Anda di halaman 1dari 6

KIMIA

MEDISINAL
HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA
DENGAN PROSES EKSRESI OBAT
Disusun Oleh :
Muh. Zaid M. M. Tanaty (111011002)
Estevina Dina B. Rompas (111011008)
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2014
Paru-paru
Ginjal
Empedu
Hati
Sebagian
Besar
Air liur
Air susu
Sebagian
Kecil
E
K
S
R
E
S
I
O
B
A
T
Obat yang dieksresikan melalui paru-
paru terutama yang digunakan secara
inhalasi
Siklopropan, etilen,
nitrogen oksida, halotan,
eter, kloroform dan
enfluran.
Koefisien partisi
darah/udara
Sifat fisik yang menentukan
kecepatan eksresi obat
Koefisien partisi
darah/udara besar
Proses eksresi
lambat
Proses eksresi
cepat
Koefisien partisi
darah/udara kecil
Cth : eter, halotan
Cth : siklopropan, nitrogen oksida
Eksresi obat
melalui Ginjal
Penyaringan Glomerulus
Absorpsi Kembali secara Pasif
pada Tubulus Ginjal
Sekresi Aktif pada Tubulus
Ginjal
Hanya bisa
menyaring obat dengan :
diameter + 40 , BM < 5000
dan obat hidrofil (mudah larut
dalam cairan plasma)
Absorpsi
kembali
secara difusi
pasif bergantung
pada : ukuran
molekul dan
koefisien partisi
lemak/air
Sekresi aktif
bergantung pada
: bentuk ion
(ionisasi) dari
obat dan
kombinasi obat
(contoh :
probenesid dan
penisilin)
Obat yang polar dan
sukar larut lemak tidak
diabsorpsi kembali
Absorpsi
Kembali
Obat yang bersifat
elektrolit lemah pd pH
urin = 4,8-7,5 dan
mudah larut dlm lemak
akan diabsorpsi kembali
Eksresi obat
melalui empedu Obat dengan BM < 150 & telah
mengalami metabolisme menjadi
senyawa yang lebih polar
Dengan mekanisme
pengangkutan aktif
Dalam bentuk
terkonjugasi dengan
asam glukuronat, asam
sulfat atau glisin
Dibawa ke usus
Diekskresikan
lewat feses (tinja)
dapat dihidrolisis
oleh enzim/bakteri
usus menjadi
senyawa non polar
Diabsorpsi
kembali ke plasma
darah, kembali ke
hati
Siklus enterohepatik
Menyebabkan masa kerja
obat lebih lama
Cth : hormon estrogen,
fenolftalin, digitoksin dan
indometasin
TERIMA KASIH