Anda di halaman 1dari 3

Diduga Kena Infeksi, Jane Meninggal Usai Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Jakarta, Semua ibu yang baru melahirkan pasti ingin segera kembali ke rumah dan
menghabiskan waktu bersama buah hatinya. Begitu juga dengan Jane Whiteside (41).
Namun sayang, setelah mengirim sms kepada suami agar menjemputnya, Jane meninggal
dunia di kamar rawat inapnya.
Seorang perawat bernama Wendy Fallows menemukan Jane dalam keadaan pucat dan
lemas di kamarnya, sementara bayinya yang bernama Ben menangis. Fallows mencoba
mengguncang tubuh Jane tpi tidak ada respons. Kemudian ia mencoba melakukan
resusitasi sampai bantuan tim medis tiba.
Jane pun dinyatakan meninggal 40 menit kemudian. Pihak keluarga merasa kebingungan
karena dokter gagal menemukan sebab kematian Jane. Salah satu ahli patologi
mengatakan kematian Jane disebabkan sepsis, infeksi postpartum yang terjadi pasca
melahirkan. Sedangkan, dokter lainnya mengatakan kematian Jane disebabkan karena
gangguan pernapasan.
Dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/11/2013), Jane pergi ke Burnley General Hospital pada
tanggal 22 September 2011 untuk menjalani operasi sesar karena ia menderita scoliosis
(kelengkungan tulang punggung ). Operasipun dijalankan seperti biasa, termasuk memberi
anastesi pada Jane.
Sikecil Ben pun dilahirkan dengan selamat. Namun, ibu Jane, Jean Ridehough mengatakan
pasca operasi kaki putrinya menjadi bengkak. Bahkan Jane harus berjuang memakai
masker oksigen dan melawan rasa mualnya.
saya benar benar khawatir terhadap bengkak di kakinya. Tapi orang lain tampaknya tidak
merasakan hal tersebut karena merasa tidak terlalu memperhatikan ketika saya bertanya.
Dulu saat melahirkan anak pertamanya, Jane juga mengalami masalah tapi tidak separah
ini, papar Jean.
Sementara itu, suami Jane mengatakan istrinya memang mengaku agak grogi setelah
melahirkan dengan cara sesar meskipun bengkak di kakinya mulai pulih. Dia hanya
mengirim sms dan memintaku membawa tas untuk mengemasi barang karena ia ingin
pulang, katanya.
Tim dokter meyakinkan bahwa operasi sesar yang dilakukan sudah sesuai standar.
Termasuk ketika akan memberi Jane anastesi, dokter tidak melihat adanya komplikasi.
Sehingga, saat ini tim medis pun masih bingung dan belum menyepakati apa penyebab
kematian Jane. Meskipun ada dugaan Jane mengalami sepsis. Sepsis yang juga dikenal
dengan keracunan darah atau septikemia adalah respon tubuh terhadap infeksi atau cedera
yang bisa berakibat pada kematian jika tidak segera diobati.
Penyebab paling umum dari sepsis yaitu infeksi yang terjadi setelah operasi. Infeksi bisa
berasal dari sayatan bedah atau infeksi yang berkembang setelah operasi pneumonia
atauinfeksi saluran kemih. Menurut The British Heart Foundation, pada kasus yang parah,
sepsis bis memicu serangan jantung akibat kegagalan pernapasan cardio yang melibatkan
jantung dan paru-paru.
Sumber: http://health.detik.com/read/2013/11/21/081223/2419127/763/diduga-kena-infeksi-
jane-meninggal-usai-melahirkan-lewat-operasi-caesar

Definisi Sepsis Puerperalis
Sepsis puerperalis adalah infeksi pada traktus genitalia yang dapat terjadi setiap
saat antara awitan pecah ketuban (ruptur membran) atau persalinan dan 42 hari setelah
persalinan atau abortus di mana terdapat dua atau lebih dan hal hal berikut ini :
Nyeri pelvik;
Demam 38,5C atau lebih yang diukur melalui oral kapan saja;
rabas vagina yang abnormal;
Rabas vagina berbau busuk;
Keterlambatan dalam kecepatan penurunan ukuran uterus (sub involusio uteri).

Bakteri Penyebab Sepsis Puerperalis
Beberapa bakteri yang paling umum adalah
streptokokus
stafilokokus
Escherichia coli (E. Coli)
Clostridium tetani
Clostridium width
Chlamidia dan gonokokus (bakteri penyebab penyakit menular seksual).
Infeksi yang paling sering ditemukan adalah infeksi gabungan antara beberapa macam
bakteri. Bakteri tersebut bisa endogen atau eksogen.
Bakteri Endogen
Bakteri ini secara normal hidup di vagina dan rektum tanpa menimbulkan bahaya (misal,
beberapa jenis stretopkokus dan stafilokokus, E. Coli, Clostridium welchii).
Bahkan jika teknik steril sudah digunakan untuk persalinan, infeksi masih dapat terjadi akibat
bakteri endogen.

Bakteri endogen juga dapat membahayakan dan menyebabkan infeksi jika :
bakteri ini masuk ke dalam uterus melalui jari pemeriksa atau melalui instrumen
pemeriksaan pelvik;
bakteri terdapat dalam jaringan yang memar, robek/laserasi, atau jaringan yang mati (mis.,
setelah persalinan traumatik atau setelah persalinan macet);
bakteri masuk sampai ke dalam uterus jika terjadi pecah ketuban yang lama.

Bakteri eksogen
Bakteri ini masuk ke dalam vagina dari luar (streptokokus, Clostridium tetani, dsb).
Bakteri eksogen dapat masuk ke dalam vagina :
melalui tangan yang tidak bersih dan instrumen yang tida steril
melalui substansi / benda asing yang masuk ke dalam vagina (misal, ramuan / jamu,
minyak, kain);
melalui aktivitas seksual.

Peserta didik harus mengetahui masalah tetanus postpartum dan penyakit menular seksual
yang disebabkan oleh bakteri eksogen.

Tetanus postpartum adalah infeksi pada ibu atau bayi yang disebabkan oleh Clostridium
tetani.

Bakteri tetanus hidup di tanah terutama tanah basah yang kaya akan pupuk hewani.
Bakteri tetanus dapat masuk ke tubuh ibu jika tangan yang tidak bersih, kain, kotoran sapi,
atau ramu ramuan dimasukkan ke dalam vagina. Bakteri ini masuk ke tubuh bayi melalui
umbilikus jika tali pusat dipotong dengan instrumen yang tidak bersih, atau ramu ramuan,
atau kotoran sapi digunakan untuk membalut tali pusat.

Infeksi tetanus sangat berat dan menyebabkan kekakuan, spasme, konvulsi, dan kematian.
Tetanus dapat dicegah dengan memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan imunisasi
tetanus toksoid selama kehamilan. Imunisasi ini akan melindungi ibu dan bayi dari infeksi
tetanus.

Di tempat tempat di mana penyakit menular seksual (PMS) (misal, gonorrhea dan
infeksi klamidial) merupakan kejadian yang biasa, penyakit tersebut merupakan penyebab
terbesar terjadinya infeksi uterus. Jika seorang ibu terkena PMS selama kehamilan dan tidak
diobati, bakteri penyebab PMS itu akan tetap berada di vagina dan bisa menyebabkan
infeksi uterus setelah persalinan.

Infeksi uterus yang disebabkan oleh PMS dapat dicegah dengan mendiagnosis
dan mengobati ibu yang terkena PMS selama kehamilan mereka.

Tanda Tanda dan Gejala Sepsis Puerperalis
Ibu biasanya mengalami demam tetapi mungkin tidak seperti demam pada infeksi klostridial.
Ibu dapat mengalami nyeri pelvik, nyeri tekan di uterus, lokia mungkin berbau menyengat
(busuk), dan mungkin terjadi suatu keterlambatan dalam kecepatan penurunan ukuran
uterus. Di sisi laserasi atau episiotomi mungkin akan terasa nyeri, membengkak, dan
mengeluarkan cairan bernanah.

Faktor Resiko pada Sepsis Puerperalis
Ada beberapa ibu yang lebih mudah terkena sepsis puerperalis, misalnya ibu yang
mengalami anemia atau kekurangan gizi atau ibu yang mengalami persalinan lama.
Sumber:
WHO. Safe Motherhood Modul Sepsis Puerperalis Materi Pendidikan Kebidanan. 2002
EGC: Jakarta