Anda di halaman 1dari 27

INDUSTRI KHLOR-ALKALI

Industri NaOH dari NaCl


Batu Kapur
amoniak
NaCl
karbon dioksida
soda abu
proses elektrolisa
khlor
Cl
2

soda kostik
(NaOH)
natrium bikarbonat
sabun
rayon
pewarna
kertas
obat
makanan
karet
sabun gula
gelas makanan
obat pewarna
kertas keramik
tekstil petroleum
fotografi kulit
pertanian dll
obat
minuman
roti/kue
pemadam api
pulp & kertas
pelarut
plastik
pestisida
pemucat
sanitasi
Diagram industri khlor-alkali
Pemurnian air garam (brine)
D
1

NaOH
Na
2
CO
3

NaOCl
BaCl
2

lumpur
H
2
O
NaCl
R
1

R
2
R
3

DC
PF
1
PF
2

D
2

D
3

D
4

E
1

E
2

Di R
2
, penambahan NaOH dan Na
2
CO
3
akan mengendapkan
ion-ion Ca
2+
, Mg
2+
, Fe
3+
, dan Al
3+.
Selain itu,

terjadi penambahan ion Na
+
.
NaOCl yang ditambahkan di R
3
, akan mengeliminasi NH
3
, sedangkan
BaCl
2
akan mengeliminasi ion SO
4
-
.
air garam daur
ulang utk mengatur
pH
lar. NaCl
murni
Brine Purification / Ion Exchange Unit
Cara lain untuk pemurnian
air garam adalah dengan
penukar ion.
Reaksi kimia :
NaCl + H
2
O NaOH + H
2
+ Cl
2

Na + Cl
2
NaCl H = 407 kJ
H
2
+ O
2
H
2
O H = 286 kJ
Na + O
2
+ H
2
NaOH H = 469 kJ
Reaksi ini berlangsung secara elektrokimia, menggunakan sel yang
terdiri dari beberapa jenis (dan terus dikembangkan).
Beberapa jenis sel elektrokimia yang sudah dipakai di industri adalah :
1. Sel diafragma
2. Sel air raksa (merkuri) atau sel amalgam
3. Sel membran.
ELEKTROLISIS LARUTAN
GARAM
Sejarah
Paten pertama untuk mengelektrolisis air
garam (brine) diberikan di Inggris pada 1851
ke Charles Watt. tidak ekonomis, masalah
chlorin
Hamilton Castner menyelesaikan masalah
pencampuran tersebut dengan penemuan sel
raksa dan Castner diberikan paten Amerika
Serikat pada tahun 1892. Kimiawan Austria, Karl
Kellner mencapai penyelesaian masalah yang
sama hampir pada waktu yang sama.
Untuk mencegah konflik hukum, mereka menjadi
rekan pada tahun 1895, mendirikan "Perusahaan
Alkali Castner-Kellner" (Castner-Kellner Alkali
Company), dan membangun pabrik di seluruh
Eropa yang melakukan Proses Castner-Kellner.
Reaksi di Katoda ( - ) :
2 H
2
O

+ 2 e
-


H
2
+ OH
-

Reaksi di Anoda ( + ) :
diafragma
asbes
Katoda baja
anoda karbon
produk
cairan
air garam
jenuh
H
2

+

Cl
2

Cl
-
Cl
2
+ e
-

Sel Diafragma
reaksi samping yg terjadi di ruang anoda :
Cl
2
+ H
2
O H
+
+ Cl
-
+ HOCl

H
+
+ ClO
-
2 H
2
O

O
2
+ 4 H
+
+ 4 e
-

2 OH
-
+ Cl
2
ClO
-
+ Cl
-
+ H
2
O
12 OH
-
+ 12 ClO
-
4 ClO
3
-
+ 8 Cl
-
+ 3 O
2
+ 6 H
2
O + 12 e
-

Post treatment: Pemekatan NaOH
Kondisi operasi Sifat fungsional
konsentrasi air garam(brine): 315330 g/l

CaO : 5 ppm
pengotor MgO : 0,8 ppm
SO
4
=
: 0 0,3 g/l

suhu : 90 105
o
C
pH : 10,5 11


konsentrasi produk : 12 14 % NaOH
14 16 % NaCl
unit elektrolisis : sel yang disusun seri
EMF : 2,95 3,8 V
arus : 15 150 kA
rapat arus : 1,18 2,9 kA/m
2
efisiensi arus : 93 98 %
konsumsi energi : 2200 2900 kWh /
ton Cl
2

C* 240 280 hari
anoda
Me* 5 tahun
umur
A* 4 5 bulan
katoda
A + P* 24 36 bulan
Catatan :
C = grafit A = asbes
Me = logam A + P = asbes + polimer

Data-data Operasional Sel
Diaphragma
Reaksi samping (5) dan (6) yang terjadi di ruang anoda disebabkan karena
ada ion OH
-
yang mengalir dari ruang katoda.
Reaksi yang menghasilkan ion khlorat ( ClO
3
-
) tidak dikehendaki, sehingga
dicegah dengan cara menghalangi aliran ion OH
-
dari katoda ke anoda.
Untuk mencegah aliran ion OH
-
dari ruang katoda ke ruang anoda
maka ruang katoda dibuat lebih rendah, atau dibawah ruang anoda.
Katoda ( )
2 H
2
O

+ 2 e
-


H
2
+ OH


2 H
3
O
+

+ 2 e
-


H
2

2 H
3
O
+
difusi
Na
+
Na
+

Cl


difusi
2 Cl

Cl
2
+ 2 e
OH

OH


Anoda (+)
katolit : basa
anolit : asam
terbentuk NaOH
dicegah
difusi
Umpan air garam (brine) dimasukkan ke ruang anoda (anolit), sehingga
akan terjadi aliran kontinyu dari anoda ke katoda.
air garam
sumber listrik
Cl
2

H
2

air garam
(brine)
soda kostik
dalam larutan
air garam
Katoda yang
dibuat dari
baja berlubang
dilapisi serat yg
berlaku sbg
membran
Anoda finger,
dari grafit.
Diantaranya
diselipkan katoda.
Jika digunakan elektroda dari grafit, kemungkinan akan terjadi reaksi :
C + 4 OH
-
CO
2
+ 2 H
2
O + 4 e
-
, oleh karena itu grafit diganti dengan
pelat platina yang dilapisi oksida dari grup VIII.
Sel Diafragma Komersial
G : generator
T : transfomator
R : rektifier
E
1
, E
2
: pendingin
C : pengering
R T G
E
1

E
2

C
larutan NaOH
dalam brine
H
2
O
H
2
O
H
2
SO
4

96 98 %
Diagram alir proses pembuatan soda kostik
menggunakan sel diafragma
brine
H
2

Cl
2

asam sulfat
terhidrasi
H
2

konduktor
anoda
anoda grafit
pipa umpan
air garam
(brine)
air garam
masuk
katoda
dilapisi asbes
Cl
2

NaOH
keluar
Sel Hooker jenis S-3A
Dengan konstruksi seperti sel Hooker ini,
aliran OH
-
dari ruang katoda ke ruang anoda
dapat dihindari
saringan
katoda
NaOH
H
2

umpan brine
Cl
2

anoda
indikator brine
diafragma
Penampang sel
Sel diafragma Vorce
Dengan sel diafragma, soda kostik yang diperoleh konsentrasinya kecil
dan masih mengandung NaCl. Meskipun telah dipekatkan dan
dimurnikan, kandungan NaCl-nya tidak bisa kurang dari 2 3 %.
Untuk memperoleh kadar soda kostik (NaOH) yang lebih tinggi dan
bebas NaCl, maka digunakan sel elektrolisa dengan metode amalgam
yang memakai dua sel :
sel elektrolisa dan sel dekomposer/pengurai
Sel elektrolisa dibuat dari bejana baja yang berbentuk persegi panjang,
dilapisi karet.
Gas khlor (Cl
2
) akan dihasilkan dari sel elektrolisa ini, sedangkan logam
Na-nya akan bersenyawa dengan air raksa membentuk natrium-
amalgam.
Sel elektrolisis dengan katoda
air raksa (Sel Merkuri)
Sel elektrolisis dengan katoda
air raksa (Sel Merkuri)
ELEKTRODA
Sel Elektrolisis
Dekomposer
katoda ( - ) : air raksa
anoda ( + ) : grafit atau
lembaran titanium
dilapisi oksida grup VIII
anoda (+) : Na-amalgam
katoda ( - ) : grafit
Reaksi: 2Cl

Cl
2
+ 2e


reaksi: Na
+
+ nHg + e

NaHg
n

(n=6070)
Reaksi: 2NaHg
n
2Na
+
+ 2nHg + 2e


Reaksi : 2 H
2
O

+ 2 e

H
2
+ 2 OH


umpan air garam
amalgam hasil elektrolisa
H
2

()
(+)
NaOH
50 %
Cl
2

katoda
anoda
air bebas
ion
Hg daur ulang
l
a
r
.

N
a
O
H

e
n
c
e
r

a
m
a
l
g
a
m

s
e
m
i
d
e
k
o
m
p
o
s
i
s
i

Sel elektrolisis Sel galvanik
(decomposer)
Sel Merkuri pada skala
komersial
Kondisi operasi Sifat fungsional
konsentrasi air garam (brine): 300320 g/l
CaO < 5 ppm
pengotor MgO < 3 ppm
SO
4
=
<

2 g/l
suhu : 75 - 85
o
C
pH : 3 - 5
Kondisi yg harus dipenuhi untuk air raksa:
Na pada tempat masuk : 0,01 %
Na pada tempat keluar : 0,16 0,20 %
Jumlah Hg : 4,7 ton/sel
konsentrasi produk :
NaOH : 48 - 54 %
NaCl : 270 g/l
Cl
2
: 0,5 g/l
NaCl < 50 ppm
unit elektrolisis : sel yang disusun seri
EMF : 4 4,5 V
arus : 380 - 420 kA
rapat arus : 12 12,5 kA/m
2
efisiensi arus : 95 97 %
konsumsi energi:33003450kWh/ton Cl
2

jenis : DSA
anoda jumlah : 40 - 45
umur : 3 6 tahun

Produksi pada saat beban penuh :
Cl
2
: 13 14 ton/hari
NaOH : 15,6 ton/hari
H
2
: 0,4 ton/hari
Data-data Operasional Sel
Merkuri
Setap ton produk gas Khlor, lebih kurang 300 gram Hg akan tercecer di
limbah pabrik. Usaha untuk mengurangi kebocoran Hg terus diupayakan,
tetapi jumlah minimum masih 5 10 gram/ton khlor.
Pabrik khlor di Spanyol yang menggunakan proses air raksa (Hg)
Sel Merkuri (Hg) dan lingkungan
Pabrik Khlor dengan kapasitas 70 000 ton/tahun di Belanda yang
menggunakan proses air raksa. Bejana silinder adalah reaktor
dekomposisi (decomposer), yang dialiri air untuk menguraikan Na-
amalgam, menghasilkan NaOH dan gas H
2
.
Air raksa hasil dekomposisi dialirkan kembali ke sel elektrolisa
(terletak di belakang bejana).
Sel Elektrolisis dengan
Membran.
garam
lar garam
pemurnian
biasa
pemurnian dengan
penukar ion
soda kostik
ke pemekatan
Cl
2

H
2

air
OH


Na
+

Cl


lar garam
encer di-
daur ulang
air bebas ion
+

membran selektif
Sel Elektrolisis dengan
Membran.
Membran terbuat dari bahan polimer seperti perfluoro sulfonie
acid polimer dan perfluorocarboxylic acid polimer
(1). Untuk larutan soda kostik yang encer (sekitar 910%), penguap
Kestner dapat menaikkan konsentrasi hingga 1416 %
(2). Penguapan di penguap multi tahap digunakan untuk
memekatkan larutan NaOH hingga konsentrasi sekitar 30 %.
Pada penguapan ini NaCl dan Na
2
CO
3
dapat dipisahkan
sebagai endapan.
(3). Penguapan di penguap vakum akan memekatkan larutan NaOH
hingga 50% , dan/atau menggunakan kukus lewat panas karena
titik didih larutan NaOH tersebut 140
o
C
(4). Untuk mengeringkan larutan yang lebih pekat dari 50 % ,
penguapan dilakukan di pan terbuka, sehingga diperoleh
NaOH basah dengan kadar 70 %.
Post treatment: Pemekatan
NaOH
Asal larutan NaOH Konsentrasi
rata
2 (
%)
Tahap pemekatan
yang dilakukan
Keterangan
1.Proses kostisasi 9 10 (1) , (2) , (3) , (4),
(5)
Tahap pertama dan kedua
untuk menghilangkan Na
2
CO
3

2. Elektrolisa
Sel diafragma
Sel membran
Sel amalgam (Hg)

12 15

20

(2) , (3) , (4), (5)
(2) , (3) , (4), (5)
(4), (5)

Tahap (2) dilakukan untuk
menghilangkan NaCl.

Konsentrasi
NaOH ( % )
Jumlah air ( kg )
per 106 kg NaOH
9,6 1000
16 550
30 249
50 106
Dengan demikian maka untuk memperoleh
NaOH 50 % dari lar NaOH 16 %, harus
diuapkan air sebanyak :

106
106 550
= 4,19
NaOH
O H
kg
kg
2
D
H
2
O
lelehan
NaOH
lar. NaOH
encer
kukus
lewat
jenuh
kukus
tek.
rendah
E
2
E
3

E
4

E
5

E
1

C
1

C
2

PF
B
1

B
2

ke pompa
vakum
E
1
: penguap Kestner
E
2
,E
3
,E
4
: penguap multi tahap
E
5
: penguap vakum
C
1
,C
2
: kondensor
D : pengendap/pengkristal
PF : penyaring putar Oliver
B
1
: pemekat
B
2
: pan pelelehan
Diagram alir pemekatan lar. NaOH 9 10 %
H
2
O
lumpur (Na
2
CO
3
,
Ca(OH)
2
, NaCl).