Anda di halaman 1dari 10

EVALUASI PASCA EVAKUASI MOLA HIDATIDOSA

Meningkatkan kecurigaan transformasi keganasan


pada kuret berulang (Evaluasi kasus serial)




Susilawati I. Dewi, Irsan Hanafi, Laila Nuranna,
Nugroho Kampono, M. Farid Aziz, Andrijono

Departemen Medik Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

Mola hidatidosa secara Secara mikroskopis
makroskopis khas adanya adanya hiperplasia sel
gelembung-gelembung massa trofoblas disertai adanya
seperti buah anggur edema villus khorialis

20 % mola hidatidosa berisiko menjadi ganas :
Penyakit Trofoblas Ganas (PTG).
Latar belakang dan tujuan

Terdapat banyak kasus mola hidatidosa
dengan kuret berulang karena perdarahan
yang dirujuk, yang sebenarnya perlu
ditatalaksana sebagai PTG lebih dini
Dilakukan dievaluasi kasus-kasus mola
hidatidosa yang dilakukan kuret berulang, guna
meningkatkan kecurigaan terjadinya
transformasi keganasan lebih dini.


Deteksi dini transformasi keganasan
pasca evakuasi mola :

1. Adanya faktor risiko transformasi keganasan : uterus yang
sangat besar (> kehamilan 20 minggu), terdapat kista lutein
dengan diameter > 6 cm, kadar hCG > 100.000 mIU/mL.
2. Pasca evakuasi mola dilakukan evaluasi ketat kadar hCG.
3. Bila setelah 8-9 minggu pasca evakuasi mola kadar hCG
tetap di atas normal (>5mIU/mL), dicurigai adanya
transformasi keganasan.
4. Bila terdapat perdarahan dan pembesaran uterus pasca
evakuasi mola perlu dilakukan pemeriksaan
ultrasonografi.
5. Perlu dilakukan foto thoraks bila dicurigai adanya
transformasi keganasan, untuk melihat adanya metastasis.


Bahan dan cara kerja

Merupakan evaluasi 13 kasus serial dengan
diagnosis awal mola hidatidosa yang dilakukan
kuret berulang > 2 kali, dan kemudian menjadi
PTG, dan diterapi sitostatika di Sub Bagian
Onkologi Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI/
RSUPN CM antara tahun 1997 sampai dengan
tahun 2003.

Hasil

Jumlah kuretase n %
Dua kali 7 53,85
Tiga kali 5 38,46
Empat kali 1 7,69
Jenis kasus
PTG-NM 10 76,92
PTG-M (paru) 3 23,08
Keluhan utama
Perdarahan 12 92,31
Tidak haid 1 7,69




Kadar hCG praterapi
Tidak ada data 1 7,69
< 100.000 mIU/mL 8 61,54
>100.000 mIU/mL 4 30,77
(Rentangan 300-1.550.600 mIU/mL)
Monitoring hCG
Dilakukan 3 23,08
Tidak dilakukan 10 76,92
Ultrasonografi
Suspek PTG/ PTG 10 76,92
Mola hidatidosa + kista lutein 2 15,38
Tidak ada data 1 7,69



Terapi
MTX 7 53,85
ME 4 30,77
MAC 1 7,69
MTX Histerektomi 1 7,69
Luaran
Dalam terapi, respon baik 1 7,69
Remisi 9 63,73
Meninggal 2 15,39
Pulang paksa 1 7,69

Kesimpulan

1. Perlu dilakukan deteksi dini transformasi
keganasan pasca evakuasi mola, agar
penatalaksanaan PTG dapat dilakukan
secara dini.
2. Setiap kasus pasca evakuasi mola yang
mengalami perdarahan, harus dipikirkan
telah terjadi transformasi keganasan, perlu
dilakukan pemeriksaan USG dan kadar
hCG. Sehingga sebenarnya tidak perlu
dilakukan kuret berulang, tetapi
memerlukan kemoterapi
Bila menghadapi kasus pasca evakuasi
mola yang mengalami perdarahan, harus
dipikirkan telah terjadi transformasi
keganasan yang memerlukan kemoterapi



Bila setelah 8-9 minggu pasca evakuasi
mola, hCG tetap positif (kadar >5mIU/mL)
dipikirkan telah terjadi transformasi
keganasan yang memerlukan kemoterapi