Anda di halaman 1dari 12

Perkembangan Rasa Ingin Tahu Pada Makhluk Hidup

Jurusan Teknik Geologi


Makalah

Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Filsafat Ilmu







Disusun Oleh :

Nama : Fadhli Alamsyah
NPM : 270110130131
Fakultas : Teknik Geologi
Kelas : C



UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR

2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
KURIOSITAS (RASA INGIN TAHU)
Berbeda dengan mahluk lainnya manusia selalu serba ingin tahu terhadap
berbagai fenomena alam yang dialaminya, manusia selalu bertanya ada apa ? (jika
terjadi gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang atau gejala alam lainnya
khususnya membuat mereka cemas) hal ini merupakan daya rangsang yang
diteruskan pada daya fikir sehingga munculah pertanyaan ada apa?, setelah tahu
bahkan manusia terus bertanya lebih jauh lagi, Bagaimana ? dan seterusnya akan
bertanya mengapa ? pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pisau-pisau untuk
menoreh pengetahuan walaupun secara sederhana dan bersifat indrawi. Sementara
mahluk lain dalam memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya hanya
mengandalkan naluriah (instink) belaka sementara Asimov menyebutnya idle
curiosity yang sifatnya tetap tidak berkembang sepanjang jaman contohnya sarang
burung manyar mungkin yang tercanggih dibanding burung lainnya, tetapi sejak
dulu sampai saat ini sarang burung manyar konstruksi dan motivnya tetap begitu
saja, berbeda dengan manusia dulu pada zaman primitif manusia hidup digua-gua,
berubah menjadi rumah sederhana, dengan ilmu dan teknologi manusia dapat
membangun rumah-rumah modern pencakar langit, artinya manusia memiliki rasa
ingin tahu yang berubah menjadi daya pikir yang dapat berkembang sepanjang
jaman sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya yang tidak pernah puas maka
manusia terus berupaya mencari dan menemukan sesuatu yang dapat
memudahkan dan menyenangkan dalam hidupnya.
Dalam makalah ini, akan membahas tentang Alam Pikiran Manusia dan
Perkembangannya. Bagaimana hakikat manusia dan keingintahuannya,
perkembangan fisik, sifat dan pikiran manusia, serta bagaimana sejarah
pengetahuan manusia.

B. Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini yang berjudul Alam Pikiran Manusia dan
Perkembangannya
mempunyai beberapa rumusan masalah yaitu :
1. Apa hakekat alam pikiran manusia yang sebenarnya dan bagaimana sifat
keingintahuannya?
2. Bagaiman perkembangan fisik, sifat, dan pikiran manusia?
3. Bagaimana sejarah pengetahuan manusia?

C. Tujuan
Makalah Ilmu Kealaman Dasar ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Untuk mengetahui bagaimana alam pikiran manusia yang sebenarnya dan
sifat keingintahuannya
2. Untuk mengetahui perkembangan fisik, sifat, dan pikiran manusia
3. Untuk mengetahui alam pikiran manusia dan perkembangannya















BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat Manusia dan Keingintahuannya
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta
nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana
untuk dirinya maupun lingkungannya.

1. Kelebihan Manusia dari Penghuni Bumi Lainnya
Manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan
penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya
antara lain :
a) Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang
dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b) Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
c) Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d) Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo
Humanis).
e) Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f) Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).

2. Rasa Ingin Tahu dan Terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang
merupakan suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang
benda-benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang
dirinya sendiri.
Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya
bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu,
tanah, api, angin, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari satu
tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi
sekedar akibat dari pengaruh alamiah yang bersifat kekal.
Bagaimana dengan makhluk-makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan dan
binatang? Sebatang pohon misalnya, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan atau
gerakan, namun gerakan itu terbatas pada mempertahankan kelestarian hidupnya
yang bersifat tetap. Misalnya, daun-daun yang selalu cenderung untuk mencari
sinar matahari atau akar-akar yang selalu cenderung untuk mencari air yang kaya
mineral untuk kebutuhan hidupnya. Kecenderungan semacam ini nampak
berlangsung sepanjang zaman.
Bagaimana dengan binatang yang menunjukkan adanya kehendak
berpindah (eksplorasi) dari satu tempat ke tempat yang lain? Misalnya ikan,
burung, harimau atau binatang yang sangat dekat dengan manusia yaitu monyet?
Tentunya burung-burung bergerak dari satu tempat didorong oleh suatu keinginan,
antara lain rasa ingin tahu. Ingin tahu apakah di sana ada cukup makanan untuk
disantap sendiri atau bersama yang lain. Ingin tahu apakah disuatu tempat cukup
aman untuk membuat sarang. Setelah mengadakan eksplorasi tentu mereka
menjadi tahu. Itulah pengetahuan dari burung tadi. Burung juga memiliki
pengetahuan bagaimana caranya membuat sarang di atas pohon. Burung manyar
atau burung tempua begitu pandai menganyam sarangnya yang begitu indah
bergelantungan pada daun kelapa, namun pengetahuannya itu ternyata tidak
berubah-ubah dari zaman ke zaman.
Bagaimana dengan monyet yang begitu pandai? Bila kita perhatikan baik-
baik kehidupan monyet-monyet tersebut, ternyata kehendak mereka ingin
mengeksplorasi alam sekitar itu didorong oleh rasa ingin tahu yang tetap
sepanjang zaman atau yang oleh Isaac Asimov (1972) disebut sebagai Idle
Curiousity atau Instinct Instink itu berpusat pada satu hal saja yaitu untuk
mempertahankan kelestarian hidupnya. Untuk itu mereka perlu makan,
melindungi diri dan berkembang biak.
Bagaimana dengan manusia? Manusia juga memiliki instink seperti yang
dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Namun, manusia memiliki kelebihan,
yaitu kemampuan berpikir dengan kata lain curiousity-nya tidak idle tidak
tetap seperti itu sepanjang zaman. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang
berkembang atau dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan berpikir. Ia
bertanya terus setelah tahu tentang apa-nya, mereka juga ingin tahu
bagaimana dan mengapa begitu. Manusia mampu menggunakan
pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuannya
yang baru, menjadi pengetahuannya yang lebih baru. Hal demikian itu
berlangsung berabad-abad lamanya, sehingga terjadi suatu akumulasi
pengetahuan. Sebagai ilustrasi, kita bayangkan saja manusia purba zaman dulu
yang hidup di gua-gua atau di atas pohon. Namun karena kemampuannya berpikir
tidak semata-mata didorong oleh sekedar kelestarian hidupnya tetapi juga untuk
membuat hidupnya lebih menyenangkan, maka mereka mampu membuat rumah
di atas tiang-tiang kayu yang kokoh dan bahkan sekarang manusia mampu
membuat istana atau gedung-gedung pencakar langit. Bandingkan dengan burung
tempua dengan sarangnya yang indah yang nampak tak mengalami perubahan
sepanjang masa. Demikianlah juga dengan harimau yang hidup dalam gua-gua
atau monyet yang membuat sarang di atas pohon tidak mengalami perubahan
sepanjang zaman.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu
menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak
saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari seperti
bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif untuk
berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-hal
yang menyangkut keindahan.
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan itu, tampak
lebih nyata bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan makhluk
hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tinggi bila dibandingkan
dengan hewan atau makhluk lainnya. Manusia mempunyai rasa ingin tahu (
curiousty ) yang tinggi dan selalu berkembang. Meskipun makhluk lainnya juga
memiliki rasa ingin tahu tetapi itu hanya sebatas digunakan untuk memenuhi
kebutuhan makanan saja. Perkembangan rasa ingin tahu pada manusia dimulai
dengan timbulnnya pertanyaan dari sesuatu yang dilihat dan diamatinya. Adanya
kemampuan berpikir pada manusia menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin
tahu manusia terhadap alam semesta ini . Jawaban tehadap berbagai banyak
pertanyaan manusia terhadap peristiwa dan gejala yang terjadi di alam semesta ini
akhirnya menjadi ilmu pengetahuan.

3. Sifat Keingintahuan Manusia
Manusia dengan rasa ingin tahunya yang besar ,selalu berusaha mencari
keterangan tentang fenomena alam yang teramati. Untuk menjawab semua rasa
ingin tahu manusia sering mereka reka jawaban mereka sendiri . Pengetahuan
seperti inilah yang disebut pseudo science. Ilmu pengetahuan juga berkembang
sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan cara berpikir dan alat bantu yang ada
pada saat itu .
Cara memperoleh sains semu ( pseudo sains ), antara lain :
1. Mitos
2. Wahyu
3. Otoritas dan tradisi
4. Prasangka
5. Intuisi
6. Penemuan kebetulan
7. Cara coba ralat

Pada zaman Yunani ( 600 200 SM ) terjadi pola pikir yang lebih maju
dari pola pikir mitos, dimana terjadi penggabungan antara pengamatan,
pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional. Aliran ini disebut rasionalisme.
Lebih lanjut lagi dikenal dengan metode deduksi yaitu penarikan suatu
kesimpulan didasarkan pada suatu yang bersifat umum (Premis mayor) menuju ke
yang khusus (Premis minor). Dasar metode ilmiah sekarang adalah metode
induksi, yang intinya adalah bahwa pengambilan keputusan dan kesimpulan
dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimen.

B. Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia
1. Perkembangan Fisik Manusia
Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang
selanjutnya secara bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana
berasal dari sel kromosom sperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada
prosesnya akan terjadi kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-
laki.
Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang
selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9.
Sedangkan minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan
berfungsinya bagian organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa
gerakan dari janin.
Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan
dengan kepala dibawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakn
semakin berkurang. Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran
sampai remaja.
Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat purbertas, yang
ditandai diantaranya dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada
daerah-daerah tertentu dan fungsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).
Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh
perkembangan pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh
orang tua dan lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.
Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar,
makan, berbicara dan berjalan. Pada usia 2-7 tahun rasa ingin tahu akan makin
besar. Masa remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya manupun
dengan orang dewasa, karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai
orang dewasa walaupun secara emosional belum memedai. Selanjutnya setelah
usia 30 tahun, mulai dapat mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri
sebagai individu yang bertanggung jawab.

2. Perkembangan Sikap dan Pikiran Manusia
Bila dibandingkan dengan hewan, maka tubuh manusia lemah, sedangkan
rohaninya, yaitu akal budi dan kemauannya sangat kuat. Manusia tidak dapat
terbang seperti burung, tidak dapat berenang secepat buaya, tidak mampu
mengangkat benda berat seperti gajah, dan sebagainya, tetapi dengan akal budinya
dan kemauannya, manusia dapat menjadi makhluk yang lebih dari makhluk lain.
Kelebihan manusia itu karena memiliki akal budi dan kemauan yang keras
sehingga dapat mengendalikan jasmaninya.
Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang
benda dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang
dirinya sendiri. Rasa ingin tahu inilah mendorong manusia untuk memahami dan
menjelaskan gejala-gejala alam, baik alam besar (makrokosmos) mapun alam
kecil (mikrokosmos), serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi.
Dorongan rasa ingin tahu dan usaha untuk memahami dan memecahkan masalah
yang dihadapi, menyebabkan manusia dapat mengumpulkan pengetahuan.
Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini menyebabkan pengetahuan
mereka menjadi berkembang. Setiap hari mereka berhubungan dan mengamati
benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya. Pengamatan-
pengamatan yang ditangkap melalui panca indera-nya merupakan objek rasa ingin
tahunya. Manusia tidak akan merasa puas jika belum memperoleh jawaban
mengenai hal-hal yang diamatinya. Mereka berusaha mencari jawabannya dan
untuk itu mereka harus berpikir. Rasa ingin tahunya terus berlanjut. Bukan hanya
apa-nya saja yang ingin diketahui jawabannya, tetapi juga jawaban dari
bagaimana dan kemudian berlanjut mengapa tentang hal-hal yang
bersangkutan dengan benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang diamatinya.

C. Sejarah Pengetahuan Manusia
Manusia selalu merasa ingin tahu, maka sesuatu yang belum terjawab
dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui dan wallahualam
bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya. Perkembangan lebih lanjut
lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik atau
kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri jawabannya.
A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan manusia, yaitu
tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif (tahap ilmu).
Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metefisika. Mitologi adalah pengetahuan
tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos. Cerita mitos sendiri
ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.
Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos
sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan
pengetahuan, penalaran dan pancaindra manusia serta keinggintahuan manusia
yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.
Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM)
yaitu horoskop (ramalan bintang), eliptika (bidang edar matahari) dan bentuk
alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai
lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap.
Tongkak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia ialah
Thales (624-546) seorang astronom, pakar dibidang matematika dan teknik. Ia
berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya mementulkan
sinar matahari,dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh perubahan lainnya
seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras dan sebagainya.
Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang
diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan
pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan
hidupnya. Berdasarkan hal itulah mulailah dikembangkan pengetahuan praktis
yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan sosialnya. Pengetahuan ini
selanjutnya disebut sebagai teknologi yang merupakan penerapan IPA dalam
kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi, produksi dan industri secara
tidak langsung akan diikuti dengan perubahan pola hidup manusia. Perubahan ini
juga semakin mendorong rasa ingin tahu manusia ke arah yang lebih kompleks.
Dengan demikian manusia akan terus berusaha mengetahui segala rahasia alam
semesta yang belum terungkap.




















BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu. Hewan juga mempunyai
rasa ingin tahu akan tetapi tidak berkembang atau disebut idle curiousity atau
instinct. Segala aktivitasnya didorong oleh instink itu dengan tujuan untuk
melestarikan hidupnya. Untuk itulah mereka mencari makan, melindungi diri dan
berkembang biak.
Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Akumulasi dari
segala yang mereka dapat dari usahanya mendapatkan jawaban dari
keingintahuannya itu merupakan pengetahuan-nya. Pengetahuan manusia selalu
berkembang. Ia selalu tidak puas dengan fakta tetapi ingin tahu juga tentang
apa, bagaimana dan mengapa demikian.
Berlandaskan pada pengetahuan tentang beberapa rahasia alam yang
diperolehnya, manusia kemudian berusaha untuk menguasai dan memanfaatkan
pengetahuannya untuk memperbaiki kualitas dan pemenuhan kebutuhan
hidupnya.

B. SARAN
Manusia secara alamiah, dari zaman purba sampai zaman dewasa sekarang
memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut menyebabkan manusia
menyelidiki persoalan-persolan yang akan menghasilkan jawaban. Demikianlah
pikiran manusia berkembang dari pikiran primitif sampai kepikiran yang modern.
Dengan adanya ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu pada diri manusia, maka
diharapkan setiap individu mengembangkan rasa ingin tahu tersebut menjadi
penelitian-penelitian yang akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berguna
bagi ilmu pengetahuan.



DAFTAR PUSTAKA

http://titinmath.wordpress.com/2012/01/13/makalah-perkembangan-pikiran-
manusia/
http://smartbibeh.wordpress.com/2010/01/27/rasa-ingin-tahu-menjadi-ilmu-
pengetahuan/
Ahmadi, A., dan Supanto, A. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : PT. Rineka
Cipta
http://wardina-a.blogspot.com/2012/01/alam-pikiran-manusia-dan.html