Anda di halaman 1dari 10

Tahapan Kegiatan Eksplorasi

Eksplorasi mineral itu tidak hanya berupa kegiatan sesudah penyelidikan umum itu
secara
positif menemukan tanda-tanda adanya letakan bahan galian, tetapi pengertian
eksplorasi itu
merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan yang terdiri dari :
1. Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan umum) dengan
tujuan mencari
prospek,
.Penilaian ekonomi prospek yang telah diketemukan, dan
!. "ugas-tugas menetapkan bijih tambahan di suatu tambang
#i $ndonesia sendiri nama-mana dinas atau di%isi suatu organisasi
perusahaan, lembaga
pemerintahan serta penelitian memakai istilah eksplorasi untuk kegiatannya
yang mencakup
mulai dari mencari prospek sampai menentukan besarnya cadangan mineral.
&ebaliknya ada
beberapa negara, misalnya Perancis dan 'ni &o%iet (sebelum negara ini
bubar) yang
menggunakan istilah eksplorasi untuk kegiatan mencari mineralisasi dan
prospeksi untuk
kegiatan penilaian ekonomi suatu prospek (Peters, 1()*). &elanjutnya istilaheksplorasi mineral
yang dipakai dalam buku ini berarti keseluruhan urutan kegiatan mulai
mencari letak
mineralisasi sampai menentukan cadangan insitu hasil temuan mineralisasi.
&elanjutnya istilah
eksplorasi mineral yang dipakai dalam buku ini berarti keseluruhan urutan kegiatan
mulai dari
mencari letak mineralisasi sampai menentukan cadangan insitunya.
Pentahapan Dalam Perencanaan Kegiatan Eksplorasi
1. Tahap Eksplorasi Pendahuluan
+enurut ,hite (1(()), dalam tahap eksplorasi pendahuluan ini tingkat ketelitian
yang
diperlukan masih kecil sehingga peta-peta yang digunakan dalam eksplorasi
pendahuluan juga
berskala kecil 1 : -..... sampai 1 : -..... /dapun langkah-langkah yang
dilakukan pada tahap
ini adalah :
a. Studi Literatur
#alam tahap ini, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi
terhadap data dan
peta-peta yang sudah ada (dari sur%ei-sur%ei terdahulu), catatan- catatan lama,
laporan-laporan
temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disur%ei. &etelah pemilihan lokasi
ditentukan langkah
berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan pro%insi metalografi dari peta
geologi
regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan
endapan bahan
galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi,
dan tanda- tandanya dapat dilihat di lapangan. b. Survei Dan Pemetaan
0ika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka sur%ei
dan pemetaan
singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi
skala 1 :
-..... atau 1 : -....). "etapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan
topografi lebih
dahulu. 1alau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat
menguntungkan,

karena sur%ei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda
endapan yang dicari
(singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari
singkapan-singkapan yang
penting.
&elain singkapan-singkapan batuan pemba2a bahan galian atau
batubara (sasaran langsung),
yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan3batas batuan, orientasi
lapisan batuan sedimen
(jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. 4al-hal
penting tersebut harus
diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi,
inklinometer, altimeter,
serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai,
jalan, kampung, dll. #engan
demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta
singkapan).
"anda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian
digabungkan dan dibuat penampang
tegak atau model penyebarannya (model geologi). #engan model
geologi hepatitik tersebut
kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak,
pembuatan sumur uji (test pit),
pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran.
5okasi-lokasi tersebut
kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat
ukur, teodolit, 6"+, dll.).
#ari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model
penyebaran endapan, gambaran
mengenai cadangan geologi, kadar a2al, dll. dipakai untuk
menetapkan apakah daerah sur%ei
yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau
tidak. 1alau daerah tersebut
mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap
eksplorasi selanjutnya.
2. Tahap Eksplorasi Detail
&etelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bah2a
cadangan yang ada mempunyai
prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail
(,hite, 1(()). 1egiatan
utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih
dekat (rapat), yaitu dengan
memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data
yang lebih teliti mengenai
penyebaran dan ketebalan cadangan (%olume cadangan),
penyebaran kadar3kualitas secara

mendatar maupun tegak. #ari sampling yang rapat tersebut
dihasilkan cadangan terhitung
dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (7.8),
sehingga dengan demikian
perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti dan resiko dapat
dihindarkan.
Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman,
ketebalan, kemiringan, dan
penyebaran cadangan secara !-#imensi (panjang-lebar-tebal) serta data
mengenai kekuatan
batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada)
akan sangat
memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar3ukuran bah2a
bukaan atau kemiringan
lereng tambang. 0uga penting untuk merencanakan produksi
bulanan3tahunan dan pemilihan
peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya.
3. Studi Kelaakan
Pada tahap ini dibuat rencana peoduksi, rencana kemajuan tambang,
metode penambangan,
perencanaan peralatan dan rencana in%estasi tambang. #engan
melakukan analisis ekonomi
berdasarkan model, biaya produksi penjualan dan pemasaran maka
dapatlah diketahui apakah
cadangan bahan galian yang bersangkutan dapat ditambang dengan
menguntungkan atau tidak.
!etode Eksplorasi
#alam pemilihan metode-metode yang akan digunakan, harus
disesuaikan dengan jenis endapan
yang akan dicari. /dapun pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada
masing-masing tahapan
eksplorasi serta pemilihan metode dapat digambarkan secara umum
seperti terlihat pada "abel.
"abel "ahapan eksplorasi dan metode yang digunakan sesuai dengan endapan mineral yang
dicari
Tahapan !etode "enis Endapan

!ineral
Pendahuluan 9itra landsat semua
&intesis regional semua
&ur%ei "injau
(:econnaissance) ;oto udara semua
/eromagnetik logam dasar
Pemetaan geologi semua
Pengukuran penampang &tratigrafi misalnya batubara
&tream sediment sampling logam dasar
Pendulangan mineral berat
Prospeksi umum Pemetaan geologi semua
&tream sediment sampling logam dasar
Pendulangan mineral berat
<aya berat non-metalik
&eismik singenetik
+agnetik logam dasar tertentu
:ock sampling semua
Prospeksi detail
(Eksplorasi Pemetaan geologi semua
pendahuluan)
'ji sumuran semua
<eolistrik (tahanan jenis, $P, &P, dll.) logam dasarsingenetik
&eismik refraksi3refleksi #etail magnetik logam dasar tertentu
&oil sampling (geokimia) logam dasar
:ock sampling (geokimia) semua
:ock sampling (petrografi, alterasi) logam dasar, dll
Pengambilan conto sistematik dengan:
Eksplorasi detail pemboran inti, sumur uji atau dengan logging &emua
geofisika
#ambar $

Kegiatan Eksplorasi
%al&%al ang Perlu Diperhatikan Dalam Kegiatan Eksplorasi
1. Tu'uan Eksplorasi
"ujuan kegiatan ekpslorasi antara lain untuk mengetahui :
a. +elokalisasi suatu endapan bahan galian :
=) Eksplorasi pendahuluan3prospeksi dan
=) Eksplorasi detail
b. Endapan3bijih yang dicari : sulfida, timah, bauksit, nikel, emas3perak,
minyak3gas bumi,
endapan golongan 9, dll.
c. &ifat tanah dan batuan :
=) untuk penambangan,
=) untuk konstruksi,
=) dll.
2. Studi Kepustakaan
&tudi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang :
a. Peta dasar sudah tersedia3belum.
b. Peta geologi3topografi (satelit, udara, darat).
c. /nalisis regional :
=) &ejarah, =) &truktur3tektonik, dan =) +orfologi. d. 5aporan-laporan penyelidikan terdahulu. e. "eori-teori dan metode-metode lapangan yang ada.

f. <eografi :
=) 1esampaian daerah (desa3kota terdekat, transportasi),
=) $klim3musim (cuaca, curah hujan3banjir),
=) &ifat angin, keadaan laut, gelombang, dll.,
=) "umbuhan, binatang, dan
=) 1omunikasi.
g. &osial budaya dan adat istiadat :
=) &ifat penduduk,
=) 1ebiasaan,
=) Pengetahuan3pendidikan,
=) +ata pencaharian, dll.
h. 4ukum :
=) Pemilikan tanah,
=) <anti rugi, dan
=) Peri>inan.
3. Pemilihan !etode
+etode eksplorasi yang digunakan umumnya dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu :
a. 9ara tidak langsung :
=) <eofisika dan
=) <eokimia.
b. 9ara langsung :
=) Pemetaan langsung dan
=) Pemboran.
c. <abungan cara langsung dan tak langsung.
#ambar $
Pengelolaan Kegiatan Eksplorasi

&ecara umum suatu manajemen kegiatan eksplorasi telah meliputi beberapa hal berikut antara
lain :
1. 0enis kegiatan.
. ?perasi lapangan.
!. 5ayanan pendukung.
@. 5ayanan teknis, logistik, dan administrasi.
-. 1oordinasi, komunikasi, dan penga2asan.
A. /nalisis dan integrasi data hasil eksplorasi.
). Pengambilan keputusan.
"eori manajemen dapat diterapkan dalam kegiatan eksplorasi. &ecara
umum, dalam suatu
program penentuan yang mengarah ke eksplorasi harus dimulai dengan
hipotesa pekerjaan, yang
merupakan rencana ulang pemilihan fakta-fakta dari beberapa obser%asi
dan intepretasi dengan
spekulasi dari pengeluaran.
#ambar $
&yarat untuk perumusan hipotesis dari suatu penemuan (dalam hal ini
endapan bahan galian)
adalah sebagai berikut :
1. Pengetahuan staf (pekerja) yang baik tentang keadaan3kontrol geologi
suatu endapan, . +empunyai 2a2asan dan imajinasi, !. +empunyai bakat intuisi, @. +empunyai keberanian, -. +empunyai keyakinan tentang penilaian hipotesis, A. 1emampuan untuk berdiri sendiri.

'ntuk mencapai kesuksesan dalam eksplorasi , maka urutan-urutan yang perlu diperhatikan oleh
seorang (badan) pengelola eksplorasi antara lain :
1. Penentuan tujuan jangka panjang yang realistik dan tidak bersifat
subjektif,
. Pendelegasian tanggung ja2ab pada masing-masing indi%idu3tim,
!. Penciptaan suasana kerja yang produktif sehingga mampu
merangsang munculnya ino%asi-
ino%asi dan penemuan-penemuan baru,
@. Pemastian adanya komunikasi yang baik, baik dari pusat kelapangan,
atau dalam satu kerja
tim lapangan,
-. Penekanan dan proporsi yang baik dalam pengelolaan sumberdaya
(manusia, uang, dan
2aktu),
A. +embiasakan dalam peninjauan kembali keputusan sebelum
memutuskan3membuat keputusan
akhir (final decission).
Program Eksplorasi
/gar eksplorasidapat dilaksanakan dengan efisien, ekonomis, dan tepat
sasaran, maka
diperlukan perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep
dasar eksplorasi sebelum
program eksplorasi tersebut dilaksanakan.
Prinsip&prinsip (konsep) dasar eksplorasi tersebut antara lain :
a. Target eksplorasi
=) 0enis bahan galian (spesifikasi kualitas) dan
=) Pencarian model-model geologi yang sesuai
b. Pemodelan eksplorasi
=) +enggunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target
eksplorasi,
=) +enentukan model geologi lokal berdasarkan keadaan lapangan, dan
mendiskripsikan
petunjuk-petunjuk geologi yang akan dimanfaatkan, serta
=) Penentuan metode-metode eksplorasi yang akan dilaksanakan sesuai
dengan petunjuk geologi yang diperoleh. #ambar $

&elain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus
memenuhi kaidah-kaidah dasar
ekonomis dan perancangan (desain) yaitu :
a. Efektif B penggunaan alat, indi%idu, dan metode harus sesuai dengan
keadaan geologi endapan
yang dicari.
b. Efisien B dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi, yaitu dengan
biaya serendah-rendahnya
untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.
c. 9ost-beneficial B hasil yang diperoleh dapat dianggunkan (bankable).
+odel geologi regional dapat dipelajari melalui salah satu konsep
genesa bahan galian yaitu
+endala +etalogenik, yaitu yang berkenaan dengan batuan sumber atau
asosiasi batuan, proses-
proses geologi (tektonik, sedimentasi), serta 2aktu terbentuknya suatu
endapan bahan galian.
*eberapa contoh kegiatan perencanaan eksplorasi :
1. :encana pemetaan, mencakup B
=) Perencanaan lintasan,
=) Perencanaan tenaga pendukung, yang didasarkan pada keadaan
geologi regional.
. :encana sur%ei geofisika dan geokimia, mencakup B
=) Perencanaan lintasan,
=) Perencanaan jarak3inter%al pengambilan data (sampling3record data),
yang didasarkan pada
keadaan umum model badan bijih.
!. Perencanaan sampling melalui pembuatan paritan uji, sumuran uji,
pemboran eksplorasi, yang mencakup : =) 0umlah paritan uji, sumuran uji, titik pemboran eksplorasi, =) $nter%al3spasi antar paritan (lokasi), =) 1edalaman3panjang sumuran3paritan, kedalaman lubang bor, =) 1eamanan (kerja dan lingkungan),

=) $nter%al3metode sampling, dan
=) "enaga kerja
yang didasarkan pada proyeksi3interpretasi dari penyebaran singkapan
endapan di permukaan.
@. Perencanaan pemboran inti, meliputi :
=) "arget tubuh bijih yang akan ditembus,
=) 5okasi (berpengaruh pada kesampaian ke titik bor dan pemindahan
(mo%ing) alat),
=) 1ondisi lokasi (berpengaruh pada sumber air, keamanan),
=) 1edalaman masing-masing lubang,
=) 0enis alat yang akan digunakan, termasuk spesifikasi,
=) 0umlah tenaga kerja,
=) /lat transportasi, dan
=) 0umlah (panjang) core boC.
&edapat mungkin, pada masing-masing perencanaan tersebut telah
mengikutkan jumlah3besar
anggaran yang dibutuhkan. &elain itu, prinsip dasar dalam penentuan
jarak sedapat mungkin
telah memenuhi beberapa faktor lain, seperti :
1. <rid density (inter%al3jarak) antar titik obser%asi. &emakin detail
pekerjaan maka grid density
semakin kecil (inter%al3jarak) semakin rapat.
. Persyaratan pengelompokan hasil perhitungan cadangan3endapan.
9ontoh pada batubara B
syarat jarak untuk klasifikasi terukur (measured) D @.. m antar titik
obser%asi.
&etiap tahapan3proses eksplorasi harus dapat memenuhi strategi
pengelolaan suatu
proyek3pekerjaan eksplorasi, antara lain :
1. +emperkecil resiko kerugian,
. +emungkinkan penghentian kegiatan sebelum meningkat
pada tahapan selanjutnya jika
dinilai hasil yang diperoleh tidak menguntungkan
!. &etiap tahapan dapat melokalisir (menambah3mengurangi) daerah
target sehingga probabilitas
memperoleh keuntungan lebih besar, dan
@. +emungkinkan penganggaran biaya eksplorasi per setiap tahapan
untuk membantu dalam
pengambilan keputusan.