Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan
Penelitian tentang stem cell semakin berkembang di dunia kedokteran saat ini. Stem
cell adalah sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi banyak tipe
sel lain di dalam tubuh selama awal kehidupan dan pertumbuhan.
1
Di beberapa
jaringan, stem cell dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak karena penyakit-
penyakit tertentu. Karena stem cell memiliki kemampuan untuk memperbaharui
dirinya sendiri selama melakukan pembelahan dan dibawah perlakuan tertentu stem
cell dapat berkembang menjadi organ atau jaringan dengan fungsi tertentu.
Stem cell dapat diperoleh dari beberapa sumber di antaranya dari embrio, sumsum
tulang belakang, darah perifer, otak, dan dari darah tali pusat serta plasenta.
2,3
Plasenta yang biasanya hanya dibuang atau dikubur setelah janin dilahirkan, ternyata
merupakan sumber optimal dari hematopoietic cell, mesenchymal cell, dan
endothelial progenitor cells.

Dalam Plasenta juga terdapat blood stem cell, sel-sel


yang nanti dapat berdiferensiasi menjadi semua sel-sel darah.
!
Di masa yang akan
datang, sel-sel dari plasenta ini dapat digunakan untuk mengobati hypoxicischemic
encephalopathy, penyakit jantung, diabetes, penyakit-penyakit pada sistem endokrin,
stroke, "l#heimer$s

disease, Parkinson$s disease, spinal %ord injuries, dan lain-lain.
&
1
http://stemcells.nih.gov. Sabtu, 12 September 2009.
2
Edward A. opelan, 200!, Hematopoietic Stem-Cell Transplantation,
"he #ew England $ournal o% &edicine, 'olume ()*:1+1(,1+2
(
http://stemcells.nih.gov. Sabtu, 12 September 2009.
*
'iranjan (hatta%harya and Phillip )tubblefield, Frontiers of Cord Blood Science *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3&1/310-321.
)
http://newsroom.ucla.edu. -amis, 10 September 2009.
!
'iranjan (hatta%harya and Phillip )tubblefield, Frontiers of Cord Blood Science *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3&1/310-321.
2
)aat ini di 2ndonesia terjadi kelahiran sekitar ,! juta bayi setiap tahunnya.
3
)etiap
kelahiran tersebut, baik kelahiran per4aginam ataupun melalui sectio caesar,
menghasilkan plasenta. (erarti ada sekitar ,! juta plasenta yang merupakan sumber
stem cell yang sangat bermanfaat itu, selama ini hanya berakhir di tempat sampah
atau dikuburkan di tanah. (ila penelitian tentang plasenta ini lebih dikembangkan,
tentu plasenta-plasenta tersebut akan jauh lebih bermanfaat bagi umat manusia. )ebab
plasenta sendiri memiliki kelebihan dibandingkan sumber stem cell yang lainnya.
(erbeda dengan embryonic stem cell, stem cells dari plasenta atau darah tali pusat
tidak menyebabkan timbulnya tumor saat disuntikkan pada tikus per%obaan. )elain
itu, resiko tumbulnya penolakan transplantasi stem cell dari plasenta se%ara
imunologik jauh lebih rendah. )emua ini menjadikan plasenta sebagai sumber yang
optimal untuk terapi kedokteran dalam bidang hematologi, pengobatan transfuse, dan
pengobatan regeneratif.
5

Di 2ndonesia yang mayoritas penduduknya beragama 2slam, pemanfaatan plasenta
dalam dunia kedokteran ini menimbulkan konto4ersi. )ebab terdapat larangan dalam
menggunakan bagian organ tubuh manusia untuk penggunaan dalam obat ataupun
kosmetik. Di satu sisi, pemanfaatan plasenta sangatlah potensial bagi perkembang
dunia kedokteran seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan latar belakang
itulah penulis merasa perlu membahas pemanfaatan plasenta dan meninjaunya dari
segi keislaman sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. "gar perkembangan dunia
kedokteran 2slam di 2ndonesia dapat berkembang dan tidak menjadi statis, tanpa
meninggalkan kaidah keislaman yang menjadi dasar kehidupan umat 2slam.
1.! "u#usan $asala%
Dalam pembahasan materi, terdapat beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam
karya tulis ini, di antaranya/
.
www.datastatisti/,indonesia.com. Sabtu, 12 September 2009
+
'iranjan (hatta%harya and Phillip )tubblefield, Frontiers of Cord Blood Science *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3&1/310-321.
(
a. "pa yang dimaksud dengan plasenta6
b. (agaimana kaitan antara plasenta dan stem %ell6
%. (agaimana pemanfaatan plasenta stem %ell dalam bidang kedokteran6
d. (agaimana perkembangan stem %ell di 2ndonesia6
e. (agaimana pemanfaatan plasenta diltinjau dari sudut pandang keislaman6
1.& 'u(uan dan $anfaat
Plasenta yang selama ini hanya menjadi limbah rumah sakit bersalin, ternyata
memiliki manfaat yang begitu besar bagi kemajuan dunia kedokteran, yaitu melalui
pemanfaatan stem cell. Karya tulis ini dibuat untuk membuka wawasan kita mengenai
hal tersebut, sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pengobatan
penyakit. Pengetahuan tentang pemanfaatan stem cell, diharapkan dapat memi%u
perkembangan bidang penelitian tentang stem cell di 2ndonesia. )elain itu, tujuan
pembuatan karya tulis ini adalah untuk memberikan perspektif baru tentang
pemanfaatan plasenta, yaitu dari sudut pandang keilmuan dan keagamaan. "gar
ajaran agama 2slam yang begitu luhur, tidak menjadikan umatnya statis dalam
perkembangan ilmu kedokteran yang semakin dinamis.
1.) Uraian Singkat
Pemanfaatan plasenta sebagai sumber hematopoietic stem cell memberikan
pemahaman baru mengenai perkembangan stem cell, sekaligus penilaian dari aspek
keagamaannya. "walnya sumber mendapatkan stem cell adalah dari embrio, sumsum
tulang belakang, darah perifer, otak, dan sebagainya. Pada penelitian yang terbaru
menemukan dan mengatakan bahwa plasenta juga merupakan sumber stem cell yang
optimal.
Di 2ndonesia setiap tahunnya terdapat kurang lebih ,! juta kelahiran, berarti terdapat
,! juta plasenta yang dihasilkan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber stem cell.
)elama ini, plasenta-plasenta tersebut hanya berakhir di tempat sampah atau dikubur
*
dalam tanah sesuai tradisi yang ada di masyarakat. Dengan adanya pengetahuan
tentang pemanfaatan plasenta ini, diharapkan sumber daya yang ada tersebut
digunakan, mengingat manfaat plasenta yang begitu besar bagi kemajuan ilmu
kedokteran.
Dalam plasenta juga terdapat blood stem cell, sel-sel yang nanti dapat berdiferensiasi
menjadi semua sel-sel darah. Di masa yang akan datang, sel-sel dari plasenta ini dapat
digunakan untuk mengobati hypoxicischemic

encephalopathy, penyakit jantung,
diabetes, penyakit-penyakit pada sistem endokrin, stroke, "l#heimer$s

disease,
Parkinson$s disease, spinal %ord injuries, dan lain-lain.
)tem %ell yang berasal dari plasenta lebih %epat bertambah dalam hal jumlah, namun
tidak mudah terspesialisasi menjadi sel lain. Dalam plasenta hematopoeietic stem cell
yang ditemukan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan pada tempat lainnya. )elain
itu, hematopoeietic stem cell dari plasenta lebih mudah didapatkan daripada yang
berasal dari sumsum tulang belakang. )ebab pengambilan hematopoeietic stem cell
dari sumsum tulang belakang, memerlukan serangkaian prosedur klinis yang
menimbulkan rasa sakit. 7esiko terjadinya reaksi penolakan transplantasi
hematopoeietic stem cell dari sumsum tulang belakang atau darah perifer lebih tinggi
dibandingkan yang diambil dari plasenta. )emua kelebihan ini diharapkan dapat
memberikan terapi yang lebih baik bagi para penderita kanker darah seperti leukemia,
ataupun penyakit gangguan hematologi lainnya.
(ila pemanfaatan anggota tubuh diharamkan atas alasan kehormatan terhadap
manusia, pemanfaatan plasenta ini tidak masuk dalam ketentuan hukum tersebut.
Pertama, karena plasenta bukan sepenuhnya merupakan bagian tubuh manusia.
Plasenta hanya terbentuk selama masa kehamilan dan keluar saat melahirkan, bukan
terbentuk sejak kehidupan awal manusia. Kedua, plasenta yang dimanfaatkan melalui
penerapan hematopoietic stem cell dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan
manfaat yang besar. 2ni merupakan wujud lain dari shodaqoh. )ebab hematopoietic
stem cell yang telah diolah, dapat digunakan sebagai terapi bagi banyak pasien.
)
BAB II
'ELAAH PUS'A*A
!.1 Landasan 'eori
Pada pembahasan materi mengenai plasenta, penulis berpegangan pada beberapa teori
yang mengulas tentang mekanisme terbentuknya plasenta dan histologi plasenta.
"dapun landasan teori yang menjadi a%uan kami sebagai berikut /
Plasenta adalah suatu organ yang memiliki fungsi yang luar biasa, karena
selama keberadaannya yang singkat di dalam uterus, janin bergantung pada
plasenta sebagai paru, hati, dan ginjalnya. 89. :ary ;unningham et.al.,
Obstetri Williams 8,akarta/ +:;, 211!<, hlm. 01.<
Trophoblast terdiri dari dua lapis, yaitu sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas. )el
trofoblas dan sel-sel yang berdekatan lainnya, baik yang berasal dari sel-sel
blastokista dan endometrium uterus, berproliferasi dengan %epat dan akhirnya
membentuk plasenta.
8"rthur ;. :uyton dan ,ohn +. =all, 2113, Buku !ar "isiologi #edokteran,
,akarta/ +:;, hlm.1313.<
Proses in4asi trofoblas tahap kedua men%apai bagian miometrium arteri
spiralis terjadi pada kehamilan 1-1! minggu. (agian dasar trophoblast akan
menebal yang disebut korion frondusum. (agian luar yang mengahadap ke
ka$um uteri disebut korion lae$e yang diliputi oleh desidua kapsularis,
sedangkan desidua yang menjadi tempat implantasi plasenta disebut desidua
basalis. 8)arwono Prawirohardjo, %lmu #ebidanan 8,akarta/ P*. (ina Pustaka,
2115<, hlm.15-10.<
)elama proses perusakan desidua jauh ke dalam struma basalis oleh sel-sel
trofoblas, terjadi pula penanaman korion frondusumnya sehingga plasenta
!
dengan mantap tertanam dalam desidua dari uterus ibu. 82da (agus :de
-anuaba,dkk., &engantar #uliah Obstetri 8,akarta/ +:;, 2113<, hlm.11&.<
Plasenta terdiri dari struktur yang disebut cotyledons. )etiap unit ini terdapat
dua atau lebih placental $illi, per%abangannya, dan anchoring $ilus.
8www.bios%ien%e.org. )abtu, 12 )eptember 2110.<
Dalam membahas mengenai meteri mengenai kaitan plasenta dengan Stem 'ell,
penulis menga%u pada beberapa teori. "dapun landasan teori yang kami jadikan
sebagai a%uan adalah sebagai berikut /
Stem cell adalah sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang
menjadi banyak tipe sel lain di dalam tubuh selama awal kehidupan dan
pertumbuhan. 8http/>>stem%ells.nih.go4. )abtu, 12 )eptember 2110.<
*erdapat dua ma%am stem cell, yaitu embryonic stem cells dan non(
embryonic stem cell, atau disebut juga dengan somatic stem cells atau adult
stem cells. Pada tahun 1051, embryonic stem cells diperoleh dari embrio tikus
per%obaan. Kemudian pada tahun 1005, ditemukan metode untuk
memperoleh embryonic stem cells dari embrio manusia langsung untuk
kemudian dikultur di laboratorium. )el ini disebut human embryonic stem
cells. +mbrio se%ara khusus dikembangkan untuk kepentingan studi ini,
melaui prosedur fertilisasi se%ara in $itro.=al ini sempat menimbulkan
kontro4ersi di dunia internasional. Pada tahun 211&, peneliti telah dapat
melakukan perlakuan tertentu pada adult cell agar se%ara geneti% diprogram
untuk memberikan fungsi seperti stem cell, yang dikenal dengan istilah
induced pluripotent stem cells )i&S's*.
8http/>>stem%ells.nih.go4. )abtu, 12 )eptember 2110.<
Penelitian di yang dilakukan oleh Dr. =anna -ikkola bersama the +li and
+dythe Broad 'enter of ,egenerati$e -edicine and Stem 'ell ,esearch
.'/, menemukan bahwa blood stem cell, sel-sel yang nanti dapat
berdiferensiasi menjadi semua sel-sel darah, berasal dan terdapat dari
plasenta. 8http/>>newsroom.u%la.edu. Kamis, 11 )eptember 2110.<
.
)esuai dengan klasifikasinya tersebut, stem cell dapat diperoleh dari
beberapa sumber di antaranya dari embrio, sumsum tulang belakang, darah
perifer, otak, dan dari darah tali pusat serta plasenta. 8+dward ". ;opelan,
211&, 0ematopoietic Stem('ell Transplantation *he 'ew +ngland ,ournal
of -edi%ine, .olume 3!/1513-152<
Plasenta yang biasanya hanya dibuang atau dikubur setelah janin dilahirkan,
ternyata merupakan sumber optimal dari hematopoietic cell, mesenchymal
cell, dan endothelial progenitor cells. 8'iranjan (hatta%harya and Phillip
)tubblefield, "rontiers of 'ord Blood Science *he 'ew +ngland ,ournal of
-edi%ine, .olume 3&1/310-321.<
Dalam membahas mengenai meteri mengenai pemanfaatan plasenta stem %ell dalam
bidang kedokteran, penulis menga%u pada beberapa teori mengenai Stem 'ell
hematopoiesis, transplantasi Stem cell hematopoiesis, "dapun landasan teori yang
kami jadikan sebagai a%uan adalah sebagai berikut /
Stem cell hematopoesis memliki kemampuan yang unik untuk dapat berubah
menjadi sel yang lain dan juga dapat memperbaiki diri sendiri 8self(
rene1ing<. Stem cell hematopoesis merupakan jalan keluar bila dibutuhkan
donor dalam kondisi yang mendesak namun belum ditemukan donor yang
%o%ok. Karena pada stem cell hematopoesis resiko ketidak%o%okan antara
donor dan resipien lebih ke%il. )elain itu, transplantasi stem cell
hematopoesis memiliki prosedur yang lebih mudah dan lebih aman. 8+dward
". ;opelan, 211&, 0ematopoietic Stem('ell Transplantation *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3!/1513-152.<
Pada transplantasi stem cell hematopoesis dari tali pusat ataupun plasenta,
kemungkinan terjadinya reaksi penolakan itu lebih ke%il. =al ini disebabkan
pada transplantasi darah tali pusat atau plasenta membutuhkan ke%o%okan
0/ yang lebih rendah daripada transplantasi dari sumsum tulang belakang
ataupun darah perifer, sehingga resiko 2304 lebih rendah tanpa kehilangan
+
graft($ersus(leukemia

effect. 8?agner ,+, (arker ,', De9or *+, et al. 2112,
Transplantation of unrelated donor umbilical cord blood in 567 patients 1ith
malignant and nonmalignant diseases8 influence of '49: cell dose and 0/
disparity on treatment(related mortality and sur$i$al. *he 'ew +ngland
,ournal of -edi%ine. (lood 2112@111/1&11-1&15.<
)umsum tulang belakang dikenal sebagai sumber dari mesenchymal stem
cells )-S's*, namun ternyata plasenta juga merupakan sumber -);s yang
menjanjikan. 8Au#ana )trako4a et.al., 2115, -ultipotent properties of
myofibroblast cells deri$ed from human placenta, ;ell *issue 7es. 332/30-
55. DB2.11. 1133>s111-115-1&1-C.<
Dalam membahas mengenai meteri mengenai Perkembangan )tem ;ells di
2ndonesia, penulis menga%u pada beberapa teori mengenai tissue engineering, terapi
adult stem cell "dapun landasan teori yang kami jadikan sebagai a%uan adalah
sebagai berikut /
Penggunaan plasenta stem cell lebih banyak digunakan, sementara embryonic
stem cells yang berasal dari inner cell mass embryo 8fase blasto%yst< untuk
saat ini terbatas hanya untuk tujuan penelitian dan belum diperoleh
kesepakatan untuk dapat digunakan untuk aplikasi klinik, karena terkait
dengan masalah etik. *erapi sel yang pernah dilakukan di 2ndonesia adalah
%angkok sumsum tulang sejak 1! tahun lebih yang lalu dan menunjukkan
keberhasilan 111 persen. 8http/>>medi%ineworld.org. Kamis, 11 )eptember
2110.<
Di 2ndonesia sudah terdapat sosiasi Sel &unca %ndonesia )S&%* yang pada
tanggal 31 -aret 2110 lalu mengadakan )eminar tentang tentang DPenelitian
-ultisenter )el Pun%a di 2ndonesiaD di ,akarta. Pada kesempatan itu, Drh.
Euda =eru 9ibrianto, -P, PhD dari Fni4ersitas :ajah -ada Eogyakarta,
mengumumkan tentang Pusat )tem ;ell 8Stem 'ell 'enter< di Fni4ersitas
:adjah -ada 8F:-<. 8http/>>idionline.org. Kamis, 11 )eptember 2110.<
-enurut Prof. Dr. Drh 9edik 7antam, - Kes dari F'"27, penggunaan tissue
engineering dengan sedikit modifikasi yaitu dengan stem sell, memberikan
hasil yang lebih %epat dalam masa penyembuhannya. Proses penyembuhan
dengan pengobatan biasa umumnya berlangsung tiga bulan, tetapi dengan
9
menggunakan stem %ell hanya satu bulan saja.(idang lain yang telah
dilakukan pengembangan dengan menggunakan stem cell di )urabaya adalah
repair human bone fracture, hematopoietic repair, tendon repair, epithelial
repair, dan heart strock repair. 8http/>>idionline.org. Kamis, 11 )eptember
2110.<
*im dokter 2ndonesia melakukan terapi adult stem cell pada pasien penyakit
jantung recent infarction di ,akarta. Proses terapi dilakukan oleh tim 7);-
bersama 7umah )akit 7umah )akit Kanker Dharmais 87)KD<, sedangkan
pemberian terapi sel batangnya dilakukan melalui kateter koroner di 7);-
dan -edistra. 8http/>>medi%ineworld.org. Kamis, 11 )eptember 2110.<
Dalam membahas mengenai meteri mengenai pemanfaatan plasenta diltinjau
dari sudut pandang keislaman, penulis menga%u pada beberapa teori
mengenaiG. "dapun landasan teori yang kami jadikan sebagai a%uan adalah
sebagai berikut /
HSesungguhnya llah tidak akan menurunkan penyakit, melainkan 4ia telah
menurunkan buat penyakit itu penyembuhannya, maka berobatlah kamuI =7
'asai dan =akim. 8Dr. Dirwan )uryo )oularto, &andangan %slam terhadap
&engobatan Tradisional dan -odern, Pusat )tudi Kedokteran 2slam F-E,
2113.<
Dalam l(fat1a l(hindiyah dikatakan H-emanfaatkan anggota tubuh
manusia tidak diperbolehkan. "da yang mengatakan karena najis dan ada
yang mengatakan karena kehormatan, alasan kedua inilah yang benar.I 8l
"at1a l(0indiyah, jus ., hlm.3!.<
"kan tetapi dengan proses dan pengaruh yang lebih besar, seperti buah
pinggang 8ginjal< yang ada pada seorang pendonor-baik yang sudah mati
maupun yang masih hidup Jatas petunjuk "llah, para dokter dapat
memindahkannya kepada jasad orang lain yang hampir mati, dan itu menjadi
sebab bagi keselamatan rohnya. Perlakuan sema%am ini, sama sekali tidak
menghinakan kehormatan pendonornya. 8Dr. -. 'uKaim Easin, Fiki%
*edokteran 8,akarta / &.ST# /(#.TS,<, hlm. 151-151.<
Perlakuan terhadap anggota tubuh manusia dianggap merendahkan
kehormatan manusia adalah apabila anggota badan tersebut digunakan
sebagaimana penggunaan terhadap hewan atau tumbuhan. )eperti kulitnya
diambil untuk dijadikan pakaian, tas dan sebagainya atau anggota badannya
10
diambil untuk dimakan. 8Dr. -. 'uKaim Easin, Fiki% *edokteran 8,akarta /
&.ST# /(#.TS,<, hlm.151.<
!.! Argu#entasi ter%ada+ $asala% ,ang Dika(i
Dalam bahasan mengenai pemanfaatan plasenta sebagai sumber hematopoietic stem
cell ditinjau dari perspektif 2slam, kami memiliki beberapa argumen. "llah tidak
men%iptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Karena itu, plasenta yang selama ini disia-
siakan ternyata memiliki manfaat yang begitu besar di dunia kedokteran melalui
pengembangan stem cell.
Plasenta merupakan sumber hematopoietic stem cell yang optimal dan lebih unggul
dibandingkan sumber stem cell yang lainnya, karena mudah diperoleh, mudah
diaplikasikan, dan se%ara imunologik sangat rendah kemungkinan terjadinya
penolakan dalam transplantasi. Pemanfaatan plasenta ini pun tidak menimbulkan
kerugian bagi janin sendiri sebab, plasenta tersebut sudah dikeluarkan dan
pemanfaatannya tidak memberikan efek kerusakan pada janin. Lain halnya dengan
pemanfaatan stem cell yang diambil dari embrio, yang menimbulkan perdebatan dari
segi bioetika dan keagamaan di dunia internasional. (erbeda pula dengan
pemanfaatan stem cell sumsum tulang belakang atupun darah perifer, dimana tidak
banyak ditemukan stem cell pada sumber tersebut.
Kontro4ersi yang terjadi seputar pemanfaatan plasenta ini, menurut kami tidaklah
benar. (ila pengharaman plasenta atas dasar larangan mengenai pemakaian organ
tubuh manusia, kami berargumen bahwa plasenta itu bukan sepenuhnya bagian tubuh
manusia. Plasenta hanya terbentuk selama terjadinya proses kehamilan, dan akan
dikeluarkan saat proses kelahiran janin, dan bukan merupakan organ tubuh manusia
yuang sudah ada sejak awal perkembangan manusia. )elain itu, pemanfaatan plasenta
melalui penerapan hematopoietic stem cell dapat mendatangkan keselamatan dan
memberikan manfaat yang besar. 2ni merupakan wujud lain dari shodaqoh. )ebab
hematopoietic stem cell yang telah diolah, dapat digunakan sebagai terapi bagi
banyak pasien.
11
-asyarakat muslim di 2ndonesia pun hendaknya melihat pemanfaatan plasenta lebih
objektif lagi, yaitu dilihat dari aspek manfaat bukan dilihat dari pendapat subjektif
yang melihat plasenta sebagai sesuatu yang menjijikan yang tidak memiliki manfaat
sama sekali. Lagipula, tidak ada ayat "lMuran ataupun hadist yang se%ara jelas
mengharamkan penggunaan plasenta. Pengembangan tentang penelitian stem cell di
2ndonesia hendaknya lebih digiatkan, agar perkembangan ilmu kedokteran di
2ndonesia tidak tertinggal dengan perkembangan ilmu kedokteran dunia.
12
BAB III
$E'-DE PENULISAN
(erdasarkan teori yang menjadi bahasan kami yaitu mengenai hematopoietic stem
cell yang didapatkan dari plasenta, maka kami memfokuskan pembahasan pada
perspektif syariat islam terhadap placenta stem cell research yang mana menurut
sebagian para fuMaha haram hukumnya apabila menggunakan organ manusia. =al
ini dikarenakan dapat merendahkan kehormatan manusia itu sendiri.
Plasenta adalah organ yang terbentuk pada saat kehamilan yang berfungsi sebagai
gudang penyimpanan nutrisi, sistem ekskresi dan endokrin. Pemanfaatan plasenta
sebagai sumber stem %ell sangatlah beralasan, karena didalam plasenta mengandung
stem %ell yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit-penyakit yang sulit
disembuhkan atau bahkan tidak bisa disembuhkan hanya dengan terapi farmakologis.
)alah satu manfaatnya, stem %ell didalam plasenta dapat digunakan dalam terapi
leukemia melalui 0ematopoietic Stem 'ell.
)elama ini yang menjadi sumber stem %ell adalah sum-sum tulang belakang dan
embrio. Penelitian terkini menunjukan bahwa, stem %ell juga ditemukan pada plasenta
dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan dua sumber sebelumnya.
Pembahasan kami difokuskan pada plasenta sebagai sumber stem %ell dikarenakan
beberapa kelebihan yang ditemukan pada plasenta. )tem %ell dari plasenta lebih %epat
membelah dan bertambah jumlahnya tanpa terspesialisasi, berbeda denagn stem %ell
embrio yang %epat berspesialisasi dan menghilang setelah tugasnya selesai.
=ematopoieti% stem %ell dari plasenta lebih ke%il terjadi kemungkinan penolakan saat
dilakukan transplantasi, dibandingkan hematopoieti% stem %ell yang didapatkan di
sumsum tulang belakang atau darah perifer. )ehingga hematopoeti% stem %ell dari
plasenta dapat memberikan terapi yang optimal bai para penderita penyakit
hematologi dan kanker.
1(
Pada transplantasi stem cell hematopoesis dapat terjadi reaksi imunologi yang dapat
menyebabkan penolakan terhadap donor. 7eaksi imunitas ini tergantung
histocompatibility antara donor dan resipien. Karena transplantasi yang se%ara geneti%
tidak identik 8allogenic< akan menimbulkan reaksi imunologik dari limfosit donor
melawan resipien, sehingga menyebabkan inflamasi pada jaringan target atau disebut
graft($ersus(host disease )2304*. *ingkat keparahan dari reaksi penolakan ini
tergantung dari derajat inkompatibilitas itu sendiri, yang ditentukan oleh suatu
kompleks biologik dimana polymorphic

class % dan polymorphic class %% 0/ cell(
surface glycoproteins berikatan dengan peptida ke%il dari protein yang terdegradasi.
7eseptor sel * berinteraksi dengan gly%oproteins permukaan dan juga dengan ikatan
peptida. )el * dari resipien mengenali antigen dari donor sebagai benda asing
demikian pula sel * donor mengenali antigen resipien sebagai benda asing, sehingga
menyebabkan graft($ersus(host disease )2304* dan graft($ersus(tumor

effects.
Pada transplantasi stem cell hematopoesis dari tali pusat ataupun plasenta,
kemungkinan terjadinya reaksi penolakan itu lebih ke%il. =al ini disebabkan pada
transplantasi darah tali pusat atau plasenta membutuhkan ke%o%okan 0/ yang lebih
rendah daripada transplantasi dari sumsum tulang belakang ataupun darah perifer,
sehingga resiko 2304 lebih rendah tanpa kehilangan graft($ersus(leukemia

effect.
Pemanfaatan plasenta dalam perspektif islam sempat menimbulkan kontro4ersi,
Karen adanya larangan tentang penggunaan organ tubuh manusia. (ila kita
analogikan dengan pendonoran organ tubuh, pemanfaatan plasenta ini sama sekali
tidak bertentangan dengan syariat 2slam. )ebab tidak menimbulkan mudharat bagi
yang memberikan plasenta ataupun kepada janin yang dilahirkan. Plasenta selama ini
hanya menjadi limbah rumah bersalin atau hanya dikuburkan. Padahal dalam plasenta
itu mengandung banyak manfaat bagi perkembangan ilmu kedokteran, yang pada
akhirnya dapat memberikan kemashlahatan bagi umat, melalui pemanfaatannya
sebagai sumber stem %ell.
1*
BAB I.
PE$BAHASAN
).1 Pengertian Plasenta
Plasenta adalah suatu organ yang memiliki fungsi yang luar biasa, karena selama
keberadaannya yang singkat di dalam uterus, janin bergantung pada plasenta sebagai
paru, hati, dan ginjalnya.
0
-embahas tentang pembentukan plasenta berarti
membahas pula tentang awal pembentukan manusia, mulai dari o4ulasi hingga
perkembangannya menjadi janin. *elah disepakati bahwa beberapa menit atau
beberapa jam setelah o4ulasi, fertilisasi terjadi. )ehingga spermato#oa 8pada %airan
sperma< sudah harus ada di tuba fallopii saat o4ulasi. )etelah fertilisasi, o$um matang
menjadi #ygote yang kemudian mengalami segmentasi 8clea$age< menjadi blastomer.
(lastomer ini mengalami pembelahan mitosis menjadi dua blastomer dan seterusnya,
hingga membentuk suatu bola-bola sel padat yang dikenal sebagai morula. "kumulasi
%airan bertahap di antara blastomer dalam morula menyebabkan terbentuknya
blastocyst. -assa padat sel-sel di salah satu kutub blastokista yang disebut inner cell
mass adalah %ikal bakal mudigah, sedangkan massa sel luar akan menjadi
trophoblast.
11
:ambar .1/ "wal perkembangan manusia
9
0. 1ar2 unningham et.al., Obstetri Williams 3$a/arta: E1, 200)4, hlm.
91.
10
5bid., hlm.91,92.
1)
Trophoblast terdiri dari dua lapis, yaitu sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas. )el
trofoblas dan sel-sel yang berdekatan lainnya, baik yang berasal dari sel-sel
blastokista dan endometrium uterus, berproliferasi dengan %epat dan akhirnya
membentuk plasenta.
11
)el-sel trofoblas ini terus menerus menembus bagian dalam
endometrium atau sel desidua, sampai mendekati lapisan basal endometrium dimana
terdapat pembuluh spiralis kemudian terbentuk la%una yang berisi plasma darah ibu.
Proses in4asi trofoblas tahap kedua men%apai bagian miometrium arteri spiralis
terjadi pada kehamilan 1-1! minggu. (agian dasar trophoblast akan menebal yang
disebut korion frondusum. (agian luar yang mengahadap ke ka$um uteri disebut
korion lae$e yang diliputi oleh desidua kapsularis, sedangkan desidua yang menjadi
tempat implantasi plasenta disebut desidua basalis.
12
)elama proses perusakan
desidua jauh ke dalam struma basalis oleh sel-sel trofoblas, terjadi pula penanaman
korion frondusumnya sehingga plasenta dengan mantap tertanam dalam desidua dari
uterus ibu.
13
Pada minggu ke-1&, korion frondusum telah berkembang dengan baik
dan plasenta telah berbentuk mirip %akram. Plasenta terus bertambah ukurannya
hampir selama masa kehamilan karena terjadi pula penambahan jumlah 4ilus.
1
:ambar .2/ )truktur anatomi plasenta manusia.
8www.bios%ien%e.org<
Plasenta terdiri dari struktur yang
disebut cotyledons. )etiap unit ini
terdapat dua atau lebih placental $illi,
per%abangannya, dan anchoring
$ilus.
1!
,anin dan plasenta dihubungkan
dengan tali pusat yang berisi 2 arteri
dan satu 4ena. .ena berisi darah yang
penuh oksigen dari ibu, sedangkan
11
Arthur . 1u2ton dan $ohn E. 6all, 200., Buku Ajar Fisiologi Kedokteran,
$a/arta: E1, hlm.1(0..
12
Sarwono 7rawirohard8o, Ilmu Kebidanan 3$a/arta: 7". 9ina 7usta/a, 200+4,
hlm.1*+,1*9.
1(
5da 9agus 1de &anuaba,d//., Pengantar Kuliah Obstetri 3$a/arta: E1,
200.4, hlm.10!.
1*
:oland . ;eeson, Textbook o Histolog! 3$a/arta: E1, 20024, hlm. *9+.
1)
www.bioscience.org. Sabtu, 12 September 2009.
1!
arteri dari janin berisi darah kotor.
1&
Plasenta terdiri dari bagian fetal
dan juga bagian maternal
13
yang
memiliki struktur yang sedikit
berbeda satu sama lain.
(agian fetal terdiri atas lempeng
korion dan 4ilus yang mun%ul dari
lempeng. )edangkan bagian
maternal berwujud desidua basal.
)el stroma endometrium yang
membesar disebut sel desidua.
:ambar . 3/ (agian fetal dan maternal plasenta
)emua proses ini, mulai dari perkembangan awal janin hingga pembentukan plasenta,
sebenarnya tersirat dalam N.). "l--ukminun ayat 12-13/
;4an Sesungguhnya #ami telah menciptakan manusia dari suatu saripati )berasal*
dari tanah. #emudian #ami !adikan saripati itu nutfah )yang disimpan* dalam
tempat yang kokoh )rahim*. #emudian nutfah itu #ami !adikan <alaqah, lalu <alaqah
itu #ami !adikan mudhghah, dan mudhghah itu #ami !adikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu #ami bungkus dengan daging. #emudian #ami !adikan dia
makhluk yang )berbentuk* lain. -aka -aha sucilah llah, &encipta yang paling
baik. =
"yat tersebut menyebutkan masa pembentukan plasenta yaitu perubahan dari saripati
8mani atau sperma yang membuahi< kemudian menjadi nutfah yaitu embrio yang
sudah tertanam pada rahim. Pada masa itulah plasenta dibentuk, yaitu tepatnya saat
sel trofoblas berimplantasi pada endometrium dan berproliferasi membentuk plasenta.
1!
Sarwono 7rawirohard8o, Ilmu Kebidanan 3$a/arta: 7". 9ina 7usta/a, 200+4,
hlm.1)2.
1.
:oland . ;eeson, Textbook o Histolog! 3$a/arta: E1, 20024, hlm. *9+.
1.
).! *aitan antara Plasenta dan Ste# Cells
)ebelum mengetahui tentang kaitan antara Plasenta dan stem cell, terlebih dahulu kita
harus mengetahui apa stem cell sebenarnya.
:ambar ./ Perkembangan stem cell
Pada awal perkembangan manusia, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat
sel yang disebut totipotent. Totipotent cell dapat membentuk semua sel yang ada
dalam tubuh manusia, termasuk membentuk plasenta Totipotent terspesialisasi dan
berkembang menjadi bentuk yang lain bersamaan dengan pembelahan sel membentuk
blastocyte. Di dalam blastocyte terdapat sel yang disebut pluripotent cell atau disebut
juga embryonic stem cell. )el ini dapat membentuk semua sel tubuh, ke%uali
plasenta.
15
)elama perkembangan, stem cell berkembang menjadi sel yang lebih
spesifik. +mbryonic stem cell baik di dalam tubuh ataupun dalam per%obaan
laboratorium, %epat terspesialisasi menjadi sel lain yang lebih spesifik. )etelah
beberapa hari tugasnya selesai, sel ini akan menghilang.
1+
http://stemcells.nih.gov. &inggu, 1( September 2009.
1+
Stem cell adalah sel yang mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi
banyak tipe sel lain di dalam tubuh selama awal kehidupan dan pertumbuhan,
10
sehingga memberikan kontribusi kepada jaringan tubuh untuk memperbaharui dan
memperbaiki jaringan sendiri. Stem cells merupakan sel yang belum terspesialisasi
atau belum berkembang menjadi sel tertentu, hingga terdapat sinyal kimia dari tubuh
yang memerintahkan stem cell untuk berkembang menjadi sel spesifik tertentu sesuai
dengan kondisi dan lingkungan, sehingga menjadi sel jantung, neuron, atau sel kulit.
21
Pada perkembangan pengetahuan tentang stem cell, terdapat beberapa sumber umntuk
mendapatkan stem cell. Pada tahun 1051, embryonic stem cells diperoleh dari embrio
tikus per%obaan. Kemudian pada tahun 1005, ditemukan metode untuk memperoleh
embryonic stem cells dari embrio manusia langsung untuk kemudian dikultur di
laboratorium. )el ini disebut human embryonic stem cells. +mbrio se%ara khusus
dikembangkan untuk kepentingan studi ini, melaui prosedur fertilisasi se%ara in $itro.
=al ini sempat menimbulkan kontro4ersi di dunia internasional. Pada tahun 211&,
peneliti telah dapat melakukan perlakuan tertentu pada adult cell agar se%ara geneti%
diprogram untuk memberikan fungsi seperti stem cell, yang dikenal dengan istilah
induced pluripotent stem cells )i&S's*.
21
Penelitian di yang dilakukan oleh Dr. =anna -ikkola
22
bersama the +li and +dythe
Broad 'enter of ,egenerati$e -edicine and Stem 'ell ,esearch .'/, menemukan
bahwa blood stem cell, sel-sel yang nanti dapat berdiferensiasi menjadi semua sel-sel
darah, berasal dan terdapat dari plasenta.
23,2
Penelitian di 'hildren>s 0ospital ?
,esearch 'enter Oakland menyebutkan bahwa stem cell dapat diperoleh dari
19
http://stemcells.nih.gov. Sabtu, 12 September 2009.
20
www.istemcelli.com. &inggu, 1( September 2009.
21
http://stemcells.nih.gov. Sabtu, 12 September 2009.
22
Seorang do/ter peneliti di UCLA Broad Center of Regenerative Medicine
and Stem Cell Research dan 8uga pada <;A=s $onsson omprehensive ancer
enter dan assistant pro%essor di molecular, cell and develomental !iolog"
deartment#
2(
http://newsroom.ucla.edu. -amis, 10 September 2009.
2*
7esear%hers at ;hildren$s =ospital (oston and the Dana-9arber ;an%er 2nstitute, 211!.
19
plasenta, stem %ell yang diperoleh pun lebih banyak dibandingkan yang diperoleh dari
tali pusat serta lebih aman untuk transplantasi.
2!
Blood stem cell dihasilkan di dalam
arteri besar pada plasenta juga pada
embrio, kemudian berpindah ke
suatu bagian tertentu dimana blood
stem cell berkembang dan menjadi
mature. Perkembangan itu terjadi
di bagian placenta $ascular
labyrinth, dimana oksigen dan
nutrisi disalurkan dari ibu ke janin.
:ambar .! / 2solasi adult stem %ell
Didalam placenta $ascular labyrinth terdapat banyak gro1th factor dan cytokines,
sehingga blood stem cell dapat berkembang baik dalam jumlah ataupun kematangan.
:ambar .& / Plasenta sebagai sumber stem
%ell
Penemuan ini memungkinkan para peneliti
untuk mengetahui lingkungan miko dari
embrio se%ara spesifik seperti apa yang
dbutuhkan untuk perkembangan blood stem
cells, sehingga dapat dilakukan pengkulturan
dan dilakukan pertumbuhan untuk dapat
dimanfaatkan dalam melakukan terapi
beberapa penyakit hematologi, seperti
leukemia dan aplastic anemia.
2&
)esuai dengan klasifikasinya tersebut, stem cell dapat diperoleh dari beberapa sumber
di antaranya dari embrio, sumsum tulang belakang, darah perifer, otak, dan dari darah
tali pusat serta plasenta.
23,25
Plasenta yang biasanya hanya dibuang atau dikubur
2)
www.sciencedail2.com. &inggu, 1( September 2009.
2!
http://newsroom.ucla.edu. -amis, 10 September 2009.
20
setelah janin dilahirkan, ternyata merupakan sumber optimal dari hematopoietic cell,
mesenchymal cell, dan endothelial progenitor cells.
20
).& Pe#anfaatan Plasenta Ste# Cell dala# Bidang *edokteran
*erlepas dari semua kontro4ersi yang berkembang di masyarakat 2ndonesia,
perkembangan penelitian tentang plasenta manusia sudah berkembang pesat di dunia
kedokteran internasional.
Blood stem cells digunakan untuk mengobati blood cancers seperti leukemia dan
penyakit hematologi lainnya, juga pada pasien yang membutuhkan transplantasi.
Pada awalnya, mengkultur blood stem
cells sangatlah sulit, karena sel tidak
dapat bermultiplikasi dalam
laboratorium. )ehingga blood stem cells
perlu diambil se%ara langsung dengan
aspirasi sumsum tulang belakang, melalui
serangkaian prosedur yang menimbulkan
rasa sakit, ditanam di media darah, baru
kemudian dapat kita ambil.
31

:ambar .3 / =ierarki stem cell
Darah pada plasenta dan tali pusat ternyata dapat digunakan sebagai sumber
hematopoeietic stem cell. Darah ini diambil segera setelah plasenta dilahirkan dan
kemudian dibekukan, setelah dibekukan darah ini bisa tahan hingga bertahun-tahun.
*ransplantasi stem %ell hematopoesis telah dikenal sejak !1 tahun yang lalu dan telah
diaplikasikan pada lebih dari &111 pasien dan pertama kali diterapkan pada penderita
"anconi nemia.
31
2.
Edward A. opelan, 200!, Hematopoietic Stem-Cell Transplantation,
"he #ew England $ournal o% &edicine, 'olume ()*:1+1(,1+2
2+
http://stemcells.nih.gov. Sabtu, 12 September 2009.
29
'iranjan (hatta%harya and Phillip )tubblefield, Frontiers of Cord Blood Science *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3&1/310-321.
(0
http/>>www.%hildrenshospital.org>resear%h. -inggu, 13 )eptember 2110.
(1
1luc/man E, 9ro>me2er 6A, Auerbach A?, et al. 6ematopoietic
reconstitution in a patient with 0anconi=s anemia b2 means o% umbilical,cord
blood %rom an 6;A,identical sibling. # Engl $ &ed 19+9@(21:11.*,11.+.
21
:ambar .5 / Perkembangan 0ematopoetic Stem 'ell
0ematopoeietic stem cell
memliki kemampuan yang unik
untuk dapat berubah menjadi sel
darah yang lain, sel ini belum
terspesialisasi dan juga dapat
memperbaiki diri sendiri 8self(
rene1ing<, sehingga dapat
menjadi sumber sel darah
seumur hidup.
0ematopoeietic stem cell dapat
digunakan untuk pengobatan
kanker, seperti kanker
hematologi% dan limfoid kanker.
Pada transplantasi stem cell, bila donor dan resipien se%ara geneti% tidak identik
8allogenic< akan menimbulkan reaksi imunologik dari limfosit donor melawan
resipien, sehingga menyebabkan inflamasi pada jaringan target atau disebut graft(
$ersus(host disease )2304*. *ingkat keparahan dari reaksi penolakan ini tergantung
dari derajat inkompatibilitas itu sendiri, yang ditentukan oleh suatu kompleks
biologik dimana polymorphic

class % dan polymorphic class %% 0/ cell(surface
glycoproteins berikatan dengan peptida ke%il dari protein yang terdegradasi. 7eseptor
sel * berinteraksi dengan gly%oproteins permukaan dan juga dengan ikatan peptida.
)el * dari resipien mengenali antigen dari donor sebagai benda asing demikian pula
sel * donor mengenali antigen resipien sebagai benda asing, sehingga menyebabkan
graft($ersus(host disease )2304* dan graft($ersus(tumor

effects.
32
0ematopoeietic stem cell merupakan jalan keluar bila dibutuhkan donor dalam
kondisi yang mendesak namun belum ditemukan donor yang %o%ok. Karena pada
(2
Edward A. opelan, 200!, Hematopoietic Stem-Cell Transplantation,
"he #ew England $ournal o% &edicine, 'olume ()*:1+1(,1+2.
22
stem cell hematopoesis resiko ketidak%o%okan antara donor dan resipien lebih ke%il.
=al ini disebabkan pada transplantasi darah tali pusat atau plasenta membutuhkan
ke%o%okan 0/ yang lebih rendah daripada transplantasi dari sumsum tulang
belakang ataupun darah perifer, sehingga resiko 2304 lebih rendah tanpa kehilangan
graft($ersus(leukemia

effect.
99
)elain itu, transplantasi stem cell hematopoesis
memiliki prosedur yang lebih mudah dan lebih aman.
3
*ransplantasi hematopoietic stem(cell dapat memperpanjang masa remisi pada
pasien dengan penyakit autoimun.
3!
)umsum tulang belakang dikenal sebagai sumber dari mesenchymal stem cells
)-S's*, namun ternyata plasenta juga merupakan sumber -);s yang lebih optimal.
Penelitian ini adalah untuk membandingkan human bone marro1deri$ed -S'
)hbm-S'* dan human placentaderi$ed -S' )hp-S'*. 0uman placentaderi$ed
-S' )hp-S'* memiliki kemampua proliferasi yang lebih %epat dan masa
pertumbuhan yang lebih lama.
3&
4.4 Perkembangan Stem Cells di Indonesia
Perkembangan stem cell di 2ndonesia sudah mulai berkembang, terlihat dari
pengaplikasian terapi stem cell dan pendirian pusat-pusat penelitian stem cell.
Penggunaan plasenta stem cell lebih banyak digunakan, sementara embryonic stem
cells yang berasal dari inner cell mass embryo 8fase blasto%yst< untuk saat ini terbatas
hanya untuk tujuan penelitian dan belum diperoleh kesepakatan untuk dapat
((
Aagner $E, 9ar/er $#, ?e0or "E, et al. 2002, Transplantation o
unrelated donor umbilical cord blood in "#$ patients %ith
malignant and nonmalignant diseases& in'uence o C()* cell dose
and H+, disparit! on treatment-related mortalit! and sur-i-al. "he
#ew England $ournal o% &edicine. 9lood 2002@100:1!11,1!1+.
(*
Edward A. opelan, 200!, Hematopoietic Stem-Cell Transplantation,
"he #ew England $ournal o% &edicine, 'olume ()*:1+1(,1+2.
()
S2/es &, #i/olic 9. Treatment o se-ere autoimmune disease b!
stem-cell transplantation. #ature 200)@*():!20,!2..
(!
Sarah barlow. Et.al.,200+, Comparison o Human Placenta- and /one
0arro%1(eri-ed 0ultipotent 0esench!mal Stem Cells, &ar2 Ann
;iebert, 5nc. Stem cell and development ?B5. 10.109+/scd.200.,01)*.1.:
109),110+.
2(
digunakan untuk aplikasi klinik, karena terkait dengan masalah etik. *erapi sel yang
pernah dilakukan di 2ndonesia adalah %angkok sumsum tulang sejak 1! tahun lebih
yang lalu dan menunjukkan keberhasilan 111 persen.
33
Prof. Dr. Drh 9edik 7antam,
- Kes dari Fnair )urabaya, dalam laporan penggunaan stem %ell pada Brthopedi, di
7) Dr. )oetomo ternyata sudah berjalan sejak tahun 1005 yaitu dengan menggunakan
tissue engineering.
35
Di 2ndonesia sudah terdapat sosiasi Sel &unca %ndonesia )S&%* yang pada tanggal
31 -aret 2110 lalu mengadakan )eminar tentang tentang DPenelitian -ultisenter )el
Pun%a di 2ndonesiaD di ,akarta. Pada kesempatan itu, Drh. Euda =eru 9ibrianto, -P,
PhD dari Fni4ersitas :ajah -ada Eogyakarta, mengumumkan tentang Pusat )tem
;ell 8Stem 'ell 'enter< di Fni4ersitas :adjah -ada 8F:-<. Program kerja yang
akan dilakukan di Stem 'ell 'enter F:- ini adalah, pertama, isolasi dan plurifikasi
stem sel dewasa yang berasal dari hematopoietik maupun dari plasenta. Kedua,
mengembangkan i&S dan differensiasi serta aplikasi preklinik maupun klinis. Ketiga,
membuat uni4ersal i&S sehingga didapatkan pluripotensi stem sel yang siap pakai
bagi siapa saja yang membutuhkan. Keempat, membuat hubungan dan korelasi dari
berbagai pusat studi stem sel dari rumah sakit, pusat studi maupun uni4ersitas dalam
pertukaran ilmu dan hasil pengembangan yang sudah didapatkan.
30

Penerapan terapi stem %ell di 2ndonesia, telah dilakukan di berbagai bidang
kedokteran. Di antaranya di bidang pengobatan luka bakar, penyakit degeneratif,
penyakit orthopedi, dan penyakit jantung.
Dr. Eefta -oenadjat, )p(P dari Fnit Luka (akar 9KF2 mengatakan bahwa sel pun%a
8stem cells< yang umum dan banyak diteliti serta digunakan di klinik merupakan
adult stem cells dari tali pusat baik yang berasal dari cord blood maupun dari tali
pusatnya sendiri 8selJsel mononu%leated< dan mesenchymal stem cells. ;ara
penggunaannya pada luka bakar dengan stem cell dari darah tali pusat dengan %ara
(.
http://medicineworld.org. -amis, 10 September 2009.
(+
http://idionline.org. -amis, 10 September 2009.
(9
http://idionline.org.-amis, 10 September 2009.
2*
diteteskan. *erapi ini memberiakn hasil yang baik sekali dengan epitelisasi yg lebih
%epat dan mengurangi sakit yang juga lebih %epat. )ehingga dapat disimpulkan
bahwa, aplikasi stem %ells pada luka bakar derajat dua dalam menunjukan hasil lebih
baik dibadingkan metode perawatan luka standar menggunakan krim sil4er
sulfadia#ine 8))D< dan krim ambifilik. Keunggulan itu dapat terlihat dari pengamatan
klinik seperti fase fibroplasia berjalan sesuai waktu prediksi, epitelialisasi
berlangsung pada daerah yang umumnya sulit berlangsung, epitel yang terjadi lebih
mendekati konfigurasi epitel normal sehingga lebih tahan terhadap berbagai bentuk
iritasi dari luar.
Pemanfaatan stem cell pada penyakit degenerati4e dikemukakan oleh Prof. Dr.
-o%h."ri ?idodo, -), PhD, )p9K dari Fni4ersitas (rawijaya 8F'2(7"?< -alang
yang menjelaskan tentang D-odulasi jumlah O fungsi +P; untuk pen%egahan
Penyakit Degeneratif Kardio4askulerD pada )eminar ")P2 tersebut. +ndothelial
progenitor cell )+&'* adalah suatu stem cell dewasa dalam kondisi tertentu akan
dimobilisasi dan homing pada daerah pembuluh darah yang mengalami disfungsi dan
apoptosis, sehingga akan terjadi angiogenesis atau postnatal $asculogenesis. Dengan
mengetahui bahan endogen atau bahan eksogen yang mempengaruhi jumlah dan
fungsi dapat menghambat proses penuaan +P;, dapat meningkatkan peran +P;
dalam menghambat penyakit degeneratif dengan meningkatkan regenerasi sel endotel
yang rusak dan selanjutnya men%egah atau menghambat penyakit degeneratif.
Penggunaan stem %ell pada Brthopedi di F'"27 7) Dr. )oetomo )urabaya sudah
berjalan sejak tahun 1005 yaitu dengan menggunakan tissue engineering. -enurut
Prof. Dr. Drh 9edik 7antam, - Kes dari F'"27, penggunaan tissue engineering
dengan sedikit modifikasi yaitu dengan stem sell, memberikan hasil yang lebih %epat
dalam masa penyembuhannya. Proses penyembuhan dengan pengobatan biasa
umumnya berlangsung tiga bulan, tetapi dengan menggunakan stem %ell hanya satu
bulan saja.(idang lain yang telah dilakukan pengembangan dengan menggunakan
2)
stem cell di )urabaya adalah repair human bone fracture, hematopoietic repair,
tendon repair, epithelial repair, dan heart strock repair.
1
*im dokter 2ndonesia melakukan terapi adult stem cell pada pasien penyakit jantung
recent infarction di ,akarta. Proses terapi dilakukan oleh tim 7);- bersama 7umah
)akit 7umah )akit Kanker Dharmais 87)KD<, sedangkan pemberian terapi sel
batangnya dilakukan melalui kateter koroner di 7);- dan -edistra.
1
-enurut Ketua Fmum "sosiasi )el
Pun%a 2ndonesia 8")P2<, Drg. 9erry
)andra, terapi stem %ell yang belum
dikerjakan di 2ndonesia di antaranya
adalah tentang "utoimun, Diabetes untuk
produksi insulinnya, spinal cord in!ury,
retinal pigmentosa, leukemia, dan masih
banyak lagi.
2
:ambar .0 / -anfaat stem %ell resear%h
)emua pen%apaian dalam bidang pengembangan stem cell di 2ndonesia merupakan
awal yang baik dalam usaha perkembangan ilmu kedokteran 2ndonesia. (eberapa
kendala yang dihadapi diantaranya biaya terapi yang masih sangat tinggi, sehingga
tidak semua kalangan masyarakat dapat mendapatkannya. )elain itu, kontro4ersi
dengan hukum agama 2slam yang berkaitan tentang pelarangan penggunaan organ
tubuh manusia dalam pengobatan atau konsumsi. Khusus mengenai hal ini, akan
dibahas lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.
*0
http://idionline.org.-amis, 10 September 2009.
*1
http://medicineworld.org. -amis, 10 September 2009.
*2
http://idionline.org.-amis, 10 September 2009.
2!
)./ Pe#anfaatan +lasenta ditin(au dari sudut +andang keisla#an
Di 2ndonesia yang jumlah penduduknya mayoritas beragama 2slam, pemanfaatan
plasenta dalam dunia kedokteran ini menimbulkan kontro4ersi. -asyarakat yang
belum mengetahui manfaat dari plasenta tersebut, masih melihat plasenta sebagai
sesuatu yang menjijikan dan tidak memiliki manfaat. ?alaupun pemanfaatannya
tidak dikonsumsi se%ara langsung, pemanfaatan plasenta dianggap sebagai bentuk
kanibalisme. (eberapa ulama berpendapat bahwa plasenta merupakan organ tubuh
manusia, dan memanfaatkan dengan mengkonsumsinya termasuk bentuk
kanibalisme.
3
Dalam l(fat1a l(hindiyah dikatakan H-emanfaatkan anggota tubuh manusia tidak
diperbolehkan. "da yang mengatakan karena najis dan ada yang mengatakan karena
kehormatan, alasan kedua inilah yang benar.I

2bnu Nudamah menulis di dalam l(-ugni tentang haramnya menjual anggota tubuh
manusia yang terpotong dengan alasan karena hal itu tidak bermanfaat.
!
Para fuMaha sepakat , bahwa tidak boleh bagi seorang yang terpaksa memakan badan
manusia hidup yang darahnya su%i untuk menyelamatkannya dari kebinasaan.
&
"l-kasani berkata ketika berdalil atas haramnya menjual susu manusia 8")2<, ")2
dianggap sebagai bagian tubuh manusia, H*idak dibolehkan menjualnya, karena dia
adalah bagian dari manusia dan manusia dengan segala anggota tubuhnya terhormat
dan bukan dikatakan terhormat jika dilelang dalam jual beli.
3
Pernyataan diatas dikaitkan dengan pembahasan dalam buku-buku fiMih yang
mengemukakan bahwa pada dasarnya memanfaatkan anggota badan manusia itu
hukumnya haram, dikarenakan kehormatannya maupun karena pemanfaatannya yang
*(
&elalui wawancara dengan -etua &<5 "angerang, -6. "urmudCi. $umat, 12
September 2009.
**
Al Fat$a Al%&indi"ah, 8us ', hlm.()*.
*)
Al Mughni $a As" 's"arh Al%ka!ir, 8us 5', hlm.(0*.
*!
(!nu )ajim, Al%As"!ah $a An%)a*hair, hlm. +. dan 5bnu Dadamah,
Almughi, 8uC 5, hlm. .9.
*.
Al%Badaa+(, 8uC ', hlm. 1*).
2.
tidak sesuai dengan syariat islam. 'amun demikian, para fuMaha memberikan
penge%ualian dari hukum dasar ini dan membolehkan untuk memanfaatkan anggota
badan manusia untuk kepentingan tertentu, atau memperlakukannya dengan
perlakuan tertentu, kebanyakan pembolehan itu berkaitan dengan masalah
keterpaksaan.
5
(agi umat muslim, membahas dasar hukum mengenai sesuatu yang tidak ter%antum
se%ara jelas dalam "lMuran dan =adist membutuhkan pengkajian yang mendalam.
Kita dapat menganalogikan pemanfaatan plasenta ini dengan pendonoran organ
tubuh, dimana tidak ada dalil pasti yang membahas tentang hal itu. Karena masalah
ini memang hal baru yang belum pernah dikaji oleh para fuqaha klasik, hal ini
merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat dinamis.
Fntuk itu, kita tidak dapat mengambil hukum dari hasil pembahasan fuMaha itu untuk
dijadikam sebagai dasar analogi bagi masalah-masalah baru ini, karena ada beberapa
unsur yang sama, sementara unsur-unsur baru lainnya banyak yang tidak sama
dengan hukum perkembangan dan penemuan kedokteran modern
0
Kita dapat menganalogikan pemanfaatan plasenta melalui transplantasi hematopoietic
stem cell, dengan transplantasi organ pada umumnya. *ransplantasi termasuk salah
satu jenis pengobatan. Dalam kaidah metode pengambilan hukum, disebutkan Hl(
shlu fil mu@amalati al(ibaahah illa ma dalla daliilun <ala nahyiI. Pada prinsipnya,
urusan muammalah 8duniawi< itu diperbolehkan ke%uali kalau ada dalil yang
melarangnya. -aksudnya, urusan duniawi silakan dilakukan selama tidak ada dalil
baik "l Nuran ataupun hadits yang melarangnya, termasuk dalam hal pemanfaatan
plasenta ini. =al ini didukung oleh firman "llah sebagai berikut/
H?ahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik
yang telah dihalalkan "llah bagi kamu sekalianI8N). "l--aidah !/ 53<
*+
?r. &. #uEaim Fasin, 2ikih Kedokteran 3$a/arta : 7<S"A-A A;,-A<"SA:4,
hlm. 1.0,1.1.
*9
?r. &. #uEaim Fasin, 2ikih Kedokteran 3$a/arta : 7<S"A-A A;,-A<"SA:4,
hlm. 1!).
2+
H-ereka bertanya kepadamu apa yang dihalalkan kepada mereka, katakanlah
8-uhammad< dihalalkan kepada mereka segala yang baikI 8N). "l--aidah !/<
(ila pemanfaatan anggota tubuh diharamkan atas alasan kehormatan terhadap
manusia, pemanfaatan plasenta ini tidak masuk dalam ketentuan hukum tersebut.
Pertama, karena plasenta bukan sepenuhnya merupakan bagian tubuh manusia.
Plasenta hanya terbentuk selama masa kehamilan dan keluar saat melahirkan, bukan
terbentuk sejak kehidupan awal manusia. Kedua, plasenta yang dimanfaatkan melalui
penerapan hematopoietic stem cell dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan
manfaat yang besar. 2ni merupakan wujud lain dari shodaqoh. )ebab hematopoietic
stem cell yang telah diolah, dapat digunakan sebagai terapi bagi banyak pasien.
(ukankah yang lebih bermanfaat, maka lebih terhormat6 2slam juga memerintahkan
untuk saling menolong dalam kebaikan, seperti firman "llah dalam N). "l--aidah
ayat 2/
DDan tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taMwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.D 8N). "l--aidah ! /2<
Pengembangan teknologi stem cell merupakan wujud ikhtiar manusia dalam
menemukan pengobatan yang efektif bagi penyakit yang diderita. )ebab 2slam
mengajarkan kita untuk tidak berputus asa bila mendapatkan %obaan, misalnya bila
kita mendapatkan penyakit maka berobatlah se%ara optimal sesuai dengan
kemampuan, karena segala penyakit sudah ditentukan obatnya/
HSesungguhnya llah tidak akan menurunkan penyakit, melainkan 4ia telah
menurunkan buat penyakit itu penyembuhannya, maka berobatlah kamuI 8=7 'asai
dan =akim<
!1
*ransplantasi organ tubuh hukumnya halal bila memenuhi syarat-syarat yang tidak
menimbulkan bahaya kepada pendonor dan men%egah adanya kerusakan. -enolong
orang lain adalah perbuatan mulia. 'amun tetap harus memperhatikan kondisi
)0
?r. &. #uEaim Fasin, 2ikih Kedokteran 3$a/arta : 7<S"A-A A;,-A<"SA:4,
hlm. 1+0,1+1.
29
pribadi. "rtinya, tidak dibenarkan menolong orang lain yang berakibat membinasakan
diri sendiri, sebagaimana firman-'ya /
HGdan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.I 8N).
"l-(aMarah2/10!<
,adi, jika dilihat dari sudut pandang islam, tidak ada masalah penggunaan plasenta
sebagai sumber stem cell dalam pengobatan medis. Penggunaan plasenta tidak
melanggar syariat islam karena plasenta merupakan organ yang dibentuk dan
digunakan selama masa kehamilan saja. )etelah persalinan, plasenta sudah tidak
digunakan dan diperlukan lagi sehingga pemanfaatannya sebagai sumber stem cell
tidak akan merugikan pendonor, berbeda dengan pemanfaatan embrionic stem cell
yang menggunakan janin sebagai sumber stem cell. =al ini bertentangan dengan
syariat islam, karena akan merugikan janin sebagai pendonor.
)elain itu, ayat "lMurKan yang pertama diturunkan, yaitu P2Mra yang artinya
HBacalahI. "yat ini memerintahkan agar umat islam mendalami ilmu dengan
memba%a ayat-ayat "llah, baik ayat-ayat kauliyah 8 "lMurKan< maupun ayat-ayat
kauniyah 8alam<. )esungguhnya "lMurKan itu adalah pedoman dan merupakan bekal
bagi umat islam karena semua sudah tersurat dan tersirat didalamnya. (anyak sekali
ayat-ayat "l-MurKan yang memerintahkan manusia untuk berfikir dan mempelajari
ilmu-ilmu pengetahuan yang "llah tunjukan termasuk ilmu pengetahuan mengenai
stem cell yang aplikasinya yang sangat bermanfaat dalam dunia medis. Bleh karena
itu, sebagai dokter muslim, marilah kita mengungkap rahasia "llah dengan 2lmu
Kedokteran.
(0
BAB .
PENU'UP
/.1 *esi#+ulan
Dalam plasenta juga terdapat blood stem cell, sel-sel yang nanti dapat
berdiferensiasi menjadi semua sel-sel darah. Di masa yang akan datang, sel-sel dari
plasenta ini dapat digunakan untuk mengobati hypoxicischemic

encephalopathy,
penyakit jantung, diabetes, penyakit-penyakit pada sistem endokrin, stroke,
"l#heimer$s

disease, Parkinson$s disease, spinal %ord injuries, dan lain-lain.
)tem %ell yang berasal dari plasenta lebih %epat bertambah dalam hal jumlah,
namun tidak mudah terspesialisasi menjadi sel lain. Dalam plasenta hematopoeietic
stem cell yang ditemukan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan pada tempat
lainnya. )elain itu, hematopoeietic stem cell dari plasenta lebih mudah didapatkan
(1
daripada yang berasal dari sumsum tulang belakang. )ebab pengambilan
hematopoeietic stem cell dari sumsum tulang belakang, memerlukan serangkaian
prosedur klinis yang menimbulkan rasa sakit. 7esiko terjadinya reaksi penolakan
transplantasi hematopoeietic stem cell dari sumsum tulang belakang atau darah
perifer lebih tinggi dibandingkan yang diambil dari plasenta. )emua kelebihan ini
diharapkan dapat memberikan terapi yang lebih baik bagi para penderita kanker darah
seperti leukemia, ataupun penyakit gangguan hematologi lainnya.
Di 2ndonesia yang mayoritas penduduknya beragama 2slam, pemanfaatan
plasenta dalam dunia kedokteran ini menimbulkan konto4ersi. )ebab terdapat
larangan dalam menggunakan bagian organ tubuh manusia untuk penggunaan dalam
obat ataupun kosmetik. Di satu sisi, pemanfaatan plasenta sangatlah potensial bagi
perkembang dunia kedokteran. Dalam mengahadapi permasalahan seperti ini, perlu
kajian yang mendalam antara keduanya. Pemanfaatan plasenta ini dapat kita
analogikan dengan hukum transplantasi organ tubuh. ,ika dilihat dari kajian tersebut,
tidak ada masalah mengenai penggunaan plasenta sebagai sumber hematopoietic stem
cell dalam bidang kedokteran. Pertama, karena plasenta bukan sepenuhnya
merupakan bagian tubuh manusia. Plasenta hanya terbentuk selama masa kehamilan
dan keluar saat melahirkan, bukan terbentuk sejak kehidupan awal manusia. Kedua,
plasenta yang dimanfaatkan melalui penerapan hematopoietic stem cell dapat
mendatangkan keselamatan dan memberikan manfaat yang besar dan tidak merugikan
pendonor. (erbeda dengan pemanfaatan embryonic stem cell yang menggunakan
janin sebagai sumber stem cell. =al ini bertentangan dengan syariat islam, karena
dikhawatirkan merugikan janin sebagai pendonor.
/.! Saran
"llah tidak men%iptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Karena itu, plasenta yang
selama ini disia-siakan ternyata memiliki manfaat yang begitu besar di dunia
kedokteran melalui pengembangan stem cell. Plasenta merupakan sumber stem cell
yang optimal karena mudah diperoleh, mudah diaplikasikan, dan se%ara imunologik
(2
rendah kemungkinan terjadinya penolakan transplantasi. Pemanfaatan plasenta ini
pun tidak menimbulkan kerugian bagi janin sendiri, sebab plasenta tersebut sudah
dikeluarkan dan pemanfaatannya tidak memberikan efek kerusakan pada janin. Lain
halnya dengan pemanfaatan stem cell yang diambil dari embrio, yang menimbulkan
perdebatan dari segi bioetika dan keagamaan di dunia internasional.
-asyarakat muslim di 2ndonesia pun hendaknya melihat pemanfaatan plasenta lebih
objektif lagi, yaitu dilihat dari aspek manfaat bukan dilihat dari pendapat subjektif
yang melihat plasenta sebagai sesuatu yang menjijikan yang tidak memiliki manfaat
sama sekali. Pengembangan tentang penelitian stem cell di 2ndonesia hendaknya lebih
digiatkan, agar perkembangan ilmu kedokteran di 2ndonesia tidak tertinggal dengan
perkembangan ilmu kedokteran dunia.
DAF'A" PUS'A*A
l "at1a l(0indiyah. jus ..
l -ughni 1a sy(syarh l(kabir. jus 2..
l(Badaa@%. ju# ..
(arlow, )arah, dkk. 2115. Co#+arison of Hu#an Placenta0 and Bone $arro12
Deri3ed $ulti+otent $esenc%,#al Ste# Cells. -ary "nn Liebert, 2n%.
)tem %ell and de4elopment DB2. 11.1105>s%d.2113-11!.13/ 110!-1115.
(hatta%harya, 'iranjan dan Phillip )tubblefield, Frontiers of Cord Blood Science
*he 'ew +ngland ,ournal of -edi%ine, .olume 3&1/310-321.
(roCmeyer, :lu%kman +, dkk. He#ato+oietic reconstitution in a +atient 1it%
Fanconi4s ane#ia 5, #eans of u#5ilical0cord 5lood fro# an HLA0
identical si5ling. *he 'ew +ngland ,ournal of -edi%ine. 1050@321/113-
1135.
;opelan, +dward ". 211&. He#ato+oietic Ste#0Cell 'rans+lantation. *he 'ew
+ngland ,ournal of -edi%ine. .olume 3!/1513-152.
((
;unningham, 9. :ary dkk. 211!. -5stetri 6illia#s. ,akarta/ +:;.
:uyton, "rthur ;. dan ,ohn +. =all. 2113. Buku A(ar Fisiologi *edokteran. ,akarta/
+:;.
http/>>idionline.org.
http/>>idionline.org. Kamis, 11 )eptember 2110.
http/>>medi%ineworld.org. Kamis, 11 )eptember 2110.
http/>>medi%ineworld.org. Kamis, 11 )eptember 2110.
http/>>newsroom.u%la.edu. Kamis, 11 )eptember 2110.
http/>>stem%ells.nih.go4. -inggu, 13 )eptember 2110.
http/>>stem%ells.nih.go4. )abtu, 12 )eptember 2110.
http/>>www.%hildrenshospital.org>resear%h. -inggu, 13 )eptember 2110.
,+, ?agner, dkk. 2112. 'rans+lantation of unrelated donor u#5ilical cord 5lood in
17! +atients 1it% #alignant and non#alignant diseases8 influence of
CD&) cell dose and HLA dis+arit, on treat#ent0related #ortalit, and
sur3i3al. *he 'ew +ngland ,ournal of -edi%ine. (lood 2112@111/1&11-1&15.
Leeson, 7oland ;. 2112. 'e9t5ook of Histolog,. ,akarta/ +:;.
-anuaba, 2da (agus :de, dkk. 2113. Pengantar *ulia% -5stetri. ,akarta/ +:;.
'ajim, 2bnu, dkk. Al0As,5a% 1a An0Na:%air.
'ikoli% (, )ykes -. 'reat#ent of se3ere autoi##une disease 5, ste#0cell
trans+lantation. 'ature 211!@3!/&21-&23.
Prawirohardjo, )arwono. 2115. Il#u *e5idanan. ,akarta/ P*. (ina Pustaka.
Nadamah, 2bnu. Al#ug%i. ju# 2.
7esear%hers at ;hildren$s =ospital (oston and the Dana-9arber ;an%er 2nstitute, 211!.
www.bios%ien%e.org. )abtu, 12 )eptember 2110.
www.datastatistik-indonesia.%om. )abtu, 12 )eptember 2110
www.istem%elli.%om. -inggu, 13 )eptember 2110.
www.s%ien%edaily.%om. -inggu, 13 )eptember 2110.
Easin, -. 'uKaim. Fi;i% *edokteran. ,akarta / PF)*"K" "L-K"F*)"7.