Anda di halaman 1dari 4

Sebagian besar mahasiswa yang hidup di lingkungan kampus mempunyai satu tujuan

yang sama yaitu menuntut ilmu, menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan gelar sarjana,
mempunyai keahlian di bidang pendidikan yang digeluti dan bisa melanjutkan ke jenjang
yang lebih tinggi setelah tamat dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Banyak pilihan universitas yang bisa dimasuki, baik itu di dalam kota maupun di luar kota,
sehingga menyebabkan para mahasiswa harus jauh dari orang tua dan keluarga mereka. Di
tempat menimba ilmu yang jauh dari tempat tinggal mereka, banyak tantangan yang harus
dipenuhi, faktor internal maupun faktor eksternal berbagai permasalahan pun sedikit demi
sedikit muncul sehingga kehidupan mahasiswa pun menjadi semakin beragam. Masalah
masalah tersebut muncul karena adanya perbedaan antara lingkungan sekitar tempat dimana
dia tinggal dan kepribadian mereka. Termasuk juga permasalahan yang dialami mahasiswa di
Universitas Negeri Semarang ini. Mungkin tidak hanya mahasiswa Unnes saja yang
mengalami berbagai macam permasalahan, melainkan juga mahasiswa di berbagai penjuru
universitas pun juga pasti mengalaminya.
Lingkungan kampus atau berbagai aktivitas pembelajaran di kampus menuntut para
mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, karena mereka jauh dari orang tua dan sanak
keluarga. Banyak mahasiswa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus
karena kurangnya kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab mereka terhadap apa yang ada di
lingkungan sekitar.
Masalah-masalah yang dialami mahasiswa pun tidak hanya itu, banyak yang lain
misalnya : dalam hal pembelajaran di kampus yang dirasa sangat membosankan karena
mungkin sebagian dari mereka menyesal di jurusan yang telah dipilih, lingkungan kos yang
tidak mendukung untuk belajar dan mengembangkan diri, dan sulitnya membagi waktu antara
kuliah, mengerjakan tugas, dan organisasi sehingga sering membolos kuliah dan nilai nya pun
menjadi turun drastis. Di sisi lain, orang tua mereka menuntut anaknya untuk memperoleh IP
yang bagus di setiap semesternya, dan bisa diandalkan untuk memperoleh pekerjaan yang
layak setelah dia lulus kuliah pada jenjang sarjana. Jika kondisi mahasiwa yang kurang
bersemangat dalam menjalani kuliah, bagaimana harapan orang tua itu bisa tercapai.
Mungkin hanya kekecewaan yang akan orang tua mereka dapatkan.
Mahasiswa yang mempunyai banyak permasalahan seperti itu, biasanya karena
kurang menyadari arti tanggung jawab, kedispilinan, komitmen dan resiko yang akan mereka
hadapi pada masa yang akan datang. Dimana pada masa yang akan datang para lulusan
dituntut untuk semakin berkompeten dan profesional di bidangnya masing-masing. Kriteria
pekerjaan dan persaingannya pun akan semakin ketat.
Kondisi seperti diatas membuat para mahasiswa mengalami banyak tekanan karena
berbagai tuntutan yang harus mereka hadapi. Kadang-kadang mereka sering mengabaikan
kewajiban utama mereka di bangku kuliah yaitu belajar. Perlunya kesadaran tinggi untuk
menyadarkan permasalahan tersebut. Kesadaran diri itu tentunya timbul dari dalam diri
mereka sendiri.
Salah satu masalah yang sangat kompleks dan pasti dialami oleh mahasiswa adalah
ketika mahasiswa tidak bisa membagi waktu kuliah, tugas, dan organisasi. Kuliah harus
dijalani sementara organisasi pun tidak bisa ditinggalkan. Ketika antara ketiga hal tersebut
tidak bisa diatur secara bijaksana, maka akan berakibat fatal. Biasanya mahasiswa yang
seperti itu bingung harus memprioritaskan mana yang lebih penting.
Selain permasalahan di bidang akademik, adapun dari bidang non akademik yaitu
kondisi lingkungan kos yang kurang nyaman, tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru
di kampus baik itu dosen atau teman-temannya, kondisi ekonomi keluarga yang kurang
mencukupi, kesulitan kesulitan pribadi yang timbul dari dirinya sendiri, permasalahan kisah
kasih cintanya dan masih banyak yang lain. Hal yang demikian itu menyebabkan
permasalahan mahasiswa menjadi semakin banyak dan tentunya akan semakin kompleks.
Pada umumnya masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa ini dapat menghambat studi yang
harus mereka jalani.
Ketika mahasiswa menghadapi berbagai macam masalah yang ada, seringkali mereka
lari dari kenyataan dan bahkan menghindarinya, sehingga masalah yang mereka alami pun
tidak dapat terselesaikan dengan baik dan bahkan tidak ada jalan keluarnya sama sekali.
Harusnya kita sebagai mahasiswa mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa
kepedulian yang tinggi sehingga bisa lebih berkontribusi dengan baik, karena mahasiswa
dianggap sudah dewasa dan bisa berkomitmen tinggi untuk menjalani kehidupan yang lebih
baik lagi. Sebagai mahasiswa pun jangan mudah terombang ambing dengan kondisi yang
kurang mendukung untuk bisa berkembang ke arah yang lebih baik, mahasiswa harus
mempunyai pendirian yang teguh karena mahasiswa merupakan gerakan perubahan.
Tentunya perubahan menjadi lebih baik, sehingga ketika ada masalah yang timbul, kita bisa
menyelesaikannya secara dewasa dan mencari jalan keluar yang terbaik. Berubahlah menjadi
pribadi yang lebih baik dengan dimulai dengan niat dari dalam diri sehingga hasilnya pun
sesuai dengan usaha keras yang telah kita lakukan.

9 MASALAH MAHASIWA DAN ALTERNATIF SOLUSINYA
Masa kuliah adalah masa yang penuh dengan pengalaman dan kenangan. Setiap memiliki
pengalamannya masing-masing, baik-buruk, susah-senang, banyak macamnya. Dan setiap
orang memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang
mereka hadapi saat kuliah. Saat kamu memutuskan untuk masuk kedalam dunia kampus,
dunianya mahasiswa ada beberapa hal yang sebaiknya kamu tahu, agar kamu bisa lebih
efektif menyelesaikannya saat kuliah nanti. Seorang dosen berkata "Umur kita terlalu pendek
untuk mengulangi kesalahan orang lain", semoga bermanfaat.
Kuliah
Kuliah tidak seperti sekolah, usaha lebih besar harus kamu lakukan saat kuliah. Tugas yang
lebih banyak, jam kuliah yang kadang tidak teratur, praktikum, dan sebagainya. Ada
mahasiswa yang mengambil beban kuliahnya hanya 15 SKS dalam satu semester, tapi ada
juga yang mengambil hingga 21 SKS. Dengan waktu yang sempit, pasti akan sangat berat
bagi mahasiswa untuk menjalani semua itu.
Kita sebagai mahasiswa harus menyadari batas kemampuan kita, jika tidak mampu
mengambil 18 hingga 21 SKS, sebaiknya cukup ambil 15 SKS saja, kalau merasa mampu,
silahkan diambil. Perlu diingat juga, kuliah tidak hanya tentang belajar, belajar, dan belajar,
selingi juga dengan waktu-waktu untuk bermain atau berolah raga dengan teman agar fikiran
menjadi lebih segar. Aturlah waktu dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan kualitas
hidup dan kuliah yang lebih baik.

Uang
Kuliah berarti kamu harus mengeluarkan uang, walaupun kamu dapat beasiswa. SPP, kost,
makan, belanja barang, jalan-jalan, buku teks,fotokopi dan lain sebagainya, terkadang bisa
membuat mahasiswa frustasi. Hal ini diperparah dengan harga barang yang semakin tinggi.
Kadang juga ada mahasiswa yang harus bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri.
Saat ini banyak sekali tawaran beasiswa yang bisa sangat membantu kamu untuk mengatasi
masalah keungan, buat diri kamu pantas untuk menerimanya (kalau bisa prestasi, bukan surat
keterangan dari kelurahan) dan temukan beasiswanya. Kamu juga harus ketat dalam
pengeluaran, keluarkan uang hanya untuk hal yang penting (tapi sekali-kali gak papa).

Kerja
Banyak mahasiswa yang terpaksa bekerja untuk membiayai kuliahnya. Pilihan kerja oleh
mahasiswa yaitu part time job, diluar waktu kuliah. Namun hal ini akan menimbulkan
masalah baru bagi mahasiswa tersebut, kurang istirahat dapat mengganggu kesehatannya,
sehingga otomatis kuliahnya juga akan terganggu.
Kamu harus menentukan mana yang lebih penting, apakah kuliah atau bekerja. Jika kamu
memang harus bekerja, temukan pekerjaan yang lebih fleksibel dan tidak mengganggu kuliah
(termasuk waktu istirahat). Kamu dapat bertanya kepada dosen atau pengurus fakultas,
apakah ada yang dapat kamu lakukan untuk bisa memperoleh biaya kuliah. Kerja di kampus
tentu lebih nyaman, karena dosen tentu akan lebih paham dengan kesulitan kita.

Sakit
Sakit biasanya diirngi dengan perasaan sedih yang mendalam, terutama untuk yang kuliahnya
jauh dari rumah orang tua. Tidak ada yang merawat, ketinggalan kuliah, ketinggalan tugas,
kehilangan tanda tangan hadir, sungguh tragis.
Jaga kesehatan diri kamu, perhatikan makanan dan minuman yang kamu konsumsi. Berolah
raga adalah pilihan yang sangat baik. Tinggal dengan teman akan lebih baik dari pada tinggal
sendirian, ini supaya ada yang bisa merawat kamu dan tahu kondisi kamu.

Depresi
Masalah kuliah, uang, kerja, hubungan, terkadang membuat mahasiswa menjadi depresi.
Kamu bisa kehilangan konsentrasi saat berada dalam perkuliahan. Ada kelompok mahasiswa
yang mengalihkan depresiny kearah yang negatif, hal ini hanya akan membuat dia dia
semakin tertekan.
Agar kamu terhindar dari depresi, cobalah untuk menjalin hubungan baik dengan semua
orang, rajin-rajinlah silaturahmi, coba untuk berkonsultasi dengan orang yang bijak. Jika
kamu sudah depresi, alihkan energi kamu untuk sesuatu yang lebih bernilai positif, mungkin
seni, atau olah raga.

Teman-teman
Teman kuliah maupun teman-teman yang sering atau teman yang setiap harinya kita temui
adalah teman yang kita pada saat kondisi sedang berjaland dengan baik selalu. Diantara
mereka kita belum tau mana teman kita sebenarnya, yang ikut senang saat kita senang, dan
yang membantu sebisanya saat kita susah. Terlalu lama bergaul dengan teman yang itu-itu
saja juga tidak baik, pergaulan kita menjadi sempit, dan jika terjadi konflik biasanya sulit
untuk diperbaiki.
Sesekali pergilah keluar dari kesibukan sehari-hari sendirian, untuk sekedar menghirup udara
segar dan menenangkan pikiran. Sesekali juga pergilah keluar kota dengan satu dua atau lebih
teman, dengan bersama-sama melakukan perjalanan akan lebih memudahkan kita untuk lebih
mengenal siapa teman kita.

Nongkrong
Duduk nongkrong di warung kopi bukanlah suatu masalah, namun akan menjadi masalah bila
kita lebih sering di warung kopi daripada di kelas kuliah. Bahan pembicaraannya mulai dari
film hingga motor, dari masalah di rumah hingga wanita dan sebagainya. Terkadang
nongkrong ini juga dijadikan sarana untuk menghilangkan kepenatan badan dan pikiran. Tapi
sebenarnya hanya akan menambah penat.
Sekali-sekali nongkrong diwarung kopi bukan masalah, tapi pastikan tidak menjadi
kebiasaan. Banyak waktu kita yang sangat berharga terbuang percuma. Dari pada banyak
bicara sana-sini, lebih baik belajar di kost atau mulai menulis sesuatu.

Hubungan
Hubungan disini maksudnya hubungan dengan wanita, apakah kamu sedang berhubungan
wanita? Mungkin hubungan laki-laki dan wanita sudah dianggap biasa dalam zaman yang
serba edan ini. Namun patu.mt untuk diwaspadai agar jangan sampai permasalahan kita
dengan orang lain jadi menggangu kita.
Jangan sampai masalah ini membuat kita jadi malas untuk kuliah.
Buatlah batasan yang jelas antara urusan cinta dan kuliah untuk kamu sendiri, batasan disini
dapat berbeda untuk banyak oran.

Memilih Jurusan
Banyak juga mahasiswa yang bingung hingga stres dalam menentukan jurusan apa yang akan
dia pilih. Sebagian dari mereka takut jika jurusan yang dipilih saat kuliah akan mendikte apa
yang menjadi pilihan mereka saat akan bekerja nanti. Pilihlah jurusan yang paling sesuai
dengan hati kamu, jangan memilih karena diajak atau dipaksa orang lain. Kita yang akan
menjalani masa depan kita, tapi ingatlah untuk tetap realistis dalam menentukan pilihan kita.
Realistis disini dapat berarti kamu memilih jurusan dengan peluang masa depan yang lebih
cerah.

Ini hanya sembilan dari banyak masalah yang paling sering dialami oleh mahasiswa. Silahkan
tanyakan kepada mahasiswa yang anda kenal, paling tidak 7 dari masalah diatas dialami oleh
semua mahasiswa. Kamu yang menjalani, kamu yang harus tahu jalannya, jadikan masa
kuliah masa yang menyenangkan sambil mempersiapkan masa depan.
http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=1921

formatku ngene tok ko
contone apa .......
-jnis mslh : ... rasional/ irasional
-bentuk penelitian : ..... mnggunakan angket / tdk
-alasan: ....alasan contomu
-hasil : .....hasil contomu