Anda di halaman 1dari 14

SPESIFIKASI TEKNIS

Pekerjaan : Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pompa Kabupaten Wajo



Uraian Spesifikasi Teknis

1. Mobilisasi dan Demobilisasi Satuan Pekerjaan : ls

1.1. Umum

Yang dimaksud mobilisasi adalah pengangkutan peralatan dari workshop ke lokasi pekerjaan
dimana akan digunakan. Sedangkan yang dimaksud demobilisasi adalah pengangkutan kembali
peralatan dari lokasi pekerjaan ke workshop.

1.2. Cara Pelaksanaan

a. Mobilisasi

Penyedia Jasa harus membuat jadual mobilisasi peralatan yang dilengkapi dengan keterangan
jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas setelah menerima SPMK.
Jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas peralatan yang dimobilisasi sesuai yang tercantum dalam
kontrak dengan persetujuan Direksi.
Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada pengguna jasa perihal kedatangan
peralatan dengan persetujuan Direksi.
Setiap perubahan jadual mobilisasi peralatan harus dengan persetujuan Direksi.
Semua peralatan yang telah berada di lokasi pekerjaan, bila salah satunya dipindahkan dari lokasi
pekerjaan harus mendapat persetujuan Direksi.
Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas untuk keamanaan peralatan di lokasi pekerjaan yang
menjadi tanggung jawab penyedia jasa dengan persetujuan Direksi.

b. Demobilisasi

Penyedia Jasa harus membuat jadual demobilisasi peralatan yang dilengkapi dengan keterangan
jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas setelah menerima SPMK.
Jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas peralatan yang didemobilisasi sesuai yang tercantum dalam
kontrak dengan persetujuan Direksi.
Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada pengguna jasa perihal
pengembalian peralatan dengan persetujuan Direksi.
Setiap perubahan jadual demobilisasi peralatan harus dengan persetujuan Direksi.
Peralatan yang berada di lokasi pekerjaan, bila salah satunya dikembalikan/dipindahkan dari
lokasi pekerjaan harus mendapat persetujuan Direksi.

1.3. Cara Pengukuran
Pengukuran Staking Out

Pengukuran staking out adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan data kondisi
topografi pada lokasi pekerjaan dengan memakai alat ukur yang disetujui oleh Direksi.




2.2. Cara Pelaksanaan

a. Penyedia Jasa harus menyerahkan data pengukuran dan perhitungan tentang kondisi tofografi di
lokasi pekerjaan.
b. Data perhitungan hasil pengukuran (MC-Awal dan MC-Akhir) untuk semua item pekerjaan
harus disetujui oleh Direksi.
b. Penyedia Jasa harus membuat titik-titik referensi sementara untuk kepentingan Penyedia Jasa
dalam melaksanakan pekerjaan yang disetujui oleh Direksi.
c. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab penuh atas kebenaran pengukuran setting out di
lapangan.
d. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penunjang yang diperlukan untuk pengukuran setting
out.
e. Penyedia Jasa harus segera mengirim semua data survey, serta hasil perhitungan dan gambar-
gambar dari pengukuran MC-Awal dan MCAkhir kepada Pengguna Jasa, dengan rincian
sebagai berikut :
- Data ukur, 1 asli dan 1 rekaman
- Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 1 asli (kalkir) dan 2 rekaman
1). Cara Pengukuran Prestasi sebagai berikut :
a. Prestasi pekerjaan pengukuran staking out dihitung 50% (lima puluh persen) apabila data
survey, hasil perhitungan danMgambar dari pengukuran MC-Awal diserahkan kepada Pengguna
Jasa
b. Prestasi pekerjaan pengukuran staking out dihitung 100% (seratus persen) apabila data survey,
hasil perhitungan dan gambar dari pengukuran MC-Akhir diserahkan kepada Pengguna Jasa,
dengan rincian sebagai berikut:
- Data ukur, 1 asli dan 1 rekaman
- Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 1 asli (kalkir) dan 2 rekaman.
2). Pembayaran pekerjaan pengukuran staking out dilakukan sebagai berikut:
a. Pembayaran prestasi pengukuran staking out dapat dibayarkan 50% (lima puluh persen) apabila
pekerjaan pengukuran staking out MC-Awal (ayat 1.a) sudah diterima oleh pengguna jasa.
b. Pembayaran prestasi pengukuran staking out dapat dibayarkan 100% (seratus persen) apabila
pekerjaan pengukuran staking out MC-Akhir sudah diterima oleh pengguna jasa.
3). Pembayaran didasarkan atas satuan lump sum (ls) sesuai yang tercantum dalam daftar
Kuantitas dan Harga.

3. Galian Tanah Satuan Pekerjaan m3

3.1. Umum
Galian tanah adalah pekerjaan memindahkan volume tanah dari satu tempat ketempat yang lain
dengan menggunakan tenaga manusia. Galian tanah ini diperuntukkan untuk pondasi rumah
pompa, boks bagi ukur,boks bagi dan trase jaringan pipa.

3.2. Cara Pelaksanaan
a. Galian tanah dilaksanakan pada rumah pompa, boks bagi ukur, boks bagi dan trase jaringan
pipa.
b. Pekerjaan galian dan pemaritan hendaknya dilaksanakan sesuai gambar kerja dengan
persetujuan direksi.
c. Pekerjaan penggalian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pipa dapat
dipasang dengan posisi yang baik dan aman.
d. Penggalian harus bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa yang akan dipasang.
e. Pekerjaan penggalian tanah untuk pemasangan pipa harus segera diikuti dengan pelaksanaan
pemasangan pipa dan perlengkapannya, serta diikuti pula dengan penimbunan/pengurukan
kembali dengansegera setelah mendapat persetujuan Direksi.
f. Lokasi galian tanah untuk pemasangan pipa dan perlengkapannya serta bangunan dalam
pekerjaan ini harus dibuat sesuai dengan gambar kerja.Bila dijumpai kondisi lapangan tidak
sesuai dengan gambar kerja, maka penyedia jasa segera melaporkan kondisi tersebut
kepadaDireksi untuk mendapat persetujuan.
g. Dimensi galian hendaknya selalu diperiksa untuk mendapatkan dimensi jalur pipa yang tepat
berdasarkan gambar kerja denganpersetujuan Direksi.
h. Tanah bekas galian dapat dipergunakan untuk urugan tanah kembali sedangkan tanah bekas
galian yang tidak terpakai harus dibuang/dirapikan ke tempat yang tidak mengganggu.

3.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
a. Pengukuran prestasi pekerjaan galian tanah biasa didasarkan pada jumlah yang telah dikerjakan
dan tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
b. Pembayaran pekerjaan galian tanah ini berdasarkan satuan meter kubik (m3) sesuai yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

4. Urugan Tanah, Pasir dan Sirtu Satuan Pekerjaan m3
4.1. Umum
Urugan tanah, pasir dan sirtu merupakan penimbunan tanah, penimbunan pasir dan sirtu dengan
maksud untuk menjaga ketahanan material yang ditimbun atau material yang disanggah.

4.2. Cara Pelaksanaan
a. Material timbunan diambil dari material bekas galian, pasir dan sirtu yang disetujui oleh Direksi.
b. Urugan tanah harus dilaksanakan dengan lapisan yang kira-kirahorisontal
c. Material timbunan kembali harus dipadatkan dengan cara manual.
d. Ukuran dan dimensi ditentukan berdasarkan gambar kerja.

4.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran prestasi pekerjaan Urugan tanah, pasir dan sirtu berdasarkan jumlah yang telah
dikerjakan dan tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.Pembayaran pekerjaan
Urugan tanah, pasir dan sirtu harus dibuat dalam harga satuan meter kubik (m3) terpasang sesuai
yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

5. Pasangan Batu Kosong Satuan Pekerjaan m3
5.1. Umum
Pasangan batu kosong merupakan pekerjaan bagian bangunan pondasi dari rumah pompa dan
boks-boks bagi yang berfungsi untuk menahan beban vertikal.
5.2. Cara Pelaksanaan
a. Pemasangan batu kosong harus dibuat sesuai dengan gambar pelaksanaan dan batas garis sesuai
petunjuk Direksi.
b. Material batu yang akan digunakan relatif keras dan disetujui oleh Direksi.
5.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap pasangan batu kosong yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia
jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan
berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah,
bahan, tenaga dan peralatan.



6. Pasangan Batu 1 : 4 Satuan Pekerjaan m3
6.1. Umum
Yang dimaksud pekerjaan pasangan batu 1 : 4 adalah semua pekerjaan konstruksi yang
menggunakan material utama batu kali atau batu gunung dengan spesi 1 Semen (PCC) banding 4
Pasir. Ukuran ketinggian, ketebalan (dimensi) pekerjaan pemasangan batu kali atau batu gunung
ini ditentukan dalam gambar rencana atau sesuai persetujuan Direksi. Batu dapat diambil dari
quarry, sungai, atau dari leveransir yang telah disetujui oleh Direksi.

6.2. Cara Pelaksanaan
a. Batu harus bersih, keras, bundar dan padat. Ukuran batu harus persetujuan Direksi.
b. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini Semen Portland Komposit (PCC), produksi
dalam negeri dan memenuhi persyaratan SNI 15-7064-2004.
c. Pasir yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan keras, kadar lumpur yang terkandung
dalam pasir tidak boleh lebih dari 5%.
d. Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidak boleh mengandung minyak,
alkali, garam, bahan-bahan organis.
e. Untuk pasangan batu, perbandingan campuran yang digunakan antara semen dan pasir adalah
satu berbanding empat (1 : 4).
f. Pencampuran adukan dilaksanakan dengan tenaga manusia dengan menggunakan tong dan
mendapat persetujuan Direksi.
g. Penyusunan batu pada konstruksi pasangan tidak boleh bersinggungan antara batu dengan batu
yang lainnya, harus terdapat campuran semen mortar.
h. Ukuran ketinggian, ketebalan (dimensi) pekerjaan pemasangan batu kali atau batu gunung
berdasarkan yang tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
i. Ketebalan mortar antara batu yang satu dengan yang lainnya adalah minimal 2 cm.

6.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran prestasi pekerjaan pasangan batu 1 : 4 berdasarkan jumlah yang telah dikerjakan dan
tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
Pembayaran pekerjaan pasangan batu 1 : 4 harus dibuat dalam harga satuan meter kubik (m3)
terpasang sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

7. Pasangan Batu Bata 1 : 4 Satuan Pekerjaan m3
7.1. Umum
Pasangan batu bata merupakan pekerjaan dinding dari rumah pompa dan boks-boks bagi yang akan
dibuat sesuai dengan gambar pelaksanaan dan berfungsi untuk menahan/melindungi/menampung
benda yang ada pada bangunan tersebut.

7.2. Cara Pelaksanaan
a. Material batu bata harus memenuhi SNI NI-10 dan mendapat persetujuan Direksi.
b. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini Semen Portland Komposit (PCC), produksi
dalam negeri dan memenuhi persyaratan SNI 15-7064-2004.
c. Pasir yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan keras, kadar lumpur yang terkandung
dalam pasir tidak boleh lebih dari 5%.
d. Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidak boleh mengandung minyak,
alkali, garam, bahan-bahan organis.
e. Sesaat sebelum dipasang, batu bata dicelupkan lebih dahulu kedalam air dan sebelum
meneruskan sisa pekerjaan yang belum selesai, permukaan sambungan yang kelihatan juga harus
disiram air.
f. Adukan haruslah merupakan semen mortar yang memenuhi persyaratan dari adukan semen.
Adukan semen diklarifikasikan menurut perbandingan campuran antara semen dan pasir.
Perbandingan campuran ini adalah perbandingan volume dan harus mengikuti sesuai dengan yang
ditentukan. Untuk pasangan batu bata, perbandingan campuran antara semen dan pasir adalah satu
berbanding empat (1 : 4).
g. Pencampuran adukan dilaksanakan dengan tenaga manusia dengan menggunakan tong dan
mendapat persetujuan Direksi.
h. Pekerjaan pasangan batu bata harus dipasang menurut ikatan teknis yang disetujui Direksi. Batu
bata harus dipasang pada arah mendatar kemudian dilanjutkan lapis berikutnya dengan alat bantu
penuntun. Pasangan batu bata harus datar pada arah horizontal dan tegak lurus pada arah vertical
sesuai yang tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
i. Tebal mortar pada sambungan batu bata arah horizontal 2 cm dan arah vertikal 1 cm dengan
persetujuan Direksi. Setiap sambungan harus diisi penuh adukan mortar.
j. Pekerjaan pasangan batu bata harus dilaksanakan secara teratur lapis demi lapis dan tidak boleh
pasangan bagian akhir tingginya melebihi 1 meter terhadap pasangan lainnya, bagian akhir harus
bertangga (bukan bergigi).
k. Hasil pekerjaan batu bata harus dilindungi dari hujan dan cuaca panas dengan perawatan yang
baik dengan persetujuan Direksi.

7.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap pasangan batu bata yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia
jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan
berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah
bahan, tenaga dan peralatan.

8. Beton Satuan Pekerjaan m3
8.1 Umum
Pekerjaan beton yang akan dikerjakan berfungsi untuk menahan beban dan gaya yang bekerja pada
bangunan. Dalam pekerjaan ini beban yang akan digunakan yakni :
- Beton Tak Bertulang (Beton Tanpa Tulangan) Yang materialnya terdiri dari semen, pasir, kerikil
dan air.
- Beton Bertulang Yang materialnya terdiri dari semen, pasir, kerikil, air dan besi tulangan.
8.2 Cara Pelaksanaan
a. Komposisi campuran beton yang dibutuhkan dalam pekerjaan iniadalah 1 pcc : 2 ps : 3 kr atau
sesuai dengan petunjuk Direksi.
b. Semen yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah Semen Portland Komposit (PCC) produksi
dalam negeri.
c. Pasir dan kerikil harus bersih dari kotoran.
d. Kerikil atau batuan pecah yang digunakan berukuran 2 3 cm
e. Air hanya boleh ditambahkan pada semen dan agregat pada waktu mencampur untuk menjamin
agar hidratasi semen tetap terpenuhi dan menghasilkan suatu campuran yang baik.
f. Pemasangan besi tulangan dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan, besi beton yang
dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah besi diameter 10 dan besi begel diameter 6.
g. Pencampuran beton dalam pekerjaan ini cukup dengan menggunakan tenaga manusia.
Pencampuran beton secara manual ini harus dilaksanakan dalam kotak pencampuran yang terbuat
dari papan kayu yang disambung dengan rapat. Hal ini untuk mencegah agar air
semen tidak keluar dari adukan yang masih basah.
h. Sebelum pengecoran dimulai penyedia jasa harus meminta persetujuan dari Direksi.
8.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap pasangan beton yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa
dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan
berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah
bahan, tenaga dan peralatan.

9. Plesteran 1 : 3 Satuan Pekerjaan m2
9.1. Umum
Pekerjaan pelesteran yang akan dilaksanakan yaitu pada sisi bangunanvertikal, horizontal, dan
kemiringan tertentu (pondasi dan dinding rumah pompa serta boks bagi) yang berfungsi untuk
merekatkan dan melindungi material utama dari bangunan yang telah dikerjakan.
9.2. Cara Pelaksanaan
- Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini Semen Portland Komposit (PCC), produksi dalam
negeri dan memenuhi persyaratan SNI 15-7064-2004.
- Pasir yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan keras, kadar lumpur yang terkandung
dalam pasir tidak boleh lebih dari 5%.
- Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidakboleh mengandung minyak,
alkali, garam, bahan-bahan organis.- Adukan haruslah merupakan semen mortar yang memenuhi
persyaratan dari adukan semen. Adukan semen diklarifikasikan menurut perbandingan campuran
antara semen dan pasir. Perbandingan campuran ini adalah perbandingan volume dan harus
mengikuti sesuai dengan yang ditentukan. Untuk pasangan batu bata, perbandingan campuran
antara semen dan pasir adalah satu berbanding empat (1 : 4).
- Pencampuran adukan dilaksanakan dengan tenaga manusia dengan menggunakan tong dan
mendapat persetujuan Direksi.
- Untuk pekerjaan plesteran digunakan campuran 1 bagian semen (PCC) : 3 bagian pasir. Untuk
semua bagian yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan disiram dengan air. Tebal plesteran
2 cm.
- Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat proses
pengeringan yang terlalu cepat.
9.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran prestasi pekerjaan plasteran 1 : 3 berdasarkan
jumlah yang telah dikerjakan/terpasang dan tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan
Direksi.
Pembayaran pekerjaan plasteran 1 : 3 berdasarkan satuan meter persegi (m2) terpasang sesuai yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

10. Acian Satuan Pekerjaan m2
10.1. Umum
Pekerjaan ini harus mencakup finishing pasangan batu bata, atau sesuai dengan gambar kerja
dengan persetujuan Direksi.
10.2. Cara Pelaksanaan
- Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini Semen Portland Komposit (PCC), produksi dalam
negeri dan memenuhi persyaratan SNI 15-7064-2004.
- Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidak boleh mengandung minyak,
alkali, garam, bahan-bahan organis.
- Untuk pekerjaan acian ini digunakan campuran semen dan air. Untuk semua bagian yang akan
diaci harus bersih dari kotoran dan disiram dengan air.
10.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran prestasi pekerjaan acian berdasarkan jumlah yang telah dikerjakan/terpasang dan
tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi. Pembayaran pekerjaan acian
berdasarkan satuan meter persegi (m2) terpasang sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas
dan Harga.
11. Rangka Atap, Kusen Pintu, Daun Pintu Panel dan Lisplank Satuan Pekerjaan m3, m1
11.1 Umum
Pekerjaan kayu yang meliputi rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank merupakan
pelengkap rumah pompa yang berfungsi sebagai rangka atap, pintu dan pelengkapnya.

11.2 Cara Pelaksanaan
a. Kayu rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank merupakan kayu kelas I. Dalam
pengerjaannya penyedia jasa harus berpedoman pada gambar pelaksanaan dan disetujui oleh
Direksi.
b. Bahan kayu yang digunakan harus berasal dari bahan kayu kelas I.
c. Kayu yang dibutuhkan adalah :

1. Kusen Pintu Kayu Min. 6/12
2. Rangka Daun Pintu Kayu Min. 3
3. Panel Pintu Min. 2,5
4. Rangka Atap Kayu Min. 6/12
5. Lisplank Min. 2/20

11.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank yang telah
selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan
sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan
harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

12. Tralis Besi, Kunci Pintu, Engsel Pintu dan Pemasangannya Satuan Pekerjaan Buah, Unit,
Pasang
12.1 Umum
Pekerjaan tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu beserta pemasangansebagai pekerjaan
pelengkap yang berfungsi sebagai pengaman dari bangunan rumah pompa.

12.2 Cara Pelaksanaan
a. Pemasangan tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu harus disetel sebaik mungkin dengan
mengikuti posisi, arah dan system pemasangan sesuai dengan petunjuk Direksi.
b. Bahan kunci pintu dan engsel pintu harus berkualitas baik dan merupakan barang baru yang
tidak cacat.

12.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu yang telah selesai
dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai
dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga
yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

13. Baut, Packing Karet, Skala Duga dan Pisau Ukur Thomson Satuan PekerjaanBuah
13.1 Umum
Pisau Ukur Thomson dan skala duga dipasang pada bangunan bak ukur berfungsi untuk mengukur
debit air yang keluar dari sumur pompa. Diletakkan pada boks bagi ukur, boks bagi yang berada
dekat dengan rumah pompa. Packing karet berfungsi untuk menutup celah atau ruang sambungan
besi yang tidak rata sehingga air tidak menetes keluar. Baut berfungsi sebagai angker agar alva
valve atau riser pipe yang ditanam tidak mudah goyah.
13.2 Cara Pelaksanaan
a. Skala duga yang dibutuhkan adalah terbuat dari aluminium atau bahan lain yang tidak mudah
korosif sesuai dengan persetujuan Direksi.
b. Skala duga muka air dipasang pada titik posisi dan arah pembacaan sesuai persetujuan direksi
dan dilaksanakan seteliti mungkin setelah pekerjaan pelesteran bangunan boks bagi ukur hampir
selesai dengan ikatan sekrup logam anti korosif yang tertanam kuat.
c. Pisau Ukur Thompson yang dibutuhkan adalah besi siku 50.50.5. Dipasang pada posisi hilir
bangunan boks bagi ukur sebagai ambang ukur sesuai dengan garis dan bentuk sebagaimana tertera
dalam gambar pelaksanaan. Pemasangan ambang ukur ini harus ilaksanakan seteliti mungkin
setelah boks bagi ukur hampir selesai. Ditanam kuat pada pasangan dengan ikatan besi angker
diameter 6 yang telah dilas pada profil tersebut.
d. Pemasangan Packing karet sebagai penahan rembesan air dan baut sebagai angker harus seteliti
mungkin dan disetujui oleh Direksi.
13.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap baut, packing karet, skala duga dan pisau ukur thomson yang telah
selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan
sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan
harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

14. Atap Seng Gelombang Satuan Pekerjaan m2
14.1 Umum
Seng gelombang sebagai atap berfungsi untuk melindungi atau menutupi bangunan rumah pompa.

14.2 Cara Pelaksanaan
a. Atap seng yang dibutuhkan adalah atap seng gelombang besar SWG 28.
b. Pemasangan atap seng gelombang harus mengikuti posisi, arah dan overlapping arah aliran serta
overlapping arah gelombang dan disetujui oleh Direksi.
c. Pemasangan atap seng harus dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan dan dirapatkan dengan
paku seng.

14.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap atap seng gelombang yang
telah selesai dikerjakan oleh pengguna jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat
dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar
kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

15. Pagar Kawat Duri dan Pintu Pagar Satuan Pekerjaan m1, unit
15.1 Umum
Pagar kawat duri dan pintu pagar berfungsi sebagai pengaman dan pembatas tanah rumah pompa.

15.2 Cara Pelaksanaan
a. Material yang dibutuhkan adalah kawat duri dan besi siku 50.50.5,pipa GIP medium A diameter
2 yang disetujui penggunaannya oleh Direksi.
b. Penyedia jasa agar mengikuti gambar pelaksanaan secara cermat baik pemasangan kawat duri
maupun pintu pagar dan disetujui oleh Direksi.
c. Dalam pengerjaan beton pada kaki tiang pagar dibuat sekaku mungkin serta disetujui oleh
Direksi.
d. Pemasangan kawat duri dalam pengerjaan tidak boleh kendur dan telah disetujui oleh Direksi.




15.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran
Dilakukan terhadap pagar kawat duri yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui
oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya
yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan
peralatan.

16. Pengecatan Tembok, Kayu dan Besi Satuan Pekerjaan m2
16.1 Umum
Pengecatan adalah pekerjaan penyelesaian atau finishing yang mempunyai nilai estetika dan
berfungsi agar material yang dicat lebih tahan terhadap pengaruh cuaca.

16.2 Cara Pelaksanaan
Jika tidak ditentukan lain bahan cat harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 06-6416-
2000) dan PUBI-1982. Semua bahan harus diperoleh dari pabrik yang disetujui oleh Direksi dan
contoh dari tiaptiap cat dan bahan campurannya yang diusulkan untuk dipakai harus diserahkan
kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Cat harus seluruhnya diaduk di bawah
pengawasan seorang mandor yang berwenang dengan cara yang dibenarkan oleh Direksi dan tak
boleh diberikan kepada tukang cat sebelum cat dan bidang yang akan dicat selesai dipersiapkan
betul-betul. Seluruh pekerjaan harus diselesaikan dalam warna dan corak seperti diperintahkan
oleh Direksi.
a. Pengecatan Tembok, Pengecatan harus dilakukan dua kali yaitu lapisan pertama cat dasar
dan lapisan kedua adalah lapisan terakhir.
b. Pengecatan besi, Semua permukaan besi yang akan dicat harus dihaluskan dan
dibersihkan dengan alat mekanis atau alat-alat yang disetujui oleh Direksi. Pengecatan besi harus
dilakukan dua kali yaitu lapisan pertama adalah cat meni dan lapisan kedua adalah cat warna
mengkilap.
c. Pengecatan kayu, Pekerjaan kayu yang akan dicat harus dimplas dengan amplas kayu ,
dilicinkan dan dimeni, semua lubang, retakan dan celah-celah harus ditutup lebih dahulu dengan
dempul. Sambungan harus dicat dasarsebelum dirakit, setelah pendempulan seluruh pekerjaan
kayu harus diberi cat dasar dan cat jadi sesuai perintah Direksi.

16.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran prestasi pekerjaan pengecatan berdasarkan jumlah yang telah dikerjakan/terpasang dan
tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
Pembayaran pekerjaan pengecatan berdasarkan meter persegi (m2) terpasang sesuai yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

17. Alva Valve dan Pintu Air Satuan Pekerjaan Buah
17.1 Umum
Alva valve adalah katub atau kran yang diletakkan dalam kolam boks bagi yang bisa dibuka
maupun ditutup berfungsi untuk mengatur volume air pada boks bagi.
17.2 Cara Pelaksanaan
a. Material casing alva valve dan pintu air yang dibutuhkan adalah terbuat dari pipa GIP diameter
8 dan GIP diameter 6.
b. Pemasangan alva valve dan pintu air harus disetel sebaik mungkindengan mengikuti posisi, arah
dan sistem pemasangan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan arahan serta persetujuan Direksi.
c. Alva valve dan pintu air ditanam atau dipasang dengan memakai angker sebelum pasangan boks
bagi hampir selesai dengan persetujuan Direksi.
17.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap alva valve dan pintu air yang telah selesai dikerjakan oleh
penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi
pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah
mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

18. Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Satuan Pekerjaan m1
18.1 Umum
Pipa PVC adalah pipa plastik yang ditanam dibawah tanah dengan diameter tertentu sebagai
bagian dari sistem jaringan irigasi tertutup, berfungsi untuk mengantar air dari boks bagi ukur ke
boks-boks bagi.
18.2 Cara Pelaksanaan
a. Pipa PVC yang dibutuhkan adalah :- Kelas D untuk jaringan boks-boks bagi
b. Pipa ditanam sampai dengan kedalaman tertentu dari permukaan tanah sesuai jenis tanah atau
batuan yang dilewati oleh jaringan tersebut setelah ada persetujuan dari Direksi.
c. Penyedia jasa harus membuat rencana detail tentang pemasangan pipa menyangkut peralatan,
tenaga, waktu pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi.
d. Peletakan pipa harus sesuai jalur trase pada gambar pelaksanaan.
e. Pipa diturunkan kedalam galian secara hati-hati dan dibersihkan sebelum dilakukan
penyambungan dan tidak diperbolehkan adanya perkakas kerja atau kotoran yang masuk kedalam
pipa.
f. Jalur pipa yang memotong jalan harus mendapat persetujuan Direksi.
18.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
a. Pembayaran dapat dilakukan 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan pipa PVC
sudah ada dilokasi pekerjaan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima pengadaan pipa.
Sisanya sebesar 50% (lima puluh persen) dapat dibayarkan setelah terpasang semua.
b. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa harus dibuat berdasarkan satuan meter
lari (m1) sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
c. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa PVC tersebut telah termasuk
seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.

19. Assesories Pipa PVC Satuan Pekerjaan Buah
19.1 Umum
Flange Socket, T Joint, Knee, Reducer, Socket dan Verlof Sock Draaf merupakan assesories dari
pada jaringan pipa yang fungsinya untuk menyambung bagian-bagian ditempat tertentu sesuai
dengan peruntukannya.

19.2 Cara Pelaksanaan
Penyedia jasa harus mengganti assesories pipa ini bila mengalami kerusakan dan perubahan fisik
yang disebabkan oleh kecerobohan pengangkutan, penyimpanan atau terkena cuaca panas. Direksi
berhak memerintahkan pemilihan assesoris pipa yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Assesories pipa yang ditolak harus diganti dengan yang lainnya dengan persetujuan Direksi.
19.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap Flange Socket, T Joint, Knee, Reducer, Socket dan Verlof Sock
Draaf yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran
dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar
kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.



20. Pengadaan dan Pemasangan Pipa GIP Satuan Pekerjaan m1
20.1 Umum
Pipa GIP adalah pipa besi yang disambungkan dengan pompa submersible dengan diameter
tertentu yang berfungsi untuk distribusi air yang keluar dari sumur ke boks-boks.

20.2 Cara Pelaksanaan
a. Pipa GIP yang dibutuhkan adalah Kelas A.
b. Penyedia jasa harus membuat rencana detail tentang pemasangan pipa menyangkut peralatan,
tenaga, waktu pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi.
c. Peletakan pipa yang masuk kedalam sumur harus vertikal pada posisi arah memanjang dan
berjalan secara bersamaan untuk setiap panjang ruas pipa tertentu. Sedangkan pipa yang
disambungkan ke boks bagi ukur harus dibalut dengan kawat duri untuk menjaga keamanan pipa.
d. Pipa diturunkan kedalam sumur secara hati-hati dan dibersihkan sebelum disambung dengan
yang lainnya dan tidak diperbolehkan adanya perkakas kerja atau kotoran yang masuk kedalam
pipa dan mendapat persetujuan Direksi.

20.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap pipa GIP yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan
disetujui oleh Direksi.Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan
satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga
dan peralatan.

21. Assesories Pipa GIP Satuan PekerjaanBuah
21.1 Umum
Elbow, Knee, Flange Adaptor, Van Belt Conection, Flange Stell, Karet Flange, Klep, Sambungan
Pipa Knalpot, Klem, Saringan Pipa dan Pully merupakan assesories dari pipa yang dimaksudkan
sebagai pelengkap/penunjang konstruksi jaringan pipa agar dapat berfungsi secara optimal.

21.2 Cara Pelaksanaan
Penyedia jasa harus mengganti assesories pipa ini bila mengalami kerusakan dan perubahan fisik
yang disebabkan oleh kecerobohan pengangkutan, penyimpanan atau terkena cuaca panas. Direksi
berhak memerintahkan pemilihan assesoris pipa yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Assesories pipa yang ditolak harus diganti dengan yang lainnya dengan persetujuan Direksi.

21.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap Elbow, Knee, Flange Adaptor, Van Belt Conection, Flange Stell,
Karet Flange, Klep, Sambungan Pipa Knalpot, Klem, Saringan Pipa dan Pully yang telah selesai
dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai
dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga
yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
22. Riser Pipe, Selang Plastik dan Pipa Fleksible Satuan Pekerjaan Buah, m1

22.1 Umum
Riser pipe merupakan pipa emergency bilamana semua katub alva valve
tertutup pada saat mesin pompa dioperasikan yang berfungsi agar pipa jaringan dari pompa ke
boks-boks bagi tidak rusak karena daya tekan air.Indikasi dari ketinggian air dapat dilihat pada
selang plastik yang terpasang di pipa riser pipe tersebut.Pipa fleksible berfungsi untuk
menghilangkan pengaruh getaran mesin pada saat dioperasikan terhadap pipa isap dan pipa buang.


22.2 Cara Pelaksanaan

a. Pipa riser pipe yang dibutuhkan adalah pipa GIP medium A dengan diameter 3 dengan
panjang minimal 3 meter. Dilengkapi dengan selang plastik diameter sebagai indikator
ketinggian air.
b. Penyedia jasa harus mendapatkan persetujuan Direksi dalam penempatan posisi dari riser pipe
penggunaan selang plastik dan pipa fleksible tersebut.

22.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap riser pipe, selang plastik dan pipa fleksible yang telah selesai
dikerjakan oleh penyedia jasa yang disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai
dengan prestasi pekerjaan riser pipe, selang plastik dan pipa fleksible berdasarkan satuannya yang
tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan,tenaga dan peralatan.

23. Pompa Sentrifugal Satuan Pekerjaan unit
23.1 Umum
Pompa Sentrifugal berfungsi untuk memompa atau mengangkat air dari suatu sumber air, yang
digerakkan oleh mesin penggerak diesel.

23.2 Cara Pelaksanaan
a. Penyedia jasa harus dapat memberikan garansi selama 1 tahun untuk pompa dan control panel
tersebut, terhitung sejak dipasang untuk kerusakan yang disebabkan karena konstruksi/kelalaian
dari pabrik. Semua biaya akan ditanggung oleh Penyedia Jasa.
b. Penyedia Jasa harus menyertakan buku panduan operasi dan pemeliharaan secara lengkap dan
mudah dipahami oleh orang awam. Juga melakukan pelatihan terhadap pemakaian Pompa dan
Control Panel tersebut.
c. Pompa sentrifugal yang dibutuhkan adalah :
1. Kapasitas Pompa 20 liter/detik
2. Tekanan 50 m
3. Inlet DN 65
4. Outlet DN 50
5. Material CL Cassing, CL Impeller, Mech, Seal
d. Penyedia jasa mendapatkan persetujuan Direksi untuk posisi pemasangan dan waktu
pemasangan pompa.
e. Pemasangan mesin pompa harus secermat mungkin sesuai dengan sistem pemasangan yang
mendapat persetujuan Direksi.
f. Pada saat pompa diturunkan ke sumber air harus menggunakan tripod dengan tackelnya dan
dihadiri oleh Direksi.

23.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
a. Dibayar 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan pompa sentrifugal sudah ada
dilokasi pekerjaan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima pengadaan pompa sentrifugal.
b. Dibayar 50% (lima puluh persen) sisanya setelah terpasang semua.
c. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa sentrifugal harus dibuat berdasarkan
satuan unit sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
d. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa sentrifugal tersebut telah
termasuk seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.


24. Mesin Penggerak Satuan Pekerjaan unit
24.1 Umum
Mesin Penggerak adalah mesin yang menggerakkan pompa untuk menaikkan air.

24.2 Cara Pelaksanaan
a. Penyedia jasa harus dapat memberikan garansi selama 1 tahununtuk mesin penggerak tersebut,
terhitung sejak dipasang untuk kerusakan yang disebabkan karena konstruksi/kelalaian dari
pabrik.Semua biaya akan ditanggung oleh Penyedia Jasa.
b. Penyedia Jasa harus menyertakan buku panduan operasi dan pemeliharaan secara lengkap dan
mudah dipahami oleh orang awam.Juga melakukan pelatihan terhadap pemakaian mesin
penggerak tersebut.
c. Penyedia Jasa harus menyertakan 1 set alat untuk pemeliharan ringan. Setiap set sekurang-
kurangnya terdiri atas kunci pas, kunci ring, obeng, tang, kunci sok, multi tester, grase gun atau
peralatan lian yang diperlukan. Ukuran dan kapasitas peralatan tersebut harus yang sesuai dengan
peralatan yang diadakan.
d. Mesin penggerak yang dibutuhkan adalah :
1. Type mesin penggerak 4 langkah horizontal
2. System pembakaran Direct injection
3. Jumlah cylinder 1
4. Max output 25 HP / 2400 Rpm
5. Kontiyu output 20 HP / 2200 Rpm
6. System pendingin Pendingin air dengan hopper
7. System stater Engkol
e. Penyedia jasa mendapatkan persetujuan Direksi untuk posisi pemasangan dan waktu
pemasangan mesin penggerak.
f. Pemasangan mesin penggerak harus secermat mungkin sesuai dengan sistem pemasangan yang
mendapat persetujuan Direksi.

24.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
a. Dibayar 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan generator set [Genset] sudah ada
dilokasi pekerjaan yang dibuktikandengan berita acara serah terima pengadaan mesin penggerak.
b. Dibayar 50% (lima puluh persen) sisanya setelah terpasang semua.
c. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan mesin penggerak harus dibuat berdasarkan
satuan unit sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar
Kuantitasdan Harga.
d. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan mesin penggerak tersebut telah
termasuk seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.

25. Landasan Mesin Satuan Pekerjaan unit
25.1 Umum
Landasan mesin berfungsi agar getaran mesin penggerak tidak berpengaruh terhadap rumah
pompa.

25.2 Cara Pelaksanaan
Landasan mesin berupa cor beton yang mempunyai alur yang terpisah dengan lantai rumah pompa.
Dimensi dari landasan tersebut disesuaikan dengan generator set [Genset] yang disetujui oleh
Direksi.


25.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap landasan mesin telah
selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan
sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya atau Unit yang tertera dalam daftar
kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

26. Running Test Mesin Pompa Satuan Pekerjaan jam
26.1 Umum
Running mesin pompa setelah terpasang berfungsi untuk uji coba fungsidan ketahanan mesin
pompa tersebut dengan jangka waktu tertentu.

26.2 Cara Pelaksanaan
a. Running test dilaksanakan oleh penyedia jasa setelah mendapatkanpersetujuan Direksi.
b. Running test ini juga diperlukan untuk pengetesan terhadap sistemjaringan itu sendiri dengan
test pengaliran. Untuk mengetahuiapakah sistem jaringan pipa maupun pemasangan boks-boks
bagi,alva valve dan riser pipe berfungsi sebagaimana mestinya. Bilamanaada bagian yang tidak
berfungsi maka penyedia jasa harusmemperbaikinya kembali.

26.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dilakukan terhadap running test mesin pompa yang telahselesai dikerjakan oleh
penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi.Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi
pekerjaanberdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan hargayang telah
mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.