Anda di halaman 1dari 60

LAPORAN KASUS

CARCINOMA MAMMA
Oleh:
M. Adi Wardana, S. Ked 05488680026909
Inbar Sura Seru, S. Ked 0!080"5029
I#ba$ Mu%a&&ad, S. Ked 09"00"50""
'e&i&a Ne(a L, S. Ked 09"00"50"8
Li)a N*+ia A, S. Ked 09"00"5024
Au ,-i Ra)na S, S.Ked 09"00"505!
Mu%a&&ad .u/ran, S.Ked 05488280022909
Se)a .irindra W, S.Ked 09"00"5004
Andi 01ri Ran((a A L, S.Ked 09"00"5022
3i4)*r 5u$iu6, S. Ked 09"00"5045
Me$iana Pri&a+i)a A, S. Ked 09"00"504!
Au$iaa Ra%&a%, S. Ked 09"00"054
Pembimbing:
dr. 7ri)8 Nu%u6u$, S1.9
,iba-a:an ,a$a& Ran(:a ;u(a6 Ke1ani)eraan K$ini:
Pada 9a(ian ,e1ar)e&en 9eda%
7a:u$)a6 Ked*:)eran
Uni+er6i)a6 Mu$a-ar&an
20"4
LAPORAN KASUS
CARCINOMA MAMMA
,i1er6en)a6i:an 1ada 5uni 20"4
Men(e)a%ui,
Pe&bi&bin(
dr. 7ri)8 Nu%u6u$, S1.9
2
KA;A P0N.AN;AR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
penulisan laporan kasus yang berjudul Cancer Mamma dapat selesai tepat pada
waktunya
!alam kesempatan ini" penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada
# dr P M T Mangalindung O" $p % selaku &epala 'aboratorium bagian
!epartemen %edah
2 dr (rit) *ahusuly" $p % selaku &epala bagian $M( !epartemen %edah
+ dr ,regorius Tekwan" $p OT selaku &epala bagian &oordinator !epartemen
bedah
- dr (rit) *ahusuly" $p % selaku Pembimbing &linik .tama dan Pembimbing
laporan &asus
/ Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu
'aporan kasus ini masih jauh dari sempurna" karena itu penulis
mengharapkan saran dan kritik untuk menyempurnakan tulisan ini $emoga
tulisan ini berman0aat
$amarinda" #/ 1uni 22#-
Penulis
,A7;AR ISI
+
34'4M4* 1.!.' #
&4T4 PE*,4*T45+
!4(T45 6$6-
PE*!43.'.4*7
## 'atar %elakang7
#2 Tujuan8
'4PO54* &4$.$9
2# 6dentitas9
22 4namnesa9
2+ Pemeriksaan (isik:
2- $tatus 'okalis#2
2/ Pemeriksaan Penunjang#+
27 !iagnosis &erja#/
28 Tatalaksana#/
29 Prognosa :#/
T6*14.4* P.$T4&4#:
+# Embriologi#:
+2 4natomi22
++ !e0inisi2+
+- Epidemiologi2+
+/ (aktor 5esiko2+
+7 Pato0isiologi2/
+8 &lasi0ikasi27
+9 Mani0estasi &linis+2
+: $tadium+#
+#2 !iagnosis+7
-
+## $krinning-#
+#2 Tatalaksana-2
+#+ Prognosis-/
PEM%434$4*-8
-# 4namnesa-8
-2 Pemeriksaan (isik-9
-+ Pemeriksaan Penunjang-:
-- Penatalaksanaan-:
&E$6MP.'4*/2
!4(T45 P.$T4&4/#
9A9 "
/
P0N,A<ULUAN
"." La)ar 9e$a:an(
&anker merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan
pengendalian dan mekanisme normalnya" sehingga mengalami pertumbuhan yang
tidak normal" cepat dan tidak terkendali" serta mengancam nyawa indi;idu
penderitanya <3O =222->" angka kematian akibat kanker diperkirakan mencapai
8 juta orang" dua kali lebih banyak dari angka kematian yang disebabkan
36?@46!$" bahkan .6CC =Union Internationale Contre Le Cancer>
memperkirakan jumlah penderita kanker di negara berkembang pada tahun 2222
bisa mencapai #2 juta orang" dengan #7 kasus baru tiap tahunnya =&ubba"222+>
&anker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling sering
dijumpai pada perempuan" yakni mencapai #9A dari semua kanker yang terjadi
pada perempuan $etiap tahun terjadi # juta kasus baru kanker payudara di seluruh
dunia Etiologi kanker payudara bersi0at multi0aktor yang mencakup 0aktorB0aktor
genetik" lingkungan dan reproduksi yang saling berinteraksi melalui mekanisme
yang kompleks =&ubba" 222+>
(aktor risiko reproduksi untuk kanker payudara meliputi nuliparitas"
kehamilan pertama aterm yang terlambat" menarke" serta menopause terlambat
&elahiran pertama atau memiliki anak pertama kali berhubungan dengan
peningkatan risiko kanker payudara selama #2 tahun setelah kelahiran #2 tahun
tersebut menunjukkan risiko kanker payudara yang berhubungan dengan kelahiran
menurun apabila kelahiran terjadi sebelum usia +2 tahun". tetapi jika kelahiran
pertama terjadi setelah usia +2 tahun" penurunan risiko tersebut tidak terjadi dan
perempuan tersebut akan memiliki risiko sepanjang hidup yang lebih besar
dibandingkan dengan perempuan yang belum memiliki anak %ukti lain yang
menyatakan bahwa kanker payudara berhubungan dengan 0aktorB0aktor reproduksi
adalah insidensi kanker payudara seratus kali lebih banyak terjadi pada
perempuan daripada lakiBlaki =&elsey et al" #::8C McPherson et al" 2222C &ubba"
222+>
4ngka statistic menunjukkan kanker payudara merupakan kanker dengan
angka kejadian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim pada wanita di
7
6ndonesia dan terdapat kecenderungan peningkatan angka kejadian kanker
payudara dari tahun ke tahun Patological Based Registration atau berdasarkan
pencatatan pemeriksaan jaringan pada tahun 222/" kanker payudara diperkirakan
di 6ndonesia mempunyai angka kejadian minimal 22 ribu kasus baru pertahun"
dengan kenyataan /2A kasus baru ditemukan pada keadaan stadium lanjut
".2 ;u=uan
'aporan kasus ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai kanker
payudara" serta meningkatkan kemampuan dalam menganalisa data dan
permasalahan yang ditemukan pada kasus tersebut
8
9A9 2
;IN5AUAN PUS;AKA
2." 0&bri*$*(i
Payudara merupakan suatu kelompok kelenjarBkelanjar besar yang berasal
dari epidermis" yang terbungkus dalam 0ascia yang berasal dari dermis" dan 0ascia
super0icial dari permukaan ;entral dada Puting susu sendiri merupakan suatu
proli0erasi lokal dari stratum spinosum epidermis =%runicardi" 22#2>
$elama bulan kedua kehamilan" dua berkas lapisan tebal ectoderm muncul
pada dinding depan tubuh terbentang dari aksila ke lipat paha !ua berkas ini
adalah milk line dan melambangkan jaringan kelenjar mamma yang potensial
=,ambar 2#> ,ambaran anamoni manusia menunjukkan" hanya bagian pectoral
dari berkasi ini yang akan menetap dan akhirnya berkembang menjadi kelenjar
mamma dewasa &adangBkadang" jaringan payudara yang tersisa atau bahkan
0ungsional dapat muncul dari bagian lain dari milk line ='ester" 222/>
,ambar 2# 4 Milk
line dari embrio mamalia secara umum" kelanjar mamma terbentuk sepanjang garis
ini % Tempat umum terbentuknya kelenjar mamma atau supernumerary nipples
pada manusia =sumber: 'ester" 222/>
9
,ambar 22Pembentukkan payudara 4B! : stadium pembentukkan kelenjar dan sistem
duktus berasal dari epidermis $epta jaringan ikat berasal dari mesenkim dermisE :
e;ersi putting menjelang kelahiran =sumber: 'ester" 222/>
2.2 Ana)*&i
Payudara normal mengandung jaringan kelenjar" duktus" jaringan otot
penyokong lemak" pembuluh darah" sara0 dan pembuluh lim0e %agian lateral atas
kelenjar payudara" jaringan kelenjar ini keluar dari bulatannya ke arah aksila"
disebut penonjolan Spence atau ekor payudara Payudara terdiri atas #2B22 lobulus
kelenjar yang masingBmasing mempunyai saluran ke papilla mamae" yang disebut
duktus lacti0erous &elenjar susu dan 0asia pectoralis" juga di antara kulit dan
kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak" di antara lobules tersebut ada
jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk
payudara ='ester" 222/>
:
,ambar 2+ 4natomi payudara" potongan tangensial dan melintang
=sumber: %runicardi" 22#2>
Perdarahan payudara terutama berasal dari cabang aper0orantes anterior
dari amamaria interna" atorakalis lateralis yang bercabang dari aaksilaris" dan
beberapa ainterkostalis Persara0an kulit payudara diurus oleh cabang pleksus
ser;ikalis dan n interkostalis 1aringan kelenjar payudara sediri diurus oleh sara0
simpatik %eberapa sara0 lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit
paralisis dan mati rasa pasca bedah" yakni ninterkostobrakialis dan nkutaneus
brakius medialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial
lengan atas !iseksi aksila" sara0 ini sedapat mungkin disingkirkan sehingga tidak
terjadi mati rasa di daerah tersebut $ara0 npektoralis yang mengurus mpektoralis
mayor dan minor" n torakodorsalis yang menguurus mlatisimus dorsi" dan
ntorakalis longus yang mengurus mserratus anterior sedapat mungkin
dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila Penyaliran lim0e dari
payudara kurang lebih 8/A ke aksila" sebagian lagi ke kelenjar parasternal"
terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pulapenyaliran yang ke
kelenjar interpektoralis Pada aksila terdapat rataBrata /2 =berkisar dari #2B:2>
buah kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan ;ena brakhialis
='ester" 222/>
#2
,ambar 2- 4liran pembuluh darah pada payudara" aksila" dan dinding dada
=sumber: %runicardi" 22#2>
$aluran lim0e dari seluruh payudara menyalir ke kelompok anterior aksila"
kelompok sentral aksila" kelenjar aksila bagian dalam" yang lewat sepanjang
;aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar ser;ikal bagian kaudal dalam
0osa suprakla;ikuler 1alur lim0e lainnya berasal dari daerah sentral dan medial
yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna" juga
menuju ke aksila kontralateral" ke mrectus abdominis lewat ligamentum
0alsiparum hepatis ke hati" pleura" dan payudara kontralateral ='ester" 222/C
%runicardi" 22#2>
,ambar 2/ 1alur aliran lim0atik payudara
=sumber: %runicardi" 22#2>
##
2." ,e/ini6i
&anker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya" sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal"
cepat dan tidak terkendali &anker payudara =Carcinoma mamma> adalah suatu
penyakit neoplasma yang ganas berasal dari parenkima &arsinoma merupakan
keganasan pada payudara yang paling umum terjadi dan kanker payudara
merupakan jenis kanker non kulit yang paling sering terjadi pada wanita
=$jamsuhidajat" 222->
2.2 01ide&i*$*(i
<3O memaparkan bahwa 9B:A wanita akan mengalami kanker payudara
6ni menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui
pada wanita &anker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada
wanita usia 22B/: 2/2222 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya
terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih #8/222 di 4merika $erikat Tahun 222#"
sebanyak 2-2222 wanita terdiagnosis kanker payudara" dan lebih dari -2222
diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut !iperkirakan sepertiga dari
jumlah tersebut akan bertambah dalam 22 tahun kedepan 6nsidensi kanker
payudara meningkat terutama pada wanita usia tua"namun tidak ditemukan
hubungan antara kejadian kanker payudara dengan lingkungan %elum ada data
statistik yang akurat di 6ndonesia" namun data yang terkumpul dari rumah sakit
menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking pertama di antara
kanker lainnya pada wanita =$jamsuhidajat" 222-C 4merican Cancer $ocietyC
22##>
#2
2.2 7a:)*r Ri6i:*
Etiologi pasti dari kanker payudara masih belum jelas Penelitian
menunjukkan bahwa wanita dengan 0aktor risiko tertentu lebih sering untuk
berkembang menjadi kanker payudara dibandingkan yang tidak memiliki
beberapa 0aktor risiko tersebut =$jamsuhidajat" 222->
%eberapa 0aktor risiko tersebut: =Tjokronagoro" 222#C %runicardi" 22#2>
a .sia
&anker payudara jarang dijumpai pada wanita berusia D 2/ tahun
6nsidensi meningkat seiring meningkatnya usia" tujuh puluh tujuh persen kasus
terjadi pada usia E /2 tahun 5ataBrata usia terdiagnosis kanker payudara
adalah 7- tahun
b .sia $aat Menarche
<anita dengan usia saat menarche kurang dari ## tahun memiliki resiko
terkena kanker payudara sebesar 22A dibandingkan dengan wanita yang
menarche saat usia #- tahun keatas Menopause yang lebih lama juga
meningkatkan resiko namun besarnya resiko belum berhasil teridenti0ikasi
c .sia $aat Pertama &ali Melahirkan
<anita yang hamil dan melahirkan pada usia D 22 tahun memiliki resiko
terkena kanker payudara dua kali lebih tinggi dibandingkan nullipara atau
wanita yang hamil pertama kali di usia lebih dari +/ tahun
d (aktor &eturunan
5esiko kanker payudara meningkat pada wanita yang memiliki ibu"
saudara perempuan" atau anak perempuan dengan riwayat mengidap kanker
e 5iwayat biopsi payudara sebelumnya" hal ini terjadi pada wanita dengan
riwayat biopsi sebelumnya dengan hasil hiperplasia atipikal
0 5iwayat 5eproduksi !an Menstruasi
Meningkatnya paparan estrogen berhubungan dengan peningkatan risiko
untuk berkembangnya kanker payudara" sedangkan berkurangnya paparan
justru memberikan e0ek protekti0 (aktor yang meningkatkan jumlah siklus
menstruasi seperti menarche dini =sebelum usia #2 tahun>" nuliparitas" dan
menopause yang terlambat =di atas // tahun> berhubungan juga dengan
peningkatan risiko kanker !i0erensiasi akhir dari epitel payudara yang terjadi
pada akhir kehamilan akan memberi e0ek protekti0" sehingga semakin tua
umur seorang wanita melahirkan anak pertamanya" risiko kanker meningkat
#+
<anita yang mendapatkan menopausal hormone therapy memakai estrogen"
atau mengkonsumsi estrogen ditambah progestin setelah menopause juga
meningkatkan risiko kanker
g Overeight atau O!ese $etelah Menopause
&emungkinan untuk mendapatkan kanker payudara setelah menopause
meningkat pada wanita yang overeight atau o!ese" karena sumber estrogen
utama pada wanita postmenopause berasal dari kon;ersi androstenedione
menjadi estrone yang berasal dari jaringan lemak" dengan kata lain obesitas
berhubungan dengan peningkatan paparan estrogen jangka panjang
h &urangnya 4kti;itas (isik
<anita yang akti;itas 0isik sepanjang hidupnyakurang" risiko untuk
menjadi kanker payudara meningkat 4kti;itas 0isik akan membantu
mengurangi peningkatan berat badan dan obesitas
i !iet
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang sering minum alkohol
mempunyai risiko kanker payudara yang lebih besar" karena alkohol akan
meningkatkan kadar estriol serum Mengkonsumsi banyak makan berlemak
dalam jangka panjang akan meningkatkan kadar estrogen serum" sehingga
akan meningkatkan risiko kanker
j 5as
6nsidensi kanker payudara lebih rendah pada keturunan 40rikaB4merika
(aktor sosial seperti kurangnya akses ke 0asilitas kesehatan dan masih
kurangnya penggunaan mammogra0i" dan 0aktor genetik juga berpengaruh
<anita kulit hitam yang berusia D -2 tahun lebih sering mengalami kanker
payudara dibandingkan wanita kulit putih <anita &aukasoid memiliki rating
tertinggi dalam terjadinya kanker payudara" angka kejadiannya pada usia E /2
tahun adalah # diantara #/ wanita" sedangkan pada wanita a0rika adalah #
diantara 22" # diantara 27 pada wanita 4sia Pasi0ik" dan # diantara 28 pada
wanita 3ispanik
2.4 K$a6i/i:a6i
". #on invasive carcinoma
#-
a> !uctal carcinoma in situ
$uctal carcinoma in situ" juga disebut intraductal cancer" merujuk pada
sel kanker yang telah terbentuk dalam saluran dan belum menyebar $aluran
menjadi tersumbat dan membesar seiring bertambahnya sel kanker di dalamnya
&alsium cenderung terkumpul dalam saluran yang tersumbat dan terlihat dalam
mamogra0i sebagai kalsi0ikasi terkluster atau tak beraturan =clustered or irregular
calci%ications> atau disebut kalsi0ikasi mikro =microcalci%ications> pada hasil
mammogram seorang wanita tanpa gejala kanker =Pass" 2222>
!C6$ dapat menyebabkan keluarnya cairan puting atau munculnya massa
yang secara jelas terlihat atau dirasakan" dan terlihat pada mammogra0i !C6$
kadang ditemukan dengan tidak sengaja saat dokter melakukan biopsy tumor
jinak $ekitar 22AB+2A kejadian kanker payudara ditemukan saat dilakukan
mamogra0i 1ika diabaikan dan tidak ditangani" !C6$ dapat menjadi kanker
in;asi0 dengan potensi penyebaran ke seluruh tubuh =Pass" 2222C 4shar" 22#2>
!C6$ muncul dengan dua tipe sel yang berbeda" dimana salah satu sel
cenderung lebih in;asi0 dari tipe satunyaTipe pertama" dengan perkembangan
lebih lambat" terlihat lebih kecil dibandingkan sel normal $el ini disebut solid&
papillary atau cri!i%orm Tipe kedua" disebut comedeonecrosis" sering bersi0at
progresi0 di awal perkembangannya" terlihat sebagai sel yang lebih besar dengan
bentuk tak beraturan =Pass" 2222C 'ester" 222/>
#/
A 9
,ambar 27 !uctal Carcinoma in situ =A> dan $elBsel kanker menyebar keluar dari
ductus" mengin;asi jaringan sekitar dalam mamma =9>
=sumber: 'ester" 222/>
b> 'obular carcinoma in situ
'C6$ digolongkan sebagai tipe kanker payudara nonBin;asi0 %ermula dari
kelenjar yang memproduksi air susu" tetapi tidak berkembang melewati dinding
lobulus Mengacu pada *ational Cancer 6nstitute" 4merika $erikat" seorang
wanita dengan 'C6$ memiliki peluang 2/A munculnya kanker in;asi;e =lobular
atau lebih umum sebagai in0iltrating ductal carcinoma> sepanjang hidupnya
='ester" 222/C 4shar" 22#2>
#7
,ambar 28 'obular carcinoma in situ =sumber: 'ester" 222/>
2 Invasive Carcinoma
a. Paget's disease dari papilla mamma
Paget's disease dari papilla mamma pertama kali dikemukakan pada tahun
#:8- $eringnya muncul sebagai erupsi eksim kronik dari papilla mamma" dapat
berupa lesi bertangkai" ulserasi" atau halus Paget(s disease biasanya berhubungan
dengan !C6$ =$uctal Carcinoma in situ> yang luas dan mungkin berhubungan
dengan kanker in;asi0 %iopsi papilla mamma akan menunjukkan suatu populasi
sel yang identik =gambaran atau perubahan pagetoid> Patognomonis dari kanker
ini adalah terdapatnya sel besar pucat dan ber;akuola =Paget(s cells> dalam
deretan epitel Terapi pembedahan untuk Paget(s disease meliputi lumpectomy"
mastectomy" atau modi%ied radical mastectomy" tergantung penyebaran tumor dan
adanya kanker in;asi0 ='ester" 222/>
+ Invasive $uctal Carcinoma )Lester& *++,-
a .denocarcinoma ith productive %i!rosis )scirrhous& simple/& #S0- =92A>
&anker ini ditemukan sekitar 92A dari kanker payudara dan pada 72A kasus
kanker ini mengadakan metastasis =baik mikro maupun makroskopik> ke &,%
aksila &anker ini biasanya terdapat pada wanita perimenopause or
postmenopause dekade kelima sampai keenam" sebagai massa soliter dan keras
%atasnya kurang tegas dan pada potongan meilntang" tampak permukaannya
membentuk kon0igurasi bintang di bagian tengah dengan garis berwarna putih
#8
kapur atau kuning menyebar ke sekeliling jaringan payudara $elBsel kanker
sering berkumpul dalam kelompok kecil" dengan gambaran histologi yang
ber;ariasi
b Medullary carcinoma =-A>
Medullary carcinomaadalah tipe khusus dari kanker payudara" berkisar -A
dari seluruh kanker payudara yang in;asi0 dan merupakan kanker payudara
herediter yang berhubungan dengan %5C4B# Peningkatan ukuran yang cepat
dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis dan perdarahan 22A kasus ditemukan
bilateral &arakterisitik mikroskopik dari medullary carcinoma berupa =#> in0iltrat
lim0oretikular yang padatterutama terdiri dari sel lim0osit dan plasmaC =2> inti
pleomor0ik besar yang berdi0erensiasi buruk dan mitosis akti0C =+> pola
pertumbuhan seperti rantai" dengan minimal atau tidak ada di0erensiasi duktus
atau al;eolar $ekitar /2Akanker ini berhubungan dengan !C6$ dengan
karakteristik terdapatnya kanker peri0er" dan kurang dari #2A menunjukkan
reseptor hormon <anita dengan kanker ini mempunyai,1year survival rate yang
lebih baik dibandingkan *$T atau invasive lo!ular carcinoma
c Mucinous )colloid- carcinoma =2A>
Mucinous carcinoma =colloid carcinoma>" merupakan tipe khusus lain dari
kanker payudara" sekitar 2A dari semua kanker payudara yang in;asi0" biasanya
muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih
tua &arena komponen musinnya" selBsel kanker ini dapat tidak terlihat pada
pemeriksaan mikroskopik
d Papillary Carcinoma =2A>
Papillary carcinoma merupakan tipe khusus dari kanker payudara sekitar 2A
dari semua kanker payudara yang in;asi0 %iasanya ditemukan pada wanita
dekade ketujuh dan sering menyerang wanita non kulit putih .kurannya kecil dan
jarang mencapai diameter + cm Mc!i;itt dan kawanBkawan menunjukkan
0rekuensi metastasis ke &,% aksila yang rendah dan /B and #2Byear sur;i;al rate
mirip mucinous dan tu!ular carcinoma
e 0u!ular Carcinoma =2A>
0u!ular carcinoma merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara sekitar
2A dari semua kanker payudara yang in;asi0 %iasanya ditemukan pada wanita
#9
perimenopause dan pada periode awal menopause Long1term survival mendekati
#22A
- Invasive Lo!ular Carcinoma =#2A>
Invasive lo!ular carcinoma sekitar #2A dari kanker payudara,ambaran
histopatologi meliputi selBsel kecil dengan inti yang bulat" nucleoli tidak jelas" dan
sedikit sitoplasmaPewarnaan khusus dapat mengkon0irmasi adanya musin dalam
sitoplasma" yang dapat menggantikan inti =signet1ring cell carcinoma>$eringnya
multi0okal" multisentrik" dan bilateral&arena pertumbuhannya yang tersembunyi
sehingga sulit untuk dideteksi
/ &anker yang 1arang =adenoid cystic& s2uamous cell& apocrine>
Tabel 2# !istribusi lokasi tumor menurut histologisnya pada semua pasien
L*4a)i*n
L*bu$ar >?@ ,u4)a$ >?@ C*&bina)i
*n >?@
*ipple 22 #8 #:
Central 72 /+ 7#
.pper inner 8+ :2 9+
'ower inner +9 -8 +:
.pper outer +82 +7: +8#
'ower outer /9 7- /8
4Fillary tail 29 29 27
O;erlappingG #97 #92 #::
*O$ =not otherwise speci0ied> #97 #79 #7/
G'esions o;erlap between two Huadrants within the breast
2.5 Mani/e6)a6i K$ini6
&arsinoma payudara biasanya mempunyai gambaran klinis sebagai berikut :
=$jamsuhidajat" 222-> :
a Terdapat benjolan keras yang lebih melekat atau ter0iksir
b Tarikan pada kulit di atas tumor
c .lserasi atau koreng
d PeauId orange
e !ischarge puting susu
#:
0 4simetri payudara
g 5etraksi puting susu
h Elo;asi dari puting susu
i Pembesaran kelenjar getah bening ketiak
j $atelit tumor di kulit
k Eksim pada puting susu
l Edema
2.6 S)adiu&
$tadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter
saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya" sudah sejauh
manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar
maupun penyebaran ketempat jauh $tadium hanya dikenal pada tumor ganas atau
kanker dan tidak ada pada tumor jinak .ntuk menentukan suatu stadium" harus
dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang
lainnya yaitu histopatologi atau P4" rontgen" .$," dan bila memungkinkan
dengan CT $can" dan scintigra0i %anyak sekali cara untuk menentukan stadium"
namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan
klasi0ikasi sistim T*M yang direkomendasikan oleh .6CC=6nternational .nion
4gainst Cancer dari <3O atau <orld 3ealth Organi)ation> @ 41CC=.merican
3oint Committee On Cancer yang disponsori oleh 4merican Cancer $ociety dan
4merican College o0 $urgeons> =Pass" 2222C 4shar" 22#2>
Tabel 22 0#M Staging System untuk Breast Cancer
22
;u&*r Pri&er >;@
TJ
Tumor
primer tidak
dapat
dinilai T2
Tidak ada bukti terdapat tumor primer
Tis Carcinoma in situ
Tis=!C6$> !uctal carcinoma in situ
Tis='C6$> 'obular carcinoma in situ
Tis=PagetKs> PagetKs disease dari papilla mamma tanpa tumor =Catatan : PagetKs disease
yang berhubungan dengan tumor diklasi0ikasikan menurut ukuran tumor>
T# Tumor L 2 cm
T#mic Microin;asion L 2# g
,
T#a Tumor E 2# cm tetapi tidak lebih dari 2/ cm
T#b Tumor E 2/ cm tetapi tidak lebih dari # cm
T#c Tumor E # tetapi tidak lebih dari 2 cm
T2 Tumor E 2 cm tetapi tidak lebih dari / cm
T+ Tumor E / cm
T- Tumor ukuran berapapun dengan perluasan langsung ke dinding dada atau
kulit" seperti yang diuraikan dibawah ini :
T-a Perluasan ke dinding dada" tidak melibatkan otot pectoralis
T-b Edema =termasuk peau dKorange>" atau ulserasi kulit Mayudara" atau ada
nodul satelit terbatas di kulit payudara yang sama
T-c &riteria T-a dan T-b
T-d 6n0lammatory carcinoma
Ke$en=ar
.e)a%
9enin(A
K$ini6 >N@
*J
&,%
regional
tidak dapat
Tidak ada metastasis ke &,% regional
2#
dinilai
=misalnya
sebelumnya
telah
diangkat>
*2
*# Metastasis ke &,% aksilla ipsilateral tetapi dapat digerakkan
*2 Metastasis &,% aksilla ipsilateral tetapi tidak dapat digerakkan atau
ter0iksasi" atau tampak secara klinis ke &,% internal mammary ipsilateral
tetapi secara klinis tidak terbukti terdapat metastasis ke &,% aksilla
ipsilateral
*2a Metastasis ke &,% aksilla ipsilateral dengan &,% saling melekat atau
melekat ke struktur lain sekitarnya
*2b Metastasis hanya tampak secara klinis ke &,% internal mammary
ipsilateral dan tidak terbukti secara klinis terdapat metastasis ke &,%
aksilla ipsilateral
*+ Metastasis ke &,% in0rakla;ikula ipsilateral dengan atau tanpa
keterlibatan &,% aksilla" atau secara klinis ke &,% internal mammary
ipsilateral tetapi secara klinis terbukti terdapat metastasis ke &,% aksilla
ipsilateralC atau metastasis ke &,% suprakla;ikula ipsilateral dengan atau
tanpa keterlibatan &,% in0rakla;ikula atau aksilla ipsilateral
*+a Metastasis ke &,% in0rakla;ikula ipsilateral
*+b Metastasis ke &,% internal mammary dan aksilla
*+c Metastasis ke &,% suprakla;ikula ipsilateral
Ke$en=ar
.e)a%
9enin(
Re(i*na$A
Pa)*$*(ia
ana)*&i
>1N@
p*J
&,%
regional
tidak dapat
$ecara histologis tidak terdapat metastasis ke &,%" tidak ada
pemeriksaan tambahan untuk isolated tumor cells =Catatan : 6solated
tumor cells =6TC> diartikan sebagai sekelompok tumor kecil yang tidak
22
dinilai
=sebelumnya
telah
diangkat atau
tidak
dilakukan
pemeriksaan
patologi> p*
2
!

lebih dari 22 mm" biasanya dideteksi hanya dengan
immunohistochemical =63C> atau metode molekuler
p*2=iN> Tidak ada metastasis ke &,% regional secara histologis" 63C =B>
p*2=iO> Tidak ada metastasis ke &,% regional secara histologis" 63C =O>" 63C
cluster tidak lebih dari 22 mm
p*2=molN> Tidak ada metastasis ke &,% regional secara histologis" pemeriksaan
molekuler =B> =5TBPC5>
p*2=molO> Tidak ada metastasis ke &,% regional secara histologis" pemeriksaan
molekuler =O> =5TBPC5>
p*# Metastasis ke #B+ &,% aksila" dan atau &,% internal mammary
terdeteksi secara mikroskopis melalui diseksi sentinel &,%" secara klinis
tidak tampak
p*#mi Micrometastasis =E 22 mm" D 22 mm>
p*#a Metastasis ke #B+ &,% aksila
p*#b Metastasis ke &,% internal mammary terdeteksi secara mikroskopis
melalui diseksi sentinel &,%" secara klinis tidak tampak
p*#c Metastasis ke #B+ &,% aksila dan ke &,% internal mammary terdeteksi
secara mikroskopis melalui diseksi sentinel &,%" secara klinis tidak
tampak =jika berhubungan dengan E+ =O> &,% aksila" &,% internal
mammary diklasi0ikasikan sebagai p*+b>
p*2 Metastasis ke -B: &,% aksila" atau tampak secara klinis ke &,% internal
mammary tetapi secara klinis tidak terbukti terdapat metastasis ke &,%
aksilla
p*2a Metastasis ke -B: &,% aksila =sedikitnya # tumor E 2 mm>
p*2b tampak secara klinis ke &,% internal mammary tetapi secara klinis tidak
terbukti terdapat metastasis ke &,% aksilla
p*+ Metastasis ke #2 &,% aksila" atau &,% in0rakla;ikula" atau secara klinis
2+
ke &,% internal mammary ipsilateral dan terdapat # atau lebih metastasis
ke &,% aksilla atau E + metastasis ke &,% aksilla tetapi secara klinis
microscopic metastasis =B> ke &,% internal mammaryC atau ke &,%
suprakla;ikular ipsilateral
p*+a Metastasis ke P#2 &,% aksila =minimal # tumor E 2 mm>" atau metastasis
ke &,% in0rakla;ikula
p*+b $ecara klinis metastasis ke &,% internal mammary ipsilateral dan
terdapat # atau lebih metastasis ke &,% aksilla atau E + metastasis ke
&,% aksilla dan dalam &,% internal mammary dengan kelainan
mikroskopis yang terdeteksi melalui diseksi &,% sentinel" tidak tampak
secara klinis
p*+c Metastasis ke &,% suprakla;ikular ipsilateral
Me)a6)a6i6
5au% >M@
MJ
Metastasis
jauh tidak
dapat
dinilai M2
Tidak terdapat metastasis jauh
M# Terdapat metastasis jauh
0ampak secara klinis dide%inisikan !aha dapat dideteksi melalui alat pencitraan atau
dengan pemeriksaan klinis atau kelainan patologis terlihat 4elas.
0idak tampak secara klinis !erarti tidak terlihat melalui alat pencitraan )kecuali dengan
lymphoscintigraphy> atau dengan pemeriksaan klinis
&lasi0ikasi berdasarkan diseksi &,% aksila dengan atau tanpa diseksi sentinel dari &,%
&lasi0ikasi semataBmata berdasarkan diseksi sentinel &,% tanpa diseksi &,% aksila yang
selanjutnya direncanakan untuk Qsentinel nodeQ" seperti p*B=lO> =sn>
5TBPC5 R re;erse transcriptase polymerase chain reaction
$O.5CE: Modi0ied with permission 0rom 4merican 1oint Committee on Cancer: .3CC
Cancer Staging Manual" 7th ed *ew York: $pringer" 2222" pp 228N229
Tabel 2+ T*M $tage ,roupings
2-
S)a(e 0
Tis *2 M2
S)a(e I T#
a
*2 M2
S)a(e IIA T2 *# M2
T#
a
*# M2
T2 *2 M2
S)a(e II9 T2 *# M2
T+ *2 M2
S)a(e IIIA T2 *2 M2
T#
a
*2 M2
T2 *2 M2
T+ *# M2
T+ *2 M2
S)a(e III9 T- *2 M2
T- *# M2
T- *2 M2
S)a(e IIIC 4ny T *+ M2
S)a(e I3 4ny T 4ny * M#
a
T# termasuk T# mic
$O.5CE: Modi0ied with permission 0rom 4merican 1oint Committee on Cancer: .3CC Cancer
Staging Manual" 7th ed *ew York: $pringer" 2222" p 229
2.! ,ia(n*6i6
a ,ejala
,ejala yang yang paling sering meliputi: =%runicardi" 22#2>
# Penderita merasakan adanya perubahan pada payudara atau pada puting
susunya
a %enjolan atau penebalan dalam atau sekitar payudara atau di daerah ketiak
b Puting susu terasa mengeras
2 Penderita melihat perubahan pada payudara atau pada puting susunya
a Perubahan ukuran maupun bentuk dari payudara
b Puting susu tertarik ke dalam payudara
c &ulit payudara" areola" atau puting bersisik" merah" atau bengkak &ulit
mungkin berkerutBkerut seperti kulit jeruk
+ &eluarnya sekret atau cairan dari puting susu
2/
kanker payudara awalnya biasanya penderita tidak merasakan nyeri 1ika sel
kanker telah menyebar" biasanya sel kanker dapat ditemukan di kelenjar lim0e
yang berada di sekitar payudara $el kanker juga dapat menyebar ke berbagai
bagian tubuh lain" paling sering ke tulang" hati" paruBparu" dan otak
=Tjokronagoro" 222#>
++A kasus kanker payudara" penderita menemukan benjolan pada
payudaranya Tanda dan gejala lain dari kanker payudara yang jarang ditemukan
meliputi pembesaran atau asimetrisnya payudara" perubahan pada puting susu
dapat berupa retraksi atau keluar sekret" ulserasi atau eritema kulit payudara"
massa di ketiak" ketidaknyamanan muskuloskeletal /2A wanita dengan kanker
payudara tidak memiliki gejala apapun *yeri pada payudara biasanya
berhubungan dengan kelainan yang bersi0at jinak =4shar" 22#2>
b Pemeriksaan 0isik
# 6nspeksi
6nspkesi bentuk" ukuran" dan simetris dari kedua payudara" apakah
terdapat edema =peau dIorange>" retraksi kulit atau puting susu" dan eritema
=4shar" 22#2>
,ambar 29 6nspeksi pada pemeriksaan payudara =sumber: 4shar" 22#2>
2 Palpasi
!ilakukan palpasi pada payudara apakah terdapat massa" termasuk palpasi
kelenjar lim0e di aksila" suprakla;ikula" dan parasternal $etiap massa yang
27
teraba atau suatu lymphadenopathy" harus dinilai lokasinya" ukurannya"
konsistensinya" bentuk" mobilitas atau 0iksasinya =4shar" 22#2>
,ambar 2: Palpasi tumor dan
kelenjar getah bening =4shar" 22#2>
c Pemeriksaan penunjang
# Mammogra0i
Mammogra0i merupakan pemeriksaan yang paling dapat diandalkan untuk
mendeteksi kanker payudara sebelum benjolan atau massa dapat dipalpasi
&arsinoma yang tumbuh lambat dapat diidenti0ikasi dengan mammogra0i
setidaknya 2 tahun sebelum mencapai ukuran yang dapat dideteksi melalui palpasi
=Tjokronagoro" 222#>
Mammogra0i telah digunakan di 4merika .tara sejak tahun #:72 dan teknik
ini terus dimodi0ikasi dan diimpro;isasi untuk meningkatkan kualitas gambarnya
Mammogra0i kon;ensional menyalurkan dosis radiasi sebesar 2"# sentigray =c,y>
setiap penggunaannya $ebagai perbandingan" (oto JBray thoraks menyalurkan
2/A dari dosis radiasi mammogra0i Mammogra0i dapat digunakan baik sebagai
skrining maupun diagnostik Mammogra0i mempunyai 2 jenis gambaran" yaitu
kraniokaudal =CC> dan oblik mediolateral =M'O> M'O memberikan gambaran
jaringan mamma yang lebih luas" termasuk kuadran lateral atas dan a/illary tail o%
Spence !ibandingkan dengan M'O" CC memberikan ;isualisasi yang lebih baik
pada aspek medial dan memungkinkan kompresi payudara yang lebih besar
5adiologis yang berpengalaman dapat mendeteksi karsinoma payudara dengan
tingkat %alse1positive sebesar #2A dan %alse1negative sebesar 8A ,ambaran
28
mammogra0i yang spesi0ik untuk karsinoma mamma antara lain massa padat
dengan atau tanpa gambaran seperti bintang =stellate>" penebalan asimetris
jaringan mamma dan kumpulan mikrokalsi0ikasi ,ambaran mikrokalsi0ikasi ini
merupakan tanda penting karsinoma pada wanita muda" yang mungkin merupakan
satuBsatunya kelainan mammogra0i yang ada Mammogra0i lebih akurat daripada
pemeriksaan klinis untuk deteksi karsinoma mamma stadium awal" dengan tingkat
akurasi sebesar :2A Protokol saat ini berdasarkan *ational Cancer Center
*etwork =*CC*> menyarankan bahwa setiap wanita diatas 22 tahun harus
dilakukan pemeriksaan payudara setiap + tahun Pada usia di atas -2 tahun"
pemeriksaan payudara dilakukan setiap tahun disertai dengan pemeriksaan
mammogra0i Pada suatu penelitian atas screening mammography" menunjukkan
reduksi sebesar -2A terhadap karsinoma mamma stadium 66" 666 dan 6? pada
populasi yang dilakukan skrining dengan mammogra0i =Tjokronagoro" 222#C
<iknjosastro" 222/>
2 .ltrasonogra0i =.$,>
Penggunaan .$, merupakan pemeriksaan penunjang yang penting untuk
membantu hasil mammogra0i yang tidak jelas atau meragukan" baik digunakan
untuk menentukan massa yang kistik atau massa yang padat Pada pemeriksaan
dengan .$," kista mamma mempunyai gambaran dengan batas yang tegas
dengan batas yang halus dan daerah bebas echo di bagian tengahnya Massa
payudara jinak biasanya menunjukkan kontur yang halus" berbentuk o;al atau
bulat" echo yang lemah di bagian sentral dengan batas yang tegas &arsinoma
mamma disertai dengan dinding yang tidak beraturan" tetapi dapat juga berbatas
tegas dengan peningkatan akustik .$, juga digunakan untuk mengarahkan %ine1
needle aspiration !iopsy =(*4%>" core1needle !iopsy dan lokalisasi jarum pada
lesi payudara .$, merupakan pemeriksaan yang praktis dan sangat dapat
diterima oleh pasien tetapi tidak dapat mendeteksi lesi dengan diameter L # cm
=4shar" 22#2>
+ Magnetic 5esonance 6maging =M56>
$ebagai alat diagnostik tambahan atas kelainan yang didapatkan pada
mammogra0i" lesi payudara lain dapat dideteksi Pemeriksaan klinis dan
29
mammogra0i tidak didapat kelainan" maka kemungkinan untuk mendiagnosis
karsinoma mamma sangat kecil =4shar" 22#2>
M56 sangat sensiti0 tetapi tidak spesi0ik dan tidak seharusnya digunakan untuk
skrining $ebagai contoh" M56 berguna dalam membedakan karsinoma mamma
yang rekuren atau jaringan parut M56 juga berman0aat dalam memeriksa mamma
kontralateral pada wanita dengan karsinoma payudara" menentukan penyebaran
dari karsinoma terutama karsinoma lobuler atau menentukan respon terhadap
kemoterapi neoadju;an =<iknjosastro" 222/>
- %iopsi
5ine1needle aspiration !iopsy =(*4%> dilanjutkan dengan pemeriksaan
sitologi merupakan cara praktis dan lebih murah daripada biopsi eksisional
dengan resiko yang rendah Teknik ini memerlukan patologis yang ahli dalam
diagnosis sitologi dari karsinoma mamma dan juga dalam masalah pengambilan
sampel" karena lesi yang dalam mungkin terlewatkan 6nsidensi %alse1positive
dalam diagnosis adalah sangat rendah" sekitar #B2A dan tingkat %alse1negative
sebesar #2A &ebanyakan klinisi yang berpengalaman tidak akan menghiraukan
massa dominan yang mencurigakan jika hasil sitologi (*4 adalah negati0" kecuali
secara klinis" pencitraan dan pemeriksaan sitologi semuanya menunjukkan hasil
negati0 =Tjokronagoro" 222#>
Large1needle )core1needle- !iopsy mengambil bagian sentral atau inti jaringan
dengan jarum yang besar 4lat biopsi genggam menbuat large1core needle !iopsy
dari massa yang dapat dipalpasi menjadi mudah dilakukan di klinik dan cost1
e%%ective dengan anestesi lokal =<iknjosastro" 222/>
Open !iopsy dengan lokal anestesi sebagai prosedur awal sebelum
memutuskan tindakan de0inti0 merupakan cara diagnosis yang paling dapat
dipercaya (*4% atau core1needle !iopsy" ketika hasilnya positi0" memberikan
hasil yang cepat dengan biaya dan resiko yang rendah" tetapi ketika hasilnya
negati0 maka harus dilanjutkan dengan open !iopsyOpen !iopsy dapat berupa
biopsy insisional atau biopsi eksisional Pada biopsi insisional mengambil
sebagian massa payudara yang dicurigai" dilakukan bila tidak tersedianya core1
needle !iopsyatau massa tersebut hanya menunjukkan gambaran !C6$ saja atau
klinis curiga suatu in%lammatory carcinoma tetapi tidak tersedia core1needle
2:
!iopsy Pada biopsi eksisional" seluruh massa payudara diambil =$jamsuhidajat"
222-C <iknjosastro" 222/>
/ %iomarker
%iomarker karsinoma mamma terdiri dari beberapa jenis%iomarker sebagai
salah satu 0aktor yang meningkatkan resiko karsinoma mamma%iomarker ini
mewakili gangguan biologik pada jaringan yang terjadi antara inisiasi dan
perkembangan karsinoma%iomarker ini digunakan sebagai hasil akhir dalam
penelitian kemopre;enti0 jangka pendek dan termasuk perubahan histologis"
indeks dari proli0erasi dan gangguan genetik yang mengarah pada karsinoma
='ester" 222/>
*ilai prognostik dan predikti0 dari biomarker untuk karsinoma mamma antara
lain =#> petanda proli0erasi seperti proli%erating cell nuclear antigen =P*C4>"
%r.dr dan &iB78C =2> petanda apoptosis seperti bclB2 dan rasio baF:bclB2C =+>
petanda angiogenesis seperti vascular endothelial groth %actor =?E,(> dan
indeks angiogenesisC =-> groth %actors dan groth %actor receptors seperti
human epidermal groth receptor =3E5>B2Bneu dan epidermal groth %actor
receptor =E,(r> dan =/> p/+ =4shar" 22#2>
2.8 S:rinnin(
5ekomendasi untuk deteksi kanker payudara dini menurut .merican Cancer
Society : =Tjokronagoro" 222#>
a <anita berumur P -2 tahun harus melakukan screening mammogram
secara terusBmenerus selama mereka dalam keadaan sehat" dianjurkan setiap
tahun
b <anita berumur 22B+2 tahun harus melakukan pemeriksaan klinis
payudara =termasuk mammogram> sebagai bagian dari pemeriksaan
kesehatan yang periodik oleh dokter" dianjurakan setiap + tahun
c $etiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri
mulai umur 22 tahun untuk kemudian melakukan konsultasi ke dokter bila
menemukan kelainan
d <anita yang berisiko tinggi =E22A> harus melakukan pemeriksaan M56
dan mammogram setiap tahun
+2
e <anita yang risiko sedang =#/B22A> harus melakukan mammogram
setiap tahun" dan konsultasi ke dokter apakah perlu disertai pemeriksaan
M56 atau tidak
0 <anita yang risiko rendah =D#/A> tidak perlu pemeriksaan M56
periodik tiap tahun
g <anita termasuk risiko tinggi bila :
B mempunyai gen mutasi dari %5C4# atau %5C42
B mempunyai kerabat dekat tingkat pertama =orang tua" kakakBadik> yang
memiliki gen mutasi dari %5C4# atau %5C42 tetapi belum pernah
melakukan pemeriksaan genetik
B mempunyai risiko kanker 22B2/A menurut penilaian 0aktor risiko
terutama berdasarkan riwayat keluarga
B pernah mendapat radioterapi pada dinding dada saat umur #2B+2 tahun
B mempunyai Li15raumeni syndrome& Coden syndrome" atauBannayan1
Riley1Ruvalca!a syndrome" atau ada kerabat dekat tingkat pertama
memiliki salah satu sindromBsindrom ini
h <anita dengan risiko sedang bila :
B mempunyai risiko kanker #/B22A menurut penilaian 0aktor risiko
terutama berdasarkan riwayat keluarga
B mempunyai riwayat kanker pada satu payudara" ductal
carcinoma in situ )$CIS-& lo!ular carcinoma in situ )LCIS-& atypical
ductal hyperplasia ).$6-& atau atypical lo!ular hyperplasia ).L6-
B mempunyai kepadatan yang tidak merata atau berlebihan terlihat
pada pemeriksaan mammogram
2.9 ;a)a$a:6ana
Terapi dapat bersi0at kurati0 atau paliati0Terapi kurati0 dianjurkan untuk
stadium 6" 66" dan 666 Pasien dengan tumor lokal lanjut =T+"T-> dan bahkan
in%lammatory carcinoma mungkin dapat disembuhkan dengan terapi
multimodalitas" tetapi kebanyakan hanya bersi0at paliati0 Terapi paliati0 diberikan
pada pasien dengan stadium 6? dan untuk pasien dengan metastasis jauh atau
untuk karsinoma lokal yang tidak dapat direseksi =<iknjosastro" 222/>
+#
4 Terapi secara pembedahan
# Mastektomi partial =!reast conservation>
Tindakan konser;ati0 terhadap jaringan payudara terdiri dari reseksi tumor
primer hingga batas jaringan payudara normal" radioterapi dan pemeriksaan status
&,% =kelenjar getah bening> aksilla5eseksi tumor payudara primer disebut juga
sebagai reseksi segmental" lumpectomy" mastektomi partial dan
tylectomyTindakan konser;ati0" saat ini merupakan terapi standar untuk wanita
dengan karsinoma mamma in;asi0 stadium 6 atau 66<anita dengan !C6$ hanya
memerlukan reseksi tumor primer dan radioterapi adju;an&etika lumpectomy
dilakukan" insisi dengan garis lengkung konsentrik pada nipple1areola comple/
dibuat pada kulit diatas karsinoma mamma1aringan karsinoma diangkat dengan
diliputi oleh jaringan mamma normal yang adekuat sejauh 2 mm dari tepi yang
bebas dari jaringan tumor !ilakukan juga permintaan atas status reseptor
hormonal dan ekspresi 3E5B2@neu kepada patologis ='ester" 222/C Colleoni"
222/>
$etelah penutupan luka payudara" dilakukan diseksi &,% aksilla ipsilateral
untuk penentuan stadium dan mengetahui penyebaran regional$aat ini" sentinel
node !iopsy merupakan prosedur staging yang dipilih pada aksilla yang tidak
ditemukan adanya pembesaran &,% &etika sentinel node !iopsy menunjukkan
hasil negati0" diseksi &,% aksilla tidak dilakukan =$etiawan" #::8C 'ester 222/>
2 Modi%ied Radical Mastectomy
Modi%ied radical mastectomy mempertahankan baik M pectoralis mayor
and M pectoralis minor" dengan pengangkatan &,% aksilla le;el 6 dan 66 tetapi
tidak le;el 666 Modi0ikasi Patey mengangkat M pectoralis minor dan diseksi
&,% aFilla le;el 666 %atasan anatomis pada Modi%ied radical mastectomy adalah
batas anterior M latissimus dorsi pada bagian lateral" garis tengah sternum pada
bagian medial" bagian in0eriornya 2B+ cm dari lipatan in0raBmamma dan bagian
superiornya m subcal;ia =%runicardi" 22#2>
$eroma dibawah kulit dan di aksilla merupakan komplikasi tersering dari
mastektomi dan diseksi &,% aksilla" sekitar +2A dari semua kasus Pemasangan
+2
closed1system suction drainage mengurangi insidensi dari komplikasi ini &ateter
dipertahankan hingga cairan drainage kurang dari +2 ml@hari 6n0eksi luka jarang
terjadi setelah mastektomi dan kebanyakan terjadi sekunder terhadap nekrosis
skin1%lap Pendarahan sedang dan hebat jarang terjadi setelah mastektomi dan
sebaiknya dilakukan eksplorasi dini luka untuk mengontrol pendarahan dan
memasang ulang closed1system suction drainage 6nsidensi lymphedema
0ungsional setelah modi%ied radical mastectomy sekitar #2A !iseksi &,% aksilla
ekstensi0" terapi radiasi" adanya &,% patologis dan obesitas merupakan 0aktorB
0aktor predisposisi ='ester" 222/C 4shar" 22#2>
% Terapi $ecara Medikalis =*onBPembedahan>
# 5adioterapi
Terapi radiasi dapat digunakan untuk semua stadium karsinoma mamma
.ntuk wanita dengan !C6$" setelah dilakukan lumpectomy" radiasi adju;an
diberikan untuk mengurangi resiko rekurensi lokal" juga dilakukan untuk stadium
6" 66a" atau 66b setelah lumpectomy 5adiasi juga diberikan pada kasus
resiko@kecurigaan metastasis yang tinggi =Colleoni" 222/C 4shar" 22#2>
&arsinoma mamma lanjut =$tadium 666a atau 666b>" dimana resiko rekurensi dan
metastasis yang tinggi maka setelah tindakan pembedahan dilanjutkan dengan
terapi radiasi adju;an =4shar" 22#2>
2 &emoterapi
a &emoterapi 4dju;an
&emoterapi adju;an memberikan hasil yang minimal pada karsinoma
mamma tanpa pembesaran &,% dengan tumor berukuran kurang dari 2"/ cm dan
tidak dianjurkan 1ika ukuran tumor 2"7 sampai # cm tanpa pembesaran &,% dan
dengan resiko rekurensi tinggi maka kemoterapi dapat diberikan (aktor
prognostik yang tidak menguntungkan termasuk in;asi pembuluh darah atau
lim0e" tingkat kelainan histologis yang tinggi" o;erekspresi 3E5B2@neu dan status
reseptor hormonal yang negati0 sehingga direkomendasikan untuk diberikan
kemoterapi adju;an Contoh regimen kemoterapi yang digunakan antara lain
siklo0os0amid" doForubisin" /B0luorourasil dan methotreFate =Colantuoni" 222+>
++
<anita dengan karsinoma mamma yang reseptor hormonalnya negati0 dan
lebih besar dari # cm" kemoterapi adju;an cocok untuk diberikan 5ekomendasi
pengobatan saat ini" berdasarkan *$4%P %B#/" untuk stadium 666a yang operabel
adalah modi%ied radical mastectomy diikuti kemoterapi adju;an dengan
doForubisin diikuti terapi radiasi =&at)ung" 2222C Colantuoni" 222+>
b #eoad4uvant Chemotherapy
&emoterapi neoadju;an merupakan kemoterapi inisial yang diberikan
sebelum dilakukan tindakan pembedahan" dimana dilakukan apabila tumor terlalu
besar untuk dilakukan lumpectomy =Colantuoni" 222+>
5ekomendasi saat ini untuk karsinoma mamma stadium lanjut adalah
kemoterapi neoadju;an dengan regimen adriamycin diikuti mastektomi atau
lumpectomy dengan diseksi &,% aksilla bila diperlukan" diikuti kemoterapi
adju;an" dilanjutkan dengan terapi radiasi .ntuk $tadium 666a inoperabel dan
666b" kemoterapi neoadju;an digunakan untuk menurunkan beban atau ukuran
tumor tersebut" sehingga memungkinkan untuk dilanjutkan modi%ied radical
mastectomy" diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi =Colantuoni" 222+C 4shar
22#2>
+ Terapi antiBestrogen
$itosol selBsel karsinoma mamma terdapat protein spesi0ik berupa reseptor
hormonal yaitu reseptor estrogen dan progesteron 5eseptor hormon ini ditemukan
pada lebih dari :2A karsinoma duktal dan lobular in;asi0 yang masih
berdi0erensiasi baik = 5yan" 2227C %runicardi" 22#2>
5eseptor estrogen yang telah berikatan dalam sitosol" tamoFi0en menghambat
pengambilan estrogen pada jaringan payudara 5espon klinis terhadap antiB
estrogen sekitar 72A pada wanita dengan karsinoma mamma dengan reseptor
hormon yang positi0" tetapi lebih rendah yaitu sekitar #2A pada reseptor hormonal
yang negati0 &elebihan tamoFi0en dari kemoterapi adalah tidak adanya toksisitas
yang berat *yeri tulang" hot %lushes" mual" muntah dan retensi cairan dapat terjadi
pada pengunaan tamoFi0en 5esiko jangka panjang pengunaan tamoFi0en adalah
karsinoma endometrium Terapi dengan tamoFi0en dihentikan setelah / tahun
%eberapa ahli onkologi merekomendasikan tamoFi0en untuk ditambahkan pada
+-
terapi neoadju;an pada karsinoma mamma stadium lanjut terutama pada reseptor
hormonal yang positi0 .ntuk semua wanita dengan karsinoma mamma stadium
6?" antiBestrogen =tamoFi0en>" dipilih sebagai terapi awal ='ea" 222-C 5yan" 2227C
4shar" 22#2>
- Terapi antibodi antiB3E52@neu
Penentuan ekspresi 3E5B2@neu pada semua karsinoma mamma yang baru
didiagnosis" saat ini direkomendasi 3al ini digunakan untuk tujuan prognostik
pada pasien tanpa pembesaran &,%" untuk membantu pemilihan kemoterapi
adju;an karena dengan regimen adriamycin menberikan respon yang lebih baik
pada karsinoma mamma dengan o;erekspresi 3E5B2@neu Pasien dengan
o;erekspresi 3erB2@neu mungkin dapat diobati dengan trastu)umab yang
ditambahkan pada kemoterapi adju;ant ='ester" 222/C 4shar" 22#2>
2."0 Pr*(n*6i6
&arakteristik dari beberapa tumor sangat penting untuk dikenali karena
dapat menentukan prognosis secara signi0ikan dan dapat dipertimbangkan sebagai
acuan dalam penentuan strategi terapi pada tiap indi;idu penderita Prognosis
karsinoma mamma tergantung dari: =<3O" 2227>
a .sia
b .kuran tumor
c 4danya metastasis ke kelenjar lim0e 3al ini sangat panting dalam
memprediksi rekurensi penyakit dan harapan hidup !imana pasien tanpa
metastase ke kelenjar lim0e angka harapan hidup #2 tahun mencapai 82AB
92A" dan prognosis akan lebih buruk pada pasien dengan metastase ke
kelenjar lim0e
d !erajat kanker secara histologis
e 4danya reseptor estrogen =E5> dan reseptor progesterone =P5> Pasien
dengan tumor dengan reseptor positi0 memiliki resiko kekambuhan yang
lebih rendah dan harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan
tumor reseptor negati0
0 3E52Bneu =CBerb %2>
$tadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk
menentukan prognosis penyakit ini Menurut #ational Cancer $ata Base&
+/
berdasarkan jumlah penderita kanker payudara pada tahun 222# dan 2222
didapatkan persentase harapan hidup pasien kanker payudara dalam lima
tahun digambarkan dalam tabel %ive1year survival rateberikut ini :
Tabel 2- (i;e Year $ur;i;al 5ate Carcinoma Mamma
=sumber: 4merican Cancer $ociety" 22##>
S)a(e 5Cear 6ur+i+a$ ra)e
0 :+A
I 99A
IIA 9#A
II9 8-A
IIIA 78A
III9 -#A
IIIC -:A
I3
#/A
+7
9A9 2
LAPORAN KASUS
2." Iden)i)a6
*ama : *y $
1enis kelamin : Perempuan
.mur : /2 Tahun
4gama : 6slam
Pekerjaan : 65T
Pendidikan : $!
$uku : 1awa
4lamat : 3andil %akti 5T 2#
M5$ : #7 1uni 22#-
&6% : 88 #: 22
5M : #- #2 8: 7-
2.2 Ana&ne6a
Ke$u%an U)a&a : %enjolan di payudara sebelah kanan
Ri-aa) Pena:i) Se:aran( D
Pasien mengeluhkan benjolan di payudara bagian kanan yang dirasakan 7
bulan sebelum masuk rumah sakit %enjolan tersebut dirasakan semakin memberat
sejak # bulan sebelum masuk rumah sakit yang membuat pasien ingin berobarat
ke dokter %enjolan yang dirasakan awalnya berbentuk bulat dan berukuran seperti
kelereng Pasien baru menyadari adanya benjolan tersebut ketika benjolan terasa
semakin membesar %enjolan terasa nyeri setelah melakukan akti0itas berat #
minggu sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluhkan adanya cairan dan darah
yang keluar dari puting susu dan disertai dengan nyeri yang hilang timbul $elama
ini pasien telah menjalani pengobatan herbal tetapi tidak ada perubahan Pasien
sempat mengeluhkan demam yang dirasakan terus menerus selama 2 hari" demam
tersebut dirasakan bersamaan dengan adanya keluarnya cairan dan darah dari
puting susu Pasien tidak ada mengeluhkan mual dan muntah %uang air kecil
pasien normal + F@ hari dan buang air besar pasien juga normal #F@ hari $elama
+8
benjolan yang dirasakan pasien semakin memberat" na0su makan pasien
berkurang Pasien hanya makan #B2F@ hari Pasien sekarang sudah tidak pernah
menstruasi sejak 7 bulan terakhir Pasien riwayat menggunakan kb hormonal pil
dan suntik selama 22 tahun terakhir Pasien riwayat menikah usia #9 tahun dan
mempunyai + anak
Ri-aa) Pena:i) ,a%u$u D
B 4sma =B> B 6munisasi lengkap =O>
B 3ipertensi =B> B 5iwayat masuk 5$ =B>
B !iabetes mellitus =B> B &ejang =B>
B Penyakit jantung =B>
B 5iwayat menstruasi normal" setiap bulan dapat" nyeri saat haid =B>
B 4wal menstruasi usia #2 tahun
B 5iwayat ,
+
P
+
4
2
B 5iwayat pengguanna &% hormonal" penggunaan suntikan
Ri-aa) Pena:i) Ke$uar(a D
B 5iwayat kanker pada keluarga =B>
Ri-aa) P6i:*6*ia$ D
- Pendidikan lulus $!
- Pekerjaan 6bu 5umah Tangga
- ?entilasi rumah cukup dan sumber air minum air P!4M
Ri-aa) Kebia6aan D
B 5iwayat minum jamuBjamuan =O> dan 3erbal =O>
B 5iwayat minum obat penghilang nyeri sendi disangkal
B Memiliki kebiasaan minumBminuman penambah tenaga =B>
B 5iwayat minum alkohol =B>
B 5iwayat merokok =B>
2.2 Pe&eri:6aan 7i6i:
!ilakukan pada tanggal 22 1uni 22#-
Keadaan U&u&
&esadaran : ,C$ E-?/M7
&eadaan $akit : $akit $edang
;anda 3i)a$
*adi : :9 kali@menit
Tekanan darah : #22@92 mm3g
$uhu badan : +7"7
o
C
(rekuensi na0as : #9 kali@menit
+9
Ke1a$a dan Le%er
a .mum
Ekspresi : tampak sakit sedang
5ambut : normal
b Mata
4lis : normal
&elopak : edema =B>
&onjungti;a : anemis =B@B>
$clera : 6kterik =B@B>
Pupil : bulat" isokor" re0lek cahaya =O@O>
c Telinga
%entuk : normal
'ubang telinga : normal
Processus Mastoideus : *yeri =B@B>
Pendengaran : *ormal
d 3idung
Penyumbatan : =B@B>
Perdarahan : =B@B>
!aya Penciuman : normal
Perna0asan cuping 3idung : tidak ada
e Mulut
%ibir : pucat =B>" sianosis =B>
,igi : caries =B>" kalkulus =B>" goyah =B>
,usi : berdarah =B>" hyperemia =B>
Mukosa : pigmentasi =B>" hyperemia =B>" stomatitis =B>
(aring : hiperemi =B>
Palatum : anemia =B>
a 'eher
.mum : $imetris
&elenjar 'im0e : membesar =B>
Trachea : di tengah
? 1ugularis : 1?P normal =/O2> dengan posisi berbaring -/
2
;%*raE
%entuk : normal
4Filla : pembesaran kelenjar lim0e =B@B>
+:
$ternum : nyeri tekan =B>
a Paru
6nspeksi :
B bentuk simetris dan pergerakan simetris
B 5etraksi otot pernapasan =B>
B Pelebaran 6C$ =B>
Palpasi:
B Pergerakan simetris
B Massa =B>
B (remitus ;okal =O> ! R $
Perkusi:
B &aRki : sonor kedua lapangan paru
B %atas paru hepar : didapatkan batas pada 6C$ ? dengan peranjakan pada
inspirasi di 6C$ ?6
4uskultasi:
B $uara napas ;esikuler di apeF paru
B Pleural 0riction rubs =B>
B 5onki =B@B>
B <hee)ing =B@B>
B $tridor =B@B>
4nterior Posterior
*ormal *ormal *ormal *ormal
;esikuler ?esikuler ;esikuler ?esikuler
;esikuler ?esikuler ?esikuler ;esikuler
b 1antung
6nspeksi : 6C tidak tampak tampak
Palpasi : 6C teraba di 6C$ ?6 mid cla;icula" pulsasi letak 4peF
Perkusi %atas &anan : 6C$ 66 Parasternal 'ine !eFtra
%atas &iri : 6C$ ? mid cla;icula
4uskultasi : $#$2 tunggal" regular" murmur =B>" gallop =B>
Abd*&en
6nspeksi %entuk : distensi =B>
&ulit : normal
4uskultasi : %ising usus =O> kesan normal" metallic sound =B>
Perkusi : Timpani" shi0ting dullness =B>" 4sites =B>
Palpasi Turgor : normal
Tonus : normal
-2
Pembesaran : hepar tidak teraba" lien tidak teraba" ginjal tidak
teraba
*yeri Tekan : =B>
*yeri ketok : pada ren deFtra dan sinistra =B>
In(uina$
Pembesaran kelenjar lim0e : =B@B>
0:6)er&i)a6
$uperior
B &ulit: kering =B>" ekskoriasi =B>"
B 1ari: tremor halus" clubbing 0inger =B>
B Edema =B@B>
B 5e0leks biceps dan triceps normal
6n0erior
B &ulit: kering =B>" ekskoriasi =B>"
B edema =B@B>
B 5e0leks Patella dan 4chiles normal
B Tes nyeri dan sensorik halus =O>
2.4 S)a)u6 L*:a$i6
Mamma deFtra
6nspeksi :
Payudara kanan lebih besar dari pada kiri
Tampak ulkus dengan tepi tidak rata" dasar jaringan lemak dan ukuran
&ulit tidak mengkilat
4da cairan yang keluar dari puting payudara =nipple discharge>
&ulit tidak rata
Tampak massa =O>
Palpasi :
Massa berukuran #2 cm F 9 cm F / cm
Permukaan tidak rata =berdungkulBdungkul>
Tepi tegas
&onsistensi keras
Melekat
*yeri tekan =O>
Pemijatan pada puting payudara tidak ada cairan yang keluar
(oto &linis
-#
,ambar +# 0oto klinis payudara yang terkena kanker
&eterangan gambar
# .lkus
2 %atas tegas
7. Peau d orange
- 6n;erted nipple
/ 5etraksi dinding payudara
7 !arah
2.5 Pe&eri:6aan Penun=an(
Tabel +# Pemeriksaan 'aboratorium
;an((a$ "!B6B"4 2"B6B"4 22B6B"4 22B6B"4
'eukosit ##/22 9:22 :222 9822
3b :"+ 9"# 9"9 :":
3CT 29"+ 2- 27 2:
Trombosit +92222 -+/22 -29222 -//222
,!$ #22
.reum 22"9
&reatinin 2"7
*atrium
&alium
-2
#
2
+
-
/
7
Chloride
4lbumin +"9
Cholesterol
$,OT /:
$,PT #7
%ilirubin tot 2"/
0K. In)er1re)a6i
Tidak ditemukan kelainan
<a6i$ 7NA9
6n;asi0 duktal karsinoma di00erensiasi jelek
7*)* ;%*ra:6
,ambar 22 0oto thorak anterior posterior @ lateral
&esan pembacaan dari 0oto thorak diatas adalah tidak ditemukan adanya
kelainan
-+
2.6 ,ia(n*6i6 Ker=a
Cancer mamma deFtra stadium 6? O &arno;sky skor 72A
2.! ;a)a$a:6ana
B M5$
B !/ : *$ R #:+ 22 tpm
B M$T + F #2 mg
2.8 Pr*(n*6a D
!ubia ad malam
Tabel +2 (ollow up pasien di ruang cempaka
Pera-a)an S O A P
<ari "
"!C"0C"2
Se$a6a
Pu:u$
06.20
*yeri =O>"
!arah =O>
'emas =O>
CM" T!: #-2@:2
mm3g" *:
89F@menit" 55:
22F@menit"
6ns : ulkus =O>"
darah =O>
Pal : *yeri =O>
Ca Mamma
dekstra st 6? O
&arno;sky 72A
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg
<ari 2
"8C"0C"2
Rabu
Pu:u$
06.20
*yeri =O>"
!arah =B>
'emas =O>
CM" T!: #-2@92
mm3g" *:
89F@menit" 55:
#:F@menit"
6ns : ulkus =O>"
darah =B>
Pal : *yeri =O>
Ca Mamma
dekstra st 6? O
&arno;sky 72A
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg
B Pro incise biopsy
tanggal #:@7@#-
<ari 2
"9C"0C"2
Ka&i6
Pu:u$
06.20
*yeri =O>"
!arah =B>
'emas =O>
CM" T!: ##2@82
mm3g" *:
82F@menit" 55:
22F@menit"
6ns : perban =O>"
darah =B>
Pal : *yeri =O>
Ca Mamma
dekstra st 6? O
&arno;sky 72A
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg
B
<ari 4
20C"0C"2
5u&a)
*yeri =O>"
'emas =O>
CM" T!: #22@92
mm3g" *:
79F@menit" 55:
Ca Mamma
dekstra st 6? O
&arno;sky 72A
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg
--
Pu:u$
06.20
22F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
post insisi
biopsy hr 6
B !iet T&TP
B 6nj Ce0triaFon 2 F #
gr
<ari 5
2"C"0C"2
Sab)u
Pu:u$
06.20
*yeri =O>"
'emas =O>
CM" T!: #22@82
mm3g" *:
87F@menit" 55:
#9F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
Ca Mamma
dekstra st 6? O
&arno;sky 72A
post insisi
biopsy hr 66
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg
B !iet T&TP
B 6nj Ce0triaFon 2 F #
gr
<ari !
22C"0C"2
Senin
Pu:u$
06.20
*yeri =O>
menurun"
'emas =O>
CM" T!: #+2@92
mm3g" *:
92F@menit" 55:
#:F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
4denokarsinoma
mamma post
insisi biopsy hr
6?
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg prn
B !iet T&TP
B Trans0use P5C # kol0
B ,? @ 2 hari
B 6nj Ce0triaFone 2 F #
gr
<ari 8
24C"0C"2
Senin
Pu:u$
06.20
*yeri =O>
kadangB
kadang"
'emas =B>
CM" T!: #22@92
mm3g" *:
89F@menit" 55:
22F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
4denokarsinoma
mamma post
insisi biopsy hr
?
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg prn
B !iet T&TP
B Trans0use P5C # kol0
B ,? @ 2 hari
B 6nj ce0triaFone 2 F #
gr
B 6nj tramadol + F #22
mg
<ari 9
25C"0C"2
Se$a6a
Pu:u$
06.20
*yeri =O>
kadangB
kadang"
%4% =B> :
hari
CM" T!: ##2@82
mm3g" *:
92F@menit" 55:
22F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
4denokarsinoma
mamma post
insisi biopsy hr
?6
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg prn
B !iet T&TP
B Trans0use P5C # kol0
B ,? @ 2 hari
B 6nj ce0triaFone 2 F #
gr
B 6nj tramadol + F #22
-/
mg
<ari "0
26C"0C"2
Rabu
Pu:u$
06.20
*yeri =O>
kadangB
kadang"
!emam
CM" T!: #22@82
mm3g" *:
92F@menit" 55:
22F@menit"
6ns : perban =O>"
rembesan =B>
Pal : *yeri =O>
4denokarsinoma
mamma post
insisi biopsy hr
?66
B !/ : *$ R #:+ 22
tpm
B M$T + F #2 mg prn
B !iet T&TP
B Trans0use P5C # kol0
B ,? @ 2 hari
B 6nj ce0triaFone 2 F #
gr
B 6nj tramadol + F #22
mg
B Pro kemoterapi
Tunggu hasil
immunohistokimia
La1*ran O1era6i >"9B6B"4@
*ama ahli bedah : dr 4hmad Tobroni $p %
*ama asisten : dr 1oan
!iagnosa pre operati0 : ulcus Ca Mamma dekstra
!iagnosa post operati0: ulcus Ca Mamma dekstra
Macam operasi : %iopasi insisi
# Pasien posisi supine dengan general anastesi
2 Melakukan aseptic dan anti septik pada mamma dekstra
+ 6nsisi biopsy
- 3emostasisi dengan surgical jahit side
/ Tutup kassa basah
7 Operasi selesai
In6)ru:6i 1*6) *1era6i
6?(! 5' 22 tpm
6nj tramadol +F# amp
6nj Ce0triaFone 2F# gr
&ompres ulcus Ca Mamma dekstra dengan kassa basah @ har
-7
9A9 4
P0M9A<ASAN
4namnesa dan pemeriksaan 0isik" pasien ini dengan keluhan utama
benjolan di payudara sebelah kanan !iagnosa kerja pasien ini adalah karsinoma
mamma dekstra stadium 6? O &arno;sky skor 72A !iagnosa ini ditegakkan
berdasarkan hasil dari anamnesa" pemeriksaan 0isik" dan pemeriksaan
laboratorium
4." Ana&ne6a
Tabel -# : perbandingan antara anamnesa dan teori dari studi literatur
TEO56 (4&T4
Epidemiologi
Carcinoma mamma merupakan
keganasan spesi0ik paling
umum pada wanita dan
merupakan penyebab kematian
tertinggi pada wanita usia -2 N
-- tahun =%runicardi" 2227>
6nsidensi akan meninggkat
pada wania usia // tahun dan
wanita yang lebih tua selain itu
presentasi kejadiannya juga
meningkat pada wanita yang
lebih tua yang rutin di
mammogra0i =%runicardi"
2227>
&anker payudara pada pria
angka kejadiannya kurang dari
# A dari insidensi kanker
payudara pada wanita" dan
5eni6 :e$a&in 1ere&1uan
U6ia 50 )a%un
-8
umumnya jinak yang berupa
ginekomastia =Townsend 1r"
%eauchamp" E;ers" S MattoF"
2228>
&eluhan utama
Pada ++ A Carcinoma mamma
pasien mengeluhkan adanya
benjolan pada payudara
=%runicardi" 2227> keluhan
lain yang lebih jarang seperti
perubahan bentuk payudara"
4simetri payudara" perubahan
permukaan kulit =PeauId
orange>" .lserasi atau koreng
dengan !loody discharge dari
puting susu" 5etraksi puting
susu" Elo;asi dari puting susu"
Pembesaran kelenjar getah
bening ketiak" $atelit tumor di
kulit" Eksim pada puting susu"
Edema =de 1ong S
$jamsuhidajat" 222->
%loom dkk menggambarkan
bahwa hampir 8/ A dari
wanita yang didiagnosis
Carcinoma mamma akan
berkembang mementuk
ulserasi pada payudara seiring
dengan perjalanan penyakitnya
=%runicardi" 2227>
Pasien mengeluhkan ben=*$an
di 1audara ba(ian :anan
sudah selama 7 bulan
%enjolan yang dirasakan
awalnya berbentuk bulat dan
berukuran seperti kelereng
Terasa nyeri setelah melakukan
akti0itas berat
sejak # bulan terakhir
ben=*$anna 6e&a:in
&e&be6ar, beruba% ben)u:
dan )i&bu$ b*r*:, # minggu
sebelum masuk rumah 6a:i)
ada 4airan dan dara% an(
:e$uar dari 1u)in( 6u6u
disertai dengan nyeri yang
hilang timbul
&eluhan Penyerta
&eluhan lain yang menyertai Pasien mengeluhkan neri
-9
Carcinoma mamma seperti
nyeri di payudara" nyeri di
tulangBtulang" penurunan berat
badan" gangguan pernapasan
dan kelainan lain yang
mungkin menunjukkan adanya
suatu metastase =Townsend 1r"
%eauchamp" E;ers" S MattoF"
2228>
pada payudara
Pasien juga mengeluhkan
demam
Pasien tidak mengeluhkan
adanya mual dan muntah
*a0su makan berkurangPasien
hanya makan #B2F@ hari
9era) 9adan &enurun.
%uang air kecil pasien dalam
batas normal
5iwayat Penyakit !ahulu dan (aktor 5isiko
(aktor resiko utama pada
Carcinoma mamma adalah
paparan terhadap hormon
estrogen $emakin lama masa
paparan terhadap hormon
estrogen maka resiko untuk
Carcinoma mamma juga akan
meningkat &eadaan yang
rentan terhadap paparan
estrogen lebih adalah menarke
usia dini" nulipara" dan
menopause terlambat keadaan
ini menyenankan siklus
menstruasi menjadi lebih
sering =%runicardi" 2227>
&elompok beresiko tinggi :
menarke kurang dari #2 tahun"
melahirkan anak pertama di
usia E +2 tahun dan
menopause diatas usia //
tahun" riwayat Carcinoma
mamma dalam keluarga
Pasien sekarang sudah tidak
menstruasi sejak 7 bulan
terakhir
Pasien riwayat menggunakan
kb hormonal pil dan suntik
selama 22 tahun
Pa6ien ri-aa) &eni:a% u6ia
"8 )a%un dan &e&1unai 2
ana:.
-:
=Townsend 1r" %eauchamp"
E;ers" S MattoF" 2228>
Mereka yang hamil pertama
pada usia D #9 tahun 0aktor
risikonya setengah kali bila
dibandingkan dengan yang
usia hamil pertama E +2 tahun
=Townsend 1r" %eauchamp"
E;ers" S MattoF" 2228>
Menyusui akan menurunkan
resiko karena siklus menstruasi
dihambat pada masa menyusui
=%runicardi" 2227>
!ata yang diperoleh dari anamnesis sebagian besar telah sesuai dan
mendukung ditegakkannya diagnosis Carcinoma mamma pada pasien ini
4.2 Pe&eri:6aan 7i6i:
Tabel -2 : perbandingan antara pemeriksaan 0isik dan teori dari studi literatur
Teori &asus
6nspeksi
Perubahan ukuran maupun bentuk
dari payudara
Puting susu tertarik ke dalam
payudara @ 5etraksi
&ulit payudara" areola" atau puting
bersisik" merah" atau bengkak
&ulit mungkin berkerutBkerut
seperti kulit jeruk @ Peau dIOrange
Terdapat benjolan keras yang lebih
melekat atau ter0iksir
Tarikan pada kulit di atas tumor
.lserasi atau koreng
4simetri payudara
Elo;asi dari puting susu
6nspeksi
o Payudara kanan lebih besar dari
pada kiri
o Tampak ulkus dengan tepi tidak
rata" dasar jaringan lemak dan
ukuran
o &ulit tidak mengkilat
o 4da cairan yang keluar dari puting
payudara =nipple discharge>
o &ulit tidak rata
o Tampak massa =O>
/2
Pembesaran kelenjar getah bening
ketiak
$atelit tumor di kulit
Eksim pada puting susu
&eluarnya sekret atau cairan dari
puting susu @ !ischarge dari puting
susu=!e 1ong" 222-C 4shar" 22#2>
Palpasi
Pada payudara apakah terdapat massa"
termasuk palpasi kelenjar lim0e di aksila"
suprakla;ikula" dan parasternal
Massa @ %enjolan atau penebalan
dalam atau sekitar payudara atau di
daerah ketiak
*yeri tekan
Puting susu terasa mengeras
1ika sel kanker telah menyebar"
biasanya sel kanker dapat
ditemukan di kelenjar lim0e di
aksila" suprakla;ikula" dan
parasternal =4shar" 22#2>
$el kanker juga dapat menyebar ke
berbagai bagian tubuh lain" paling
sering ke tulang" hati" paruBparu"
dan ota =Tjokronagoro" 222#>
Palpasi
o Massa berukuran #2 cm F 9 cm F /
cm
o Permukaan tidak rata =berdungkulB
dungkul>
o Tepi tegas
o &onsistensi keras
o Melekat
o *yeri tekan =O>
o Pemijatan pada puting payudara
tidak cairan yang keluar
Pemeriksaan 0isik lebih baik dilakukan dengan pasien posisi berbaring"
dengan bahu diganjal dengan bantalan dan tangan mengangkat ke atas 6nspeksi
menunjukkan payudara yang tidak simetris" hal ini disebabkan karena adanya
massa pada salah satu payudara tersebut Permukaan kulit yang tidak rata
/#
disebabkan karena penarikan adanya massa itu sendiri Massa dengan konsistensi
keras dan permukaan tidak rata ini mengindikasikan suatu tumor ganas
4.2 Pe&eri:6aan Penun=an(
Tabel -+ : perbandingan antara pemeriksaan penunjang dan teori dari studi literatur
;e*ri Ka6u6
%iopsi pada ca mamma =!e 1ong" 222-C
4shar" 22#2>
!ilakukan biopsi ca mamma
Open !iopsy dengan lokal anestesi sebagai prosedur awal sebelum
memutuskan tindakan de0inti0 merupakan cara diagnosis yang paling dapat
dipercaya (*4% atau core1needle !iopsy" ketika hasilnya positi0" memberikan
hasil yang cepat dengan biaya dan resiko yang rendah" tetapi ketika hasilnya
negati0 maka harus dilanjutkan dengan open !iopsy Open !iopsy dapat berupa
biopsy insisional atau biopsi eksisional %iopsi insisional mengambil sebagian
massa payudara yang dicurigai" dilakukan bila tidak tersedianya core1needle
!iopsy atau massa tersebut hanya menunjukkan gambaran !C6$ saja atau klinis
curiga suatu in%lammatory carcinoma tetapi tidak tersedia core1needle !iopsy"
sedangkan biopsi eksisional seluruh massa payudara diambil =!e 1ong" 222-C
4shar" 22#2>
4.4 Pena)a$a:6anaan
Tabel -- : perbandingan antara penatalaksanaan dan teori dari studi literature
Teori (akta
Terapi :
&urati0 dianjurkan untuk stadium 6" 66" dan
666
Paliati0 untuk stadium 666 dan 6?
=<iknjosastro" 222/>
Terapi secara pembedahan
Mastektomi partial =!reast conservation>
5eseksi tumor payudara primer disebut
juga sebagai reseksi segmental"
lumpectomy" mastektomi parsial dan
o !/ : *$ R #:+ 22 tpm
o M$T + F #2 mg prn
o !iet T&TP
o Trans0use P5C # kol0
o ,? @ 2 hari
o 6nj ce0triaFone 2 F # gr
o 6nj tramadol + F #22 mg
/2
tylectomy
Tindakan konser;ati0" saat ini merupakan
terapi standar untuk wanita dengan
karsinoma mamma in;asi0 stadium 6 atau
66
<anita dengan !C6$ hanya memerlukan
reseksi tumor primer dan radioterapi
adju;an
lumpectomy dilakukan" insisi dilakukan
pada garis lengkung konsentrik di nipple1
areola comple/ dibuat pada kulit diatas
karsinoma mamma 1aringan karsinoma
diangkat dengan diliputi oleh jaringan
mamma normal yang adekuat sejauh 2
mm dari tepi yang bebas dari jaringan
tumor !ilakukan juga permintaan atas
status reseptor hormonal dan ekspresi
3E5B2@neu kepada patologis ='ester"
222/C Colleoni" 222/>
Penutupan luka payudara yang telah
selesai dilakukan" maka dilanjutkan
dengan diseksi &,% aksilla ipsilateral
untuk penentuan stadium dan mengetahui
penyebaran regional$aat ini" sentinel
node !iopsy merupakan prosedur staging
yang dipilih pada aksilla yang tidak
ditemukan adanya pembesaran &,%
&etika sentinel node !iopsy menunjukkan
hasil negati0" diseksi &,% aksilla tidak
dilakukan
Tindakan konser;ati0 terhadap jaringan
payudara terdiri dari reseksi tumor primer
hingga batas jaringan payudara normal"
radioterapi dan pemeriksaan status &,%
=kelenjar getah bening> aksilla =$etiawan"
#::8C 'ester 222/>
Modi%ied Radical Mastectomy
Modi%ied radical mastectomy
mempertahankan baik M pectoralis mayor
and M pectoralis minor" dengan
pengangkatan &,% aksilla le;el 6 dan 66
tetapi tidak le;el 666
Modi0ikasi Patey mengangkat M
pektoralis minor dan diseksi &,% aFilla
le;el 666
%atasan anatomis pada Modi%ied radical
mastectomy :
%atas lateral : M latissimus dorsi
%atas medial : ,aris tengah sternum
%atas in0erior : 2B+ cm dari lipatan in0raB
/+
mamma
%atas superior : m subcal;ia =%runicardi"
22#2>
Terapi $ecara Medikalis =*on
Pembedahan>
5adioterapi
!igunakan untuk semua stadium
karsinoma mamma
!iberikan pada kasuresiko@kecurigaan
metastasis yang tinggi
.ntuk wanita dengan !C6$" setelah
dilakukan lumpectomy" radiasi adju;an
diberikan untuk mengurangi resiko
rekurensi lokal" juga dilakukan untuk
stadium 6" 66a" atau 66b setelah
lumpectomy
Colleoni" 222/C 4shar" 22#2>
Pada karsinoma mamma lanjut =$tadium
666a atau 666b>" dengan resiko rekurensi dan
metastasis yang tinggi" maka setelah
tindakan pembedahan dilanjutkan dengan
terapi radiasi adju;an =4shar" 22#2>
&emoterapi
&emoterapi 4dju;an
6ndikasi :
!ilakukan jika ukuran tumor 2"7 sampai #
cm tanpa pembesaran &,% dan dengan
resiko rekurensi tinggi maka kemoterapi
dapat diberikan
!ilakukan pada wanita dengan karsinoma
mamma yang reseptor hormonalnya
negati0 dan lebih besar dari # cm"
kemoterapi adju;an cocok untuk
diberikan
Contoh regimen kemoterapi yang
digunakan antara lain siklo0os0amid"
doForubisin" /B0luorourasil dan
methotreFate =Colantuoni" 222+>
5ekomendasi pengobatan saat ini"
berdasarkan *$4%P %B#/" untuk stadium
6664 yang operabel adalah modi%ied
radical mastectomy diikuti kemoterapi
adju;an dengan doForubisin diikuti terapi
radiasi =&at)ung" 2222C Colantuoni" 222+>
b #eoad4uvant Chemotherapy
&emoterapi neoadju;an merupakan
/-
kemoterapi inisial yang diberikan sebelum
dilakukan tindakan pembedahan" dimana
dilakukan apabila tumor terlalu besar
untuk dilakukan lumpectomy =Colantuoni"
222+>
5ekomendasi saat ini untuk karsinoma
mamma stadium lanjut adalah kemoterapi
neoadju;an dengan regimen adriamycin
diikuti mastektomi atau lumpectomy
dengan diseksi &,% aksilla bila
diperlukan" diikuti kemoterapi adju;an"
dilanjutkan dengan terapi radiasi
.ntuk $tadium 6664 inoperabel dan 666%"
kemoterapi neoadju;an digunakan untuk
menurunkan beban atau ukuran tumor
tersebut" sehingga memungkinkan untuk
dilanjutkan modi%ied radical mastectomy"
diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi
=Colantuoni" 222+C 4shar 22#2>
+ Terapi antiBestrogen
B !alam sitosol selBsel karsinoma mamma
terdapat protein spesi0ik berupa reseptor
hormonal yaitu reseptor estrogen dan
progesteron
B 5eseptor hormon ini ditemukan pada lebih
dari :2A karsinoma duktal dan lobular
in;asi0 yang masih berdi0erensiasi baik
= 5yan" 2227C %runicardi"22#2>
B
$etelah berikatan dengan reseptor
estrogen dalam sitosol" tamoFi0en
menghambat pengambilan estrogen pada
jaringan payudara
5espon klinis terhadap antiBestrogen
sekitar 72A pada wanita dengan
karsinoma mamma dengan reseptor
hormon yang positi0" tetapi lebih rendah
yaitu sekitar #2A pada reseptor hormonal
yang negati0
B%eberapa ahli onkologi
merekomendasikan tamoFi0en untuk
ditambahkan pada terapi neoadju;an pada
karsinoma mamma stadium lanjut
terutama pada reseptor hormonal yang
positi0
.ntuk semua wanita dengan karsinoma
mamma stadium 6?" antiBestrogen
=tamoFi0en>" dipilih sebagai terapi awal
='ea" 222-C 5yan" 2227C 4shar" 22#2>
- Terapi antibodi antiB3E52@neu
//
Periksa ekspresi 3E5B2@neu pada semua
karsinoma mamma yang baru didiagnosis
3al ini dilakukan untuk tujuan prognostik
pada pasien tanpa pembesaran &,%"
untuk membantu pemilihan kemoterapi
adju;an karena dengan regimen
adriamycin menberikan respon yang lebih
baik pada karsinoma mamma dengan
o;erekspresi 3E5B2@neu
Pasien dengan o;erekspresi 3erB2@neu
mungkin dapat diobati dengan
trastu)umab yang ditambahkan pada
kemoterapi adju;ant ='ester" 222/C 4shar"
22#2>
Pasien Masuk 5umah $akit untuk dilakukan insisi biopsi dan
diterapi dengan !/ : *$ R #:+ 22 tpm" dan M$T + F #2 mg
Pasien diberikan M$T=Mor0in $ul0at> +F#2 mg atas indikasi pasien
mengeluh nyeri pada payudara kanannya Mor0in sul0at adalah analgetik
golongan opioid 6ndikasi pemberian M$T adalah : penatalaksanaan nyeri
kronik yang perlu pemberian analgesik opioid !osis pemberian M$T
adalah #2B#/ mg selama #2 jam =M6M$" 22#+> !osis yang tepat pada
pasien ini diberikan adalah 2 F #2 mg
Pasien diberikan !/: *$ R #:+ 22 tpm (akta yang ada
menyebutkan" pasien yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosa
karsinoma mamma" diberikan cairan 6? maintenance 5' 22 tpm (akta
menyebutkan kurang na0su makan merupakan hal yang sangat dikeluhkan
pasien sehingga diberi cairan isotonis dengan kandungan !/A yaitu
!/:*$ #:+ dengan tetesan maintenance 22 tpm
#: 1uni 22#- dilakukan insisi biopsi pada pasien 6nsisi biopsi
dilakukan untuk mendiagnosis jenis kanker yang dialami pasien 3asil P4
pasien dapat disimpulkan pasien mengalami in;asi0 duktal karsinoma
di0erensiasi jelek" kemudian hasil P53er2 masih dalam proses Pasien
menunggu hasil P53er2 untuk menentukan modalitas terapi
/7
6nstruksi post operasi" pasien diberikan tambahan terapi
Ce0triaFone 2 F # gr Ce0triaFone merupakan antibiotik spektrum luas
untuk mencegah terjadinya in0eksi bakteri !osis ce0triaFone /22 mgB# gr
setiap #2 jam =M6M$" 22#+> $ehingga pemberian antibiotik pada pasien
ini sesuai dosis yaitu ce0triaFone 2 F # gr
Trans0use P5C # kol0 #2cc F kg%% R 7/ kg F #2 cc R 7/2 cc" maka
seharusnya diberikan tran0iusi P5C + kol0 Tetapi dalam hal ini
9A9 5
K0SIMPULAN
# Pasien didiagnosa dengan kanker payudara yang ditegakkan berdasarkan
anamnesa" pemeriksaan 0isik dan pemeriksaan penunjang
/8
2 Modalitas pengobatan yang diberikan telah sesuai untuk mengangani kasus
ini" sehingga meningkatkan harapan hidup pasien
,A7;AR PUS;AKA
". 'ester $C The %reast 6n : 5obins and Cotran Pathologic %asis o0 !isease"
$e;enth Edition" <% $aunders Company 222/ p##2:B##/2
2. $jamsuhidajat 5" de 1ong < =Editor> Payudara !alam : %uku 4jar 6lmu
%edah Edisi kedua 1akarta : E,C" 222- 3al +99B-22
2. %runicardi C( $chwart)Is principles o0 surgery *inth edition .$4 :
Mc,rawB3ills" 22#2
4. Tjokronagoro" M 5adioterapi pada carcinoma mamma %uku ajar kuliah
radiasi onkologi ;olume 66 Yogyakarta : (akultas &edokteran .ni;ersitas
,adjah Mada" 222# 3al -B/
/9
5. Pass 34 !isease o0 the %reast 6n : *orton 14 =Editor> Essential practice
o0 surgery: basic science and clinical e;idence *ew York : $pringer" 2222
p 7//B79
6. 4shar 6 Carcinoma mamma 22#2 4;ailable 0rom :
http@:www0kumyacid@ 4ccesses 4pril #+th" 22#2
!. <iknjosastro 3 &elainan pada payudara !alam : 6lmu kandungan
sarwono prawirihardjo Edisi kedua 1akarta : Yayasan %ina Pustaka
$arwono Prwirohardjo" 222/ 3al -88B9#
8. 'ea 5 .se o0 hormonal replacement therapy a0ter treatment o0 breast
cancer 1 Obstet ,ynaecol Can 222-C27=#>:-:B/-
9. &at)ung %," Tre;or 41" Masters $% Cancer chemotherapy 6n : &at)ung
and tre;orIs pharmacology $iFth edition .$4 : Mc,rawB3ill" 2222
p-9+B97
"0. <3OB5egional O00ice 0or the Eastern Mediterranean Treatment policy
6n: ,uidelines 0or management o0 breast cancer Egypt : EM5O Technical
Publications $eries +#" 2227 p #7B2/
"". Colantuoni ," 5ossi 4" (errara C" *icolella ! et al =5e;iew article>
Chemotherapy in elderly patients with ad;anced breast cancer Cancer
Therapy 222+C #: 8#B8:
"2. 5yan P!" ,oss PE 4dju;ant hormonal therapy in periB and
postmenopausal breast cancer The oncologist 2227C ##:8#9B8+#
"2. 4merican Cancer $ociety 22## %reast cancer sur;i;al rates by stage
4;ailable 0rom :
%))1DBB---.4an4er.*r(BCan4erB9rea6)Can4erB,e)ai$ed.uideBbrea6)C
4an4erC6ur+i+a$CbC6)a(e. A44e66ed D =une 29, 20"4
"4. Cunnick ,3" 1iang <," 1ones T!" <atkins , et al 'ymphangiogenesis
and lymph node metastasis in breast cancer Molekular cancer 2229"
8:2+p #B#2
"5. 4be 3" *aitoh 3" .meda T" $hiomi 3 et al Occult breast cancer
presenting aFillary nodal metastasis: a case report 1pn 1 Clin Oncol 2222C
+2=->p #9/B98
"6. $etiawan 6 =editor> #::8 Mikrosirkulasi dan sistem lim0atik !alam :
,uyton 4C" 3all 1E %uku ajar 0isiologi kedokteran Edisi keB: E,C"
1akarta 3al 2-+B2-8
"!. Colleoni M" 5otmens) *" Peru))otti ," Maissonneu;e P et al $i)e o0
breast cancer metastases in aFillary lynph nodes: clinical rele;ance o0
/:
minimal lymph node in;ol;ement 1ournal o0 clinical oncology 222/C
2+=8> p #+8:B#+99
72