Anda di halaman 1dari 6

Bioma padang rumput merupakan bioma yang terbentang dari daerah tropik sampai ke sub tropik.

Vegetasi dominan pada bioma ini adalah berbagai macam jenis rumput. Sistem perakaran rumput
bercabang-cabang sehingga apabila terjadi kemarau bioma ini akan tetap berwarna hijau karena
akarnya bercabang banyak di dalam tanah untuk mengambil air. Sedangkan hewan yang hidup di
bioma ini adalah hewan-hewan yang bisa bertahan di kondisi padang rumput, hewan herbivore dan
hewan karnivora. Hewan yang hidup di bioma padang rumput adalah bison, kuda, jerapah, zebra,
kanguru, ular, burung, harimau, dan singa.


Ciri-ciri bioma padang rumput adalah sebagai berikut :
1. Curah hujan antara 25-50 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.
2. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
3. Vegetasi yang mendominasi adalah rerumputan.


Contoh bioma padang rumput antara lain bioma yang terdapat di Amerika Utara, Rusia, Afrika
Selatan, Asia dan Indonesia (Sumbawa-NTB).

Bioma sabana adalah Padang Rumput yang diselingi oleh gerombolan Semak dan Pohon.
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya sabana dibagi menjadi dua jenis yaitu sabana
murni (satu jenis tumbuhan) dan sabana sampuran (campuran jenis tumbuhan). Persebaran bioma
sabana terdapat di Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Indonesia (Nusa Tenggara).

ciri-ciri bioma sabana:

terdapat di daerah khatulistiwa (iklim tropis)
curah hujan anatara 100 - 150 mm/tahun
curah hujan sedang dan tidak teratur
porositas (air yang meresap ke tanah) dan drainase (pengairan) cukup baik
lingkungan biotik:

flora: rumput, semak, dan pepohonan dengan ketinggian maksimal 4 meter
fauna: gajah, jerapah, zebra, kuda nil, singa, cheetah, dsb

Saat ini tipe bioma savana merupakan tipe bioma yang digunakan dalam pembuatan taman sebagai
tempat konservasi alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola melalui sistem zonasi untuk
memudahkan riset kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, peningkatan perkembangbiakan,
rekreasi dan pariwisata.

Savana adalah tipe vegetasi dari padang rumput dengan pohon-pohon yang terpencar jarang sampai
padang rumput yang berpohon lebat (Walker & Glison). Kawasan vegetasi tersebut mempunyai
karakteristik yang berhubungan dengan atmosfer, tanah, topografi, hidrologi berbagai jenis populasi
hewan dan kegiatan manusia. Untuk mengetahui cangkupan savana serta karakteristik bioma savana
maka penulis menyusun makalah dengan judul Bioma Savana untuk menjelaskan secara rinci apa yang
disebut dengan bioma savana itu sendiri.

Pengertian Bioma Savana

Ada beberapa pengertian savana atau sabana yang berhasil penyusun dapatkan dan dirangkum,
diantaranya :

a. Sabana atau savana adalah padang rumput ekosistem yang ditandai dengan pohon-pohon
yang cukup kecil atau banyak space diantaranya sehingga kanopi tidak menutup. Kanopi terbuka
memungkinkan cahaya yang cukup untuk mencapai tanah dan mendukung
lapisan herba terutama yang terdiri dari rumput. Beberapa klasifikasi menyatakan bahwaa savana
adalah sebuah sistem yang padang rumput yang tidak ada pohon.

Kebanyakan sabana memiliki kerapatan pohon yang lebih tinggi dan jarak pohon lebih teratur
dari pada di hutan. Sabana juga ditandai dengan ketersediaan air musiman, dengan mayoritas
curah hujan terbatas pada satu musim. Sabana yang berhubungan dengan beberapa jenis bioma.
Savanna mencakup 20% dari luas lahan bumi dan wilayah terbesar bioma savana ditemukan di
Afrika (Ernst, 2002).

b. Sabana merupakan suatu wilayah vegetasi di daerah tropis atau subtropis yang terdiri atas
pohon-pohon yang tumbuh dengan jarang dan diselingi oleh semak belukar serta rumput-
rumputan. Jenis pohon yang terdapat di daerah sabana Australia adalah eukaliptus, sedangkan di
daerah Kenya dan Afrika adalah tanaman baobab (adansonia digitata) yang memiliki ciri antara
lain daun dan cabang membentuk tajuk yang berbentuk seperti payung yang melebar, batangnya
tebal, dan relatif kasar. Vegetasi yang tumbuh dengan jarang disebabkan oleh kondisi lingkungan
kering yang lebih lama jika dibandingkan bulan basah dan rendahnya curah hujan di daerah
tersebut. Wilayah penyebaran sabana terutama di Australia, Afrika Timur, Brazilia, dan
Indonesia terutama di Kepulauan Nusa Tenggara (Ewusie, 1990).

c. Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana berupa padang rumput yang
diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana yang ada di Indonesia terdapat pada kepulauan
Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Widyastuti,2002).

d. Sabana, yaitu padang rumput yang kering dan ditumbuhi semak-semak belukar dan juga
ditumbuhi pepohonan. Sabana banyak terdapat di Afrika yang menjadi habitat hewan yang
merumput (grazing animal). Sabana terdapat pula di Australia, Amerika Selatan, dan Asia
Selatan. Di Indonesia, sabana terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian tenggara.
Sabana biasanya merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang rumput. Sabana terjadi
karena keadaan tanah, kebakaran yang berulang, dan bukan disebabkan oleh keadaan iklim
(John, 2003).

Meskipun istilah savana diyakini awalnya berasal dari Arawakkata tersebut menggambarkan
"tanah yang tanpa pohon tetapi dengan banyak rumput baik tinggi atau pendek (Valdes y
Oviedo, 1535), namun pada akhir 1800-an istilah tersebut digunakan yang berarti "tanah dengan
rumput dan pohon". Sekarang mengacu pada tanah dengan rumput dan pohon baik tersebar
atau kanopi terbuka.

Penjelajah Spanyol umumnya mengenal bioma ini dengan istilah "sabana" disebut padang
rumput. Mereka menemukan disekitar Sungai Orinoco "Llanos". Banyak rumput dan komunitas
campuran pepohonan, semak, dan rumput yang digambarkan sebagai savana sebelum
pertengahan abad ke-19, ketika konsep iklim savana tropis menjadi tidak dapat dipungkiri.
Sistem klasifikasi iklim Kppen sangat dipengaruhi oleh pengaruh suhu dan curah hujan pada
tingkat pertumbuhan pohon, dan lebih disederhanakan asumsinya sehingga menghasilkan konsep
klasifikasi savana tropis yang dianggap sebagai formasi iklim klimaks.

Dua faktor umum untuk menggambarkan lingkungan savana adalah variasi curah hujan dari
tahun ke tahun, dan musim kering pada bioma ini sering menyebabkan kebakaran hutan. Sabana
di seluruh dunia juga didominasi oleh rumput tropis yang ditumbuhi tumbuhan jenis C4. Di
Amerika, misalnya di Belize, Amerika Tengah, vegetasi savana mirip dari Meksiko ke Amerika
Selatan dan ke Karibia. Pada Amerika Utara pepohonan yang sering tumbuh adalah jenis
subtropis, mulai dari barat daya sampai tenggara.

Di Amerika serikat ada tiga jenis savana yaitu: yang tertutup,Chaco dan yang polos. Savana
yang tertutup adalah sebuah formasiyang memperpanjang dataran
tinggi Brazil dan menutupi hampir2.000.000 km
2
. Svana ini menunjukkan ekosistem yang
beragamseperti zona rumput, ladang kotor, di mana terdapat pohon dan semak-
semak, yang mengandung lignin dan sangat tertutup di
mana penutuparboreal menempati 50% dari tanah.

Tipe Chaco menutupi
hampir 1.000.000 km
2
di wilayah Bolivia,Paraguay dan Argentina. Ini adalah zona di
mana tanaman mengandung lignin dengan duri sangat
mendominasi. Hutan Chaco memilikikarakter hutan hujan tropis di zona yang lembab dimana
penutup zonahutan tipis sementara tipe
polos meliputi hampir 500.000 km
2
diVenezuela dan Kolombia. Dari April-
Oktober hujan membuat sungaimeluap dan menyebabkan banjir. Di tempat yang
kering, air menguapdan tanah menjadi sangat mandul.

2.2 Ciri ciri Savana

Ciri-ciri savana antara lain :


Bersuhu panas sepanjang tahun.
Hujan terjadi secara musiman, dan menjadi faktor penting bagi terbentuknya bioma savana.
Savana berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah ke daerah yang intensitas
hujannya makin rendah.
Savana akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke daerah yang intensitas hujannya
makin tinggi.
Sebagian besar savana didominasi oleh sukuGramineae dan terkadang dijumpai
suku Cyperaceae.Rumput yang mempunyai pertumbuhan dengan daun-daun kasar dan kaku
akan cenderung bersifat dominan. Selain itu juga terdapat jenis Pennisetum purpureum, Acacia
isp, suku Leguminoceae dan Adansonia digitata.
Pada umumnya savana mengalami masa kekeringan yang panjang tiap tahunnya.

2.3 Pembagian Savana

Savana adalah padang rumput dengan diselingi oleh pepohonan. Savana dibedakan menjadi dua,
yaitu:


Savana murni, yaitu sabana yang pepohonan penyusunnya hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan
aja.
Savana campuran, yaitu sabana yang pepohonan penyusunnya terdiri dari berbagai jenis
tumbuhan.

Tipe ekologi savana yang berkaitan dengan iklim dan tanah dibedakan menjadi tiga yaitu:


Semiseasonal, yaitu savana yang dipengaruhi oleh iklim lemah dan berkaitan dengan kondisi
tegangan air.
Seasonal, yaitu savana yang mempunyai iklim yang jelas berkaitan dengan banyaknya tumbuhan
yang tumbuh.
Hyperseasonal, yaitu savana yang berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan air pada setiap
tahunnya.

2.4 Mahluk Hidup yang terdapat di Savana

Jenis hewan yang hidup di daerah sabana adalah herbivora dan karnivora misalnya :
Herbivore :
Kuda
Zebra
Karnivora:
Singa
Macan tutul
Anjing hutan.

Sedangkan jenis tumbuhan yang hidup di daerah savana, seperti yang telah berulang kali dijelaskan pada
definisi-definisi di atas, maka tumbuhan yang terdapat di savana diantaranya rumput-rumputan, dan
jenis tumbuh-tumbuhan besar seperti jenis ekaliptus (Eucalyptus sp).