6) Untuk mempercepat pertumbuhan akar, dapat dibantu pemberian
hormone, misalnya hetero-auxins. Hormonnya bisa berupa talek atau
pasta lamoline. Pemberiannya dioleskan di atas sayatan secara melingkar.
7) Sesudah kayunya kering, tutup luka keratin itu dengan media perakaran.
Media perakarannya bisa berupa tanah liat bercampur pupuk
kandang/kompos, lumut, atau moss.
8) Bungkus media perakaran dengan sabut kelapa plastic yang telah diberi
lubang-lubang, ijuk enau, atau karung goni.

Untuk memudahkan penyiraman pada musim kemarau, di atas
cangkokan dapat dipasang kaleng bersumbu. Sumbu pada kaleng dihubungkan
ke cangkokan sehingga media perakaran selalu basah mendapat tetesan air.
Kaleng penampung air jangan sampa kering, kalau perlu isinya diperiksa setiap
hari.
b) Memotong bibit cangkok
Setelah 1,5-2 bulan cabang mangga dicangkok, bibit cangkokan telah
mengeluarkan akar serabut cukup banyak. Pertumbuhan akar yang putih terlihat
menembus ke luar media perakaran.
Bibit mangga cangkokan itu dapat dipisah dar pohon induk dan disemai
dengan proses perlakuan sebagai berikut :
1) Bibit cangkokan dapat segera dipotong agar terpisah dari pohon
induknya. Pemotongan dilakukan dekat pangkal pembungkus.
2) Luka bekas potongan diolesi ter tanaman untuk menghindari rayap dan
semut merah. Jika tak ada ter tanaman, dapat diganti dengan meni, cat,
Vaseline, atau santar.
3) Bibit yang telah terpisah dari pohon induk segera ditanam dalam
keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di lapangan. Media
tanamnya dapat diberi insektisida butiran seperti furadan, temik, curaten,
atau mipzinon untuk mensterilkan media.
4) Saat menanam perhatikan pembungkus media perakarannya. Jika dari
serabut kelapa, pembungkus tak perlu dihilangkan. Kalau dari plastic,
pembungkusnya dilepas.
5) Tanah sedikit ditekan agar bibit cangkokan tidak mudah bergoyang. Agar
tidak bergeser, dapa tegaknya bibit dapat dibantu tiang bambu kecil
sebagai penguat.
6) Keranjang berisi bibit cangkokan disarm air, agar media tanamnya padat.
Taruh bibit ditempat teduh untuk disemai.

Bibit mangga cangkokan setelah terpisah dari pohon induknya, dapat
langsung ditanam di lapangan. Setelah ditanam, sebaiknya ibit diberi penaung
berupa atap. Penaung itu berfungsi sebagai pelindung agar tidak terkena panas
matahari secara langsung .
Atap penaungnya dapat dibuat dari anyaman daun kelapa, anyaman
bambu, anyaman daun alang-alang. Atap penaung dapat dilepas setelah kondisi
tanaman terlihat kuat, menunjukan tanda-tanda pertumbuhan tunas baru yang
segar dan sehat.















o Okulasi
Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer.
Sebenarnya, okulasi adalah cara pembudidayaan tanaman dengan
menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Tunas dan
batang itu dapat tumbuh menjadi tanaman yang mempunyai sifat lebih baik
dari tanaman induk, karena okulasi dilakukan pada tanaman yang
mempunyai perakaran yang baik dan tahan terhadap serangan hama dan
penyakit dipadukan dengan tanaman yang mempunyai rasa buah yang lezat,
tetapi mempunyai perakaran yang kurang baik. Tanaman yang mempunyai
perakaran baik digunakan sebagai batang bawah, sedangkan tanaman yang
mempunyai buah lezat diambil mata tunasnya untuk ditempelkan pada
batang bawah yang dikenal dengan sebutan entres atau batang atas.
Saat mengokulasi atau menyambung mangga sebaiknya dilakukan
menjelang musim kemarau. Jangan di musim hujan, karena akan banyak bibit
yang gagal. Jika memang berhasil, tunas akan sulit tubuh.
Tanaman yang diokulasi/disambung sebaiknya sudah berumur 1 tahun.
Setelah 3 minggubibit disambun, ikatannya di buka. Jika mata tunas masih
tetap hijau segar dan melekat pada batang pokok, berarti usaha okulasi
berhasil.
Untuk meyakinkan sambungan berhasil, jangan tergesa-gesa memotong
batang pokoknya. Tunggu sekitar satu minggu, setelah itu baru bisa dipotong.
Pemotongan batang pokok tepat di atas mata okulasi dengan
pemotongan miring ke belakang. Penjang potongan sekitar 1 cm di atas
okulasi. Kalau pemotongan sekitar 10 cm di atas okulasi, sisa batang dapat
dipakai untuk mengikat tunas okulasi yang telah tinggi agar pertumbuhannya
tetap lurus ke atas.s
Bibit okulasi atau sambungan jangan sampai kekeringan. Untuk
menjaganya, bibit perlu penyiraman teratur setiap hari. Demikian juga
setelah dipotong, dilakukan penyiraman serupa. Dengan demikian,
pertumbuhan tunas dapat berlangsung secara cepat.

Berikut metodologi yang lebih jelasnya.

Alat dan Bahan :
1. Pisau okulasi
2. Plastik pengikat

Bahan :
1. Pohon mangga sebagai batang bawah dan entres (batang atas)
mangga.

Cara Kerja :
1. Membuat sayatan melintang miring selebar kurang lebih 1 cm pada
pohon pokok.
2. Melepaskan kulit batang bagian runcing sedikit dan dijepit antara
pisau dengan ibu jari, lalu ditarik ke bawah sepanjang kurang lebih 3
cm.
3. Memotong lidah kullit batang yang terbentuk kira-kira 2/3 bagian,
sisanya digunakan untuk menutup entres.
4. Mengambil entres dengan jalan sebagai berikut : pada 2 cm di atas
mata entres dikerat ke bawah dengan kayunya, panjang entres kira-
kira 3 cm.
5. Memeriksa ada tidaknya mata tunas, mata entres kemudian
dipasang. Diusahakan bagian kulit batang dengan kulit mata temple
menyambung dengan benar.
6. Mengikat tempelan entres yang telah dipasang, dan diusahakan mata
temple tidak terkena air dari luar







o Kultur Jaringan
Kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk
mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan, atau
organ yang serba steril, dan dalam kondisi yang aseptic, sehingga bagian-
bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi suatu
tanaman yang len
Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh
menjadi tanaman utuh (sempurna) di kondisi in vitro (di dalam
gelas/tabung). Jadi, kultur in vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan
yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau
material tembus pandang lainnya. Kultur adalah budidaya dan jaringan
adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jadi,
kultur jaringan tanaman berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman
menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama seperti induknya.
Pembukaan lahan perkebunan atau hutan tanaman industry yang luas
membutuhkan bibit dengan jumlah yang sangat besar. Perbanyakan
tanaman secara alamiah tidak tidaklah mungkin dilakukan untuk memnuhi
kebutuhan tersebut. Untuk itu, penyediaan bibit yang berkualitas, seragam,
banyak dan cepat harus dilakukan secara cloning dengan menggunkan teknik
kultur jaringan.
Kultur jaringan adalah salah satu teknologi modern yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Salah satu manfaatnya adalah
untuk perbanyakan (propagasi) tanaman. Melalui teknik tersebut, kita
menggunakan sebagian kecil dari organ atau jaringantumbuhan sehingga
dapat menghasilkan banyak individu baru yang identic secara genetis.
Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan ini disebut juga teknik
mikropropagasi.
Teknik kultur jaringan juga dikenal dengan teknik in vitro (dalam tabung).
Teknik ini memiliki beberapa ciri atau sifat, yaitu :
o Pemisahan atau mengambil bagian dari organ, jaringan atau sel suatu
organisme kemudian ditumbuhkembangkan dalam suatu tabung
o Bahan tanaman (eksplan) dengan menggunakan sebagian kecil tubuh
tumbuhan (organ, jaringan atau sel)
o Menggunakan media yang berisi nutrisi lengkap dan hormone
o Aseptif, artinya dikerjakan dalam kondisi serba steril (terbebas dari
bakteri dan jamur)
Secara sederhana, langkah-langkah dalam kegiatan perbanyakan
tanaman dengan kultur jaringan tumbuhan adalah sebagai berikut.




a. Penyiapan Media
Media yang digunakan untuk menumbuhkan eksplan mangga harus
steril. Dalam media harus tersedia empat komponen penting, yaitu :
1. Sumber karbon, biasanya gula tebu
2. Hara makro (makro nutrient)
3. Hara mikro (mikro nutrient)
4. Vitamin dan hormone tumbuh
5. Agar sebagai pemadat (untuk media padat)
Setiap tumbuhan memiliki kebutuhan hara, vitamin, dan hormone
yang berbeda. Saat ini, upaya menemukan formula khusus untuk setiap
jenis tumbuhan (media yang spesifik) terus dikembangkan, walaupun hal
itu tidak mudah untuk dilakukan. Salah satu media tumbuh yang paling
banyak digunakan adalah medium MS (Murashige and Skoog).

b. Sterilisasi Eksplan
Eksplan atau bahan tanam mangga yang hendak ditumbuhkan
dalam botol kultur harus disterilkan terlebih dahulu. Bahan eksplan dicuci
dengan detergen lalu dibilas bersih kemudian disterilisasi dengan cara
dbakar sesaat atau direndam dalam larutan desinfektan. Selanjutnya,
bahan eksplan dibilas dengan air steril beberapa kali. Bahan eksplan
mangga siap untuk dikultur.

c. Penanaman Eksplan
Setelah bahan eksplan disterilkan dan dipotong-potong, eksplan
ditanam di dalam botol kultur. Pemotongan eksplan dilakukan dalam
ruang kultur yang steril dan dengan alat yang steril pula.


d. Inkubasi dan Perkembangan Eksplan
Botol-botol kultur yang telah ditanami eksplan kemudian
dipindahkan ke ruang inkubasi atau ruang penumbuhan. Pada ruang ini,
diberikan penyinaran terus menerus dengan suhu ruang yang stabil
(kurang lebih 20 derajat C). bila media cocok, maka akan terjadi tahapan
perkembangan sebagai berikut :
1. Eksplan mulai membentuk kalus (tahap inisiasi )
2. Kalus terus tumbuh (tahap prolifase sel), dan
3. Kalus mulai membentuk akar atau tunas (tahap organogenesis).
Kalus adalah kumpulan sel yang tidak teratur dan belum
berkembang menjadi jaringan (tidak terdiferensiasi). Kalus seperti
onggokan sel berwarna putih kehijauan atau kecoklatan.
Setelah beberapa minggu, dari bagian kalus akan muncul tunas
pucuk dan akar. Selanjutnya, untuk memperbanyak tunas, dapat
dilakukan dengan melakukan subkultur untukmerangsang perbanyakan
tunas. Tahap inilah yang disebut mutiplikasi tunas.

e. Aklimatisasi
Setelah dihasilkan tanaman kecil (plantlet) yang cukup kuat untuk
tumbuh, plantlet siap dikeluarkan, dipisahkan, dan ditanam pada pot-pot
penanaman. Selanjutnya, pot dipindahkan ke green house agar terjadi
proses penyesuaian secara beratahap pada kondisi alam ( aklimatisasi).
Selanjutnya, setelah tanaman kuat dan dapat beradaptasi dengan
keadaan sekitarnya, lalu dipindahkan ke lahan perkebunan.



Referensi Buku :
Bertanam mangga. Ir. Pracaya
Membuat stek, cangkok dan okulasi. Rini wudianto
IPA Terpadu 3A. Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia.
Kultur Jaringan dan Teknik Perbanyakan Tanaman secara
Modern. Rahardjo.

Referensi Gambar :
https://www.google.com/search?q=menanam+mangga+dengan+okulasi&biw=1366&bi
h=667&tbm=isch&oq=menanam+mangga+dengan+okulasi&gs_l=img.3...30553.35105.0.
35520.11.11.0.0.0.0.289.1159.4j3j2.9.0....0...1c.1.24.img..11.0.0.l_KLADol4Aw
https://www.google.com/search?q=menanam+mangga+dengan+biji&biw=1366&bih=66
7&tbm=isch&oq=menanam+mangga+dengan+biji&gs_l=img.3...62209.64196.0.64734.1
1.9.0.0.0.0.658.2567.1j3-2j0j3.6.0....0...1c.1.24.img..11.0.0.Os5j6fHvSTE
https://www.google.com/search?q=menanam+mangga+dengan+cangkok&biw=1366&b
ih=667&tbm=isch&ei=P7-JUpieEYvRrQfWsoGoCw&start=0&sa=N
https://www.google.com/search?q=menanam+mangga+dengan+kultur+jaringan
&biw=1366&bih=667&tbm=isch&oq=menanam+mangga+dengan+kultur+jaringa
n&gs_l=img.3...29712.34891.0.35242.22.22.0.0.0.0.596.3645.6j9j3j3j0j1.22.0....0
...1c.1.24.img..22.0.0.-M4l7QSciDQ





Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan Ternak
o Pemijahan Ikan Mas
Pemijahan ikan mas adalah kegiatan menyatukan induk jantan dan betina
dalam satu tempat. Penyatuan itu akan menimbulkan rangsangan bagi
jantan untuk mendekati betina, hingga betina terangsang untuk memijah,
atau istilah umumnya kawin. Dari induk betina akan keluar telur, dan dalam
waktu yang sama dari induk jantan keluar sperma. Dari kejadian itu, maka
telur-telur akan dibuahi secara alami dalam air.
Tiga hal yang menjadi kunci keberhasilan pemijahan. Pertama, induk
betina harus betul-betul matang gonad, sehingga ketika jantan mendekati
dapat dengan terangsang untuk memijah. Selain itu, kualitas telur juga harus
baik, sehingga dapat dibuahi dengan sempurna (lihat artikel tanda-tanda
induk yang matang gonad).
Kedua, induk jantan tidak hanya matang kelamin, tapi juga telah matang
gonad. Artinya spermanya telah siap untuk mebuahi telur-telur dengan
sempurna. Ketika disatukan, dalam waktu yang singkat jantan terangsang
untuk mendekati betina, menciumi tubuh betina, mengejar-ngejar betina
hingga lawan jenisnya itu turut terangsang, dan terjadi pemijahan.
Ketiga, tempat pemijahan juga harus dapat memberikan rangsangan
kepada keduanya untuk memijah. Karena percuma saja keduanya matang
gonad kalau tempat tidak mendukung proses pemijahan. Karena itu, situasi
di tempat pemijahan harus diciptakan sedemikian rupa, agar mirip, atau
seperti situasi di alamnya.
Pemijahan ikan mas secara intensif dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu
secara alami dan secara buatan dengan teknik hipofisasi.



a. Pemijahan Secara Alami
Pemijahan secara alami biasanya dilakukan di dalam kolam
pemijahan, baik menggunakan hapa (kantong yang terbuat dari kain
tricot atau nilon untuk menampung ikan) maupun tidak menggunakan
hapa. Tipe kolam pemijahan disesuaikan dengan sistem pemijahannya.
Hal yang terpenting adalah dasar kolam tidak boleh berlumpur atau
berbatu. Air kolam sebaiknya jernih atau sedikit keruh dan mengandung
cukup oksigen. Sebelum dilakukan pemijahan, kolam dikeringkan terlebih
dahulu selama 3 hari.
Perlengkapan utama yang dibutuhkan untuk pemijahan ikan mas
berupa kakaban, yakni tempat untuk menempelkan telur. Kakaban
dipasang di kolam pemijahan setelah induk jantan dan induk betina
dimasukkan ke dalam kolam tersebut. Jumlah kakaban yang diperlukan
untuk setiap kilogram induk adalah 5-7 buah.
Ukuran kolam pemijahan yang digunakan untuk pemijahan secara
alami dengan menggunakan hapa adalah 3 x 5 x 1 m. Kolam tersebut
dapat diisi 3 buah hapa berukuran 1 x 1 x 1 m atau 1 x 2 x 1 m.
Induk jantan dan induk betina terpilih yang telah matang gonad
dimasukkan ke dalam hapa pada sore hari. Perbadingan bobot induk
jantan dan betina adalah 1 : 1. Jika hapa berukuran 1 x 2 x 1 m. jumlah
induk yang dimasukkan seberat 4 kg dan jumlah kakabannya sebanyak 6-
8 buah. Pagi harinya, induk yang telah memijah diangkat daro hapa dan
dikembalikan lagi ke dalam kolam induk. Induk yang belum memijah
ditunggu satu malam lagi. Namun, jika sudah dua hari tidak memijah,
induk tersebut memang tidak mau memijah dan harus dipindahkan ke
kolam induk.



b. Pemijahan Secara Hipofisasi
Hipofisasi adalah teknik perangsangan pemijahan dengan cara
menyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa ke induk yang akan dipijahkan.
Kelenjar hipofisa berukuran sebutir kacang hijau dan terletak di bawah
otak kecil. Rangsangan pemijahan diutamakan untuk induk betina. Induk
jantan tidak terlalu memerlukan rangsangan untuk memijah. Saat ini,
hormone gonadotropin sudah banyak dijual di pasaran dengan berbagai
merek seperti Ovaprim.








Penyuntikan induk ikan mas dapat dilakuakan 1-2 kali denngan
dosis 1-1,5. Satu dosis adalah berat ikan donor (ikan yang diambil kelenjar
hipofisisnya) sama dengan berat ikan yang akan disuntik (disebut ikan
resipien). Dosis 1,5 artinya 1 kg ikan resipien memerlukan 1,5 kg ikan
donor. Syarat ikan donor yang akan diambil kelenjar hipofisisnya harus
sudah matang kelamin.
Induk matang kelamin yang sudah disuntik kemudian dimasukkan
ke dalam hapa pemijahan yang sudah dipersiapkan seperti pemijahan
secara alami. Pemijahan biasanya terjadi 6-7 jam setelah penyuntikan.
Telur ditetaskan dalam hapa dan induk dipindahkan setelah selesai
Ketentuan dan Tujuan Pemijahan Secara Hipofisis
Teknik hipofisasi dilakukan jika pemijahan secara alami sulit
dilakukan. Tujuan teknik hipofisasi adalah :
Mempercepat terjadinya pemijahan
Meyakinkan terjadinya pemijahan sehingga risiko induk
tidak memijah semakin berkurang
Merancang terjadinya pemijahan sesuai dengan waktu yang
dikehendaki, misalnya pagi, siang, atau sore hari
memijah. Selanjutnya, perawatan telur dan lava sama seperti pemijahan
secara alami.
Cara pengambilan kelenjar hipofisa



Referensi Buku :
Pembenihan ikan mas. Ir. Abbas Siregar Djarijah
Budi daya ikan mas. H. Khairuman, SP

Referensi Gambar :
http://benihikanmurah.com/foto-cara-pemijahan-ikan/
http://shampankbie.blogspot.com/2012_09_01_archive.html

























o Pertumbuhan dan perkembangan kucing dengan teknik alami
a) Siklus reproduksi
Pada dasarnya kucing adalah hewan yang tidak mempunyai siklus
reproduksi teratur seperti manusia atau hewan lain. Pada manusia,sapi,
anjing dan hewan lainnya, siklus reproduksi terjadi secara periodik dan
teratur. Oleh karena itu anjing dan manusia rutin mengalami menstruasi.
Kemiripan lain anjing dan manusia dalam hal reproduksi adalah
dalam hal pelepasan sel telur dari indung telur. Dalam bahasa kedokteran
sering disebut ovulasi.Pada manusia dan anjing ovulasi terjadi secara
rutin dan spontan.
Kucing sedikit berbeda. Siklus reproduksi kucing tidak berlangsung
teratur dalam periode tertentu. Tahap birahi/minta kawin (estrus) pada
kucing dipengaruhi oleh berbagai hal. salah satunya adalah lama matahari
bersinar dalam satu hari (day light time).
Di negara dengan empat musim, lama matahari bersinar berbeda
antara musim panas dan musim dingin. Kucing biasanya minta kawin
pada musim dimana matahari bersinar lebih lama.
Lain lagi dengan negara-negara tropis yang lamanya matahari bersinar
relatif tidak berubah terlalu banyak. Di daerah tropis, siklus reproduksi
kucing relatif lebih teratur dengan periode 1-1.3 bulan.

Lama kehamilan
Masa kebuntingan kucing bervariasi antara 59-70 hari, rata-rata 63-65
hari. Cara gampang mengingat adalah dengan membandingkan dengan
manusia. Manusia hamil selama 9 bulan, sedangkan kucing 9 minggu.
Semakin awal anak kucing lahir, bobot lahir dan ketahanannya
semakin kecil. Anak kucing yang lahir pada 59 hari masa kebuntingan,
memerlukan perhatian ekstra agar dapat hidup dan terus berkembang.

Anak kucing yang lahir pada hari ke 65-70 mempunyai bobot lahir yang
lebih besar. Mereka cenderung lebih kuat dan agresif menyusu pada
induknya.
Waktu kelahiran tergantung pada interaksi induk dan anak kucing
yang ada di rahim. Proses kelahiran dimulai dengan pelepasan beberapa
hormon reproduksi dari anak. Induk kucing merespon dengan cara
melepaskan hormon-hormon reproduksi lain yang banyak berperan
dalam proses kelahiran.

Banyak bapak
Kucing adalah hewan superfekunditas. Artinya dari satu kelahiran,
anak kucing bisa saja mempunyai bapak yang berbeda-beda.
Bila pada waktu birahi kucing dikawini oleh beberapa pejantan,
pada saat kelahiran nanti, bisa saja masing-masing pejantan tersebut
mempunyai anak.
Di keluarga kucing yang berukuran besar seperti singa, adalah hal
biasa bila terjadi pembunuhan anak singa oleh pejantan dominan. Hal ini
biasa terjadi pada saat seekor singa baru saja mengambil alih pimpinan
kelompok. Singa baru tersebut akan berusaha membunuh semua anak
singa dari pemimpin sebelumnya.

Resiko selama kehamilan
Periode kritis masa kemamilan terjadi selama tiga minggu
pertama. Berbagai infeksi penyakit dan obat-obatan dapat
mempengaruhi perkembangan janin. Contohnya jika induk kucing yang
sedang hamil tersebut terekspos terhadap virus panleukopenia, anak
kucing yang lahir biasanya mengalami kerusakan otak parah.

Begitu pula jika selama masa kehamilan, induk kucing divaksinasi.
Perkembangan janin akan terganggu. Induk kucing harus divaksinasi
sebelum masa kehamilan (sebelum kawin). Sehingga kekebalan tubuh
terhadap penyakit tertentu meningkat dan sebagian dapat diturunkan
kepada anaknya dalam bentuk kekebalan pasif.

Hormon kehamilan
Selama kehamilan, produksi hormon progesteron dalam tubuh
meningkat dengan tajam, mencapai puncaknya sekitar hari ke-35 setelah
kawin. Pada saat inilah kucing menjadi lebih tenang dan perut mulai
terlihat semakin besar.
Masa mengandung kucing berlangsung selama 59 - 70 hari.
Beberapa hari terakhir sebelum lahir, induk menjadi gelisah dan mulai
mencari tempat tenang untuk melahirkan. Induk kucing berusaha
meningkatkan bau tubuhnya didaerah sekitar tempat melahirkan, untuk
mempermudah anak-anaknya kembali setelah bermain disekitar sarang.
Seiring mendekatnya waktu kelahiran, nafsu makan induk kucing
mulai hilang. Gelisah dan nafas mulai terengah-engah disertai kontraksi.

b) Tahapan Perkembangan Kucing
Tahapan perkembangan kucing ini disusun oleh American Association of
Feline Practitioner (AAFP), sebuah organisasi yang beranggotakan dokter
hewan yang sering atau spesialisasi menerima pasien kucing. Informasi
ini dapat menjadi panduan bagi pemilik kucing untuk mengetahui
tahapan normal perkembangan kucing dan apa yang sebaiknya dilakukan.




1. NEONATAL:
Lahir- 2 minggu
Normal pada tahap ini :
Hanya mengkonsumsi susu.
Interaksi sosial masih sedikit.
Distimulasi oleh induk.
Mata mulai membuka dan berjalan pada umur sekitar 14 hari, belum
dapat mengontrol dan mempertahankan suhu tubuh,
Belum dapat menjilati/menyisir/grooming bulunya sendiri.

Yang harus dilakukan :
Menyediakan nutrisi berkualitas baik untuk induk.
Anak kucing tidak terlalu banyak dipegang. Bila harus dipegang, lakukan
dengan sangat hati-hati.
Sediakan lingkungan yang hangat, bersih dan aman
Jika induk mati/tidak mau mengurus anaknya, usap bagian anus dengan
handuk/halus, basah dan hangat untuk merangsang buang air besar &
kecil.

2. SOSIALISASI AWAL:
Umur 3-8 minggu
Normal pada tahap ini :
Mulai belajar makan makanan padat (basah), secara bertahap konsumsi
susu berkurang.
Periode sensitif belajar sosialisasi & status sosial. Pada tahap ini banyak
kemampuan sosialiasi dengan manusia/hewan lain terbentuk.
Mulai dapat mengontrol kencing dan buang air besar.
Mulai belajar menggunakan kotak pasir/litter box.
Mulai tertarik & bermain dengan benda tertentu. Mulai dapat berlari dan
memanjat.
Mulai dapat belajar sesuatu yang agak rumit. Mencakar/menggaruk dan
berbagai perilaku berburu/predator.
Warna Mata berubah. Semua gigi susu telah muncul. Dapat mengontrol
dan mempertahankan suhu tubuh.
Mulai menjilati/menyisir bulunya sendiri.

Yang harus dilakukan :
Menyediakan makanan berkualitas tinggi (khusus kitten) dan air minum
segar setiap hari.
Banyak dipegang & diajak bermain dengan orang yang berbeda, baik
wanita, pria atau anak-anak. Pada saat bermain dengan anak-anak harus
diawasi.
Perkenalkan dengan kucing lain dengan hati-hati sambil memperhatikan
keamanannya berikan hadiah atas perilaku yang baik terhadap manusia
atau hewan/kucing lain. Hadiah bisa berupa makanan kecil khusus kucing
atau berupa belaian.
Sediakan kotak pasir dengan pinggiran yang dangkal agar anak kucing
mudah naik.
Bersihkan pasir/litter minimal kali sehari. Gunakan pasir/litter tanpa
pewangi.
Perkaya lingkungan hidup kucing dengan mainan, tempat
mencakar/mengasah kuku, tempat untuk bermain & sembunyi.
Mulai dibiasakan menyikat/mebersihkan gigi.
Periksa telinga, gigi, kuku dan mulai biasakan disisir (mandi/grooming)
Dapat dilatih/dibiasakan menggunakan harness/tali agar mudah
dituntun/diajak jalan-jalan. Tidak setiap kucing dapat menerima hal ini.
Dapat mulai dilatih untuk duduk, datang bila dipanggil, dll.
Idealnya dilakukan pemeriksaan fisik pertama oleh dokter hewan.
Pemberian obat cacing dan vaksinasi. Diskusikan program vaksinasi,
nutrisi & kesehatan dengan dokter hewan anda.
Sebaiknya tidak menggunakan tangan atau kaki bila bermain dengan
kucing, selalu gunakan mainan. Penggunaan tangan & kaki dapat
merangsang kebiasaan buruk pada kucing, seperti mencakar dan
menggigit bila disodori tangan/kaki.

3. SOSIALISASI AKHIR:
Umur 9-16 minggu
Normal pada tahap ini :
Makan makanan padat.
Terus belajar kemampuan sosial. Sosialisasi bermain mencapai
puncaknya. Mulai belajar menghasilkan dan menghadapi konflik dengan
kucing lain. Pada tahap ini dapat terbentuk status sosial kucing yang
berlebihan.
Terus menggunakan kotak pasir/litter box.
Eksplorasi lingkungan, memanjat lebih agresif.
Gigi susu mulai tanggal.

Yang harus dilakukan :
Lanjutkan tindakan yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
Lemungkinan mulai memerlukan kotak pasir yang lebih besar, (idealnya :
ukuran panjang kotak pasir minimal, 1,5 kali panjang tubuh kucing)
Sediakan tempat untk memanjat, biasanya sekaligus sebagai tempat
untuk mencakar/mengasah kuku.
Lanjutkan pelatihan-pelatihan dasar.
Bila perlu, untuk mengontrol populasi, diskusikan dengan dokter hewan
kemungkinan sterilisasi (spay/neuter : Jantan dikebiri, betina diambil
rahimnya dan atau indung telurnya)
Pemeriksaan fisik oleh dokter hewan. Ulangi vaksinasi.
Anak kucing yang tidak mendapatkan pengalaman sosial yang cukup pada
periode sosialisasi awal memerlukan usaha lebih agar dapat mempunyai
kemampuan sosial & adaptasi yang baik.

4. REMAJA/ADOLESCENCE
Umur 17 minggu-1 tahun
Normal pada tahap ini :
Merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya.
Bila tidak disteril, pada tahap ini terjadi kematangan seksual. Organ-organ
reproduksi mulai berfungsi dengan aktif.
Sosialisasi bermain mulai berkurang.
Lebih suka menjadi subordinat kucing lain yang lebih besar, tetapi bisa
menantang kucing tersebut untuk mendapatkan status sosial.
Dapat terjadi Spraying (kencing sembarangan, terutama sering terjadi
pada kucing jantan). Hal ini berhubungan dengan perubahan hormon &
status sosial.
Bila telah terbiasa berkeliaran diluar rumah, kucing akan berkeliaran lebih
lama dan lebih jauh dari sebelumnya.

Yang harus dilakukan :
Mulai transisi perubahan makanan dari makanan khusus kitten ke
makanan untuk kucing dewasa (adult). Transisi dapat dilakukan pada
umur 6-8 bulan.
Teruskan bermain dengan sistem hadiah/penghargaan
Hubungi dokter hewan bila ada masalah serius, terjadi spraying (kencing
sembarangan) atau perilaku yang tidak seharusnya.

5. DEWASA/ADULT
Umur 1-6 tahun
Normal pada tahap ini :
Kecepatan metabolisme mulai berkurang. Mulai terjadi penambahan
beratbadan berlebihan/kegendutan bila makanan & olahraga/bermain
tidak dikontrol.
Perkembangan sosial/sifat sempurna pada umr -3 tahun.
Sifat sangat dipengaruhi oleh genetik/keturunan dan pengalaman sosial
pada tahap sosialisasi awal.
Mulai jarang bermain, tapi biasanya masih mau bermain biala ada teman
atau mainan.
Bau urin/kencing kucing jantan berubah menjadi kuat.

Yang harus dilakukan :
Evaluasi berat badan dan pemberian makanan setiap 3 bulan sekali.
Usahakan kucing bermain/olah raga secara rutin.
Lanjutkan bermaind engan sistem penghargaan.
Evaluasi ukuran litter box.
Vaksinasi rutin setiap tahun, sesuai rekomendasi dokter hewan.
Perhatikan kondisi gigi. Karang gigi sering terbentuk, terutama bila gigi
jarang dibersihkan.

6. ADULT SENIOR
Umur 7 tahun atau lebih
Normal pada tahap ini :
Penurunan nafsu makan sering terjadi
Penurunan aktivitas mengurangi interaksi sosial dengan pemilik atau
kucing lain.

Yang harus dilakukan :
Awasi nafsu makan dan jumlah air yang diminum. Hubungi dokter hewan
bila ada penambahan atau penurunan konsumsi air dalam jumlah besar.
Pemeriksaan ke dokter hewan setiap 6 bulan sekali.

































Secara singkat :



Referensi Bahan :
http://www.kucingkita.com/fakta-kucing/tahapan-perkembangan-kucing
http://www.kucingkita.com/breeding-kucing/fakta-dan-informasi-sekitar-kehamilan-
kucing
Referensi Gambar :
http://ternakkucing.blogspot.com/2011/09/perkembangan-bayi-kucing-dalam-
bentuk.html

o Pertumbuhan dan Perkembangan Kambing
a. Teknik Alami
Pertumbuhan kambing adalah pertambahan dalam bentuk dan berat
jaringan-jaringanpembangun, seperti urat daging, tulang otak, jantung dan
semua jaringan tubuh (kecuali jaringan lemak) serta alat-alat tubuh lainnya.
Dalam istilah pertumbuhan juga terdapat term pertumbuhan murni, yaitu
penambahan dalam jumlah protein dan zat-zat mineral, sedangkan
pertambahan akibat penimbunan lemak atau peniimbunan air bukanlah
pertumbuhan murni. Dalam pertumbuhan dan perkembangan kambing,
pertumbuhan itu sendiri tidak sekedar meningkatnya berat badan domba.
Tetapi juga menyebabkan konformasi oleh perbedaan tingkat
pertumbuhan komponen tubuh, dalam hal ini urat daging dari karkas atau
daging yang akan dikonsumsi manusia.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan pertumbuhan
kambing antara lain, yaitu :
1. Kambing betina mulai dewasa pada umur 8-14 bulan, tetapi saat itu
belum boleh dikawinkan
2. Umur yang baik mulai mengawinkan adalah umur 15-18 bulan
3. Untuk menghindari perkawinan muda mulai umur 5 bulan kambing
betinaharus dipisahkan dengan kambing jantan.
4. Waktu hari panas kambing dimandikan satu minggu sekali untuk
menjaga gangguan penyakit kulit dan biarkan berjemur setelah
dimandikan
5. Perawatan kuku perlu diperhatikan, oleh karenanya bila kuku sudah
panjang harus dilakukan pemotongan dengan memakai gergaji
halus. Bobot yang betina 50 kilogram 55 kilogram, sedangkan
yang jantan bisa mencapai 120 kilogram


b. Kloning
Teknologi kloning. Suatu cara reproduksi yang menggunakan teknik
tingkat tinggi di bidang rekayasa genetika untuk menciptakan makhluk
hidup tanpa melalui perkawinan.
Teknik reproduksi ini menjadi terkenal sejak tahun 1996 karena
keberhasilan Dr. Ian Welmut, seorang ilmuwan Scotlandia yang sukses
melakukan kloning pada domba yang kemudian dikenal dengan Dolly.
Sekarang teknik dan tingkat keberhasilan kloning telah begitu pesat.
Kloning berasal dari kata clone, artinya mencangkok. Secara
sederhana bisa dipahami, teknik ini adalah cara reproduksi vegetatif
buatan yang dilakukan pada hewan dan atau manusia. Seperti yang kita
ketahui bahwa mayoritas hewan (termasuk manusia) hanya bisa
melakukan reproduksi generatif (kawin) yang dicirikan adanya
rekombinasi gen hasil proses fertilisasi ovum oleh sperma. Sedangkan
pada reproduksi vegetatif tidak ada proses tersebut, karena individu baru
(baca: anak) berasal dari bagian tubuh tertentu dari induknya. Dengan
teknik kloning, hewan dan manusia bisa diperbanyak secara vegetatif
(tanpa kawin).
Teknik ini melibatkan dua pihak, yaitu donor sel somatis (sel tubuh)
dan donor ovum (sel gamet). Meskipun pada proses ini kehadiran induk
betina adalah hal yang mutlak dan tidak mungkin dihindari, tetapi pada
proses tersebut tidak ada fertilisasi dan rekombinasi (perpaduan) gen dari
induk jantan dan induk betina. Ini mengakibatkan anak yang dihasilkan
memiliki sifat yang (boleh dikatakan) sama persis dengan induk donor
sel somatis.

Sekarang ini, kambing hasil kloning baru dapat diciptakan di lima
negara, yaitu Amerika, Iran, Inggris, Canada, dan Cina. Seekor anak
kambing betina hasil kloning yang diberi nama Hana lahir hari Rabu 15
April 2009 di Kota Isfahan, Iran bagian tengah. Kloning dilakukan Royan
Research Institute yang dipimpin Dr Mohammed Isfahani. Kambing
kkloning yang diciptakan di Iran ini bertujuan dalam pengembangan obat
untuk stroke. Di Cina, khususnya di daerah Himalaya peneliti berhasil
menciptakan kloning kambing Himalaya dengan cara yang sederhana,
mereka hanya perlu mikroskop dan tangan yang terampil. Tujuan kloning
kambing Himalaya tersebut adalah untuk mendongkrak jumlah populasi
hewan yang terkenal dengan bulu lapisan bawahnya yang lembut, yang
biasa digunakan untuk membuat wol pashmina.












Referensi bahan :
Ilmu Makanan Ternak Umum. Anggorodi
Ilmu Daging (terj). Parakkasi.
http://nationalgeographic.co.id/
http://www.antaranews.com/
http://sains.kompas.com/

Referensi Gambar :
Internet


















TUGAS BIOMEDIK DASAR
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
TUMBUHAN DAN HEWAN


Nama : Fiana Faiqoh
Kelas : C 2013
NIM : 25010113130211