Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Pengajaran Fisika Sekolah Menengah ISSN 1979-4959

Vol. 1, No.2, Mei 2009



40
Medan Magnetik sebagai Efek Relativistik dari Gaya Coulomb dan
Miskonsepsi yang Terkait dalam Pembelajaran Kemagnetan
Triyanta
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganeca 10 Bandung 40132
E-mail: triyanta@fi.itb.ac.id

Diterima Editor : 25 April 2009
Diputuskan Publikasi : 30 April 2009

Abstrak
Buku-buku pelajaran fisika tingkat sekolah menegah pada umumnya tidak menyampaikan adanya keterkaitan antara
medan magnetik dengan medan elektrik, meskipun secara kualitatif saja. Hal ini dapat menimbulkan miskonsepsi bahwa
kedua medan tersebut tidak saling terkait. Selain itu, gaya Coulomb dengan bentuk sebagaimana disebutkan dalam buku-
buku tersebut tidak disampaikan batasan keberlakuannya, yaitu hanya berlaku untuk muatan sumber yang diam saja.
Tidak diungkapkannya batasan tersebut dapat menimbulkan miskonsepsi yang lain. Tulisan ini disusun untuk keperluan
pedagogik, yaitu menghindari miskonsepsi dalam pembelajaran elektromagnetisme. Di dalam tulisan ini ditunjukkan
keterkaitan medan magnetik dengan medan elektrik. Kemunculan medan magnetik ditunjukkan sebagai efek relativistik
dari gaya Coulomb. Ditunjukkan pula bahwa gaya Lorentz tidak lain adalah gaya Coulomb, suatu gambaran bahwa gaya
Coulomb merupakan gaya fundamental dalam gejala-gejala elektromagnetisme.
Kata Kunci: Medan magnetik, gaya Coulomb, teori relativitas, miskonsepsi.
Abstract
Most physics books for high school students do not mention, even though qualitative only, the relationship between the
electric and magnetic fields. This may lead to misconception that both fields are independent to each other. In addition, no
condition is mentioned in the books in expressing the Coulomb force, that the expressed force only works for stationary
source charges. Without mentioning this condition, other misconception will come up. This paper is written for
pedagogical need, that is to avoid misconception in learning of electromagnetism. This paper will show the relationship
between the electric and magnetic fields. The appearance of magnetic field is shown as a relativistic effect of the Coulomb
force. It also shown that the Lorentz force is nothing but the Coulomb force, a description that the Coulomb force is the
fundamental force in electromagnetic phenomena.The apparent brightness of stars, planets, the Sun, and other cellestial
bodies might improve our intuition in observation of quantized objects. Those objects can be observed in universe
laboratories, either in form of virtual or real cellestial bodies. The observations might also be done either at night or noon.
A star map and a small telescope might be used to understand the brightness magnitude of cellestial bodies. The basic
concenpt of apparent and absolute brightness of cellestial bodies in astronomy will be described in this paper.
Key words: magnetic field, Coulomb force, theory of relativity, misconception.

1. Pendahuluan
Sebagai dua topik besar dari sejumlah topik dalam
matapelajaran f isika tingkat sekolah menengah maupun
dalam matakuliah f isika da sar t ingkat pertama pr ogram
sarjana, t opik ke listrikan dan kemagnetan di berikan
secara t erpisah. B iasanya t opik kelistrikan dibahas
terlebih dahulu da ripada t opik ke magnetan, s uatu urutan
pembahasan yang t epat karena h ukum C oulomb
merupakan hukum dasar di dalam gejala-gejala kelistrikan
dan ke magnetan. M akalah i ni di susun de ngan m aksud
mengingatkan pa ra pengajar a gar t idak l upa
menyampaikan adanya k eterkaitan antara medan
magnetik d an medan el ektrik; t entunya cukup s ecara
kualitatif s aja. Pengingatan i ni perlu karena s emua buku
fisika tingkat s ekolah menengah yang pe nulis jum pai,
lihat m isalnya p ustaka [ 1-4], tidak m enyinggung
keterkaitan t ersebut s ehingga d iperkirakan b ahwa p ara
pengajar m enjadi l upa a tau ba hkan t idak t ahu a kan
keterkaitan a ntara medan magnetik dan medan el ektrik.
Miskonsepsi i ni a kan m embawa ke kesimpulan ba hwa
gaya m agnetik t idak t erkait s ama s ekali de ngan ga ya
elektrik. Sejumlah buku t eks f isika dasar untuk program
sarjana memang tidak menyinggung ( lihat, misalnya [ 5-
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


41
6]), namun s ejumlah b uku t eks fisika dasar y ang l ain,
misalnya [ 7-9], m enyinggung ke terkaitan t ersebut.
Pustaka [8], misalnya, menyatakan bahwa gaya magnetik
pada dasarnya adalah gaya antara muatan yang bergerak.
Oleh karena i tu magnetisme merupakan s ifat ke listrikan
yang b ergerak [ 9]. Bahkan [7] menyatakan s ecara l ebih
kuantitatif ba hwa m edan magnetik be rgantung m edan
elektrik d an k ecepatan muatan s umber. Ungkapan y ang
sama disampaikan oleh sejumlah buku teks lanjut seperti
[10, 11].
Selain i tu, buku-buku fisika SMA umumnya tidak
menyampaikan ba hwa gaya C oulomb y ang ungkapan
matematisnya berbentuk (tanda vektor tidak dituliskan)

1 2
2
0
1
4
q q
F
r
=
(1)

hanya be rlaku u ntuk m uatan sumber y ang diam. J ika
muatan s umber bergerak maka f ormula di a tas t idak
berlaku. I ni berbeda dengan buku-buku t eks f isika dasar
yang umumnya menyampaikan bahwa dua muatan q
1
dan
q
2
Pustaka (11) menjadi acuan ut ama bagian i ni dan
bagian-bagian selanjutnya. Di dalam teori relativitas
Einstein koordinat r uang dan koordinat waktu dipandang
setara. Artinya, tid ak hanya po sisi s ebuah obyek ya ng
bersifat relatif namun selang waktu sebuah peristiwa juga
bersifat relatif, yaitu b ergantung p ada p engamat. Oleh
karena i tu h ubungan a ntara dua kerangka i nersia, dua
kerangka koordinat y ang be rgerak relatif de ngan
kecepatan t etap, t idak be rbentuk t ransformasi Ga lileo
namun be rbentuk transformasi Lorentz. Tinjau ke rangka
O de ngan ko ordinat ruang-waktu ( x,y,z,t) d an
kerangka O dengan k oordinat r uang-waktu ( x,y,z,t).
Misalkan O bergerak dengan kecepatan t etap s ebesar V
terhadap kerangka O searah sumbu +x. Dengan memilih
sumbu-sumbu x, y, dan z berturut-turut s ejajar dengan
sumbu-sumbu x, y, da n z dan pa da s aat t=t=0 s umbu-
sumbu yang be rsesuaian d ari kedua ke rangka s aling
berimpit maka transformasi Lorentz an tara k edua
kerangka inersia tersebut adalah

yang diam akan saling berinteraksi menurut persamaan
(1), meskipun tidak di sampaikan be ntuk ga ya Coulomb
untuk muatan sumber yang bergerak. Tulisan ini bersifat
pedagogik da n t idak m engandung s esuatu y ang ba ru
dalam keilmuan fisika. Penulis bermaksud menyampaikan
informasi t entang k eterkaitan m edan m agnetik dari
muatan s umber y ang bergerak dengan m edan e lektrik.
Sekaligus dalam penyampaian informasi t ersebut, t erlihat
bahwa gaya Coulomb merupakan gaya fundamental
dalam gejala el ektromagnetisme. Dengan tulisan i ni,
penyebaran miskonsepsi t ersebut di a tas diharapkan
berkurang.
Bagian kedua d ari t ulisan i ni m enyampaikan
sejumlah hub ungan di dalam t eori r elativitas kh usus
Einstein yang akan digunakan unt uk pe mbahasan pa da
bagian-bagian selanjutnya. Bagian ketiga membahas gaya
Coulomb s ecara um um da n ke mungkinan miskonsepsi
dalam pe mbelajaran t opik elektromagnetisme. Ba gian
selanjutnya berisi pembahasan gaya Coulomb untuk
muatan s umber y ang be rgerak dan kemunculan m edan
magnetik s ebagai e fek relativistik d ari gaya C oulomb.
Bagian kelima menunjukkan penurunan medan magnetik
di s ekitar b arisan muatan t itik y ang bergerak s epanjang
sebuah ga ris lurus. Ha silnya sesuai de ngan pe nurunan
medan m agnetik m elalui h ukum B iot-Savart m aupun
hukum Ampere ya ng d iuraikan d i buk u-buku t eks f isika
dasar. Bagian terakhir, bagian keenam, berisi kesimpulan.

2. Transformasi Lorentz dan dinamika
partikel relativistik
) ( ' Vt x g x =

y y = '

z z = '
) / ( '
2
c Vx t g t =
(2)

Dalam u ngkapan d i at as, c adalah l aju cah aya dalam
vakum dan faktor Lorentz g berbentuk
( )
2 / 1
2 2
/ 1

= c V g
.
Ungkapan kebalikan dari transformasi di atas adalah

2
( ' '),
',
',
( ' '/ ).
x x Vt
y y
x z
t t Vx c


(3)

Perhatikan bahwa untuk laju V rendah 1 dan V/c
2
2
2
2
' ,
1 /
/
' ,
1 /
/
' ,
1 /
x
x
x
y
y
x
z
z
x
v V
v
Vv c
v
v
Vv c
v
v
Vv c

0
sehingga t ransformasi L orentz m enjadi t ransformasi
Galileo.
Konsekuensi dari transformasi tersebut adalah
bahwa hukum pe nambahan ke cepatan tidak be rsifat
linear, tetapi menurut hubungan

(4)

atau
2
2
2
'
,
1 '/
'/
,
1 '/
'/
.
1 '/
x
x
x
y
y
x
z
z
x
v V
v
Vv c
v
v
Vv c
v
v
Vv c

(5)

Dalam u ngkapan di at as v
x
= dx/dt dan v
x
=dx/dt da n
analogi untuk komponen-komponen kecepatan yang lain.
Dari persamaan ( 4) dapat pula di turunkan
hubungan antar percepatan sebagai berikut

JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


42
3 2 3
2
2 2 2 2 2 3
2
2 2 2 2 2 3
' ,
(1 / )
/
' ,
(1 / ) (1 / )
/
' .
(1 / ) (1 / )
x
x
x
y y x
y
x x
z x z
z
x x
a
a
Vv c
a v a V c
a
v V c v V c
v a V c a
a
v V c v V c





(6)

di mana a
x
=dv
x
/dt dan a
x
=dv
x
3 2 3
) / ' 1 (
'
c Vv g
a
a
x
x
x
+
=
/dt da n analogi u ntuk
komponen-komponen percepatan yang lain. Transformasi
kebalikannya adalah

(7)
3 2 2
) / ' 1 (
'
c Vv g
a
a
x
y
y
+
=
3 2 2 2
) / ' 1 (
'
'
c Vv g
a
c
V
v
x
x
y
+


3 2 2
) / ' 1 (
'
c Vv g
a
a
x
z
z
+
=
3 2 2 2
) / ' 1 (
'
'
c Vv g
a
c
V
v
x
x
z
+



Rumus p ercepatan (7) cukup r umit, na mun da pat
diperiksa ba hwa untuk ke cepatan r endah
i i
a a = '
, s esuai
dengan hukum N ewton. T ransformasi di a tas
menunjukkan bahwa s ebuah pa rtikel y ang be rgerak
dengan percepatan tetap terhadap sebuah kerangka inersia
pada umumnya bergerak tidak de ngan pe rcepatan tetap
terhadap kerangka inersia yang lain. Jadi, berbeda dengan
percepatan d i dalam mekanika N ewton yang b ersifat
absolut, percepatan di dalam mekanika relativistik bersifat
relatif.
Hukum pe nambahan ke cepatan di a tas j uga
membuat energi d an momentum partikel b ersifat r elatif.
Bila terhadap kerangka O sebuah p artikel memiliki
momentum
0
( ) p mv m v v = =

dan energi
2 2
0
( ) E mc m v c = =
maka menurut ke rangka O
momentum dan energi partikel sama dengan

2
' [ / ],
' ,
' ,
' [ ]. ( )
x x
y y
z z
x
p p EV c
p p
p p
E E p V V


=
=
=
= =
(8)

Ungkapan (8) di atas m elibatkan d ua k ecepatan:
kecepatan kerangka O terhadap O, dinyatakan oleh V dan
kecepatan partikel dinyatakan oleh v.
Selanjutnya, Gaya d i d alam mekanika relativistik
didefinisikan seperti dalam mekanika Newton

( )
.
dp d mv
F
dt dt
= =

(9)

Namun demikian, m dalam ung kapan di atas t idak
konstan,
2 2
0
/ 1 / c V m m =
, de ngan m
0
ma F
massa d iam
partikel. O leh k arena itu , kecuali u ntuk
kecepatan r endah. B erdasarkan h ukum pe nambahan
kecepatan d an t ransformasi en ergi-momentum d i a tas
maka ak an dapat d iperoleh t ransformasi g aya s ebagai
berikut.

2
2
2
2
( / )
' ,
1 /
' ,
[1 / ]
' .
[1 / ]
x
x
x
y
y
x
z
z
x
F V c F v
F
Vv c
F
F
Vv c
F
F
Vv c


(10)

dan transformasi kebalikannya

2
2
/ ' 1
) / ( '
c Vv
v F c V F
F
x
x
x
+
+
=


( )
2
/ ' 1
'
c Vv g
F
F
x
y
y
+
=
(11)
( )
2
/ ' 1
'
c Vv g
F
F
x
z
z
+
=


Berdasarkan p ersamaan (6 ), (7 ), (10), d an (11)
tampak bahwa bentuk transformasi gaya dan transformasi
percepatan t idak sama. Dengan kata l ain, percepatan dan
gaya d i d alam teori relativitas p ada u mumnya tidak
searah. Selain itu, tampak bahwa gaya yang bekerja pada
sebuah partikel r elativistik pa da um umnya be rgantung
pada kecepatan partikel.
Setelah m emahami s ejumlah k onsep dan prinsip
dalam t eori r elativitas d i a tas maka k ita s ekarang s iap
untuk m eninjau a spek r elativistik d ari g ejala
elektromagnetisme.

3. Gaya Coulomb dan kemungkinan
miskonsepsi yang terkait
Di dalam buku-buku m atapelajaran fisika
diungkapkan ba hwa d ua muatan titik q
1
dan q
2
yang
terpisah dalam jarak r saling mempengaruhi menurut gaya
Coulomb yang di ungkapkan ol eh persamaan ( 1). Gaya
tersebut sering di ungkapkan dalam be ntuk F = qE. In i
seringkali di namakan g aya e lektrik s ebagai padanan
dengan gaya m agnetik y ang m uncul da lam ge jala
kemagnetan. Muatan q
1
mengalami gaya elektrik F = q
1
E
dengan E = q
2
/4
0
r
2
dan muatan q
2
mengalami g aya
elektrik F = q
2
E dengan E = q
1
/4
0
r
2
. Yang sering kali
dilupakan atau tidak disadari sehingga dapat terjadi
pemahaman yang salah (miskonsepsi) adalah bahwa
sebenarnya f ormula d i at as hanya berlaku untuk muatan
sumber y ang diam. Ar tinya muatan q
1
mengalami g aya
Coulomb de ngan formula s eperti di a tas a pabila muatan
q
2
diam ( di s ini q
2
berperan s ebagai s umber/penyebab
gaya p ada q
1
). J ika muatan q
2
bergerak, gaya Coulomb
yang d ialami q
1
tidak s ama d engan ungkapan di a tas.
Analogi, m uatan q
2
akan mengalami ga ya C oulomb
dengan bentuk f ormula seperti di atas apabila muatan q
1

diam da n de ngan be ntuk formula y ang be rbeda dengan
formula d i a tas a pabila q
1
bergerak (dalam ka sus i ni q
1

berperan s ebagai sumber/penyebab ga ya pa da q
2
). J ika
salah satu dari kedua muatan bergerak maka, berdasarkan
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


43
sifat r elatif dari g aya s ebagaimana d iungkapkan oleh
persamaan ( 10-11), m aka ga ya C oulomb y ang dialami
kedua muatan, d alam k erangka y ang s ama, t idak s ama
besar. Ini akan jelas terlihat dalam uraian nanti.
Sebagaimana t elah d isinggung, d alam g ejala
kemagnetan di kenal adanya m edan magnetik da n ga ya
magnetik. Sebuah muatan t itik q yang bergerak de ngan
kecepatan v

mengalami gaya m agnetik


F qv B =


apabila t erdapat medan m agnetik B

di d alam d aerah
jelajahnya. Medan magnetiknya sendiri dapat berasal dari
arus el ektrik, y ang t idak l ain ad alah m uatan y ang
bergerak. Apakah ga ya magnetik berkaitan dengan ga ya
Coulomb? Apakah m edan magnetik be rkaitan d engan
medan e lektrik? B agaimana de ngan gaya L orentz? Di
dalam buku -buku pelajaran f isika k aitan an tara g aya
magnetik dan gaya Coulomb, dan antara medan magnetik
dan m edan elektrik t idak pe rnah disinggung. P ada
kenyataanya keterkaitan i tu ada. Dan i ni dapat dipahami
karena medan el ektrik d an medan magnetik s ama-sama
bersumber pada muatan elektrik. Tulisan ini dimaksudkan
untuk mengingatkan dan menunjukkan, untuk yang belum
pernah m empelajarinya, keterkaitan t ersebut s ehingga
miskonsepsi di antara para siswa dan mahasiswa, bahwa
medan magnetik dan medan elektrik t idak saling t erkait
tidak t erjadi. Di s ini j uga a kan ditunjukkan ba hwa ga ya
Lorentz t idak l ain a dalah ga ya C oulomb. De ngan
demikian, ga ya C oulomb m erupakan ga ya y ang paling
fundamental untuk kasus interaksi antar muatan elektrik.

4. Gaya Coulomb yang dialami oleh muatan
sumber yang bergerak
Tinjau d ua m uatan titik q
1
dan q
2
. T erhadap
sebuah kerangka koordinat (x,y,z,t), namakan kerangka K,
q
1
bergerak dengan kecepatan V searah sumbu +x
sedangkan q
2
diam di pusat koordinat. Misalkan pada saat
t = 0, q
1
berada di titik (0,y) sehingga pada saat t > 0, q
1

berada di titik (Vt,y), seperti diilustrasikan pada Gbr. 1.
Gaya Coulomb pada saat t = 0 yang bekerja pada
muatan q
1
karena keberadaan muatan q
2
1 2
1 1 1 2
0
1
( ) 0, ( ) , ( ) 0 .
4
x y z
q q
F q F q F q
y
= = =
sama dengan

(12)

Di sini muatan sumbernya adalah q
2
yang diam terhadap
kerangka K yang di pakai. Namun ga ya Coulomb pa da
saat t = 0 yang bekerja pada muatan q
2
karena keberadaan
muatan q
1
tidak sama dengan (12) karena muatan sumber
untuk kasus i ni a dalah q
1
yang tid ak diam te rhadap
kerangka K. Untuk m enentukan ga ya C oulomb y ang
bekerja pada muatan q
2
karena keberadaan muatan q
1
kita
perlu be rpindah ke rangka, y aitu ke ke rangka koordinat
(x,y,z,t), atau kerangka K, yang diam terhadap muatan
sumber q
1
. I ni be rarti ke rangka K be rgerak de ngan
kecepatan V searah sumbu +x. Terhadap kerangka K, q
2

bergerak dengan k ecepatan V ke a rah x. S ituasinya
ditunjukkan ol eh Gbr. 2 ( sumbu-sumbu k oordinat yang
bersesuaian pada kedua kerangka berimpit pada saat t = t
= 0).



Gambar 1. Posisi partikel q
1
dan q
2
pada saat (a) t = 0 dan
(b) t > 0. terhadap kerangka acuan K, muatan q
1


Gambar 2. Posisi partikel q
bergerak
searah sumbu +x dengan laju V.

1
dan q
2
pada saat ( a) t = 0
dan ( b) t > 0. t erhadap k erangka acu an K, muatan q
2

bergerak searah sumbu x dengan laju V.

Dalam gambar, y = y karena kerangka K bergerak
tegak l urus s umbu y. T erhadap K m uatan q
1
diam,
sehingga g aya Coulomb y ang bekerja pa da m uatan q
2
( )
1 2
2 3/ 2
2 2 2
0
1

'( ) ( ' )
4
'
q q
F q Vt i yj
y V t

=
+


pada saat t adalah

(13)
atau
Vt
q
2
q
1
x
y
y
t = t = 0
x
t > 0
(a)
(b)
q
2
q
1
y
y
Vt
q
2
q
1
x
y
y
t = t = 0
x
t > 0
(a)
(b)
q
2
q
1
y
y
Vt
q
2
q
1
x
y
y
t = 0
q
2
q
1
x
y
y
t > 0
(a)
(b)
Vt
q
2
q
1
x
y
y
t = 0
q
2
q
1
x
y
y
t > 0
(a)
(b)
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


44
2 / 3 2 2 2
2 1
0
2
) ' (
'
4
1
) ( '
t V y
Vt q q
q F
x
+
=


2 / 3 2 2 2
2 1
0
2
) ' ( 4
1
) ( '
t V y
y q q
q F
y
+
=

(14)
0 ) ( '
2
= q F
z


Dengan memasukkan gaya pada persamaan (14) ke
dalam transformasi gaya (11) kita peroleh gaya Coulomb
yang bekerja pada q
2
2 / 3 2 2 2 2
2
0
2 1
2
) ' )( / ' 1 (
) ' ' ' )( / ( '
4
) (
t V y c Vv
yv v Vt c V Vt
q q
q F
x
y x
x
+ +
+ +
=

pada saat t>0 menurut kerangka K,




2 / 3 2 2 2 2
0
2 1
2
) ' )( / ' 1 ( 4
) (
t V y c Vv g
y q q
q F
x
y
+ +
=


0 ) (
2
= q F
z
(15)

Dalam persamaan ( 15) v
x
dan v
y
adalah
komponen x dan y dari k ecepatan q
2
menurut K, yaitu
v
x
= -V dan v
y
= 0. Maka, de ngan memasukkan ni lai
kecepatan i ni, gaya Coulomb yang bekerja pada muatan
q
2
1 2
2 2 2 2
0
( ) 0, ( ) , ( ) 0 .
4
x y z
q q
F q F q F q
y

= = =
pada saat t = t = 0 adalah

(16)

Perhatikan ba hwa ga ya C oulomb y ang bekerja pada
muatan q
2
yang d iam karena muatan p enyebabnya ( q
1
)
bergerak dengan kecepatan V dalam arah tegak lurus garis
hubung kedua muatan (persamaan (16)) sama dengan (-g)
kali gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q
1
karena
muatan pe nyebabnya ( q
2

) d iam ( persamaan (1 2).
Ungkapan i ni j uga m enunjukkan bahwa pr insip a ksi-
reaksi di dalam hukum III Newton tidak selalui dipenuhi.

Gambar 3. D ua m uatan q
1
dan q
2
bergerak d engan
kecepatan y ang s ama menurut pe ngamatan di ( a)
kerangka acuan K dan (b) kerangka acuan K.

Sekarang kita a kan m enentukan gaya C oulomb
yang bekerja pa da m uatan q
2
yang bergerak de ngan
kecepatan yang sama dengan kecepatan muatan q
1
. Untuk
itu ki ta perlu meninjau kedua muatan di dalam kerangka
K y ang be rgerak dengan kecepatan y ang sama de ngan
kecepatan muatan sumber, q
1
. Jelas bahwa kedua muatan
diam menurut kerangka K (Gbr. 3)
Menurut K, gaya C oulomb y ang bekerja pa da
muatan q
2
karena muatan q
1
1 2
2 2 2 2
0
'( ) 0, '( ) , '( ) 0.
4
x y z
q q
F q F q F q
y

= = =
sama dengan

(17)
Gaya tersebut berlaku untuk semua t. Substitusi gaya di
atas k e dalam t ransformasi g aya (11) kita p eroleh g aya
Coulomb yang bekerja pada muatan q
2
karena muatan q
1
1 2
2 2 2 2
0
'
( ) 0, ( ) , ( ) 0 .
4
y
x y z
F
q q
F q F q F q
y

= = = =

menurut kerangka K:

(18)

Dalam memperoleh h asil d i a tas telah d igunakan
v
x
= v
y
= 0. Ga ya Coulomb pa da pe rsamaan ( 16) da n
(18) adalah gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q
2

karena muatan q
1
yang bergerak. Persamaan ( 16) adalah
gaya Coulomb untuk kasus q
2
diam sedangkan persamaan
(18) adalah untuk kasus q
2
1 2 1 2 1 2
2 2 2 2
0 0 0
2 2
1 2 1 2
2 2 2 2
0 0
1

1
4 4 4

1 1 .
4 4
q q q q q q
F j j
y y y
q q q q V V
j j
y c c y





= =



= =


bergerak dengan kecepatan V


searah sumbu +x. Perbedaan antara keduanya adalah


(19)

Maka persamaan (18) dapat ditulis dalam persamaan (16)
sebagai berikut

2
1 2 1 2 1 2
2 2 2 2
0 0 0

4 4 4
q q q q q q V
j j j
y y c y



= +
(20)

Ruas k iri persamaan ( 20) adalah ga ya Coulomb
yang bekerja pa da m uatan q
2
yang bergerak de ngan
kecepatan s edangkan suku p ertama r uas kanan a dalah
gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q
2
2
q E

yang di am.
Suku kedua r uas kanan a dalah pe rbedaan a ntara kedua
gaya t ersebut. J ika V=0, yaitu ji ka ke dua muatan diam,
maka suku ke dua r uas ka nan s ama dengan nol da n ruas
kiri sama dengan suku pertama r uas kanan, dan ini sama
dengan gaya C oulomb y ang um um ki ta ke nal, y aitu
besarnya sama dengan persamaan (12), karena V = 0 g
= 1. S uku pertama r uas ka nan da pat di tuliskan s ebagai
dengan

1
2
0

4
q
E j
y

(21)


q
1
q
2
x
y
y
t =0
Kerangka K
q
1
q
1
x
y
y=y
Kerangka K
t = t = 0
(a)
(b)
q
1
q
2
x
y
y
t =0
Kerangka K
q
1
q
1
x
y
y=y
Kerangka K
t = t = 0
(a)
(b)
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


45
adalah m edan el ektrik o leh m uatan q
1
yang be rgerak
dengan l aju V di t empat q
2
berada. J elas bahwa j ika q
1
1
2 2 2 2 2 2
0


4
q Vi v
q Vi j q v E q v B
c y c


= =





diam medan elektrik di atas sama dengan definisi medan
elektrik yang b iasa k ita jumpai d i buku-buku p elajaran.
Sementara itu, suku ke dua ruas ka nan pa da p ersamaan
(20) dapat dituliskan sebagai berikut:


(22)
dengan

v Vi =

dan

2
.
v
B E
c
=


(23)

Tampak ba hwa pe rsamaan ( 22) m enggambarkan
gaya m agnetik dengan m enyatakan m edan m agnetik.
Persamaan ( 23) m enunjukkan bahwa m edan m agnetik
berkaitan dengan medan elektrik, di mana medan elektrik
tersebut b erasal d ari m uatan el ektrik ( muatan s umber,
dalam h al i ni q
1
1 2
2 2 2
0

4
q q
j q E q v B
y

= +

) y ang bergerak. Jika m uatan s umber


diam maka medan magnetik t idak ad a. Persamaan ( 23)
juga m enunjukkan bahwa ge jala ke magnetan t idak
terlepas dari gejala kelistrikan. Jadi merupakan suatu hal
yang s alah bila gejala kemagnetan dan gejala kelistrikan
dipandang sebagai dua gejala yang tidak terkait.
Kombinasi persamaan (20-22) menghasilkan

(24)

Hasil di atas menunjukkan b ahwa p ada d asarnya g aya
Lorentz t idak l ain a dalah gaya C oulomb, y aitu ga ya
Coulomb y ang dialami ol eh m uatan q
2
yang be rgerak
karena muatan sumber q
1
bergerak

Gaya Coulomb = gaya Lorentz
= gaya elektrik + magnetik

Ungkapan di atas juga m enunjukkan bahwa ga ya
Coulomb merupakan gaya y ang paling f undamental di
dalam g ejala el ektromagnetisme. P erlu dicatat b ahwa
kesimpulan di atas berlaku pul a u ntuk ka sus yang lebih
umum. Mis alnya un tuk q
2
u

yang be rgerak de ngan


kecepatan sedangkan q
1

Vi
tetap be rgerak dengan
kecepatan maka a kan gaya m agnetik y ang be kerja
pada q
2
karena muatan sumber q
1
2
q u B

sama dengan .
Karena gerak dari q
1
dalam kasus ini sama dengan gerak
q
1
Untuk l ebih meyakinkan hasil y ang ki ta pe roleh
kita c oba menurunkan medan magnetik di s ekitar ka wat
lurus be rarus e lektrik I. Untuk itu k ita menggeneralisasi
kasus seperti yang diungkapkan pada Gbr. 1, yaitu dengan
mengganti m uatan t itik q
dalam kasus sebelumnya maka medan magnetik dalam
kasus ini juga sama dengan medan magnetik dalam kasus
sebelumnya.

5. Medan magnetik di sekitar arus elektrik
1


Gambar 4. Muatan yang bergeral (arus listrik) dipandang
sebagai kumpulan muatan titik.

Langkah pertama a dalah menentukan ga ya
Coulomb yang bekerja pada muatan q
dengan kum pulan muatan-
muatan titik seperti tampak pada Gbr. 4.

2
karena muatan q
1

yang bergerak s eperti y ang di ungkapkan ol eh Gbr. 1,
namun dengan memposisikan muatan q
1
pada saat t = 0 di
titik (x,y), bukan di sumbu y. Muatan q
1
ini nantinya akan
merepresentasikan el emen ar us muatan. S ituasi menurut
kerangka K diungkapkan ol eh Gbr. 5, g eneralisasi dari
Gbr. 2b. Di dalam kerangka K muatan q
2
bergerak ke kiri
sedangkan d eretan m uatan t idak bergerak. M enurut
kerangka K, gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q
2



Gambar 5 . S kema unt uk m enentukan m edan l istrik di
sekitar arus elektrik.


pada saat t = t = 0 adalah
( )
1 2
3/ 2
2 2
0
1

' ( ' )
4
'
q q
F x i yj
x y

=
+

(26)
atau
2 / 3 2 2
2 1
0
) ' (
'
4
1
'
y x
x q q
F
x
+


2 / 3 2 2
2 1
0
) ' ( 4
1
'
y x
y q q
F
x
+


0 ' =
z
F
(27)

Berdasarkan t ransformasi g aya, kita p eroleh gaya
Coulomb y ang be kerja pa da muatan q
2
) / ' 1 )( ' (
' ' ) / ( '
4
2 2 2
2
0
2 1
c Vv y x
v x c V x q q
F
x
x
x
+ +
+
=

pada s aat t = 0
menurut kerangka K:

dq
q
2
x
y
y
dq
q
2
x
y
y
x
y
q
1
q
2
x
y=y
Vt
x
y
q
1
q
2
x
y=y
Vt
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


46
2 2 2
0
2 1
2 2
0
2 1
4 '
'
4 y x g
gx q q
y x
x q q
+
=
+
=


) / ' 1 ( 4
2
0
2 1
c Vv g
y q q
F
x
y
+
=

(28)
) / 1 ( ) ' ( 4
2 2 2 2
0
2 1
c V g y x
y q q
+
=


2 2 2
0
2 1
4 y y g
gy q q
+
=


0 =
z
F


Dengan demikian k ita peroleh m edan e lektrik di t itik
tempat q
2
berada oleh muatan titik q
1
1
2 2 2
0
1
2 2 2
0
,
4
,
4
0.
x
y
z
q x
E
x y
q y
E
x y
E

=
+

=
+
=
sebagai berikut:

(29)

Dengan menggantikan q
1
dengan el emen muatan
dq (Gbr. 4) maka ki ta peroleh medan elektrik ol eh dq di
tempat di mana q
2
2 2 2 2 2 2
0 0
2 2 2 2 2 2
0 0
,
4 4
,
4 4
0.
x
y
z
dq x xdx
dE
x y x y
dq y ydx
dE
x y x y
dE





= =
+ +

= =
+ +
=
berada.

(30)

Di dalam ungkapan di atas = dq/dx adalah rapat muatan
arus. Medan elektrik oleh s eluruh muatan arus diperoleh
dengan m engintegrasikan ungkapan di a tas t erhadap x
dari x = - sampai x = +. Hasilnya adalah

0
0, , 0.
2
x y z
E E E
y

= = =
(31)

Akhirnya kita peroleh medan magnetik di t itik t empat q
2
2 2 2
0 0

2 2
Vi Vk Ik
B E
c yc yc



= = =


berada:

(32)

Di da lam ungkapan di a tas, arus el ektrik I sama de ngan
V:
1
.
dq dq dt
V V V VI I
dx dt dx V
= = = =
(33)

Mengingat

0 0
1
c

=
(34)

maka
0

( )
2
I k
B
y

(35)

Hasil i ni s esuai de ngan buku-buku p elajaran maupun
buku-buku t eks f isika dasar: medan magnetik di s ekitar
arus elektrik I, berjarak y dari arus elektrik yang mengalir
lurus s ama de ngan
0
[1] M.F. R osyid, R. Re smiyanto, R. H.S. Budhi, d an
D.S.B. Prasetya, Kajian Konsep Fisika 3, Surakarta:
Tiga Serangkai (2006).
I/2y dengan a rah m enyinggung
lingkaran y ang bidang l ingkarannya t egak l urus a rus
elektrik dan pusat lingkarannya berada di suatu titik yang
dilewati arus elektrik


6. Kesimpulan
Elektromagnetisme merupakan s alah satu t opik
besar d alam matapelajaran fisika dan matakuliah f isika
dasar. P ada umumnya buku-buku acuan unt uk
matapelajaran/matakuliah t ersebut t idak menyinggung
keterkaitan m edan m agnetik de ngan m edan e lektrik
(kecuali dalam t opik g elombang e lektromagnetik a tau
persamaan M axwell). H al i ni da pat menimbulkan
kesalahpahaman ( miskonsepsi) ba hwa m edan m agnetik
tidak memiliki kaitan dengan medan elektrik. Selain i tu,
bentuk gaya Coulomb yang umum ki ta kenal, persamaan
(1) atau ( 12), mungkin disalahartikan be rlaku um um,
untuk m uatan y ang diam m aupun bergerak. P ada
kenyataanya bentuk tersebut hanya berlaku untuk muatan
sumber yang diam.
Telah ditunjukkan ba hwa ga ya magnetik dengan
bentuk s ebagaimana t elah ki ta ke nal dapat diperoleh
apabila m edan m agnetik didefinisikan s ebagaimana
ditunjukkan ol eh pe rsamaan (23), yaitu b ahwa medan
magnetik sebanding de ngan pe rkalian s ilang antara
kecepatan muatan sumber dengan medan elektrik. Dengan
kata lain, medan magnetik terkait dengan medan elektrik.
Telah ditunjukkan p ula, persamaan ( 25), ba hwa
gaya L orentz tidak l ain a dalah ga ya C oulomb. De ngan
demikian pada dasarnya gaya Coulomb merupakan gaya
fundamental d i d alam g ejala el ektromagnetisme. Uraian
di at as d idasarkan at as t eori r elativitas k husus E instein.
Ini menunjukkan bahwa gejala kemagnetan yang muncul
dalam uraian di atas merupakan efek relativistik dari gaya
Coulomb. E fek i ni muncul sebagai a kibat be ntuk gaya
Coulomb yang berbeda untuk muatan sumber yang diam
dan untuk muatan sumber yang bergerak.

Referensi
[2] G.S. Da ton, S . Legiyo, C .C.E. L estari, dan Y .B.
Suparmono, Fisika 3, Jakarta: Grasindo (2007).
[3] M. Kanginan, Fisika 3B, Jakarta: Erlangga (2007).
[4] A. T ranggono d an H. Subagja, Fisika 3, Jakarta:
Bumi Aksara (2007).
[5] D. Halliday, R. Resnick, and J . W alker,
Fundalmentals of Physics 7
th
[6] D.C. Giancoli, Physics 5th e d., L ondon: P rentice-
ed., New Yo rk: John
Wiley (2005).
JPFSM Vol. 1, No. 2, Mei 2009


47
Hall (1998).
[7] R.P. Feynman, R .B. L eighton, dan M . S ands,
Lectures on P hysics V ol. I , Longman: Addison-
Wesley (1970).
[8] H.C. Ohanian, P rinciples o f P hysics, New Yo rk:
W.W. Norton & Co. (1994).
[9] E.C. P ollard d an D .C. H uston, Physics, An
Introduction, Cambridge: Oxford Un iversity P ress
(1969).
[10] J. V anderlinde, Cl assical E lectromagnetic T heory,
New York: John Wiley & Sons (1993).
[11] A.P. F rench, S pecial Relativity, New York: Norton
(1968).