Anda di halaman 1dari 41

BAB II

TINJAUAN TEORITIS
A. KONSEP DASAR TEORI
1. Pengertian
a. Fraktur
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai dengan
jenis dan luasnya. Fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari
yang diabsorpsinya. (Smeltzer & Bare, alih bahasa Agung ugroho !""! # !$%&'
Fraktur adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang. (Appley , alih
bahasa dr. (di ugroho 1))%# !&*'
Fraktur adalah diskontinuitas dari jaringan tulang (patah tulang' yang biasanya
disebabkan oleh adanya kekerasan yang timbul se+ara mendadak. (Bernard Blo+h
1)*, # 1'
Fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga
-isik. (Pri+e dan .ilson,alih bahasa Peter Anugrah 1))% # 11*$'
/ari pengertian di atas dapat disimpulkan bah0a -raktur adalah terputusnya
kontinuitas jaringan yang disebabkan oleh trauma atau tenaga -isik atau stress yang
timbul se+ara mendadak.
b. 1uptur
1uptur menurut bahasa artinya robek. (2amus 2edokteran edisi !"""'.
3adi ruptur adalah robeknya suatu jaringan.
+. /ebridement
/ebridement adalah tindakan membersihkan luka dengan mengangkat benda4
benda asing dan jaringan mati dari luka atau sekitarnya. ( 2amus kedokteran (disi
!""" '
/ebridement adalah operasi yang bertujuan untuk membersihkan luka dari
bahan asing dan jaringan mati, memberikan persediaan darah yang baik di seluruh
bagian itu. (A. 5raham Apley & 6ouis Solomon, alih bahasa (di ugroho1))% #
!%& '
3adi debridement adalah tindakan untuk membersihkan luka dengan
mengangkat benda asing dan jaringan mati dari luka dan sekitarnya serta
memberikan persediaan darah yang baik di seluruh bagian luka.
d. 71(F
71(F ( 7pen 1edu+tioni (8ternal Fi8ation ' adalah mempertahankan -raktur
dengan sekrup pengikat atau ka0at penekan yang melalui tulang di atas dan di
ba0ah -raktur dan dilekatkan pada suatu kerangka luar ( A. 5raham Appley &
6ouis Solomon, alih bahasa (di ugroho 1))% # !%9 '
Fiksasi eksternal digunakan untuk mengobati -raktur terbuka dengan kerusakan
jaringan lunak ( Smeltzer & 5. Bare, alih bahasa Agung ugroho !""! # !!)! '.
3adi 71(F atau -iksasi eksternal adalah suatu tindakan untuk mengobati
-raktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak dan mempertahankan -raktur
dengan menggunakan sekrup pengikat atau ka0at penekan yang melalui tulang di
atas dan di ba0ah -raktur dan dilekatkan pada suatu kerangka luar.
!. Anatomi /an Fisiologi
a. Anatomi tulang Femur
1
:ulang -emur merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar di dalam tulang
kerangka pada bagian pangkal yang berhubungan dengan asetabulum membentuk
kepala sendi yang disebut kaput -emoralis.
Ujung atas -emur memperlihatkan sebuah kepala yang menduduki dua pertiga
dari daerah itu, dipun+aknya ada lekukan seperti bentuk kulit telur dengan
permukaan kasar, untuk kaitan ligamentum teres. /i ba0ah kepala ada leher yang
panjang dan gepeng. Pada dataran, di tempat leher menjadi batang, di sebelah luar,
terdapatt trokhanter mayor dan di sebelah belakng dan tengah terdapat trokhanter
minor.
Pada dasar leher dari tulang ada dua garis yang menghubungkan trokhanter
mayor dan minor, yaitu garis intertrokhanter di depan krista intertrokhanter di
sebelah belakang. ;ang terakhir ditandai oleh tuberkel dari tulang, yaitu tuberkel
kuadratum dipertengahan panjangnya..
Batang Femur berbentuk silinder, halus dan bundar di depan dan di sisinya.
melengkung ke depan dan dibelakangnya ada belebas yang sangat jelas, disebut
linea aspera, tempat kaitan sejumlah otot, diantaranya adduksi otot paha.
Ujung bawah adalah lebar dan memperlihatkan dua kordil, sebuah lekukan
interkondiler, sebuah permukaan popliteum dan sebuah permukaan patelaris.
2edua kordil tampak jelas menonjol, yang medial lebih rendah dari yang lateral.
2eduanya masuk dalam -ormasi sendi lutut.
6ekuk interkondiler memisahkan kondil4kondil disebuah belakang.
Permukaan dari lekuk4lekuk ini memberi kaitan kepada persilangan ligament sendi
lutut. /isebelah depan kordil dipisahkan oleh permukaan patelaris, yang
terbentang anterior antara kedua kordil itu dan diatas permukaan ini terletak
patella. Femur mengadakan persendian dengan tiga tulang, tulang ko8a, tulang
tibia dan patella, tetapi tidak bersendi dengan -ibula.
b. Fisiologi :ulang
<enurut Barbar =. 6ong alih bahasa ;> AP2P ( 1)), ' -ungsi tulang se+ara
umum yaitu #
1' <enahan jaringan tubuh dan memberi bentuk kepada kerangka tubuh
!' <elindungi organ4organ tubuh
$' ?ntuk pergerakkan
9' 5udang penyimpanan mineral
%' @ematopoesis ( tempat pembuatan sel darah merah dalm sumsum tulang '.
<enurut 5uyton alih bahasa Setia0an. >. ( 1))" ' dan Pri+e SylAia Anderson
alih bahasa Peter Anugerah ( 1))9 ' pertumbuhan dan metabolise tulang
dipengarui oleh mineral dan hormon #
1' 2alsiun dan pos-or tulang mengandung )) B kalsium tubuh dan )" B pos-or.
2onsentrasi kalsium dan -os-or dipelihara hubungan terbalik, kalsitonin dan
hormon paratiroid bekerja untuk memelihara keseimbangan.
!' 2alsitonin diproduksi oleh kelenjar tiroid dimana juga tirokalsitonin yang
memiliki e-ek untuk mengurangi aktiAitas osteoklast, untuk melihat
peningkatan aktiAitas osteoblas dan yang terlama adalah men+egah
pembentukkan osteoklast yang baru.
$' Citamin / mempengaruhi deposisi dan absorbsi tulang. /alam jumlah besar
Aitamin / dapat menyebabkan absorbsi tulang seperti yang terlihat dalam
kadar hormon paratiroid yang tinggi. Bila tidak ada Aitamin /, hormon
paratiroid tidak akan menyebabkan absorbsi tulang sedang Aitamin / dalam
!
jumlah yang sedikit membantu kalsi-ikasi tulang dengan meningkatkan
absorbsi kalsium dan pos-at oleh usus halus.
9' Paratiroid hormon, mempuyai e-ek langsung pada mineral tulang yang
menyebabkan kalsium dan pos-at diabsorbsi dan bergerak melalui serum.
Peningkatan kadar paratiroid hormon se+ara perlahan4lahan menyebabkan
peningkatan jumlah dan aktiAitas osteoklast sehingga terjadi demineralisasi.
Peningkatan kadar kalsium serum pada hiperparatiroidisme dapat
menimbulkan pembentukan batu ginjal.
%' 5ro0th @ormon ( hormon pertumbuhan ', disekresi oleh lobus anterior
kelenjar pituitari yang langsung bertanggung ja0ab dalam peningkatan
panjang tulang dan penentuan jumlah matriks tulang yang dibentuk pada masa
sebelum pubertas.
,' 5lukokortikoid, adrenal glukokortikoid mengatur metabolisme protein.
@ormon ini dapat meningkatkan atau menurunkan katabolisme untuk
mengurangi atau meningkatkan matriks organ tulang dan membantu dalam
regulasi absorbsi kalsium dan pos-or dari usus ke+il.
&' (strogen menstimulasi aktiAitas osteoblast. Penurunan estrogen setelah
menopouse mengurangi aktiAitas osteoblast yang menyebabkan penurunan
matriks organ tulang. 2alsi-iksi tulang berpengaruh pada osteoporosis yang
terjadi pada 0anita sebelum usia ,% tahun namun matriks organiklah yang
merupakan penyebab dari osteoporosis.
Gambar .!
a" Pan#angan anter$%r #ar$ &emur 'anan (b" Pan#angan )%ster$%r #ar$ &emur 'anan
(Pear*e E+e,-n../ A,$h bahasa Sr$ 0u,$an$ 1an#%-% /!234563762"
$
$. (tiologi
a. Fraktur terjadi ketika tekanan yang menimpa tulang lebih besar dari pada daya
tahan tulang. ( Fraktur trumatik '
b. Fraktur terjadi karena tulang yang sakit ( osteoporosis ', ini dinamakan -raktur
patologis.
Penyebab yang lazim terjadi pada -raktur suprakondiler adalah benturan se+ara
langsung tepat diatas garis kondilus (Appley alih bahasa (di ugroho, 1))% # !$* '.
9. Pato-isiologi
a. <ekanisme Penyakit
Fraktur supra kondilus -emur adalah -raktur yang relati- jarang terjadi ini
(pada pertemuan tulang kortikal dan spongiosa' mungkin terjadi se+ara transAersal,
oblik, atau kominuta. ?jung distal -ragmen proksimal sudah menembus muskulus
Aastus intermedius, Aastus medialis, atau rektus -emoris yang terletak di atasnya,
dan dapat menembus bursa supra patelaris artikulasio genu sehingga menyebabkan
hemarthrosis. ujung proksimal -ragmen distal biasanya pindah ke posterior dan
agak ke lateral.
Fragmen distal dapat menekan pembuluh popliteal, ke+ukupan sirkulasi di
bagian distal dari tempat -raktur harus di periksa se+epat mungkin. :idak adanya
pulsasi pada dorsum pedis merupakan merupakan indikasi untuk segera
menyelidiki kemungkinan penyulit +edera Aaskuler meskipun reduksi tertutup
yang tepat dinilai sudah memadai. Penyulit yang kurang sering terjadi adalah
+edera pada nerAus peroneus atau tibialis. 5aris -raktur pada kondilus dapat
meluas diantara kondilus4kondilus itu. Bila -ragmen bagian atas tetap utuh,
tarikan gastroknemius dapat mengekstensikannya, sehingga membahayakan arteri
popliteus.
5ambaran klinik yang terjadi pada -raktur supra kondiler yaitu lutut
mengalami pembengkakan dan de-ormitasD gerakan terlalu nyeri bila di +oba. nadi
tibialis harus selalu dipalpasi. /ilihat dari sinar E, -raktur tepat di atas kondilus
-emoris dan bersi-at melintang atau kominuti-. -ragmen distal sering miring klien
ke belakang.
Fraktur suprakondilus mungkin diikuti oleh keterbatasan gerakan lutut karena
pembentukan jaringan parut dan perlekatan ke jaringan lunak yang berdekatan.
:ipe -raktur terbuka menurut 5ustilo Anderson diklasi-ikasikan lagi menjadi#
:ipe > # 6uka temnbus dengan diameter 1 +m atau kurang dan keadaan luka
realati- bersih, tidak disertai adanya kontusio otot atau jaringan lunak
disekitarnya. Penyebabnya energi ringan.
:ipe >> # :erdapat luka laserasi lebih dari 1 +m, tanpa disertai kerusakan
jaringan lunak yang luas, -lap atau aAulsi.
:ipe >>> # Patah tulang yang disertai dengan kerusakan jaringan lunak yang
luas, termasuk otot, kulit dan sistem neuroAaskuler. Penyebabnya energi yang
lebih besar dan patah tulangnya mempunyai -ragmen yang besar
( -ragmented ', dibagi lagi menjadi #
4 :ipe >>> A # Bagian tulang terbuka masih dapat ditutupi oleh jaringan lunak.
4 :ipe >>> B # :erdapat kehilangan jaringan lunak yang luas dengan
terkelupasnya periosteum dan bone eksposure, biasanya terdapat
kontaminasi yang massi-.
4 :ipe >>> = # /isertai dengan kerusakan arteri yang memerlukan perbaikan.
9
b. Proses penyembuhan tulang.
:ulang mengalami regenerasi sendiri. Pr%ses )en-embuhan tu,ang terdiri
dari beberapa tahapan #
1'. Pembentukkan prokalus F @ematoma
@ematoma akan terbentuk pada 9*4&! jam pertama pada daerah -raktur
yang disebabkan karena adanya perdarahan yang terkumpul di sekitar -raktur
yaitu darah dan eksudat, kemudian akan diserbu oleh kapiler dan sel darah
putih terutama netro-il, kemudian diikat oleh makro-ag, sehingga akan
terbentuk jaringan granulasi. Pada saat ini masuk juga -ibroblast dan osteoklast
yang berasat dari lapisan dalam periosteum dan endosteum
Gambar .
Pr%ses Pen-embuhan Tu,ang
(Sme,,t8er 9 Bare/A,$h bahsa Agung Nugr%h%/::!5;<"
%
!'. Pembentukkan 2allus
Selama 94% hari osteoblast menyusun trabekula di sekitar ruangan4ruangan
yang kelak menjadi saluran haAers. 3aringan itu ialah jaringan osteoid, disebut
juga kallus yang ber-ungsi sebagai bidai ( splint ' yang terbentuk pada akhir
minggu kedua.
$'. 7si-ikasi
/imulai pada !4$ minggu setelah -raktur jaringan kallus akhirnya akan
diendapi oleh garam4garam mineral dan akan terbentuk tulang yang
menghubungkan kedua sisi yang patah.
9'. Penggabungan dan remodelling
2allus tebal diabsorbsi oleh aktiAitas dari osteoklast dan osteoblast
menjadi konteks baru yang sama dengan konteks sebelum -raktur. 1emodelling
berlangsung 94* bulan.
+. /ampak :erhadap Sistem :ubuh
1' Perubahan Sistem <uskuloskeletal
Fraktur yang mengakibatkan inkontuinitas jaringan dapat menyebabkan
de-ormitas pada tulang.
Perubahan mus+uloskeletal dipengaruhi oleh akti-itas, kurangnya
rangsangan dan stress menyebabkan penurunan kekuatan otot, masa otot dan
atropi. Atropi terjadi akibat immobilisasi yang mempengaruhi kurangnya
impuls dan motor neuron dan tidak terjadi pelepasan asetikolin. Sehingga
potensial aksi tidak terjadi. Apabila keadaan ini terjadi terus menerus
mengakibatkan kelelahan otot (kondisi atropi'. 2ondisi immobilisasi
mengakibatkan akti-itas osteoklast meningkat daripada osteoblast sehingga
mengakibatkan matriks tulang rusak dan kalsium terbuang, hal ini dapat
mengakibatkan osteoporosis.
3aringan otot yang diganti dengan jaringan penyambung akan
menyebabkan persendian menjadi kaku, sehingga tidak dapat digerakan se+ara
maksimal dan +a+at yang tidak dapat disembuhkan.
!' Perubahan Sistem 2ardioAaskular
a' Perdarahan
Perdarahan (baik kehilangan darah eksternal maupun tidak kelihatan '
dan kehilangan +airan ektrasel ke jaringan yang rusak dapat terjadi pada
-raktur ekstremitas, torak, pelAis dan Aertebrae. 2arena tulang merupakan
organ yang sangat Aaskuler, maka dapat terjadi kehilangan darah dalam
jumlah yang besar sebagai akibat trauma, khusunya pada -raktur -emur dan
pelAis. @al ini dapat menimbulkan nadi +epat, na-as +epat dan dangkal,
klien terlihat pu+at, konjungtiAa pu+at, pasien terlihat sangat lemah sampai
terjadi penurunan kesadaran.
Penanangan meliputi mempertahankan Aolume darah, mengurangi nyeri
yang diderita pasien , memasang pembebatan yang memadai dan
melindungi pasien dari +edera yang lebih lanjut.
b' Peningkatan Beban 2erja 3antung
2egagalan pembuluh darah pada kaki dengan terjadinya Aasokontriksi
mengakibatkan darah Aena terkumpul dalam Aena, arus balik Aena menjadi
berkurang dan menurunkan +ardia+ output.
d' 7rtostatik @ipotensi
,
7rtostatik hipotensi adalah penurunan tekanan darah kurang dari 1%
mm@g pada saat klien bangun dari posisi tidur. 2lien dengan immobilisasi
beresiko untuk mengalami ortostatik hipotensi karena kemampuan system
syara- otonom untuk mengatur jumlah darah kurang. /alam keadaan
normal, re-leks baroreseptor menimbulkan respon simpatis dengan segera
terhadap penurunan tekanan darah arteri bila indiAidu berdiri. 1espon
simpatis menimbulkan Aasokontriksi peripheral untuk men+egah darah
mengalir ke ekstremitas ba0ah dan mempertahankan tekanan arteri,
disamping mela0an e-ek graAitasi. Pengurangan Aasokontriksi peripheral ini
menyebabkan darah terkumpul di ekstremitas, menurunkan Aolume darah
yang bersirkulasi, menurunkan aliran balik Aena sehungga jumlah darah
yang dikeluarkan saat diastoli+ tidak +ukup untuk memenuhi kebutuhan
per-usi jaringan otak serta tekanan darah menurun. Akibatnya klien merasa
pusing saat bangun bahkan dapat pingsan.
/isamping itu kelemahan otot pada klien juga menimbulkan ortostatik
hipotensi, kemunduran tekanan darah, mengurangi kegiatan pemompaan
otot pada Aena ekstremitas bagian ba0ah akibatnya aliran balik Aena
menurun sehingga menimbulkan hipotensi.
e' Plebotrombosis
Plebotrombosis adalah pembentukan thrombus tanpa disertai
peradangan pada Aena. Posisi tubuh yang horizontal pada 0aktu yang lama
akan mengakibatkan peningkatkan proses pembekuan darah, sehingga akan
terbentuk thrombus. :erjadinya trombosis disebabkan thrombus yang
menyebabkan emboli.
$' Perubahan Sistem Pernapasan
a' Perubahan yang terjadi pada system pernapasan akibat -raktur adalah terjadi
penyumbatan pada banyak pembuluh darah ke+il mengakibatkan tekanan
paru meningkat, memungkinkan mengakibatkan gagal jantung Aentrikel
kanan. (dema dan perdarahan dalam alAeoli mengganggu trans-er oksigen
mengakitkan hipoksia, terjadi peningkatan ke+epatan respirasi, nyeri dada
prekordial, batuk, dispneu, dan edema paru akut. Selain itu, terjadi
perubahan pada respon pernapasan seperti takipneu, dispneu, krepitasi,
mengi, sputum putih kental banyak, gas darah menunjukan P7! diba0ah ,"
mm@g dengan alkalosis respiratori terlebih dahulu dan kemudian asidosisi
respiratori.
b' Pengaturan pergerakan pernapasan akan menyebabkan adanya retraksi dada
akibat kehilangan koordinasi otot. (kspansi dada menjadi terbatas karena
posisi berbaring akibatnya Aentilasi paru menurun sehingga dapat
menimbulkan atelektasis.
+' Akumulasi se+ret pada saluran pernapasan mengakibatkan terjadinya
penurunan e-isiensi siliaris, sehingga retensi pernapasan +enderung
berakumulasi pada bronkhialis. Sekret menjadi lebih kental dan
mengganggu kegiatan siliaris dan melekat pada saluran pernapasan.
2elemahan pada otot pernapasan akan menimbulkan mekanisme batuk tidak
e-ekti-. Pembersihan jalan napas yang tidak e-ekti- dapat meninbulkan
bron+hopneumonia.
9' Perubahan Sistem >ntegumen
&
(kimosis dapat terjadi karena trauma akibat pe+ahnya pembuluh darah
yang terkumpul di ba0ah jaringan kulit.
(-ek mobilitas pada kulit dipengaruhi oleh gangguan metabolisme tubuh.
:ekanan yang tidak merata dan terjadi terus menerus akan menghambat aliran
darah, sehingga penyediaan nutrisi dan oksigen ke jaringan kulit menurun.
Apabila aliran darah menurun akan mengakibatkan iskemik, dan selanjutnya
akan terjadi nekrosis pada jaringan yang tertekan.
Akibat -raktur terhadap kulit yaitu kehilangan integritas kulit (abrasi,
dekubitus' disebabkan karena gesekan, tekanan, jaringan bergeser satu dengan
yang lain. Penghambatan sirkulasi ke jaringan, as+hemia bertambah berat oleh
adanya in-eksi, trauma, kegemukan, berkeringat, dan nutrisi yang buruk.
%' Perubahan Sistem (liminasi
Akibat adanya demineralisasi tulang, kadar kalsium urine meningkat,
apabila aliran urine tertahan konsentrasi posphat meningkat sera penurunan
produksi urine maka garam kalsium akan mengendap. @al ini akan
menimbulkan potensial terbentuknya batu di blast. >mmobilisasi juga
menyebabkan potensial terjadinya in-eksi saluran kemih, yang disebabkan
karena tertahannya urine di ginjal. @al ini memudahkan bakteri tumbuh pada
urine yang tertahan, serta menyebabkan akumulasi endapan di renal pelAis
yang mengakibatkan pembentukkan batu ginjal.
?ntuk eliminasi -eses, masalah yang sering timbul adalah obstipasi.
7bstipasi ini bukan akibat se+ara langsung dari immobilisasi, tetapi karena
kelemahan otot abdominal dan perineum, penurunan peristaltik lambung,
penurunan mengedan dan reabsobsi +airan -ekal selama dalam kolon, dan
hilangnya re-leks de-ekasi, tetapi tidak mampu mengeluarkan -esesnya.
%. <anajemen Penatalaksanaan <edis
<enurut Pri+e, SylAia Anderson, alih bahasa Peter Anugerah, (1))9#11*&', empat
konsep dasar yang harus dipertimbangkan pada 0aktu menangani -raktur#
a. 1ekognisi, menangani diagnosis pada tempat kejadian ke+elakaan dan kemudian
diba0a ke 1S.
b. 1eduksi, reposisi -ragmen4-ragmen -raktur semirip mungkin dengan keadaan
letak normal, usaha4usaha tindakan manipulasi -ragmen4-ragmn tulang yang patah
sedapat mungkin untuk kembali seperti letak asalnya.
+. 1etensi, menyatakan metode4metode yang dilaksanakan untuk menahan -ragmen4
-ragmen tersebut selama penymbuhan.
d. 1ehabilitasi, dimulai segera setelah dan sesudah dilakukan bersamaan dengan
pengobatan -raktur untuk menghindari atro-i otot dan kontraktur sendi.
Penatalaksanaan klien dengan -raktur dilakukan dengan +ara#
a. :raksi
;aitu penggunaan kekuatan penarikan pada bagian tubuh dengan
memberikan beban yang +ukup untuk penarikan otot guna meminimalkan spasme
otot, mengurangi dan mempertahankan kesejajaran tubuh untuk mobilisasi -raktur
dan mengurangi de-ormitas.
b. 1eduksi >nterna
*
;aitu stabilisasi tulang yang patah yang telah direduksi dengan skrup, plate, paku
dan pin logam dalam pembedahan yang dilaksanakan dengan tehnik aseptik.
+. 1eduksi :erbuka
;aitu melakukan kesejajaran tulang yang patah setelah terlebih dahulu
dilakukan -iksasi dan pemanjangan tulang yang patah.
Frakur dapat dipertahankan dengan sekrup pengikat atau ka0at penekan yang
melalui tulang diatas dan di ba0ah -raktur dan diletakan pada suatu kerangka luar.
=ara ini dapat diterapkan terutama pada tibia dan pelAis, tetapi metoda ini juga
digunakan untuk -raktur pada -emur, humerus, radius bagian ba0ah dan bahkan
tulang4tulang pada tangan.
>ndikasi
Fiksasi luar sangat berguna untuk#
Fraktur yang disertai dengan kerusakan jaringan lunak yang hebat dimana
luka dapat dibiarkan terbuka untuk pemeriksaan, pembalutan atau
pen+akokan kulit.
Fraktur yang disertai dengan kerusakan sara- atau pembuluh.
Fraktur yang sangat kominuti- dan tak stabil, sehingga sebujur tulangnya
dapat dipertahankan hingga mulai terjadi penyembuhan.
Fraktur yang tak menyatu, yang dapat di eksisi dan dikompresi, kadang4
kadang -raktur ini kombinasi dengan pemanjangan.
Fraktur pada pelAis, yang sering tidak dapat diatasi dengan metode lain.
Fraktur yang terin-eksi, dimana -iksasi internal mungkin tidak +o+ok.
=edera multi-el yang berat, bila stabilisasi lebih a0al mengurangi resiko
komplikasi yang berbahaya (Phillips dan =ontreras, 1))"'.
2omplikasi
2omplikasi utama -iksasi eksternal adalah# (1' oAer distraksi -ragmen,
yang kemudian dipertahankan terpisah (!' berkurangnya penyaluran beban
melalui tulang, yang menunda penyembuhan -raktur dan menyebabkan
osteoporosis (karena alasan ini, -iksator luar harus di dinamisasi atau dilepas
setelah ,4* minggu, dan digantikan dengan jenis pembebatan tertentu yang
akan memungkinkan pembebanan tulang'D dan ($' in-eksi ditempat pen.
d. 5ips
Adalah -iksasi eksterna yang sering dipakai terbuat dari plester oAaria, -iber
dan plasti+.
)
B. KONSEP ASU1AN KEPERA=ATAN
Proses kepera0atan adalah penerapan metoda peme+ahan masalah ilmiah kepada
masalah4masalah kesehatan atau kepera0atan pasien, meren+anakannya dan
melaksanakan serta menilai hasilnya.
Potter (1)*%# 1!)', mengatakan proses kepera0atan terbagi dalam beberapa tahap,
yaitu# pengkajian data, diagnosa kepera0atan, tindakan kepera0atan dan eAaluasi
kepera0atan.
I. Peng'aj$an
Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan pera0atan seorang
pasien. 6angkah pengkajian terdiri dari#
a. Pengumpulan data
1' /ata /emogra-i
/ata yang perlu dikaji adalah usia dan jenis kelamin. Pada usia lansia
sembuh lebih lama (. (Smeltzer & Bare, alih bahasa Agung ugroho !""! #
!$,1'. 3enis kelamin karena 0anita biasanya sangat rentan terhadap penyakit
tulang metabolik sementara seorang anak laki4laki remaja gangguan atau
penyakit utamanya disebabkan oleh trauma atau ke+elakaan bermotor.
Pekerjaan juga perlu dikaji terutama pekerja yang memerlukan keseimbangan,
masalah gerakan, pekerja yang beresiko tinggi ( tukang besi, sopir, pembalap,
orang dengan penyakit degenerati- atau neoplasma'.
!' 1i0ayat 2esehatan
a' 2eluhan ?tama
<erupakan keluhan klien pada saat dikaji, klien yang mengalami -raktur
dan diimmobilisasi biasanya mengeluh tidak dapat melakukan pergerakan,
nyeri, lemah, dan tidak dapat melakukan sebagian aktiAitas sehari4harinya.
b' 1i0ayat 2esehatan Sekarang
<en+eritakan kapan klien mengalami -raktur, dimana dan bagaimana
terjadinya sehingga mengalami -raktur, anggota gerak mana yang mengalami
-raktur. 2lien yang -raktur akan mengeluh nyeri pada daerah tulang yang
patah dan pada jaringan lunak yang mengalami luka sehingga dengan adanya
nyeri klien tidak dapat menggerakan anggota badannya yang terkena -raktur.
yeri dirasakan bisa pada saat bergerak saja atau terus menerus. Akibat tidak
bisa bergerak yang disebabkan karena nyeri akan menyebabkan klien tidak
dapat memenuhi A/6nya se+ara maksimal.
+' 1i0ayat 2esehatan /ahulu
Perlu dikaji apakah klien pernah mengalami -raktur, ri0ayat ke+elakaan
yang menyebabkabn terjadinya de-ormitas pada tulang.
:anyakan mengenai ri0ayat penyakit seperti osteoporosis, osteomalasia,
osteomielitis, gout, ataupun penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus,
gangguan tiroid dan paratiroid.
d' 1i0ayat 2esehatan 2eluarga
Perlu diketahui untuk menunjukan apakah dalam keluarga ada penyakit
keturunan atau penyakit4penyakit karena lingkungan yang kurang sehat yang
berdampak negati- pada seluruh anggota keluarga termasuk pada klien
sehingga memungkinkan untuk memperberat penyakitnya.
$' Pola AktiAitas Sehari4hari
,
Pola aktiAitas pada klien yang mengalami -raktur maliputi# intake +al+ium
dan pos-or, diet protein, kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi dan
akti-itas yang dilakukan.
9' /ata Biologis
a' Pemeriksaan Fisik
/ilakukan dengan +ara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi
terhadap berbagai system tubuh, maka akan ditemukan hal4hal sebagai
berikut#
(1' Sistem Pernapasan
Pada pengkajian system perna-asan yang perlu dikaji yaitu adanya
pergerakan +uping hidung 0aktu bernapas, +yanosis yang disebabkan
Aena stasis, jaringan kurang oksigen, kesimetrisan gerak dada saat
bernapas, irama perna-asan yaitu ta+hypne, dyspneu serta -rekuensi
napas. Auskultasi bunyi napas untuk mengetahui ada tidaknya 0heezing
atau ron+hi,hal ini penting karena immobilisasi berpengaruh pada
kurangnya pergerakan, kurang rangsang batuk, kurang dalam Aentilasi
yang menyebabkan lendir akan bertumpuk pada bron+hi dan bronkhiolus
(Barbara = 6ong, alih bahasa ;>AP2P 1)),# $&)' .
(!' Sistem 2ardioAaskuler
<ulai dikaji dari 0arna konjungtiAa pu+at akibat adanya perdarahan,
pengukuran tekanan darah dan nadi peri-er menurun akibat immobilisasi
yang menyebabkan +ardia+ output menurun, adanya rasa nyeri pada kaki
akibat /C: (/eep Cein :hrombosis' dan adanya nyeri dada dan batuk
akibat P( (pulmonary emboli'.
($' Sistem Pen+ernaan
;ang dikaji meliputi napsu makan dan kebiasaan minum, -rekuensi
peristalti+ usus yang menurun akibat penurunan +ardia+ output dan
konsistensi -eses.
(9' Sistem 5enitourinari
Palpasi dan nyeri ketuk pada daerah pinggang perlu dikaji karena
intake +al+ium berlebih pada pasien immobilisasi tirah baring dapat
menyebabkan +al+ium dalam plasma berlebih dan dapat membentuk batu
ginjal. >mmobilisasi menyebabkan urine +enderung statis sehingga perlu
dikaji dengan mengobserAasi dan palpasi pada daerah abdomen ba0ah
untuk mengetahui adanya retensi urine. :irah baring dapat menyebabkan
in-eksi saluran kemih diakibatkan adanya retensi urine, sehingga perlu
ditanyakan ada tidaknya nyeri tekan dan benjolan, bagaimana
pengeluaran urinenya, lan+ar atau nyeri 0aktu miksi, serta bagaimana
0arna urine.
(%' Sistem <uskuloskeletal
;ang perlu dikaji pada system ini adalah de-ormitas akibat
perubahan struktur atau bentuk tulang, derajat 17< dari pergerakan
sendi mulai dari kepala sampai anggota gerak ba0ah, ketidaknyamanan
atau nyeri yang dilaporkan klien 0aktu bergerak dan obserAasi adanya
luka pada otot akibat -raktur terbuka. Selain 17<, tonus dan kekuatan
otot harus dikaji juga, karena klien immobilitas biasanya tonus dan
kekuatan ototnya menurun. Ada tidaknya krepitasi akibat -raktur.
&
(,' Sistem >ntegumen
Bengkak dan ekimosis dapat terjadi akibat karena penumpukan
+airanFdarah karena kerusakan pembuluh darah,adanya iritasi pada kulit
karena penekanan jaringan akibat tirah baring, akral dingin pada bagian
distal -raktur atau daerah yang digips akibat aliran darah dan 7! ke
peri-er kurang,kenaikan suhu yang mengindikasikan in-eksi.
(&' Sistem uerosensori
2urangnya sensasi dapat terjadi karena karena adanya gangguan
syara- dimana syara- dapat terjepit atau terputus oleh -ragmen tulang.
%' /ata Psikososial
Pada klien -raktur adanya perubahan pada konsep diri terjadi se+ara
perlahan4lahan dapat dikaji melalui obserAasi terhadap adanya perubahan yang
kurang 0ajar dalam status emosional, perubahan tingkah laku, menurunnya
kemampuan dalam peme+ahan masalah dan perubahan status tidur.
,' /ata Spiritual
2lien yang -raktur perlu dikaji tentang agama dan kepribadiannya,
keyakinan4keyakinan, harapan, serta semangat yang terkandung dalam diri klien
yang merupakan aspek penting untuk kesembuhan penyakitnya.
&' /ata Penunjang
(a' Studi /iagnostik
?ji sinar dan rontgen digunakan untuk menentukan luasnya -raktur,
bone s+ane ,tomogram, =: S+an digunakan untuk mengidenti-ikasi
kerusakan jaringan lunak.
(b' Studi 6aboratorium
@ematokrit mungkin meningkat (hemokonsentrasi atau menurun
(perdarahan bermakna pada sisi -raktur atau organ jauh pada trauma
multiple'.Peningkatan S/P adalah respon stress normal setelah trauma.
2reatinin perlu dikaji karena trauma otot dapat meningkatkan beban
kreatinin untuk klirens ginjal.
b. Analisa /ata
/ata yang telah dikumpulkan harus dianalisis untuk menentukan masalah
klien. Analisis merupakan proses intelektual yang meliputi kegiatan mentabulasi,
menyeleksi, mengklasi-ikasi, mengelompokkan, mengaitkan data, menentukan
kesenjangan in-ormasi, melihat pola data, mmbandingkan dengan standar,
mengiterpretasi dan akhirnya membuat kesimpulan.
+. /iagnosa 2epera0atan
/iagnosa kepera0atan adalah pernyataan yang jelas, singkat dan masalah klien
serta penyebabnya yang dipe+ahkan atau diubah melalui tindakan kepera0atan.
<enurut /oengoes, (alih bahasa > <ade 2ariasa# !"""#&,!' diagnosa yang mngkin
mun+ul pada klien dengan gangguan system mus+uloskeletal akibat -raktur antara lain#
a. 5angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan spasme otot, gerakan -ragmen
tulang, dan terputusnya kontuinitas jaringan
b. 2erusakan mobilitas -isik behubungan dengan kerusakan rangka neuromuskuler,
nyeri atau ketidaknyamanan, therapy rekstrikti-
+. 2erusakan atau resiko tinggi terhadap inkontuinitas jaringan dan kulit
*
berhubungan dengan +edera tusuk, -raktur terbuka, bedah perbaikan, perubahan
sensasi, sirkulasi, akumulasi ekskresi atau se+ret, immobilisasi -isik
d. 1esiko tinggi in-eksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan primer#
kerusakan kulit, trauma jaringan, terpajan lingkungn, prosedur inAasiAe, traksi
tulang
e. 5angguan rasa aman# +emas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan
-. 5angguan pemenuhan A/6 berhubungan dengan immobilitas dan tindakan
terapeutik
g. 1esiko konstipasi berhubungan dengan immobilisasi
. Peren*anaan
Peren+anaan kepera0atan adalah menyusun ren+ana tindakan kepera0atan yang
dilaksanakan untuk menanggulangi masalah dengan diagnosa kepera0atan yang telah
ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien. <enurut /oengoes, (alih
bahasa > <ade 2ariasa!"""#&,!' adalah#
a. 5angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan spasme otot, gerakan -ragmen
tulang, dan terputusnya kontuinitas jaringan
:ujuan # 1asa nyaman terpenuhi dan tidak terjadi rasa nyeri
2riteria hasil#
4 2lien mengatakan nyeri hilang
4 2lien menunjukan tindakan yang santai dan beraktiAitasF tidur dengan tepat
4 2lien tampak tenang dan kooperati-
Inter+ens$ Ras$%na,
1. Pertahankan immobilisasi bagian yang sakit
dengan tirah baring, gips, penbebat, traksi
!. :inggikan dan dukung ekstremitas yang
terkena
$. /orong menggunakan tehnik manajemen stress
seperti relaksasi, latihan napas dalam, imajinasi
Aisualisasi
9. 2aji skala, lokasi dan karakteristik nyeri
%. Berikan alternatiAe tindakan kenyamanan,
+ontoh merubah posisi
,. 2olaborasi# berikan obat analgetik yang tepat
1. <enghilangkan rasa nyeri dan men+egah
kesalahan posisi tulang atau tegangan jaringan
yang +edera
!. <eningkatkan aliran balik Aena, menurunkan
edema damn menurunkan nyeri
$. <em-okuskan kembali perhatian,
meningkatkan rasa +ontrol dan dapat
meningkatkan kemapuan koping dalam
manajemen nyeri yang mungkin menetap periode
lebih lama
9. <empengaruhi pilihanF penga0asan
kee-ekti-an interAensi
%. <eningkatkan sirkulasi umum, menurunkan
area tekanan lo+al dan kelelahan otot
,. /apat menurunkan nyeriFspasme otot
b. 2erusakan mobilitas -isik berhubungan dengan kerusakan rangka
neuromus+ular,nyeriFketidaknyamanan, therapy rekstrikti-
<empertahankan pergerakan -isik dengan +riteria hasil#
4 2lien meningkatkanFmempertahankan mobilitas
4 :erpeliharanya posisi -ungsional
4 <eningkatkan kekuatanF-ungsi yang sakit dan mengkompensasi bagian
tubuh
4 <enunjukan tehnik yang memampukan melakukan aktiAitas
)
Inter+ens$ Ras$%na,
1. 2aji derajat mobilitas yang dihasilkan oleh
+ederaFpengobatan dan perhatika persepsi pasien
terhadap immobilisasi
!. >ntruksikan pasien untuk atau Bantu dalam
gerak pasien.akti- pada ekstremitas yang sakit dan
yanb tidak sakit
$. /orong menggunakan latihan isometri+ mulai
dengan tungkai yang tidak sakit
9. Berikan papan kaki, bebat, pergelangan tangan
yang sesuai
%. BerikanFBantu dalam mobilisasi dengan kursi
roda atau kruk segera mungin
1. Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan diri
tentang keterbatasan -isik a+tual, memerlukan
in-ormasi atau inter+Aensi untuk menungkatkan
kemajuan kesehatan
!. <eningkatkan aliran darah ke otot dan tulang
untuk meningkatkan tonus otot, mempertahankan
gerak sendi, men+egah kontrakturFatro-i dan
resorbsi kalsium karena tidak digerakan
$. 2ontraksi otot isometri+ tanpa menekuk sendi
atau menggerakan tungkai dan membantu
mempertahankan kekuatan dan masa otot.
=atatan# kontraindikasi pada perdarahan akut atau
edema
9. <empertahankan posisi -ungsional ekstremitas,
tangan Fkaki dan men+egah komplikasi (+ontoh#
kontraktur'
%. <obilisasi dini menurunkan komplikasi tirah
baring dan menngkatkan penyembuhan dan
normalisasi -ungsi organ
+. 1esiko tinggi in-eksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan primer #
kerusakan kulit, trauma jaringan, terpajan lingkungan, prosedur inAasiAe, traksi
tulang.
Setelah dilakukan interAensi luka sembuh dan tidak terjadi tanda in-eksi
2riteria hasil #
4 Penyembuhan luka sesuai 0aktu
4 Bebas drainase purulen, eritema dan panas
Inter+ens$ Ras$%na,
1. 7bserAasi luka untuk pembentukan bula,
krepitasi, perubahan 0arna kulit ke+okelatan,
bau, drainase
!. 2aji sisi pen F kulit perhatikan nyeri atau rasa
terbakar atau adanya edema, eritema, drainage
dan bau tak sedap
$. 2aji tonus otot, re-leks tendon dalam dan
kemampuan untuk berbi+ara
9. 5unakan teknik asepti+ antisepti+ dalam
melakukan tindakan
%. 5anti balutan tiap hari dengan alat4alat yang
steril
G,. 2olaborasi # 6akukan pemeriksaan leukosit
&. 2olaborasi # berikan obat antibioti+ sesuai
indikasi
1.:anda perkiraan in-eksi gangren
!. /apat mengindikasikan timbulnya in-eksi lo+al
atau nekrosis jaringan yang dapat menimbulkan
osteomyelitis
$. 2ekauan otot, spasme, tonik otot rahang dan
dis-agia menunjukan tetanus.
9. :eknik asepti+ dan antisepti+ dapat mensegah
pertumbuhan kuman sehingga in-eksi dapat
di+egah
%. <engganti balutan untuk menjaga agar agar
luka tetap bersih yang dapat men+egah
kontaminasi.
,. Adanya peninggian luekosit merupakan
indikasi terjadinya in-eksi
&. Antibiotik merupakan obat untuk mengobati
atau men+egah in-eksi dengan +ara membunuh
kuman yang masuk.
1"
d. 2erusakanFresiko tinggi inkontinuitas jaringan dan kulit berhubungan dengan
+edera tusuk, -raktur terbuka, bedah perbaikanD perubahan sensasi, sirkulasi
se+retFekskresi, immobilisasi -isik
:ujuan # >ntegritas kulit dan jaringan terpelihara
2riteria hasil#
4 <enyatakan ketidaknyamanan hilang
4 <enunjukan perilakuFteknik untuk men+egah kerusakan kulitFmemudahkan
penyembuhan sesuai indikasi
4 <en+apai penyembuhan luka sesuai 0aktuFpenyembuhan lesi terjadi
Inter+ens$ Ras$%na,
1. 2aji luka terbuka, benda asing , kemerahan,
perdarahan, perubahan 0arna, kelabu memutih
!. <asage kulit dan penonjolan tulang.
Pertahankan tempat tidur kering dan bebas
kerutan
$. ?bah posisi sesering mungkin
1. <emberikan in-ormasi tentang sirkulasi kulit
dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat
dan F pemasangan gips, bebat, traksi atau
pembentukkan edema yang membutuhkan
interAensi medik lebih lanjut
!. <enurunkan tekanan pada area yang peka dan
abrasi F kerusakan kulit.
$. <engurangi tekanan pada area yang sama
dengan konstan
e. 5angguan rasa aman # +emas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang
kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan
:ujuan # rasa aman terpenuhi
2riteria eAaluasi #
4 (kspresi 0ajah klien tampak tenang
4 2lien mengerti tentangkondisi luka dan prosedur tindakan
4 2lien mau mengungkapkan perasaannya
Inter+ens$ Ras$%na,
1. 5ali tingkat ke+emasan klien
!. Beri penjelasan mengenai kondisi luka dan
prosedur tindakan yang dilakukan
$. :anyakan kembali tentang penjelasan yang
telah diberikan
9. Berikan rein-or+ement positi- bila klien mau
menjelaskan kembali tentang prosedur tindakan
dan kondisi lukanya.
1. /iketahui apakah klien berada dalam tahap
+emas ringan, sedang atau berat
!. /engan penjelasan dapat menambah 0a0asan
klien tentang keadaan lukanya dan prosedur
tindakan.
$. /engan menanyakan kembali akan dapat
diketahui apakah klien telah paham atau belum
9. 1ein-or+ement positi- dapat memberikan
motiAasi dan meningkatkan semangat klien
sehingga dapat mengurangi rasa +emas.
e. 5angguan pemenuhan A/6 berhubungan dengan pemasangan gipsFtraksi
ekstrimitas
:ujuan# A/6 klien terpenuhi
2riteria hasil #
4 2lien mau melakukan aktiAitas sendiri
11
4 2lien mau melakukan pera0atan diri sesuai toleransi
Inter+ens$ Ras$%na,
1. Bantu klien dalam pera0atan diri dan
pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan
!. :entukan tingkat bantuan yang diperlukan
$. <odi-ikasi aktiAitas untuk memaksimumkan
kemandirian
9. Beri 0aktu yang +ukup bagi klien untuk
melakukan aktiAitas.
1. A/6 klien adalah -ungsi4-ungsi dimana orang
normal melakukannya untuk memenuhi
kebutuhan dasar.
!. ?ntuk mendorong kemampuan dan
kemandirian klien
$. <emudahkan klien untuk beraktiAitas,
memaksimalkan kemampuan yang dimiliki klien
dan mendorong kemandirian
9. <embebani klien dengan akti-itas
menyebabkan klien -rustasi
g. 1esiko konstipasi berhubungan dengan immobilisasi
:ujuan# tidak terjadi konstipasi
2riteria hasil#
4 BAB lan+ar
4 @asil auskultasi peristalti+ usus %4$%8 F menit
4 :idak terjadi distensi abdomen
Inter+ens$ Ras$%na,
1. 6atih klien untuk melakuakn pergerakan yang
melibatkan daerah abdomen seperti miring kiri
atau miring kanan
!. Berikan +airan yang adekuat
$. Berikan makanan tinggi serat
1. /engan melakukan pergerakan yang
melibatkan daerah abdomen akan menungkatkan
ketegangan otot abdomen yang membantu
peningkatan peristalti+ usus sehingga -eses dapat
keluat dengan lan+ar
!. /engan memberikan +airan yang adekuat akan
meningkatkan kandungan air dalam -eses
sehingga pengeluaran -eses akan lan+ar.
$. <akanan tinggi serat akan menarik +airan dari
lumen usus, sehingga -eses konsistensinya lembek
dan mudah dikeluarkan.
;. Im),ementas$
>mplementasi merupakan kegiatan atau tindakan yang diberikan kepada klien.
Pada tahap ini pera0at menerapkan pengetahuan dan keterampilannya berdasarkan
ilmu kepera0atan dan ilmu lainnya yang terkait se+ara terintegrasi. Beberapa -aktor
dapat mempengaruhi pelaksanaan ren+ana pelayanan kegiatan kepera0atan, antara
lain # sumber4sumber yang ada, pengorganisasian pekerjaan pera0at serta lingkungan
-isik untuk pelayanan kepera0atan dilakukan.
>. E+a,uas$
:ahap eAaluasi dalam proses kepera0atan menyangkut pengumpulan data objekti-
dan subjekti- yang akan menunjukan apakah tujuan pelayanan kepera0atan sudah
ter+apai atau belum, masalah apa yang sudah dipe+ahkan dan apa yang perlu dikaji,
diren+anakan, dilaksanakan dan nilai kembali.
1!
BAB III
TINJAUAN KASUS
A. PENGKAJIAN
1. Pengumpulan /ata
a. >dentitas
1' >dentitas klien
ama # :n. P
?mur # 1% tahun
3enis 2elamin # 6aki4laki
Agama # >slam
Pendidikan # S/
Pekerjaan # S0asta
SukuFBangsa # 3a0aF >ndonesia
Status Perka0inan # Belum <enikah
5olongan /arah # B
/iagnosa <edis # Post 7p /ebridement H 7pen 1edu+tion
(8ternal Fi8ation (71(F' a.i 7pen Fraktur
Supra =ondiler Femur Sinistra =ommunited
displa+ed grade >>> H 1uptur total patellar
tendon
:anggal <asuk 1S # % oAember !""9
:anggal Pengkajian # ! /esember !""9
o. <edre+ # "91%1"9)
Alamat # =igentur =ikalong 0etan Bandung
!' >dentitas Penanggung 3a0ab
ama # :n. 2
?mur # 1) tahun
3enis 2elamin # 6aki4laki
Agama # >slam
Pendidikan # S/
Pekerjaan # S0asta
@ubungan /engan 2lien # :etangga 2lien
Alamat # =igentur =ikalong 0etan Bandung
b. 1i0ayat 2esehatan
1' 2eluhan ?tama
2lien mengatakan nyeri pada daerah ekstremitas kiri ba0ah
!' 1i0ayat 2esehatan Sekarang
Alasan <asuk 1umah Sakit
Pada tanggal % oAember !""9, sekitar pukul "*."" .>B saat klien
sedang bekerja pada suatu proyek pembangunan jembatan, tiba4tiba
sebuah grinda yang digunakan oleh klien pe+ah, grinda mengenai lutut
kiri klien sehingga daerah lutut klien luka dan sulit untuk digerakan.
kemudian klien pingsan selama I 1jam, tidak ada muntah, terdapat
perdarahan pada lutut, lalu klien diba0a ke ?5/ 1S@S. 2lien
mengalami patah tulang pada daerah lutut kiri serta luka sobekan di
daerah lutut, luka ukuran 1"8%8! +m. /ari ?5/ klien langsung diba0a
ke ruang operasi dan dilakukan pemasangan debridement, reduksi
medial +ondiler dan stabilisasi dengan ! buah 2 .ire kemudian
1$
dilakukan -iksasi eksterna +ross joint mulai dari distal -emur sampai
distal tibia dengan memasang * buah s+h0as dan alumunium bar. /an
sekitar pukul 1$."" klien diba0a ke ruang 7rthopedi yang selanjutnya
diberikan pera0atan yang intensi-.
2eluhan Saat dikaji
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal ! /esember !""9, jam
1&."" .>B, klien mengeluh nyeri pada daerah kaki kiri ba0ah. yeri
dirasakan klien terus menerus, bertambah berat saat diganti balutan,
berkurang saat diistirahatkan dan setelah minun obat. yeri dirasakan
seperti ditusuk4tusuk benda tajam yang terlokalisasi pada kaki yang
terpasang pin dan tidak menyebar. 2lien tampak meringis kesakitan
dengan skala nyeri 9 ("4%'. yeri dirasakan pada 0aktu pagi, sore saat
ganti balutan dan ketika malam.
$' 1i0ayat 2esehatan /ahulu
2lien mengatakan sebelumnya klien belum pernah mengalami patah
tulang seperti saat ini. <enurut klien, klien tidak pernah mengkonsumsi
minuman beralkohol, tidak merokok, tidak minum kopi, dan tidak alergi
terhadap suatu makanan tertentu.
9' 1i0ayat 2esehatan 2eluarga
<enurut klien, dikeluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit
keturunan dan penyakit menular.
+. Pola AktiAitas Sehari4hari
o. AktiAitas Sebelum Sakit Sekarang
1 utrisi
<akan
4-rekuensi
4jenis
4diet
4pantangan
<inum
4-rekuensi
4jenis

18 sehari, 1 porsi
nasi, lauk, sayur
tidak ada
tidak ada
!""" ++Fhari
air putih, air the
$8 sehari, J porsi
nasi, lauk, sayur, buah jeruk
:2:P
tidak ada
$""" ++Fhari
air putih, susu
! (liminasi
BAB
4-rekuensi
4konsistensi
40arna
4bau
BA2
4-rekuensi
40arna
18 sehari
lembek
kuning
khas
%4,8 sehari
kuning jernih
Belum BAB ! hari
4
4
4
%4,8 sehari
kuning jernih
19
$ >stirahat tidur
Siang
4kualitas
4lama
<alam
4kualitas
4lama
yenyak
1 jam
nyenyak
,4& jam
:idak nyenyak karena
suasana ribut
14! jam
tidak nyenyak, sering
bangun tengah malam dan
susah tidur karena nyeri
$49 jam
9 Personal @ygiene
<andi
2eramas
5osok gigi
5unting kuku
:eratur !8 sehari
:eratur !8 seminggu
:eratur !8 sehari
18 seminggu
/ilap 18 sehari tanpa sabun
Belum pernah
1 kali sehari
1 kali selama dira0at
% AktiAitas
6ama bekerja
7lahraga
6ain4lain
1! jam
4
4
@anya terbaring dan duduk
di tempat tidur, aktiAitas
klien dibantu oleh tetangga
yang mununggunya, klien
belum bisa menggunakan
alat bantu berjalan
d. Pemeriksaan Fisik
1' Sistem Pernapasan
Bentuk hidung simetris, tidak terdapat pernapasan +uping hidung, tidak
ada +ynosis, hidung teraba kokoh, jalan napas paten, sinus tidak nyeri,
mukosa ber0arna merah muda, se+ret tidak ada, septum di tengah, +on+ha
tidak membesar, tidak ada polip, pada saat mengtakan KahL uAula bergerak
bebas dan letak simetris, leher tampak simetris, tidak ada pembesaran 25B,
yang dapat menekan trakhea, tidak ada penggunaan mus+ulus sterno
+leidomastoideus, dada simetris, pergerakan dada simetris, tidak ada
penggunaan mus+ulus inter+ostalis interna, tidak ada masa, perbandingan
diameter dada anterior posterior ! # 1, pengembangan paru simetris, Aokal
-remitus bergetar seimbang pada kedua sisi paru, pada perkusi dada
dihasilkan bunyi paru resonan, suara paru Aesikuler, pada auskultasi
terdengar suara bron+hial di tra+hea, bron+hoAesi+uler di +abang bronkus
dan Aesikuler di peri-er paru, respirasi !9 8 F menit.
!' Sistem 2ardioAaskuler
2onjungtiAa merah muda, tidak terdapat peninggian Aena jugularis,
kuku klien tampak merah muda, temperatur peri-er teraba hangat, =1:
kembali dalam $ detik, :/ M 1""F," mm@g, pada palpasi arteri radialis
teraba berdenyut +ukup kuat dan reguler dengan -rekuensi 1"9 8F menit,
bunyi S1 dan S! murni reguler.
$' Sistem 5astrointestinal
1%
Bentuk mulut simetris, 0arna bibir merah muda, mukosa bibir dan
lidah lembab, lidah 0arna merah muda, bersih dan bergerak dengan bebas,
tidak terlihat adanya stomatitis, palatum durum 0arna putih dan palatum
mole 0arna merah muda, letak tonsil simetris dan ber0arna merah muda,
mulut dan gigi terlihat kotor, tidak ada +aries gigi, susunan gigi lengkap,
abdomen klien datar dan teraba keras, bising usus ,8F menit, tidak ada nyeri
tekan. 2lien mengatakan tidak na-su makan karena mual, tidak ada muntah,
klien mengatakan belum BAB selama ! hari, BB sebelum sakit %" kg dan
BB sekarang tidak terkaji.
9' Sistem ?rinarius
:idak ada edema periorbital, tidak ada bunyi bruit pada aorta dan arteri
renalis, pada saat diperkusi klien tidak mengeluh nyeri, pada saat palpasi
ginjal tidak teraba, tidak ada distensi pada supra pubis, klien tidak
mengalami kesulitan BA2.
%' Sistem <uskuloskeletal
:ingkat aktiAitas klien terbatas, klien post op debridement H 71(F hari
ke !&, aktiAitas dibantu sebagian oleh tetangga yang menunggunya.
a' Postur tubuh klien tidak ada kelainan.
b' 2epala simetris, bentuk proporsional tidak ada massa, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada nyeri tekan sinus prontalis dan maksilaris kiri dan
kanan, krepitus (4', pembengkakan (4'.
+' 6eher dapat -leksi 9%
7
, hiperekstensi 1$%
7
, -leksi lateral kiri dan kanan
9%
7
, rotasi $,"
7
tanpa rasa nyeri dan tidak kaku.
d' Bahu dapat ekstensi 1*"
7
, abduksi )"
7
, adduksi 9%
7
, dan rotasi $,"
7
.
e' (kstremitas Atas
:angan kanan dan kiri klien tampak simetris, 17< kedua ekstremitas
atas dapat digerakan dengan bebas, de-ormitas (4', tidak terdapat
kontraktur sendi dan tidak terdapat atro-i otot. 2ekuatan otot %F%, siku
dapat melakukan -leksi 19"N, ekstensi 1*"N, dapat melakukan pronasi
dan supinasi, +arpal dapat melakukan -leksi )"N, ekstensi 1*"N, -inger
dapat melakukan -leksi, ekstensi, adduksi, abduksi, dan oposisi, tidak
terdapat luka dan nyeri tekan pada tangan, tidak terpasang in-us.
-' (kstremitas Ba0ah
2iri
5aya berjalan klien tidak terkaji karena klien immobilisasi, kaki kiri
bentuk tidak simetris, terdapat de-ormitas, kaki kaku saat digerakan,
terdapat oedema H! pada ujung kaki kiri,lingkar -emur 91+m,
terpasang -iksasi eksterna, tampak luka terbuka, dengan kehilangan
matrik tulang tibia I , +m, 17< terbatas, -leksi dan ekstensi sendi
pinggul (H', klien dapat duduk tegak, adduksi dan abduksi kaki kiri
(H', klien tidak dapat melakukan -leksi pada sendi lutut karena
terdapat -raktur pada sendi lutut dan di immobilisasi dengan jenis
-iksasi eksterna mulai dari -emur distal sampai tibia distal, dorso-leksi
dan plantar -leksi (H', -leksi dan ekstensi pada jari4jari kaki (H', -oot
eAersi dan -oot inAersi (H', kekuatan otot !.
2anan
2aki kanan bentuk utuh, tidak terdapat de-ormitas, lingkar -emur $)
+m, 17< bebas, -leksi sendi panggul 1!"
"
, ekstensi panggul )"
"
41!"
"
, adduksi !"
"
4$"
"
dan abduksi 9%
"
4%"
"
, -leksi pada sendi lutut 1!"
"
,
dorso-leksi !"
"
dan plantar -leksi 9%
"
4%"
"
, -leksi )"
"
dan ekstensi jari4
jari kaki )"
"
, kekuatan otot %.
1,
,' Sistem >ntegumen
:ampak kerusakan jaringan kulit pada daerah -raktur, kulit klien tampak
kotor dan lembab, rambut dan kulit kepala tampak kotor dan lengket, kulit
di ekstremitas ba0ah tampak kering dan mengelupas, suhu $,,)
"
=, kuku
klien tampak pendek dan kotor, luas luka 1"8%8! +m, keadaan luka masih
basah dan tertutup balutan, terdapat jaringan nekrotik pada daerah luka yang
ber0arna putih kekuningan, terdapat pus pada luka.
&' Sistem Persyara-an
:ingkat kesadaran klien kompos mentis dengan nilai 5=SM 1%, klien
tampak lemah, klien tidak mampu mengingat kapan kejadian tersebut
terjadi, klien mampu mengingat kejadian masa lalu dan saat ini, konsentrasi
klien mudah teralihkan kalau terasa nyeri, klien dapat berorintasi terhadap
tempat ia dira0at, 0aktu siang dan malam, dan orang yang menunggunya.
?ji sara- +ranial#
- Nervus I (Olfaktorius'
Fungsi pen+iuman baik, klien dapat membedakan 0angi kayu putih
dan kopi.
- Nervus II (Optikus)
Penglihatan klien baik, klien dapat memba+a papan nama pera0at
dalam jarak $" +m tanpa alat Bantu.
- Nervus III, IV, dan V ( Okulomotoris, Trochlearis dan Abdusen)
Pupil berkontraksi menge+il saat dirangsang +ahaya (HH', dank lien
dapat menggerakkan bola mata ke segala arah, klien dapat membuka
dan menutup kelopak mata.
- Nervus VI ( Trigeminus)
2lien merasakan pilinan kapas pada kelopak mata klien, pada saat
mengunyah otot massester dan temporal berkontraksi.
- Nervus VII (fasialis)
2lien dapat merasakan asin dan manis pada !F$ anterior lidah, klien
dapat menggerakkan dahi, meringis dan tersenyum se+ara simetris.
- Nervus VIII (Auditorius)
2lien dapat mendengarkan suara remasan kertas, klien dapat
menja0ab peertanyaan pera0at dengan benar dan tepat
- Nervus IX da X (lososfaringus dan vagus)
2lien dapat menelan dengan baik tanpa merasa sakit, klien dapat
merasakan kopi pahit pada 1F$ posterior lidah.
- Nervus XI (Assesorius)
2ekakuan otot tidak terjadi, klien dapat mela0an ketika diberi
tahanan pada bahu.
- Nervus XII (!ipoglosus)
2lien dapat menjulurkan lidahnya dan dapat menggerakkan lidahnya
dengan bebas.
1e-leks Fisiologis #
- re-leks bisep HHFHH
- re-leks trisep HHFHH
- re-leks patella HHF44
*' Sistem (ndorin
Pembesaran 25B tidak ada, tidak ada pembesaran tiroid, tidak ada
oedema pada seluruh tubuh, tidak ada tremor pada ekstremitas atas maupun
ba0ah. Penampila klien sesuai dengan jenis kelaminnya.
1&
)' Sistem 1eproduksi
2lien belum menikah dan mengatakan tidak ada keluhan mengenai alat
kelaminnya.
e. Aspek Psikologis
1' Status (mosi
(mosi klien stabil, klien mengatakan sedih dengan musibah yang
menimpa dirinya.
!' Pola 2oping
<enurut klien jika klien mengalami masalah selalu men+eritakannya
pada teman yang menunggunya.
$' 5aya 2omunikasi
2lien mampu berkomunikasi dengan baik se+ara Aerbal maupun non
Aerbal dengan menggunakan bahasa >ndonesia.
9' 2onsep /iri
a' 5ambaran /iri
2lien menyadari paha kaki kirinya patah dan untuk sementara tidak
dapat berjalan se+ara normal, klien mengatakan menyukai semua bagian
tubuhnya karena semua organ tubuh yang dimiliki sangat berharga bagi
kehidupannya.
b' Peran /iri
2lien adalah seorang anak yang kegiatan sehari4harinya sebagai
pekerja pada suatu proyek bangunan.
+' @arga /iri
2lien mengatakan tidak malu dengan keadaan dirinya karena klien
yakin akan dapat berjalan lagi.
d' >dentitas /iri
2lien menyadari dan mengakui dirinya sebagai seorang laki4laki
dan klien merasa puas sebagai seorang laki4laki.
e' >deal /iri
2lien berharap segera sembuh dan +epat pulang ke 3a0a serta dapat
berjalan kembali seperti semula.
-. Aspek Sosial
2lien adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Saat ini klien tinggal
dengan tetangganya dari 3a0a. 2lien kooperati- dalam pera0atan dan
pengobatan. 2lien mampu berinteraksi dengan baik dengan teman, pera0at,
dokter, dan klien lain.
g. Aspek Spiritual
2lien beragama >slam, klien selalu berdoa dan beristigh-ar untuk
kesembuhannya. 2lien yakin ini merupakan +obaan dari Allah S.:.
h. /ata Penunjang
a. 6aboratorium
:anggal % oAember !""9
o Pemeriksaan @asil ilai ormal Satuan
1 @aematologi
@emoglobin
6eukosit
@ematokrit
:rombosit
*,1
1"!""
!9
!!""""
1$41*
$,*41",,
9"4%!
1%"499"
mgFd6
rbFmm$
B
rbFmm$
1*
:anggal , oAember !""9
o Pemeriksaan @asil ilai ormal Satuan
1 @aematologi
@emoglobin
6eukosit
@ematokrit
:rombosit
,,$
1"%""
1)
1"""""
1$41*
$,*41",,
9"4%!
1%"499"
mgFd6
rbFmm$
B
rbFmm$
:anggal ) oAember !""9
o Pemeriksaan @asil ilai ormal Satuan
1 @aematologi
@emoglobin
6eukosit
@ematokrit
:rombosit
),9
1,*""
!)
1&,"""
1$41*
$,*41",,
9"4%!
1%"499"
mgFd6
rbFmm$
B
rbFmm$
:anggal !9 oAember !""9
o Pemeriksaan @asil ilai ormal Satuan
1 2imia 2linik
Protein :otal
Albumin
&,*
$,1
,,,4*,&
$,%4%,"
5rFd6
5rFd6
i. :herapi
<edle8in $8%"" mg p.o
Oegase 181 tab p.o
5anti balutan ! kali sehari H debridement
kompres a=l H 5entamy+in
<oAi+o8 18 1% mg p.o
:hora8 -oto
1)
!. Analisa /ata
o /ata
2emungkinan Penyebab /an
/ampak
<asalah
1 ! $ 9
1. /S#
4 2lien mengeluh nyeri pada
daerah ekstremitas kiri
ba0ah
/7#
4 2lien tampak meringis
kesakitan saat diganti
balutan
4 Skala nyeri 9 ("4%'
4 adiM 1"98F menit
4 1espirasiM !98Fmenit
4 tampak ada luka terbalut
dilutut kaki kiri
Fraktur

inkontinuitas pada tulang

menekan jaringan yang lunak

merangsang subtansi P untuk


mengeluarkan zat kimia seperti
histamine, serotonin, bradikinin,
prostaglandin sebagai
mekanoreseptor

nosi re+eptor

disampaikan oleh serabut delta A


dan = ke /orsal @orn di <edula
Spinalis

:raktus Spinothalamikus

thalamus

+orte8 serebri

nyeri dipersepsikan
5angguan rasa
nyaman# nyeri
!. /S#
4 2lien mengeluh sudah !
hari tidak BAB
/7#
4 Abdomen teraba keras
4 Bising usus ,8Fmenit
4 2lien hanya terbaring dan
duduk di tempat tidur
:erpasang 71(F

klien tirah baring

mobilisasi terbatas

=ardia+ 7utput menurun

3umlah darah ke kolon menurun

Peristaltik menurun

:ransit time -eses meningkat

<eningkatkan penyerapan air


dari lumen usus besar

-eses menjadi keras

1isiko gangguan
eliminasi# konstipasi
!"
1 ! $ 9
konstipasi

$.
/S#
4 2lien mengeluh mual saat
makan
4 2lien mengatakan tidak na-su
makan
4 2lien mengatakan makan
habis J porsi
/7#
4 5igi tampak kotor
4 BB sebelum sakit %" kg
4 BB sekarang tidak terkaji
4 makan habis J porsi
4 ilai albumin $,1 grFd6
:erpasang 71(F

moilisasi terbatas

motilitas usus menurun dan


sekresi kelenjar pen+ernaan
menurun

merangsang nerAus Aagus sebagai


re-leks Aaso-agal

anoreksia

risiko intake nutrisi kurang


1isiko pemenuhan
nutrisi kurang dari
kebutuhan
9. /S#
4 2lien mengatakan tidurnya
tidak nyenyak karena sering
terbangun tengah malam dan
susah tidur karena nyeri
/7#
4 2lien tampak lemah
4 2onjungtiAa pu+at
4 2lien tidur malam $49 jam
Stimulus nyeri

merangsang susunan syara-


otonom mengaktiAasi
norepene-rin

syara- simpatis terangsang untuk


mengaktiAasi 1AS

mengakti-kan kerja organ tubuh

1(< menurun

klien terjaga

pemenuhan istirahat tidur klien


terganggu
5angguan
pemenuhan
kebutuhan istirahat
tidur
%. /S# 4
/7#
4 :erpasang 71(F pada daerah
ekstremitas kiri ba0ah
4 :ampak luka terbuka dengan
kehilangan matriks tulang
tibia I , +m
4 Suhu $,,)
"
=
4 :ampak kerusakan jaringan
kulit pada daerah -raktur
4 6uas luka 1"8%8! +m
4 :erdapat jaringan nekrotik
pada daerah luka ber0arna
putih, kehijauan dan
kekuningan
- terdapa
t pus pada luka
6uka operasi (-raktur'

terbukanya jaringan kulit

1usaknya pertahanan primer

port dPentry mikroorganisme


pathogen

risiko terjadinya penyebaran


in-eksi
1isiko terjadinya
penyebaran in-eksi
!1
1 ! $ 9
- 6eukos
it #
) oAember !""9 # 1,*""
Fmm$
,. /S#
4 2lien mengeluh nyeri jika
daerah -raktur digerakan
/7#
4 :erpasang -iksasi eksterna
pada kaki kiri
4 2aki kiri bentuk tidak
simetris
4 terdapat de-ormitas pada kaki
kiri
4 17< terbatas
4 2lien belum bisa ambulasi
dengan menggunakan alat
bantu berjalan
4 :erdapat oedema H! di ujung
kaki kiri
4 2lien tidak dapat melakukan
-leksi pada sendi lutut karena
terdapat -raktur pada sendi
lutut dan di immobilisasi
dengan -iksasi eksterna
6uka -raktur

spasme otot

menambah nyeri saat pergerakan

pergerakan terbatas

mobilisasi -isik berkurang


5angguan
mobilisasi -isik
&. /S#
4 2lien mengeluh nyeri jika
daerah -raktur digerakan
4 2lien mengatakan
aktiAitasnya dibantu oleh
tetangga yang menunggunya
/7#
4 :erdapat luka -raktur di
daerah lutut kiri
4 2ulit ekstremitas ba0ah
kering dan mengelupas
4 AktiAitas klien dibantu oleh
yang menunggunya
4 2ulit klien tampak kotor dan
lembab
4 1ambut dan kulit kepala
tampak kotor dan lengket
4 5igi klien tampak kotor
4 kuku tampak pendek dan
kotor
:rauma

Fraktur

pergerakan klien terbatas

ketidakmampuan klien untuk


mera0at diri

personal hygiene tidak terpenuhi


5angguan
pemenuhan A/6#
personal hygiene
!!
$. /a-tar /iagnosa 2epera0atan
o. /iagnosa 2epera0atan <asalah /itemukan <asalah /ipe+ahkan
:anggal Para- :anggal Para-
1.
!.
$.
9.
%.
,.
&.
1esiko penyebaran in-eksi
b.d adanya luka yang masih
basah
5angguan rasa nyaman#
nyeri b.d inkontinuitas
jaringan
1esiko pemenuhan nutrisi
kurang dari kebutuhan b.d
anoreksia akibat mual
1esiko gangguan eliminasi#
konstipasi b.d tirah baring
yang lama
2urangnya mobilisasi -isik
b.d keterbatasan pergerakan
5angguan pemenuhan A/6#
personal hygiene b.d
ketidakmampuan klien dalam
mera0at diri
5angguan pemenuhan
kebutuhan istirahat tidur b.d
teraktiAasinya 1AS akibat
nyeri
! /esember
!""9
! /esember
!""9
! /esember
!""9
! /esember
!""9
! /esember
!""9
! /esember
!""9
! /esember
!""9
9 /esember
!""9
9 /esember
!""9
9 /esember
!""9
9 /esember
!""9
!$
B. PEREN.ANAAN
o /iagnosa 2epera0atan
Peren+anaan
:ujuan >nterAensi 1asional
1 ! $ 9 %
1. 1esiko terjadinya
penyebaran in-eksi b.d
adanya luka yang masih
basah ditandai oleh#
/S# 4
/7#
4 :erpasang 71(F pada
daerah ekstremitas kiri
ba0ah
4 :ampak luka terbuka
dengan kehilangan
matriks tulang tibia I ,
+m
4 Suhu $,,)
"
=
4 :ampak kerusakan
jaringan kulit pada
daerah -raktur
4 6uas luka 1"8%8! +m
4 terdapat jaringan
nekrotik pada daerah
luka ber0arna putih,
kehijauan dan
kekuningan
4 terdapat pus pada luka
4 6eukosit #
) oAember !""9 #
1,*"" Fmm$
:upan#
6uka +epat sembuh
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama !
hari in-eksi tidak
terjadi dengan +riteria
eAaluasi#
4 6uka tertutup
Aerban
4 /isekitar luka tidak
terjadi kemerahan
dan pembengkakan
4 :anda4tanda Aital
dalam keadaan
stabil
1. 5unakan tehnik
asepti+ dan
antisepti+ dalam
melakukan
setiap tindakan
!. 5anti balutan
setiap hari ! 8
(pagi dan sore'
dengan
debridement H
kompres a=l H
5entamy+in
$. 7bserAasi tanda4
tanda Aital setiap
* jam sampai
::C stabil
9. 2olaborasi
dengan tim
kesehatan
terutama
peningkatan
leukosit
%. 6anjutkan
pemberian
therapy
antibioti+ sesuai
dengan program
yaitu# <edle8in
$8 %"" mg p.o
jam 1!.""4
!".""4"9.""
,. 3aga kebersihan
lingkungan
disekitar klien
1. /apat men+egah
pertumbuhan
kuman sehingga
in-eksi dapat
di+egah
!. <engganti balutan
untuk menjaga
agar luka tetap
bersih yang dapat
men+egah
terjadinya
kontaminasi
$. Adanya
peningkatan tanda4
tanda Aital
merupakan salah
satu tanda adanya
in-eksi
9. Peningkatan
leukosit
merupakan salah
satu tanda adanya
in-eksi
%. Antibiotik
merupakan obat
untuk
mengobatiFmen+eg
ah in-eksi dengan
+ara membunuh
kuman yang
masuk
,. /apat mengurangi
terjadinya
kontaminasi luka
oleh debu dan
kotoran
!. 5angguan rasa nyaman#
nyeri b.d inkontuinitas
:upan#
1asa nyaman
1. :inggikan dan
sokong
1. Agar aliran darah
dari ekstremitas
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!9
1 ! $ 9 %
jaringan ditandai oleh#
/S#
4 2lien mengeluh nyeri
pada daerah
ekstremitas kiri ba0ah
/7#
4 2lien tampak meringis
kesakitan saat diganti
balutan
4 Skala nyeri 9 ("4%'
4 adi M 1"98Fmenit
4 1espirasi M !98Fmenit
4 :ampak ada luka
terbalut di lutut kaki
kiri
terpenuhi# nyeri
hilang
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama $
hari, nyeri berkurang
dengan +riteria
eAaluasi#
4 klien mengatakan
nyerinya berkurang
4 klien mampu
mendemonstrasikan
kembali tehnik
distraksi atau
relaksasi
4 ekspresi 0ajah klien
tenang
4 klien dapat
melakukan
perubahan posisi
dengan tidak
merasa nyeri
4 skala nyeri turun
menjadi $
4 tanda4tanda Aital
dalam keadaan
stabil, yaitu#
:/# 1!"F*" mm@g
# *"41"" 8Fmenit
1# 1,4!" 8Fmenit
S# $,,%4$&,%
"
=
ekstremitas yang
mengalami luka
!. 6akukan tehnik
distraksi dengan
menganjurkan
klien memba+a
koran, buku saat
nyeri dirasakan
$. <onitor tingkat
nyeri klien tiap 9
jam
9. <onitor tanda4
tanda Aital setiap
* jam sampai
::C stabil
%. 6anjutkan
pemberian
therapy obat
analgetik sesuai
program yaitu#
<oAi+o8 18 1%
mg p.o jam
"*.""
lan+ar sehingga
dapat menurunkan
bengkak
!. /iharapkan dapat
mengalihkan
perhatian klien
dari rasa nyeri
kepada hal4hal
lain
$. /apat mengetahui
dan menentukan
langkah
selanjutnya dalam
memberikan
interAensi
9. /apat mngetahui
perkembangan dan
keadaan umum
klien
%. Analgetik dapat
memblok nyeri
pada pesat nyeri di
thalamus sehingga
persepsi nyeri
berkurang
$. 1isiko pemenuhan nutrisi
kurang dari kebutuhan
b.d anoreksia akibat mual
ditandai dengan#
/S#
4 2lien mengeluh mual
saat makan
4 2lien mengatakan
tidak na-su makan
4 2lien mengatakan
makan habis J porsi
/7#
4 B? ,EFmenit
4 5igi tampak kotor
4 BB sebelum sakit %" kg
:upan#
utrisi klien
terpenuhi
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama !
hari diharapkan klien
na-su makan dengan
+riteria eAaluasi#
4 mual hilang
4 makan habis 1 porsi
4 BB tidak turun
1. Anjurkan klien
untuk minum air
hangat sebelum
makan
!. Anjurkan klien
untuk makan
sedikit4sedikit
tapi sering
$. Anjurkan klien
untuk
menggosok gigi
sebelum dan
sesudah makan
9. Anjurkan klien
1. Air hangat akan
mengurangi rasa
mual saat makan
!. <eminimalkan
anore8ia dan mual
karena penurunan
peristalti+ usus
$. Akan memberikan
kesegaran pada
mulut dan
meningkatkan
kenyamanan klien
9. :eh manis akan
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!%
1 ! $ 9 %
4 BB sekarang tidak
terkaji
4 makan habis J porsi
4 ilai albumin $,1 grFd6
untuk minum teh
manis
mengurangi rasa
mual
9. 1esiko gangguan
eliminasi# konstipasi b.d
tirah baring yang lama
ditandai dengan#
/S#
4 2lien mengeluh sudah
! hari tidak BAB
/7#
4 Abdomen teraba keras
4 Bising usus ,8Fmenit
4 2lien hanya terbaring
dan duduk di tempat
tidur
:upan#
2onstipasi tidak
terjadi
:upen#
Setelah dilakukan
interAansi selama !
hari tidak terjadi
gangguan eliminasi
dengan +riteria
eAaluasi#
4 BAB lan+ar dan
normal
4 :idak terjadi
distensi pada
abdomen
4 Peristalti+ usus
dalam batas normal
%4$%8Fmenit
1. 6atih klien
untuk
melakukan
pergerakan yang
melibatkan
daerah abdomen
seperti mika4
miki
!. Berikan +airan
yang adekuat
$. Berikan
makanan tinggi
serat yaitu#
sayur4sayuran
dan buah4
buahan
1. Akan
meningkatkan
ketegangan otot
abdomen yang
membantu
meningkatkan
peristalti+ usus
sehingga -eses
dapat keluar
dengan lan+ar
!. Akan
meningkatkan
kandungan air
dalam -eses
sehingga
pengeluaran
-eses akan lan+ar
$. <akanan tinggi
serat akan
menarik +airan
dari lumen usus
sehingga -eses
konsistensinya
lembek dan
mudah
dikeluarkan
%. 5angguan mobilisasi
-isik b.d keterbatasan
gerak yang ditandai oleh#
/S#
4 2lien mengeluh nyeri
jika daerah -rektur
digerakan
/7#
4 terpasang -iksasi
eksterna pada kaki kiri
4 kaki kiri bentuk tidak
simetris
4 terdapat de-ormitas
pada kaki kiri
4 17< terbatas
:upan#
<empertahankan
kemampuan
pergerakan -isik
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama $
hari, mobilisasi -isik
meningkat dengan
+riteria eAaluasi#
4 terpeliharanya
posisi -ungsional
4 mobilitas terpelihara
4 dapat
mendemonstrasikan
1. Bantu dengan
mobilisasi yang
e-ekti-
(bergerak, duduk
dan bergeser'.
!. 6atih klien
untuk
menggerakan
onggota tubuh
yang lainnya
1. <obilisasi dini
akan mengurangi
komplikasi dan
meningkatkan
penyembuhan dan
normalitas -ungsi
organ
!. Pergerakan dapat
meningkatkan
aliran darah ke
otot dan tulang
untuk
memperbaiki tonus
otot dan
memelihara
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!,
1 ! $ 9 %
4 klien belum bisa
ambulasi dengan
menggunakan alat
bantu berjalan
4 terdapat oedema H! di
ujung kaki kiri
4 klien tidak dapat
melakukan -leksi pada
sendi lutut karena
terdapat -raktur pada
sendi lutut dan di
immobilisasi dengan
-iksasi eksterna
+ara melakukan
pergerakan
4 17<, tonus dan
kekuatan otot
terpelihara
4 klien dapat
melakukan ambulasi
9. :ingkatkan
ambulasi klien
dengan
mengajarkan
menggunakan
+rut+h
9. 2aji tingkat
immobilisasi
sehubungan
dengan
kerusakan dan
+atat persepsi
klien tentang
immobilisasi
pergerakan sendi
$. /engan ambulasi
klien dapat
mengenal dan
menggunakan alat
yang perlu
digunakan oleh
klien dan untuk
memenuhi
aktiAitas klien
9. ?ntuk mengetahui
persepsi klien
tentang
keadaannya
sehingga dapat
diberikan
in-ormasi dan
interAensi yang
tepat
,. 5angguan pemenuhan
A/6# personal hygiene
b.d ketidakmampuan
klien dalam mera0at diri
ditandai dengan#
/S#
4 2lien mengeluh nyeri
jika daerah -raktur
digerakan
4 2lien mengatakan
aktiAitasnya dibantu
oleh tetangga yang
menunggunya
/7#
4 terdapat luka -raktur di
daerah lutut kiri
4 kulit ekstremitas
ba0ah kering dan
mengelupas
4 aktiAitas klien dibantu
oleh yang
menunggunya
4 kulit klien tampak
kotor dan lembab
4 rambut dan kulit
kepala tampak kotor
dan lengket
4 gigi klien tampak kotor
4 kuku tampak pendek
:upan#
2lien dapat
melakukan personal
hygiene se+ara
mandiri
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama 1
hari diharapkan
personal hygiene
klien terpenuhi
dengan +riteria
eAaluasi#
4 2lien mengetahui
tentang
pentingnya
pera0atan diri
4 2lien mau
melakukan
aktiAitas sendir4
2eadaan badan
klien bersih
4 1ambut tersisir
rapih dan bersih
4 2uku pendek dan
bersih
1. Bantu dan
-asilitasi klien
dalam
melakukan
personal hygiene
dengan
mendekatkan
alat4alat yang
diperlukan
!. Bantu klien dan
ajarkan +ara
men+u+i rambut
$. 2aji tingkat
pengetahuan
klien tentang
pentingnya
pera0atan diri
dalam keadaan
luka -raktur
9. Beri in-ormasi
tentang
pentingnya
pera0atan diri
bagi klien
1. Akan mendorong
kemandirian klien
dalam hal
melakukan
aktiAitas
!. Akan dapat
tergambar sejauh
mana klien
mengetahui
tentang pera0atan
diri
$. /apat menambah
0a0asan
pengetahuan klien
tentang +ara
pera0atan diri
yang benar
9. Agar klien dapat
melakukan se+ara
mandiri dan
merasa termotiAasi
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!&
1 ! $ 9 %
dan kotor
%. Anjurkan klien
untuk senantiasa
merapihkan
rambut dan
mengganti
pakaiannya
setiap hari
%. Akan
meningkatkan
harga diri klien
&. 5angguan pemenuhan
istirahat tidur b.d
teraktiAasinya 1AS
akibat nyeri ditandai
oleh#
/S#
4 2lien mengatakan
tidurnya tidak nyenyak
karena sering
terbangun tengah
malam dan susah tidur
karena nyeri
/7#
4 2lien tampak lemah
4 2onjungtiAa pu+at
4 2lien tidur malam $49
jam
:upan#
>stirahat tidur klien
terpenuhi
:upen#
Setelah dilakukan
interAensi selama !
hari pemenuhan
istirahat tidur klien
terpenuhi dengan
+riteria eAaluasi#
4tidur klien nyenyak
4klien tampak segar
di pagi hari
4jam tidur klien
meningkat menjadi
,4& jam sehari
1. 2aji penyebab
klien tidak bisa
tidur
!. Anjurkan klien
untuk
berelaksasi
dengan minum
segelas susu
hangat sebelum
tidur
$. Anjurkan klien
untuk
melakukan
kebiasaannya
sebelum tidur
seperti memba+a
buku
9. =iptakan
lingkungan yang
nyaman
1. ?ntuk mengetahui
penyebab klien
tidak bisa tidur
untuk menentukan
interAensi
selanjutnya
!. Susu mengandung
tripto-an yang
mengandung e-ek
sedati-
$. <eningkatkan
relaksasi dan
kesiapan tidur
9. 6ingkungan yang
nyaman dapat
menstimulasi 1AS
sehingga klien
akan mudah
tertidur

Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!*
.. I?P@E?ENTASI DAN EAA@UASI
:anggal .aktu :indakan 2epera0atan dan (Aaluasi /P Para-
1 ! $ 9 %
! /esember !""9 1&
.""
<engkaji tingkat nyeri klien
1as$,5
2lien mengalami nyeri pada skala 9
!
1&.
"%
<eninggikan dan menyokong kaki yang
mengalami -raktur dengan diganjal kain
sarung
1as$,5
2lien mengatakan terasa lebih nyaman
dan nyeri sedikit berkurang
!
1&.
1%
<engkaji tingkat immobilisasi
sehubungan dengan kerusakan dan
men+atat persepsi klien tentang
immobilisasi
1as$,5
2lien dapat menggerakan ekstremitas
ba0ah se+ara terbatas, klien memahami
dia harus belajar untuk menggerakan
anggota tubuhnya se+ara mandiri
%
1&.
$"
<elatih klien untuk melakukan
pergerakan se+ara akti-Fpasi- yang
melibatkan daerah abdomen
1as$,5
2lien mau melakukan pergerakan mika4
miki dengan bantuan keluarga dan
pera0at
9
1*.
""
<engobserAasi tanda4tanda Aital
1as$,5
:/M1""F," mm@g 1M!!8Fmenit
M1"!8Fmenit SM$&
"
=
!
1*.
$"
<emberikan penkes tentang pentingnya
mera0at diri
1as$,5
2lien menyimak penjelasan dari pera0at
,
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
!)
1 ! $ 9 %
dan akan melakukan anjuran dari
pera0at
1*.
9%
<enganjurkan klien untuk banyak
minum
1as$,5
2lien mengatakan akan mengikuti
anjuran pera0at
9
1*.
%"
<enganjurkan klien untuk diet makanan
yang banyak mengandung tinggi serat,
misal sayuran dan buah4buahan
1as$,5
2lien mengatakan akan mengikuti
anjuran pera0at
9
1).
""
<engkaji penyebab klien tidak bisa tidur
1as$,5
2lien mengatakan tidak bisa tidur
karena merasakan nyeri pada kakinya
&
1)
."%
<enganjurkan klien untuk minum
segelas susu hangat sebelum tidur
1as$,5
2lien mengatakan akan minum susu
hangat sebelum tidur
$
1)
."&
<enganjurkan klien untuk melakukan
aktiAitas sebelum tidur seperti memba+a
buku
1as$,5
2lien mengatakan akan memba+a buku
ba+aan yang ada sebelum tidur
&
!"
.""
<elanjutkan pemberian therapy
antibioti+ sesuai order yaitu <edle8in
%"" mg p.o
1as$,5
7bat telah diminum oleh klien
1
"&.
1%
<embereskan lingkungan dan tempat
tidur klien
1as$,5
:empat tidur klien tampak bersih dan
rapi
1
"&.
$"
<elakukan obserAasi tanda4tanda Aital
1as$,5
:/M1""F," mm@g 1M !"8Fmenit
M *"8Fmenit SM$,,&
"
=
1
"*.
""
<elakukan ganti balutan luka rengan
menggunakan tehnik asepti+ dan
antisepti+, mengompres luka dengan
a=l ",)B H 5entamy+in dan menutup
luka dengan kassa steril dan kering
(dilakukan oleh pera0at lain'
1as$,5
/aerah luka tampak bersih dan tampak
jaringan kemerahan dan masih basah,
luka tertutup Aerban
1
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$"
1 ! $ 9 %
").
$"
<elanjutkan therapy obat antibioti+ dan
multiAitamin yaitu#
4<edle8in %"" mg p.o
4Oegase 1 tab. p.o
@asil#
7bat telah diminum oleh klien
1
1"
.""
<enganjurkan klien untuk berlatih
gerakan se+ara mandiri di tempat tidur
1as$,5
2lien mau untuk diajak berlatih
melakukan gerakan yaitu 17< pada
pergelangan kaki dan jari kaki dank lien
mau bergeser untuk menggerakan
kakinya
%
1"
.1"
<elakukan dan mengajarkan tehnik
distraksi pada klien seperti memba+a
buku dan koran
1as$,5
2lien mau memba+a buku dan koran
dan mengatakan tehnik tersebut dapat
membantu mengurangi rasa nyeri
!
1".
1%
<enganjurkan dan mengajarkan klien
+ara ambulasi menggunakan +rut+h
1as$,5
2lien mengatakan mau belajar berjalan
pakai +rut+h dan ingin men+obanya
%
1".
$"
<enganjurkan klien minum air hangat
sebelum makan
1as$,5
2lien mengatakan sudah men+obanya
namun mual masih ada
$
1"
.$%
<enganjurkan klien untuk makan
sedikit4sedikit tapi sering
1as$,5
2lien mengatakan mau melakukan apa
yang dianjurkan oleh pera0at
$
11
.""
<enganjurkan untuk tetap menjaga
kebersihan diri
1as$,#
2lien sudah mandi, tampak bersih
dengan bantuan keluarga
,
1$
.""
<elatih klien untuk berjalan dengan
menggunakan +rut+h
1as$,5
2lien mau berjalan 9 langkah dengan
menggunakan +rut+h dan kembali ke
tempat tidur
%
1$.
$"
<enganjurkan klien untuk lebih giat lagi
dalam latihan berjalan
1as$,5
2lien mengatakan besok mau
%
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$1
1 ! $ 9 %
men+obanya kembali berjalan dengan
+rut+h
ASU1AN KEPERA=ATAN PADA TN. P
DENGAN GANGGUAN SISTE? ?USKU@OSKE@ETA@5
POST OP DEBRIDE?ENT B OPEN REDU.TION
ECTERNA@ FICATION (OREF" A.I OPEN FRAKTUR
SUPRA.ONDI@@ER FE?UR SINISTRA .O??UNITED
DISP@A.ED GRADE III
B RUPTUR TOTA@ PATE@@AR TENDON
D$aju'an Untu' ?emenuh$ Sa,ah Satu Tugas
?ata Ajaran Ke)erawatan ?e#$'a, Be#ah IA
Semester A
D$susun %,eh5
A$ A$rawat$
(!!!:::;"
T$ng'at ;A
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$!
DEPARTE?EN KESE1ATAN RI
PO@ITEKNIK KESE1ATAN BANDUNG
PROGRA? STUDI KEPERA=ATAN BANDUNG
::>
D. .ATATAN PERKE?BANGAN
o. :anggal /P =atatan Perkembangan Para-
1 ! $ 9 %
1 9 /esember
!""9
1 S# 2lien mengatakan lukanya sudah membaik
7#
4 luka dalam keadaan yertutup balutan dan
tampak tumbuh jaringan baru yang kemerahan
4 Bengkak berkurang
4 :anda4tanda in-eksi tidak terjadi
A# masalah teratasi sebagian
P # 6anjutkan interAensi 1.!.,$, dan.%
> #
4 <engganti balutan dengan tehnik asepti+ dan
antisepti+ dua kali sehari (pagi dan sore'
4 <embersihkan luka dengan a=l ",)B dan
debridement dan mengkompres luka dengan
a=l ",)B dan 5entamy+in
4 <emberikan antibioti+ <edle8in %"" mg p.o jam
1,."" .>B dan Aitamin Oegase 1 tablet p.o jam
1,."" .>B
(# 6uka bersih dan tampak tumbuh jaringan baru
1# 2aji kembali keadaan luka terutama saat
mengganti balutan
!. 9 /esember
!""9
! S#
4 2lien mengatakan nyeri masih dirasakan
4 2lien mengatakan nyeri dirasakan saat ganti
balutan
7#
4 2lien tampak meringis saat ganti balutan
4 :erdapat luka post op 71(F di kaki kiri
4 :erpasang traksi kulit dipaha kanan
4 Skala nyeri $ ("4%'
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$$
1 ! $ 9 %
4 2lien dapat menggerakan dan mengangkat
kakinya ke pinggir tempat tidur
4 :anda4tanda Aital#
:/ M 1""F," mm@g
M 1"98Fmenit
1 M !"8Fmenit
S M $&
"
=
A# <asalah teratasi sebagian
P # 6anjutkan interAensi 1,!,$,9
> #
4 <eninggikan dan menyokong kaki kiri yang
mengalami -raktur dengan bantal atau selimut
4 <engobserAasi tanda4tanda Aital
4 <enganjurkan klien untuk memba+a buku saat
nyeri timbul
4 <engkaji skala nyeri
(# 2lien mengatakan nyeri sedikit berkurang (skala
nyeri $'
1# 2aji kembali terutama tentang tehnik untuk
mengatasi nyeri
$. 9 /esember
!""9
$ S#
4 2lien mengatakan makan habis 1 porsi
4 2lien mengatakan mual sudah hilang
7#
4 <akan habis 1 porsi
4 BB sekarang tidak terkaji
A# <asalah teratasi sebagian
P # 6anjutkan interAensi 1,!,$ dan 9
> #
4 <enganjurkan kepada klien untuk makan
sedikit4sedikit tapi sering
4 <enganjurkan kepada klien untuk menggosok
gigi sebelum dan sesudah makan
4 <enganjurkan klien untuk minunm air hangat
sebelum makan
( # 2lien mengatakan akan mengikuti anjuran dari
pera0at
1 # 2aji kembali pemenuhan nutrisi klien mengenai
tindakan klien untuk mengurangi rasa mual dan
tidak na-su makan
9. 9 /esember
!""9
9 S#
4 2lien mengatakan sudah buang air besar tadi
pagi dengan konsistensi lembek, 0arna kuning
dan bau khas -eses
4 2lien mengatakan selalu merubah posisi
tidurnya miring kiri dan miring kanan
4 2lien mengatakan telah makan buah jeruk
7 #
4 2lien telah minun air putih 1,% botol aQua 1%""
ml (!!%" ml'
4 Abdomen klien teraba tidak keras
4 :idak ada distensi pada abdomen
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$9
1 ! $ 9 %
4 Bising usus &8Fmenit
A# <asalah teratasi
%. 9 /esember
!""9
% S#
- 2lien mengatakan jarang melakukan latihan
mobilisasi
- 2lien mengatakan belum mampu berjalan
menggunakan +rut+h
- 2lien mengatakan mengetahui tentang mam-aat
latihan mobilisas
7#
4 2lien tampak berbaring ditempat tidur
4 2lien tampak menggerakan ujung kakinya
A# <asalah teratasi sebagian
P# 6anjutkan interAensi
>#
- <engajarkan dan
melakukan latihan mobilisasi pada klien di
tempat tidur
- <embantu klien belajar
berjalan dengan menggunakan +rut+h
(#
4 2lien melakukan latihan mobilisasi pada
ekstremitas yang sehat dan maminimalkan
pergerakan pada kaki yang -raktur
4 2lien mampu berjalan 9 langkah dengan
menggunakan +rut+h
1# 2aji kembali kemampuan mobilisasi klien
terutama pada kaki yang sehat
,. 9 /esember
!""9
, S#
4 2lien mengatakan sudah mandi dan keramas
tadi pagi
4 2lien mengatakan aktiAitasnya dibantu oleh
tetangga yang menunggunya
7#
- 2lien tampak bersih dan
rapi
- 1ambut klien tampak
tersisir rapih dan bersih
- 2lien tampak lebih segar
A# <asalah teratasi sebagian
P# 6anjutkan interAensi
>#
4 <enganjurkan kepada klien untuk selalu
menjaga kebersihan tubuhnya
4 <enganjurkan klien untuk mengganti
pakaiannya setiap har
(# 2lien mengatakan akan menjaga kebersihan
tubuhnya dengan +ara mandi teratur, keramas
dan mengatakan akan mengganti pakaiannya
1# 2aji kembali kemampuan klien dalam menjaga
kebersihan tubuhnya dan kemampuan klien
melakukan aktiAitasnya se+ara mandiri
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$%
1 ! $ 9 %
&. 9 /esember
!""9
& S#
4 2lien mengatakan tadi malam bisa tidur
nyenyak tanpa ada gangguan
4 2lien mengatakan tidur malam mulai dari
sehabis makan sampai pagi
7#
4 2lien tampak lebih segar
4 2lien tampak tidak mengantuk saat diajak
berbi+ara
A# <asalah teratasi
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.
doc
$,
Kel.1
/Seminar_muskuloskelet@l.do
c
$&