Anda di halaman 1dari 2

Nama: Muhammad Subhi Ttd :

NPM : 13050019
Group : 2B2
MANAJEMEN IKM
1. Pendahuluan
Industri kecil menengah (IKM) merupakan suatu bentuk usaha perekonomian masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa usaha yang dilakukan masih
berskala kecil sampai menengah. Industri kecil menengah sebagian besar mengalami kesulitan dalam
berkembang karena beberapa faktor, diantaranya permodalan,pemasaan, bahan baku maupun yang lainnya.
amun demikian, Industri kecil menengah juga memiliki kemampuan untuk berdaya saing dibalik
kekurangan yang ada. !erbukti, industri kecil mampu bertahan dalam menghadapi krisis global yang pernah
melanda di Indonesia. Industri kecil dan menengah yang kreatif akan tetap hidup dan mampu menghadapi
persaingan yang ada.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa industri kecil menengah memiliki berbagai macam
kendala namun juga memiliki keunggulan dalam bersaing. analisis mengenai factor pendukung dan
penghambat IKM dipandang perlu untuk meningkatkan kualitas IKM yang ada dan meningkatkan
perekonomian bangsa.
2. Pengertian Manajemen IKM
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini memiliki makna
bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
"adi Manajemen IKM adalah suatu seni yang dimiliki oleh seorang manajer untuk mengatur dan
mengarahkan IKM untuk tercapai dalam tujuan #isi dan misinya.
3. Fungsi Pokok Manajemen
$alah satu pakar manajemen yang terkenal adalah %eorge &. !erry, manyebutkan empat fungsi
pokok manajemen yang disingkat dengan '()* ('lanning, (rgani+ing, )ctuating, dan *ontrolling).
'lanning artinya perencanaan, dimana seorang manajer harus mampu membuat sebuah rencana
atau program keja yang akan diwujudkan ke depan dalam wadah organisasi,industri.
(rgani+ing artinya pengorganisasian, maksudnya proses dimana seorang manajer membagi-
bagi tugas (jobs) dan memberi batas-batas otoritas,wewenang (delegation of authority) sesuai
dengan apa yang telah direncanakan oleh atasan. Dengan demikian, setiap orang (bawahannya)
tahu persis apa yang menjadi kewajiban dan harus dilakukannya, kepada siapa ia harus
berhubungan serta memberikan pertanggung jawaban (responsibility).
)ctuating artinya penggerakan atau menyatakan apa yang telah direncanakan dan telah
menerima apa saja pekerjaan ,tugas-tugas yang diembannya, sehingga tercapai apa yang
diinginkan manajer. 'ada fungsi ini pula seorang manajer harus mampu memberikan contoh-
contoh dan moti#asi (moti#ation) agar para bawahannya tetap bersemangat (energic) untuk
mencapai tujuan dari industri,perusahaan.
*ontrolling artinya pengendalian dan pengawasan. maksudnya pada fungsi ini seorang manajer
melakukan proses pengawasan sekaligus e#aluasi terhadap apa-apa yang sedang dan telah
dilakukan oleh para bawahannya. Ia membandingkan hasil kerja yang telah dicapai atau
sedasngan dalam proses dengan standar yang sebelumnya telah ditetapkan dalam perencanaan.
4. Manajemen Mutu agi IKM
Nama: Muhammad Subhi Ttd :
NPM : 13050019
Group : 2B2
Manajemen Mutu /agi 0KM, sangat penting artinya bagi peningkatan kualitas 0KM secara
menyeluruh. Mutu produk saja tidak cukup bagi 0KM untuk ditawarkan ke pelanggan. Mutu yang rendah
mengakibatkan hilangnya pelanggan, dan mutu yang tinggi menarik pelanggan baru dan meyakinkan
pelanggan lama tetap loyal dan setia. 'eningkatkan mutu diterjemahkan dalam peningkatan kepuasan
pelanggan. Di dalam suatu pasar yang kompetitif, meningkatkan mutu adalah suatu prioritas yang tinggi
bagi 0KM. $elain mutu produk mutlak dilakukan, maka mutu pada biaya juga harus penting diperhatikan.
)da dua pandangan pada tingkat mana mutu yang ideal yang seharusnya. 'ertama dimensi mutu yang perlu
diperhatikan agar dapat memenuhi permintaan konsumen. 1al ini dapat berupa mutu dari segi fisik
(performansi, kekuatan,ketahanan) atau atribut produk yang memiliki daya tarik sebelum dan setelah
penjualan. Ke dua, adalah penampilan mutu dari segi jasa dan layanan bagi pelanggan.
'elanggan yang mencari produk bermutu tinggi memahami bahwa mereka harus membayar suatu
harga yang lebih tinggi untuk mutu yang lebih tinggi. 'elanggan mungkin berkeinginan membayar suatu
harga lebih tinggi untuk suatu produk atau jasa jika dengan jelas mempunyai mutu yang lebih tinggi
dibandingkan dengan produk yang dapat diperbandingkan yang ditawarkan pada harga yang sama. 'ara
Manajer 0KM juga memahami kebutuhan untuk menawarkan produk bermutu tinggi tetapi menyadari
bahwa meningkatkan mutu akan mendatangkan biaya. 'ara Manajer harus menyeimbangkan antara
keinginan untuk memperoleh mutu yang tinggi dengan biaya untuk memperoleh mutu tersebut.
Dewasa ini mutu telah menjadi mendunia (global), di mana badan-bdan mutu dunia memberi
penghargaan internasional kepada perusahaan untuk mutu produk, jasa, atau proses mereka. 'enghargaan
Malcolm /aldrige, yang diciptakan oleh Konggres )$ di tahun 2345, memperkenalkan perusahaan )$
dengan catatan yang istimewa tentang peningkatan mutu dan manajemen mutu. Deming 'ri+e adalah suatu
'enghargaan "epang untuk perusahaan di seluruh dunia yang terbaik dalam penyempurnaan mutu. /adan
Intemasional untuk $tandardisasi adalah suatu /adan 6ropa yang dikenal baik pengembangannya dalam hal
standard internasional untuk manajemen bermutu yang disebut I$( 3777. I$( 3777 adalah satu kumpulan
petunjuk global untuk disain, pengembangan, produksi, pengujian dan pemeriksaan akhir, instalasi, dan
pemeliharaan produk, proses, dan jasa. 0ntuk mendapatkan sertifikat, suatu perusahaan harus
didokumentasikan sistem mutunya dan lulus dalam suatu audit pihak ketiga yang ketat dan mendalam
tentangpabrikasinya dan proses layanan pelanggan. $eri I$( terus dikembangkan seperti I$( 3772-8777,
tentang bagaimana suatu sistem manajemen dan kinerja di kelola dengan tranparansi, data yang lengkap
dengan sistem dokumen yang mudah di dapat, memiliki auditor internal dan eksternal, yang akhirnya kalau
dianggap bermutu, maka berhak mendapatkan 9sertifikasi mutu9 sesuai tingkatannya.
$ebagai tambahan dalam mengelola mutu dan biaya-biaya kendali mutu, para Manajer 0KM harus
menyadari akan kebutuhan untuk mengatur waktu. )da tiga bidang spesifik sehubungan dengan waktu,
yaitu produksi baru dan pengembangan waktu pelayanan, waktu tanggapan pelanggan, dan siklus waktu.