Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk biologi psikologi sosial spiritual yang
mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Dalam memenuhi kebutuhan
dasar tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan sehat dan sakit yaitu keaadaan
penyesuaian terhadap situasi yang timbul dan merupakan keberhasilan atau
kegagalan yang dialami dalam memepertahankan keseimbangan. Bagi individu yang
mampu menyesuaikan diri terhadap situasi yang timbul maka akan mencapai
kesehatan yang optimal, tetapi bagi yang tidak mampu menyesuaikan diri akan
mengalami gangguan kesehatan termasuk kesehatan jiwa.
Kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan yaitu suatu kondisi yang
memungkinkan terjadinya perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain.
Berbagai jenis gangguan kesehatan jiwa dapat terjadi pada individu salah
satunya skizoprenia. kizoprenia adalah sekelompok gangguan psikotik dengan
gangguan dasar pada kepribadian distorsi khas proses pikir, waham dan gangguan
persepsi !Mansjour, "##$%"&'(. Menurut )ownsend alih bahasa daulima *.+
!"##$%"&'( menyatakan bahwa skizopenia paranoid mempunyai perilaku khas
paranoid dan menarik diri secara ekstrim, gangguan persepsi sensori% halusinasi.
Berkenaan dengan dampak yang terjadi akibat adanya halusinasi lihat,
penulis tertarik membuat makalah tentang asuhan keperawatan pada klie skizopenia
paranoid dengan judul ,-suhan Keperawatan .ada klien )uan ) dengan .erubahan
sensori persepsi % +alusinasi /ihat -kibat kizopenia paranoid di 0uang 1lamboyan
0 2iwa bandung3.
B. Tujuan
". )ujuan 4mum
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan
komprehensi5 meliputi biologi, psikologi, sosial dan spiritual pada klien
dengan .erubahan ensori .ersepsi% +alusinasi /ihat -kibat kizopenia
.aranoid di 0uang 1lamboyan 0 2iwa bandung3.
"
6. . )ujuan Khusus
Mahasiswa dapat%
a. Melakukan pengkajian pada klien dengan 7angguan .erubahan ensori
.ersepsi% +alusinasi /ihat -kibat kizopenia .aranoid di 0uang
1lamboyan 0 2iwa bandung3.
b. Membuat perencanaan keperawatan pada klien dengan 7angguan
.erubahan ensori .ersepsi% +alusinasi /ihat -kibat kizopenia .aranoid
di 0uang 1lamboyan 0 2iwa bandung3.
c. Melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan 7angguan
.erubahan ensori persepsi% +alusinasi /ihat -kibat kizopenia .aranoid
di 0uang 1lamboyan 0 2iwa bandung3.
d. Melakukan evaluasi keperawatan pada klien 7angguan .erubahan
ensori persepsi% +alusinasi /ihat -kibat kizopenia .aranoid di 0uang
1lamboyan 0 2iwa bandung3.
e. Mendokumentasikan asuahn keperawatan yang telah dilaksanakan.
1. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode studi
kasusu dan metode studi pustaka, sedangkan tekhnik pengumpulan data yang
dipakai%
5. 8bservasi dengan cara mengamati perilaku klien baik verbal maupun
nonverbal
g. 9awancara yaitu melakukan komunikasi verbal dengan klien dan perawat
ruangan
h. tudi kepustakaan
i. tudi dokumentasi dari status klien
1. Sistematika Penulisan
Bab : .endahuluan
-. /atar Belakang
B. )ujuan penulisan
;. Metode penulisan
D. istematika .enulisan
6
Bab : : )injauan teori
-. Konsep Dasar )eori
a. .engertian
b. .sikodinamik
c. )anda dan 7ejala +arga Diri 0endah
B. Konsep Dasar -suhan Keperawatan .ada Klien dengan 7angguan
Konsep Diri% harga Diri 0endah
". .engkajian
"..engumpulan data
6.-nalisa data
6. Diagnosa keperawatan
'. .erencanaan
&. :mplementasi
<. =valuasi
;atatan perkembangan
Bab ::: )injauan kasus
Bab :> kesimpulan
Da5tar .ustaka
'
BAB II
TINAUAN TE!"ITIS
I. #!NSEP DASA"
-. .engertian
". kizo5renia adalah psikosa 5ungsional dengan gangguan utama pada
proses ber5ikir serta perpecahan antara proses ber5ikir, a5ek, kemauan
dan psikomotor disertai distorsi kenyataan terutama karena waham dan
halusinasi ! Maramis, "##$ % ?@@ (
6. kizo5renia merupakan suatu bentuk psikosa yang terdiri dari suatu
kelompok sindrom klinis yang sdinyatakan dengan kelainan dalam isi
dan organisasi 5ikiran, persepsi masukan sensori, ketegangan a5ek,
identitas, kemauan, psikomotor dan kemampuan untuk menetapkan
hubungan interpersonal yang memuaskan ! )ownsend, alih bahasa
+elena , "##$ % "&' (
'. kizo5renia paranoid adalah jenis skizo5renia yang sering dijumpai di
negara manapun. 7ambaran klinis didominasi oleh wahamAwaham yang
secara relati5 stabil, seringkali bersi5at paranoid, biasanya disertai
halusnasiAhalusinasi, terutama halusinasi pendengaran dan gangguanA
gangguan persepsi ! Depkes 0: , "##' % ""B (
&. .erubahan persepsi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
perubahan dalam jumlah dari stimulus yang mendekat disertai denagn
suatu pengurangan, berlebihAlebihan, distorsi atau kelainan berespon
terhadap setiap stimulus ! )ownsend, alih bahasa +elena, "##$ % "&' (
<. +alusinasi adalah pengalaman pancaindera tanpa adanya rangsangan atau
stimulus ! +awari, "##$ % "&' (
@. +alusinasi penglihatan adalah klien melihat gambaran yang jelas C samarA
samar tanpa stimulus yang nyata dan orang lain tidak melihatnya.
?. +alusinasi penglihatan adalah stimulus penglihatan dalam bentuk
pancaran cahaya, gambar geometric, gambar karton, danCatau panorama
yang luasdan kompleks. .englihatan dapat berupa sesuatu yang
menyenangkan atau yang menakutkan seperti monster. ! tuart and
undeen, -lih bahasa-chir Dani . +amid, "##$ % 'B@ (
&
B. .sikodinamika +alusinasi
0entang respon neurobiologis individu berada dalam rentang adapti5 sampai
dengan maladaptive.
". 0entang respon neurobiologis dari respon adapti5 sampai maladaptive.
0espon adapti5 0espon Maladapti5
A .ikiran logis A .ikiran kadangAkadang A Kelainan
pikiran
A .ersepsi akurat menyimpang A +alusinasi
A =mosi konsisten A :llusi A
Ketidakmampuan
dengan pengalaman A 0eaksi emosional untuk mengalami
A .erilaku sesuai berlebih atau kurang emosi
A +ubungan sosial A .erilaku ganjilCtak lazim A
Ketidakteraturan
A Menarik diri A :solasi diri
6. .roses )erjadinya +alusinasi /ihat
Klien denagn skizo5renia paranoid memiliki si5at curiga yang berlebihan
pada orang lain, hatiAhati, tidak ramah, mudah tersinggung, suka
menyendiri, sombong dan mudah tegang sehingga apabila klien
mempunyai masalah,maka ketegangan akan semakin memuncak, si5at
suka menyendiri dan curiga yang berlebihan membuat kien enggan
untuk menceritakan masalah yang dihadapinya, cenderung memendam
masalah. Keadaan seperti ini membuat kecemasan semakin meningkat
yang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu, terutama daerah otak,
termasuk system limbic, korteks 5rontalis dan basal ganglia, sehingga
akan mengeluarkan suatu zat yang bersi5at halusinogenik melalui system
limbic yaitu dopamine neurotransmitter. Kurangnya komunikasi klien
denagn individu lain menyebabkan terjadinya halusinasi lihat.
'. )anda dan gejala halusinasi lihat pada skizo5reni paranoid
<
a. )ibaAtiba tampak tergagap, ketakutan atau ditakuti oleh orang lain,
benda mati atau stimulus yang tidak terlihat
b. )ibaAtiba berlari ke ruangan lain
;. Dampak gangguan persepsi % +alusinasi lihat terhadap kebutuhan dasar
manusia
". Kebutuhan 5isiologis
a. *utrisi
)erjadi penurunan berat badan karena klien asyik denagn
halusinasinya, terlebih jika halusinasi sudah ke tahap lanjut, maka
kebutuhan nutrisi klien akan terganggu karena halusinasi telah
menguasai sehungga klien sulit untuk melakuakn aktivitas lain
untuk pemenuhan kebutuhan nutrisinya.
b. :stirahat tidur
Klien akan mengalmi gangguan dalam kebutuhan istirahat tidur
karena klien sangat ter5okus pada halusinasinya. +alusinasi akan
menguasai klien dan klien akan mengalami kecemasan dan
ketegangan dan merangsang 0- ! 0etikular -ctivating ystem (,
sehingga klien akan sulit tidur.
c. -ktivitas ehariAhari !-D/ (
Klien dengan haluinasi lihat sulit untuk melakukan aktivitas, baik
yang berkaitan dengan perawatan diri maupun aktivitas sehariAhari
karena perhatiannya terganggu oleh halusinasi, baik pada tahap
awal maupun lanjut ketika halusinasinya telah menguasainya.
6. Kebutuhan rasa aman dan keselamatan
)ahap awal halusinasi klien merasa aman dan nyaman dengan
halusinasinya, karena klien beranggapan bahwa halusinasi dapat
mengurangi ketegangan yang dihadapinya. *amun pada tahap lanjut
klien akan merasa ketakutan karena halusinasi menguasainya.
'. Kebutuhan rasa cinta dan memiliki
Klien mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ini yaitu denagn
membina hubungan interpersonal yang baik termasuk hubungan untuk
mencintai dan dicintai karena adanya perasaan curiga dan tidak percaya
diri.
&. Kebutuhan harga diri
@
Klien dengan halusinasi cenderung tidak mapu melaksanakan 5ungsi
perannya denga baik didasari oleh kegagalan dalam waktu yang lama
dan rasa tidak percaya mengakibatka klien merasa tidak berharga, tidak
berguna sehingga harga diri kien rendah.
<. Kebutuhan aktualisasi diri
4mumnya klien dengan halusinasi lihat acuh tak acuh terhadap diri
sendiri maupun lingkungan. :ni dikarenakan klien tidak dapat
berhubungan dengan realita sehingga kebutuhan aktualisasi diri tidak
terpenuhi.
II. #!NSEP ASUHAN #EPE"A$ATAN PADA #LIEN DEN%AN
%AN%%UAN PE"SEPSI SENS!"I & HALUSINASI LIHAT
a. Pengkajian
Merupakan tahap awal proses keprawatan . .engkajian terdiri atas
pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien.
6. .engumpulan data
.engumpulan data adalah untuk menilai status kesehatan serta
kemungkinan adanya masalah keperawatan yang segera harus mendapat
penyelesaian, sedangkan data yang didapatkan bias berupa data subjekti5
yang diperoleh langsung dari klien atau keluarga dan data objekti5 yang
diperoleh dari pemeriksaan langsung, pengumpulan data meliputi %
a. :dentitas
:dentitas klien meliputi % nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan,
pendidikan, alamat, status marital, suku bangsa, tanggal masuk 0,
tanggal pengkajian, diagnosa medis, no medrec dan alamat.
b. :dentitas penanggung jawab meliputi % nama, umur, jenis kelamin,
pekerjaan, alamat, hubungan dengan klien.
c. -lasan masuk 0 dan 5actor presipitasi
Mengkaji tentang alas an klien masuk 0, pada umumnya klien
dengan halusinasi dengan gejalaAgejala tahap awal yaitu % klien
terlihat tertawa, bicara sendiri, sedangkan pada tahap lanjut yaitu
panik, amuk dan mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
?
4mumnya pencetus halusinasi disebabkan oleh beberapa 5actor
diantaranya social budaya.
d. 1aktor predisposisi
eseorang yang mengalami halusiasi dikarenakan adanya 5actor
pendukung yaitu 5aktoA5aktor perkembangan terhambat yang akan
mengganggu hubungan interpersonal yang akan mengakibatkan stress
dan kecemasan yang dapat berakhir dengan gangguan persepsi sensori
halusinasi lihat.
1aktor pendukung terjadinya halusinasi lihat akibat skizo5renia
paranoid antara lain %
"(. 1aktor biologis
A -danya 5aktor genetis ! memiliki anggota keluarga dengan
halusinasi akibat skizo5renia paranoid % orang tua, saudara
kandung atau saudara yang lain (
A -danya kecacatan sejak lahir pada bagian hypocampus otak dan
peningkatan dopamine neurotransmitter merupakan indikasi
adanya kelainan psikotik seperti halusinasi ! )ownsend, -lih
bahasa +elena, "##$ % "&@ (
6(. 1aktor psikososial
-danya dis5ungsi keluarga C masyarakat seperti kon5lik antara
keluarga atau adanya perkembangan norma yang berlaku di
masyarakat yang akan menyebabkan stress pada individu
! )ownsend, -lih bahasa +elena, "##$ % "&? (
.engkajian predisposisi meliputi %
a( 0iwayat gangguan jiwa pada masa lalu
Menanyakan apakah klien pernah mengalami gangguan jiwa
sebelumnya, kapan mulai terjadi, gejala dan pengobatan,
ditanya langsung pada klien atau keluarga.
b( 0iwayat sakit 5isik
)anyakan pada klien atau keluarga adakah yang mengalami
penyakit 5isik yang sedang atau pernah dialami klien.
c( 0iwayat gangguan jiwa pada keluarga
$
)anyakan pada klien atau keluarga adakah anggota keluarga
yang mengalami gangguan jiwa, kapan terjadinya, gejala,
terapi serta perkembangan keadaan saat ini. +ubungan dengan
klien digambarkan melalui genogram yang dibuat ' generasi
ke atas.
d( .engalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
0iwayat tumbuh kembang klien dimulai dari masa di dalam
kandungan sampai kondisi saat ini. -pakah pada tahapAtahap
perkembangannya ada yang mengalami gangguan jiwa dan
bagaimana cara penyelesaiannya. .engalaman masa lalu
seperti hal yang tidak menyenangkan bias berupa kehilangan
orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dll.
e. .engkajian 1isik
a( .emeriksaan per system
!"(. istem :ntegumen
Biasanya kulit akan kotor, lengket dan bau badan , rambut
kotor, ada juga ruam kulit yang mungkin disebabkan dari e5ek
obat yang klien minum.
!6(. istem Kardiovaskuler
)ekanan darah dan denyut nadi dapat meningkat terutama bila
tejadi kecemasan, selain itu dapat juga terjadi pusing saat
berubah posisi dari berbaring ke posisi duduk atau hipotensi
orthostatik.
!'(. istem 0espirasi
.ada system ini kaji 5rekuensi perna5asan, 5rekuensi na5as
dapat menurun karena kemungkinan disebabkan oleh akti5itas
klien yang kurang.
!&(. istem 7astrointestinal
Dapat ditemukan penurunan na5su makan karena kurangnya
gairah untuk makan, selainitu dapat pula ditemukan gejala
bibir kering dan konstipasi yang merupakan e5ek samping dari
psikotik.
!<(. istem 4rologi
#
Menurut )ownsend , klien dengan halusinasi lihat apabila
diberi obat antipsikotik dalam waktu yang lama akan
menyebabkan terjadinya retensi urine. .asien dengan
halusinasi akan menarik diri dari kebutuhan personal hygene
tidak terpenuhi, B-K di tempat karena malas.
!@(. istem 0eproduksi
Klien dengan halusinasi lihat apabila diberi obat antipsikotik
dalam jangka waktu yang lama maka akan menyebabkan
ejakulasi dini, penurunan libido atau gynekomastia.
!?(. istem .ersyara5an
Klien dengan skizo5renia paranoid biasanya ada gejala
ekstrapiramidal seperti tremor, rigiditas dan distonia.
!$(. istem Muskuloskeletal
4mumnya terdapat kelemahan otot akibat penggunaan obat
antipsikotik yang lama.
!#(. istem hemopoetik
Biasanya terdapat kadar haemoglobin yang rendah akibat
pengobatan yang lama.
!"B(. istem =ndokrin
Kaji apakah ada pembesaran tyroid atau paratyiroid akibat
pengobatan yang lama.
!""(. istem .enginderaan
:ndera penglihatan klien dengan halusinasi lihat pada dasarnya
tidak mengalami gangguan atau kelainan. :ndera penglihatan
biasanya menjadi kabur akibat pengobatan.
b( Kebutuhan istirahat tidur
Klien dengan halusinasi akan mengalami gangguan dalam
pemenuhan istirahat tidur karena klien sangat ter5okus pada
halusinasi, bila halusinasi telah menguasai maka akan timbul
ketegangan dan kecemasan yang akan merangsang 0- sehingga
klien akan sulit tidur.
5. tatus mental
"( .enampilan
"B
Klien dengan halusinasi dengar biasanya kurang berminat terhadap
perawatan diri, klien tampak kotor, kucel, bau, tidak rapi,bicara klien
hatiAhati kontak mata mudah beralih karena sering munculnya
halusinasi.
6( tatus =mosi
=mosi klien terlihat bersedih, putus asa karena perasaan takut dan
kecemasan yang meningkat klien menunjukkan a5ek datar atau tidak
sesuai.
'( .ersepsi halusinasi
-pakah klien mengalami halusinasi dalam bentuk penglihatan,
pendengaran dan penciuman itu mungkin saja terjadi. .erlu dikaji
tentang isi, 5rekuensi, perasaan klien saat halusinasi itu muncul dan
tindakan yang biasa dilakukan saat halusinasi itu muncul.
&( :lusi
Dapat saja terjadi ilusi yaitu salah persepsi pada objek tertentu.
<( :si 5ikir
Dapat terjadi waham kejar atau waham kebesaran ditandai dengan
ideAide atau pikiranApikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan
!Maramis "##$% 66"(
@( ensori dan kognisi
!a(. 8rientasi
Klien ditanya tentang orang, tempat dan waktu dimana klien
berada sekarang, jika klien dapat menjawab dengan benar
biasanya pada umumnya tidak terdapat gangguan dalam orientasi
orang, tempat, dan waktu.
!Maramis "##$% 66"(
!b(. 7angguan memori
.ada umumnya klien dengan halusinasi dengar tidak mengalami
gangguan memori, klien mampu mengingat kejadian yang baru
saja terjadi atau yang sudah lampau !Maramis "##$% 66"(
A )ingkat konsentrasi
4mumnya tingkat konsentrasi klien mudah beralih karena
terdapat perasaan curiga dan halusinasi !Depkes 0:, 6BB% "'&(
A Kemampuan berhitung
""
4mumnya klien dengan halusinasi dengar mampu berhitung.
A 7angguan penilaian
4munya klien dengan halusinasi dengar dapat menilai yang
baik dan yang buruk, kecuali jika klien memiliki waham.
A Daya tilik diri
Biasanya klien dengan halusinasi tidakC kurang mengetahui
penyebab dirinya mengalami gangguan jiwa
A Koping
Koping yang digunakan oleh klien biasanya supresi, proyeksi,
dan displacement. Klien dengan halusinasi baisanya
memendam perasaan dan permasalahannya sendiri dibanding
bercerita pada orang lain dan biasanya sulit untuk
mengungkapkan masalahnya terhadap orang lain.
A Menulis dan menggambar
Biasanya klien mampu menulis dan menggambar.
g. .sikososial dan piritual
". Konsep Diri
a. 7ambaran Diri
Mengkaji tentang persepsi klien terhadap tubuhnya, misalnya
bagianAbagian tubuh yang paling disukai klien, biasanya klien
bersikap acuh dan tidak terlalu memikirkan keadaan tubuhnya,
b. :dentitas Diri
Kaji perasaan klien terhadap jenis kelaminnya, status, posisi
klien saat drawat.
c. .eran
4mumnya klien tidak mampu menjalankan perannya dengan
baik, karena klien dikuasai oleh halusinasinya.
d. :deal Diri
Biasanya klien memiliki ideal diri yang tinggi namun tidak
didukung oleh kemampuan yang memadai sehingga ideal diri
klien tidak tercapai.
e. +arga Diri
"6
Biasanya klien tidak merasa memiliki kelebihan yang dimiliki
dibanding dengan orang lain sehingga biasanya klien merasa
harga diri rendah.
6. +ubungan osial
a. 8rang yang
berarti
kaji siapa yang paling berarti menurut klien, tempat
menceritakan masalah, meminta bantuan dan motivasi.
b. /ingkungan
Kaji lingkungan yang bagaimana yang bisa membuat klien
merasa tenang
c. -rti keluarga
Kaji apakah klien memiliki arti keluarga atau sebaliknya
d. :nteraksi
Biasanya klien dengan skizo5renia paranoid sulit untuk
menjalankan hubungan sosialnya karena adanya halusinasi.
e. Kon5lik keluarga
Kaji adakah kon5lik keluarga yang dapat menyebabkan klien
mengalami gangguan jiwa dan cara mengatasinya.
5. -ktivitas di
Masyaeakat
ejauh mana klien dapat terlibat di masyarakat.
'. eEualitas
Kaji tentang kemampuan klien terhadap jenis kelaminnya. Bisa
saja klien belum menikah merasa tidak berharga lagi, karena
merasaorang lain mengasingkannya.
&. piritual
a. 1alsa5ah +idup
Biasanya klien menganggap bahwa sakitnya adalah cobaan
dari )uhan, klien juga mempercayai bahwa adanya sehat dan
sakit.
b. ense o5
)racendences
"'
Klien dengan halusinasi umumnya merasa pesimis dalam
menghadapi hidup di masa yang akan datang dan tidak
mempunyai rencana untuk kehidupan selanjutnya, karena
hidupnya telah dikontrol oleh halusinasi sehingga klien merasa
siaAsia mengharapkan atau merencanakan sesuatu yang pada
akhirnya gagal akibat halusinasi tersebut.
h. .erencanaan klien pulang
Dalam perencanaan klien pulang peranan keluarga sangatlah penting
untuk memberikan support pada klien sehingga klien tidak kembali
lagi ke 02 dengan alasan kambuh ulang. Klien perlu mendapatkan
pendidikan kesehatan sebagai bekal saat klien di rumah. Begitu juga
keluarga perlu diberikan bekal pengetahuan cara merawat klien
dirumah.
i. )herapi
a. .siko5armaka
8bat antipsikotik bekerja dengan cara memblok reseptor pasca
sinaps dopamin di basal ganglia, hypothalamus, sistem limbik,
batang otak dan medulla. !)owsend alih bahasa +elena, "##$%
"@<(
8bat anti psikotik +aloperidol dapat diberikan dengan dosis awal
pada gejala sedang B,<A6 mg !6A' EC hari(pada gejala berat 'A< mg
!6A'EC hari( secara bertahap, dosis dapat dinaikkan sesuai dengan
kebutuhan dan toleransi tubuh.
;lorpromazin diberikan dengan dosis awal 6<A"BB mg dan
meningkat menjadi 'BB mgC hari secara perlahan dosis dapat
dinaikkan sampai @BBA#BB mgC hari. Dengan dosis tersebut
diharapkan gejalaAgejala seperti curiga dan rasa bermusuhan akan
berkurang atau hilang.
4ntuk mengatasi e5ek samping obat anti psikotik yang dapat
menyebabkan gangguan ekstrapiramidal maka diberikan obat anti
parkinson seperti triheEy5enidil 6 mg selama 'A< hari sampai
respon therapi yang diinginkan tercapai. Kerja obat anti parkinson
ditujukan untuk memulihkan keseimbangan kedua
neurotransmitter mayor secara alamiah yang terdapat di susunan
"&
syara5 pusat, yaitu asetilkolin dan dopamin !)ownsend alih bahasa
+elena, "##$% "?'(
b. =;)
Klien yang mengalami halusinasi umumnya dilakukan =;)
!=lectro ;onvulsi5 )herapi( baik monitor ataupun konvensional
yang diberikan sebanyak <A@ kali atas indikasi bila klien
menunjukkan halusinasi, waham, depresi.
c. )herapi .sikologis
)herapi aktivitas Kelompok
Bermain musik
)herapi 8kupasi
)herapi diatas dilakukan bila klien sudah kooperati5.
'. -nalisa Data
-nalisa data adalah kemampuan mengaitkan data dan menghubungkan
data tersebut dengan konsep teori dan prinsip yang relevan untuk
membuat dalam menentukan masalah keperawatan klien.
B. Diagnosa #e'era(atan
Diagnosa keperawatan merupakan penelitian klinis tentang respon individu,
keluarga atau komunitas terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan
yang aktual dan potensial !Doenges alih bahasa Kurtosa % 6BBB.$(
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul dengan masalah perubahan
.ersepsi % +alusinasi dengar !Keliat, "##$ % 6?.6$( %
". 0esiko tinggi melakukan kekerasan berhubungan dengan halusinasi
dengar
6. .erubahan sensori perseptual halusinasi pendengaran berhubungan
dengan menarik diri
'. Kerusakan interaksi sosial menarik diri berhubungan dengan harga
diri rendah kronis
&. indrom depisit perawatan diri berhubungan dengan intoleransi
aktivitas !Budie -na Keliat, "##$, 6?(
). Peren*anaan
"<
". 0esiko tinggi melakukkan kekerasan berhubungan dengan halusinasi
dengar !Keliat, "##$ F 6$(
)ujuan umum %
Klien tidak melakukan kekerasan
)ujuan khusus %
A Klien dapat membina hubungan saling percaya
A Klien dapat mengungkapkan perasaannya
A Klien dapat mengenal halusinasinya
A Klien dapat mengendalikan halusinasinya
A Klien mendapat hubugan dari keluarga untuk megendalikan
halusinasinya
A Klien dapat menggunakan obat utuk mengendalikan halusinasinya
Kriteria =valuasi %
A ekspresi wajah klien bersahabat
A Klien dapat menyebutkan waktu, isi dan 5rekuensi timbulnya
halusinasi
A Klien dapat mengenal halusinasi
A Klein dapat menyebutkan tindakan yang bisa dilakukan untuk
mengendalikan halusinasinya
A Klien dapat mendemonstrasikan penggunaan obat yang benar
A Klien dapat dukungan dari orang tua
:ntervensi Dan 0asional
No. Inter+ensi "asional
". Bina hubungan saling percaya +ubungan saling percaya sebagai
dasar interaksi terapeutik
6. Dorongan dan beri kesempatan klien
untuk mengungkapkan perasaannya
4ngkapkan perasaan klien pada
perawat sebagai bukti klien mulai
percaya pada perawat
' -dakan kontak sesering mungkin Mengurangi waktu kosong bagi
klien sehingga mengurangi
5rekuensi halusinasi
&. 8bservasi perilaku !perbal dan non
perbal( yang berhubungan dengan
halusinasi
.erawat mengenal halusinasi yang
dialami klien sehingga intervensi
lebih e5ekti5
<. )erima halusinasi sebagai hal yang Meningkatkan realita C orientasi
"@
No. Inter+ensi "asional
nyata bagi klien dan tidak nyata bagi
perawat
realita dan rasa percaya klien
@. :denti5ikasi bersama klien tentang
waktu munculnya halusinasi dan
5rekuensi timbulnya halusinasinya
.eran serta klien menentukan
e5ekti5itas tindakan keperawatan
yang dilakukan
?. Diskusikan dengan klien saat terjadi
halusinasi
4paya untuk memutuskan
halusinasi perlu dilakukan oleh
klien sendiri agar halusinasi tidak
berlanjut
$. :denti5ikasi bersama klien tindakan
yang biasa dilakukan bila suaraA
suara muncul
)indakan yang biasa dilakukan
klien merupakan upaya mengatasi
halusinasi
#. Beri penguatan dan pujian terhadap
tindakan klien yang positi5
Memberikan hal yang positi5 atau
pengakuan akan meningkatkan
harga diri klien
"B. Diskusikan cara mencegah
halusinasi dan cara
mengendalikannya
+alusinasi yang dapat dikontrol
oleh klien dapat mencegah
terjadinya kekerasan
"". Dorong klien untuk memilih cara
yang akan digunakannya dalam
menghadap halusinasi
Memberi kesempatan klien
memutuskan halusinasinya
"6. Bina hubungan saling percaya
dengan keluarga
+ubungan saling percaya
merupakan dasar interaksi pada
keluarga
"'. Diskusikan dengan keluarga tentang
halusinasi, tanda cara merawat klien
di rumah
Keluarga yang mampu menahan
klien dengan halusinasi dapat
mendukung kesembuhan klien
"&. Diskusikan dengan klien dan
keluarga tentang obat untuk
mengendalikan halusinasinya
Meningkatkan pengetahuan dan
motivasi klien untuk minum obat
secara teratur
"<. Bantu klien dan pastikan bahwa
klien minum obat sesuai dengan
program
Memastikan bahwa klien minum
obat secara teratur
6. .erubahan sensori perseptual % halusinasi pendengaran yang
berhubungan dengan menarik diri
)ujuan umum %
"?
Klien mampu melakukan interaksi dengan orang lain
)ujuan khusus %
A Klien dapat mempercayai orang lain
A Klien dapat memahami arti man5aat, dan cara bersosialisasi serta
akibat tindakan bersosialisasi
A Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan perilaku menarik
diri
A Klien dapat berhubungan sosial dengan orang lain
A Klien tidak menyendiri
A Klien mau mengikuti terapi kelompok
Kriteria =valuasi %
A ecara verbal klien mengatakan percaya pada orang lain
A Klien dapat mengungkapkan penyebab menarik diri
A Klien mengerti sosialisasi
A Klien dapat melakukan aktivitas
:ntervensi Dan 0asional
No. Inter+ensi "asional
". Bina hubungan saling percaya
dengan klien
Merupakan dasar untuk interaksi
selanjutnya
6. .erhatikan sikap mereka dengan
cara kontak yang sering tetapi
singkat
ikap menerima orang lain akan
mengangkatkan harga diri klien
dan mempasilitasi rasa percaya
pada orang
' 2ujur dan menepati janji Meningkatkan rasa percaya klien
pada perawat
&. )emani klien dan duduk di
sampingnya beberapa saat
Memberi kebebasan dan
menghindari kecurigaan klien
<. Memberikan kesempatan klien
untuk mengunngkapkan perasaan
penyebab menarik diri, dan gejala
Menambah wawasan klien
@. Diskusikan bersama klien tentang
arti, man5aat dan cara bersosialisasi
dan akibat dari tidak bersosialisasi
Menghindari kecurigaan dan
memberikan rasa aman pada klien
?. Dorong klien untuk berhubungan
dengan klien lain dengan ikuti
akti5itas secara bertahap
Memotivasi klien melakukan
kegiatan yang positi5
"$
No. Inter+ensi "asional
$. Beri penghargaan terhadap tindakan
klien yang positi5
Memberi dukungan agar klien
melanjutkan hal yang positi5
#. /ibatkan keluarga terhadap tindakan
klien yang positi5
Dukung dari keluarga membuat
klien merasa diperhatikan
"B. Beri obat sesuai dengan program
therapi
8bat antipsikotik menurunkan
gejala psikotik sehingga
memudahkan klien melakukan
interaksi sosial
'. Kerusakan interaksi sosial b.d. harga diri rendah kromik.
)ujuan 4mum%
+arga diri klien meningkat dengan kemampuan diri.
)ujuan Khusus%
A Klien dapat membina hubungan saling percaya.
A Klien dapat mengidenri5ikasi kemampuan dan aspek positi5
yang dimiliki.
A Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang
dimiliki.
A Klien dapat melaksanakan aktivitas sesuai kemampuan yang
dimiliki.
Kriteria evaluasi%
A Klien dapat menyebutkan citaAcita dan harapan.
A Klien dapat menyebutkan keberhasilan dan kegagalan yang
pernah dialaminya.
A Klien dapat menyebutkan tujuan yang ingin dicapai.
A Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan.
:ntervensi dan rasional
*o :ntervensi 0asional
". Bina hubungan saling percaya
antara perawat dan klien.
Merupakan 5asilitas untuk intervensi
terapeutik selanjutnya.
6. Bantu klien memperluas
kesadaran dirinya.
-gar klien mengetahui kemampuan
yang berman5aat bagi klien dan
orang lain.
'. Bantu klien mengenal
kelebihannya.
Menambah wawasan klien dan
meningkatkan harga diri.
&. Bantu klien mengevaluasi diri. Menyadarkan klien bahwa manusia
"#
memiliki kelebihan dan kekurangan.
<. Bantu klien membuat rencana
yang realistis.
Dengan adanya rencana, tujuan
yang diharapkan akan terealisasi.
@. Berikan kesempatan pada klien
untuk mencoba kegiatan yang
telah direncanakan.
.engalaman yang mudah diterima
melalui praktek yang ralistis.
?. Diskusikan kemungkinan
pelaksanaan aktivitas di rumah
bersama keluarga.
Keterlibatan keluarga membantu
merealisasikan ideal diri klien.
&. De5isit perawatan diri b.d. kurangnya minat dalam perawatan diri.
)ujuan umum%
Klien dapat melakukan aktivitas secara mandiri.
)ujuan Khusus%
A Klien mengetahui pentingnya perawatan diri.
A Klien berminat melakukan perawatan diri.
A Klien mampu melakukan perawatan sendiri tanpa disuruh
terlebih dahulu.
A Klien dapat mempertahankan kebersihan secara optimal.
Kriteria evaluasi%
A Klien mengungkapkan secara verbal pengertian, man5aat dan
kerugian bila tidak melakukan personal hygiene.
A Klien dapat menjaga kebersihan diri dan merawat diri tanpa
bantuan.
A Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara optimal
:ntervensi dan rasional
*o :ntervensi 0asional
". Berikan penjelasan kepada klien
tentang arti,man5aat,cara
perawatan diri dan akibat tidak
melakukan perawatan diri.
Meningkatkan pengetahuan klien
sehingga klien berminat untuk
melakukannya.
6. Barikan bantuan untuk
melakukan aktivitas sehariAhari
sesuai kemampuaan.
Keberhasilan dalam melakukan
aktivitas secara mandiri akan
meningkatkan harga diri klien.
'. Berikan bantuan kepada klien
saat tidak mampu melakukan
Klien merasa diperhatikan, bukan
dimanja.
6B
kegiatan secara mandiri.
&. Berikan rein5orcement positi5
untuk kemampuan klien
melakukan perawatan diri secara
mandiri.
4ntuk meningkatkan harga diri dan
mendorong klien untuk melakukan
hal yang lain.
a. Im'lementasi
Merupakan bentuk nyata dari perencanaan tindakan keperawatan.sebelum
melakukan tindakan yang sudah direncanakan, perawat perlu memotivasi
apakah rencana tindakan masih sesuai dengan yang dibutuhkan klien dan
sesuai dengan kondisi klien saat ini.
-dapun implementasi keperawatan pada klien schizo5renia paranoid dengan
halusinasi lihat adalah%
". membina hubungan saling percaya.
6. melakukan kontak yang sering.
'. mengidenti5ikasi bersama klien tentang waktu munculnya halusinasi, isi
halusinasi dan 5rekuensi munculnya halusinasi.
&. mendorong klien untuk mengungkapkan perasaannya saat halusinasinya
muncul.
<. mengidenti5ikasi bersama klien tindakan yang biasa dilakukan bila
halusinasi lihat tersebut muncul.
@. mendiskusikan cara mencegah timbulnya halusinasi dan cara
mengendalikannya.
?. mendorong klien untuk memilih cara yang akan dipilih untuk
menghadapi halusinasi.
$. membantu klien untuk mendapatkan dukungan dari keluarga untuk
mengendalikan halusinasinya.
#. membantu klien agar dapat menggunakan obat untuk mengendalikan
halsinasinya.
,. E+aluasi
=valuasi adalah proses yang berkelanjtuna untuk menilai e5ek dari tindakan
keperawatan kepada klien. =valuasi dilakukan terusAmenerus pada respons
klien terhadap tindakan keperawatan yang telag dilaksanakan !Budi -na
Keliat, "##$%"<(.
6"
=valuasi dilakukan dengan pendekatan 8-.:=0, yaitu%
% 0espons subjekti5 !yang dikatakan oleh klien( terhadap tindakan
keperawatan yang telah dilakukan.
8 % 0espons objekti5 !yang langsung dapat diobservasi oleh perawat(
tergadap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan.
- % -nalisa ulang atas data subjekti5 dan objekti5 yang menyimpulkan
apakah maslah masih tetap atau muncul masalah baru atau ada data
yang kontradikti5 dengan masalah yang ada.
. % .erencanaan atau tindak lanjut berdasarkan rencana yang telah
ditentukan.
: % .elaksanaan asuhan keperawatan berdasarkan rencana yang teFah
ditetapkan.
= % .enilaian hasil pelaksanaan tindakan keperawatan untuk melihat
perubahan dan berupaya mempertahankan serta menilai hasil
implementasi.
0 % Bila hasil evaluasi menunjukkan masalah yang belum
teratasi,pengkajian ulang perlu dilaksanakan kembali melalui proses
penguimpulan data subjekti5, objekti5 dan proses analisanya.
BAB III
TINAUAN #ASUS
0uang 0awat % 0uang "$ 0+ *o Medrec % BB&$?#
)anggal 0awat % "" 2anuari 6BB< )aggal .engkajian % "$A6?CB"C6BB<
66
I. PEN%#AIAN
". .engumpulan data
-. :dentitas klien
*ama % )n. )
4mur % 66 )ahun
2enis Kelamin % /akiAlaki
.endidikan % M.
.ekerjaan % A
-gama % :slam
tatus Marital % Belum Menikah
Diagnosa Medis % kizoprenia .aranoid
-lamat % 2ln. 7agak

B. :dentitas penanggung jawab
*ama % )n. 2
4mur % 6$ tahun
-gama % :slam
.ekerjaan % .*
.endidikan % A
+ubungan dengan Klien % Kakak :par
-lamat % 2ln. 7agak
;. -lasan masuk rumah sakit dan 5aktor presipitasinya
Kilen masuk 0 dengan alasan *gamuk, marahAmarah pada ibu, bicara
kacau, gelisah. ' minggu yang lalu klien menunjukan gejala tidak mau
minum 8bat dikarenakan klien merasa sudah sembuh ! putus obat dan
bingung lagi akhirnya klien dibawa ke 02 riau untuk yang ketiga
kalinya (.
D. 1aktor predisposisi
". 0iwayat gangguan jiwa
Kilen pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya dan dirawat di
02 untuk yang ketiga kalinya. .ada tahun 6BB', juli 6BB& dengan
alasan ngamukAngamuk dan marahAmarah, serta merusak lingkungan.
6'
Menurut pengakuan klien pernah menggunakan alkohol dan obatAobat
terlarang .ada saat ini klien keluar M..
6. 0iwayat penyakit 5isik
Menurut pengakuan klien dulu dan sekarang klien tidak pernah
menderita penyakit 5isik seperti -sma, gastritis, +ipertensi, kencing
manis dan yang lainnya.
'. 0iwayat -nggota keluarga yang mengalami gangguan
jiwa
Menurut pengakuan klien, dikeluarga ada yang pernah mengalami
gangguan jiwa yaitu kakak sepupu yang pernah dirawat 6 kali di 02
Bandung.
&. 7enogram
% )inggal serumah
% /akiAlaki
% .erempuan
% Meninggal
% Klien
<. .engalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
a. Kehilangan
Klien mengatakan tidak pernah mengalami kehilangan yang
membuat dia sedih dan terguncang.
b. Kegagalan
6&
Menurut pengakuan klien, klien tidak pernah mengalami
kegagalan pada waktu akan melanjutkan sekolah, dan gagal dalam
pekerjaan.
c. )rauma tumbuh kembang
". Masa bayi
Kilen dilahrkan spontan usia # bulan.
6. Masa KanakAkanak
.ertumbuhan dan perkembangan klien tidak terganggu dan
jarang sakit.
'. Masa 0emaja.
Keluar M. mengkonsumsi *arkoba dan sempat minum
alkohol.
&. Masa Dewasa -wal
Kilen jarang berinteraksi dengan orang lain dan lebih suka
mengurung diri dirumah.
=. .engkajian 1isik
". .emerikasaan 1isik
a. istem :ntegumen
Kulit tampak bersih, kuku panjang dan kotor, distribusi rambut
merata. 0ambut kotor dan teraba lengket, suhu tubuh '@,? ;
klien mengatakan mandi " G C hari. Klien mnegatakan keramas
malas pakai shampo.
b. istem ;ardiovaskuler.
Konjungtiva warna merah muda, nadi teraba kulit dengan
5rekwensi $& E C menit, tekanan darah "6BC$B mm+g, suara
jantung 1 dan )6 murni dan reguler. Klien mngatakan tidak
pusing saat perubahan posisi dari tidur ke duduk.
c. istem 0espirasi
Bentuk hidung simetris, tidak terdapat sekret, tidak terdapat .;+,
tidak terdapat oto bantu perna5asan. uara na5as vesikuler,
5rekwensi na5as "$ E C menit.
6<
d. istem 7astio:ntestinal
Bentuk biibir simetris, bibir tampak kering, makosa mulut
warnanya merah muda, gigi kotor, kuning terasa bau, gigi lengkap
re5lek menekan baik, bentuk abdomen datar, bising usus $ E C
menit, tidak terdapat nyeri tekan, tidak terdapat distensi abdomen.
Klien tidak mengeluh mual.
e. istem 4rologi
)idak terdapat distensi kandung kemih, tidak terdapat nyeri tekan
pada daerah supra pubis, klien mengatakan tidak ada keluhan saat
Bab, 5rekwnsi Bab 'A& E C hari.
5. istem 0eproduksi
)idak )erkaji.
g. istem .erna5asan
)erdapat tremor pada tangan , wajah sangat simetris saat
tersenyum, leleuasa bergerak saat klien menhatakan H -h ,, re5lek
menelan baik, klien dapat menoleh kesamping kiri dan
kanan,lidah dapat digerakan kesegala arah.
h. istem Muskuloskeletal
;ara berjalan normal, tidak terdapat kelainan pada tulang
belakang, posisi klien saat berjalan lurus, pergerakan ekstrimitas
tasa dan bawah bebas, kekuatan otot < <
< <
re5lek bisep II C II, trisep II C II, patela II C II , babiski AA C AA.
i. istem +emopeotik
Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit darah, konjungtiva
merah muda ;0) kembali dalam waktu kurang dari ' detik.
j. istem =ndokrim
)idak terdapat pembesaraan K7B, kelenjar tiroid tidak teraba,
tidak terdapat poli pogi, plidipsi, poli liri.
k. isem .enginderaan
Klien dapat membaca papan nama perawat pada jarak 'B cm
tanpa menggunkan alat bantu, klien dapat mendengar pertanyaan
dari perawat tanpa harus diulang, klien dapat membedakan bau
6@
makanan dan bau pesing, klien dapat merasakan panas dan dingin,
klien mengatakan manis saat makan semangka, asin saat makan
nasi goreng, dan pahit saat minum obat.
6. Kebutuhan :stirahat tidur
Klien mengatakan tidurnya nyenyak, tidak ada hal yang menggangu
tidurnya, klien mengatakan mulai tidur jam 6BABB sampai B<ABB.
1. tatus mental
". .enampilan
a. Berpakaian
Klien berpakaian bersih, klien menggunakan pakaian ruanagan
dan mengganti " E C hari
b. ikap )ubuh
ikap tubuh klien kaku saat duduk dan ngobrol dengan perawat.
c. Kontak mata
Kontak mata kurang dan mudah berpaling, sering menunduk.
d. ;ara Bicara
1rekwensi bicara tertahan, volume lembut, sulit dimengerti,
sedikit bicara, koheren, pada saat pertama kali berkomunikasi
dengan perawat.
e. -ktivitas Motorik
)ingkat aktivitas klien lamban, terdaopat *;, tidak ada isyarat
tubuh seperti maherisme, kompulsi.
5. :nterkasi selama wawancara
elama wawancara, klien tampak hatiAhati dan curiga, banyak
diam, berbicara jika ditanya saja oleh perawat, kontak mata
kurang, klien banyak menunduk.
6. tatus =mosi
a. -lam .erasaan
.erasaan klien saat dikaji takut karena melihat ada orang yang
memperhatikannya ketika divalidasi orang tersebut tidak ada.
b. -5ek
Klien menunjukan a5ek yang sesuai yaitu ketika klien ketakutan
muka klien tampak tegang, sikap tubuh dekortikasi sambil
memegang tangan perawat.
6?
'. .ersepsi % +alusinasi
Klien mengalami halusinasi penglihataan isinya, melihat orang yang
memperhatikannya, kenal dengan orang yang dilihatnya. +alusinasi
muncul tidak tahu kadang pagi, soreAsore, saat klien sedang
menyendiri. .erasaan klien saat halusinasi muncul kadang bingung,
kadang takut. .ada saat halusinasi muncul klien diam atau meratap
kembali halusinasinya.
&. :lusi
Klien tidak mengalami :lusi dibuktikan dengan klien bisa menebutkan
apa yang ditunjukan perawat adalah pinsil.
<. :si .ikir
Klien tidak ada letihan, +ipokordria, ideas yang terkait, tidak ada
pemikiran yang logis, nibirilistik, obsesi, kobia, depersonalisasi, dan
neologis.
@. ensori dan kognisi
a. 8rientasi
"( 8rang
Klien mampu menyebutkan nama perawat, nama saudaranya.
6( )empat
Klien menyebutkan bahwa dirinya berada di 0umah akit
2iwa.
'( 9aktu
Klien tidak mampu menyebutkan )ahun dan bulan sekarang.
b. 7angguan Memori
"( Baru saja terjadi
Klien mampu menyebutkan kembali nama perawat setelah
berkenalaan.
6( 2angka .endek
Klien mampu menyebutkan tanggal masuk ke 02, yaitu
tanggal "? januari.
'( 2angka .anjang
Klien mampu menyebutkan tahun kelahirannya yaitu tahun
"#$'.
c. )ingkat Konsentrasi
6$
Konsentarsi mudah beralih, tiap ada orang lewat klien terus
menegoknya sampai dia tidak terlihat lagi.
d. Kemampuan Berhitung
Klien mampu berhitung dengan dibukakan dengan mampu
menghitung saudaranya.
e. 7angguan .enilaiaan
Klien mengatakan bahwa marahAmarah pada buktinya tidak baik
karena dosa.
5. 7angguan )ilik Diri
Klien tidak mampu mengungkapkan penebab masuk rumah sakit
jiwa dan klin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan
jiwa.
g. Koping
Bila klien mengalami kesulitan dan ada masalah klien biasanya
bercerita pada bunga dan diam, klien tahu bagaimana cara
menyelesaikan masalah yaitu bercerita pada ibunya dan merasa
lega tetapi klien juga mengatakan ada masalah yang tidak bisa
diceritakan pada orang lain . klien hanya diam dan menyelesaikan
sendiri. Menurut klien penyelesaian maslahnya selama ini baik
dan membuat perasaan lega.
h. Menulis dan Menggambar
Klien mampu menulis alamatnya sendiri.
7. .sikososial dan piritual
". Konsep Diri
a. 7ambaran Diri
Klien menukai seluruh bagian tubuhnya.
b. :dentitas diri
Klien seorang anak, pada awalnya klien melihat dirinya bingung
apakah dia lakiAlaki atau perempuan. Klien tidak mampu
membedakan antara lakiAlaki dan perempuan. +al ini disebabkan
klien sudah dilakukan =;).
c. :deal diri
Klien berharap dirinya cepat sembuh dan berkumpul dengan
keluarga, klienpun berharap setelah keluar dari sini mau
6#
membersihkan tatonya, ikut sekolah persamaan! ujian persamaan (
dan bekerja dengan kakaknya di dinas perikanan, bermain gitar
bagus.
d. .eran
Klien berperan sebagai seorang anak, seorang adik yang
mempunyai dua orang kakak.
e. +arga diri
Menurut klien kelebihannya adalah klien mampu bermain gitar
dan bernyanyi kekurangannya adalah mentalnya lemah dan mudah
menciut bila dibandingkan dengan orang lain kadang klien merasa
iri terhadap orang lain yang lebih baik darinya dan ingin
sepertinya.
6. +ubungan sosial
a. 8rang yang berarti
8rang yang beaaaararti dalam kehidupan klien tempat mengadu,
bicara dan meminta bantuan adalah ibunya.
b. /ingkungan
Klien merasa tenag dengan lingkungan yang dada dirumah, yang
tenag, dan tidak terlalu ribut dan damai.
c. -rti keluarga
Menurut klien keluarga mengangggap klien orang yang berarti.
d. :nteraksi
Dirumah sakit klien awalnya berinteraksi dengan perawat tidak
dengan pasien karena klien lebih senag menyendiri, diam, dan
tidak mau ngobrol dengan pasien lain.
e. Kon5lik keluarga
2ika ada masalah dalam keluaraga klien hanya diam dan
memendamnya.
5. -ktivitas dimasyarakat atau kelompok
Klien lebih banyak menyendiri, diam dan melamun.
'. eksualitas
Klien merasa bingung apakah klien lakiAlaki atau perempuan. +al ini
disebabkan klien baru dilakukan =;).
&. piritual
'B
a. 1alsa5ah hidup
Menurut klien hidup ini sangat berarti dan mempunyai tujuan %
ingin memperoleh keselamatan didunia dan akhirat. Dang penting
bagi klien adalah ibunya yang telah mengandung klien,
melahirkan dan membesarkan klien dengan sabar. Klien percaya
adanya sakit danklien mengatakan dengan berobat dan berdoa
kepada -llah 9).
b. ense o5 trasendence
Klien merupakan orang yang optimis, berharap cepat sembuh.
Klien merasa hidup sekarang lebih baik dari sebelumnya.klien
dapat membayangkan kehidupan yang akan datang lebih baik dan
dunia ini menyenangkan
c. Konsep ketuhanan atau keagamaan
Klien menganggap bahwa semua agama, oleh karena itu klien
menganggap )uhan itu sama. )etapi klien yakinpenyakitnya akan
disembuhkan oleh )uhan. Klien yakin akan adanya kekuatan yang
melebihinya. Klien tidakmmelaksanakan kegiatan keagamaan
+. .erencanaan klien pulang
". 0encana tinggal
etelah keluar dari 02 klien akan tinggal bersama dengan ibunya
6. 0encana pemenuhan kebutuhan
a. klien berjanji akan minum obat teratur
b. pemenuhan kebutuhan makan minum, personal
hygiene, eliminasi, akan dilakukan secara mandiri
c. pekerjaan yang akan dilakukan serta aktivitas
yang akan dilakukanuntuk mengisi waktu luang adalah bekerja di
dinas perikanan dengan kakaknya.
d. umber biaya dari ibu dan kakaknya. 2ika klien
sudah bekerja klien akan memenuhi kebutuhannya sendiri.
'. mekanisme koping
klien akan mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain, bergaul ke
luar rumah, dan tidak terus menyendiri. 2ika klien mempunyai
masalah, dia akan mencoba menyelesaikannya.
&. suport sistem
'"
Menurut klien orangAorang yang dapat membantu klien dalam
menyelesaikan masalahnya adalah ibu dan saudaranya.
<. rujukan pengobatan C perawatan
klien akan kontrol ke 02 0iau di Bandung
:. )herapi
". .siko5armaka
+aloperidol < mg 'E" .8
)riheEypenidil 6 mg 'E" .8
;hlorpomazine "BB mg BB" .8
*ew diatab 'E6 .8
6. =;) "# 2anuari 6BB<
Dosis "$.@<C"$.& obat - B.6< mg
'. .emeriksaan penunjang "? 2anuari 6BB<
+aemoglobin % "< mgCdl "'A"$ mgCdl
/eukosit % ?&BB Cmm' &BBBA"BBBB Cmm'
78) % 6@,$ BA'?
7.) % "@,$ BA&6
6. -nalisa Data
*o Data Kemungkinan penyebab dan
dampak
Masalah
'6
" D %
Klien mengatakan takut karena
ada orang yang melihatnya
Klien mengatakan orang yang
melihatnya muncul tidak tentu
kadang pagi, siang, atau sore
terutama saat dai sendiri
Klien mengatakan kalau
halusinasinya muncul klien
kadang bingung, kadang takut
Klien hanya diam atau
menatap kembali
halusinasinya
Klien mengatakan gagal untuk
melanjutkan sekolah
D8 %
Klien menunjukan ekspresi
muka tegang saat ketakutan,
sikap tubuh dekortikasi sambil
memegang tangan perawat
ikap tubuh klien tampak
kaku, kontak matta kurang
sering menunduk, sedikit
bicara, bicara t ertahan, dan
sulit dimengerti.
elama bicara klien tampak
hatiAhati dan curiga, serta
banyak daim dan menyendiri
0iwayat kegagalan untuk
melanjutkan sekolah ke M-
karena klien nakal
0iwayat penggunaan narkoba
saat keluar dari M.
0iwayat masuk 02 6 kali
dengan alasan amuk
Kegagala dalam membina
karir
7angguan rasa aman %
cemas
Menimbulkan
kecemasan
Merasa tidak
berharga dan
tidak berguna
Ketidak
berdayaan

Menjauhkan
diri dari
interaksi
sosial
Menarik diri
Ber5antasi
dan melamun
Merangsang
.
-ktivasi
sistem limbik
untuk
mengeluarkan
zat
halusinogen
.erubahan
olahan
in5ormasi di
lobus
5reontalis
area korteE
serebri
.erubahan dalam persepsi
optikus tanpa ada rangsangan
dari luar
Klien mempersepsikan orang
yang tidak orang lain lihat
7angguan rasa aman % cemas
6 D %
Klien mengatakan belum
gunting kuku dan belum
keramas
Klien mengatakan malas
-danya perubahan perilaku
.rodukti5itas menurun
Kurangnya minat perawatan
De5isit perawatan
diri % personal hygine
''
keramas pakai sampo
Klien mengatakan belum
gosok gigi karena malas
D8 %
Klien tampak kusut
Kuku tampak panjang dan
kotor
0ambut teraba lengket kotor
dan berketombe
7igi kuning dan tercium bau
diri
7angguan dalaJm kegiatan
sehariAhari % personal hygine
De5isit perawatan diri %
personal hygine
' D %
Klien mengatakan sebelumnya
pernah dirawat 6 kali di 02
pada tahun 6BB' dan juni 6BB&
karena alasan ngamuk
Klien mengatakan ' minggu
sebelum masuk 02 dia tidak
minum obat karena merasa
sudah sembuh ! putus obat (
D8 %
A
Kurangnya pengetahuan klien
dan keluraga tentang
pengobatan klien gangguan
jiwa
Klien dan keluarga tidak tau
pengobatan dirumah
Menyebabkan klien malas
untuk minum obat karena
merasJa sudah sembuh
.utus obat
0isiko kambuh ulang
0isiko kambuh ulang
II. Diagnosa #e'era(atan
". 7angguan rasa aman % cemas b.d. halusinasi lihat
6. De5isit perawatan diri % personal hygine b.d. kurangnya minat C motivasi
'. 0isiko kambuh ulang b.d. kurangnya pengetahuan klien dan keluarga tentang
perawatan dirumah
'&

'<