Anda di halaman 1dari 11

3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Temporo-Mandibula Joint
Temporo-Mandibula Joint merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat
melakukan gerakan meluncur dan rotasi pada saat mandibula berfungsi. Sendi ini
berperan pada pergerakan membuka dan menutup rahang, mengunyah dan
menelan, serta berbicara. Sendi temporo-mandibula merupakan satu-satunya sendi
di kepala yang terletak bilateral (kanan dan kiri). Temporo-Mandibula Joint
digunakan beratus kali dalam sehari untuk menggerakan rahang, menggigit,
mengunyah dan menelan, berbicara dan menguap. Dia merupakan salah satu sendi
dari seluruh sendi di tubuh yang paling sering digunakan.
Sendi ini merupakan perkembangan sekunder dari ujung dorsal tulang rawan
Meckel. Terlihat berupa sendi antara maleus dan incus dari bagian tengah telinga
dan mencerminkan adaptasi dari tulang-tulang rahang primitive yang
berkonduksi.
Sendi ini berasal dari 2 pusat pertumbuhan yang terpisah yaitu tulang
temporal dan pusat pertumbuhan tulang rawan sekunder yang membentuk bagian
dorsal mandibula (minggu ke-12 intra uterus) dan kemudian saling mendekati
membentuk sepasang celah pada daerah kondensasi mesenkim sehingga terbentuk
dua rongga (rongga sendi atas dan bawah) yang mengelilingi meniskus.
Pertumbuhan dan perkembangan sendi temporo-mandibula berhenti pada usia 20
tahun dan selanjutnya merupakan proses remodelling.
Sendi temporo-mandibula merupakan salah satu komponen utama sistem
stomatognatik, di mana sendi ini dipengaruhi dan bekerja seimbang dengan
komponen utama lainnya yaitu otot mastikasi beserta persyarafannya dan oklusi
gigi-geligi beserta pola pengunyahan dan penelanan. Kelainan sendi temporo-
mandibula merupakan gabungan ketiga komponen tersebut serta sering dipicu
faktor psikologis.


4

2.2 Anatomi Temporo-Mandibula Joint
Temporo-Mandibula Joint berada langsung di depan telinga pada kedua sisi
kepala di mana maksila dan mandibula bertemu. Di dalam sendi rahang terdapat
bagian-bagian yang bergerak yang memungkinkan maksila menutup pada
mandibula. Sendi rahang ini adalah suatu sliding "ball and socket" khas yang
mempunyai satu piringan (disc) terjepit di antaranya. Komponen Temporo-
Mandibula Joint rumit dan terdiri dari otot-otot, urat-urat dan tulang-tulang. Setiap
komponen berkontribusi pada kelancaran kerja dari sendi rahang. Ketika otot-otot
dalam keadaan relaksasi dan berimbang, maka pada saat membuka dan menutup
kita dapat merasakan dengan nyaman, kita dapat berbicara, mengunyah dan
menguap tanpa sakit.
Kita dapat melokalisir Temporo-Mandibula Joint dengan meletakkan sebuah
jari pada struktur segitiga didepan telinga (meatus auditory). Kemudian jarinya
digerakkan maju sedikit ke depan dan ditekan dengan kuat ketika membuka
rahang. Gerakan yang dirasakan berasal dari sendi rahang. Kita juga dapat
merasakan gerakan sendi jika kita menaruh jari kecil pada sisi dalam bagian depan
dari kanal telinga. Manuver-manuver ini dapat menyebabkan penderitaan untuk
pasien yang mengalami kesulitan sendi rahang, dan dokter menggunakan hal
tersebut untuk membuat diagnosis.

Gambar anatomi TMJ :

5

2.3 Struktur Sendi Temporo-Mandibula
Sendi temporo-mandibula memiliki tanda-tanda struktural yang
menjadikannya suatu sendi tipe diarthrodial.
a. Fossa artikularis (Glenoidalis)
Fosa glenoidalis merupakan cekungan pada basis cranium (tulang
temporal) yang mempunyai bentuk lonjong. Letaknya di depan meatus
auditorius. Batas bagian anterior dari fosa ini adalah eminensia artikularis,
sedang batas fosa bagian posterior adalah tulang tipis yang merupakan
dinding dari tulang temporal. Tulang tipis dari cekung sendi ini adalah radik
media dari tulang zigomatikus. Fosa ini dilapisi oleh jaringan ikat fibrous
berwarna putih. Berbentuk konkaf, di bagian posterior ada tonjolan yang
berfungsi menahan kondilus agar tidak kontak langsung dengan tulang
tymphani pada saat mandibula bergerak ke posterior.

b. Tuberculum artikularis (eminensia)
Bentuknya konveks dan terletak di anterior fossa, yang berfungsi menahan
kondilus pada saat bergerak ke anterior.



6

c. Processus condyloideus
Merupakan bagian ramus mandibula, dilapisi jaringan fibrosa yang tebal
dan licin. Prosesus ini berbentuk oval dengan aksis panjang ke arah media-
lateral dan lebih konveks pada arah aksis antero-posterior daripada media-
lateral. Permukaan artikulasi pada kondilus mengarah ke atas dan ke depan
sehingga dipandang dari arah lateral leher kondilus berputar (membengkok)
ke anterior. Panjang kondilus dari aksis media-lateral 20 mm dan tebal dari
aksis antero-posterior 8 10 mm. Permukaan artikulasi ditutupi oleh selapis
tipis fibrokartilago. Lapisan ini tetap ada selama hidup dan berangsur
berkurang ketebalannya setelah pertumbuhan mandibula terhenti. Bentuk,
ukuran dan keadaan prosesus kondiloideus ini berbeda pada setiap individu,
hal tersebut disebabkan oleh karena banyaknya kombinasi dan adaptasi fungsi
dari setiap individu, serta faktor herediter.
d. Jaringan fibrous / fibrilar
e. Cairan synovial / membrane synovial
Di bagian dalam dari kapsula artikularis melekat suatu selaput tipis yang
disebut selaput sinovial. Selaput ini mengeluarkan cairan sendi yang
disebut dengan sinovial. Selaput ini tidak membungkus meniskus. Cairan
sinovial terdiri dari asam hialuronik dengan viskositas tinggi; alkalin fosfat
yang diproduksi oleh kondrosit; plasma protein dan leukosit yang berperan
pada proses fagositosis. Cairan sendi ini bekerja sebagai lubricant
(pelumas) yang memungkinkan meniskus dan prosesus kondiloideus
bergerak dengan halus. Fungsi lain dari cairan sinovia adalah nourishment
of cartilago, yaitu menjaga dan memelihara keutuhan tulang rawan hialin
pada permukaan artikulasi. Volume cairan tersibut pada TMJ adalah
kurang dari 2 ml.
f. Diskus artikularis (meniskus)
Terletak di bawah fossa dan di atas condylus. Merupakan jaringan kolagen
yang avaskuler dan membagi kapsul sendi menjadi daerah atau rongga atas
(superior) dan bawah (inferior). Bagian superior dapat memberi gaya pada
diskus ketika condylus bergerak ke anterior dan bagian inferior berfungsi
7

membatasi gerak rotasi. Bagian tengah dari diskus merupakan jaringan yang
padat fibroblast dan terdiri dari pita posterior, zona intermediet dan pita
anterior.
g. Kapsul sendi
Terletak mulai di atas arkus zygomatikus. Merupakan bagian padat dan
berfungsi dalam gerakan rotasi dan ke bawah serviks condylus yang berfungsi
dalam gerakan anterior. Fungsi utamanya adalah mendukung, menyangga dan
membatasi gerakan condylus ke arah antero-posterior. Pada kapsul sendi
melekat ligamentum.
h. Ligamentum
Merupakan struktur kuat untuk menahan dan mefiksasi condylus madibula
ke fossa temporal pada saat melakukan gerakan.
a. Ligamentum temporo-mandibula
Merupakan pendukung utama kapsul artikularis, berjalan dari arkus
zygomatikus ke batas lateral serviks condylus.
b. Ligamentum stylomandibula
Berorigo pada processus styloideus dan berinsersio pada angulus
mandibula
c. Ligamentum spenomandibula
Berorigo pada tulang spenoidalis dan berinsersio pada
lingulamandibula.

2. 4 Innervasi Sendi Temporo-Mandibula
Innervasi dari sendi temporo-mandibula terdiri dari pleksus yang padat dan
serabut tidak bermyelin yang berjalan di sepanjang kapsul dan berhubungan
dengan jaringan fibrofatty. Pleksus ini sangat padat, salah satu serabut rasa sakit
yang berdiameter kecil masuk ke daerah persendian dan berhubungan dengan
cabang artikular dari syaraf auriculotemporalis, masseterik, temporal dan kadang-
kadang berhubungan dengan syaraf pterygoid lateralis. Serta berjalan ke akar
sensorik dari syaraf trigeminus.

8


2.5 Vaskularisasi Sendi Temporo-Mandibula
Peredaran darah ke sendi adalah melalui arteri maksilaris interna, cabang
aurikular yang terletak dalam tetapi sebagian besar struktur yang ada (meniskus,
lapisan fibrous dan fibrocartilago) umumnya tidak memiliki supply darah dan
metabolismenya tergantung pada difusi dari tulang dan cairan synovial.

2.6 Otot-Otot Penggerak Sendi Temporo-Mandibula
Otot-otot penggerak sendi temporo-mandibula terbagi atas :
a. Otot penutup mulut :
- Muscullus Masseter
- Muscullus Temporalis ventralis
- Muscullus Pterygoideus medialis
b. Otot pembuka mulut
- Muscullus Mylohyoid
- Muscullus Digastricus venter anterior
- Muscullus Geniohyoid
c. Otot penggerak mandibula ke depan yaitu muscullus pterygoideus
lateralis
d. Otot penggerak mandibula ke dorsal
- Muscullus Pterygoideus medialis
- Muscullus Pterygoideus lateralis
e. Otot penggerak mandibula ke samping yaitu musucullus pterygoideus
lateralis
9

Gambar otot pada mandibula :


2.7 Pergerakan normal TMJ
Sendi temporo mandibula merupakan sendi yang kompleks. Pergerakan
normal dari sendi ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu gerak rotasi dan gerak translasi
(meluncur).
Dalam sistem mastikasi rotasi terjadi ketika mulut membuka dan menutup
pada titik atau sumbu yang tetap dalam kondilus.
a. Gerak membuka
Gerak membuka maksimal umumnya lebih kecil daripada kekuatan gigitan
maksimal (menutup). Muskulus pterygoideus lateralis berfungsi menarik
prosessus kondiloideus ke depan menuju eminensia artikularis. Pada saat
bersamaan, serabut posterior muskulus temporalis harus relaks dan
keadaan ini akan diikuti dengan relaksasi muskulus masseter, serabut
anterior muskulus temporalis dan muskulus pterygoideus medialis yang
berlangsung cepat dan lancar. Keadaan ini akan memungkinkan mandibula
berotasi di sekitar sumbu horizontal, sehingga prosessus kondilus akan
10

bergerak ke depan sedangkan angulus mandibula bergerak ke belakang.
Dagu akan terdepresi, keadaan ini berlangsung dengan dibantu gerak
membuka yang kuat dari muskulus digastricus, muskulus geniohyoideus
dan muskulus mylohyoideus yang berkontraksi terhadap os hyoideum
yang relatif stabil, ditahan pada tempatnya oleh muskulus infrahyoidei.
Sumbu tempat berotasinya mandibula tidak dapat tetap stabil selama gerak
membuka, namun akan bergerak ke bawah dan ke depan di sepanjang garis
yang ditarik (pada keadaan istirahat) dari prosessus kondiloideus ke
orifisum canalis mandibularis.

Gambar gerak membuka :







b. Gerak menutup
Penggerak utama adalah muskulus masseter, muskulus temporalis, dan
muskulus pterygoideus medialis. Rahang dapat menutup pada berbagai
posisi, dari menutup pada posisi protrusi penuh sampai menutup pada
keadaan prosesus kondiloideus berada pada posisi paling posterior dalam
fosa glenoidalis. Gerak menutup pada posisi protrusi memerlukan
kontraksi muskulus pterygoideus lateralis, yang dibantu oleh muskulus
pterygoideus medialis. Caput mandibula akan tetap pada posisi ke depan
pada eminensia artikularis. Pada gerak menutup retrusi, serabut posterior
muskulus temporalis akan bekerja bersama dengan muskulus masseter
untuk mengembalikan prosesus kondiloideus ke dalam fosa glenoidalis,
sehingga gigi geligi dapat saling berkontak pada oklusi normal.
11

Pada gerak menutup cavum oris, kekuatan yang dikeluarkan otot
pengunyahan akan diteruskan terutama melalui gigi geligi ke rangka wajah
bagian atas. Muskulus pterygoideus lateralis dan serabut posterior
muskulus temporalis cenderung menghilangkan tekanan dari caput
mandibula pada saat otot-otot ini berkontraksi, yaitu dengan sedikit
mendepresi caput selama gigi geligi menggeretak. Keadaan ini
berhubungan dengan fakta bahwa sumbu rotasi mandibula akan melintas
di sekitar ramus, di daerah manapun di dekat orifisum canalis mandibular.
Walaupun demikian masih diperdebatkan tentang apakah articulatio
temporomandibula merupakan sendi yang tahan terhadap stres atau tidak.
Hasil-hasil penelitian mutakhir dengan menggunakan model fotoelastik
dan dengan cahaya polarisasi pada berbagai kondisi beban menunjukkan
bahwa artikulasio ini langsung berperan dalam mekanisme stress.
Gambar gerak menutup :








c. Protrusi
Pada kasus protrusi bilateral, kedua prosesus kondiloideus bergerak ke
depan dan ke bawah pada eminensia artikularis dan gigi geligi akan tetap
pada kontak meluncur yang tertutup. Penggerak utama pada keadaan ini
adalah muskulus pterygoideus lateralis dibantu oleh muskulus
pterygoideus medialis. Serabut posterior muskulus temporalis merupakan
antagonis dari kontraksi muskulus pterygoideus lateralis. Muskulus
masseter, muskulus pterygoideus medialis dan serabut anterior muskulus
temporalis akan berupaya mempertahankan tonus kontraksi untuk
12

mencegah gerak rotasi dari mandibula yang akan memisahkan gigi geligi.
Kontraksi muskulus pterygoideus lateralis juga akan menarik discus
artikularis ke bawah dan ke depan menuju eminensia artikularis. Daerah
perlekatan fibroelastik posterior dari diskus ke fissura tympanosquamosa
dan ligamen capsularis akan berfungsi membatasi kisaran gerak protrusi
ini.
d. Retrusi
Selama pergerakan, kaput mandibula bersama dengan discus artikularisnya
akan meluncur ke arah fosa mandibularis melalui kontraksi serabut
posterior muskulus temporalis. Muskulus pterygoideus lateralis adalah otot
antagonis dan akan relaks pada keadaan tersebut. Otot-otot pengunyahan
lainnya akan berfungsi mempertahankan tonus kontraksi dan menjaga agar
gigi geligi tetap pada kontak meluncur. Elastisitas bagian posterior discus
articularis dan capsula articulatio temporomandibularis akan dapat
menahan agar diskus tetap berada pada hubungan yang tepat terhadap
caput mandibula ketika prosesus kondiloideus bergerak ke belakang.
e. Gerak lateral
Pada saat rahang digerakkan dari sisi yang satu ke sisi lainya untuk
mendapat gerak pengunyahan antara permukaan oklusal premolar dan
molar, prosesus kondiloideus pada sisi tujuan arah mandibula yang
bergerak akan ditahan tetap pada posisi istirahat oleh serabut posterior
muskulus temporalis sedangkan tonus kontraksinya akan tetap
dipertahankan oleh otot-otot pengunyahan lain yang terdapat pada sisi
tersebut. Pada sisi berlawanan prosesus kondiloideus dan diskus artikularis
akan terdorong ke depan ke eminensia artikularis melalui kontraksi
muskulus pterygoideus lateralis dan medialis, dalam hubungannya dengan
relaksasi serabut posterior muskulus temporalis. Jadi, gerak mandibula dari
sisi satu ke sisi lain terbentuk melalui kontraksi dan relaksasi otot-otot
pengunyahan berlangsung bergantian, yang juga berperan dalam gerak
protrusi dan retrusi.
13

Pada gerak lateral, caput mandibula pada sisi ipsilateral, ke arah sisi
gerakan, akan tetap ditahan dalam fosa mandibularis. Pada saat bersamaan,
caput mandibula dari sisi kontralateral akan bergerak translasional ke
depan. Mandibula akan berotasi pada bidang horizontal di sekitar sumbu
vertikal yang tidak melintas melalui caput yang cekat, tetapi melintas
sedikit di belakangnya. Akibatnya, caput ipsilateral akan bergerak sedikit
ke lateral, dalam gerakan yang dikenal sebagai gerak Bennett.
Selain menimbulkan pergerakan aktif, otot-otot pengunyahan juga
mempunyai aksi postural yang penting dalam mempertahankan posisi
mandibula terhadap gaya gravitasi. Bila mandibula berada pada posisi
istirahat, gigi geligi tidak beroklusi dan akan terlihat adanya celah atau
freeway space diantara arkus dentalis superior dan inferior.