Anda di halaman 1dari 28

HIPOSPADIA

PENDAHULUAN
Kelainan-kelainan penis pada dasarnya ialah infeksi, kelainan bawaan dan
neoplasma. Pada umumnya kelainan terjadi di bagian luar penis dan karenanya cepat
diketahui oleh penderita maupun keluarganya.
(p)
Kelainan bawaan pada saluran urogenital
sering ditemukan dan insidensnya sampai sekitar satu dari tiga orang diantara
penyandang kelainan bawaan. Hipospadia(hipo bawah, spadon celah) adalah salah
satu kelainan bawaan pada anak-anak yang sering ditemukan dan mudah untuk
mendiagnosanya, hanya pengelolaannya harus dilakukan oleh mereka yang betul-betul
ahli supaya mendapatkan hasil yang memuaskan.
Hipospadia adalah suatu keadaan dimana meatus urethra eksterna terlatak di
permukaan !entral penis dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal (ujung
glands penis). "eatus urethra pada hipospadia dapat berlokasi dimana saja mulai dari
sulkus coronal sampai perineum tetapi lebih sering pada bagian distal, semakin proksimal
hipospadia maka semakin memungkinkan adanya chordae.
(#)

Pada abad pertama, ahli bedah dari $unani Heliodorus dan Antilus, pertama-tama
yang melakukan penanggulangan untuk hipospadia yaitu dilakukan amputasi dari bagian
penis distal dari meatus. %elanjutnya cara ini diikuti oleh Galen dan Paulus dari &gentia
pada tahun '(( dan tahun )((. Penanggulangan hipospadia yang mulai dianggap berhasil
dilakukan oleh Mettauer dari *irginia pada tahun +,-., dimana dilakukan pembuangan
jaringan fibrosa untukmeluruskan penis yang bengkok. %ejak itu mulailah timbul lebih
dari '(( cara-cara penanggulangan hipospadia.
(#)
EMBRIOLOGI
/enis kelamin pada embrio ditentukan pada saat konsepsi oleh kromosom pada
spermato0oa yang membuahi o!um. %perma yang mengandung kromosom 1 akan
membentuk indi!idu 11 (wanita) sedangkan kromosom$ pada spermato0oa akan
membentuk 1$ (laki-laki). Pada embrio berumur ' minggu baru terdapat ' lapisan yaitu
ektoderm dan entoderm , baru kemudian terbentuk lekukan di tengah-tengah yaitu
mesoderm yang kemudian bermigrasi ke perifer, memisahkan ektoderm dan entoderm.
2ibagian kaudal ektoderm dan entoderm tetap bersatu membentuk membrana kloaka.
(#)
Pada permulaan minggu ke-., terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail
yang disebut genital tubercle. 2ibawahnya pada garis tengah terbentuk lekukan dimana
di bagian lateralnya ada ' lipatan memanjang yang disebut genital fold. %elama minggu
ke-3, genital tubercle akan memanjang membentuk glans. 4ni adalah bentuk primordial
dari penis bila embrio adalah laki-laki, bila wanita akan terbentuk klitoris. 5agian
anterior dari membrana kloaka, yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan membentuk
sinus. %ementara itu sepasang lipatan yang disebut genital fold akan membentuk sisi-sisi
dari sinus urogenitalia. 5ila genital fold gagal bersatu diatas sinus urogenitalia, maka
akan timbul hipospadia. %elama periode ini juga, terbentuk genital swelling dibagian
lateral kiri dan kanan. Hipospadia yang terberat yaitu jenis penoscrotal, skrotal dan
perineal, terjadi karena kegagalan genital fold dan genital swelling untuk bersatu di
tengah-tengah.
(#)


ANATOMI
Penis
+,-,6,3,+',+-
Penis terdiri dari sepasang corpora ca!ernosa penis dan satu corpus spongiosum
penis. "asing-masing corpus ca!ernosum penis dilingkari oleh tunica albuginea yang
tebal yang terdiri dari jaringan kolagen. 7unica albuginea ini merupakan kerangka
corpora ca!ernosa dan dapat mengikuti panjang dan membesarnya penis disaat ereksi.
7unica albuginea corporum ca!ernosum lebih tebal dibandingkan dengan tunica
albuginea corporis spongiosum. Pada gland penis tidak terdapat tunica albuginea. Ke arah
pangkal corpora ca!ernosa memisahkan diri menjadi crus penis dan melekat pada kedua
ramus inferior ossis pubis. 8rus penis ini dilingkari oleh m.ischioca!ernosus yang
berorigo pada dataran medial ramus ossis ischii dan berinsersio pada tunica albuginea
corporum ca!ernosum pada pangkal corpus penis. Kontraksi otot ini dapat menegangkan
tunica albuginea dan sehingga membantu ereksi penis. %elain itu dipangkal penis terdapat
m. bulboca!ernosus yang berorigo pada titik pusat perineum dan raphe mediana
sedangkan insertionya ppada aponeurosis corpus ca!ernosus penis. 5ila m.
bulboca!ernosus ini kontraksi secara ritmik dapat mengkompresi urethra penis dan
mengeluarkan cairan. 2idalam corpus ca!ernosum penis terdapat banyak ca!ernae atau
lacunar space atau sinusoid. 2inding lacuna berbentuk trabecula yang terdiri dari serabut
otot polos dan rangka fibroblastik yang mengandung fibroblas, kolagen dan elastin.
8orpus spongiosum penis melingkari urethra dan ke ujung membentuk glans penis.
2ikutip dari kepustakaan +6
2ikutip dari kepustakaan +)
Vascularisasi, Aliran Lympe !an Iner"asi Penis
+,-,6,3,+',+-
&. pudenda interna memberikan cabang a. penis setelah melewati diaphragma
urogenitalis. Kemudian a. penis ini melanjutkan diri ke dalam celah antara m.
bulboca!ernosus. %elanjutnya memberikan cabang-cabang yaitu a. dorsalis penis, a.
urethralis dan a. ca!ernosa. &. ca!ernosa memberikan cabang a. halucina yang bermuara
langsung pada ca!erna, sedangkan pada keadaan flasid berfungsi untuk nutrisi. 2arah
dari ca!erna akan mengalir melalui !enula-!enula yang kemudian bergabung menjadi !.
emmisaria yang menembus tunica albugenia dan melanjutkan diri pada beberapa !ena.
2arah balik dari bagian distal dan tengah corpus ca!ernosum penis mengalir ke !.
dorsalis profunda penis dan terus ke ple9us !enosus prostaticus. !. dorsalis superficialis
penis menerima darah dari preputium dan kulit penis akhirnya bermuara pada !. saphena
magna.
Penis mendapat persarafan parasimpatis, simpatis dan somatik aferen. %araf
parasimpatis berasal dari segmen medula spinalis %', %-, %). %yaraf simpatis berasal dari
segmen medula spinalis 7h ++ sampai lumbal ' yang membentuk ple9us hypogasticus
superior menjadi n. hypogastricus dan terus ke ple9us pel!icus. 2ari ple9us pel!icus ini
keluar n. ca!ernosus yang akan menuju ke corpus ca!ernosus penis baik tersendiri
maupun bersama-sama dengan cabang n. pudendus. :ntuk sensibilitas ( somatik aferen)
dan motorik ( somatik eferen) untuk otot panggul dan perineum berasal dari %', %- dan
%) melalui n. pudendus.
;.dorsalis penis dipercabangkan oleh n. pudendus dan mempersarafi kulit
terutama glans penis. <amus profundus ner!i perinealis berjalan ke dalam bulbus penis
lalu masuk ke dalam corpus spongiosum penis terutama mempersarafi urethra. n.
ilioinguinalis memberikan cabang-cabang yang mempersarafi kulit pada radi9 penis. ;.
ca!ernosus penis (mayor et minor) mempersarafi jaringan erectil pada bulbus, crus,
corpus spongiosum penis dan corpus ca!ernosum penis.
Pembuluh lymphe dari kulit dan preputium berjalan menuju ke lymphonodus
inguinalis superficialis, sedangkan yang berasal dari glans penis berjalan menuju ke
lymphonodus inguinalis profundus dan lymphonodus iliacus e9ternus.

2ikutip dari kepustakaan .
2ikutip dari kepustakaan .
Ere#si Penis
<angsangan ereksi dapat dimulai dari rangsangan kulit penis dan gland penis.
<angsangan tersebut diteruskan melalui n. dorsalis penis dan dilanjutkan oleh n.
pudendus menuju pusat parasimpatis cornu laterale substansia grisea segmen medula
spinalis %'-%). <angsangan yang diterima pusat parasimpatis diteruskan ke otak
kemudian turun ke medula spinalis %'-%), kemudian dilanjutkan oleh n. ca!ernosus ke
corpus ca!ernosum yang merelaksasi otot polos trabecula corpus ca!ernosum sehingga
sinusoid-sinusoid membesar dan darah masuk ke dalamnya. Kemudian trabecula tersebut
akan mendesak ke arah tunica albuginea dan menekan !enula-!enula sehingga
mengurangi darah keluar melalui !.emissaria. %esudah ejaculasi, maka stimulus sympatis
menyebabkan !asoconstricti arteri, dengan demikian darah !ena mengalir kembali lalu
penis menjadi flaccid.
+,),6,=
2ikutip dari kepustakaan +6
Ure$ra
,, ++
:rethra pria panjangnya sekitar '( cm dan terbentang dari collum !esica urinaria
sampai meatus e9ternus pada gland penis. :rethra ini dibagi dalam - bagian, yaitu > pars
prostatica, pars membranacea, dan pars penis.
Pars Pr%s$a$ica
5agian ini terletak dalam prostat dan merupakan bagian urethra yang paling luar
dan lebar dari seluruh urethra. Panjangnya sekitar - cm dan dimulai pada collum
!esica urinaria. 4a menyilang prostat dan keluar dari permukaan posterior prostat
sedikit di atas ape9, dimana ia melanjutkan sebagai urethra pars membranacea.
Pada dinding posterior terdapat peninggian longitudinal yang disebut crista
urethralis. &lur sepanjang pinggir crista dinamakan sinus prostaticus dan terdapat
banyak muara kelenjar prostat. Pada pertemuan kedua crista bermuaa
di!erticulum (utriculus prostaticus) yang merupakan sisa ductus paramesonefros
yang berfusi ke dalam urethra. Pada pinggir lateral utriculus, bermuara ductus
ejaculatorius ke dalam urethra.
Pars mem&ranacea
Panjangnya sekitar +,- cm dan di atas dilanjutkan sebagai urethra pars prostatica
dan di bawah sebagai urethra pars penis. 5agian ini paling pendek dan paling
tidak melebar.
Pars penis
:rethra pars penis pada bulbus dan corpus spongiosum penis berselubung.
"eatus e9ternus merupakan bagian tersempit dari urethra. 5agian urethra yang
terletak dalam gland penis melebar membentuk fossa navicularis (fossa
terminalis)
ETIOLOGI
5eberapa faktor etiologi dicurigai menjadi penyebab terjadinya hipospadia
diantaranya adalah faktor genetik, endokrin dan faktor lingkungan >
?
@aktor endokrin
Penurunan hormon androgen atau ketidakmampuan menggunakan hormon
androgen dapat menyebabkan terjadinya hipospadia. &aronson dkk pada th +==3
melaporkan, .(A anak dengan hipospadia ringan dan )(A anak dengan
hipospadia berat ditemukan adanya defek pada biosintesis testosteron testis.
"utasi pada en0im 6 alfa reduktase yang berfungsi mengkon!ersi 7estosteron
menjadi 2ihydrotestosteron berhubungan dengan terjadinya hipospadia. %il!er
dkk (+===) melapokan, defisit reseptor androgen baik secara kualitatif ataupun
secara kuantitatif dapat menyebabkan terjadinya hipospadia.
@aktor lingkungan
Pada banyak binatang percobaab diketahui estrogen berimplikasi pada
pertumbuhan penis secara abnormal, bahan-bahan dengan kandungan estrogen
yang signifikan banyak terdapat pada masyarakat industri dan banyak ba
'LASSI(I'ASI
5erdasarkan letak muara urethra setelah dilakukan koreksi chordae, 5rowne
(+=-.) membagi hipospadia dalam tiga bagian besar, yaitu >
(8,/)
+. Hipospadia anterior, terdiri dari tipe glanular, subkoronal dan penile anterior.
'. Hipospadia medius, terdiri dari midshaft dan penile proksimal.
-. Hipospadia posterior, terdiri dari penoskrotal, skrotal dan perineal.

GE)ALA 'LINI'
Pada bayi dan anak-anakyang baru lahir jarang dikeluhkan adanya gejala yang
berhubungan dengan hipospadia, namun pada anak yang lebih besar serta orang dewasa
akan mengeluhkan kesukaran dalam mengarahkan aliran urine dan pancaran urine.
8hordae (kur!atura penis) menyebabkan pembengkokan kearah !entral yang mana
bengkoknya batang penis ini dapat menghambat hubungan seksual.
g,h
Hipospadia perineal atau penoscrotal mengharuskan kencing dalam posisi duduk
dan bentuk proksimal dari hipospadia ini pada orang dewasa dapat menyebabkan
infertilitas
'ELAINAN LAIN *ANG MEN*ERTAI
Hernia inguinalis
Prostatic utricle
4nterse9uality
:ndesensus testis
"alformation syndrome

PEMERI'SAAN PENUN)ANG
Hipospadia penoscrotal, scrotal dan perineal sering disertai scrotum bifida dan
genital yang ambigu sehingga perlu dilakukan pemeriksaan buccal smear dan karyotipe
untuk membantu penegakan genetik jenis kelamin. :rethroskopi dan sistoskopi bernilai
untuk menentukan apakah organ seksual internal laki-laki berkembang secara normal
atau tidak. :rografi ekskresi juga diindikasikan pada pasien ini untuk mendeteksi adanya
anomali kongenital tambahan pada ginjal dan ureter.
g
DIAGNOSIS
2iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis, namun
terkadang diperlukan pemeriksaan penunjang pada hypospadia posterior, pada anamnesis
didapatkan adanya keluhan >
g,l
Bubang penis yang tidak terdapat diujung penis
Penis melengkung kebawah terutama pada saat ereksi.
Penis tampak seperti berkerudung karena kulit depan penis tidak ada pada bagian
bawah.
/ika berkemih, penderita harus dudukCjongkok.
Pada pemeriksaan fisis ditemukan beberapa kelainan pada penis, yaitu >
g,l
"uara ostium urethra eksternum berada lebih proksimal dari normalnya diujung
distal glans penis, sepanjang !entral batang penis sampai perineum.
Preputium tidak ditemukan dibagian !entral.
&danya chordae dibagian !entral.
Penis melengkung kearah !entral yang semakin jelas bila ereksi.
Kadang ditemukan abnormalitas penyerta seperti hernia inguinalis dan
undesensus testis.
PENATALA'SANAAN
7ujuan utama penanganan operasi hipospadia adalah merekonstruksi penis
menjadi lurus dengan meatus urethra eksternus di tempat yang normal atau dekat normal
(mengembalikan fungsi sefisiologis mungkin). 2engan demikian diharapkan aliran
kencung arahnya kedepan dan dapat melakuklan penetrasiCcoitus secara normal.
b,j,k.
%ebelum tahun +=,(, repair hypospadia dilakukan pada anak berumur lebih dari -
tahun, karena ini berkaitan erat dengan besarnya scrotum dan tehnik operasi yang lebih
mudah. %aat ini repair hypospadia dilakukan pada anak usia . D +, bulan, hal ini
berkaitan erat dengan perbaikan emosional dan psikologis penderita.
?
2ikenal banyak teknik operasi hipospadia, yang umumnya terdiri dari beberapa
tahap yaitu >
d,e.
+. #ksisi 8hordae.
Pada tahap ini dilakukan operasi penglepasan chordae dari muara urethra
sampai ke glands penis. %etelah eksisi chordae maka penis akan menjadi lurus
akan tetapi muara urethra masih terletak abnormal. :ntuk melihat keberhasilan
setelah eksisi dilakukan tes ereksi buatan intraoperatif dengan menyuntikkan
;a8l (,=A kedalam corpus ka!ernosum.
'. :rethroplasti
5iasanya dilakukan . bulan setelah operasi pertama. Pada tahapkedua ini
dibuat insisi paralel pada tiap sisi urethra sampai ke glans, lalu dibuat pipa dari
kulit dibagian tengah ioni untuk membuat urethra. %etelah urethra terbentuk, luka
operasi ditutup dengan flap dari kulit dari preputium dibagian lateral yang ditarik
ke !entral dan dipertemukan pada garis median.
d,e.
&da beberapa prinsip umum yang harus diperhatikan seperti asepsis absolute
terhadap luka operasi, di!ersi jalur urinarius dengan kateter urethra serta kontrol
perdarahan selama dan setelah operasi. Kulit untuk urethra harus kulit yang tak berambut,
karena jika tidak, adanya rambut pada urethra baru akan mengakibatkan komplikasi
lanjut.
g
Repair $aap per$ama
m,n,o.
&. Eambar ini mengilustrasikan penampakan yang biasa dari suatu hipospadia
penoscrotal. Perhatikan meatus urethra berada pada penoscrotal junction dan
terdapatnya kur!atura bagian !entral penis.
5. 2ua insisi parallel dibuat pada permukaan !entral dari lubang di daerah lateralnya
menuju pertumbuhan urethra.
8. 4nsisi dilakukan secara proksimal pada meatus urethra dan distal pada corona.
%uatu sirkumsisi di bagian proksimal dari corona kemudian dilakukan dan kulit
yang bebas dari seluruh batang dari penis.
2. Ketika kulit telah dibebaskan seluruhnya, pita fibrosa yang mengalami retriksi
longitudinal pada fasia mudah diidentifikasi dan dieksisi.

#. Ketika semua pita dari jaringan fibrosa telah dipindahkan, saluran penis lebih
lurus dan panjang. %uatu insisi bentuk : kemudian dibuat pada kulit pada titik
dimana glans penis akan dilokasikan.
@. 5agian yang berlubang dari kulit dimasukkan ke dalam penis sehingga bagian
!entral dari saluran akan ditutupi oleh permukaan kulit yang tidak rusak. Pada
posisi ini, penutup kulit yang kecil dihasilkan oleh insisi : terbentang di daerah
!entral.
E. Penutup ini digunakan untuk membentuk suatu urethra distal dari corona pada
ujung glans dengan melipatnya pada kulit itu sendiri untuk membentuk suatu tuba
atau dengan menanamnya dalam suatu prosedur Denis Browne modifikasi.
H. %uatu tuba polietilen yang kecil digunakan sebagai splint untuk pembentukan
urethra distal yang baru. 2engan membentuk suatu saluran panjang glans ke
ujung penis pada tahap ini, sisa dari urethra lebih mudah dibentuk pada tahap
kedua.

4. %etelah chordae fibrosa telah dieksisi.
/. %uatu metode alternati!e memindahkan penutup kulit yang ada di bagian dorsal
ke permukaan !entral untuk konstruksi suatu urethra pada waktu berikutnya yang
terdiri dari bentukan dua penutup kulit melalui insisi prepusium dan kulit saluran
penis yang ada di garis tengah.
K. 4nsisi ini dilaksanakan pada titik dimana apeks insisi cocok pada potongan kulit
yang tersisa pada corona. 2ua penutup kulit ini kemudian dibungkus sekitar
batang penis.
B. %atu penutup dibawa di sekitar corona sejauh mungkin dan penutup yang kedua
dirotasikan secara proksimal sekitar dasar penis untuk mendistribusikan kulit
secara merata pada permukaan !entral.

Tahap kedua repair
Ketika insisi telah sembuh sempurna dan menjadi halus, tahap kedua dari
perbaikan hipospadia dilaksanakan. Pada umumnya, prosedur ber!ariasi untuk konstruksi
urethra bisa dibagi menjadi - kelompok, yaitu >
+. Penanaman tuba kulit.
'. Penanaman penutup kulit.
-. Pemindahan kulit bebas.
+. Penanaman tuba kulit.
Penanaman tuba kulit dapat dilakukan dengan $e#ni# Thiersch-Duplay.

". Pada prosedur ini, insisi parallel dibuat pada permukaan !entral lubang penis
sekitar F inchi dari garis tengah pada tiap sisinya.
;. 4nsisi bertemu sebagaimana ia melingkari meatus urethra secara proksimal,
pinggir medial dari insisi dikurangi sehingga penutup kulit longitudinal bisa
dijahit sekitar kateter atau belat polietilen untuk membentuk suatu tuba.
G. Kehati-hatian harus dijaga dimana pengurangan secara medial untuk melindungi
suplai darah kepada penutup ini. Pinggir lateral juga dikurangi hingga relaksasi
dan mobilisasinya cukup diperoleh untuk menjahitnya pada tuba yang dahulu
dibentuk.
4nsisi untuk merelaksasikan dalam lubang penis dan skrotum dan di!ersi dari
aliran urine melalui suatu sistostomi bisa mencegah kerusakan dari urethra yang baru
dibentuk. %ering, jumlah kulit yang tetap pada lubang penis setelah konstruksi dari tuba
kulit tidak cukup untuk mengco!er permukaan !entral secara terpenuhi. Ketika hal ini
terjadi, suatu insisi sepanjang raphe skrotum dibuat dan penis sebagian ditanam kedalam
skrotum.
"elalui teknik ini, urethra baru tetap ditanam hingga kesembuhan telah
melengkapi tuba. Pada saat ini, penis dipindahkan dari skrotum dan epitel yang dipinjam
dari skrotum digunakan untuk menutupi permukan !entral dari lubang penis.
'. Penanaman penutup kulit
%uatu strip yang lebar hampir sama dengan 36 A lingkaran tuba yang dibentuk
digunakan sebagai penutup kulit.

P. 4nsisi dibuat di permukaan !entral dari lubang penis dengan cara yang hampir
sama dengan teknik Thiersch-Dula!.
H. Pinggir lateral dari insisi dikurangi.
<. 2ibuat menjadi penutup kulit yang berbentuk segi empat dan kemudian dijahit.
%. /ahitan dikuatkan dengan jahitan kawat tegang pada small bad shot.
2alam proses penyembuhan, penutup kulit yang ditanam berepitelisasi dengan cara
sirkuler untuk membentuk suatu kista epithelial dimana bentuknya reaktangular dan bisa
digunakan sebagai urethra distal. 4nsisi untuk merelaksasi dan di!ersi aliran urine
sebagaimana dideskripsikan diatas mencegah kerusakan dari operasi.
-. Pemindahan kulit bebas
"etode ketiga dari suatu konstruksi urethra adalah pemindahan kulit bebas.

7. %etelah preparasi biasa dari kulit dengan ether dan lem sebanyak (,(+' inchi kulit
bebas dipotong dari bagian dalam dari lengan bagian atas sebelah dalam. &rea ini
dipilih karena jarang tumbuh rambut.
:. Kulit bebas itu kemudian ditutup dengan suatu kateter karet yang kaku dengan
ukuran yang tepat (I +'-+, @) dan ditambatkan pada satu bagian akhir dengan
ikatan yang lembut.
*. 5agian dasar dari kulit disiapkan dengan membuat insisi trans!ersal di depan dari
meatus urethra. 2engan suatu forseps alligator mendiseksi diantara kulit pada
bagian ujung glans penis.
Kateter yang ditutup kulit kemudian dipegang dengan forseps dan ditarik melalui
saluran yang terbentuk. %etelah kulit memasuki saluran, kateter dirotasikan untuk
menjaga agar kulit tetap tipis dan licin. /ika dirotasikan pada arah yang salah, maka kulit
akan berkerut dan tidak menutupi dngan baik serta mungkin saja terlepas.
J. Ketika kulit bebas itu ditempatkan pada saluran diantara kulit, kulit itu kemudian
ditambatkan dengan ' ikatan sutra pada bagian proksimal dan pada ujung distal.
1. Ketika urethra distal telah dibentuk dengan teknik pertama dan kedua seperti
yang dideskripsikan dan terbentuk suatu fistula kecil, atau ketika kulit bebas itu
digunakan, penutupan akhir dari urethra diselesaikan dengan insisi kulit disekitar
fistula yang terbuka.
$. "enutup pinggir dalam dari insisi sepanjang kateter urethra dengan jahitan
pursestring atau dengan beberapa jahitan matras hori0ontal.
K. "argin lateral dari insisi ditanam dan ditutup sepanjang jahitan lapisan dalam
pada urethra.
Ketika fistula telah ditutup, kateter urethra dipindahkan dan di!ersi dari aliran
urine dipertahankan dengan urethrostomi perineal atau cystostomi suprapubis.
7eknik operasi pada Hipospadia anterior
"eatal &d!ancement &nd Elands Plasty ("&EP4)
&. 4nsisi sirkuler dibawah sulcus coronarius
5. 4nsisi longitudinal dari tepi dorsal meatus ke distal cekungan glans dan
dilebarkan dengan insisi *
8. 2inding dorsal uretra diperlebar ke apeks dari cekungan granular secara
melintang dan tutup dengan kromik .-(

2. Bakukan glanuloplasti dengan menarik tepi meatus bagian !entral ke
depan glans dengan menggunakan pengait kecil
#. 7epi lateral glans akan berbentuk * terbalik dan ditarik ke garis tengah
sehingga jaringan granular di bawah meatus akan menjadi lebih maju dan
turut menyokong.
@. /aringan glanular dijahit ke tepi kulit
7eknik untuk Hipospadia medius dengan korde Prosedur "ustarde >
&. 5uat sketsa pada kulit sekitar meatus dan digulung mengelilingi kateter +-
' cm.
5. 2ibalikkan ke depan dan saluran glans dibuat untuk menghubungkan
meatus keujung.
8. Bakukan secara hati-hati untuk menjaga? jaringan subkutan melekat pada
flap kulit untuk mempertahankan !askularisasi
7eknik untuk hipospadia perineal dengan Prosedur 2enis 5rowne >
&.

Repair satu tahap
5eberapa tahun terakhir ini dengan ditemukannya teknik ereksi artifisial, sudah
mulai diterapkan operasi yang dilakukan hanya satu tahap akan tetapi operasi hanya dapat
dilakukan pada hipospadia tipe distal dengan ukuran penis yang cukup besar.

&. /aringan kulit yang abnormal dan jaringan fibrous di eksisi dengan membuat
marker insisi mengelilingi meatus urethra dan dilajutkan secara
paralellongitudinal mulai dari permukaan !entral shaft penis sampai ke corona
penis
5. 8orpus ca!ernosum dibersihkan dari semua jaringan fibrous
8. 2ilanjutkan dengan insisi mengelilingi shaft penis mulai dari proksimal sampai ke
glanspenis.
2. %ebagian jaringan yang dieksisi digunakan untuk membungkus kateter.
#. %alah satu ujung kateter yang merupakan free full thickness preputial skin graft
masuk dalam meatus urethra dan dilakukan anastomosis
.
@. %kin graft yang dibuat pada !entral penis harus ditutup dengan skin flap yang
intak, yang mana dibuat mulai dari shaft penis sampai ke basis scrotum.
E. @lap scrotum dirotasi ke corona penis menutupi free graft dari urethra
H. Kulit bagian dorsal dijahit dengan corona penis dengan menggunakan benang
chromic c9atgut )-(.


'OMPLI'ASI
%etelah dilakukan operasi, kemungkinan dapat terjadi beberapa komplikasi pasca
operasi, seperti >
b,k,?
+. #demaCpembengkakan yang terjadi akibat reaksi jaringan besarnya dapat
ber!ariasi, juga terbentuknya hematom dibawah kulit, yang biasanya dapat
dicegah dengan menggunakan balut tekan selama '-- hari pasca operasi.
'. @istula enterokutan, merupakan komplikasi yang tersering dan ini digunakan
sebagai parameter untuk menilai keberhasilan operasi.
-. %triktur, terdapat pada proksimal anastomosis yang kemungkinan disebabkan oleh
angulasi dari anastomosis.
). 2i!ertikulum, terjadi pada pembentukan neourethra yang terlalu lebar, atau
adanya stenosis meatal yang mengakibatkan dilatasi yang lanjut.
6. "esidual chordae#rekuren chordae, sebagai akibat dari rilis chordae yang tidak
sempurna, dimana tidak dilakukan ereksi artifisial pada saat operasi atau karena
pembentukan scar yang berlebihan di !entral penis.
.. <ambut dalam urethra, yang dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih yang
berulang atau pembentukan batu pada saat pubertas.
PROGNOSA
%etelah operasi, buang air kecil dapat dilakukan dengan penis yang lurus maupun
mendepositkan semen ke dalam !agina.
7antangan terbesar pada koreksi hipospadia adalam pencegahan terjadinya fistel
dan gambaran kosmetik secara keseluruhan.
LAPORAN 'ASUS
%eorang anak laki-laki umur -,6 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan lubang
kencing terletak di pangkal penis. 2ialami sejak lahir, bila buang air kecil pasien harus
jongkok. ;yeri tidak ada, <iwayat trauma tidak ada, <iwayat operasi chordectom! L ,
bulan yang lalu.
Pemeriksaan fisis >
; > ++' 9Cm
P > ') 9Cm
% > -.,, M8
55 > +',, kg
75 > ,3,- cm
Pemeriksaan laboratorium ((=-()-'((3)
Hb > ++,= grCdl E2% > ,=
Jbc > =((( %EG7 > '-
Plt > -+6 ((( %EP7 > +6
87 > 3.(( :reum > +.
57 > '.(( 8reatinin > (,'.
Pemeriksaan foto thorak >
8or dan pulmo dalam batas normal

DA(TAR PUSTA'A
+. %jamsuhidajat <, /ong J2. %aluran Kemih 2an &lat Kelamin Belaki. 2alam >
Buku Ajar Ilmu Bedah. #disi '. #E8. /akarta. '((- > 3)3.
'. %chwart0 %4. :rology. 4n > Principles Of Surgery. 3
th
edition. "cEraw-Hill. ;ew
$ork. +=== > +,+--6.
-. "ansjoer &, dkk. Hipospadia. 2alam > Kapita Selekta Kedkteran. #disi Ketiga.
"edia &esculapius @K:4. /akarta. '((( > -3)-..
). %astrasupena.H, Hipospadia. 2alam > <eksoprodjo %, Kumpulan Kuliah Ilmu
Bedah. 5agian 4lmu 5edah @K:4. /akarta. '((- > )',--6.
6. Jilliams <.2, 8hristopher %.8, :rology. 4n > Jay BJ, 2oherty E", !urrent
Surgical Diagnsis And Treatment. ++ th #dition. "cEraw-Hill. 5oston. '((- >
+(',-=.
.. &ninch /J. 2isorders Gf 7he Penis N "ale :rethra. 4n > 7anagho #&, &ninch
/J, Smith"s #eneral $rlgy. 4nternational #dition. Bange "edical 5ooksC"c
Eraw-Hill. ;ew $ork. '((( > ..6-3.
3. Price %&, Jilson B8. Kelainan Pada %aluran Kemih. 2alam > %isilgi Prses-
Prses Penyakit. #disi Keempat. #E8. /akarta. '((- > ++6'.
,. ;elson J#. &nomali Penis 2an :rethra. 2alam > &elsn Ilmu Kesehatan Anak.
#disi +6. #E8. /akarta. '((( > +,,.-3.
=. Purnomo 55. Kelainan Penis 2an :rethra. 2alam > Dasar-Dasar $rlgi. #disi
Kedua. 8* %agung %eto. /akarta. '((- > +6'--.
+(. ;awasasi B. Hipospadia. &!ailable at > $$p+,,---.&l%//er.c%m,&e!a0
&an/e$,ip%spa!ia.$m. &ccessed on /anuary '-
th
, '((3
++. &nonima. Kelainan Einjal 2an %aluran Kemih 5awaan. &!ailable at >
$$p+,,---.me!icas$%re.c%m,in1%0penya#i$,ip%spa!ia.$m. &ccessed on
/anuary '-
th
, '((3.
+'. @locks <H, 8ulp 2&. %urgery Gf 7he :rethra. 4n > Surgical $rlgy. )
st
#dition.
$ear 5ook "edical Publishers. ;ew $ork. +=36 > -3'-=).
+-. 2e!ine 8./, 8hordee &nd Hypospadias. 4n > Elenn /@, $rlgic Surgery. 7hird
#dition. /5 Bippincott 8ompany. Philadelphia. +=,= > 336-,(+.
+). %winney /, Hypospadias <epair. 4n > Bibertino /&, Kinman B, Recnstructi'e
$rlgic Surgery. 7he Jiliams N Jilkins 8ompany. 5altimore. +=33 > '.3-3).
+6. Eatti /."., Hypospadias, &!ailalble at > http>CCwww.#medicine.com., Bast update
"ay '), '((..
+.. %mith 2.J., Hypospadias. 4n > 8on!erse /."., Bittler /.J., Recnstructi'e
Plastic Surgery( J.5. %unders, Philadelphia, +=.) > '(+(-'('(.
+3. 5yars B.7., Hypospadias and #pispadias. 4n > 8on!erse /."., Bittler /.J.,
Recnstructi'e Plastic Surgery( J.5. %unders, Philadelphia, +=.) > '('+-'(-).
+,.