Anda di halaman 1dari 3

I.

DEFINISI
Retinopati diabetikum adalah progresive kronik, yang berpotensi mengancam fungsi
penglihatan dari sistem mikrovaskularisasi retina terkait, hiperglikemi yang berkepanjangan
dan kondisi lain yang berhubungan dengan diabetes melitus seperti hipertensi.
1
Retinopati diabetikum merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan pada
sebagian besar populasi. Pasien Retinopati diabetikum dengan stadium keparahan dilaporkan
bahwa memiliki sedikit kualitas hidup.
2
Retinopati diabetikum adalah komplikasi dari diabetes melitus dan merupakan
penyebab dari kebutaan.

Disaat diabetes melitus dapat menghancurkan pembuluh darah kecil
di dalam retina.

Mata akan terasa peka terhadap cahaya yang berada dekat.
3


II. EPIDEMIOLOGI
Insidens penyakit ini merupakan penyakit yang mengenai sistem dan berjalan
mengikuti jalannya waktu. Hal tersebut dapat menjadi presentase yang dapat meningkat ke
stadium selanjutnya.
6
Di banyak negara, Retinopati diabetikum lebih sering menjadi penyebab yang utama
dalam kebutaan pada usia kerja di Amerika. Perkiraan 40% dengan diabetes tipe 2 dan 86%
dengan diabetes tipe 1. Dilaporkan peningkatan estimasi prevalensi meningkat di negara
lain.
2
Data Epidemiologi untuk Retinopati Diabetikum di Negara Asia keterbatasan relatif. Di
Amerika Latin, 40% dari pasien diabetes mempunyai potensi Retinopati Diabetes dan 17%
pengobatan lanjutan.
2
Retinopati Diabetes dengan waktu dan asosiasi dengan kontrol kadar gula dalam
darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam darah.
2
III. KLASIFIKASI
Retinopati diabetikum mempunyai empat stadium :
1. Non proliferativ Retinopati Ringan
Pada stadium awal, terjadi mikroaneurisma. Hal tersebut merupakan area yang kecil seperti
daerah yang berkabut pada pembuluh darah kapiler retina.
2. Non proliverativ Retinopati Sedang
Peningkatan pada penyakit ini, beberapa pembuluh darah dapat menutup beberapa pembuluh
darah di retina.
3. Non proliverativ Retinopati Berat
Bertambah banyaknya pembuluh darah yang terblokir dan mengambil alih beberapa area dari
retina terhadap suplai darah di daerah retina. Area dari daerah retina mengirimkan sinyal dari
retina yang berasal dari pembuluh darah yang baru.
4. Proliferativ Retinopati
Pada stadium lanjutan ini, sinyal yang dikirimkan dari retina melalui impuls yang berasal dari
pembuluh darah. Keadaan ini dapat disebut sebagai proliverativ retinopati. Pembuluh darah
baru yang mengalami kerusakan. Mereka tumbuh dalam waktu yang lama dan beradaptasi
dengan keadaan. Badan vitreus yang mengisi di dalam mata.
3
IV. PATOFISIOLOGI
Retina terdiri dari sejumlah sel yang akan menghasilkan penglihatan normal
tergantung pada komunikasi sel-sel yang utuh. Kerusakan sel-sel dan pembuluh darah pada
retina yang disebabkan oleh Diabetes. Neuron dan glia(sel muller dan astrosit), mikroglia dan
sel epitel pigmen. Sebelum mengalami kerusakan sel ini akan mengalami aktivasi, beberapa
mediator growth faktor, vasoaktif agen, faktor koagulasi, molekul adesi, peningkatan tekanan
daran, peningkatan permeabilitas kapiler, proliferasi dari matrix ekstraseluler dan penebalan
membran basal. Apoptosis, proliferasi, hipertrofi, prokoagulan, dan proagregasi. Mekanisme
dari diabetes dapat menghancurkan sel-sel retina dengan peningkatan kadar gula dalam darah,
kadar lemak dalam darah, hormon, asam amino, dan molekul inflamasi.
7

Daftar pustaka :
1. Early Proliferation Stage of Detecting Diabetic Retinopathy Using Bayesian Classifier
Based Level Set Segmentation. International Journal of Computer Trends and Technology
(IJCTT) volume 7 number 1 Jan 2014. S.Vijayalakshmi
1,
P.Sivaprakasam
2

2. International Council of Ophthalmology. ICO Guidelines for Diabetic Eye Care. February
2014.

3. Diabetic Retinopathy. U.S DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICE
national institutes of health national eye institute

4. The Royal Collage of Ophthalmologists. Diabetic Retinopathy Guidelines. December
2012.

5. Mechanisms of Disease Diabetic Retinopathy. David A. Antonetti, Ph.D., Ronald Klein,
M.D., M.P.H., and Thomas W. Gardner, M.D. New England Journal of Medicine. 29 March
2012

6. Pathophysiology and management of diabetic retinopathy. 2009