Anda di halaman 1dari 6

Konsep Dasar Diabetes Melitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi di masyarakat
(Ignatavicius dan Workman, 200)! DM merupakan gangguan metabolisme dengan karakteristik
adanya tanda"tanda hiperglikemia akibat ketidakadekuatan #ungsi dan sekresi insulin ($ames,
200%)! DM merupakan gangguan metabolisme yang disebabkan oleh berbagai sebab dengan
karakteristik adanya hiperglikemia kronik disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat,
lemak dan protein akibat #ari gangguan sekresi insulin atau kerja dari insulin (&olt dan 'umar,
200)!
Insulin merupakan hormone utama yang berhubungan dengan regulasi glukosa darah yang
diproduksi oleh sel beta pancreas! Dalam keaadan puasa sebagian besar glukosa diproduksi oleh
hepar dan sebagian diperlukan dalam metabolisme glukosa di otak ((oldstein dan Dirk, 200))!
Metabolisme glukosa di otak dan organ tubuh yang lain memerlukan insulin! Insulin berperan
sebagai perantara masuknya glukosa melalui membrane sel dan berikatan dengan reseptor yang
ada didalam sel tubuh! (lukosa merupakan komponen nutaama sumber energy yang diperlukan
tubuh dalam proses pembentukan protein yang akan disimpan dalam jaringan lemak dalam
bentuk glikogen! 'etika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin secara
maksimal, maka jaringan lemak akan mengeluarkan simpanan glikogen menyebabkan adanya
peningkatan glukosa dalam pembuluh darah ((oldstein dan Dirk, 200))!
*eningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang berlangsung dalam +aktu yang lama
dapat menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh yang utama! &iperglikemia dapat
menyebabkan komplikasi kronis yang menimbulkan terjadinya kerusakan dan gangguan #ungsi
ginjal, mata, sara# dan resiko terjadinya gangguan kardiovaskuler yang dapat meningkatkan
angka kesakitan dan kematian serta berkontribusi terhadap timbulnya kerusakan pembuluh darah
peri#er ($ames, 200%)!
'lasi#ikasi DM terdiri dari DM tipe , DM tipe 2, DM gestasional dan DM tipe lain! DM tipe
atau Insulin Dependen Diabetes Diabetes Melitus (IDDM)berhubungan dengan adanya gangguan
autoimun yang merusak sel beta pancreas dalam memproduksi insulin! De#isiensi insulin
menyebabkan terjadinya penurunan proses ppembentukan glikogen dan terjadinya peningkatan
pemecahan glikogen, pembentukan glukosa dari asam amino dan laktat, pemecahan trigliserida
menjadi gliserol dan asam lemak bebas, pembentukan bahan keton dari asam lemak bebas
(Ignatavicius dan Workman, 200))!
DM tipe 2 berhubungan dengan adanya resistensi insulin dan sekresi insulin yang tidak adekuat!
,ekresi insulin oleh kelenjar pancreas yang tidak adekuat menyebabkan terjadinya peningkatan
kadar glukosa darah (hiperglikemia) (De-aune dan -adner, 2002)! &iperglikemia yang terjadi
dalam jangka +aktu yang lama dapat menimbulkan komplikasi yang bersi#at akut maupun
kronis! 'omplikasi akut yang sering terjadi pada pasien DM adalah ketoasidosis diabetic (D'.)
dan hiperglikemia hiperosmoler nonn ketotik (/&/') akibat kurangnya insulin sehingga
menyebabkan lipolisis, ketogenesis dan hiperglikemia (&olt et al, 200)!
0aktor resiko yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit DM terdiri dari #aktor yang tidak
dapat dimodi#ikasi dan #aktor yang dapat dimodi#ikasi! 0aktor resiko yang tidak dapat
dimodi#ikasi antara lain adalah umur, ri+ayat keluarga dengan DM, ri+ayat lahir bayi dengan
berat badan lebih dari 1 kg atau pernah mengalami DM gestasional! .dapun #aktor resiko yang
dapat dimodi#ikasi adalah berat badan, akti#itas #isik, hipertensi dan dislipidemia (,oegondo et
al, 2002)
*revalensi DM di seluruh dumia pada semua kelompok umur menunjukkan adanya peningkatan!
*ada tahun 200 jumlah kasus DM diseluruh dunia mencapai jumlah 2)% juta dan sekitar )03
kasusnya terjadi di /egara"negara yang sedang berkembang! *revalensi DM di seluruh dunia
tahun 2040 pada semua kelompok umur diperkirakan meningkat sebesar 1!13 dengan jumlah
kasusnya mencapai 455 juta dan peningkatan proporsi terutama pada usia lebih dari 5% tahun
(Wild, 200)!
6erdasarkan data International Diabetes Federation (ID0) tahun 2002 menunjukkan bah+a
jumlah pasien DM di Indonesia pada kelompok umur antara 20"72 tahun pada tahun 200
diperkirakan sebanyak 7 juta yang menempatkan Indonesia pada urutan ke 2, sedangkan pada
tahun 2040 diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi 2 juta dan menempatkan Indonesia
pada urutan ke 5 (Dunningg, 20028 &olt et al, 200)! *revalensi DM menurut 9iset 'esehatan
Dasar (9iskesdes) tahun 2007 secara nasional adalah sebesar %!)3 dan menempatkan DM pada
urutan ke"5 sebagai penyakit penyebab kematian terbanyak dimana sekitar !%3 merupakan
pasien yang sudah terdiagnosis DM diketahui saat penelitian (,oegondo et al, 2002)!
'omplikasi pada DM antara lain terjadi akibat adanya reaksi antara glukosa dengan komponen
.dvanced (lycation :nd *roducts (.(:,) pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan
terjadinya kerusakan pembuluh darah! 'erusakan pembuluh darah menyebabkan terganggunya
suplai darah ke beberapa organ seperti mata, ginjal, sara# dan jantung ($ames, 200%8 6ate, 2007)!
*revalensi DM tipe 2 berhubungan dengan adanya perubahan gaya hidup, kebiasaan konsumsi
makanan tinggi kalori, kurangnya aktivitas, obesitas, gangguan tidur serta berhubungan deengan
merokok (&ot et al, 200)! ,ejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan antara merokok
dan diabetes! *ada perokok berat dengan kebiasaan merokok ;20 batang atau lebih dalam sehari
mempunyai resiko 53 lebih tinggi untuk terkena diabetes! *erokok ringan memiliki 24 3 lebih
tinggi untuk terkena diabetes! .sosiasinya juga lebih lemah untuk perokok pasi# (resiko terkena
diabetes meningkat 243)!
6erdasarkan data dari <oronary .rtery 9isk Development in =oung .dult study, merokok akti#
dan pasi# berhubungan dengan peningkatan resiko intoleransi glukosa! ,tudi ini dilakukan
selama % tahun, dimulai dari tahun 2)% dengan !4)5 current smokers,52 mantan perokok,
!1%2 bukan dengan pajanan pasi#, dan !4 bukan perokok yang tidak terpajan secara pasi#!
Insiden intoleransi glukosa, yakni kadar glukosa darah minimal 00 mg>dl atau menggunakan
agen antidiabetik oral, tertinggi terjadi pada current smokers (2,)3), disusul oleh bukan
perokok tapi terpajan secara pasi# (7,23), kemudian bekas perokok (1,13), dan yang terendah
pada bukan perokok yang tidak terpajan secara pasi# (,%3)!
'andungan rokok yang sangat berdampak pada kesehatan adalah nikotin yang sangat berdampak
pada hormon stress kortisol yang dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin!
Konsep Rokok
.sap rokok yang diisap melalui mulut disebut mainstream smoke, sedangkan asap rokok yang
terbentuk pada hujung rokok yang terbakar serta asap rokok yang dihembuskan ke udara oleh
perokok disebut sidestream smoke. Sidestream smoke menyebabkan seseorang menjadi perokok
pasi#! .sap rokok mainstream mengandung 1000 jenis bahan kimia berbahaya dalam rokok
dengan berbagai mekanisme kerja terhadap tubuh! Dibedakan atas #ase partikel dan #ase gas!
0ase partikel terdiri daripada nikotin, nitrosamine, / nitrosonorktokin, poliskiklik hidrokarbon,
logam berat dan karsinogenik amin! ,edangkan #ase yang dapat menguap atau seperti gas adalah
karbonmonoksid, karbondioksid, ben?ene, amonia, #ormaldehid,hidrosianida dan lain"lain
(,itepoe, 2000)!
6eberapa bahan kimia yang terdapat di dalam rokok dan mampu memberikan e#ek yang
mengganggu kesehatan antara lain nikotin, tar, gas karbon monoksida dan berbagai logam berat
seseorang akan terganggu kesehatan bila merokok secara terus menerus! &al ini disebabkan
adanya nikotin di dalam asap rokok yang diisap! /ikotin bersi#at adikti# sehingga bisa
menyebabkan seseorang menghisap rokok secara terus"menerus! sebagai contoh, seseorang yang
menghisap rokok sebanyak sepuluh kali isapan dan menghabiskan 20 batang rokok sehari,
berarti jumlah isapan rokok per tahun mencapai 70!000 kali! /ikotin bersi#at toksis terhadap
jaringan syara# juga menyebabkan tekanan darah sistolik dan diastolik! Denyut jantung
bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, aliran darah
pada pembuluh darah koroner bertambah dan vasokontriksi pembuluh darah peri#er! /ikotin
meningkatkan kadar gula darah, kadar asam lemak bebas, kolestrol -D- dan meningkatkan
agresi sel pembekuan darah (,itepoe, 2000)!
/ikotin merupakan sejenis unsur kimia beracun, mirip dengan alkaline. ,alah satu jenis obat
perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah! /ikotin membuat pemakainya
kecanduan! 6ahayanya bisa dijelaskan oleh #akta bah+a 1 cc nikotin terbukti cukup membunuh
seekor kelinci besar (6asyir, 2005)! /ikotin ialah sejenis sebatian organik yang dijumpai secara
semulajadi di dalam pokok tembakau (daun tembakau mempunyai kandungan nikotina paling
tinggi)! ,ebanyak %3 daripada berat tembakau ialah nikotin (+++!+ikipedia!com)!
/ikotin merupakan racun sara# manjur ( potent nerve poison ) dan digunakan di dalam racun
serangga! *ada kepekatan rendah, bahan ini bertindak sebagai peransang dan adalah salah satu
sebab utama mengapa merokok digemari dan dijadikan tabiat! ,elain tembakau! nikotina juga
ditemui di dalam tumbuhan #amili Solanaceae termasuk tomato, terung ungu ( eggplant ), ubi
kentang, dan lada hijau!
/ikotin(<0&1/2) merupakan senya+a organic alkaloid, yang umumnya terdiri dari 'arbon,
&ydrogen, /itrogen dan terkadang juga @ksigen! ,enya+a kimia alkaloid ini memiliki e#ek kuat
dan bersi#at stimulant terhadap tubuh manusia! <ontoh lain dari senya+a alkaloid ini misalnya,
ka#ein! 6agi pencinta kopi, tentu bisa merasakan e##ek stimulant dari ka#ein ini ketika meminum
secangkir kopi di pagi hari (.nonimous, 2002)!
'onsentrasi /ikotin biasanya sekitar %3 dari per 00 gram berat tembakau! ,ebatang rokok
biasanya mengandung )"20 mg nikotin, +alaupun tentu saja, sangat bergantung pada merk rokok
tersebut! $ika anda perokok, ketahuilah, tubuh menyerap mg nikotin untuk satu batang rokok
yang dihisap! 'adar nikotin 1"5 mg yang diisap oleh orang de+asa setiap hari sudah bisa
membuat seseorang ketagihan (+++!dokternasir+e!id)!
,ecara #armakologi, nikotin adalah racun yang mematikan! Dosis lethal (mematikan) nikotin
pada manusia sekitar 50 mg! ,atu batang rokok putih saja sudah mengandung nikotin antara % "
20 mg! $adi bila tiga atau empat batang rokok dimasukkan ke dalam segelas air minum,
kemudian diminum dengan rokoknya sekaligus maka bisa mati karena dosis nikotinnya sudah
mematikan!
Aetapi bila nikotinnya dihisap melalui asap rokok, maka kadar nikotin yang diserap tubuh dalam
tiap batang rokok akan jauh lebih rendah dibanding bila rokok ini diminum! Meskipun demikian,
jenis racun di dalam asap rokok tetap lebih banyak! 6erdasarkan hasil analisa para ahli, di dalam
kepulan asap rokok terkandung lebih dari 1!000 macam racun kimia yang berbahaya, dan 14 di
antaranya bersi#at karsinogenik (pencetus kanker) seperti sianida, tar (partikel karbon) dan
nikotin!
'omponen ini terdapat di dalam asap rokok dan juga di dalam tembakau yang tidak dibakar!
Mengukur kuantum dalam asap rokok dengan menggunakan smoking machine, sedangkan di
dalam tembakau tanpa menggunakan smoking mechine. /ikotin bersi#at toksis terhadap jaringan
syara#, juga menyebabkan tekanan darah sistolik dan diastolik mengalami peningkatan! Denyut
jantung bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, aliran
darah pada pembuluh koroner bertambah, dan vasokonstriksi pembuluh darah peri#er! /ikotin
meningkatkan kolesterol -D-, dan meningkatkan agregasi sel pembekuan darah! /ikotin
memegang peranan penting dalam ketagihan merokok (,itepoe, 2000)! ,emakin banyak nikotin
yang dikonsumsi, semakin tinggi juga risiko untuk terkena penyakit"penyakit berisiko tinggi
akibat rokok! &al ini dikarenakan nikotin dapat terakumulasi di dalam hati, ginjal, lemak dan
paru"paru!
Hubungan antara merokok dengan diabetes
,emakin banyak bukti yang menunjukkan bah+a merokok merupakan #aktor risiko untuk
diabetes tipe 2! Merokok telah diidenti#ikasi sebagai #aktor resiko resistensi insulin, prekursor
untuk diabetes! merokok juga telah terbukti memburuk metabolisme glukosa yang dapat
menyebabkan timbulnya tipe 2 diabetes!.da juga beberapa bukti yang menunjukkan bah+a
merokok meningkatkan risiko diabetes melalui indeks massa tubuh independen mechanism!
Merokok telah dikaitkan dengan risiko pankreatitis kronis dan kanker pankreas, menunjukkan
bah+a asap rokok dapat menjadi racun bagi pancreas!
,ebuah tinjauan sistematis 2% studi menemukan bah+a semua kecuali satu mengungkapkan
hubungan antara merokok akti# dan peningkatan risiko diabetes! 6erdasarkan ulasan ini,
diperkirakan bah+a 23 dari semua diabetes tipe 2 di .merika ,erikat mungkin disebabkan
smoking! $ika proporsi yang sama diterapkan ke Inggris, merokok dapat menjelaskan sebanyak
450!000 kasus diabetes!
9isiko yang berhubungan dengan merokok diabetes meningkat dengan jumlah rokok yang
dihisap! 'anker *revention ,tudy , sebuah studi kohort 27% 20 laki"laki dan 141 perempuan
547, menemukan bah+a +anita yang merokok lebih dari 10 batang sehari memiliki 713
peningkatan risiko diabetes, dengan risiko laki"laki meningkat 1%3 !
.da juga beberapa bukti, termasuk studi 20 kohort lebih dari 0!000 orang, untuk
menyarankan bah+a paparan asap rokok dapat menjadi #aktor risiko untuk pengembangan tipe 2
diabetes!
Dibandingkan dengan non"perokok dengan diabetes, penderita diabetes yang merokok memiliki
dua kali lipat risiko kematian dini! ,elain itu, risiko komplikasi yang terkait dengan penggunaan
tembakau dan diabetes dalam kombinasi hampir 1 kali lebih tinggi terjadi!
,ebuah studi prospekti# besar pera+at ., menemukan bah+a di antara mereka dengan diabetes
relati# risiko kematian yang ,4 untuk perokok terakhir, !14 untuk perokok saat ini "1 batang
per hari, !51 untuk perokok dari %"41 batang per hari, dan 2!2 untuk perokok saat ini 4% atau
lebih rokok per hari!