Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

ANGKA KEMATIAN IBU


DISUSUN OLEH:
HERTI SAKINAH
NIDA PUSPITA AYU
ARYANTI AMBARSARI
SHAFIRA VIDIASTRI
AGUNG DWI NUGROHO
YUCAESARIO
BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat
deraat kesehatan perempuan! Angka kematian ibu uga merupakan salah satu
target "ang telah ditentukan dalam tuuan pembangunan millenium "aitu tuuan ke
# "aitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target "ang akan di$apai sampai
tahun %&'# adalah mengurangi sampai ( resiko umlah kematian ibu! Dari hasil
sur)ei "ang dilakukan AKI telah menunukkan penurunan dari *aktu ke *aktu+
namun demikian upa"a untuk me*uudkan target tuuan pembangunan millenium
masih membutuhkan komitmen dan usaha keras "ang terus menerus!
Gamba
P!"#a$a%a" &a" P'(!)*% A"+)a K!ma,%a" Ib- .AKI/
Ta0-" 111422013
(Dalam '&&!&&& Kelahiran Hidup)
,ambar diatas menunukkan trend AKI Indonesia se$ara Nasional dari tahun '--.
sampai dengan tahun %&&/+ dimana menunukkan penurunan "ang signi0ikan dari
tahun ke tahun! Berdasarkan 1DKI sur)ei terakhir tahun %&&/ AKI
Indonesiasebesar 224 $! 1005000 K!6a0%a" H%&-$+ meskipun demikian angka
tersebut masih tertinggi di Asia! 1ementara target 2en$ana Pembangunan 3angka
4enengah Nasional (2P34N) ada sebesar %%5 per '&&!&&& Kelahiran
Hidup!P!"(!bab K!ma,%a" Ib- M!6a0%)a" 2endahn"a kesadaran mas"arakat
tentang kesehatan ibu hamil menadi 0aktor penentu angka kematian+ meskipun
masih ban"ak 0aktor "ang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini!
Persoalan kematian "ang teradi lantaran indikasi "ang la6im mun$ul! 7akni
pendarahan+ kera$unan kehamilan "ang disertai keang8keang+ aborsi+ dan in0eksi!
Namun+ tern"ata masih ada 0aktor lain "ang uga $ukup penting! 4isaln"a+
pemberda"aan perempuan "ang tak begitu baik+ latar belakang pendidikan+ sosial
ekonomi keluarga+ lingkungan mas"arakat dan politik+ kebiakan
uga berpengaruh! Kaum lelaki pun dituntut harus berupa"a ikut akti0 dalam
segala permasalahan bidang reproduksi se$ara lebih bertanggung a*ab! 1elain
masalah medis+ tinggin"a kematian ibu uga karena masalah ketidaksetaraan
gender+ nilai buda"a+ perekonomian serta rendahn"a perhatian laki8laki terhadap
ibu hamil dan melahirkan! 9leh karena itu+ pandangan "ang menganggap
kehamilan adalah peristi*a alamiah perlu diubah se$ara sosiokultural agar
perempuan dapat perhatian mas"arakat! 1angat diperlukan upa"a peningkatan
pela"anan pera*atan ibu baik oleh pemerintah+ s*asta+ maupun mas"arakat
terutama suami!
,ra0ik diatas menunukkan distribusi persentase pen"ebab kematian ibu
melahirkan+ berdasarkan data tersebut bah*a tiga 0aktor utama pen"ebab
kematian ibu melahirkan "akni + pendarahan+ hipertensi saat hamil atau pre
eklamasi dan in0eksi! Pendarahan menempati persentase ,!,%"++% pen"ebab
kematian ibu ( %: persen)+ anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu
hamil menadi pen"ebab utama teradin"a pendarahan dan in0eksi "ang
merupakan 0aktor kematian utama ibu! Di berbagai negara paling sedikit
seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh pendarahan; proporsin"a
berkisar antara kurang dari '& persen sampai hampir 5& persen! <alaupun seorang
perempuan bertahan hidup setelah mengalami pendarahan pas$a persalinan+
namun ia akan menderita akibat kekurangan darah "ang berat (anemia berat) dan
akan mengalami masalah kesehatan "ang berkepanangan!(<H9)! Persentase
,!,%"++% )!&-a pen"ebab kematian ibu "ang adalah eklamsia (%. persen)+ keang
bisa teradi pada pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
"ang tidak terkontrol saat persalinan! Hipertensi dapat teradi karena kehamilan+
dan akan kembali normal bila kehamilan sudah berakhir! Namun ada uga "ang
tidak kembali normal setelah ba"i lahir! Kondisi ini akan menadi lebih berat bila
hipertensi sudah diderita ibu sebelum hamil! (Pro0il Kesehatan Indonesia+ %&&/)+
sedangkan persentase tertinggi ketiga pen"ebab kematian ibu melahirkan adalah
in0eksi (''persen)!
Ca)-$a" P!,'6'"+a" P!*a6%"a" O6!0 B%&a" a,a- T!"a+a K!*!0a,a"
1alah satu 0aktor tinggin"a AKI di Indonesia adalah disebabkan karena relati0
masih rendahn"a $akupan pertolongan oleh tenaga kesehatan! Departemen
Kesehatan menetapkan target -& persen persalinan ditolong oleh tenaga medis
pada tahun %&'&! Perbandingan dengan hasil sur)ei 1DKI bah*a persalinan "ang
ditolong oleh tenaga medis pro0esional meningkat dari 55 persen dalam 1DKI
%&&%8%&&= menadi /= persen dalam 1DKI %&&/! Angka ini relati0 rendah apabila
dibandingkan dengan negara tetangga seperti 1ingapura+ 4ala"sia+ >hailand di
mana angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan hampir men$apai -&?!
Apabila dilihat dari pro"eksi angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
nampak bah*a ada pelen$engan dari tahun %&&. dimana angka pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan diba*ah dari angka pro"eksi+ apabila hal ini
tidak menadi perhatian kita semua maka diperkirakan angka pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan
sebesar -& ? pada tahun %&'& tidak akan ter$apai+ konsekuensi lebih lanut bisa
berimbas pada resiko angka kematian ibu meningkat! Kondisi geogra0is+
persebaran penduduk dan sosial buda"a merupakan beberapa 0aktor pen"ebab
rendahn"a aksesibilitas terhadap tenaga pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan+ dan tentun"a disparitas antar daerah akan berbeda satu sama lain!
Tab!6
D%*,%b-*% P!*!",a*! A"a) La0% H%&-$ T!a)0%
Da6am L%ma Ta0-"
1ementara dilihat dari latar belakang pendidikan+ ibu dengan status tidak sekolah
lebih ban"ak ditolong oleh Dukun ba"i!
Apabila dilihat dari tren pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan
dari tahun %&&&8%&&/ menunukkan bah*a pertolongan persalinan oleh dokter
dari tahun trendn"a meningkat baik di desa maupun di kota! Bahkan di daerah
perkotaan angka pertolongan persalinan oleh dokter pada tahun %&&/ telah lebih
dari %&?! 1edangkan $akupan pertolongan persalinan oleh bidan relati0 tidak
ban"ak bergerak bahkan apabila dibandingkan antara tahun %&&/ dan %&&. se$ara
total pertolongan persalinan oleh bidan ke$enderungan"a menadi turun!
Im-"%*a*% T!,a"-* T')*'%& .TT/ $a&a Ib- Ham%6
Departemen Kesehatan menganurkan agar ibu mendapat dua kali imunisasi
tetanus toksoid (>>) selama kehamilan pertama! Imunisasi ulang diberikan satu
kali pada setiap kehamilan berikutn"a untuk memlihara perlindungan penuh!
Kebiakan lain imunisasi >> uga diberikan kepada $alon pengantin *anita+
sehigga setiap kehamilan "ang teradi dalam tiga tahun seak pernikahan akan
dilindungi terhadap pen"akit tetanus! (Depkes+ %&&&)!
BAB II
>IN3AUAN PU1>AKA
1isa plasenta (plasenta restan) merupakan tertinggaln"a bagian
plasenta dalam uterus "ang dapat menimbulkan perdarahan post partum
primer atau perdarahan post partum sekunder! Pada perdarahan post
partum+ keadian plasenta restan seban"ak @%=8%.?! Perlu dibedakan
antara sisa plasenta (plasenta restan) dengan retensio plasenta! 2etensio
plasenta adalah plasenta "ang belum lahir seluruhn"a dalam *aktu
setengah am setelah anin lahir! 3ika teradi perdarahan post partum maka
harus segera dikeluarkan se$ara manual atau dikuretase disusul dengan
pemberian obat8obatan uterotonika intra)ena!
1e*aktu suatu bagian plasenta (satu atau lebih lobus) tertinggal+
maka uterus tidak dapat berkontraksi se$ara e0ekti0 dan keadaan ini dapat
menimbulkan perdarahan! ,eala dan tanda "ang dapat ditemui adalah
perdarahan segera+ uterus berkontraksi tetapi tinggi 0undus uteri tidak
berkurang!
1ebab8sebab plasenta belum lahir+ bisa oleh karena A
'! Plasenta belum lepas dari dinding uterus!
%! Plasenta sudah lepas namun belum dilahirkan!
Apabila plasenta belum lahir sama sekali+ tidak teradi perdarahan+
ika lepas sebagian akan teradi perdarahan "ang merupakan indikasi untuk
dilakukan pengeluaran! Plasenta belum lepas dari dinding uterus bisa oleh
karena A
'! Kontraksi uterus "ang kurang kuat untuk melepaskan plasenta
(plasenta adhesiva)!
%! Plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab )illi $horialis
menembus desidua sampai miometrium!
Plasenta "ang telah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum
keluar+ disebabkan tidak adan"a usaha untuk melahirkan atau salah
penanganan kala tiga+ sehingga teradi lingkaran konstriksi pada bagian
ba*ah uterus "ang menghalangi keluarn"a plasenta (plasenta inkarserata)!
Pen"ebab 0ungsional plasenta sukar terlepasA
'! HI1 "ang kurang kuat (merupakan sebab terpenting) seperti atonia
uteri!
%! Plasenta belum lahir bisa karena kandung kemih dan re$tum penuh+
sehingga harus dikosongkan!
=! Plasenta sulit terlepas karenaA
a! >empatA insersi di sudut tuba
b! Bentuk A plasenta membrana$ea+ plasenta anularis
$! Ukuran A plasenta "ang sangat ke$il
Plasenta "ang sukar dilepas oleh karena sebab8sebab diatas disebut
dengan plasenta adhesive!
Pen"ebab patologi anatomiA
'! Plasenta acreta A )illi $horialis menanamkan diri lebih dalam ke dalam
dinding rahim sampai kebatas atas lapisan otot rahim! Plasenta a$reta
ada "ang komplita apabila seluruh permukaann"a melekat erat pada
dinding rahim dan ada "ang parsial ika han"a beberapa bagian
permukaan "ang berhubungan lebih erat pada dinding rahim!
%! Plasenta increta A )illi $horialis sampai masuk kedalam lapisan otot
rahim!
=! Plasenta percreta A )illi $horialis menembus lapisan otot sampai ke
lapisan serosa atau menembusn"a!
Plasenta a$reta "ang komplita+ plasenta in$reta dan plasenta
per$reta arang teradi! Pen"ebab plasenta a$reta karena kelainan desidua+
misaln"a desidua "ang terlalu tipis! Plasenta a$reta men"ebabkan retention
plasentae!
1ementara itu ada beberapa abnormalitas dari struktur plasenta
"ang dapat men"ebabkan plasenta restan+ "aitu A
1. Plasenta succenturiata
Kondisi dimana terdapat ' atau lebih lobus aksesorius ke$il "ang
berkembang di membrane pada arak tertentu dari bagian peri0er
plasenta utama! Biasan"a lobus8lobus ini memiliki hubungan )as$ular
"ang berasal dari anin! Pada kasus plasenta succenturiata, lobus
aksesorius tersebut dapat tertinggal di dalam uterus setelah kelahiran
plasenta utama "ang dapat men"ebabkan perdarahan post partum "ang
serius!
2. Plasenta membranacea
Plasenta lebar dan tipis meliputi hampir seluruh permukaan korion!
Plasenta membranasea dapat menimbulkan perdarahan antepartum dan
memberi kesulitan pada kala III karena plasenta "ang tipis ini sukar
terlepas!
3. Plasenta venestrata
Plasenta "ang berlubang di tengah8tengahn"a
Adapun klasi0ikasi perdarahan postpartum A
'! Perdarahan post partum primer atau dini (early post partum
hemorrhage)
Adalah perdarahan "ang teradi dalam %. am pertama! Pen"ebab
utaman"a adalah atonia uteri+ retensio plasenta+ sisa plasenta+ dan
robekan alan lahir! Paling ban"ak ditemukan pada % am pertama!
%! Perdarahan post partum sekunder atau lambat (late post partum
hemorrhage)
Adalah perdarahan "ang teradi setelah %. am pertama!
Pada perdarahan postpartum "ang disebabkan oleh sisa
plasenta+ dilakukan penanganan sebagai berikut A
'! Penemuan se$ara dini han"a mungkin dengan melakukan pemeriksaan
kelengkapan plasenta setelah dilahirkan! Pada kasus sisa plasenta
dengan perdarahan pas$a persalinan lanut+ sebagian besar pasien akan
kembali lagi ke tempat bersalin dengan keluhan perdarahan!
%! Antibiotika+ ampisilin dosis a*al ' gr IB dilanutkan dengan =C' gr
oral "ang dikombinasikan dengan metronida6ole ' gr supositoria di
lanutkan dengan = C #&& mg oral!
=! Lakukan eksplorasi (bila ser)iks terbuka) dan mengeluarkan bekuan
darah atau aringan! Bila ser)iks han"a dapat dilalui oleh instrument+
lakukan e)akuasi sisa plasenta dengan dilatasi dan kuretase!
.! Bila kadar Hb D: gr ? berikan trans0use darah! Bila Hb E: gr ?
berikan sul0as 0erosus 5&& mgFhari selama '& hari!
Adapun tindakan operati0 "ang dapat dilakukan dalam kala uri
persalinan adalahA
A5 P!a*a, C!&!7
Perasat $rede "ang bermaksud melahirkan plasenta "ang belum
terlepas dengan ekspresi A
'! 1"arat A uterus berkontraksi dengan baik dan )esika
urinaria kosong!
%! >eknik pelaksanaan A
a! Gundus uteri dipegang oleh tangan kanan sedemikian rupa+
sehingga ibu ari terletak pada permukaan depan uterus
sedangkan ari lainn"a pada 0undus dan permukaan belakang!
1etelah uterus dengan rangsangan tangan berkomtraksi baik+
maka uterus ditekan ke arah alan lahir! ,erakan ari8ari
seperti meremas eruk! Perasan $redeH tidak boleh dilakukan
pada uterus "ang tidak berkontraksi dengan baik karena dapat
menimbulkan in)ersion uteri!
b! Perasat $redeH dapat di$oba sebelum meningkat pada
pelepasan plasenta manual!
B5 Ma"-a6 P6a*!",a
'! Indikasi
Indikasi pelepasan plasenta se$ara manual adalah pada
keadaan perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih .&& $$
"ang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase+
retensio plasenta setelah =& menit anak lahir+ setelah persalinan
buatan "ang sulit seperti 0orsep tinggi+ )ersi ekstraksi+ per0orasi+
dan dibutuhkan untuk eksplorasi alan lahir dan tali pusat putus!
%! >eknik Plasenta 4anual
1ebelum dikerakan+ penderita disiapkan pada posisi
litotomi! Keadaan umum penderita diperbaiki sebesar mungkin+
atau diin0us NaIl atau 2inger Laktat! Anestesi diperlukan kalau
ada constriction ring dengan memberikan suntikan dia6epam '&
mg intramuskular! Anestesi ini berguna untuk mengatasi rasa n"eri!
9perator berdiri atau duduk dihadapan )ul)a dengan salah satu
tangann"a (tangan kiri) meregang tali pusat+ tangan "ang lain
(tangan kanan) dengan ari8ari dikun$upkan membentuk keru$ut!
,ambar '! 4eregang tali pusat dengan ari8ari membentuk keru$ut
Dengan uung ari menelusuri tali pusat sampai plasenta! 3ika pada
*aktu mele*ati ser)iks diumpai tahanan dari lingkaran
kekeangan (constrition ring)+ ini dapat diatasi dengan
mengembangkan se$ara perlahan8lahan ari tangan "ang
membentuk keru$ut tadi! 1ementara itu+ tangan kiri diletakkan di
atas 0undus uteri dari luar dinding perut ibu sambil menahan atau
mendorong 0undus itu ke ba*ah! 1etelah tangan "ang di dalam
sampai ke plasenta+ telusurilah permukaan 0etaln"a ke arah pinggir
plasenta! Pada perdarahan kala tiga+ biasan"a telah ada bagian
pinggir plasenta "ang terlepas!
,ambar %! Uung ari menelusuri tali pusat+ tangan kiri diletakkan
di atas 0undus
4elalui $elah tersebut+ selipkan bagian ulnar dari tangan "ang
berada di dalam antara dinding uterus dengan bagian plasenta "ang
telah terlepas itu! Dengan gerakan tangan seperti mengikis air+
plasenta dapat dilepaskan seluruhn"a (kalau mungkin)+ sementara
tangan "ang di luar tetap menahan 0undus uteri supa"a angan ikut
terdorong ke atas! Dengan demikian+ keadian robekan uterus
(per0orasi) dapat dihindarkan!
,ambar =! 4engeluarkan plasenta
1etelah plasenta berhasil dikeluarkan+ lakukan eksplorasi
untuk mengetahui kalau ada bagian dinding uterus "ang sobek atau
bagian plasenta "ang tersisa! Pada *aktu ekplorasi sebaikn"a
sarung tangan diganti "ang baru! 1etelah plasenta keluar+ gunakan
kedua tangan untuk memeriksan"a+ segera berikan uterotonik
(oksitosin) ' ampul intramuskular+ dan lakukan masase uterus!
Lakukan inspeksi dengan spekulum untuk mengetahui ada
tidakn"a laserasi pada )agina atau ser)iks dan apabila ditemukan
segera di ahit!
C5 E)*$6'a*% Ka8-m U,!%
'! Indikasi
Persangkaan tertinggaln"a aringan plasenta (plasenta lahir tidak
lengkap)+ setelah operasi )aginal "ang sulit+ dekapitasi+ )ersi+ dan
ekstraksi+ per0orasi+ dan lain8lain+ untuk menetukan apakah ada
ruptur uteri! Eksplosi uga dilakukan pada pasien "ang pernah
mengalami seksio sesaria dan sekarang melahirkan per)aginam!
%! >eknik Pelaksanaan
>angan masuk se$ara obstetrik seperti pada pelepasan
plasenta se$ara manual dan men$ari sisa plasenta "ang seharusn"a
dilepaskan atau meraba apakah ada kerusakan dinding uterus!
untuk menentukan robekan dinding rahim eksplorasi dapat
dilakukan sebelum plasenta lahir dan sambil melepaskan plasenta
se$ara manual!

TINDAKAN PEMERINTAH UNTUK MENANGGULANGI ANKA
KEMATIAN IBU
DAFTAR PUSTAKA
'! Pra*irohardo 1! Perdarahan Pas$a Persalinan! Dalam A Buku A$uan
Nasional Pela"anan Kesehatan 4aternal dan Neonatal! 3akarta A 7BP81P!
%&&%!
%! Iunningham+ dkk! <illiams 9bstetri$s+ %'st edition! U1AA 4$,ra*8Hill!
%&&'!
=! 1ai0udin+ Abdul Bari! (%&&%)! Ilmu Kebidanan! 3akarta A 7BP1