Anda di halaman 1dari 24

BAB II

TINJAUAN TEORITIS
A. Pengertian
1. Glaukoma
Glaukoma merupakan kumpulan beberapa penyakit dengan tanda utama
tekanan intraokuler yang meningkat dengan segala akibatnya yaitu
penggaunagn dan atrofi saraf optik serta defek lapang pandang yang khas
( Ilmu Penyakit Mata; 219)
Istilah glaukoma meruuk pada kelompok penyakit yang berbeda dalam hal
patofisiologi! presentasi klinis! dan penanganannya. "iasanya ditandai dengan
berkurangnya lapang pandang akibat kerusakan saraf optikus ("runner dan
#uddart; 2$$%)
Glaukoma adalah sekelompk kelainan mata yang ditandai dengan adanya
peningkatan &ekanan Intraokuler ("arbara '. (ong ; 2)2)
*ari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bah+a glaukoma adalah
sekelompok kelainan mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan
intraokuler dan ditandai oleh berkurangnya lapang pandang.

B. Anatomi dan Fisiologi Sistem penglihatan
a. ,natomi Mata
#truktur mata tambahan
Mata dilindungi dari kotoran dan benda asing oleh alis! bulu mata dan kelopak
mata. -onungti.a adalah suatu membran tipis yang melapisi kelopak mata
( konungti.a palpebra)! ke/uali darah pupil. -onungti.a palpebra melipat
kedalam dan menyatu dengan konungti.a bulbar membentuk kantung yang
disebut sakus konungti.a. 0alaupun konungti.a transparan! bagian palpebra
tampak merah muda karena pantulan dari pembuluh 1 pembuluh darah yang
ada didalamnya! pembuluh 1 pembuluh darah ke/il dapat dari konungti.a
bulbar diatas sklera mata. -onungti.a melindungi mata dan men/egah mata
dari kekeringan.
2
-elenar lakrimalis teletak pada sebelah atas dan lateral dari bola mata.
-elenar lakrimalis mengsekresi /airan lakrimalis. ,ir mata berguna untuk
membasahi dan melembabkan kornea! kelebihan sekresi akan dialirkan ke
kantung lakrimalis yang terletak pada sisi hidung dekat mata dan melalui
duktus nasolakrimalis untuk kehidung.
"ola Mata
"ola mata disusun oleh tiga lapisan! yaitu 3 sklera! koroid! dan retina. (apisan
terluar yang ken/ang atau sklera tampak putih gelap dan ada yang bening yaitu
pada bagian iris dan pupil yang membantuk kornea. (apisan tengan yaitu
koroid mengandung pembuluh 1 pembuluh darah yang arteriolnya masu
kedalam badan siliar yang menempel pada ligamen suspensori dan iris.
(apisan terdalam adalah retina yang tidak mempunyai bagian anterior
mengandung reseptor /ahaya ( fotoreseptor ) yang terdiri dari sel batang dan
sel keru/ut. 4eseptor /ahaya melakukan synap dengan saraf 5 saraf bipolar
diretina dan kemudian dengan saraf 1 saraf ganglion diteruskan keserabut
saraf optikus. #el keru/ut lebih sedikit dibanding sel batang. #el keru/ut dapat
ditemukan di dekat pusat retina dan diperkirakan menadi reseptor terhadap
/ahaya terang dan penglihatan +arna. #el 1 sel batang ditemukan banyak pada
daerah perifer retina yang merupakan reseptor terhadap gelap atau penglihatan
malam. #el 1 sel batang mengandung rhodopsin yaitu suatu protein fotosintetif
yang /epat berkurang dalam /ahaya terang. 4egenerasi rhodopsin bersifat
lambat tergantung pada tersedianya .itamin ,! mata memerlukan +aktu untuk
beradaptasi dari terang ke gelap. *efisiensi .itamin , mempengaruhi
kemampuan melihat dimalam hari.
4uangan pada mata
"agian dalam bola mata terdiri dari 2 rongga ; anterior dan posterior. 4ongga
anterior teletak didepan lensa! selanutnya dibagi lagi kedalam dua ruang ;
ruang anterior ( antara kornea dan iris ) dan ruang posterior ( antara iris dan
lensa ). 4ongga anterior berisi /airan bening yang dinamakan humor a6ueous
yang diproduksi dalam badan /iliary! mengalir kedalam ruang posterior
mele+ati pupil masuk keruang anterior dan dikeluarkan melalui saluran
s/helmm yang menghubungkan iris dan kornea ( sudut ruang anterior ).
%
Iris dan lensa
Iris adalah ber+arna! membran membentuk /airan ( bundar ) mengandung
dilator in.olunter dan otot 1 otot spingter yang mengatur ukuran pupil. Pupil
adalah ruangan ditengah 1 tengah iris! ukuran pupil ber.ariasi dalam merespon
intensitas /ahaya dan memfokuskan obek ( akomodasi ) untuk memperelas
penglihatan! pupil menge/il ika /ahaya terang atau untuk penglihatan dekat.
(ensa mata merupakan suatu kristal! berbentuk bikonfek ( /embung ) bening!
terletak dibelakang iris! terbagi kedalam ruang anterior dan posterior.
(ensatersusun dari sel 1 sel epitel yang dibungkus oleh membrab elastis!
ketebalannya dapat berubah 1 ubah menadi lensa /embung bila refraksi lebih
besar.
7tot 1 otot mata
7tot 1 otot mata terdiri dari dua tipe; ekstrinsik dan intrinsik. 7tot 1 otot
intrinsi bersifat .olunter ( diba+ah sadar )! diluar bola mata yang mengontrol
pergerakan diluar mata. 7tot 1 otot intrinsik bersifat in.olunter ( tidak disadari
) berada dalam badan /iliary yang mengontrol ketebalan dan ketipisan lensa!
iris dan ukuran pupil.
#udut filtrasi
#udut filtrasi ini terdapat didalam limbus kornea. (imbus adalah bagian yang
dibatasi oleh garis yang menghubungkan akhir dari membran des/emet dan
membran bo+man lalu ke posterior $!8% mm! kemudian kedalam mengelilingi
kanal s/helmm dan trabekula sampai ke '7,. ,khir dari membran des/emet
disebut garis s/h+albe. (imbus terdiri dari 2 lapisan epitel dan stroma.
9pitelnya dua kali setebal epitel kornea. *idalam stromanya terdapat serat 1
serat saraf dan /abang akhir dari ,. siliaris anterior. "agian terpenting dari
sudut foltrasi adalah trabekula! yang terdiri dari 3
1. &rabekula korneoskeral! serabutnya berasal dari lapisan dalam stroma kornea
dan menuu kebelakang! mengelilingi kanal s/helmm untuk berinsersi pada
sklera.
2. &rabekula u.eal! serabut berasal dari lapisan dalam stroma kornea! menuu ke
skleralspur ( insersi dari m. siliarir ) dan sebagian ke m. siliaris meridional.
)
:. serabut berasal dari akhir membran des/emet ( garis s/h+albe )! menuu
kearingan pengikat m. siliaris radialis dan sirkularis.
2. (igamentum pektinatum rudimenter! berasaal dari dataran depan iris menuu
ke depan trabekula. &rabekula terdiri dari aringan kolagen! aringan homogen!
elastis! dan seluruhnya diliputi endotel. -eseluruhannya merupakan spons
yang tembus pandang! sehingga bila ada darah dalam /anal s/helmm! dapat
terlihat dari luar.
b. ;isiologi Penglihatan
'ahaya masuk ke mata dan di belokkan (refraksi) ketika melalui kornea dan
struktur5struktur lain dari mata (kornea! humor a6ueous! lensa! humor
.itreous) yang mempunyai kepadatan berbeda5beda untuk difokuskan di
retina! hal ini disebut kesalahan refraksi.
Mata mengatur (akomodasi) sedemikian rupa ketika melihat obek yang
araknya ber.ariasi dengan menipiskan dan menebalkan lensa. Pemglihatan
dekat memerlukan kontraksi dari badan /iliary! yang bisa memendekkan arak
antara kedua sisi badan /iliary yang diikuti dengan relaksasi ligamen pada
lensa. (ensa menadi lebih /embung agar /ahaya dapat terfokuskan pada
retina. Penglihatan yang terus menerus dapat menimbulkan ketegangan mata
karena kontraksi yang menetap (konstan) dari otot5otot /iliary. <al ini dapat
dikurangi dengan seringnya mengganti arak antara obek dengan mata.
,komodasi uga dinbantu dengan perubahan ukuran pupil. Penglihatan dekat!
iris akan menge/ilkan pupil agar /ahaya lebih kuat melelui lensa yang tebal.
'ahaya diterima oleh fotoreseptor pada retina dan dirubah menadi akti.itas
listrik diteruskan ke kortek. #erabut5serabut saraf optikus terbagi di optik
/hiasma (persilangan saraf mata kanan dan kiri)! bagian medial dari masing5
masing saraf bersilangan pada sisi yang berla+anan dan impuls diteruskan ke
korteks .isual.
&ekanan dalam bola mata (intra o//ular pressure=I7P)
&ekanan dalam bola mata dipertahankan oleh keseimbangan antara produksi
dan pengaliran dari humor a6ueous. Pengaliran dapat dihambat oleh
bendungan pada aringan trabekula (yang menyaring humor a6uoeus ketika
8
masuk kesaluran s/hellem) atau dfengan meningkatnya tekanan pada .ena5
.ena sekitar s/lera yang bermuara kesaluran s/hellem. #edikit humor a6ueous
dapat maengalir keruang otot5otot /iliary kemudian ke ruang suprakoroid.
Pemasukan kesaluran s/hellem dapat dihambat oleh iris. #istem pertahanan
katup (>alsa.a manuefer) dapat meningkatkan tekanan .ena. Meningkatkan
tekanan .ena sekitar sklera memungkinkan berkurangnya humor a6uoeus
yang mengalir sehingga dapat meningkatkan I7P. -adang5kadang
meningkatnya I7P dapat teradi karena stress emosional.
C. Dinamia !"mor A#"eo"s
<umor a6uous dihasilkan oleh badan siliar! kemudian mengisi bilik mata
belakang ('7P)! mengalir ke bilik mata depan ('7,)! mele+ati /elah antara
iris lensa! dan pupil! meninggalkan '7, le+at sudut '7,! ke kanalis s/helem
kemudian ke saluran kolektor dan bermuara ke pembuluh darah .ena
episklera. Pada sudut '7, terdapat anyaman trabekel yang halus yang
bertindak sebagai penyaring dan dalam keadaan tertentu anyaman ini dapat
menghambat aliran humor a6ueous! sehingga teradi peninggian tekanan bola
mata. "ila tekanan bola mata yang tinggi menetap maka teradi gloukoma.
,nyaman trabekel adalah suatu anyaman disudut '7, yang terdiri dari sisa 1
sisa dari sklera! badan siliar! iris dan kornea yang berupa tali 1 tali halus
dengan lubang 1 lubang yang dapat dilalui oleh humor a6uous.
-ira 1 kira 2$ sampai 2% persen dari humor a6uous meninggalkan '7,
melalui u.eoskleral ke supra koroid dan berakhir pada .ena di badan siliar.
,liran humor a6uous ini dipengaruhi oleh tekanan bola mata! tekanan .ena
episkleral dan .iskositas humor a6uous. &ugas dari a6uos humor adalah
membentuk bola mata! memberi nutrisi pada lensa dan kornea! mengatur
tekanan bola mata.
-omposisi humor a6uous berbeda dari plasma karena lebih ernih! kadar
protein lebih rendah. -omposisi humor a6uous akan berubah seperti plasma
bila keadaan dibilik depan mengalami perubahan! misalnya ada radang di
'7, post operasi intraokuler! sehingga humor a6uous mengandung lebih
banyak sel dan protein.
?
Gangguan dinamika a6uous humor teradi pada 3
1. Pembentuka a6uous humor yang
berlebih! keadaan ini arang.
2. <ambatan pada pengaliran humor
a6uous dari '7P ke '7, karena adanya blok pupil.
:. <ambatan aliran humor a6uous
dari '7, ke kanal s/hlemm yang teradi di trabekel! atau didepan trabekel
misalnya adanya sudut sempit! membran didepan trabekel.
2. <ambatan pembuangannya
misalnya hambatan pada kanalis s/hlemm! saluran kolektor atau u.eosklerar
+alaupun arang.
D. Pen$e%a% &la"oma
Glaukoma disebabkan peningkatan tahanan aliran keluar humor a6ueous
melalui aring5aring trabekuler! kanalis s/hlemm! dan sistem .ena episkleral.
Pori5pori trabekula dapat tersumbat oleh setiap enis debris! darah! pus! atau
bahan lainnya. Peningkatan tahanan tersebut dapat disebabkan oleh
penggunaan kortikostroid angka lama! tumor intraokuler! u.eitis akibat
penyakit seperti herpes simple@ atau herpes Aoster! atau penyumbatan aring5
aring trabekula oleh material lensa! bahan .iskoelastik (digunakan pada
pembedahan katarak)! darah atau pigmen. Peningkatan tekanan episkleral
akibat keadaan seperti luka bakar kimia! tumor retrobulbar! penyakit tiroid!
fistula ateio.enosa! ugularis superior .ena ka.a atau sumbatan .ena pulmonal
uga dapat mengakibatkan peningkatan &I7. #elain itu! glaukoma sudut
terbuka dapat teradi setelah ekstraksi katarak! implantasi &I7 ( khususnya
lensa kamera anterior)! pengun/ian sklera! .itrektomi! kapsulotomi posterior!
atau trauma.
#elain itu! &I7 dapat meningkat karena adanya hambatan oleh akar iris pada
sudut bilik mata depan! yang membendung semua aliran keluar. ;aktor resiko
teradinya glaukoma diantaranya ri+ayat penyakit diabetes! hipertensi!
arteriosklerosis.

9
E. Tanda dan ge'ala
Glukoma sudut terbuka tidak menunukan geala sampai pada peralanan
penyakit yang sudah lanut. ,+itannya insidius! progresif lambat! dan
kehilangan lapang pandang perifer ke/il tidak dirasakan. -etika kehilangan
lapang pandang menadi lebih elas bagi pasien! kerusakan ire.ersibel!
ekstensi saraf optikus biasanya sudah teradi.
Geala glukoma sudut tertutup meliputi nyeri! pandangan halo (melihat halo
disekitar benda)! pandangan kabur! mata merah! dan perubahah bentuk mata.
Byeri okuler mungin disebabkan oleh peningkatan &I7 /epat! implamasi atau
akibat efek samping yang ditimbulkan oleh obat (misalnya spasme otot silier).
Byeri okuler berat dapat disertai mual! muntah! berkeringat! atau bradikardia.
Mata merah mungkin berhubungan dengan iritis akut! reaksi obat! glukoma
neo.askuler! hi.ema! perdarahan subkonungtia atau tekanan .ena episkleral
yang meningkat. 9dema kornea akibat peningkata &I7 dan dekompesasi epitel
kornea dapat mengakibatakn pandangan halo. Pandangan kabur episodik uga
sering diumpai. "eberapa pasien merasa ada perubahan penampilan mata!
termasuk kornea memburam! pergeseran okuler! dan perubahan posisi! ukuran
atau bentuk pupil.
F. Pato(isiologi
&ekanan intraokuler dipertahankan oleh produksi dan pengaliran humor
a6ueous yang menyebabkan peningkatan I7P. "ila tekanan terus meningkat
dapat teradi kerusakan mata. Perubahan pertama sebelum sampai hilangnya
penglihatan adalah perubahan perifer! bila hal ini tidak segera ditangani bisa
timbul kebutaan. Glukoma sudut tertutup teradi bila tekanan intraokuler
mendadak naik karena adanya hambatan oleh akar iris pada sudut bilik mata
depan yang membendung semua aliran keluar. Glukoma sudut tertutup
trabekelnya baik! hambatan pengaliran humor a6uoeus teradi karena sudut
balik depan yang sempit! kemudian karena keadaan tertentu yang
menyebabkan sudut balik depan tertutup sehingga hambatan menadi total!
dengan akibat teradi peninggian &I7. "ila hambatan total teradi se/ara
mendadak maka akan teradi serangan glukoma akut.

1$
&. Penatalasanaan
&uuan penatalaksanaan glaukoma adalah menurunkan &I7 ke tingkat yang
konsisten dengan mempertahankan penglihatan.
;armakoterapi
1) ,ntagonis "eta5adrenergik
,ntagonis "eta5adrenergik menurunkan &I7 dengan mengurangi
pembentukan umur a6ueous. 7bat yang bisa digunakan adalah timolol!
le.obimolol (betagen)! optipranolol (metipranolol). *engan menggunakan
obat ini dapat mengurangi efek samping kardiopulmonal yang sering diumpai
pada obat non selektef beta! seperti distress pernapasan! blok antung dan
hipotensi.
2) "ahan kolinergik
7bat kolinergik topikal digunakan dala penanganan glukoma angka pendek
dengan penyumbatan pupil akibat efek langsungnya pada reseptor
parasimpatis iris dan badan silier. #ebagai akibatnnya! spingter pupil akan
berkontriksi! iris mengen/ang! .olume aringan iris pada sudut akan
berkurang. *an iris perifer tertarik menauhi aring5aring trabekula.
Perubahan ini memungkinkan humor a6ueous men/apai saluran keluar dan
akibatnya teradi penurunan &I7.
:) ,gonis adrenergik
,gonis adrenergik digunakan bersama dengan bahan penghambat beta
adrenergik berfungsi saling sinergi dan bukan berla+anan. Menurunkan &I7
dengan meningkatkan aliran ke luar humor a6ueous! memperkuat dilatasi
pupil! menurunkan produksi humor a6ueous dan menyebabkan kontriksi
pembuluh darah konungti.a. 'ontohnya adalah epinefrin dan fenilefrin
hidroklorida. &etes mata epinefrin digunakan dalam menangani glukoma sudut
terbuka. #edangkan fenilefrin sering digunakan untuk mendilatai mata
sebelum pemeriksaan fundus okuli dan menangani u.eitis.
2) Inhibitor anhidrase karbonat
Inhibitor anhidrase! misal asetaAolamid (diamo@)! diberikan se/ara sistemik
untuk menurunkan &I7 dengan menurunkan pembuatan humor a6ueous.
11
*igunakan untuk menangani glukoma sudut terbuka (angka panang) dan
menangani glukoma penutupan sudut (angka pendek).
%) *iuretika osmotik
"ahan hiperosmotik oral (gliserol atau intra .ena (manitol)) dapat menurunkan
&I7 dengan meningkatkan osmolalitas plasmadan menarik air dari mata
kedalam peredaran darah.
Pembedahan
1) Iridektomi perifer atau sektoral
*ilakukan untuk mengangkat sebagian iris untuk memungkinkan aliran humor
a6ueous dari kamera posterior ke kamera anterior. *iindikasikan pada
penanganan glukoma dengan penyumbatan pupil bila pembedahan laser tidak
berhasil atau tidak tersedia.
2) &rabekulektomi (prosedur filtrasi)
*ilakukan untuk men/iptakan saluran pengaliran baru melalui sklera.
&rabekulektomi meningkatkan aliran humor a6ueous dengan memintas
struktur pengaliran yang alamiah. -etika /airan mengalir melalui saluran baru
ini! akan terbentuk blab atau gelembung yang dapat diobser.asi pada
pemeriksaan konungti.a. -omplikasi setelah prosedur filtrasi meliputi
hipotoni (&I7 rendah yang tidak normal)! hi.ema atau darah di kamera
anterior mata.
:) Prosedur seton
,lat ini paling sering digunakan pada pasien dnegan &I7 tinggi! pada mereka
yang beresiko tinggi terhadap pembedahan! atau mereka yang prosedur filtrasi
a+alnya gagal.
Implikasi kepera+atan
,mbulasi progresif diperkenankan! bergantung usia dan kondisi fisik pasien.
Gerakan dan aktifitas yang berat yang dapat mengakibatkan pasien mengalami
keadaan yang serupa dengan manufer .alsal.a (dengan akibat peningkatan
&I7) seperti mengear! mengangkat beban! dan membungkuk! dihindari
12
sampai satu minggu. Mata dibalut selama 22 am atau lebih lama bila
diperlukan! dan mata tidak boleh kemasukan air.
&etes mata antibiotika spektrum luas dapat diberikan selama 25% hari! dan
kortikosteroid topikal diberikan selama bebrapa minggu utnuk mengurangi
implamasi. Memba/a dapat menyebabkan gerakan mata /epat mendadak maka
sebaiknya dilarang sampai diperbolehkan oleh dokter.
!. )onsep As"han )epera*atan
Cntuk melaksanakan asuhan kepera+atan pada klien yang mengalami
gangguan sistem penglihatan dengan glaukoma perlu menggunakan proses
kepera+atan untuk men/apai hasil yang diharapkan. ,dapaun proses
kepera+atan terdiri dari 3 pengkalian! diagnosa kepera+atan! peren/anaan!
pelaksanaan! dan e.aluasi.
1) Pengkaian
Pengkaian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan pera+atan
pada klien.
a. *ata biografi
<al5hal yang perlu ditanyakan meliputi umur!karena glaukoma /enderung
teradi pada lansia dengan umur lebih dari 2$ th; pendidikan! semakin tinggi
tingkat pendidikan seseorang! maka tingkat pengetahuan semakin meningkat
termasuk pengetahuan tentang penyakit dan penyebabnya! sehingga dapat
melakukan pen/egahan lebih dini; pekeraan! banyak pekeraan yang menyita
+aktu sehingga dapat meningkatkan tekanan intra okuler
b. 4i+ayat kesehatan
(1) 4i+ayat kesehatan sekarang
a) -eluhan utama masuk 4#
Pada umumnya klien dengan glaukoma mengeluh penglihatan kabur yang
mendadak! diikuti rasa nyeri hebat! dan penampakan lingkaran ber+arna
pelangi di sekitar lampu. #ering mual dan muntah5muntah. "iasanya terasa
nyeri pada dan di sekitar mata. -eluhan lainnya yang sering ada adalah mata
1:
merah sekali dan palpebra membengkak! serta taam penglihatan menurun
(kadang5kadang lainnya hanya sampai persepsi /ahaya).
b) -eluhan saat pengkaian
Menelaskan keluhan yang dirasakan klien saat dikai oleh pera+at yang
kemudian dikembangkan lebih lanut dengan memakai metoda PD4#&. Cntuk
pengembangan PD4#& ini! tentu saa tergantung dari keluhan yang klien
keluhkan dan perlu diingat bah+a poin5point PD4#& ini kadang tidak se/ara
keseluruhan keluhan klien dapat dikembangkan! tapi setidaknya memberikan
keelasan untuk ketepatan inter.ensi pada saat itu.
(2) 4i+ayat kesehatan dahulu
Perlu dikai bagaimana kebiasaan klien dalam hal akti.itas! seperti memba/a.
&anyakan apakah klien pernah mengalami trauma atau pembedahan mata.
,pakah klien pernah mendapat terapi kortikosteroid angka panang! atau
pernah mendapat terapi miosis. -ai adanya penyakit sistemik seperti diabetes
mellitus. &anayakan pula penggunaan berbagai obat topikal atau sistemik
( >asokonstriktor! bronkodilator! penenang! dan anti parkinson)
(:) 4i+ayat kesehatan keluarga
-ai apakah dalam keluarga klien ada yang mempunyai penyakit glaukoma!
karena menurut pendapat beberapa pakar galukoma diturunkan. *an kai pula
apakah dalam keluarga klien ada yang menderita penyakit diabetes mellitus
atau hipertensi.
/. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada sistem penglihatan mengkai struktur eksterna dan
interna. #elain itu pemeriksaan itu dilakukan se/ara head to toe.
d. Pola akti.itas sehari5hari
*engan membandingkan kebiasaan sehari5hari klien sebelum dan sesudah
dapat diketahui perrubahan yang teradi pada klien dan membantu
memudahkan untuk mengetahui kebutuhan klien
e. *ata psikologis
-ai gambaran emosi dan status sosial klien serta identifikasi kebutuhan5
kebutuhan khusus persepsi klien sebelum didiagnosa.
12
-ai bagaimana perasaan klien setelah mempunyai penyakit galukoma! apakah
harga diri klien terganggu. Eangan biarkan klien merasa stress dengan
keadaannya karena stress dapat menyebabkan peningkatan &I7.
f. *ata sosial
#ering ditemukan masalah sosial yang dapat menimbulkan stress pada klien.
g. *ata spiritual
-ai pandangan klien tentang penyakit dan harapan klien tentang penyakitnya.
2) Pemeriksaan diagnostik
a. -etaaman penglihatan
Pemeriksaan ketaaman penglihatan bukan merupakan /ara yang khusus untuk
glaukoma! tetapi tetap penting karena pada klien yang menderita glaukoma
ketaaman penglihatannya menurun
b. &onometri
&onometri diperlukan untuk mengukur besarnya tekanan intra okuler.
&onomeri ini ada : ma/am yaitu 3
1. 'ara digital 3 paling mudah tapi tidak /ermat! sebab
pengukurannya berdasarkan perasaan kedua ari telunuk kita. *engan
menyuruh penderita melihat ke ba+ah tanpa menutup matanya! kemudian kita
letakan kedua ari telunuk diatasnya! dengan satu ari menekan sedangkan ari
yang lain menahan se/ara bergantian. &inggi rendahnya di/atat sebagai
berikut3
&I7 3 &ensi intra okuler F B (normal)
&I7 3 B G 1 (agak tinggi); &I7 F B 1 1 (agak tinggi)
&I7 3 B G 2 (tinggi)! dsb
"ila penderita menutup matanya pada +aktu melihat ke ba+ah! maka tarsus
palpebra yang keras pindah ke depan mata! sehingga pada palpasi yang teraba
tarsusnya dan memberi kesan keras.
2. 'ara mekanis! dengan tonometri s/hiotA
&idak begitu mahal! dapat diba+a kemana5mana! mudah mengerakannya.
<anya bila skleranya terlalu lembek seperti pada penderita miopia! maka hasil
pemba/aanya menadi terlalu rendah. Penderita berbaring tanpa bantal!
1%
matanya ditetesi panto/ain 152 H satu kali. #uruh penderita melihat lurus ke
atas dan letakan tonometer dipun/ak kornea. Earum tonometer akan bergerak
di atas skala dan menunuk pada satu angka diatas skala tersebut.
&onometer ini men/atat tekanan terhadap timbangan tertentu! yang
menimbulkan tekanan pada kornea. ,nak timbangan yang dipakai berma/am5
ma/am diantaranya %!%g! 8!%g! 1$g! dan 1%g.
Cmpamanya angka gesekan di skala %! timbangan yang dipakai %!%g maka
&I7 F %=%!% yang menurut tabel menunukan 18!: mm<g.
:. &onometer dengan tonometer aplanasi dari goldman
,lat ini /ukup mahal kira5kira 1$ kali harga tonometer dari s/hiotA uga
memerlukan slitlamp yang uga /ukup mahal! pula tidak praktis. &etapi
meskipun demikian! did alam komunikasi internasional se/ara tidakresmi!
hanya tonometri dengan aplanasi tonometer yang diakui. *i Indonesia hanya
pusat5pusat oftalmologi dan beberapa dokter ahli mata yang mempunyainya.
*engan alat ini kekakuan sklera dapat diabaikan! sehingga hasil pengukuran
menadi lebih /ermat. &ekanan intraokuler yang normal berkisar antara 1%52$
mm<g. Ini sangat indi.idual! sebab mungkin ada mata dengan tensi dalam
batas5batas normal! tetapi menunukan tanda glukoma. -arena itu lebih baik
disebut tekanan normatif! yaitu tekanan intraokuler! dimana tidak
menimbulkan akibat buruk. Cmumnya tekanan 22!2 mm<g! masih dianggap
sebagai batas tertinggi. &ekanan 22 mm<g dianggap Ihigh normalJ dan kita
harus +aspada.
&ekanan bola mata ini! untuk satu mata tak selalu tetap! tetapi pada bernapas
ada fluktuasi 152 mm<g dan pada am %58 pagi paling tinggi! siang hari
menurun malam hari menaik lagi. <al ini dinamakan .ariasi di urnal; dengan
flutuasi : mm<g. "ila pada pemakaian tonometer s/hiotA! terdapat tekanan
intraokuler yang selalu tinggi! tanpa tanda5tanda klinik dari glukoma! maka
ada 2 kemungkinan yaitu kekakuan okuler yang tinggi (o/ular rigidity) dan
tensi normatif yang tinggi.
Cntuk membedakannya! pakailah 2 anak timbangan %!%g dan 1$g. bila dengan
anak timbangan 1$g tensinya lebih tinggi! daripada dengan anak timbangan
%!%g! hal ini menunukan kekakuan okulernya yang tinggi sedang ika
1)
tekanannya pada kedua anak timbangan ini sama! maka menunukan bah+a
tensi normatifnya yang tinggi.
2. Genioskopi
Merupakan suatu /ara untuk menilai lebar sempitnya sudut bilik mata depan.
*engan alat ini dapat pula diramalkan apakah suatu sudut akan mudah
atertutup dikemudian hari. 'ara yang sederhana untuk menentukan lebar
sempitnya sudut bilik mata depan! dengan menyinari bilik mata depan! dari
samping memakai sebuah senter. Iris yang datar akan disinari se/ara merata!
ini berarti bilik mata depannya terbuka. &etapi bila yang disinari pada sisi
lampu senter! sedang pada sisi yang lain terbentuk bayangan! maka
kemungkinan sudut bilik mata depannya sempit atau tertutup.
%. lapang pandang
akibat yang ditimbulkan oleh glaukoma dapat dinilai dari kerusakan lapang
pandang! oleh karena itu pemeriksaan lapang pandang sangat penting. *ua
/ara pemeriksaan lapang pandang yang umumnya dikenal adalah 3
a. pemeriksaan lapang pandang perifer 3 lebih berarti ika glaukoma
lebih lanut! karena dalam tahap lanut kerusakan lapang pandang akan
ditemukan didaerah tepi! yang kemudian meluas ke tengah.
b. pemeriksaan lapang pandang sentral
pemeriksaan ini menggunakan tabir berrum! yang meliputi daerah luas :$
7
.
ustru skotoma 1 skotoma parasentral dalam tahap dini ditemukan dengan /ara
ini. -erusakan 1 kerusakan dini lapang pandang ditemukan parasentral yang
dinamakan skotoma berrum. #kotoma ini setengah melingkari titik filsasi.
"iasanya penderita tidak sadar akan kerusakan ini karena tidak mempengaruhi
taam penglihatan sentral. ,pabila gloukoma kronik sudah lebih lanut!
kerusakan 1 kerusakan lapang pandang teradi di perifer terutama dibagian
nasal atas dulu. -erusakan ini kemudian meluas ke tengah dan akan
bergabung dengan skotoma parasentral. *alam tahap seperti ini taam
penglihatan sentral masih tetap normal. -emudian kerusakan lapang pandang
akan meluas ke seluruh urusan dan disekitar titik fiksasi yang tadinya masih
terhindar! kerusakan akan meluas ke tengah. Pada suatu ketika keadaan
18
menadi demikian rupa! sehingga seluruh lapang pandangan habis! ke/ualoi
suatu pulau ke/il (kurang lebih %
$
) yang tersisa disekitar titik fiksasi. *alam
tahap lanut seperti inipun! taam penglihatan masih normal. -eadaan ini
dinamakan Itunnel .isionJ atau penglihatan tero+ong. ,khirnya titik fikasa
itupun akan hilang dan tersisa pulau ke/il dibagian temporal. Ini dapat
bertahan lama sekali! sebelum mata itu menadi buta total.
:) *iagnosa kepera+atan
1. -etakutan atau ansietas yang
berhubungan dengan kerusakan sensori dan kekurangan pemahaman mengenai
pera+atan pas/aoperatif! pemberian obat.
2. 4esiko terhadap /edera yang
berhubungan dengan kerusakan penglihatan atau kurang pengetahuan.
:. Infeksi luka operasi atau struktur
okuler lain; ablasio retina! peninggian &I7! perporasi luka operasi.
2. Byeri yang berhubungan dengan
trauma! peningkatan &I7! inflamasi inter.ensi bedah! atau pemberian tetes
mata dilator.
%. Potensial terhadap kurang
pera+atan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan.
2) Peren/anaan
Peren/anaan adalah proses penentuan tuuan! merumuskan inter.ensi dan
rasional se/ara sistematis dan spesifik disesuaikan dengan kondisi! situasi dan
lingkungan klien itu sendiri. *alam ren/ana ini perlu pula diperhatikan adanya
kerasama yang baik antara keuarga klien dengan tim kesehatan lainnya agar
tuuan dapat di/apai dengan baik. "erdasarkan diagnosa kepera+atan diatas
dapat ditetapkan tuuan! kriteria e.aluasi! inter.ensi dan rasional menurut
"arbara 9ngram (1999)! Marilyne 9 *oenges (199:) dan "urner dan #uddarth
(2$$1) sebagai berikut3
1?
1. -etakutan atau ansietas yang
berhubungan dengan kerusakan sensori dan kekurangan pemahaman mengenai
pera+atan pas/aoperatif! pemberian obat.
&uuan 3 Menurunkan stress emosional! kerakutan dan depresi; penerimaan
pembedahan dan pemahaman instruksi.
Bo Inter.ensi 4asional
1
2
:
-ai deraat dan durasi gangguan
.isual. *orong per/akapan untuk
mengetahui keprihatinan pasien!
perasaan! dan itngkat
pemahaman. Ea+ab pertanyaan!
memberi dukungan! membantu
pasien melengkapi dengan
metode koping
7rientasikan pasien pada
lingkungan yang baru
Eelaskan rutinitas perioperatif
Preoperatif 3 &ingkat akti.itas!
pembatsan diet! obat5obatan.
Intra operatif 3 pentingnya
berbaring diam selama
pembedahan atau memberi
peringatan kepada ahli bedah
ketika terasa akan batuk atau akan
berganti posisi. Muka ditutup
dengan kain! dan diberiakn 72.
#uara bising dari peralatan yang
tak biasa. Pemantauan! termasuk
pengukuran tekanan darah yang
sering.
Informasi dapat menghilangkan
ketakutan yang tak diketahui.
Mekanisme koping dapat
membantu pasien berkompromi
dengan kegusaran! ketakutan!
depresi! tegang! keputusasaan!
kemarahan! dan penolakan
Pengenalan terhadap lingkungan
membantu mengurangi ansietas
dan meningkatkan keamanan.
Pasien yang telah mendapat
banyak informasi lebih mudah
menerima penanganan dan
mematuhi instruksi
19
2
%
)
8
Pascaoperatif 3 Pemberian posisi!
pembalutan! tingkat akti.itas!
pentingnya bantuan untuk
ambulasi sampai stabil dan
adekuat se/ara .isual.
Eelaskan inter.ensi sedetil5
detilnya; perkenalkan diri anda
pada setiap interaksi; teremahkan
setiap suara asing; pergunakan
sentuhan untuk membantu
komunikasi .erbal.
*orong untuk menalankan
kebiasaan hidup sehari5hari bila
mampu. Pesan makanan yang
bisa dimakan dengna tangan bagi
mereka yang tak dapat melihat
dengan baik atau tak mempunyai
keterampilan koping untuk
mempergunakan peralatan makan.
*orong partisipasi keluarga atau
orang yang berarti dalam
pera+atan pasien
*orong partisipasi dalam
akti.itas sosial dan pengalihan
bila memungkinkan (pengunung!
radio! rekaman radio
Pasien yang mengalami gangguan
.isual bergantung pad amasukan
indera yang lain untuk
mendapatkan informasi
Pera+atan diri dan kemandirian
akan meningkatkan rasa sehat
Pasien mungkin tak mampu
melakukan semua tugas
sehubungan dengan penanganan
dan pera+atan diri.
Isolasi sosial dan +aktu luang
yang terlalu lama dapat
menimbulkan perasaan negatif
2. 4esiko terhadap /edera yang
berhubungan dengan kerusakan penglihatan atau kurang pengetahuan.
&uuan 3 Pen/egahan /edera
Bo Inter.ensi 4asional
2$
1
2
:
2
%
)
"antu pasien ketika mampu
melakukan ambulasi pas/aoperasi
sampai stabil dan men/apai
penglihatan dan keterampilan
koping yang memadai. Ingat
bah+a balutan bilateral
menadikan pasien tak dapat
(melihat)! menggunakan teknik
bimbingan penglihatan.
"antu pasien menata
lingkungan.angan mengubah
penataan mea! kursi tanpa pasien
diorientasi dahulu
7rientasikan pasien pada ruangan
"ahas perlunya pengguanaan
perisai metal atau ka/amata bila
diperintahkan
Eangan memberikan tekanan pada
mata yang terkena trauma
Gunakan prosedur yang memadai
keika memberiakn obat mata
Menurunkan risiko atuh atau
/edera ketika langkah
sempoyongan atau tidak
mempunyai keterampilan koping
untuk kerusakan penglihatan
Memfasilitasi kemandirian dan
menurunkan risiko /edera
Meningkatkan keamanan
mobilitas dalam lingkungan
&ameng logam atau ka/a mata
melindungi mata terhadap /edera
&ekanan pada mata dapat
mengakibatkan kerusakan seritis
lebih lanut
'edera dapat teradi bila +adah
obat menyentuh mata
:. Infeksi luka operasi atau struktur
okuler lain; ablasio retina! peninggian &I7! perporasi luka operasi.
&uuan 3 -omplikasi dapat dihindari
Bo Inter.ensi 4asional
1
2
Eaga teknik aseptik ketat! lakukan
/u/i tangan sesering mungkin
,+asi dan laporkan segera
adanya tanda dan geala
,kan meminimalkan infeksi
Penemuan a+al komplikasi dapat
mengurangi risiko kehilangan
21
:
2
%
komplikasi; misal perdarahan!
peningkatan &I7 (nyeri dahi
mendadak)! infeksi
(merah!edema!/airan purulen)!
nyeri tak berkurang dengan obat
yang diresepkan; kilatan /ahaya!
perubahan atau penurunan fungsi
.isual! perubahan struktur mata
(prolaps iris! pupil berbentuk pir!
dehisensi luka)! reaksi samping
obat
-elaskan posisi yang dianurkan
Instrusikan pasien mengenai
pembatasan akti.itas tirah
baring! dengan keleluasaan ke
kamar mandi; peningkatan
akti.itas bertahap sesuai toleransi
Eelaskan tindakan yang harus
dihindari! seperti yang
diresepkan; batuk! bersin!
muntah (minta obat untuk itu)!
membungkuk! mengean
penglihatan permanen
Peninggian kepala dan
menghindari berbaring pada sisi
yang dioperasi dapat mengurangi
edema. Mempertahankan posisi
yang diresepkan bilagelembung
udara telah diletakan dalam
badan .itreus dapat memperbaiki
pelengketan kembali retina dan
mengurangi risiko pembentukan
katarak atau kerusakan endotel
kornea
Pembatasan akti.itas diresepkan
untuk memper/epat
penyembuhan dan menghindari
kerusakan lebih lanut pda mata
yang /edera
*apat mengakibatkan komplikasi
seperti prolaps .itreus atau
dehisensi luka akibat peningkatan
tegangna luka pada ahitan yang
sangat halus
22
)
berlebihan saat berak!
mengangkat benda berat (lebih
dari 9 kg)! menutup mata dengan
keras! menggosok mata!
menggerakan kepala dengan
/epat dan kasar
"erikan obat sesuai resep! sesuai
teknik yang diresepkan
7bat yang diberikan dengan /ara
yang tidak sesuai dengan resep
dapat mengganggu penyembuhan
atau menyebabkan komplikasi.
"ila +adah sampai mengenai
mata! akan teradi peningkatan
risiko infeksi dari obat yang
terkontaminasi
2. Byeri yang berhubungan dengan
trauma! peningkatan &I7! inflamasi inter.ensi bedah! atau pemberian tetes
mata dilator.
&uuan 3 Pengurangan nyeri dan &I7
Bo Inter.ensi 4asional
1
2
:
2
"erikan obat untuk mengontrol
nyeri dan &I7 sesuai resep
*iberikan kompres dingin sesuai
permintaan untuk trauma tumpul
-urangi tingkat pen/ahayaan;
/ahaya diredupkan! diberi
tirai=kain
*orong penggunaan ka/a mata
hitam pada /ahaya kuat
Pemakaina obat sesuai resep akan
mengurangi nyeri dan &I7 dan
meningkatkan rasa nyaman
Mengurangi edema akan
mengurangi nyeri
&ingkat pen/ahayaan yang lebih
rendah lebih nyaman setelah
pembedahan
'ahaya yang kuat menyebabkan
rasa tak nyaman setelah
2:
pengguanaan tetes mata dilator
%. Potensial terhadap kurang
pera+atan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan.
&uuan 3 Mampu memenuhi kebutuhan pera+atan diri
Bo Inter.ensi 4asional
1
2
:
2
%
"eri instruksi pada pasien atau
orang terdekat mengenai tanda
dan geala komplikasi yang harus
dilaporkan segera kepada dokter
"erikan instruksi lisan dan tertulis
untuk pasien dan orang yang
berarti mengenai teknik yang
benar memberikan obat.
*iskusikan indikasi penggunaan
obat begitu pula respons normal
dan abnormalnya. #arankan
metode identifikasi +adah (tutup
merah! label hiau)
9.aluasi bantuan setelah
pemulangan. Kakinkan
tersedianya bantuan dari orang
terdekat atau meran/ang untuk
ruukan yang perlu
,ari pasien dan keluarga teknik
panduan penglihatan
Penemuan dan penanganan a+al
komplikasi dapat mengurangi
risiko kerusakan lebih lanut
Pemakaian teknik yang benar akan
mengurangi risiko infeksi dan
/edera mata.
Pengetahuan mengenai respons
normal obat dapat meningkatkan
kepatuhan. Pengetahuan mengenai
respons abnormal dapat membantu
dalam memutuskan mengenai
perubahan yang perlu dilaporkan.
Instruksi tertulis dipakai untuk
memperkuat setelah pemulangan
#umber daya harus tersedia untuk
layanan kesehatan! pendampingan
dan teman di rumah
Memungkinkan tindakan yang
aman dalam lingkungan
%) 9.aluasi
22
9.aluasi yang diharapkan pada klien dengan gangguan sistem penglihatan 3
glukoma! adalah sebagai berikut 3
1. ,nsietas berkurang! yang
dindikasikan dengan 3
Mengu/apkan pemahaman
mengenai informasi yang diterima
Memakai metode koping dan
mampu untuk bersantai
Mampu men/apai lon/eng
panggilan! makanan pada nampan sai! peralatan mea kursi! kamar mandi
Mengu/apkan pemahaman
mengenai keadian perioperatif dan mematuhi petunuk dan program terapi
&idak kaku atau katakutan
berinteraksi dengan lingkungan
"erpartisipasi dalam kegiatan
hidup sehari5hari yang mampu dilakukan
Mengenali adanya
keterbatasan
-eluarga atau orang yang
berarti membantu pasien dalam pera+atan yang dibutuhkan
"erpartisipasi dalam
akti.itas sosial dan pengalihan yang menarik sesuai kemampuan
2. 'edera tidak teradi! yang
dindikasikan dengan 3
Meminta bantuan untuk
ambulasi bila ada indikasi
Mampu melakukan manu.er
dengan aman dilingkungan
Mengenakan alat
perlindungan yang perlu selama +aktu yang ditentukan
2%
Manipulasi kelopak mata
hanya dilakukan dengna meletakan ari pada tulang orbita
&ak teradi /edera pada mata
:. &idak teradi infeksi! yang
dindikasikan dengan 3
&ak tampak tanda infeksi
&anda dan geala komplikasi
diketahui a+al dan segera dilaporkan
Posisi yang ditentukan dapat
dipetahankan
Pembatasan akti.itas terlihat
Menghindari akti.itas yang
terbatas
Memperlihatkan teknik
yangbenar saat pemberian obat mata
2. Byeri dan &I7 berkurang! yang
dindikasikan dengan 3
Mengu/apkan bah+a nyeri
dan &I7 telah berkurang
9dema berkurang
Mengu/apkan peningkatan
rasa nyaman
Mengenakan ka/a mata hitam
setelah meneteskan tetes mata dilator
%. Mampu memenuhi kebutuhan
pera+atan diri! yang dindikasikan dengan 3
Mengu/apkan tanda dan
geala yang harus dilaporkan
2)
Pasien dan orang yang berarti
mengu/apkan atau memperlihatkan pemahaman yang benar mengenai teknik
pemebrian obat dan respons obat normal dan abnormal
Mengidentifikasi perlunya
bantuan
4uukan yang diperlukan
telah disusun
Pasien dan pemberi asuhan
menunukan tindakan yang aman menggunakan teknik panduan penglihatan
28