Anda di halaman 1dari 6

Analisis Domain pada Website Toko Online

Abu Bakar
1
, Budi Setiawan
2
, Gusnia Syukriyawati
3
, Latifah Maulida Rahma
4
, Wisnu Wijaya
5


1,5
Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Jl. Veteran no.8 Malang
1
115090601111016@mail.ub.ac.id,
2
115090600111004@mail.ub.ac.id,
3
115090607111036@mail.ub.ac.id,
4
115090601111004@mail.ub.ac.id,
5
115090607111018@mail.ub.ac.id
Abstract Toko Online atau umum dikenal sebagai e-commerce (Electronic Commerce) adalah tipe industri dimana
penjualan dan pembelian produk atau layanan dilakukan secara sistem elektronik seperti internet atau jaringan
komputer lainnya. Dengan kata lain, penjualan barang yang ditawarkan oleh pedagang dilakukan melalui situs online,
sehingga pembeli dapat melihat dan membeli barang-barang yang dijual tersebut melalui akses internet yang dapat
tersambung pada komputer maupun perangkat mobile yang dimilikinya. Paper ini akan membahas beberapa situs toko
online yang menjual berbagai produk fashion. Dalam situs toko online tersebut akan dihitung berapa banyak jumlah fitur
yang dimiliki untuk mengetahui seberapa banyak persamaan dan perbedaan fiturnya, sehingga dapat diketahui domain
dari beberapa situs toko online tersebut. Kemiripan fitur yang dimiliki dari masing-masing situs tersebut dapat
digunakan sebagai fitur yang dapat digunakan ulang atau reusable assets.
Kata kunci: Toko Online, E-commerce, Domain, Penggunaan Ulang, Reusable Assets

I. PENDAHULUAN
Domain adalah bidang pengetahuan yang dibatasi untuk memaksimumkan kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan[1],
memasukkan sekumpulan konsep dan terminologi yang dipahami oleh praktisi-praktisi di bidang itu, dan memasukkan
pengetahuan bagaimana membangun sistem-sistem perangkat lunak (atau bagian-bagian dari sistem-sistem perangkat lunak) di
bidang itu[2].
Rekayasa domain adalah aktivitas mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menyimpan pengalaman dalam membangun
sistem-sistem atau bagian-bagian dari sistem-sistem pada domain tertentu dalam bentuk aset-aset yang dapat digunakan ulang
(reuse) yaitu produk-produk yang dapat digunakan ulang, juga menyediakan sarana-sarana yang memadai untuk menggunaulang
aset-aset ini (yaitu kualifikasi, penyebaran, adaptasi, perakitan, dan sebagainya) ketika membangun sistem-sistem baru. Rekayasa
domain terdiri dari tiga tahap [1]:
Analisis domain (domain analysis), mendefinisikan sekumpulan kebutuhan yang dapat digunaulang untuk sistem-sistem di
domain. Analisis domain mengidentifikasi lingkup, fitur-fitur, dan titik-titik variasi sistem.
Perancangan domain (domain design), menetapkan satu arsitektur yang umum (common) untuk sistem-sistem pada satu
domain.
Implementasi domain (domain implementation), mengimplementasi asetaset yang dapat digunaulang misalnya framework,
komponen-komponen, bahasa spesifik domain, generator-generator, dan infrastruktur yang dapat digunaulang (reusable).

II. PEMBAHASAN

2.1 Analisis Domain
Analisis domain merepresentasikan pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi lingkup, fitur-fitur, dan titik-titik variasi pada
domain. Analisis domain tidak hanya mengidentifikasi fitur-fitur relevan yang tampak tapi juga mengidentifikasi sedini mungkin
fitur-fitur relevan yang masih berpotensi. Pengetahuan mengenai fitur-fitur yang direncanakan dan yang masih potensi merupakan
syarat untuk memperoleh rancangan yang tangguh untuk diadaptasi dan diperbesar (scale up).
Tujuan utama dari analisis domain adalah:
Memilih domain dan menetapkan fokus, dan
Mengumpulkan informasi domain yang relevan dan mengintegrasikan kedalam domain model yang koheren.

2.2 Model Domain
Pada analisis domain, keberagaman dapat diekspresikan dengan pemodelan fitur (feature modeling)[1]. Pemodelan fitur
adalah teknik utama untuk mengidentifikasi dan menangkap keberagaman. Aktivitas pemodelan properti-properti yang umum
(common) dan beragam (variable), serta kebergantungan-kebergantungannya dan mengorganisasikan properti-properti itu dalam
satu model yang koheren yang disebut model fitur.
Model fitur merepresentasikan fitur-fitur umum dan fitur-fitur yang beragam dari sebuah konsep serta kebergantungan
antara fitur-fitur variabel tersebut[1]. Model fitur berisi diagram fitur dan beberapa informasi tambahan.
Diagram fitur menyediakan notasi grafis seperti pohon. Diagram fitur menunjukkan hirarki dari fitur-fitur yang terdapat
pada sistem yang terdiri dari kumpulan simpul (node), kumpulan sisi (edge), dan kumpulan dekorasi sisi (edge decoration).

2.2.1 Kesamaan (Commonalities)
Diagram fitur dapat merepresentasikan kesamaan dan keberagaman fitur yang dimiliki[1]. Common feature dari satu
konsep adalah fitur yang ada di semua instan satu konsep. Kesamaan diekspresikan dengan mandatory features.
Kesamaan fitur dari sistem toko online yang sudah dianalisa ditunjukkan pada tabel 2.1.

Tabel 2.1 Tabel Kesamaan Fitur (Commonalities Feature)
No Fitur/Produk yes24 koreabuys hijup berrybenka 3second
1 Chart
2 Product Review
3 Shopping List
4 Search by Category
5 Search by Brand
6 Rincian Product
7 How To Order
8 Informasi Size
9 Search
10 Q&A
11 Pembatalan Pemesanan
12 Pembayaran Transfer Bank



2.2.2 Keberagaman (Variabilities)
Pemahaman dan pemodelan keberagaman diperlukan agar pengembang perangkat lunak semakin produktif dan dapat
meningkatkan sistem penggunaan ulang yang dapat mengahasilkan kode yang lebih efisien, sehingga akan meningkatkan
produktifitas dalam membangun perangkat lunak.
Keberagaman fitur dapat diekspresikan menggunakan optional features, alternative features, optional alternative
features, dan or-features yang semua itu disebut vatiable features. Pemodelan fitur cocok digunakan untuk menganalisis
variabilitas kebutuhan pada sistem. Setelah titik-titik variabilitas diidentifikasi, maka pengembang dapat memilih mekanisme
untuk mengimplementasikan keberagaman tersebut. Analisa keberagaman fitur pada toko online ditunjukkan pada Tabel 2.2

Tabel 2.2 Tabel Keberagaman Fitur (Variabilities Feature)
No Fitur/Produk yes24 koreabuys hijup berrybenka 3second
1 Pembayaran Kredit -
2 Login -
3 Forgot Password -
4 Registrasi -
5 Edit Profil -
6 Kupon/Keanggotaan -
7 Blogs - -
8 Event - -
9 Katalog - -
10 Edit Password - -
11 Delete Account - - -
12 Share Product to Social Media - - -
13 Best Review - - -
14 e-Point - - -
15 e-Money - - -
16 Tempat Penukaran - - -
17 Login with social media - - - -
18 1 day delivery - - - -
19 Todaysales - - - -
20 Majalah Online - - - -
21 Search by Color - - - -
22 Search by Size - - - -

2.3 Model Domain Toko Online
Model Domain pada toko online yang sudah dianalisis ditunjukkan pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Model Domain Toko Online


2.4 Metode Feature Oriented Domain Analysis (FODA)
Metode FODA (Feature-Oriented Domain Analysis) pertama kali dikembangkan oleh Software Engineering Institute di
tahun 1990. Dalam laporan dari sebuah studi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode FODA dapat digambarkan sebagai
langkah pertama yang diperlukan untuk mengambangkan kembali perangkat lunak[3]. Laporan ini memperkenalkan konsep
model fitur untuk rekayasa domain penuh dalam upaya mewakili fitur standar dalam keluarga sistem dalam domain serta
hubungan antara fitur tersebut. Sejak saat itu, fitur model telah ditandai sebagai kontribusi
terbesar dari rekayasa domain untuk rekayasa perangkat lunak.
Tujuan dari FODA adalah untuk menciptakan model domain yang mewakili keluarga sistem yang kemudian dapat
disempurnakan menjadi sistem yang diinginkan. Untuk melakukan hal ini, ruang lingkup dari domain harus dianalisa (dikenal
sebagai analisis konteks FODA) untuk mengidentifikasi tidak hanya sistem dalam domain, tetapi juga sistem yang berinteraksi
dengan domain analisis fitur, kemudian menganalisa kebutuhan end- user dan sistem kandidat pada domain.
Metode FODA ini melakukan analisis domain lebih ditekankan dengan mengidentifikasi fitur-fitur didalam aplikasi pada
domain. Model fitur yang digunakan dalam analisis domain untuk meliputi kesamaan dan perbedaan sistem dalam domain. Pada
domain analisis fitur- fitur dibagi menjadi 4 bagian yaitu[3] :
Fitur wajib : Setiap sistem dalam domain harus memiliki kemampuan tertentu.
Fitur Alternatif (one-of) : Sistem hanya dapat memiliki satu kemampuan dalam satu waktu (harus memilih salah satu fitur).
Fitur Optional : Sistem mungkin atau tidak memiliki kemampuan tertentu.
Or-Fitur (more-of): Sistem dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (setidaknya salah satu fitur dipilih).
Keseluruhan fitur pada toko online ditunjukkan pada Tabel 2.3

Tabel 2.3 Tabel Keseluruhan Fitur Toko Online
No Fitur/Produk yes24 koreabuys hijup berrybenka 3second
1 Chart
2 Product Review
3 Shopping List
4 Search by Category
5 Search by Brand
6 Rincian Product
7 How To Order
8 Informasi Size
9 Search
10 Q&A
11 Pembatalan Pemesanan
12 Pembayaran Transfer Bank
13 Pembayaran Kredit -
14 Login -
15 Forgot Password -
16 Registrasi -
17 Edit Profil -
18 Kupon/Keanggotaan -
19 Blogs - -
20 Event - -
21 Katalog - -
22 Edit Password - -
23 Delete Account - - -
24 Share Product to Social Media - - -
25 Best Review - - -
26 e-Point - - -
27 e-Money - - -
28 Tempat Penukaran - - -
29 Login with social media - - - -
30 1 day delivery - - - -
31 Todaysales - - - -
32 Majalah Online - - - -
33 Search by Color - - - -
34 Search by Size - - - -

Diagram fitur pada toko online yang sudah dianalisis ditunjukkan pada gambar 2.2.


Gambar 2.2 Diagram Fitur Toko Online

III. KESIMPULAN
Analisis domain merepresentasikan pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi lingkup, fitur-fitur, dan titik-titik variasi
pada domain. Dari hasil analisis domain yang sudah dilakukan, yes24, koreabuys, berrybenka, hijup, dan 3second merupakan
satu domain toko online dengan ditandai oleh banyaknya kesamaan fitur yang dilihat pada metode FODA (Feature Oriented
Domain Analysis).


REFERENSI
[1] Czarnceki, Krzysztof, Ulrich W. Eisenecker (2000), Generative Programming: Methods, Tools, and Applications, Addison-
Wesley

[2] Hariyanto, Bambang (2008), Penerapan Generative Programming Pada Sistem Autonomic Untuk Memperoleh Keluwesan
Dan Kinerja Tinggi, Disertasi Doktoral, Institute Teknologi Bandung

[3] Andhika, Syahrizal.2012.Implementasi Bahasa Domain yang Spesifik Pada Perangkat Lunak Trafficsqueezer
Menggunakan Metode FODA.Universitas Gunadarma