Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAAN PEMBELAJARAN (RPP)

UPAYA PROMOSI KESEHATAN



I. IDENTITAS
1. Mata Kuliah : Kebidanan komunitas
2. Program Studi : D III
3. Kode/Bobot SKS : 2 SKS
4. Semester : IV (Empat)
5. Elemen Kompetensi : MKB
6. Jenis Kompetensi : Utama
7. Waktu Kuliah : 1 x 15 menit
8. Pokok Bahasan : Upaya Promosi Kesehatan
9. Hari, Tanggal : Sabtu, 6 September 2014

II. STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman tentang kebidanan komunitas
sehingga mampu memberikan pelayanan upaya promosi kesehatan dengan benar.

III. KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang upaya promosi kesehatan.

IV. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Setelah perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengetahui pengertian upaya promosi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif.
2. Menjelaskan pengertian upaya promsi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif.
3. Memberikan contoh upaya promsi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif.

V. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah perkuliahan berakhir diharapkan mahasiswa mampu :
1. Mengetahui pengertian upaya promosi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif.
2. Menjelaskan pengertian upaya promsi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif.
3. Memberikan contoh upaya promsi kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif

VI. DESKRIPSI MATERI
Materi kuliah ini memuat tentang :
1. Pengertian upaya promosi kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif
2. Contoh upaya promosi kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif

VII. METODE/STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
VIII. MEDIA PEMBELAJARAN
1. LCD
2. Power Point

IX. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Komponen
Langkah
Uraian Kegiatan Metode Media Estimasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan apersepsi
2. Mendeskripsikan materi yang
akan disampaikan secara singkat.
3. Menyebutkan indikator
pencapaian kompetensi.
4. Menyebutkan manfaat materi
mata kuliah ini dalam kehidupan
sehari-hari
Ceramah LCD,
Powerpoint
3 menit
Kegiatan
Inti
1. Menjelaskan materi pembelajaran
2. Meminta mahasiswa memberikan
contoh promosi kesehatan
3. Member kesempatan kepada
mahasiswa untuk bertanya
Ceramah,
Tanya
jawab







LCD,
Powerpoint
9 menit
Penutup 1. Merangkum materi pembelajaran
untuk membuat kesimpulan
2. Refleksi terhadap kgiatan
pembelajaran
3. Tindak lanjut pemberian tugas
pada pertemuan selanjutnya.
Ceramah,
Tanya
jawab
LCD,
Powerpoint
3 menit


X. PENILAIAN
Jenis : Tes
Bentuk : Lisan
Instrumen : Soal terlampir
XI. SUMBER BELAJAR
Iqbal M.,Wahit. 2012.Promosi Kesehatan untuk kebidanan. Jakarta : Salemba
Medika.
Soepardan, Suryani. 2006. Konsep Kebidanan. Bandung: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Syarifudin., Fratidhina,Yudhia.2009. Promosi Kesehatan untuk Mahasiswa
kebidanan. Jakarta : Trans Info Media



Yogyakarta, 4 September2014
Ketua Prodi



(Mei Ana, S.ST., M.Kes)
Dosen Pengampu Mata Kuliah



(Marina Widya, S.ST)


Lampiran I
Soal :
1. Jelaskan secara singkat pengertian upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif !
2. Berilah masing-masing dua contoh upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif !
Jawaban :
1. pengertian upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif :
Upaya promotif adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan
kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,yang dilakukan untuk
menimbulkan kesadaran kemauan dan kemampuan diri
Upaya preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan
kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Tujuan dari tindakan
ini adalah untuk melindungi klien dari kemungkinan terserang penyakit
Upaya kuratif dilakukan jika seseorang telah jatuh sakit, atau setidaknya
curiga bahwa seseorang telah menderita penyakit
Upaya rehabilitatif tujuannya ialah untuk berusaha mengembalikan penderita
pada keadaan semula (pemulihan kesehatan)
2. contoh upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif :
Promotif
a. Penyuluhan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat
b. Peningkatan gizi, terutama pada masa pertumbuhan dan ibu hamil
Preventif
a. Imunisasi terhadap bayi dan anak balita serta ibu hamil
b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala ( balita, bumil, remaja, usila )
melalui posyandu
Kuratif
a. Pemberian obat : Fe, Vitamin A, oralit
b. Terapi antibiotika pada penderita PMS
Rehabilitatif
a. Latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, patah
tulang, kelainan bawaan
b. Terapi psikologis pada pasien pasca kanker rahim agar kepercayaan
dirinya kembali seperti semula.
Lampiran II
Upaya Promosi Kesehatan
Istilah promosi kesehatan sebenarnya sudah lama dikenal sebagai satu kesatuan
pengertian tentang upaya kesehatan yang menyeluruh yaitu promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif. Bahkan lebih dari dekade yang lalu sudah ada istilah promotor kesehatan desa
atau kader yang dikaitkan dengan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa.
Promosi kesehatan adalah proses memandirikan masyarakat agar dapat memelihara
dan meningkatkan kesehatannya ( Ottawa Charter !986)
Ruang lingkup praktek praktek perawatan kesehatan masyarakat, meliputi upaya-
upaya, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), pemeliharaan kesehatan
dan pengobatan (kutatif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif)
1.Promotif (peningkatan)
Upaya promotif adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,yang dilakukan untuk menimbulkan kesadaran
kemauan dan kemampuan diri
Upaya promotif dapat diberikan dengan jalan memberikan:
Penyuluhan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat
Peningkatan gizi, terutama pada masa pertumbuhan dan ibu hamil
Pemeliharaan kesehatan perseorangan
a. Memelihara kebersihan
b. Makanan yang sehat
c. Cara hidup teratur
d. Meningkatkan daya tahan tubuh
e. Menghindari terjadinya penyakit
f. Meningkatkan taraf kecerdasan dan rohaniah
g. Pemeriksaan kesehatan secara berkala : imunisasi, ANC dan KB
Pemeliharaan kesehatan lingkungan
Olahraga secara teratur
Mencakup kualitas dan kuantitasdalam arti frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olah
raga.
Rekreasi yang sehat
Pendidikan seks
Menjaga sanitasi lingkungan
Melakukan usaha pemeliharaan kepribadian sehingga dapat bersikap dan bertingkah laku
sehat.

2. Preventif (pencegahan)
Upaya preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan
kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Tujuan dari tindakan ini adalah
untuk melindungi klien dari kemungkinan terserang penyakit, melalui kegiatan-kegiatan:
Imunisasi terhadap bayi dan anak balita serta ibu hamil
Pemeriksaan kesehatan secara berkala ( balita, bumil, remaja, usila,dll ) melalui posyandu,
puskesmas, maupun kunjungan rumah
Posyandu untuk penimbangan dan pemantauan kesehatan balita
Pemberian Vitamin A, Yodium melalui posyandu, puskesmas, maupun di rumah
Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui
Deteksi dini kasus dan faktor resiko (maternal, balita, penyakit).
Mengkonsumsi menu seimbang.
Memberi ASI ekslusif pada bayi 6 bulan pertama

Usaha preventif menurut Leavell dan Clark dalam bukunya Preventive Medicine for the
Doctorin His Community di bagi dalam 5 tingkatan, yaitu :
a. Masa sebelum sakit
1. Mempertinggi nilai kesehatan (Health Promotion)
2. Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit(Spesific Protection)
b. Pada masa sakit
1. Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal, serta mendapat
pengobatan yang tepat dan segera (early Diagnosis and promt treatment)
2. Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan
kemampuan bekerja yang diakibatkan sesuatu penyakit (Disabilitylimitation)
3. Rehabilitasi ( Rehabilitation)


3. Kuratif (penyembuhan)
Upaya kuratif dilakukan jika seseorang telah jatuh sakit, atau setidaknya curiga bahwa
seseorang telah menderita penyakit. Tujuannya adalah untuk merawat dan mengobati anggota
keluarga, keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah kesehatan, melalui
kegiatan-kegiatan:
Dukungan penyembuhan, perawatan orang sakit di rumah (home nursing)
Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan rumah sakit
Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis dirumah, ibu bersalin dan nifas
Perawatan buah dada
Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Pengobatan infertilitas pada ibu yang mengharapkan memiliki anak
Pemberian obat : Fe, Vitamin A, oralit
Terapi antibiotika pada penderita PMS

4. Rehabilitatif (pemulihan)
Tindakan ini dilakukan pada seseorang yang proses penyakitnya telah berhenti.
Tujuannya ialah untuk berusaha mengembalikan penderita pada keadaan semula (pemulihan
kesehatan) atau paling tidak berusaha mengembalikan penderita pada keadaan yang
dipandang sesuai dan mampu melangsungkan fungsi kehidupannya.
Contoh kegiatan rehabilitatif adalah :
Latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, patah tulang, kelainan bawaan
Latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu misalnya, TBC (latihan nafas dan
batuk), Stroke(fisioterapi)
Terapi psikologis pada pasien pasca kanker rahim agar kepercayaan dirinya kembali seperti
semula.

Rehabilitatif terdiri atas :
1. Rehabilitasi fisik
Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal mungkin.
Misalnya korban kecelakaaan patah kaki, perlu mendapat rehabilitasi dari kaki yang
patah yaitu dengan mempergunakan kaki buatan yang fungsinya sama dengan kaki
yang sesungguhnya.
2. Rehabilitasi mental
Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan
sosial secara memuaskan. Seringkali bersamaan dengan terjadinya cacat badaniah
muncul pula kelainan-kelainan atau gangguan mental. Untuk hal ini bekas penderita
perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali kedalam masyarakat.
3. Rehabilitasi sosial vokasional
Yaitu agar bekas penderita mampu menempati suatu pekerjaan/jabatan dalam
masyarakat dengan kapasitas kerja semaksimal-maksimalnya sesuai dengan
kempampuan dan ketidakmampuannya.
4. Rehabilitasi aesthetis
Usaha rehabilitasi aesthetis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan,
walaupun kadang-kadangfungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat
dikembalikan, misalnya penggunaan bola mata palsu.



















DAFTAR PUSTAKA



Iqbal M.,Wahit. 2012.Promosi Kesehatan untuk kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Soepardan, Suryani. 2006. Konsep Kebidanan. Bandung: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Syarifudin., Fratidhina,Yudhia.2009. Promosi Kesehatan untuk Mahasiswa kebidanan.
Jakarta : Trans Info Media