Anda di halaman 1dari 29

MODUL OBSTETRIC GYNECOLOGIC

Seorang Wanita 24 Tahun Hamil 18 Minggu


KELOMPOK X

Anifah 03007020
Indira Wulandari 03009120
Penny Nastiti R.L 03009180
Senida Ayu R 03009230
Sarah Margareth Felicia 03010070
Kelly Khesya 03010150
Liana Anggara Rizkia 03010160
Maria Christiningrum 03010170
Mochammad Satrio 03010180
Mochammad Fachri R 03010190
Nadia Andriani 03010144
Rosalina Hutapea 03010240




FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI


BAB 1
PENDAHULUAN
Secara biologis, proses kehamilan melibatkan sperma dan ovum dari pasangan yang
subur, proses pembuahan ovum (konsepsi), nidasi dan pertumbuhan janin itu sendiri sehingga
siap untuk dilahirkan. Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira
280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari atau 43 minggu. Kehamilan 40 minggu
disebut kehamilan matur atau cukup bulan. Bila lebih dari 43 minggu, disebut kehamilan
postmatur. Kehamilan 28-36 minggu disebut kehamilan premature. Kehamilan yang terakhir
ini mempengaruhi viabilitas atau kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan, karena bayi yang
terlalu muda memiliki prognosis yg buruk. Ditinjau dari tuanya kehamilan,kehamilan dibagi
menjadi 3 bagian, masing-masing adalah kehamilan triwulan pertama ,kedua dan ke tiga.
Triwulan pertama yaitu antara 0-12 minggu,dimana alat-alat mulai terbentuk. Triwulan kedua
atau 12-28 minggu, alat-alat sudah terbentuk namun belum sempurna dan viabilitas janin
masih disangsikan. Janin yg dilahirkan dalam triwulan terakhir telah dapat hidup. Mengingat
didalam masa kehamilan ,janin berkembang dan dipersiapkan untuk hidup diluar
kandungan,maka masa-masa itu adalah masa yg penting bagi janin dan ibu itu sendiri, karena
kesehatan keduanya akan saling mempengaruhi. Kesehatan ibu selama masa kehamilan
sangat perlu dipantau untuk menjaga janin supaya bisa berkembang sebagaimana mestinya,
dan supaya ibupun dapat menikmati masa-masa kehamilan tersebut. Demikian juga
perkembangan janin perlu pemantauan teratur.








BAB II
LAPORAN KASUS

Seorang wanita, 21 tahun, datang ke Poliklinik Kebidanan RS Trisakti untuk
memeriksakan kehamilannya. Hari pertama haid terakhir tanggal 21 Maret 2013. Siklus haid
teratur. Pasien sudah dua kali memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan rumah sakit
lain dan dikatakan kehamilannya berkembang baik.
Pada anamnesis didapatkan bahwa pada saat ini pasien mengeluh cairan vagina menjadi lebih
banyak dari biasanya dan disertai rasa tidak nyaman pada daerah pinggang dan panggul.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan:
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Respiration Rate : 20x/menit
Nadi : 84x/menit
Suhu : 37
o
C
Congjungtiva : Tidak anemis
Thorax : Jantung dan Paru-paru dalam batas normal
Status Obstetrikus :
Fundus uteri setengah pusat-simpisis
Ballottement (+)
Denyut Jantung janin : 152 dpm
Inspeksi vulva uretra tenang
Status Ginekologis :
Tampak dinding vagina dan serviks berwarna kebiruan
Fluksus (-)
Fluor albus (-)
Tidak tampak massa pada serviks dan vagina
Ekstermitas : Edem (-)




















BAB III
PEMBAHASAN
ANAMNESIS

1. Identitas Pasien :
Nama : -
Umur : 21 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : -
2. Keluhan Utama : datang untuk memeriksakan kehamilannya


ANAMNESIS TAMBAHAN
Anamnesis yang ditanyakan merupakan pertanyaan untuk memastikan hipotesis yang
sudah dipikirkan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :
1. Apakah kehamilan sekarang adalah kehamilan pertama?
2. Apakah ada keluhan mual berlebihan?
3. Apakah selama masa kehamilan ini sudah pernah divaksin TORCH?
4. Apakah sedang mengkonsumsi obat-obatan selama kehamilan ini?
5. Apakah pasien sedang menderita penyakitr tertentu, seperti penyakit jantung?
6. Apakah ada riwayat diabetes pada pasien?
7. Bagaimana lifestyle ibu? Apakah merokok, minum minuman alcohol, dan
seberapa sering berolahraga?
8. Bagaimana dengan cairan yang keluar dari vagina?volume,bau dan warnanya?
Pemeriksaan Hasil Nilai
Normal
Interpretasi
Status
Generalis
Tekanan Darah 110/80 120/80 Normal
Nafas 20x/menit 16-20x/menit Normal
Nadi 84x/menit 60-100x/menit Normal
Suhu 37
0
C 36,5-37,2
0
C Normal
Conjunctiva Tidak anemis Tidak anemis Normal
Thorax Jantung Dalam batas
normal
Dalam batas
normal
Normal
Paru Dalam batas
normal
Dalam batas
normal
Normal
Status
Obstetrikus
Fundus uteri Setengah pusat
simphisis
- Tepat untuk
kehamilan 16
minggu
Balotement (+) (+) menunjukkan bahwa
kepala teraba di
fundus uteri

Denyut jantung
janin
152 dpm 120-160x/menit Normal
Vulva uretra Tenang Tenang Normal
Inspekulo Dinding vagina
& cervix
Warna
kebiruan
- Fisiologis
diakibatkan
bertambahnya
aliran pembuluh
darah
(hipervaskularisasi)
di area vagina &
cervix
Fluksus (-) (-) Normal
Fluor
albus
(-) (-) Normal
Massa (-) (-) Normal

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum :
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital
a. Suhu : 37
o
C
Normalnya 36,5-37,2
0
C. Pada pasien ini suhunya normal. Pada kehamilan, ibu
lebih mudah terkena infeksi terutama infeksi saluran kemih. Progesteron dapat
menurunkan kontraksi otot ureter dan vesika urinaria, akibatnya ureter dan vesika
urinaria akan melebar (dilatasi). Dilatasi tersebut menurunkan drainase dari aliran
urin sehingga dapat memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih.
b. Denyut nadi : 90 x/menit
Normalnya 60-100 kali/menit. Denyut nadi pasien masih dalam batas normal.
Pada kehamilan, kebutuhan suplai darah akan meningkat untuk memenuhi suplai
ke janin dan untuk penagangkutan kelebihan sisa metabolisme (akibat
metabolisme yang meningkat). Kebutuhan peningkatan cardiac output tersebut
diperoleh dengan cara meningkatkan volume darah melalui penurunan resistensi
vaskular sistemik (efek sekunder dari progesteron) dan peningkatan retensi air
melalui pengaktivan sistem renin angiotensin aldosteron. Peningkatan volume
darah tersebut menyebabkan peningkatan denyut nadi.

c. Tekanan darah : 110/80 mmHg
Normalnya, sistolik < 120 dan diastolic < 80. TD pasien ini masih dalam batas
normal. Pada awal kehamilan TD turun karena progesteron menurunkan resistensi
vaskular sistemik, akibatnya cardiac output akan meningkat sebanyak 30-50%.
TD tersebut akan kembali ke nilai dasar pada kehamilan aterm. Pengukuran TD
penting dalam asuhan antenatal care, sebab hipertensi dapat menyebabkan
kematian ibu akibat komplikasi yang ditimbulkannya. Komplikasi jangka pendek
berupa gagal ginjal, pertumbuhan janin terhambat, stroke, edema paru, dan
sebagainya. Sedangkan komplikasi jangka panjangnya adalah pre-eklampsia.
d. Pernapasan : 20x/menit
Normalnya 16-20x/menit. Pasien ini pernapasannya normal. Saat hamil
dibutuhkan oksigen lebih banyak dengan meningkatkan oksigen yang masuk dan
karbondioksida yang keluar. Akan tetapi kecepatan pernapasan pada ibu hamil
biasanya tidak berubah (tidak sampai melebihi batas normal), sebab kebutuhan
oksigen yang meningkat tersebut dipenuhi dengan peningkatan volume tidal dan
penurunan residual.

Konjungtiva : tidak anemis
Konjungtiva biasanya anemis pada ibu hamil karena terjadi hemodilusi akibat
meningkatnya retensi air yang lebih dominan dibandingkan dengan pembentukan
komponen darah lainnya. Walaupun conjungtiva Ny.X tidak anemis,tetapi tidak dapat
menyingkirkan kemungkinan bahwa Ny.X mengalami anemia.
Thoraks : jantung dan paru paru dalam batas normal
Abdomen :
Status obstetrikus:
Fundus uteri setengah pusat simfisis:
tinggi fundus uteri menjadi patokan usia kehamilan di mana pada pasien
diperkirakan usia kehamilannya sekitar 16 minggu
Ballottement (lentingan janin dl uterus saat palpasi) (+) menunjukkan
bahwa kepala teraba di fundus uteri.
Pada kehamilan muda (kira-kira 20 minggu) air ketuban jauh lebih banyak
sehingga dengan menggoyangkan uterus atau sekonyong-konyong uterus
ditekan maka janin akan melenting dalam uterus, keadaan inilah yang
disebut dengan ballottement (+),
denyut jantung janin (djj) 152 dpm ( denyut permenit ) normal (djj
normal = 120-160x/ menit). Hal ini merupakan salah satu tanda bahwa
janin yang dikandung Ny.X dalam keadaan sehat.
Inspeksi vulva uretra tenang Normal
Genitalia :
Status Ginekologis:

Inspekulo:
Tampak dinding vagina dan serviks berwarna kebiruan, menunjukkan
adanya hipervaskularisasi pembuluh darah
Fluksus (-), normal.Fluksus adalah aliran atau lelehan cairan dari alat
tubuh
Fluor albus (-) normal
Fluor albus (keputihan) adalah cairan tubuh (bukan darah) yang keluar dari
organ reproduksi wanita. Keadaan ini dapat bersifat fisiologis atau
patologis. Keputihan yang fisiologis dapat timbul saat terjadi perubahan
siklus hormonal, seperti sebelum pubertas, stress psikologis, sebelum dan
setelah datang bulan, kehamilan, saat menggunakan kontrasepsi hormonal,
atau saat menopause. Sedangkan yang patologis dapat disebabkan karena
mikroorganisme atau benda asing dalam vagina, keganasan dan
menopause.
Tidak tampak massa pada serviks dan vagina normal
Ekstremitas : edema -/- Normal
Penyebab edema multietiologi, seperti hipoalbumin, gangguan ginjal, gangguan
ginjal, gangguan jantung,dan gangguan hati.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan lab yang dianjurkan untuk dilakukan adalah :
1. Pemeriksaan darah rutin , untuk memeriksa kadar hemoglobin darah, karena
pada ibu hamil biasanya kada hemoglobin lebih rendah akibat hemodilusi
2. Pemeriksaan urin untuk mengecek adanya kadar proteinuri apabila ada
gangguan fungsi ginjal akibat kehamilan.
3. Pemeriksaan gula darah, untuk menyingkirkan kemungkinan diabetes melitus
4. Tes hepatitis dan TORCH
5. Pada pasien juga dianjurkan untuk dilakukan USG untuk melihat
perkembangan janin dan letak plasenta
DIAGNOSIS
Hamil dengan usia kehamilan 18 minggu dan dengan kondisi janin yang normal.

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana yang dapat diberikan pada pasien berupa edukasi yaitu :
1. Menjaga nutrisi yang adekuat.
Zat besi
Metabolisme yang tinggi pada ibu hamil memerlukan oksigenasi jaringan
yang diperoleh dari pengikatan dan pengantaran oksigen melalui hemoglobin
di dalam sel darah merah. Untuk menjaga konsentrasi Hb yang normal
diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamil dengan jumlah 30 mg/hari.
Asam folat
Selain zat besi , sel darah merah memerlukan asam folat bagi pematangan
sel.Jumlah asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 400 mikrogram
perhari.Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik
pada ibu hamil.
Protein
Jumlah protein yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 85 gram per
hari.Sumber protein dapat didapatkan dari kacang-kacangan atau hewani.
2. Memberikan penjelasan tentang jadwal kontrol selanjutnya.
3. Memberikan penjelasan tentang antenatal care.
4. Olahraga ringan untuk mempermudah persalinan seperti jalan kaki, senam hamil, dan
yoga.
5. Jangan melakukan kerja berat supaya ibu hamil tidak mudah lelah.
6. Merawat kebersihan tubuh, pakaian , dan merwat payudara.











BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi dan Fisiologi Alat Reproduksi Wanita
Terbagi menjadi: Genitalia eksterna dan genitalia interna
a. Genitalia Eksterna:
1. Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons
pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, hyimen, vestibulum, orificium urethrae
externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
2. Mons pubis atau mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior simfiisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini
mulai ditumbuhi rambut pubis.
3. Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak
mengandung pleksus vena. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora.
Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).
4. Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut.
Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
5. Klitoris
Terdiri dari caput/glans klitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan
corpus klitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog
embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada
klitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
6. Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora.
Berasal dari sinus urogenital. Terdapat orificium, yaitu orificium uretra externum,
introitus vagina, duktus glandula Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-
kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
7. Introitus / orificium vagina.
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis tertutup lapisan tipis bermukosa
yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang
kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval,
cribiformis, septum atau fimbriae.
8. Perineum
Yang terletak antara vulva dan anus, panjangnya kira-kira 4 cm.
b. Genitalia interna:
1. Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi servix uteri di
bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar
servix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior,
dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding
dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus
haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir
dan untuk kopulasi (persetubuhan). Bagian atas vagina terbentuk dari duktus
Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices
anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot),
merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat
sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
2. Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi
konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan
pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari korpus, fundus,
kornu, isthmus dan serviks uteri. Ligamentum penyangga uterus terdiri dari
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale,
ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum
infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rektouterina
3. Tuba Falloppi
Terdri atas :
a. Pars interstitial, bagian yang terdapat dalam dinding uterus
b. Pars Ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya
c. Pars ampularis, merupakan bagian berbentuk seperti saluiran lebar, tempat
konsepsi terjadi
d. Infundubulum, bagian ujung tuba untuk menangkap telur dan
menyalurkannnya ke dalam tuba.
4. Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang
kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah
dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi dalam
pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal
primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran
ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna
folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars
infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae menangkap
ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum
ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium.
Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
1


Siklus menstruasi
Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang
disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel
telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh
lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominan hingga kemudian mulai
memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormon
estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut
tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk
menerima sel telur tersebut. Hormon estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih
banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.
Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut
dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu
terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika
pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut
memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi.
Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba
falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya menanamkan diri didalam rahim. Kemudian, sel
telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic
Gonadotrophin (HCG) Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.
Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh
dan terjadinya proses menstruasi berikutnya.

Fase-fase dalam siklus menstruasi:
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase
ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium,
dan uterus. Fase-fase tersebut adalah :

a. Fase menstruasi atau deskuamasi
Fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan
lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari.
b. Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai
sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama 4 hari.
c. Fase intermenstum atau fase proliferasi
Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada endometrium 3,5 mm. Fase ini
berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus menstruasi. Fase proliferasi
dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :
1. Fase proliferasi dini, terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali
dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.
2. Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan
bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang
tinggi.
3. Fase proliferasi akhir, berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat
dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
d. Fase pramenstruasi atau fase sekresi
Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira
tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan
mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium
terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang
dibuahi. Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu :

a. Fase sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena
kehilangan cairan.
b. Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan
menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang
mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah
kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial.
Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi

Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Perempuan Hamil
a. Sistem reproduksi
1. Uterus
Trimester 1
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot sementara produksi meosit
yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan ikat dan
elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan meningkatkan kekuatan
dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan
bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalanya hanya sekitar
1,5 cm bahkan kurang. Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh
hormon esterogen dan sedikit oleh progesteron, akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu
lebih penambahan ukuran uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi. Pada awal
kehamilan tuba fallopi, ovarium, dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks
fundus, sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus.
Posisi plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus, dimana bagian uterus yang
mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian
lainnya. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan
tanda piscaseck. Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya
seperti buah alvokat. Seiring dengan perkembangan kehamilannya, daerah fundus dan korpus
akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.Isthmus uteri
pada minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan
isthmus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tandaHegar. Pada akhir
kehamilan 12 minggu uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus seiring
perkembangannya,uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus kesamping,
dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati. Sejak trimester I kehamillan uterus
akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri.
Trimester 2
Bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan
berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban
dan dinding rahim terasa tipis.
Posisi rahim :
a. Pada empat bulan kehamilan,rahim tetap berada pada rongga pelvis.
b. setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai
batas hati.
c. rahim yang hamil biasa nya mobilitas nya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau
kiri pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana
desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak
antara pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada
kehamilan 20 minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu,
TFU terletak setinggi pusat.
Trimester 3
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan empat
puluh minggu.pada kehamilan 28 minggu, TFU terletak 2-3 jari diatas pusat,pada kehamilan
36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Px. Dan pada kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga
jari dibawah px. Pada trimester III , istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan
berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan
tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis
(tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih
tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Dinding uterus diatas lingkaran
ini jauh lebih tebal daripada SBR.

2. Serviks
Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan terjadi
akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinye edema pada seluruh serviks bersamaan
dengan terjadinya hipertrofi dan hiperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks. Jaringan ikat
ekstraseluler serviks terutama kolagen tipe 1 dan 3 dan sedikit tipe 4 pada membrana basalis.
Dimana molekul-molekul kolagen itu, berkatalasi glikosaminoglikan dan proteoglikan
terutama dermatan sulfat, asam hialuronat dan heparin sulfat. Juga ditemukan fibronektin dan
elastin diantara serabut kolagen.
Serviks didominasi jaringan ikat fibrosa. Komposisi berupa jaringan matriks ekstraseluler
terutama kolagen dengan elastin dan proteglikan dan bagian sel yang mengandung otot dan
fibroblas, epitel serta pembuluh darah. Pada akhir trimester pertama kehamlian , berkas
kolagen menjadi kurang kuat terbungkus. Hal ini akibat penurunan konsentrasi kolagen
secara keseluruhan, dengan sel otot polos dan jarinagn elastis, serabut kolagen bersatu ke
arah paralel terhadap sesamanya sehingga serviks menjadi lunak. Kelenjar-kelenjar di serviks
akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita
yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada keadaan
ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon
progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-
minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu
persalinan.

3. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dari pematangan folikel baru juga ditunda.
Hanya 1 korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi
maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil
progesteron dalam jumlah minimal.
Relaksin disekresikan oleh korpus luteum, desidua, placenta dan hati. Fungsinya dalam
proses remodelling jaringan ikat pada saluran reproduksi yang kemudia akan mengakomodasi
kehamilan dan keberhasilan proses persalinan.

4. Vagina dan perineum
Vagina dan vulva terjadi perubahan karena pengaruh estrogen. Akibat hipervaskularisasi,
vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livide pada vagina atau portio
serviks disebut tanda Chadwick.
Dinding vagina mengalami banyak perubahan dengan meningkatnya ketebalan mukosa,
mengendornya jaringan ikat dan hipertrofi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan
bertambahnya panjang dinding vagina. Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi,
dimana sekresinya berwarna keputihan, menebal, dan pH antara 3,5-6 yang merupakan hasil
dari peningkatan produksi asam lakatat glikogen yang dihasilkan oleh epitel vagina sebagai
aksi dari lactobacillus acidophilus.

b. Kulit
Pada kulit dinding perut terjadi perubahan warna menjadi kemerahan , kusam dan kadang
juga mengenai paha dan payudara, ini dikenal sebagai striae gravidarum. Kulit perut pada
linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. Kadang-kadang akan mucul pada
wajah dan leher disebut chloasma atau melasma gravidarum.

c. Payudara
Selama kahamilan payudara bertambah besar, tegang, berat. Dapat teraba noduli noduli,
akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena vena lebih membiru. Hiperpigmentasi
pada puting susu dan areola payudara. Dan terdapat kolostrum berwarna kuning.
Perkembangan payudara ini karena pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen,
progesteron dan somatomamotropin.
Perubahan payudara pada ibu hamil
- Payudara menjadi lebih besar
- Areola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi.
- Glandula Montgomery makin tampak menonjol dipermukaan areola mamae.
- Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu keluar cairan putih jernih
(kolostrum) yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi.
- Pengeluaran ASI belum berjalan oleh karena prolaktin ini ditekan oleh PIH
(Prolaktine Inhibiting Hormone).
- Setelah persalinan , dengan dilahirkannya plasenta pengaruh estrogen, progesterone
dan somotomammotropin terhadap hipotalamus hilang sehingga prolaktin dapat
dikeluarkan dan laktasi terjadi.

d. Perubahan Metabolik
Sebagian besar penambahan berat badan selam kehamilan berasal dari uterus dan isinya.
Kemudian payudara, volume darah dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan
berat badan akan bertambah 12,5kg. Peningkatan jumlah cairan selam kehamilan adalah
fisiologis yang disebabkan oleh turunnya osmolaritas dari 10 mOsm/kg yang diinduksi oleh
makin rendahnya ambang rasa haus dan vasopresin. Penambahan tekanan vena dibagian
bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial vena kava yang bermanifestasi pada adanya
pitting edema di kaki dan tungkai terutama pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan
osmotik koloid di interstisial juga akan menyebabkan edema pada akhir kehamilan. Hasil
konsepsi , uterus, dan darah ibu secara relatif mempunyai kadar protein yang lebih tinggi
dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein per hari 51 g.
Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan
kadar insulin, hiperglikemia postprnadial dan hiperinsulinisme. Konsentrasi lemak ,
lipoprotein adan aplipoprotein dalam plasma akan meningkat selama kehamilan. Lemak akan
disimpan sebagian besar di sentral yang kemudian akan digunakna janin sebagai nutrisi
sehingga cadangan lemak itu akan berkurang. LDL akan mencapai puncaknya pada minggu
ke 36 sementara HDL akan mencapai puncaknya pada minggu ke 25 berkurang sampai
minggu ke 32 dan kemudian menetap. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan hormon progesteron
dan estrogen. Selama kehamilan ibu akan menyimpan 30g kalsium yang sebagian besar akan
digunakan untuk pertumbuhan janin. Zinc sangat penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan janin. Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel dalam
sisntesis DNA/RNA. Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya
anemia megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta awal kehamilan diduga
akan menyebabkan neural tube defect pada janin, asupan asam folat 0,4mg/hari sampai usia
12 minggu.

e. Sistem Kardiovaskular
Pada minggu ke 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini untuk mengurangi
resistensi vaskuar sistemik. Selain itu terjadi peningkatan denyut jantung. Antara minggu ke
10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan preload.
Performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vaskular
sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial. Kapasitas vaskukar juga meningkat.
Peningkatan estrogem dan progesteron menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan penurunan
resistensi vaskular perifer. Ventrikel kiri akan mengalami hipertrfi dan dllatasi untuk
memfasilitasi perubahan cardiac output, tetapi kontraktilitasmya tidak berubah. Bersamaan
dengan perubahan posisi diafragma , apeks akan bergerak ke anterior dan ke kiri sehingga
pada pemeriksaan EKG akan terjadi deviasi aksis kiri, depresi aksis kiri, depresi segmen ST,
dan inverse atau pendataran gelombang T pada lead III. Volume dan darah total dan volume
plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah
banyak, kira kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung
(cardiac output) yang meningkat sebanyak kurang lebih 30%. Akibat hemodilusi yang mulai
jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh
dalam keadaan dekompensasio kordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat
mendekati cukup bulan.
Hipervolemi selama kehamilan mempunyai fungsi berikut :
- Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipertrofi sistem vaskular.
- Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus balik vena
dalam posisi terlentang dan berdiri.
- Untuk menjaga ibu dari efek kehilangan darah yang banyak pada saat pesalinan.
- Volume darah ini akankembali seperti sediakala pada 2-6 minggu setelah persalinan.

f. Traktus Digestivus
Pada bulan bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini akibat
kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot otot traktus digestivus menurun
sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada di
dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus usus. Hal ini
mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pola obstipasi yang memang
merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada bulan bulan
pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hari, dikenal sebagai
morning sickness. Emesis, bila terlampau sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut
hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologik. Salivasi ini adalah pengeluaran air liur
berlebihan daripada biasa. Bila terlampau banyak, ini pun menjadi patologik.

g. Traktus Urinarius
Pada bulan bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai
membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya
kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala
janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi
karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri
membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar daripada
ureter kiri karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini
disebabkan olehkarena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang
bergerak lebih sering memakai tangan kanannya atau disebabkan oleh letak kolon dan
sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut lebih
sering dijumpai hidroureter dekstra dan pielitis dekstra. Disamping sering kencing tersebut
diatas terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di
ginjal pada kehamilan sehingga filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorbsi
di tubulus tidak berubah sehingga lebih banyak dapat dikeluarkan urea, asam folik dalam
kehamilan.

h. Sistem Endokrin
Selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar 135 %. Prolaktin akan
meningkat 10x lipat pada saat kehamilan aterm. Sebalikanya setelah persalinan konsemtrasi
dalam plasma akan menurun. Kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran hingga 15,0 ml
pada saat persalinan akibat dari hiperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularisasi.
Pengaturan konsentrasi kalsium berhubungan dengan magnesium, fosfat, hormon paratiroid,
vitamin D dan kalsitonin. Konsentarsi hormon paratiroid akan menurun pada trimeste
pertama kemudian akan meningkat secara progresif. Fungsi paratoroid untuk memasok janin
dengan kalsium yang adekuat dan mempunya peran dalam produksi peptida pada janin,
plasenta dan ibu. Pada saat hamil dan menyusui dianjurkan untuk mendapat asupan vitamin D
10 g atau 400 IU. Kelenjar adrenal pada kehamilan akan mengecil sedangkan hormon
androstenedion, testosteron, dioksikortikosteron, aldosteron, dan kortisol akan meningkat.
Sementara itu dehidropiandrosteron sulfat akan menurun.

i. Sistem Muskuloskletal
Lordosis yang progersif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat
kompensasi dari pembesaran uterus ke posisis anterior, lordosis menggeser pusat daya berat
ke belakang ke arah dua tungkai. Sendi sakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis akan meningkat
mobilitasnya yang diperkirakan karena pengaruh hormonal. Mobiltas tersebut dapat
mengakibatkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak enak
pada bagian bawah punggung terutama pada akhir kehamilan. Untuk dapat menegakkan
kehamilan maka dapat ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda
dangejala hamil sehingga bidan dapat mendiagnosa kehamilan.
2

Tanda Kehamilan
Adalah sekumpulan tanda atau gejala yang timbul pada wanita hamil yang terjadi akibat
perubahan fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan.
a. Kategori Tanda Kehamilan
1. Presumsi
Adalah perubahan yang dirasakan ibu / Kemungkinan /Dugaan hamil.
Tanda- tanda dugaan hamil :
1. Amenorea (terlambat datang bulan)
2. Mual dan Muntah
Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama.
Gejala ini sering terjadi pada pagi hari disebut morning sickness of pregnancy. Bila
terlampau sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut
denganHiperemesis Gravidarum.
3. Mengidam.
Pada beberapa wanita ditemukan adanya (ngidam makanan) yang mungkin berkaitan
dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa
mual dan muntah. Kondisi lainnya adalah Pica (mengidam) yang sering dikaitkan
dengan anemia akibat defisiensi zat besi ataupun adanya suatu tradisi.
4. Sinkope atau pingsan
5. Pingmentasi Kulit
Sekitar Pipi (Cloasma Gravidarum) Keluarnya Melanophore Stimulating Hormone
(MSH) hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi pada kulit
Dinding perut
- Stria livide dan albican
- Linea Ningra dan alba
Sekitar Payudara
- Hiperpigmentasi areola mamae
- Putting susu makin menonjol
- Kelenjar montgomery menonjol
- Pembuluh darah manifes sekitar payudara
6. Salivasi berlebihan
7. Epulis (Hipertropi dari papil gusi)
8. Varices
Karena pengaruh dari estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah
vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu
terjadi disekitar genetalia eksterna, kaki, betis dan payudara dan dapat menghilang
setelah persalinan.
9. Payudara tegang
Pengaruh estrogen dan progesteron dan somamotropin menimbulkan deposit lemak,
air dan garam pada payudara. Payudara membesar dan tegang, ujung syaraf tertekan
menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama.
10. Sering Kencing
Uterus yang membesar pada TM I akan menyebabkan tertekannya kandung kencing.
Pada TM II umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar
dari rongga panggul dan pada TM III gejala ini dapat timbul lagi karena janin mulai
masuk ke ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing.
11. Obstipasi
Karena pengaruh hormon progesteron dapat menghambat peristaltik usus sehingga
menyebabkan kesulitan untuk BAB.
12. Anoreksia atau tidak ada selera makan
Biasanya timbul pada TM I, kemudian nafsu makan akan muncul kembali.
Pada kehamilan muda bisa ditremukan:
13. Tanda Hegar
Pada minggu-minggu pertama istmus uteri mengadakan hipertropi sehingga lebih
panjang dan lebih lunak. Pada VT jika 2 jari tangan dalam diletakkan pada forniks
posterior dan tangan yang satunya pada dinding perut depan diatas simpisis, maka
istmus uteri sedemikian lunaknya, seolah-olah corpus uteri tidak berhubungan dengan
serviks.
14. Tanda Brackston Hicks
Kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada waktu pemeriksaan.
Maka kadang-kadang corpus uteri yang lunak menjadi lebih keras. Hal tersebut
disebabkan karena timbulnya kontraksi.
15. Tanda Piscasek
Uterus membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas kejurusan tersebut.
Sehingga pertumbuhan uterus tidak rata, uterus lebih cepat tumbuh didaerah
implantasi dari blastosit dan daerah insersi plasenta.
16. Tanda Goodell
Pelunakkan serviks dikarenakan pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena
timbulnya oedema dari serviks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar serviks. Jaringan ikat
pada serviks banyak mengandung kolagen, akibat kadar estrogen meningkat,
menyebabkan hipervaskularisasi maka kosistensi serviks menjadi lunak.
17. Tanda Chadwicks
Peningkatan vaskularisasi yang menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa
vagina, vulva dan serviks akibat meningkatnya hormon estrogen. Warna portio pun
tampak livide.


Tanda pasti kehamilan
a. Teraba bagian-bagian janin dan dapat dikenal bagian- bagian janin
b. Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
c. Dapat dirasakan gerakan janin
d. Pada pemeriksaan dengan sinar Rotgen tampak kerangka janin.
e. Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat
diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin.
3


Penatalaksanaan
1. Nutrisi yang memadai
Kalori
Jumlah kalori yang dibutuhkan untuk ibu hamil setiap harinya adalah 2.500 kalori. Dijelaskan
jenis makanan dan komposisinya untuk memenuhi kecukupan kalori tsb. Jumlah kalori
berlebih dapat menyebabkan obesitas dan hal ini merupakan faktor predisposisi untuk
terjadinya preeklampsia. Bagi ibu dengan berat badan sebelum hamil termasuk normal,
pertambahan berat badan sebaiknya tidak melebihi 10 12 kg selama hamil.
Protein
Jumlah protein yang dibutuhkan untuk ibu hamil 85 gram per hari. Dari kacang-kacangan,
ikan, ayam, keju, susu, telur. Defisiensi protein dapat menyebabkan kelahiran prematur,
anemia, dan edema.
Kalsium
Kebutuhan kalsium untuk ibu hamil 1,5 gram per hari.kalsium dibutukan untuk pertumbuhan
janin,terutama untuk pengembangan otot dan rangka, sumber kalsium yang muda diperoleh
adalah Susu, keju,yoghurt, kalsium karbonat. Defisiensi kalsium dapat menyebabkan riketsia
pada bayi, osteomalasia dan kram pada ibu.

Zat besi
Jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk ibu hamil dengan jumlah 30 mg/hari, terutama setelah
trimester kedua. Kekurang zat besi pasa ibu hamil dapat menyebabkan anemia zat besi.
Asam folat
Selain zat besi, sel-sel darah merah juga memerlukan asam folat bagi pematangan sel.
Diperlukan 400 mikrogram per hari asam folat untuk ibu hamil. Defisiensi asam folat dapat
menyebabkan anemia megaloblastik pada ibu hamil.
2. Perawatan payudara
Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi dengan
baik pada saat diperlukan. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan membuka
duktus dan sinus laktiferus, sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan benar, karena
pengurutan yang salah dapat menimbulkan kontraksi pada rahim. Basuhan lembut setiap hari
pada areola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. Untuk
sekresi yang mengering pada puting susu, lakukan pembersihan dengan menggunakan
campuran gliserin dan alkohol. Karena payudara menegang, sensitif, dan menjadi lebih berat,
maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai (brassiere).
3. Perawatan gigi
Paling tidak dibutuhkan dua kali pemeriksaan gigi selama kehamilan, yaitu pada trimester
pertama dan ketiga. Penjadwalan untuk trimester pertama terkait dengan hiperemesis [sering
mual dan muntah] dan ptialisme (produksi liur yang berlebihan) sehingga kebersihan rongga
mulut harus selalu terjaga. Sementara itu, pada trimester ketiga, terkait dengan adanya
kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan janin sehingga perlu diketahui apakah terdapat
pengaruh yang merugikan pada gigi ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi setelah
makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap terjadinya carries dan gingivitis.
4. Kebersihan tubuh dan pakaian
Kebersihan tubuh harus terjaga selama kehamilan. Perubahan anatomik pada perut,
area genitalia/lipatan paha, dan payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi
lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Sebaiknya gunakan
pancuran atau gayung saat mandi, tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan
melakukan vaginal douche. Gunakan pakaian yang longgar, bersih dan nyaman, dan
hindarkan sepatu tinggi dan alas kaki yang keras (tidak
Beristirahat cukup, minimal 8 jam pada malam hari dan 2 jam di siang hari.
Ibu tidak dianjurkan untuk melakukan kebiasaan merokok selama hamil karena dapat
menimbulkan vasospasme yang berakibat anoksia janin [janin kehabisan oksigen],
berat badan lahir rendah (BBLR), prematuritas, kelainan kongenital, dan solusio
plasenta

5. Mendiskusikan jenis latihan/olahraga yang baik untuk ibu
Lakukan gerak tubuh ringan, misalnya berjalan kaki, terutama pada pagi hari. Jangan
melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dan hindarkan kerja fisik yang dapat
menimbulkan kelelahan yang berlebihan
Mengikuti senam hamil
6. Menasehati bumil & keluarga untuk mencari pertolongan segera jika mendapati
(1) Menjelaskan tanda-tanda bahaya yang sering terjadi
Preeklampsi
(2) Menjelaskan gejala dan tanda yang harus diwaspadai
Muntah berlebihan
Disuria
Menggigil atau demam
Ketuban pecah dini
Uterus lebih besar atau lebih kecil dari usia kehamilan
(3) Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapatkan tanda bahaya :
Perdarahan pervaginam
Sakit kepala lebih dari biasa
Gangguan penglihatan
Pembengkakan pada wajah/tangan
Nyeri abdomen/epigastrik
Janin tidak bergerak sebanyak seperti biasanya
7. Menjelaskan pola seksualitas
memberitahukan dampak seks pada kehamilan agar anjurkan pilihan posisi koitus
selama kehamilan
diskusikan kapan sebaiknya membatasi hubungan seks saat hamil
4

















BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik pada pasien dapat disimpulkan bahwa
pasien tersebut hamil dengan usia kandungan 18 minggu dan keadaan janin dalam keadaan
normal. Keluhan pasien seperti keluar cairan dari vagina dan kebiruan juga merupakan hal
fisiologis yang dialami oleh wanita yang sedang hamil. Tatalaksana yang kami lakukan
terhadap pasien ini terhadap pasien dapat dilakukan edukasi kepada ibu dan keluarga dan
juga melakukan kontroling secara teratur untuk memantau perkembangan janin dan ibu
tersebut.















Daftar Pustaka
1. Wirakusumah FF, Mose JC, Handono B. Obstetri Fisiologi Ilmu Kesehatan
Reproduksi. 2
nd
ed. Jakarta: EGC; 2010. p. 110-21; 129-31; 152-3.
2. Sheerwood Lauralee. Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem. Jakarta: penerbit buku
kedokteran EGC,2001.0.708-2
3. Adriaansz G. Asuhan Antenatal. In: Saifuddin AB, Rachimhadhi T, Wiknjosastro GH,
editors. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. 4th ed. Jakarta: PT. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo; 2009. p. 281-7.
4. Cunningham, Mac Donald, Gant, 2002,Wiliam Obstetric, Edisi 21, EGC, Jakarta
Sheerwood Lauralee. Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem. Jakarta: penerbit buku
kedokteran EGC,2001.0.708-27