Anda di halaman 1dari 12

REHABILITASI DAN PSIKOTERAPI

PASCA STROKE
REHABILITASI
Tujuan
Adalah agar supaya penderita mampu untuk
belajar dan menyerap cara-cara baru didalam
melakukan aktivitas hidup sehari-hari.


Dengan beberapa hal yaitu :
1. Pencegahan rekurensi stroke
2. Penanganan penyakit ko-morbid
3. Pelatihan kemandirian individu secara maksimall
& peningkatan kualitas hidup
4. Kesembuhan fungsi dasar motorik untuk
mengembalikan aktivitas hidup sehari hari
5. Penanganan aspek psikososial dari kualitas hidup
pasca-stroke

Rehabilitasi
Di rumah(home-
based
rehabilitation)
Unit perawatan
rawat inap
Di rumah (home-based rehabiliation)
Dianggap lebih murah dan sangat
dianjurkan untuk penderita-
penderita dengan gangguan
disabilitas ringan, perawatan jenis ini
dianggap lebih memberikan
kemajuan dan meningkatkan
kepuasaan penderita.
Rawat inap
Pada stroke yg sedang (moderete) dan
berat, rehabilitas yg dilakukan pada rawat
inap lebih dianjurkan , terlebih bilamana
perlu suatu rehabilitas khusus.
Sekitar 50% kesembuhan fungsional akan
terjadi didalam waktu satu bulan pasca-
stroke
3bulan berikutnya akan menunjukan 75%
kesembuhan fungsional.
100% kesembuhan fungsional akan tercapai
pada akhir tahun pertama.
Hal ini terjadi karena pembelajaran, latihan
dan kembalinya kepercayaan diri.
Cognitive behavioral therapi merupakan terapi
yg efektif untuk penderita depresi pasca
stroke dapat mengurangi gejala depresi pada
beberapa penderita stroke dan sangat
bermanfaat untuk digunsksn pada kelompok
kasus tersebut.
PSIKOTERAPI
Terapi
kelompok
Psikoterapi
individu
Psikoterapi
keluarga
Psikoterapi individu
Adanya gangguan kognitif,perjalanan penyakit
yg kronis dan perawatan dirumah sakit yg
berulang dapat menimbulkan gg emosional
sehingga pasien memerkukan
ventilasi,dukungan perbaikan mekanisme dan
mentolerir terhadap ketidakmampuannya dan
ketergantungannya. Terapi dapat memberikan
terapi suportif seperti mengangkat kembali
harga diri pasien yg menurun.
Psikoterapi keluarga
Adanya hubungan antara fungsi keluarga dengan
kesembuhan dari gg emosional pasca stroke.
Kritikan lingkungan/lingkungan yg sangat terlibat
dapat memperlambat penyembuhan.
Perbaikan/pengurangan perawatan drumah sakit
tergantung dari kemampuan keluarga untuk
menurunkan ekspresi emosi. Tujuan terapi keluarga
mengurangi disfungsi tingkah laku pd anggota
keluarga dalam berhubungan dgn pasien
Terapi kelompok
Untuk mengurangi isolasi, mendorong hubungan
interpersonal memperbaiki harga diri, orientasi,
tingkah laku, pemecahan masalah, mengurangi
depresi dan ansietas. Terapi kelompok yg efektif
terbentuknya lingkungan terapeutik yg kohesif dan
berkembangnya hubungan yg saling mendukung,
sehingga dapat memberikan kesempatan perbikan
adaptasi terhadap disabilitas yg menimbulkan gg
emosi.