Anda di halaman 1dari 41

PENDEKATAN DIAGNOSIS DAN

PENANGANAN TERHADAP NYERI


AKUT ABDOMEN
YONATHAN Y
06700060
Nyeri abdomen merupakan permasalahan
yang sering ditemui oleh dokter baik
spesialis ataupun dokter umum
Sering disepelekan,tp bisa mengancam jiwa
50% orang dewasa pernah mengalami
Perawatan pada manula harus hati-hati
Nyeri dikategorikan berdasarkan onsetnya
yaitu akut atau kronik
Bila nyeri < 24 jam akut
Nyeri yang hebat harus segera ditangani
Untuk menilai derajat nyeri bisa digunakan
VAS

VISUAL ANALOGING SCORE
Kemampuan yang baik dibutuhkan untuk
penanganan dan terapi,serta untuk menggali
riwayat penyakit
Anatomi dan Fisiologi
Nyeri dibedakan menjadi viseral atau parietal
Nyeri viseral dijalarkan oleh sabut saraf cranial yang
sering ditemukan pada
otot,periosteum,mesenterika,dinding perut,dan
visera.
Sering diwujudkan sebagai rasa
kembung,kram,mual,panas,dan tidak bisa dilokalisir
Nyeri viseral sering dirasakan di
epigastrium,periumbilikal,atau di
hipogastrium
Ini terjadi karena organ viseral pada
abdomen mentransmisikan stimuli aferen
ke dua belah sisi dari spinal cord.
Nyeri parietal ditransmisikan oleh sabut A-
yang banyak ditemukan di otot dan kulit.

Sebagai contoh nyeri viseral pada appendisitis
akut nyeri awal pada periumbilikal,yang diikuti
dengan nyeri somatoparietal yang terlokalisir
pada titik Mc Burneys yang diproduksi oleh
proses inflamasi dari dinding abdomen




refered pain adalah suatu nyeri yang dirasa jauh
dari organ yang terlibat.
Hal ini terjadi ketika ada konvergensi dari neuron
aferen viseral dengan neuron aferen parietal dari
anatomi yang berbeda yang saling berkaitan pada
spinal cord di segmen yang sama.
Sebagai contoh: .kehr sign

etiologi
Nyeri abdomen akut disebabkan karena
berbagai sebab.
Irvin,menemukan beberapa kasus nyeri
abdomen akut di Instalasi Gawat Darurat sbb:
nyeri abdomen akut non spesifik
(35%),appendisitis (17%),obstruksi lambung
(15%),kasus urology (6%),gangguan
bilier(5%),penyakit divertikuler (4%),dan
pankreatitis(2%).
Penyebab tersering dari nyeri abdomen akut adalah
appendicitis,kolik
biliari,cholesistitis,divertikulitis,obstruksi
usus,perforasi viseral
,pankreatitis,peritonitis,salpingitis,adenitis
mesenterika,dan kolik renal.
Selebihnya penyebab nyeri abdomen seperti
nekrosis hepatoma,infark spleen,infark
miokard,ketoasidosi diabetikum dll adalah
jarang.
Terkadang etiologi dari nyeri abdomen bisa
diprediksi berdasarkan lokasi dan tipe nyeri
yang bisa membantu dokter dalam
penegakkan diagnosis


Nyeri yang dikeluhkan pasien haruslah diperhatikan
Seperti halnya
mual,muntah,anorexia,kembung,konstipasi.
Anorexia sering muncul di sebagian besar kasus
nyeri abdomen,terutama pada appendisitis akut
dan kolesistitis akut,akan tetapi hal ini jarang
dijumpai pada penyakit urology atau ginekologi.
Muntah sering menjadi keluhan utama pada
nyeri abdomen akut.
Hal ini diasumsikan sebagai kondisi yang
mengarah pada reflex stimulasi dari pusat
muntah


obstruksi usus harus dipertimbangkan bila ada
muntah progresive dan nyeri perut
Nyeri abdomen yang disertai dengan distensi
abdomen yang menjurus pada udara yang banyak
harus dipertimbangkan sebagai tanda dari ileus
atau obstruksi usus.
Keluhan lain yang dari adanya tanda-tanda
tidak bisa kentut terganggunya BAB juga harus
meningkatkan kecurigaan adanya ileus atau
obstruksi usus.

Pada lain sisi,nyeri abdomen yang disertai dengan
konstipasi tapi tanpa distensi ,yang sering dijumpai
pada penderita usia lanjut,harus dipertimbngkan
akan adanya Divertikulitis.
Bila nyeri abdomen disertai dengan adanya
gambaran darah,maka adanya kemungkinan
inflamasi penyakit usus harus
dipertimbangkan lebih jauh lagi dengan
diagnosa banding pada iskemik mesentrika
atau kemungkinan trombosis vena
mesenterika

Pemeriksaan Fisik
Disamping pengambilan data riwayat penyakit
dahulu dengan seksama,pemeriksaan fisik
adalah kunci dalam penegakkan diagnosis.
Kita harus memulai pemeriksaan fisik dengan
pemeriksaan luar dan status ABC.
Orientasi pasien,pola pernapasan,posisi
tidur,dan expresi wajah harus diobservasi
dengan teliti.
Pasien dengan obesitas harus ditanyakan tentang
pembesaran abdomen yang tidak lazim.
Pemeriksaan bising usus (auskultasi) harus
dilakukan dahulu sebelum palpasi dan perkusi.
Auskultasi dilakukan setidaknya 2 menit atau lebih
di lebih dari satu regio dinding perut,sebelum
memutuskan adanya kelainan bising usus.
Beberapa karakteristik sering menjadi acuan
dokter untuk menentukan penyebab dari nyeri
abdomen.
Sebagai contoh Murphys sign pada kuadran
kanan atas yang dipalpasi terasa kenyal ketika
pasien melakukan inspirasi dalam,ini sensitif
tp tidak spesifik untuk tanda kolesistitis akut


Tanda lain dengan hadirnya palpasi yang lembut
dan reaksi pasien setelah dipalpasi yang disertai
dengan kekakuan pada titik Mc Burney antara 1/3
umbilikus dan spina iliaka A/S adalah cukup
mendekati untuk mengindikasikan appendisitis akut
Corvoiser Sign (teraba galblader) dengan
gejala klinis jaundice juga cukup mendekati
untuk membawa kecurigaan akan adanya
kemungkinan Tumor Pankreatik Periampular
Cullens Sign (ekimosis periumbilikal) mungkin
sangat berguna untuk mengindikasikan
Hemoperitoneum
Di area endemik tuberkulosa seperti di
indonesia,kehadiran fenomena dada bidang
mungkin bisa mengarahkan pada peritonitis
tuberkulosa.
Organ pelvis dan alat kelamin juga harus diperiksa
pada setiap pasien dengan nyeri akut abdomen.
VT/RT bisa memberikan informasi penting
yang dibutuhkan .
Evaluasi dari kelainan ginekologi harus
dilakukan pada setiap pasien wanita dengan
nyeri abdomen akut.

KESIMPULAN
Pemeriksaan laboratorium tidak bisa terlepas
meski dalam segi medis pemeriksaan klinis
merupakan acuan utama dalam penegakkan
diagnosis
Faktanya semua pasien dengan nyeri akut
abdomen harus di tes seperti darah lengkap
(termasuk hitung
leukosit),ureum,kreatinin,GD,dan UL
Tes kehamilan harus dilakukan pada setiap pasien
wanita
Tes fungsi liver dan penentuan level serum amilase
harus disarankan pada pasien dengan nyeri pada
abdomen kuadran kanan atas,meski dengan atau
tanpa gejala klinis jaundice.
Tiga posisi foto polos abdomen harus
dilakukan untuk menentukan tanda-tanda
perforasi,ileus,dan obstruksi lambung.
Foto polos perut(BNO) sangat membantu
dalam mengevaluasi adanya kalsifikasi
pankreas/batu pankrea,trauma vertebra,dan
gambaran radiolusen dari batu ginjal.


USG abdomen juga tes rutin yang dilakukan untuk
bisa menunjukkan terganggunya sistem
hepatobilier,traktus urinarius,dan traktus ginekologi
yang gejalanya mirip appendisitis akut
Sekarang ini tes pencitraan lain seperti kolon in
loop,Gastrointestinal Endoskopi,CT-Scan
abdomen,Arteriografi,MRI sudah sering digunakan
PENANGANAN
Rontgen dan endoskopi mampu meingkatkan
terapi
Beberapa penelitian melaporkan bahwa
penanganan dini oleh penggunaan analgesik
meredakan rasa nyeri dan tidak mengaburkan
diagnosa.
Analgesik yang digunakan adalah golongan opioids
Sebagai tambahan,antibiotik diberikan sebagai
indikasi adanya peritonitis.
Pada beberapa kondisi,antibiotik profilaksis
diberikan ketika diagnosa kerja sudah ada,tanpa
harus menunggu hasil dari tes kultur
Pada umumnya,dalam menangani pasien
dengan nyeri abdomen akut harus
dipertimbangkan dalam menentukan kasus
bedah atau bukan,seyogyanya tindakan bedah
tidak boleh terburu-buru,tapi harus bisa
memutuskan kapan untuk melakukan operasi