Anda di halaman 1dari 2

Efektivitas dari foto rongen dada, USG paru dan CT scan thorak dalam mendiaknosis gagal

jantung kongesif
Luciano Cardinale, Adriano Massimiliano Priola, Federica Moretti, Giovanni Volpicelli
Luciano Cardinale, Adriano Massimiliano Priola, Federica
Moretti, Institut Radiologi, Universitas Turin, AOU San
Luigi Gonzaga, 10043 Orbassano, Torino, Italia
Giovanni Volpicelli, Departemen Kedokteran Darurat, University of Turin, AOU San Luigi Gonzaga, 10043
Orbassano,
Torino, Italia
Author kontribusi: Cardinale L dan Volpicelli G direncanakan
penelitian dan mengumpulkan bahan; Priola AM dan Moretti F
terlibat dalam pengumpulan data klinis; Moretti F menulis
kertas dibantu oleh Priola AM dan Volpicelli G; Volpicelli G
dan Cardinale L terakhir komentar ini dan diawasi nya
publication; Volpicelli G terlibat dalam terjemahan bahasa.
Korespondensi ke: Luciano Cardinale, MD, PhD, Institut
Radiologi, Universitas Turin, AOU San Luigi Gonzaga, Regione Gonzole 10, 10043 Orbassano, Torino,
Italia. luciano.cardinale@gmail.com
Telepon: + 39-1-1902601 Fax: + 39-1-19026303
Diterima: 28 Desember 2013 Revisi: 22 April, 2014
Diterima: 15 Mei 2014
Diterbitkan online: 28 Juni 2014

ABSTRAK
Edema paru hidrostatik adalah peningkatan cairan yang abnormal pada ekstravaskuler kedua terjadi
peningkatan tekanan pada sirkulasi pulmonal, karena terjadi gagal jantung kongesif atau volume
overload pada intravaskuler. Diagnosis dari edama paru hidrostatik biasanya berdasarkan tanda klinis
sampai temuan pada pemeriksaan radiografi. Interpretasi dari tanda radiologis dari edema paru
kardiogenik biasanya dipertanyakan dan subjek. Untuk evaluasi cepat di samping pasien, USG paru (LUS)
dapat menyimpulkan kongesif paru melalui evaluasi vertical reverberation artifacts, dikenal sebagai B-
lines. Artefak ini berhubungan dengan beberapa interface minimal antara struktur kaya dengan air dan
udara dalam alveoli. Seperti pada kasus terjadi penebalan septa pada interlobular karena peningkatan
dari cairan ekstravaskuler paru . Jumlah, difusi dan intensitas garis B berkorelasi dengan kedua yaitu
radiologi dan invasif estimasi dari cairan ekstravaskuler. Integrasi rongen dada konvensional dengan LUS
sangat bermanfaat untuk mendiagnosa secara tepat. CT digunakan terbatas dalam mendiagnosa edema
paru kardiogenik, karena biaya tinggi dan manfaatnya sangat sedikit pada emergensi dan paparan
radiasi. Bagaimanapun, pengetahuan yang mendalam tentang tanda-tanda CT pada edema paru sangat
penting ketika kondisi paru serupa terkadang pada diagnosis diferensial.
Kata kunci: Dyspnea; ultrasonografi; Gawat darurat; Penyakit paru-paru; Interstitial / ultrasonografi; Edema /
radiografi; Edema / ultrasonografi; Gagal jantung / komplikasi; Gagal Jantung / ultrasonografi
Tips Inti : gagal jantung dekompensasi akut adalah keadaan emergensi yang sering dan merupakan
tantangan bagi seorang dokter UGD emergency physicians. Pencitraan merupakan hal yang penting
dalam diagnosis gagal jantung, tetapi efektivitas proses diagnosis sangat tergantung pada kemampuan
untuk mengintegrasikan informasi yang diperoleh melalui USG paru, rongen dada, dan CT scan. Rongen
dada dan LUS merupakan alat diagnosis yang sering digunakan. Yang pertama kombinasi dengan harga
yang murah dengan gambaran yang memungkinkan untuk menyingkirkan keadaan paru lainnya yang
menjadi diagnosis diferensial. Jika tidak yang kedua memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dalam
mendiagnosis tanda awal dari kongesif paru dan isin utnuk melakukan pemeriksaan pasien dengan
pendekatan klinis. CT scan merupakan metode yang kuat tapi memiliki banyak keterbatasan karena
biaya. Ketersediaan dalam situasi darurat relative tinggi
Cardinale L, Priola AM, Moretti F, Volpicelli G. Effectiveness of chest radiography, lung ultrasound and
thoracic computed tomography in the diagnosis of congestive heart failure. World J Radiol 2014; 6(6):
230-237 Available from: URL:http://www.wjgnet.com/1949-8470/full/v6/i6/230.htm DOI:
http://dx.doi.org/10.4329/wjr.v6.i6.230