Anda di halaman 1dari 4

SUARA JANTUNG DAN DENYUT NADI

LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia yang dibina oleh
Bapak Soewolo dan Ibu Nuning

Disusun oleh: Kelompok I
Aulia Fitri Wardani (120342422
Hanifah Masaroh (1203424001
Istamaya Ariani (120342400167)
Lilik Hidayatul M. (120342400169)
Luana Indah Sari (120342400168)
Niken Eka Agustina (120342400170)
Rizal Kurniawan S. (120342400167)







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2014
A. JUDUL
Suara Jantung dan Denyut Nadi
B. TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa:
1. Mendefinisikan sistol, diastol, dan siklus jantung
2. Menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara jantung dan menghubungkan suara
jantung dengan siklus jantung
3. Menentukan panjang normal siklus jantung, perubahan tekanan relatif yang terjadi di
dalam atria dan ventrikel selama siklus, dan waktu ketika katup menutup.
4. Menentukan tempat pada toraks dimana suara jantung pertama dan kedua secara jelas
dapat didengarkan
5. Mengukur tekanan darah subyek secara teliti dengan menggunakan sphygmomanometer
C. DASAR TEORI
D. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain stetoskop, stop watch, dan penggaris
milimeter. Adapun bahan yang digunakan yaitu alkohol 70% dan kapas.
E. CARA KERJA
Mendengarkan Suara Jantung










Ditempelkan bel stetoskop pada dada subyek, pada ruang sela iga ke-
5 dii sebelah kiri sternum dekat puting susu kiri

Dihitung waktu istirahat antara suara kedua dari satu denyut jantung dan
suara pertama dari deyut jantung berikutnya
Didengarkan baik-baik suara jantung dimana suara pertama lebih
panjang dan lebih keras daripada suara kedua yang lebih pendek namun
lebih nyaring
Dibersihkan bagian stetoskop yang akan dipasang di telinga dengan
alkohol 70%, dibiarkan sampai kering kemudian memasangnya dengan
cara yang benar





Palpasi Denyut Nadi Radialis








Didengarkan katup semilunar aortik dengan menempelkan bel
stetoskop pada ruang sela iga ke-2 subyek, tepat di kanan sternum

Didengarkan suara katup pulmonari dengan memindahkan stetoskop
secara horizontal ke kiri sternum subyek

Diminta subyek untuk menarik napas dalam-dalam dengan pelan jika
suara katup semilunar sudah terdengar

Dibandingkan suara katup semilunar aortik dengan katup semilunar
pulmonari

Dibandingkan suara katup mitral dan katup trikuspid

Didengarkan suara katup trikuspid dengan memindahkan bel
stetoskop secara horizontal ke arah tengah persis di pinggir kiri
sternum.

Dicari posisi arteri radial subyek di permukaan pergelangan
tangan, persis pada pangkal ibu jari
Dilakukan palpasi sampai merasakan adanya denyut nadi. Mula-
mula tekan arteri radial dengan ujung jari ke 2 dan ke 3.
Kemudian kendorkan tekanan pelan-pelan sampai dirasakan
adanya denut nadi.
Dihitung denyut nadi per menit sebanyak 2 kali
dan diambil rata-ratanya
Perbandingan Kecepatan Denyut Jantung dan Denyut Nadi

J. DISKUSI
1. - Hubungan antara kecepatan denyut jantung manusia pada beberapa posisi dan kondisi
tubuh
- Perbedaan frekuensi pada denyut jantung dan denyut nadi radialis
2. Beberapa kesulitan yang dialami selama praktikum:
Kesulitan yang dialami ketika praktikum yaitu saat mendengarkan suara jantung dengan
memindahkan bel stetoskop secara horizontal ke arah tengah persis di pinggir kiri
sternum, praktikan kesulitan untuk dapat mendengarkan menutupnya katup mitral dan
katup pulmonari. Selanjutnya praktikan juga kesulitan mengamati katup semilunar. Pada
intinya praktikan kesulitan untuk mendengarkan bunyi pergerakan jantung akibat kurang
kondusifnya lingkungan kelas, dan kurang ahlinya praktikan dalam menggunakan alat.
3. Dari hasil pengamatan, ada kejadian yang berbeda dengan teori yaitu saat menentukan
perbandingan denyut jantung dan denyut nadi. Seharusnya bahwa kecepatan denyut nadi
sama dengan kecepatan denyut jantung. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonimous (2010)
yang menyatakan bahwa frekuensi denyut nadi pada umumnya sama dengan frekuensi
denyut/detak jantung. Denyut nadi dapat dirasakan karena pemberian darah secara berkala
dengan selang waktu pendek dari jantung ke aorta yang tekanannya berganti-ganti naik turun
dalam pembuluh darah karena elastisitas dinding arteri yang memungkinkannya meneruskan
aliran darah dan aliran balik. Adanya perbedaan antara denyut jantung dan nadi dapat
dikarenakan pengamat kurang teliti dalam mendengarkan suara denyut jantung dan denyut
nadi.
Dibiarkan subjek duduk tenang, salah seorang pengamat
menempelkan stetoskop pada sela iga ke 5 agar dapat menghitung
kecepatan denyut jantung apikal, sementara pengamat yang lain
secara simultan menghitung denyut nadi radial subyek secara
bersamaan
Diulangi kegiatan yang sama sebanyak 3 kali dan
mengambil rata-ratanya