Anda di halaman 1dari 12

Disusun oleh:

Victor Pulpa Seda


07310287



Pembimbing;
dr. H. M. Haidir, Sp.OG


Mioma uteri merupakan neoplasma yang
berasal dari otot uterus dan jaringan ikat
yang menumpangnya sehingga dapat disebut
juga leiomioma, fibromioma, atau fibroid.
Konsistensi padat kenyal, batas jelas,
mempunyai pseudo kapsul, bisa soliter atau
multipel.

Penyebab yang pasti dari mioma uteri sampai saat ini
belum diketahui.

Tumor ini tumbuh selama masa aktifitas paling
tinggi, dan ovarium. Sekresi estrogen yang terus
menurus, terutama jika tidak diselingi oleh kehamilan
dan laktasi diduga sebagai faktor resiko utama yang
melatar belakangi pertumbuhan mioma.

Faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu :
Umur
Paritas
Faktor ras dan genetik
Fungsi ovarium


1. Mioma submukosa
2. Mioma intramural
3. Mioma subserosa


Gejala klinis tergantung letak mioma, besarnya,
perubahan sekunder dan komplikasi.

Teraba massa diperut bawah
Perdarahan uterus abnormal.
Rasa nyeri
Pressure Effects ( Efek Tekenan )
Infertilitas dan abortus

gejala sekunder berupa
Anemia
Lemah
Pusing-pusing
Sesak nafas


Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
Anamnesis, dalam anamnesis dicari keluhan
utama serta gejala klinis mioma lainnya,
faktor risiko serta kemungkinan komplikasi
yang terjadi.
Pemeriksaan Ginekologis, yaitu dijumpai
gangguan kontur rahim oleh satu atau lebih
massa yang lebih licin, tetapi sering sulit
untuk memastikan bahwa massa seperti ini
adalah bagian dari rahim.
Hasil pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan Darah Lengkap
USG
Vaginal Toucher
Hiteroskopi
MRI (Magnetic Resonance Imaging) Sangat akurat
dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan
lokasi mioma tetapi jarang diperlukan
Sitologi
Rontgen : untuk mengetahui kelainan yang
mungkin ada yang dapat menghambat tindakan
operasi.
ECG : Mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi,
yang dapat mempengaruhi tindakan operasi.

Kehamilan
Adenomiosis
Karsinoma korpus uteri
Sarkoma uteri.

Faktor - faktor yang dipertimbangkan dalam
memilih cara penanganan mioma uteri adalah
1. Ukuran, jumlah dan letak dari mioma
2. Umur penderita
3. Riwayat status Obstetri dan Ginekologi dari
penderita
4. Berat ringannya gejala yang timbul
1. Konservatif
Penderita dengan mioma yang kecil dan tanpa gejala tidak memerlukan
pengobatan, terutama pada usia perimenopause, dan dievaluasi rutin
setiap 3 - 6 bulan dengan USG serial. Pemberian GnRHa (Buserelien
asetat) selama 16 minggu menghasilkan generasi hialin di miometrium,
sehingga uterus mengecil, akan tetapi setelah pengobatan dihentikan,
mioma kembali membesar.


2. Operatif
a. Ekstirpasi
Biasanya dilakukan untuk mioma geburt
b. Miomektomi
Miomektomi merupakan terapi untuk pasien yang masih ingin
mempertahankan fungsi reproduksi. Apabila miomektomi dikerjakan
karena keinginan memperoleh anak, maka kemungkinan terjadi
kehamilan adalah 30 - 50%.
c. Histerektomi
Tindakan ini terbaik untuk wanita berumur > 40 tahun dan tidak
menghendaki anak lagi atau uterus lebih besar dari kehamilan 10 - 12
minggu disertai adanya gangguan penekanan atau mioma yang
berkembang cepat.


1. Degenerasi Ganas.
2. Torsi yang menimbulkan nekrosis, sindrom
abdomen akut.